Posted in Angst, Baek Hyun, EXO-K, EXO-M, Kris, Sad Romance, SCHOOL LIFE, selvyvii907

Our Own Love Story (finisihed)

Untitled-1

Title : Our Own Love Story

Length :twoshots

Rating : PG 15/13(?)

Genre :Romance,school life

Author :Selvyvii907/@selvyguunawan

Main Cast:-Byun Baekhyun(Exo-K), Song Hye Ra(OC)
Support Cast : Kris (Exo-M)
Disclaimer : The Plot is mine, and Exo members belong to God

Ini ending dari our own love story, waktu itu author udah janjinya minggu kemaren post ya? mian ne, tadinya emang mau dipost hari sabtu kemarin, cuma modem author lagi error-_- jadi postnya baru sempet sekarang, buat yang belum baca chap 1 nya bisa buka link ini yaa https://exofanfictionworld.wordpress.com/2013/08/24/our-own-love-story/ , happy reading^^

-Our Own Love Story-

Tadinya aku pikir cinta yang indah itu seperti kisah Romeo and Julliet, manisnya percintaan mereka, kesempurnaan yang ada dalam diri Romeo membuatku iri dan bertanya tanya kapan aku bisa menjadi ‘Julliet?’ menemukan Romeo ku yang tampan dan sempurna, atau mungkin seperti layaknya Titanic? Jack dan Rose yang juga tak kalah romantis dan berhasil membuatku berandai andai agar mempunyai kisah kisah seperti itu, karena selama ini aku belum benar benar merasakan cinta.
Tapi aku menyadari bahwa aku melupakan suatu hal, aku melupakan akhir cinta dari kisah Romeo and Julliet maupun Jack dan Rose, dimana kematian memisahkan kesucian cinta mereka, dimana maut menjadi hal yang paling tak terelakan.
Dan kini disaat ku mulai menemukan romeoku, aku takut..apakah nasib kami akan berujung sama dengan mereka? Apa aku akan berujung sama dengan Rose? Kehilangan Jacknya yang begitu berharga baginya, atau lebih baik seperti Romeo and Julliet yang sama sama mengakhiri hidup mereka dengan begitu tak akan ada yang tersakiti? Sekarang,aku sadar, aku tak menginginkan cerita cinta siapapun,aku hanya menginginkan ceritaku sendiri, bersamamu..

**^^**

“Ahh, jadi karena dia adalah namja impiannmu makanya kau masih membelanya? Iya?!”Bentak Baekhyun kesal, Hye bergidik takut begitu mendengar suara kencang Baekhyun, ia mundur beberapa langkah dan saat itu Kris tahu tahu menarik tangannya kebelakang,sehingga kini tubuh mungil Hye Ra terhalang oleh Kris.
Baekhyun kini menatap Kris sesinis yang ia mampu, dan melirik tajam tangan Kris yang masih menggengam erat tangan Hye Ra.
“Kau dengar kan? Dia takut padamu, dia takut pada pahlawanan kesiangannya sendiri.”Ujar Kris penuh penekanan, namja itu kini tersenyum penuh kemenangan, Baekhyun mengepal tangannya dan melayangkan tinjunya diudara tapi ia menghentikan niatnya begitu mengingat larangan Hye Ra tadi, ia menghela napas keras dan menatap dua orang itu bergantian dengan tatapan mata campur aduk,kesal,kecewa,sedih dan marah, lalu tanpa memperdulikan Kris yang mencomoohnya Baekhyun segera pergi meninggalkan ruang kelas itu sebelum hatinya semakin panas.

