Story Of Peterbaek – Part 1

peterbaek coverfix

Story Of Peterbaek

Author : Charismagirl

Main Cast :

  • Byun Baekhyun / Peterbaek
  • Park Minri

Other Cast :

  • Oh Sehun
  • Kim Jong-In

Genre : Romance, Fantasy, Friendship

Rating : PG-13, Teen.

Length : Chapter

Note : Diadaptasi dari cerita fantasi “Peterpan” dan “Tinkerbell”. Do not copycat without my permission! Cast sewaktu-waktu dapat bertambah. Selamat berimajinasi! Jangan lupa tinggalkan jejak ya, Makasih … ^0^/

***

“Siapa kau?!” tanya Minri.

“Aku peterpan yang tersesat di dunia manusia.”

                                                                              “Jangan gila!”

***

Seorang gadis tengah tertidur pulas dalam kamar tidurnya. Gadis itu tersenyum dalam tidur. entah apa yang sedang dimimpikannya. Seperti sedang bermimpi indah. Tanpa tahu bahwa ada seorang laki-laki menyusup ke dalam kamarnya. Jika kalian pikir dia pencuri, kalian salah. Laki-laki itu tidak berniat mencuri apapun.

Ia masuk melalui jendela kamar yang terbuka. Gadis itu sengaja tidak menutup jendela kamarnya karena cuaca malam itu terasa cukup pengap.

Laki-laki itu mendekat ke arah gadis yang sedang tidur itu. Ia tidak akan menimbulkan keributan karena ia bisa melayang di udara, tanpa harus menimbulkan bunyi langkah kaki. Laki-laki itu jelas bukan manusia. Ia hanya seorang makhluk asing yang tersesat ke dunia manusia dengan alasan yang sedikit tidak masuk akal. Karena bermain terlalu jauh?!

Laki-laki itu berperawakan sedang, berkulit putih serta berwajah manis. Terkadang ia bisa terlihat tampan, bahkan sangat tampan!

Laki-laki lupa jalan pulang sehingga ia ingin meminta bantuan manusia. Namun tidak banyak yang bisa diharapkannya. Setiap orang yang melihatnya lari ketakutan. Entah karena ia bisa terbang atau mungkin penampilannya yang cukup asing.

Mungkin juga beberapa orang melihatnya seperti orang gila yang berkostum aneh. Pakaian berwarna hijau yang nampak lusuh, ditambah hiasan ranting pohon di kepalanya.

Laki-laki itu menatap gadis di depannya dengan intens. Menyukai cara gadis itu tersenyum dalam tidur, menyukai cara gadis itu menarik napas dan menyukai suara hembusan napas gadis itu.

Kemudian ia melayangkan tubuhnya lebih tinggi. Naik ke atas tempat tidur gadis itu lalu tengkurap di udara tepat di atas tubuh gadis itu, menyisakan jarak beberapa senti saja. Ia terlalu penasaran dengan wajah cantik gadis itu.

Terbangun dari tidur, merasakan ada hal yang asing di dekatnya. Merasakan hembusan napas yang lembut menerpa wajahnya. Gadis itu lantas membuka matanya pelan. Menemukan sesosok wajah tampan di depannya. Menikmati setiap inci wajah laki-laki itu. Mata, hidung, dan bibirnya, tampak begitu sempurna. Mempesona. Belum memikirkan darimana wajah dengan sejuta pesona itu berasal.

Gadis itu menikmati detik-detik terus berjalan, sebelum akhirnya menjerit tidak terkendali, membuat laki-laki itu terjengkang ke belakang. Seakan terlempar. Bahkan punggungya sempat menyentuh tembok, walaupun tidak terlalu keras.

“PENYUSUUUUPP!!”

Gadis itu langsung melompat dari tempat tidurnya, sambil menatap waspada pada laki-laki di depannya.

“YAK! PARK MINRI! JANGAN BERTERIAK-TERIAK. KAU LUPA INI JAM BERAPA??”

Terdengar suara teriakan seorang laki-laki dari sebelah kamar gadis bernama Minri itu. Suara kakak sepupunya, Oh Sehun. Mereka tinggal bersama dalam satu apartemen karena Sehun dan Minri sedang meniti pendidikan di kampus yang sama. Hanya saja mereka berbeda jurusan. Sebenarnya selisih umur Minri dan Sehun tidak terlalu jauh, sehingga Minri tidak perlu memanggil Sehun dengan embel-embel Oppa.

