Just Stay With Me – Part 3

coverjswm

Title : Just Stay With Me – Part 3

Author : Charismagirl

Cast :

  • Oh Sehun
  • Park Minri (OC)
  • Cho Kyuhyun
  • Kim Hyejin
  • EXO

 

Rating : PG-13, teen

Genre : Romance, friendship, school life

Length : Chapter

Part 1 | Part 2

***

“Apa? Tidak. Aku tidak mau,” tolak Chanyeol mentah-mentah pada permintaan Sehun di telpon. Ada-ada saja si Sehun, pikir Chanyeol. Bagaimana bisa ia mengajarkan matematika pada orang yang belum dikenalnya?

“Aku yakin kau menyukainya, kalian cocok,” ucap Sehun, masih berusaha membujuk.

“Hey kau pikir aku ingin dicarikan kekasih?”

“Eh bukan maksudku seperti itu… tapi…”

“Sudahlah Sehun-ah, sebaiknya kau menyerah saja.”

“Jangan salah paham, aku benar-benar meminta bantuanmu untuk mengajarkan matematika, bukan yang lain-lain. Aku mohon…”

“Memangnya dia siapa sih? Kenapa kau begitu peduli sampai-sampai memohon seperti itu?” tanya Chanyeol, mulai menurunkan nada bicaranya.

“Dia hanya temanku.”

“Baiklah, akan ku pikirkan.”

***

 

Suara langkah kaki Minri yang terburu-buru terdengar di sepanjang tangga rumah keluarga Park yang tergolong besar. Minri baru saja bangkit dari kegiatan bermalas-malasannya di kamar. Tadinya ia pikir ia bisa tidur siang. Tapi ternyata ada hal yang lebih penting hingga ia harus menunda waktu tidurnya itu.

Minri membenarkan sedikit tatanan rambutnya yang tampak berantakan. Ia bahkan tidak sempat melihat ke arah cermin saking terburu-burunya. Minri menghentikan langkahnya saat ia tiba di ruang tengah. Seorang pria tengah duduk di sofa. Pria itu mengarahkan pandangannya ke luar, lantas menolehkan kepalanya ke arah yang berlawanan ketika ia menyadari kehadiran seseorang disana.

“Kyuhyun-ssi? Kenapa kau berepot-repot mengembalikannya? Mestinya aku yang mengambil. Ponsel itu tertinggal karena kecerobohanku.”

Minri menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Merasa tidak enak pada Kyuhyun.

Kyuhyun hanya tersenyum singkat lantas berdiri. Pria itu berjalan ke arah Minri sembari merogoh saku celananya mengambil ponsel Minri yang ia letakkan disana.

“Tidak apa-apa, aku tidak merasa direpotkan Minri-ssi.”

Minri mengambil ponselnya yang disodorkan Kyuhyun. Gadis itu sempat mengecek layar sehingga  terpampanglah beberapa pemberitahuan tentang pesan dan panggilan tidak terjawab.

“Aku tidak membuka pesan atau mengangkat telepon. Ku rasa itu hal yang bersifat pribadi,” ucap Kyuhyun. Mungkin ia sedikit berbohong tentang tidak membuka hal yang bersifat pribadi karena nyatanya ia sempat membuka gallery photo di ponsel Minri. Hal itu pula yang membuatnya tahu bahwa Minri dan Sehun punya hubungan khusus.

“Ah, terimakasih sekali, kau baik sekali Kyuhyun-ssi. Duduklah! Aku akan membuatkan minuman untukmu,” ucap Minri. Ia baru akan menuju dapur, tapi Kyuhyun lebih dulu menghentikannya.

“Tidak perlu, aku harus pergi sekarang.”

Kyuhyun melangkahkan kakinya menuju pintu, kemudian Minri mengekor di belakangnya. Minri merasa ada yang aneh dengan pria itu. Selain bicaranya yang singkat sekali, pria itu juga tampak menghindari tatapan Minri, meskipun ia tetap saja tersenyum.

Kyuhyun masuk ke dalam mobilnya, dan Minri terus menatap pria itu sampai ia menjalankan mobilnya dan hilang dari pandangannya.