**^^**

“Bodoh kau Baekhyun, bahkan kau kini terlihat begitu rendah di mata namja sial itu.” Baekhyun memegang lebam di sudut bibirnya sambil menggerutu kesal, ia lalu menendang kaleng botol yang tergeletak di hadapannya dengan kencang, sedari tadi namja itu tak henti hentinya mengumpat, ia yakin Kris pasti sedang mentertawainya habis habisan sekarang ini, Baekhyun tak pernah menyangka yeoja itu-Song Hye Ra- malah akan memojokannya dirinya, menyalahkan sahabatnya yang sudah ia kenal selama 5 tahun hanya demi namja asing seperti Kris? Well, Baekhyun mungkin tak akan sekesal ini kalau Kris adalah namja yang baik, tapi masalahnya Kris sudah menyakiti Hye Ra dan mennjadikan yeoja itu sebagai pelampiasan, rasanya Baekhyun ingin sekali menghabisi Kris begitu mendengar ucapan namja itu tadi dan melihat punggung Hye Ra yang bergetar karena menahan tangis, sakit..ia tak pernah bisa melihat yeoja itu menangis dan di saat ketika Baekhyun telah mulai merelakan Hye Ra untuk Kris, namja itu malah mempermainkannya? Namja itu benar benar bodoh karena tak menyadari betapa beruntungnya ia bisa mendapatkan Song Hye Ra, malaikatnya.

“Apa semuanya harus diselesaikan dengan kekerasan?! Kau sejak kapan berubah jadi kasar begini Baekhyun? Apa kau tak sadar kau terlihat begitu menyeramkan? Bahkan aku takut saat melihatmu begitu!”

Baekhyun menghela napas keras, apa tadi ia benar benar membuat Hye Ra ketakutan? Sepertinya yeoja itu terkejut akan perubahannya sikapnya tadi, ia memang tak pernah semarah ini sebelumnya di hadapan Hye Ra dan tadi ia memang tak bisa mengontrol emosinya.

“Apa ini salahku? Huh, tapi kan aku melakukannya karena ingin membelanya.”Ujar Baekhyun.

“Apa kau sangat mencintai Kris sampai sampai masih membelanya begitu?” Baekhyun kembali berbicara pada dirinya sendiri.

“Kris Kris Kris, apa sih spesialnya dia? Wajahku lebih imut ketimbangnya, aku juga lebih romantis,dan.. aku mencintaimu dengan tulus Hye Ra-ya.”Baekhyun meringis pelan, cinta satu pihak yang benar benar menyedihkan untuknya.

“Baekhyun-ah!”Baekhyun menghentikan langkahnya begitu mendengar seseorang memanggil namanya, ia menoleh kebelakang meski tahu persis siapa pemilik suara itu.

Baekhyun menatap yeoja bertubuh mungil itu yang berlari ke arahnya, ia menatap Hye Ra sinis, apa yeoja itu belum puas memarahinya.

“Wae?”Tanya Baekhyun dingin ketika Hye Ra telah sampai di depannya, yeoja itu menatap memar di wajah Baekhyun dan menyentuhmya.

“Aw.”Baekhyun meringis, ia lalu menahan tangan Hye Ra dan menatapnya tajam,”Sakit.”

“Ah mian, aku tidak sengaja.”Ujarnya merasa bersalah, Baekhyun menghela napas, ia lalu melepas tangan Hye Ra dan menatap ke arah lain.

“Marahi aku lagi kalau belum puas, aku akan mendengarkannya, dan ah.. mianhae karena telah memukuli pangeranmu itu.”Baekhyun memberikan penekanan di setiap katanya membuat Hye Ra semakin merasa bersalah.

“Aku memarahi mu bukan karena aku tak ingin Kris kenapa-kenapa, aku hanya ingin memberikan pelajaran pada dirinya sendiri dan menamparnya dengan tanganku Baek.. Aku tak mau dipandang sebagai yeoja lemah.”Jelas Hye Ra jujur, ia tahu Baekhyun pasti akan salah paham dan mungkin ia terlalu jahat karena memarahi Baekhyun di depan Kris tadi.

Baekhyun masih diam, seolah tak mempercayai ucapan Hye Ra barusan.

“Lagi pula, aku tak mau kau kenapa kenapa Baekhyun-ah.”Ucap Hye Ra lagi, dan kali ini Baekhyun menatapnya dengan ragu.

“Kau tahu betapa paniknya aku begitu melihat Kris memukulmu? Kau bukan tandingannya Baek..Dia bisa membalas dendam kalau dia mau.”Jelas Hye Ra lagi, Baekhyun mengerjapkan matanya begitu menyadari mata Hye Ra yang berkaca kaca.