Minri menoleh sebentar ke arah tembok dimana suara Sehun berasal dari balik tembok itu. Lalu menatap laki-laki di depannya lagi. Penampilannya yang sangat aneh, membuat Minri mendadak takut bahwa kamarnya sudah di masuki oleh orang tidak waras, tapi berwajah tampan, lebih tampan dari orang waras kebanyakan.

Tiba-tiba kenop pintu Minri bergerak. Kemudian pintu kamarnya itu terbuka. Sehun melongokan kepalanya ke dalam. Memeriksa apa yang sedang Minri lakukan sehingga ia harus berteriak secara tidak wajar di tengah malam ini.

“Apa yang kau lakukan? Jangan katakan kalau kau sedang menonton film…,” ucap Sehun sembari memasang wajah datarnya.

Minri hanya terlalu shock sehingga ia tidak bisa berkata apa-apa. Ia hanya menggelengkan kepalanya lalu mengarahkan pandangannya pada tempat laki-laki asing itu berdiri. Namun anehnya, laki-laki itu sudah menghilang.

“Tadi… tadi… ada laki-laki yang masuk ke kamarku. Pakaiannya sangat aneh.”

Sehun masuk ke dalam kamar Minri. Mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan namun tidak menemukan seorangpun disana. Sehun menggelengkan kepalanya pelan, merasa ada yang salah dengan adiknya itu.

Sehun menghampiri Minri dan meletakkan punggung tangannya di dahi gadis itu.

“Kau tidak apa-apa, kan?”

“Yak! Aku tidak gila!” protes Minri sembari menepis kasar tangan Sehun yang menempel di dahinya.

“Ya sudah, tidur lagi sana. Dan jangan menjerit! Aku sedang menyelesaikan skripsiku, tahu?” Sehun mengacak rambut gadis itu pelan, namun sukses membuat rambut panjangnya itu semakin berantakan.

Sehun keluar kamar Minri, kemudian menutup pintunya lagi. Menyisakan gadis itu sendirian dalam kamarnya. Kemana perginya laki-laki asing itu? kenapa ia bisa pergi secepat itu? Apakah mungkin kalau Minri sedang berfantasi saja?

Minri melirik jendela kamarnya yang terbuka, kemudian menghampiri jendela itu. Ia baru saja akan menutupnya tapi laki-laki tampan dan asing itu berada di depannya. Lebih tepatnya melayang di udara.

Minri akan berteriak lagi, tapi laki-laki itu bergerak lebih cepat. Ia menutup mulut Minri dengan tangannya lalu mendorong gadis itu dengan kecepatan yang tidak manusiawi. Membuat mereka berdua tiba-tiba terbaring di atas kasur, dengan tangan laki-laki itu tetap di mulut Minri.

Laki-laki itu mengisyaratkan Minri agar tetap diam. Awalnya Minri berontak. Memangnya siapa yang tidak takut dengan kehadiran orang asing di dalam kamarnya. Minri bahkan ragu apakah orang yang dia maksud adalah manusia atau bukan. Tapi tatapan teduh laki-laki itu membuatnya tenang. Setidaknya tampangnya yang manis seperti itu sama sekali tidak mencerminkan tampang pembunuh atau penculik.

Perlahan laki-laki itu melepaskan tangannya kemudian tersenyum lebar. Tidak tahu dengan cara apa ia bisa menyapa gadis cantik di depannya.

“Siapa kau?” tanya Minri tanpa basa-basi. Mengabaikan sebuah keanehan pada jantungnya ketika  laki-laki itu tersenyum kepadanya. Dan ini pertama kalinya ia berada dalam jarak yang begitu dekat dengan laki-laki.

“Aku peterpan yang sedang tersesat di dunia manusia.”

“Jangan gila!” dengus Minri sembari memundurkan duduknya hingga punggungnya menyentuh kepala ranjang.

“Aku serius. Maafkan aku sudah membuatmu takut. Perkenalkan namaku Byun, Byun Baekhyun.”

“Apa yang kau lakukan di kamarku?” kali ini Minri tampk lebih tenang.

“Aku ingin meminta bantuanmu untuk menemukan cara agar aku bisa pulang. Aku mohon…”

Minri memijat keningnya yang terasa berdenyut. Selain karena bangun mendadak di tengah malam, semua perkataan laki-laki bernama Baekhyun yang sulit dimengerti itu membuatnya sakit kepala.

“Memangnya rumahmu dimana?”

“Neverland.”