***

“Mau kemana kau?” tanya Minri saat Chanyeol berpapasan dengannya.

“Ah!” Seru Chanyeol tiba-tiba, membuat Minri sedikit terjengkang ke belakang. “Apa kau tahu dengan Hyejin, teman Sehun?”

Minri membuang mukanya ke arah lain. Merasa tidak suka saat nama gadis itu disebut. Hal itu disadari Chanyeol, hingga membuat Chanyeol bingung dan mengangkat satu alisnya. Namun Chanyeol tidak begitu mempedulikan perubahan wajah gadis itu dan terus mendesak ingin tahu.

“Sehun bilang gadis itu teman lamanya. Entahlah.”

“Oh,” komentar Chanyeol singkat. Sepertinya ia harus mencari tahu sendiri tentang gadis itu. Karena bertanya pada Minri saat suasana hatinya buruk sama saja memacu peperangan di antara mereka. Yah, mereka berdua tidak pernah akur dalam waktu lama.

“Kau belum menjawab pertanyaanku,” ucap Minri.

“Aku ingin ke apartemen Sehun. Menemui Hyejin.”

“Punya urusan apa kau dengan gadis itu?” tanya Minri sekenanya.

“Aku akan mengajarkan matematika padanya.”

Minri mendadak tertarik dengan topik pembicaraan. Tumben sekali Chanyeol mau mengajarkan matematika pada orang lain dan merelakan waktu istirahat siangnya. Sepupunya yang menyebalkan itu lebih sering keluar rumah untuk latihan basket bersama teman-temannya, termasuk Sehun. Tidak salah kalau Chanyeol semakin hari semakin mirip tiang saja. Ups.

“Aku ikut!” seru Minri tiba-tiba.

“Hah? Untuk apa?”

Chanyeol melirik jam tangannya. Ia sudah menghabiskan cukup banyak waktu untuk bicara dengan gadis itu. Dan sepertinya ia harus pergi sekarang.

Chanyeol melangkahkan kakinya pergi. Tidak berniat menunggu Minri ataupun ingin tahu kenapa gadis itu ingin ikut dengannya. Tapi sepertinya Chanyeol tahu alasan yang kuat gadis itu ingin ke apartemen Sehun tentu saja karena ingin menemui pemilik apartemen itu. Memangnya apa lagi?

Dan kalau mereka bedua bertemu, Sehun akan berubah menjadi perayu membuat Chanyeol yang mendengarnya mendadak sakit telinga. Sebenarnya ia sedikit iri. Karena sampai sekarang Chanyeol belum punya kekasih. Gadis di sekolahnya memang cukup banyak yang mengerjarnya, tapi bagi Chanyeol tidak ada yang menarik perhatiannya. Semua hanya dianggapnya sebagai teman, atau mungkin bisa disebut fans? Hahaha.

Baru satu langkah Chanyeol berjalan, langkahnya terhenti. Ia terkesiap ketika Minri merampas kunci mobil yang ia pegang sejak tadi di tangannya. Matanya yang bulat itu semakin tampak besar.

“Tunggu sebentar aku ganti baju dulu dan biar aku yang pegang kuncimu agar kau tidak meninggalkanku.”

“Kelinci kutub…. Rrrr,” geram Chanyeol.

Minri berlari kecil menaiki tangga rumahnya. Tidak mempedulikan tatapan mata Chanyeol yang seperti akan menelannya hidup-hidup.

“YAK! Aku bahkan belum mengatakan kalau kau boleh ikut atau tidak.”

Suara berat Chanyeol memenuhi ruang tamu saat itu. seperti biasa, rumah besar yang ditempati Minri selalu sepi. Hanya ada beberapa pelayan rumah yang berkeliaran. Mungkin sekedar mengecek keadaan rumah.

“Masa bodoh,” sahut gadis itu tidak kalau nyaring.

Chanyeol mendecak sebal. Lalu memutuskan untuk duduk di sofa ruang tamu. Sesekali melirik ke arah tangga. Berharap Minri bisa lebih cepat mengganti bajunya.