“Kau tidak lihat aku bisa menghajarnya tadi? Dia bukan apa apa.”Jawab Baekhyun sangsi, Hye Ra menghela napas ia lalu tersenyum lemah,”Gomawo Baekhyuh-ah, terimakasih karena kau selalu ada disampingku. Kau adalah sahabat terbaik yang pernah kumiliki.”Hye Ra memeluk Baekhyun dan saat itu air matanya mulai mengalir, ia merasa begitu bahagia memiliki Baekhyun.

Baekhyun terperanjat, dadanya berdesir hebat begitu merasakan pelukan hangat dari kedua tangan milik Hye Ra, yeoja itu jarang memeluknya begini dan kali ini Baekhyun merasa begitu hangat.

“Jangan menangis, aku baik baik saja kan? Dan namja seperti Kris tak layak untuk kau tangisi.”Bisik Baekhuyn lembut.

Baekhyun mengangkat tangannya, bersiap untuk membalas pelukan Hye Ra namun gerakannya terhenti begitu yeoja itu melepas pelukannya secara tiba-tiba.

“Kita ke ruang kesehatan ya, aku akan mengobati lukamu itu, lain kali jangan melakukan perbuatan bodoh begitu babo.”Hye Ra kini tersenyum, yeoja itu mengusap air mata di pipinya dan menarik tangan Baekhyun menuju ruangan kesehatan sekolah.

Baekhyun hanya tersenyum, meski yeoja itu tak memiliki perasaan yang sama kepada dirinya paling tidak Hye Ra peduli dengannya, mulai sekarang Baekhyun harus ikhlas.

“Ais, pelan pelan Hye Ra-ya.”Baekhyun meringis begitu Hye Ra menekan kapas di wajah Baekhyun yang memar, Hye Ra menghentikan pergerakannya dan menatap Baekhyun kesal, “Ini sudah pelan.”Geurutnya.

Baekhyun mendesah, ia lalu menatap Hye Ra yang tengah sibuk meneteskan obat merah ke kapas, senyuman terukir di wajah namja itu begitu melihat Hye Ra yang terlihat begitu cantik.

Baekhyun mengangkat tangannya dan menyelipkan rambut yang menghalangi wajah Hye Ra kebalik telinga, yeoja itu menoleh dan mengerjapkan matanya membuatnya terlihat begitu lucu.

“Rambutmu sudah panjang, apa tidak repot mengurusnya?”Tanya Baekhyun sambil tersenyum, Hye Ra masih termangu, sejak kapan dadanya berdegup begini karena sentuhan seorang Byun Baekhyun?

“Eh.. Tidak kok, bukankah yeoja berambut panjang terlihat lebih cantik?” Hye Ra berusaha mengusir kegugupannya.

“Aku rasa kau selalu terlihat cantik.”Ujar Baekhyun serius, Hye Ra menatap Baekhyun begitu juga namja itu sehingga kini mereka saling menatap, Hye Ra segera mengalihkan pandangannya dan terkekeh, “Aku memang cantik Baekhyun-ah.”Ujar Hye Ra berusaha bercanda.

Baekhyun mengangguk, “Ne.. neomu yeoppo.”

Hye Ra mengerutkan keningnya, kenapa Baekhyun jadi memujinya begini? Jarang jarang namja itu bersikap seperti ini, dan oh astaga, ada yang salah dengan jantungnya, degupan ini semakin kencang.

“Ya! Berhenti menggombal Bacon.” Hye Ra tertawa hambar, yeoja itu lalu kembali mengobati luka Baekhyun dengan seksama, berusaha menghindari tatapan Baekhyun.

“Hye Ra-ya.” Hye Ra menghentikan gerakannya begitu Baekhyun memanggilnya, yeoja itu menatap Baekhyun yang tengah menatapnya dalam.

“Bisakah kau berhenti mencari romeo mu dan melihat ke sekelilingmu?”

**^^**

Hye Ra menghela napas pelan dan berjalan menyusuri jalanan Seoul yang ramai, kebisingan di sekitarnya seolah menjadi angin lalu oleh yeoja itu, ucapan Baekhyun tadi masih terngiang di pikirannya.