Minri mengerutkan keningnya lebih dalam ketika mendengar Baekhyun menyebutkan daerah tempat tinggalnya. Neverland? Minri sama sekali tidak pernah mendengar nama daerah itu. Kemudian Minri berpikir lagi lantas mencurigai bahwa laki-laki di depannya benar-benar gila.

Tapi tunggu dulu! Tadi Minri sempat melihat Baekhyun melayang di udara. Dan Minri yakin sekali kalau ia tidak sedang berilusi. Argh, laki-laki itu membuatnya tidak bisa berpikir lagi. ia tidak punya pemikiran untuk menebak makhluk macam apa laki-laki di depannya itu.

Minri menguap lebar. Kemudian berbaring di kasurnya. Lebih baik ia tidur saja. Jadi, Baekhyun mungkin pergi jika Minri abaikan seperti itu. Tanpa Minri sadari, ia terlelap dengan sendirinya.

Sementara Baekhyun juga mulai merasa mengantuk. Ia berbaring di samping Minri sepelan mungkin. Menatap wajah gadis itu sebentar, sebelum akhirnya ikut terlelap.

Mencari bantuan memang sangat melelahkan. Terlebih tidak ada yang bisa mempercayai perkataannya. Semua orang yang mendengarnya akan menganggapnya aneh.

Tapi Baekhyun yakin bahwa Minri lah yang ditakdirkan untuk membantunya.

***

Sehun membuka lebar matanya yang sipit itu ketika menemukan seorang pria tengah tidur dengan pulas bersama adik sepupunya dalam satu tempat tidur. Mereka memang tidur dengan busana lengkap. Tapi posisi mereka benar-benar dekat. Terlebih lagi, tangan Minri tanpa ragu-ragu memeluk tubuh pria itu.

“YAAAAKK!” jerit Sehun–memenuhi ruang tidur Minri, menciptakan keributan yang berarti di apartemen yang terletak di daerah Gangnam itu.

Minri mengernyitkan keningnya, merasa tidurnya terganggu. Gadis itu sudah hapal dengan jeritan Sehun karena ini bukan pertama kalinya pria itu meneriakinya di pagi hari. Biasanya Sehun membangunkannya dengan cara seperti ini karena Sehun tahu bahwa gadis itu sangat sulit bangun pagi dan beranjak dari tempat favoritnya itu–tempat tidur.

Minri menggerakkan tangannya dengan mata yang masih terpejam. Mencari-cari bantal besar yang biasa ia lemparkan pada Sehun. Ya, tidak salah lagi, gadis itu memang suka bersikap kurang ajar pada Sehun. Tapi kemudian pencariannya terhenti ketika merasakan suatu hal yang asing di depannya.

Gadis itu membuka matanya pelan, dan menemukan laki-laki berpakaian aneh tadi malam berada di depannya. Sedang tidur satu kasur dengannya. Satu kasur?!

“AAAAA!!”

Minri terduduk dari tempatnya. Napasnya memburu. Ia bahkan mencengkeram ujung bajunya, efek dari keterkejutannya. Harusnya gadis itu sudah tidak terlalu kaget lagi karena ia pernah mengalaminya. Tapi anehnya, ia semakin terkejut saja. Terlebih lagi wajah pria tampan itu sangat dekat dengannya. Jantungnya tidak dapat dikontrol lagi.

Baekhyun tersadar dari tidurnya ketika merasakan tempat yang ia tiduri bergerak. Pria itu mengucek polos kedua matanya, membuatnya tampak sangat menggemaskan dengan poni yang berantakan.

Sehun menghampiri kedua orang yang sedang berada di atas ranjang itu. ia menatap sengit pada Minri dan laki-laki berpakaian aneh itu bergantian, sembari melipat kedua tangannya bersedekap di dada.

“Apa yang kalian lakukan?!”

“Aku tidak melakukan apapun, dan aku tidak tahu kenapa pria itu berada di atas tempat tidurku!” Jelas Minri tidak terima kalau-kalau Sehun mengiranya sudah melakukan hal yang tidak bermoral. Ia bahkan tidak menyentuh pria itu seujung kainpun, jadi jangan menuduhnya sudah melakukan hal yang bukan-bukan.

Eung?” Baekhyun menoleh pada Sehun, lalu tersenyum menyapa. Kemudian Baekhyun melompat dari tempat tidurnya dengan sangat cepat hingga sekarang berada di depan Sehun, membuat pria itu terlonjak kemudian memundurkan kakinya satu langkah.