Cuaca di luar tampak gelap. Awan berkumpul menutupi matahari. Itulah yang membuat Chanyeol ingin lebih cepat ke rumah Sehun. Sebenarnya ia bisa saja beralasan tidak bisa datang ketika hujan turun. Karena meskipun ia menggunakan mobil, ia tidak ingin mobilnya kotor dengan sia-sia. Tipikal orang yang menjaga barang miliknya dengan sungguh-sungguh.

Tapi Chanyeol sudah berjanji. Bagi pria, pantang untuk mengingkari janji. Dan Chanyeol tidak pernah mendengar Sehun memohon begitu seriusnya, hingga Chanyeol menyadari bahwa Sehun memang butuh bantuannya. Chanyeol jadi penasaran bagaimana sosok Hyejin itu.

Derap langkah kaki membuyarkan pikiran Chanyeol. Ia segera berdiri dan merapikan bajunya yang tampak kusut.

“Bagaimana? Sebentar saja kan?” tanya Minri bangga. Gadis itu kemudian melempar kunci mobil Chanyeol kepada Chanyeol yang kemudian bisa dengan sigap disambut oleh pemiliknya.

“Sebentar kepalamu!” keluh Chanyeol.

Pria itu mengambil langkah panjang menuju mobilnya. Minri lagi-lagi mengeluh. Ukuran kakinya yang lebih pendek membuatnya harus berlari lebih cepat agar bisa menyusul Chanyeol. Dan pria tinggi itu tidak memberi toleransi padanya.

Blam!

Suara pintu mobil yang tertutup dengan cukup keras menimbulkan suara berdebam yang berarti. Minri duduk di belakang seperti biasa. Ia lebih suka duduk di belakang kalau sedang satu mobil dengan Chanyeol, karena kalau ia duduk di depan, mereka berdua akan terlibat perdebatan panjang. Entah itu membahas jalan mana yang akan mereka lewati atau bahkan sekedar menentukan kecepatan mobil. Hal kecil yang sangat tidak penting untuk di ributkan.

Sementara Chanyeol tidak suka jika membiarkan kursi depannya kosong, sementara orang yang menumpang mobilnya duduk di belakang. Ia terlihat seperti supir pribadi. Dan itu sangat menyebalkan.

“Sepertinya sebentar lagi akan turun hujan,” gumam Minri namun masih dapat terdengar oleh telinga Chanyeol.

“Ku pikir juga begitu,” sahut Chanyeol.

Kali ini mereka sepemikiran.

Chanyeol menyalakan mesin mobilnya, lantas melaju di tengah keramaian. Menyalip beberapa mobil yang menghalangi jalannya. Chanyeol memang pengemudi yang handal.

***

Oppa benar-benar meminta teman Oppa untuk mengajarkanku matematika?” tanya Hyejin sembari memakan snack yang ada di meja tempat ia menumpuk buku-bukunya membuat meja itu tampak penuh.

“Ya, mungkin sebentar lagi ia akan datang.”

Sehun duduk di atas sofa dengan kaki yang diangkat ke atas. Ia meraih remote televisi dan menyalakannya. Hyejin ikut menonton televisi di samping Sehun. Mereka berdua tidak mengobrol, hanya suara televisi yang memenuhi ruangan itu.

Kemudian bel apartemen Sehun berbunyi. Hyejin refleks menoleh ke arah pintu. Gadis itu berniat membukakan pintu. Namun tiba-tiba ia menjerit ketika ia merasakan rambutnya tersangkut di kalung yang dipakainya.

Oppaaaa!! Bantu aku!!”

Sehun cukup terkejut dengan jeritan Hyejin. Ia segera berdiri dan membantu meluruskan rambut bagian belakang gadis itu yang sudah kusut akibat tertaut dengan kalungnya.

Bel apartemen berbunyi lagi. tapi Hyejin tidak memperbolehkan Sehun beranjak dari sana sebelum ia menyelesaikan bantuannya pada Hyejin.

Sehun ingat, kalau ia tidak mengunci pintu, hingga ia berucap dengan setengah berteriak. Dan ia pikir orang dari luar sana bisa mendengar suaranya.