“Apa maksudnya?”Gumam Hye Ra pelan, setelah Baekhyun mengucapkan itu, pria itu langsung pergi dengan alasan ada urusan mendadak dan itu berhasil membuat Hye Ra kebingungan.

“Memangnya siapa orang itu, Baek?” Hye Ra kembali berbicara sendiri, mungkin ucapan Baekhyun benar, ia harus berhenti mencari romeonya yang tak jelas itu dan melihat ke orang terdekatnya. Orang terdekat? Selama ini jarang ada namja yang benar benar dekat dengannya, dan satu satunya namja terdekat yang ia punya selain appa-nya adalah Baekhyun. Apa maksudnya orang itu Baekhyun? Hye Ra menggelengkan kepalanya, tentu saja tidak, ia dan Baekhyun adalah sahabat dari kecil, dan sampai kapan pun harusnya begitu.

Hye Ra menghentikan langkahnya begitu mengingat suatu hal, ia masih belum tahu siapa penggemar rahasianya itu, dan sekarang ia yakin orang itu bukan Kris, yap, kalau tujuan namja itu untuk mempermainkannya kenapa juga ia harus memotret dirinya setiap saat?

Hye Ra mendesah, ia benar benar penasaran dengan orang itu.

Teng.

Hye Ra merogoh ponselnya begitu mendapati benda kesayangannya itu bergetar, ia lalu menatap nama yang terpampang di layar ponselnya dan tersenyum.

“Yeobseyo Baekhyun-ah?”Sapanya riang.

“Ah ne, jam berapa? Arraseo, aku akan datang.. Iya aku janji, ne..Sampai jumpa nanti sore.”Hye Ra kembali menyelipkan ponsel miliknya ke saku seragamnya dan tersenyum sumringah, nanti sore Baekhyun akan mengajaknya ke taman dan memberikannya kejutan, Hye Ra sangat menyukai kejutan dan Baehyun sering memberikannya.

Hye Ra ingat tadi ia telah membuat janji dengan Baekhyun namun yeoja itu malah memilih bersama Kris, dan hari ini adalah kedua kalinya namja itu mengajaknya, kali ini Hye Ra akan menepatinya.

Gadis itu melirik arlojinya dan menepuk kening, sekarang sudah jam 4 dan ia janji dengan Baekhyun jam 5, ia tak boleh terlambat.

Hye Ra mempercepat langkahnya menuju rumahnya, namun langkahnya kembali terhenti karena kali ini seseorang menahannya.

Hye Ra tersentak, yeoja itu menoleh dan mendapati orang yang benar benar tak ingin dilihatnya kini menggengam tangannya dan menatapnya intens.

“Kau mau apa?!” Hye Ra berusaha melepaskan cengkraman Kris namun namja itu mengeratkan pegangannya dan tanpa berkata apa apa ia menarik Hye Ra ke dalam mobilnya dan membuat yeoja itu memberontak.

“Lepaskan Kris!”Bentak Hye Ra dingin, Kris membuka pintu mobilnya dan menatap Hye Ra.

“Aku mau bicara sesuatu.”Jawabnya tenang, Hye Ra berdecak, ia bersiap pergi namun Kris menariknya hingga kini jarak mereka begitu dekat.

“Masuk atau aku akan membalas pukulan yang Baekhyun berikan kepadaku tadi.”Ancam Kris.

Hye Ra menatap Kris geram, yeoja itu berpikir sejenak lalu akhirnya ia memasuki mobil Kris dengan terpaksa, Kris mengulas senyum puas lalu masuk ke dalam mobilnya.

Hye Ra melempar pandang ke luar jendela begitu melihat Kris yang telah duduk di tempatnya, Kris mendesah dan memegang tangan Hye Ra yang tentunya langsung ditepis oleh yeoja itu.

“Mianhae Hye Ra-ya.”Hye Ra menoleh begitu mendengar suara pelan milik Kris barusan, yeoja itu tersenyum sinis,”Menurutmu aku akan memaafkan mu?”Tanyanya dingin.

Kris menggeleng lemah,”Sepertinya tidak, tapi aku tak akan berhenti meminta maaf sampai kau memaafkan ku.”