“Makhluk apa kau??!” jerit Sehun terdengar frustasi. Sehun teralihkan fokusnya ketika pria yang tidur bersama Minri tadi melakukan hal yang tidak manusiawi. Bagaimana bisa ia bergerak secepat itu?

“Perkenalkan, aku Baekhyun… seorang peterpan,” jelas Baekhyun dengan senyum yang begitu ramah. Baekhyun mengulurkan tangannya, mengajak Sehun untuk bersalaman. Tapi Sehun justru mendekat ke arah Minri dan duduk di samping Minri yang sedang dalam keadaan kacau akibat bangun tidur.

“Bagaimana bisa orang tidak waras ini masuk ke dalam kamarmu?” bisik Sehun.

“Aku juga tidak tahu,” jawab Minri dengan nada berbisik pula.

Baekhyun baru melangkahkan kakinya untuk mendekat, ketika Sehun memintanya untuk berhenti. Menjaga jarak, sebelum Sehun mengetahui darimana Baekhyun berasal.

“Baiklah, mari ku jelaskan.”

***

Sehun membulatkan mulutnya ketika pria bernama Baekhyun itu selesai bercerita. Awalnya ia tidak percaya dan menganggap Baekhyun hanya berilusi saja. Tapi ketika Baekhyun membuktikan ucapannya–seperti terbang dan melakukan hal magis lain, Sehun baru percaya.

Baekhyun melayangkan tubuhnya di udara membuat Sehun menganga. Masih merasa tidak percaya dan kagum melihat hal seperti itu nyata di depan matanya.

“Bagaimana caranya agar kau bisa pulang kembali?” tanya Sehun serius. Dan perlahan Sehun mulai menerima Baekhyun.

“Aku tidak tahu,” jawab Baekhyun sambil menunduk. Tampak sedang putus asa. Dan diam-diam Minri menyimpan rasa prihatin terhadap Baekhyun. Pria itu tidak mungkin tinggal di dunia manusia terlalu lama. Ia bisa membahayakan dirinya sendiri.

“Begini saja, kau boleh tinggal disini untuk sementara, nanti kami akan membantumu mencari tempat jalan yang benar,” ucap Sehun.

“Sebaiknya kau mandi dulu.”

***

Baekhyun menyalakan shower lantas berman-main dengan air yang mengalir dari shower tersebut. Ia terlalu senang dengan benda canggih itu hingga tanpa ia sadari bahwa ia sudah berada setengah jam dalam kamar mandi.

“Hey Peter! Bisakah kau lebih cepat lagi?” protes Minri sembari menggedor pintu kamar mandinya sendiri. Gadis itu beberapa kali melirik jam dindingnya. Sepertinya ia sedang bergegas. Dan panggilan Peter untuk pria dalam kamar mandi itu ia rasa cocok.

Baekhyun yang mendengar keributan dari luar segera mematikan showernya. Pria itu meraih handuk berwarna biru muda yang tergantung disana. Sementara baju yang tadinya ia pakai, ia letakkan begitu saja di atas lantai.

Baekhyun membuka pintu kamar mandi. Lantas menemukan Minri berdiri di depan pintu dengan tatapan kesalnya. Pria itu tersenyum meminta maaf.

Sementara Minri hanya bisa terpaku di tempatnya berdiri. Dengan segala kewarasan yang tersisa, ia menutup wajahnya dengan kedua tangannya. Pria itu… shirtless. Bagian atas tubuhnya terekspos secara sempurna. Kulit tubuhnya yang putih itu nyaris tidak ada cela. Dan entah mengapa Minri merasa malu melihatnya. Astaga dia lupa harus bergegas!

“Minggir!” perintah Minri. Berusaha sebaik mungkin agar tidak menatap pria itu.

Baekhyun menurut lantas menepikan tubuhnya dan keluar dari kamar mandi.

Minri menutup pintu dengan cukup keras menimbulkan suara yang keras pula. Baekhyun sempat terkejut dan menggelengkan kepalanya. Lalu Baekhyun teringat akan bajunya yang ada di dalam kamar mandi. Ia tidak mungkin mengetok pintu kamar mandi lagi karena Minri pasti akan memarahinya. Jadi ia memutuskan untuk menunggu saja.

***

Minri baru saja menyelesaikan mandinya. Gadis itu hanya membutuhkan waktu lima menit. Terlebih lagi keadaannya yang mendesak itu membuatnya tidak ingin berlama-lama berada dalam kamar mandi.