“Buka saja! Pintunya tidak dikunci!”

Kreeett!

Pintu pun terbuka lebar. Sehun dan Hyejin mengarahkan pandangannya ke arah pintu. Posisi Sehun masih berada di belakang Hyejin, namun ia masih bisa dengan jelas melihat ke arah pintu karena faktor tubuhnya yang tinggi.

Sehun sontak tersenyum lebar ketika melihat siapa yang datang. Bahkan ia tidak bisa menyembunyikan sedikitpun perasaan bahagia yang saat ini ia rasakan. Ia seperti sudah lama tidak melihat wajah gadis itu. Wajah gadis dengan segala kelebihan dan kekurangannya, yang selalu ada dalam pikiran Sehun. Park Minri.

Sementara dua orang yang berdiri di depan pintu itu berdiri terpaku. Chanyeol mengangkat satu alisnya, pikirannya mulai ber-fantasi atas apa yang dua orang itu lakukan. Posisi Sehun seperti itu membuat Chanyeol berpikir bahwa Sehun sedang membantu gadis itu menaikkan resleting bajunya atau mungkin menurunkannya? Hppft xD

Chanyeol segera menggelengkan kepalanya dengan keras. Membuang segala pemikiran kotor yang berputar di kepalanya. Lantas berdeham memecah keheningan.

Dan gadis di samping Chanyeol–Minri, hanya memasang wajah datarnya namun fokus menatap wajah Sehun. Tidak seorangpun yang tahu kalau hatinya cukup berdenyut sakit melihat pemandangan di depannya. Well, ini bukan saatnya untuk menciptakan suasana melankolis. Dan sepertinya ia harus terbiasa dengan hubungan Sehun dan ‘teman lamanya’ itu yang terlalu dekat bahkan untuk ukuran saudara sekalipun.

“Minri-ya!” seru Sehun dengan senyum lebarnya–mengabaikan jeritan Hyejin saat Sehun melepaskan tangannya dari rambut gadis itu.

Hyejin menarik-narik rambutnya sendiri, hingga akhirnya terlepas dari jeratan tidak sengaja atas kalung yang dipakainya. Beberapa helai rambutnya ikut rontok, dan itu membuatnya memanyunkan bibirnya sembari menatap Sehun yang tengah menghampiri Minri. Laki-laki itu tidak mempedulikannya lagi.

Kemudian Minri dan Chanyeol melepaskan sepatunya. Mereka berdua masuk ke dalam apartemen Sehun. Sehun mengunci pintunya sebentar sebelum menghampiri Minri lagi.

Minri meletakkan barang bawaannya di atas meja. Yah, sebelum tiba di apartemen Sehun. Minri sempat mampir ke supermarket dan membeli beberapa makanan serta minuman kesukaannya, juga kesukaan Sehun. Dan Chanyeol menyetujui permintaannya. Mereka berdua tidak terlalu berdebat hari ini di dalam mobil. Mungkin bosan? Entahlah.

“Minri-ya, bogoshippeo….”

Tanpa ragu-ragu Sehun memeluk gadis di depannya. Minri terkesiap atas perlakuan pria itu, namun ia segera mengendalikan dirinya. Gadis itu hanya diam. Merasakan debaran jantungnya meningkat ketika kehangatan tubuh pria itu meresap sampai ke tubuhnya.

“YAK! Jangan lupa, masih ada kami berdua disini.”

Ucapan Chanyeol membuat Minri mendorong pelan tubuh Sehun, melepaskan pelukan antara mereka berdua. Sehun menurut. Ia melepaskan pelukan gadis itu dengan sedikit tidak rela. Tapi tetap mempertahankan senyumnya yang mempesona itu.

Tidak ada yang menyadari bahwa Hyejin tengah memberengutkan wajahnya. Gadis itu segera menuju dapur tanpa berkata apa-apa. Bahkan dari langkah kakinya yang sedikit dihentakkan itu tidak ada yang tahu kalau ia sedang marah.