Hye Ra menatap Kris sinis,”Apa kau sekarang mengadakan taruhan? Apa taruhannya? Taruhan apa kau bisa mendapat maaf dari ku atau tidak?”Tanya Hye Ra penuh emosi.

“Aku benar benar menyesal.”Ucap Kris dengan mata yang memancarkan kesungguhan, tapi sayangnya Hye Ra tak ingin terjebak lagi dengan segala kesempurnaan yang ada pada Kris.

“Kalau aku Hye Ra yang dulu mungkin aku sudah terhanyut dengan permintaan maafmu, tapi aku rasa aku sudah berubah, jangan ganggu aku lagi.”Hye Ra membuka pintu mobil bersiap untuk pergi, namun Kris lebih cepat, ia menekan tombol kunci hingga membuat Hye Ra tak bisa berkutik,lalu tanpa sempat yeoja itu protes, Kris segera menancap gas.

**^^**

Baekhyun menatap pantulannya di kaca, namja itu tersenyum begitu mengingat sebentar lagi adalah saatnya, ia akan mengungkapkan isi hatinya pada yeoja itu, Baekhyun tidak mau menundanya, ia harus mengatakan yang sebenarnya kepada yeoja itu sebelum semuanya terlambat.
Tok Tok Tok.
Baekhyun menoleh ke arah pintu kamarnya yang diketuk, namja itu mengerutkan keningnya, apa itu Hye Ra? Bukankah Baekhyun sudah bilang mereka bertemu di taman?
Baekhyun melangkahkan kakinya menuju pintu kamarnya dan membukanya, ia lalu mendapati tubuh jangkung seorang namja yang kini tengah menunduk.
“Chanyeol?” Baekhyun membuka lebar pintu kamarnya, bermaksud mempersilahkan namja itu masuk, namun Chanyeol masih bergeming.
“Kau kenapa diam? Masuk!”Baekhyun mendorong Chanyeol masuk ke dalam sambil terkekeh.
“Wajah mu lesu sekali, kenapa?”Tanya Baekhyun ketika ia telah menutup pintu kamar, ia menatap heran Chanyeol yang terlihat berbeda dari biasanya.
“Kenapa kau merahasiakannya?”Suara dingin itu membuat Baekhyun merasakan bahwa ada yang tidak beres, Chanyeol jarang bicara sedingin dan seserius ini, Baekhyun yakin ada masalah serius yang terjadi.
“Merahasiakan apa?”Tanya Baekhyun tak mengerti, Chanyeol menatap Baekhyun tajam, namun Baekhyun tahu ada raut kesedihan disana.
“Sejak kapan kau menderita penyakit ini,hah?!”Bentak Chanyeol hingga urat leher namja itu terlihat, Baekhyun mengerjapkan matanya, namja itu mematung tak percaya, bagaimana Chanyeol bisa mengetahuinya? Selama ini yang tahu tentang penyakitnya hanyalah dirinya dan sepupu perempuannya yang tinggal di Kanada, bahkan orang tua Baekhyun tak tahu menahu soal penyakitnya.
“Apa maksudmu Yeol?”Tanya Baekhyun berusaha tetap tenang.
“Jangan pura pura, aku tahu semuanya, kau menderita kanker hati kan? Kenapa Baek, kenapa kau tak mmeberi tahuku dan membuatku seolah seperti sahabat yang sangat tak berguna?!”Chanyeol menatap Baekhyun penuh emosi, rahang namja itu mengeras, menandakan bahwa ia benar benar marah.
Baekhyun tersenyum tipis,”Bagaimana kau bisa tahu?”Tanya Baekhyun pelan.
“Dokter Kim, dokter yang biasanya kau kunjungi itu adalah pamanku.. Dan tadi ia bercerita ada seorang namja sebayaku yang menderita penyakit kanker hati dan paman bilang ia satu sekolah denganku, dan orang itu..kau, sahabatku dari kecil.”Chanyeol menatap Baekhyun dengan matanya yang mulai berkaca kaca, ia tak pernah tahu penyakit sahabat terbaiknya itu, harusnya ia sadar kalau wajah Baekhyun akhir akhir ini memucat, kejanggalan kenapa Baekhyun mengundurkan diri dari team basket, olahraga yang paling disukainya, dan alasan kenapa Baekhyun sering meminta ijin ke kamar kecil dengan terburu buru, harusnya ia sadar.
“Mianhae.”Ucap Baekhyun lirih, ia menepuk pundak Chanyeol sambil memaksakan seulas senyum,”Ini bukan salahmu Yeol, kau adalah teman terbaikku, nan gwaenchana.”
“Kata Paman kau tak akan bertahan lama, apa itu benar?”Tanya Chanyeol masih tak percaya dengan kenyataan yang harus diterimanya, Baekhyun menghela napas pelan.
“Setidaknya aku bersyukur masih bisa bertemu denganmu sampai sekarang.”Baekhyun terduduk di kasurnya dan mengepal erat tangannya, perlahan butiran bening itu membasahi pipinya, ia tidak takut akan kematian karena ia tahu cepat atau lambat itu akan tiba, hanya saja ia masih ingin disini, menghabiskan waktu dengan Chanyeol,Hye Ra dan juga keluarganya, hanya itu.