Minri berpikir bahwa Baekhyun mungkin masih ada di kamarnya jadi ia sudah bersedia baju ganti dan menggantinya dalam kamar mandi. Sehingga ia tidak perlu merasa malu karena memakai handuk saja meskipun itu dalam kamarnya sendiri.

Minri membuka pintu kamar mandi, lalu membulatkan matanya. Bagaimana tidak, Baekhyun masih dengan handuk biru mudanya itu duduk di atas kasur. Oh sial! Minri lupa meminta Sehun untuk meminjamkan bajunya pada Baekhyun.

Minri merasa wajahnya memanas. Ia melihat dengan gamblang bagian atas tubuh pria itu. Nyaris tidak ada cela. Tersadar bahwa ia tidak pantas memandangi Baekhyun, Minri segera berbalik.

“Bajuku ketinggalan di dalam,” ucap Baekhyun sambil menarik-narik handuknya sedikit ke atas. Merasa tidak nyaman. Ia baru akan masuk lagi tapi Minri menahannya.

“Kalau kau memakai baju itu, kau pasti disangka orang aneh. Jadi, sebaiknya kau tunggu sebentar disini!”

Lalu Minri melesat keluar dari kamarnya sendiri.

***

Minri berjalan cepat menuju kantin. Ia sudah punya janji dengan seseorang untuk mengembalikan berkas tugas. Sementara Baekhyun mengikuti gadis itu dengan langkah tergesa-gesa. Ia tidak diperbolehkan menggunakan kekuatannya jika sedang di luar. Jadi ia terpaksa harus bersikap seperti manusia pada umumnya.

Sebenarnya Baekhyun bisa saja tinggal di rumah Minri dan tidak usah mengikutinya ke kampus. Tapi Baekhyun memaksa untuk ikut. Dan tatapan memohon dari pria itu benar-benar memperparah keadaan. Coba saja pikir, bagaimana bisa Minri menolaknya?!

Minri merasa mereka berdua menjadi pusat perhatian. Ah, atau mungkin hanya pria itu saja yang menarik perhatian?

Baekhyun memang sudah berpakaian seperti manusia. Baju Sehun yang dipakainya tampak kebesaran. Dan ia harus menggulung celana yang dipakainya berhubung Sehun lebih tinggi dari Baekhyun.

Tapi wajahnya? Tidak bisa disembunyikan kalau pria yang berjalan bersama Minri itu tampak sangat tampan. Mencolok di antara manusia-manusia biasa. Semua wanita terang-terangan menatapnya. Dan hal itu membuat Minri merasa risih.

Baekhyun menatap sekelilingnya dengan pandangan kagum. Ada berbagai macam benda yang tidak ia temukan di Neverland.

Minri meletakkan berkas yang ia bawa dengan gusar ke atas meja kantin dimana di sana ada Kai–teman kampusnya. Kai yang masih menikmati minumannya tiba-tiba saja tersedak akibat kedatangan Minri yang begitu mendadak.

Kai tidak memprotes perlakuan Minri padanya barusan karena ada hal yang lebih menarik perhatiannya. Seorang pria yang tampan yang bersama Minri, yah Kai sendiri mengakuinya meskipun ia sendiri mengakui bahwa dirinya juga tampan. Minri bukan tipikal wanita yang mudah didekati lelaki. Tapi sekarang ia malah berjalan bersama pria yang sama sekali belum pernah di lihat Kai. Menakjubkan!

“Pantas saja kau terlambat datang, rupanya kau bersama kekasihmu. Lalu melupakanku?” sindir Kai dengan senyum jahilnya.

Raut wajah Minri berubah menakutkan. Gadis itu kemudian menoleh pada Baekhyun yang sedang menatap Kai–tampak seperti menilai pria itu. Mengabaikan apa yang dilakukan Baekhyun, Minri kembali menghadap Kai, lantas mengumpat.

“Sialan kau! Dia cuma temanku,” ucap Minri sembari meraih gelas Kai tanpa permisi, membuat si empunya hanya bisa menggelengkan kepalanya. Sudah terbiasa dengan kelakuan Minri yang seperti itu.

“Kim Jong-In! Harusnya kau pesankan aku minuman seperti ini juga,” protes Minri ketika minuman Kai yang ia minum habis dengan sangat cepat.

Kai hanya tertawa lantas mengacak rambut Minri, seperti hal itu bukan hal yang canggung dilakukan mereka berdua. Tentu saja, hubungan pertemanan Kai dan Minri sudah sangat dekat. Mereka kenal satu sama lain sejak masih sekolah menengah.