“Chanyeol-ah, aku tidak menyangka kalau kau akan mengajak Minri ke sini,” ucap Sehun sambil merangkul bahu Minri. Sesekali menaikkan tangannya ke kepala gadis itu. Mengacak rambutnya pelan. Refleksi kasih sayang Sehun pada gadis itu benar-benar tampak.

“Aku tidak mengajaknya, tapi dia yang memaksa ikut denganku,” sahut Chanyeol lantas menghempaskan tubuhnya ke sofa.

Jinjja?” tanya Sehun sedikit tidak percaya.

“Ck, kau tidak akan percaya kalau dia tampak seperti merindukanmu terlalu dalam,” ucap Chanyeol, terselip senyum setengah dibibirnya, menandakan ia baru saja mungkin membuat gadis itu malu.

“Hey Park Chanyeol! Jangan berlebihan!” protes Minri.

Sehun hanya tertawa pelan menanggapi perdebatan Minri dan Chanyeol. Ia segera menarik Minri duduk di bagian sofa yang lain.

Chanyeol mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan. Baru saja menyadari bahwa gadis yang tadi bersama Sehun sudah menghilang entah kemana.

Tanda tanya di kepalanya terjawab ketika gadis itu muncul dari arah dapur. Chanyeol memperhatikan gadis itu sampai tiba di depannya.

Sehun meliukkan badannya lantas berdiri lagi menghampiri Hyejin. Chanyeol pun berdiri, membuat Hyejin harus mendongak untuk menatap wajah pria asing di depannya.

“Perkenalkan, dia Hyejin. Dan Hyejin, ini Chanyeol–temanku yang akan mengajarkanmu matematika.”

Chanyeol dan Hyejin saling mengulurkan tangan lantas menautkannya. Keduanya menyunggingkan senyum yang tampak canggung. Tidak berlangsung lama, mereka melepaskan tautan tangan mereka berdua.

“Nah, belajar yang rajin ya…,” ucap Sehun sembari mengedip jahil pada Hyejin. Apa-apaan? pikir gadis itu.

Sehun kembali duduk di samping Minri. Mereka berdua tampak mengobrol dengan asyiknya. Tidak terlalu nyaring, namun cukup membuat Hyejin panas karena Sehun begitu perhatian pada gadis itu. Dan… Ah, ia belum tahu dengan pasti apa status gadis di depan Sehun itu.

Chanyeol duduk di lantai bersama Hyejin, karena menurutnya lebih nyaman seperti itu agar Hyejin dapat dengan leluasa menulis di atas meja.

Chanyeol menggaruk tengkuk belakangnya yang tidak gatal. Pria itu tampak bingung harus memulai dari mana. Hingga Hyejin yang memulai lebih dulu. Gadis itu membuka halaman yang tidak ia mengerti kemudian menunjukkannya pada Chanyeol.

“Err… Kau bisa memanggilku Oppa, sama seperti kau memanggil Sehun,” ucap Chanyeol ketika menyadari bahwa gadis itu bingung memanggil namanya.

Ne, Op-pa,” ucap gadis itu sedikit tergagap. Lalu mereka melanjutkan kegiatan belajar mereka.

***

“Aku membawakan sesuatu untukmu.”

Minri membuka bungkusan yang ia bawa. Gadis itu menyodorkan sekaleng moccacino kesukaan Sehun, yang kemudian disambut oleh Sehun.

Gomawo,” ucap Sehun sembari mengacak pelan rambut gadis itu dengan tangannya yang bebas. Rona di wajah gadis itu mendadak muncul. Sehun memperlakukannya dengan sangat baik, membuatnya merasa menjadi gadis yang sangat beruntung.

Chanyeol dan Hyejin bersama-sama melirik Sehun dan Minri. Raut wajah datar dari keduanya menandakan bahwa mereka sedikit sebal dengan sepasang kekasih itu.

“Sehun-ah, apa kau tahu kalau mulai besok kita akan mendapat tambahan belajar secara intensif?”

“Benarkah? Aish! Menyebalkan. Pasti pulang sore,” keluh Sehun. Dan Minri mengangguk menyetujui.

Minri membuka kaleng Minumannya, lantas meneguk minuman itu. Setetes tertinggal di sudut bibirnya, membuat Sehun segera mengarahkan jempolnya pada sudut bibir gadis itu, menyapunya dengan lembut.