“Apa yeoja itu tahu?” Baekhyun mengangkat kepalanya begitu mendengar pertanyaan Chanyeol barusan, ia tahu siapa yang Chanyeo maksud.
Baekhyun menggeleng lemah,”Dia tidak boleh tahu.”
Chanyeol kini menatap Baekhyun lemah,”Wae? Kenapa kau begitu bodoh sampai sampai menanggung semuanya sendirian? “
Chanyeol kini ikut duduk disamping Baekhyun, ia tak pernah tahu betapa sakitnya derita yang harus Baekhyun alami karena penyakitnya ini, muntah darah? Chanyeol bahkan takut akan darah, ia tak bisa membayangkan jika ia harus mengeluarkan darah setiap harinya. Chanyeol yakin Baekhyun adalah namja yang sangat heban karena ia bisa menanggung semuanya sendirian selama dua tahun, menurut paman Kim penyakit itu telah dideritanya selama 2 tahun atau lebih tepatnya selama 2 tahun itulah penyakit Baekhyun terus bertambah parah.
“Apa dengan memberi tahu semua orang akan merubah keadaan? Apa penyakit ku akan hilang dengan itu? Itu hanya akan menambah beban Yeol, akan jauh lebih baik jika mereka mengetahuinya saat aku pergi, hingga mereka akan menangisinya sekali, kalau mereka tahu dari awal, itu bisa membuat kesedihan yang bertubi tubi kan?”Jelas Baekhyun panjang lebar, Chanyeol menatap Baekhyun tak percaya, menurutnya pemikiran itu sangat bodoh.
“Aku tak tahu kenapa aku bisa punya teman bodoh sepertimu.”Rintih Chanyeol.
Baekhyun berjalan menuju lemari bajunya dan mengambil sesuatu di dalam sana, ia mengeluarkan bola basket kesayangannya dan melemparnya pada Chanyeol yang untungnya langsung ditangkap dengan sigap.
“Kau mau main basket?”Tanya Chanyeol heran, Baekhyun menggeleng.
“Sepertinya lain kali, aku ada janji dengan Hye Ra, bola basket itu untukmu Yeol, kau masih ingat kan saat kita berebut bola basket itu waktu kecil?”Baekhyun menunjuk bola basket ditangan Chanyeol dengan matanya.
Chanyeol menatap bola basket itu dan mengangguk, ia tersenyum kecil menatap tanda tangan yang ada di permukaan bola basket itu. Dulu saat ia dan Baekhyun kecil, mereka menonton pertandingan basket bersama dan mendapat tanda tangan dari pemain basket idola mereka, dan saat itu Baekhyun dan Chanyeol berebut hak milik bola basket itu, sebenarnya bola itu adalah bola milik Chanyeol tetapi karena Baekhyun yang meminta tanda tangannya jadi menurut Baekhyun bola itu lebih pantas menjadi miliknya, Chanyeol tahu dulu mereka begitu kekanakan dan ujung ujungnya ia selalu mengalah pada Baekhyun.
“Kau yakin?”Tanya Chanyeol sangsi, Baekhyun mengangguk.
“Hadiah untuk sahabat terbaikku.”
Chanyeol menatap Baekhyun dengan senyuman tipis, ia tak tahu sejak kapan ia menjadi berlebihan seperti ini karena kalimat terakhir Baekhyun tadi sanggup membuatnya tersentuh.
Baekhyun menepuk pundak Chanyeol dan melirik arloji yang melingkar ditangannya.
“Sudah jam 5 kurang seperempat! Aku harus pergi.”Ujar Baekhyun terburu buru.
“Dengan Hye Ra?”Tanya Chanyeol.
Baekhyun mengangguk,”Aku akan menyatakan perasaanku padanya!”
Chanyeol melebarkan matanya tak percaya,”Jinjja?!”Tanyanya tak percaya, Baekhyun kembali mengangguk.
“Aku harus mengatakannya sebelum semuanya terlambat.”Ujar Baekhyun sambil tersenyum tenang.
“Maksudmu?”Tanya Chanyeol sangsi, ucapan Baekhyun tadi bukanlah sesuatu yang ingin ia dengar saat ini.
“Ah aku sudah hampir terlambat, aku duluan ya Yeol? Jaga baik baik bola basket itu.”Baekhyun berjalan cepat menuju pintu kamarnya namun Chanyeol menahannya,”Baekhyun!”
Baekhyun menoleh dan mengangkat alisnya.
“Kau harus janji lain kali kita akan bermain basket bersama lagi, skill-ku telah meningkat, aku akan mengalahkan mu!”Chanyeol mengangkat bola basket di tangannya sambil tersenyum menantang.
Baekhyun tertawa pelan, namja itu lalu mengangkat jempolnya,”Aku janji!”