Baekhyun menarik kedua keningnya ke tengah, mengatupkan rahangnya dengan rapat sembari mengeram. Ia tidak suka melihat orang lain menyentuh Minri dengan cara seperti itu. Gadis itu tidak boleh disentuh oleh siapapun. Entah alasan apa membuat Baekhyun tidak suka melihat kedekatan Minri dan teman laki-lakinya itu. Padahal ia tahu bahwa ia sama sekali tidak punya hak untuk marah.

“Aww!” Kai segera menarik tangannya dari kepala Minri saat merasakan panas yang tidak wajar dan datang tiba-tiba pada telapak tangannya.

“Kau kenapa?” tanya Minri, merasa bingung dengan apa yang dialami Kai.

“Entahlah, ku rasa ada yang aneh.”

Kai menatap telapak tangannya, sambil sesekali mengepalkannya. Beberapa saat yang lalu tidak terjadi apa-apa dengan tangannya. Kai tidak sama sekali tidak mengerti dengan apa yang baru saja terjadi padanya.

Diam-diam Minri melirik Baekhyun. Pria itu tampak mengangkat satu ujung bibirnya. Dan Minri mulai mencurigai suatu hal pada pria tampan itu.

***

“Hey Park Minri! Berhenti disana!” suara cempreng seorang gadis memanggil Minri dengan sangat tidak sopan, di tempat parkir ketika Minri baru saja akan menaiki mobilnya bersama Baekhyun.

“Ada apa? Ku rasa aku tidak punya urusan apapun denganmu,” ucap Minri malas.

“Ku pikir kau tidak bodoh untuk mengerti perkataanku agar kau menjauhi Kai!” sindir Sunhwa–gadis yang tergila-gila pada teman Minri yang bernama asli Kim Jong-In.Gadis itu kerap kali mengganggu Minri hanya karena Minri sering bersama-sama Kai.

“Dan ku pikir kau tidak tuli untuk mendengar yang ku katakan bahwa aku dan Kai tidak punya hubungan apapun. Ck, lagi pula Kai bukan siapa-siapamu, kau tidak punya hak untuk menyuruhku seperti itu,” ucap Minri sambil tersenyum setengah. Merasa menang.

Minri memang tidak suka pada Sunhwa. Gadis itu hampir selalu mencari masalah dengannya. Gayanya yang menyebalkan itu membuat Minri ingin sekali mencakar wajah gadis itu.

“Kurang ajar kau!”

Sunhwa tampak sangat kesal dengan perkataan Minri. Gadis itu hendak menyiram Minri dengan minuman yang sejak tadi berada di tangannya. Minri memejamkan matanya rapat-rapat, pasrah jika ia harus kena siram karena ia tidak bisa menghindar lagi.

Keajaiban terjadi. Air yang hampir mengenai wajah Minri berbelok, kembali pada Sunhwa hingga gadis itu tersiram oleh minumannya sendiri.

Minri membuka matanya, lantas mengerutkan kening. Sunhwa tidak mungkin menyiram dirinya sendiri. Sunhwa tidak gila untuk melakukan hal demikian. Gadis itupun sepertinya tampak shock dengan kejadian yang baru saja terjadi.

“Aaaahh wae?!” keluh Sunhwa sembari menyapu permukaan wajahnya dengan kasar. Gadis itu mendelik tajam pada Minri, lalu berbalik tanpa berkata apa-apa. Pergi dari hadapan Minri dengan langkah kaki yang sedikit dihentakkan.

Sementara Baekhyun hanya menatap Minri sejak tadi. Pria itu menyandarkan punggungnya di pintu mobil dengan kedua tangan bersedekap di depan dada.

Minri menatap kepergian Sunhwa sampai gadis itu menghilang dibalik kerumunan orang banyak. Minri kemudian berbalik, menatap Baekhyun sejenak sebelum masuk ke dalam mobilnya. Kemudian Baekhyun juga ikut masuk ke dalam mobil.

Kemudian Minri menjalankan mobilnya menuju arah pulang. Ia dan Baekhyun tidak bicara apapun. Keduanya sibuk dengan pikiran masing-masing.

“Apa kau yang membuat Sunhwa seperti itu?” tanya Minri tanpa basa-basi. Hanya menebak-nebak kalau Baekhyun bisa saja melakukan hal magis, diluar akal manusia.