“Oh Sehun! Aku bisa sendiri,” protes Minri.

“Aku tahu. Tapi aku senang melakukannya untukmu.”

Sehun tertawa pelan, lalu Minri memukul lengan Sehun. Lagi-lagi dibuat gila oleh pria di depannya.

“YAK! Kalian berdua sebaiknya keluar saja! Aku tidak bisa konsentrasi kalau kalian terus bicara!!”

Chanyeol mengomel dengan suara beratnya membuat suasana mendadak sepi. Sehun mengerutkan keningnya bingung, beberapa detik kemudian dia tertawa keras.

“Kau lihat? Baru kali ini aku mengalami hal ‘diusir dari apartemen sendiri’.”

“Chanyeol benar. Kita keluar saja.”

Minri mendadak punya rencana menghabiskan waktu bersama Sehun. Ini kesempatan bagus untuknya bersama Sehun, karena sekarang gadis manja itu sudah ada yang menemani–yaitu Chanyeol.

“Kalau itu yang kau inginkan, baiklah. Tunggu sebentar,” ucap Sehun lantas beranjak dari sofa dan berjalan menuju kamarnya. Tidak lama pria itu keluar. Ia baru saja mengganti celana dan bajunya. Cepat sekali, pikir Minri.

***

“Huaaahh!” Hyejin meregangkan tulang-tulangnya yang terasa kaku. Tidak terasa mereka berdua melewati waktu dua jam. Dan beberapa soal yang tadinya tidak Hyejin mengerti sudah mulai bisa dipahaminya. Teman Sehun yang tinggi ini memang sangat membantu.

Ia baik dan juga tampan. Punya pribadi yang menyenangkan. Hyejin merasa kehadiran Chanyeol benar-benar membantu. Selain urusan akademik, pria itu juga cukup membantu Hyejin melupakan kekesalannya pada Sehun.

“Chanyeol-ssi, apakah kau saudara kandung Minri?” tanya Hyejin. Sekedar ingin tahu, karena kedekatan Minri dan Chanyeol seperti bukan teman biasa, tapi bukan juga sebagai pasangan kekasih.

“Bukan. Kami hanya saudara sepupu. Ayah Minri dan Ayahku bersaudara, makanya marga kami sama,” jelas Chanyeol. Hyejin mendapatkan jawaban lebih banyak dari pertanyaannya. Chanyeol yang mempunyai kepribadian yang hangat itu membuatnya lebih nyaman untuk bertanya apa saja yang tidak ia ketahui.

“Apakah benar status hubungan Sehun dan Minri adalah berpacaran?”

“Tentu saja! Apa kau tahu, dulu, Sehun jarang sekali tersenyum. Laki-laki itu selalu menampakkan wajah dinginnya membuat orang yang belum mengenalnya pasti dibuat sebal karenanya. Dan ia tidak pernah tertarik pada wanita manapun. Semuanya berubah ketika ia mengenal kelinci kutub itu, maksudku Minri.”

Hyejin mengangguk mengerti sembari membulatkan mulutnya. Dari penjelasan Chanyeol, seperti tidak ada hal yang direkayasa, sehingga Hyejin mau tidak mau harus membuang jauh-jauh perasaannya pada Sehun padahal ia merasa baru saja merasakan yang namanya jatuh cinta.

“Kau tidak apa-apa?” tanya Chanyeol saat menyadari bahwa Hyejin sedang melamun.

“Ah? Aku baik-baik saja,” jawab Hyejin sembari tertawa. Alibi. Menyembunyikan hatinya yang sedang sakit.

Geurae, apa kau lapar? Bagaimana kalau kita memasak saja?” ajak Chanyeol.

“Ide bagus!”

***

“Minri-ya, tentang universitas Harvard waktu itu… kau jadi pergi?” tanya Sehun.

Mereka berdua sedang berjalan-jalan di taman sembari menikmati es krim dengan rasa kesukaan mereka masing-masing. Tidak begitu banyak orang yang ada disana Sehingga suasana tampak tenang. Langit tampak gelap tapi tidak menghentikan langkah mereka untuk tetap berjalan. Momen seperti itu sangat jarang terjadi sehingga mereka ingin memanfaatkannya sebaik mungkin.

“Aku akan pergi minggu depan untuk mengurus hal itu,” jawab Minri tidak yakin.

“Berapa lama?” tanya Sehun lagi.

“Mungkin hanya tiga hari.”

“Kau akan pergi bersama ibumu?”

Aniyo, eomma sibuk. Jadi aku hanya pergi bersama Kyuhyun.”

“Hanya berdua ya?” lirih Sehun. Ia tidak bermaksud bertanya pada gadis itu, karena Minri baru saja mengatakannya. Gadis itu tidak mungkin asal bicara. Sehun tahu.

Tanpa Minri tahu, Sehun berhenti berjalan. Ia menatap punggung Minri. Sehun tidak ingin membayangkan mereka berpisah. Tapi hal terburuk dalam sebuah hubungan adalah perpisahan. Sehun tahu kalau gadis itu juga mencintainya. Lalu kalau takdir berkata lain, mereka bisa apa? Sehun takut, hal buruk akan terjadi. Memikirkannya saja membuat dada Sehun sesak.

Sehun terus memperhatikan Minri berjalan lambat sampai Minri menyadari bahwa Sehun sudah tidak di sampingnya lagi. Gadis itu segera menoleh ke belakang.

Minri tidak berkata apa-apa. Membiarkan mereka saling bertukar pandang. Mencoba memahami isi pemikiran masing-masing.

“Ada yang ingin kau katakan padaku?” tanya Minri akhirnya.

Sehun menurunkan pandangannya, kemudian menggeleng pelan. Ia berlari kecil untuk menyejajarkan kembali langkahnya dengan Minri.

“Ngomong-ngomong kapan terakhir kali aku menciummu?” canda Sehun. Mencoba mencairkan suasana.

“Yaaa! Apa yang kau bicarakan?”

Minri menyembunyikan wajahnya yang tiba-tiba saja memanas. Bahkan dinginnya es krim yang ia makan tidak mampu meredakan hawa panas yang mengalir di wajahnya.

Sehun tertawa pelan. Berhasil menggoda gadis itu adalah kesenangan tersendiri baginya. Apalagi wajahnya yang memerah itu, membuat Sehun gemas saja.

Sehun menggenggam satu tangan Minri. Lalu menarik gadis itu tiba-tiba, membuat mereka sontak berhadapan. Sehun tersenyum sedetik sebelum mencium bibir gadis itu. Menghabiskan sisa-sisa es krim yang ada di bibirnya.

Minri kehilangan sebagian kesadarannya, hingga es krim yang dipegangnya jatuh begitu saja. Ia belum siap, hingga ia hanya bisa menutup matanya. Minri teringat, mereka sedang berada di taman. Ya, walaupun tidak banyak orang, tetap saja mereka bisa menjadi pusat perhatian. Tapi kerinduannya pada pria di depannya membuatnya mendadak menjadi orang egois. Tidak peduli sedang berada dimana, yang ia tahu ia sedang bersama Sehun–orang yang dicintainya.

***

Chanyeol dan Hyejin sedang menikmati makanan hasil masakan mereka berdua. Mereka makan dalam diam. Chanyeol beberapa kali membenarkan posisi duduknya, kembali merasa gelisah saat berdekatan dengan Hyejin.

Hyejin hanya melirik Chanyeol lewat ekor matanya. Sejenak berpikir apakah Chanyeol mau membantunya?

Hyejin mulai merasa tidak nyaman tinggal di rumah Sehun. Apalagi setelah tahu bahwa Sehun sudah punya kekasih. Dan kenyataan yang lebih pahit, Sehun sama sekali tidak memandangnya sebagai wanita, maksudnya Sehun hanya memandang Hyejin sebagai adiknya. Mungkin Hyejin boleh disebut telah menyerah dalam perjuangannya mengejar cinta Sehun. Hyejin sadar kalau Sehun selamanya tidak akan mencintainya karena Minri sudah lebih dulu mengambil hati Sehun.