“Aku hanya tidak ingin kau disakiti,” jawab Baekhyun seadanya.

“Apa?! Jadi benar kau yang melakukannya??” pekik Minri nyaris tidak percaya. Gadis itu bahkan tanpa sadar menambah kecepatan mobilnya.

Baekhyun hanya diam.

“Bagaimana dengan Kai tadi? Itu perbuatanmu juga?”

“Ya, aku tidak suka melihatmu dengan laki-laki itu,” lagi-lagi peterpan itu berkata jujur. Bahkan terlalu jujur untuk mengungkapkan isi hatinya.

Minri tidak bertanya lagi. Ia fokus menatap ke depan, sambil terus menambah kecepatan mobilnya. Berada di dalam mobil hanya berdua dengan Baekhyun sedikit banyak membuatnya takut. Baekhyun bukan manusia biasa, dan laki-laki itu bisa saja melakukan hal magis padanya kan?

***

Blam!

Minri menutup pintu mobilnya dengan keras, menimbulkan bunyi berdebam yang cukup nyaring. Ia melangkah cepat naik ke apartemennya, membuat Baekhyun lagi-lagi harus cepat pula untuk mengimbangi langkah gadis itu.

“Berhenti disana! Jangan mendekat padaku dalam radius lima meter!” titah Minri pada Baekhyun yang sejak tadi mengekor dibelakangnya.

Kali ini Baekhyun tidak mendengarkan perkataan Minri. Pria itu tetap saja mengiringi Minri dalam jarak dekat, membuat Minri hanya bisa mendengus kesal. Tidak lama setelah itu Minri sampai di apartemennya. Ia masuk dan menemukan Sehun berada di ruang tengah dengan wajah berbinar. Tampak bahagia.

“Hai adikku sayang, kau sudah pulang? Apa kau tahu bahwa aku baru saja mendapat …” ucapan Sehun terhenti ketika melihat wajah yang tidak mengenakkan dari Minri. Dan gadis itu tampak menjauhi Baekhyun.

“Kalian bertengkar?” tanya Sehun lagi. Namun Minri masih membungkam mulutnya. “Yak! Kau apakan adikku makhluk asing?” Sehun mendekat pada Baekhyun. Menginterogasi.

“Sehun-ah, dia tidak salah apa-apa. Jadi kau tidak perlu memarahinya. Sudah ya, aku mau tidur siang.”

Minri menutup pintu kamarnya. Menyisakan Baekhyun dan Sehun di ruang tengah.

***

Sore hari. Tidak terasa Minri sudah mengurung diri di kamarnya selama kurang lebih tiga jam. Gadis itu memegangi perutnya yang sudah kelaparan.

Ketika ia membuka pintu kamarnya. Baekhyun baru saja lewat dengan kaki yang tidak menapak di lantai. Pria itu terbang lagi. sepertinya tidak ada hal yang berarti yang dilakukannya hingga ia hanya mondar-mandir di udara, di dalam apartemen Minri yang hanya berukuran sedang.

Minri berjalan menuju dapur, namun tiba-tiba berhenti bahkan hampir saja terjengkang ketika Baekhyun sudah berada di hadapannya. Menatapnya dengan sangat dekat.

“Sudah tidak marah lagi kan?” tanya Baekhyun berangsur mendekat.

Minri hanya mengerjap cepat. Otaknya tidak bisa berpikir dengan jernih karena Baekhyun. Tatapan pria itu membuatnya tidak bisa mengalihkan pandangan lagi. seolah-olah lehernya telah kaku bahkan sekedar menoleh ke arah lain.

Baekhyun mendekatkan wajahnya. Jantung gadis itu memacu lebih cepat. Ia harus dalam kesadaran penuh kalau tidak ingin pria itu berlaku macam-macam padanya. Tapi Sial! Ia bahkan tidak bisa memundurkan kakinya selangkahpun. Apakah pria itu sedang menghipnotisnya atau melakukan hal magis padanya? Tidak! Semuanya terjadi tanpa pengaruh apapun.

“Aku pulaaang!”

Minri terkesiap ketika mendengar suara Sehun. Baekhyun yang berada di depannya, sempat mengedipkan sebelah matanya, sebelum terbang menjauh. Membuat angin berhembus pelan di depan wajahnya dan menyisakan aroma tubuh pria itu. Sejak kapan dia berubah genit? Pikir Minri.

Minri menoleh pada Sehun yang baru tiba di ruang tengah. Sehun membawa beberapa kantong plastik yang sepertinya isinya makanan karena aromanya tercium sampai ke hidung Minri.