Apakah Hyejin akan kembali merepotkan Chanyeol jika ia minta temani untuk mencari tempat tinggal? Ah, dia terlalu banyak menyusahkan Chanyeol.

“Hyejin-ssi, apakah tidak sebaiknya kau punya tempat tinggal sendiri? Maksudku… Kau dan Sehun…”

Bingo!

Pria itu seperti bisa membaca pikirannya saja.

“Aku tahu. Memang sudah saatnya aku tidak tinggal disini lagi. Eum… bolehkah aku minta bantuanmu?”

Sure! Kapan? Kau mau tinggal di daerah mana? Atau kau sudah punya tempat yang kau pilih?” tanya Chanyeol penuh semangat, membuat gadis itu seketika tertawa pelan.

Sekali lagi ia yakin, Chanyeol adalah pria baik.

***

“Kau kenapa?” tanya Chanyeol sembari mengerutkan kening. Sejak awal masuk ke dalam mobilnya, Minri tampak senyum-senyum sendiri. Dan Chanyeol seperti bukan bersama Minri yang Chanyeol kenal. Seperti bukan kelinci kutub yang biasanya.

Minri tidak menjawab. Seakan menganggap Chanyeol tidak ada di sampingnya. Ia hanya mengarahkan pandangannya ke jalan sambil sesekali menyentuh bibirnya. Err bodoh sekali! Sehun!! Apa yang kau lakukan pada bibirku?!!

Michin!” gumam Chanyeol.

Minri menoleh dengan horornya, membuat Chanyeol merinding.

“Siapa yang gila?”

“Kau,” jawab Chanyeol tanpa dosa.

“Ya, mungkin aku sedikit gila.” Minri mengaku. Dan dengan puasnya Chanyeol tertawa. Sampai bahunya bergerak-gerak.

“Orang aneh.” Kali ini Minri menggumam. Tidak habis pikir mengapa ia punya sepupu aneh macam Chanyeol.

Ckiiitt!

Tiba-tiba Chanyeol menginjak rem, membuat Minri terjengkang ke depan. Dahinya yang mulis bahkan menyentuh dasbor mobil dan rasanya lumayan sakit. Minri bersumpah akan memukul kepala Chanyeol kalau ia menemukan benjolan di dahinya.

Minri berkaca di kaca depan yang tergantung.

“Yak! Mengapa berhenti mendadak?”

Belum sempat Minri mendengar penjelasan dari Chanyeol, ia sudah dikejutkan dengan pemandangan di depannya. Tepatnya di depan mobil Chanyeol ada seorang pria yang tengah terduduk. Oh, sepertinya Minri tahu apa yang baru saja terjadi.

“Kyuhyun-ssi?? Astaga tiang!! Apa yang baru saja kau lakukan??”

Minri membuka pintu mobil. Dan bergegas menghampiri pria yang ia sebut dengan nama Kyuhyun.

“Kyuhyun siapa? Aku seperti pernah mendengarnya sebelumnya? Dan kenapa kelinci kutub itu tampak sangat khawatir?? Aneh…”

TBC

ini masih mau diterusin? seriusan aku susah mikir ini alur TT tapi kalo dihentiin kan sayang, aaaaa;; confuse

50 thoughts on “Just Stay With Me – Part 3

  1. huaaa. chanyeol sma hyejin keliatannya bakal lebih sweet drpd sehun minri nih *eh
    adoohh
    jujur aja cast di ff ini bias ku semua >///<
    jd bgung jodohin siapa sma siapa *eh
    but kyu, please jgn ganggu minri sehun ya :p

  2. Terusinlah, ,
    jahat bgt lw mpe d stop !
    Tp q tau Rima itu baik, mkay’ skrg crty’ udah mpe END…^-^

    haaah syukur dc 1 pnghlng sdh ada yg menangani, Hyejin sma Yeol,
    lw yg ngjarin MTK mkhluk mcam Chanyeol, 24jm bljr pun g p2, (hehe mulei lebay)…

    Tp bt Kyu gmn ? Ksian jg lw Kyu patah hati n g pya psngan😥

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s