“Apa yang kau bawa Sehun-ah?” tanya Minri sembari mendekat.

Tteokboki, bibimbab, kimchi dan ramyeon. Kau pasti suka. Ayo makan bersama!” ucap Sehun lantas meletakkan barang belanjaannya.

Minri menatap bawaan Sehun dengan mata berbinar. Apa yang sedang terjadi pada Sehun sehingga ia bersikap begitu royal bahkan ia membelikan Minri makanan kesukaannya.

“Apa yang terjadi padamu Sehun-ah? Kau baru saja mendapat undian ya?” tebak Minri asal.

“Aku baru saja mendapat kiriman uang dari Appa, dan Appa menambahkan uang bulananku. Menakjubkan!”

Sehun mulai membuka bungkusan-bungkusan itu dan dibantu oleh Minri.

“Tadinya aku ingin mengatakan padamu saat kau tiba. Tapi wajahmu tampak mengerikan! Seperti titisan nenek sihir yang kehilangan tongkatnya,” ucap Sehun dengan wajah tanpa dosa, tampak sangat menyebalkan. Kalau saja Minri lupa bahwa Sehun adalah kakak sepupunya, gadis itu pasti sudah menyiramkan kuah ramyeon pada Sehun. Tapi berhubung Sehun kakak sepupunya dan ia membelikan makanan kesukaan Minri dalam jumlah banyak, kali ini dimaafkan.

“Dimana makhluk asing itu? Kita tidak mungkin menghabiskan makanan ini hanya berdua.”

Sehun mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan namun tidak menemukan Baekhyun.

Belum sempat Minri menjawab, Baekhyun sudah tiba di ruang tengah. Pria itu melayang di udara. Yah, mungkin ia suka menggunakan kekuatannya itu. tiba-tiba Minri ingin bisa terbang juga. Eh? Bicara apa dia? Manusia tidak mungkin melakukan hal itu. Ck, ada-ada saja.

“Makhluk asing, ayo kita makan!” ajak Sehun.

Baekhyun mengambil tempat di samping Minri, membuat Minri lagi-lagi mengeluh. Tidak tahukah Baekhyun kalau ada yang salah pada tubuh Minri jika Baekhyun mendekat? Aish!

Baekhyun mengambil ramyeon dan memakannya dalam diam. Ia sempat menatap Sehun dengan mata berbinar, sarat akan ia menyukai makanan yang dibawakan Sehun. Ia baru pertama kali mencobanya. Dan rasanya sangat nikmat!

Minri melirik Baekhyun. Hal yang sama juga dilakukan Baekhyun. Hingga saat pandangan mereka beradu, mereka berdua menjadi salah tingkah.

Apa yang sebenarnya terjadi pada mereka berdua?

*** TBC ***

Okedeh segitu dulu. Mwahaha xD gimana? Ngebosenin? Suka atau engga? Lanjut apa engga? Komen deh komen :3

(Just Stay With Me mengalami penundaan sampai waktu yang tidak ditentukan-_-v, seriusan belum ada ide.)

74 thoughts on “Story Of Peterbaek – Part 1

  1. Hahaa kak riim, aku iseng lgi buka2 arsip eeh nemu ff inii, perasaan belum bacaa padahal ini ff udh lama ya -_-“*tertinggalberjutajutatahuncahaya
    Seperti biasaa akuu selaluu sukaa, hehe ngebayangin baeki melayanglayang pake baju ijonya peterpan, hahaaa takbisa berkatakata*culikbaek *bungkus
    bawa pulang ke rumah hahaaaa*tertawanista
    Maapkan komen aku yg salah fokus ini, hahaa smngat menulis truss kak riim❤

    • haaai
      gapapa
      baca aja dulu, abisin😀
      dooh cast aku kenapa diculik ‘-‘)a ngabayangin dia pake baju ijo trus bagian atasnya kebuka itu rasanya asdfghjkl
      tak apalah. makasih banyak yaa❤

  2. aww, kebetulan dapet rekomendasi dari temenku dan aku langsung mencicipi ff “Story of Peterbaek” yang castnya si cabe cabean ini wkwk. entahlah aku ikut terhanyut saat membacanya, well chapter 1 sangat memuaskan, lanjut ke chapter 2 dan aku sudah ga sabar mau komen apa

  3. Ping-balik: Story Of Peterbaek – Part 4 (End) | EXO Fanfiction World

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s