**^^**

“Mau apa kau?” Hye Ra mencengkram erat tali sabuk pengamannya tanpa menatap Kris yang berada di sebelahnya, saat ini mobil Kris tengah berhenti di depan sebuah taman bermain.
“Aku ingin berbicara sesuatu dengan mu.” Kris membuka pintu mobil dan keluar, beberapa detik kemudian ia membuka pintu mobil Hye Ra.
Hye Ra menatap Kris sinis,”Aku mau pulang.”Ujarnya datar.
Kris menghela napas, ia lalu melepaskan sabuk pengaman yang melekat di tubuh Hye Ra membuat yeoja itu bisa menghirup bau maskulin tubuh namja itu, Hye Ra menggelengkan kepalanya dengan cepat, ia harus berhenti mengagumi sosok namja ini.
“Kajja.”Kris mengulurkan tangannya, Hye Ra berdecak, yeoja itu melangkah keluar dan mengabaikan uluran Kris.
Hye Ra menatap taman bermain yang ada dihadapannya dan menggelengkan kepalanya, ia sama sekali tak mengerti apa mau namja itu, membawanya ke taman bermain?
“I will make you happy today.”Bisik Kris yang membuat Hye Ra tersontak, namja itu lalu menarik tangan Hye Ra dan membawanya masuk ke dalam.
Hye Ra mencoba melepaskan genggaman Kris yang semakin mengerat, yeoja itu menggerutu pelan, menghabiskan waktu di mobil dengan Kris selama 1 jam lebih saja membuatnya gerah apalagi menghabiskan waktu bersamanya selama berjam jam?
Hye Ra menahan tangan Kris yang memegangnya dengan tangan satunya yang masih bebas, Kris berhenti dan menatap Hye Ra dengan kening mengkerut.
“Aku mohon jangan ganggu aku lagi, Kris.”Pinta Hye Ra bersungguh-sungguh membuat tatapan Kris melemah.
Kris mengelus pipi halus Hye Ra dan menatap yeoja itu dalam, “Hari ini saja..Aku mohon, setelah itu aku janji aku akan pergi dari hadapanmu.”

**^^**

Baekhyun berlari menuju taman tempat ia dan Hye Ra berjanji untuk bertemu sore ini, ia sudah terlambat selama 15 menit, dan kemungkinan yeoja itu telah menunggunya.
Baekhyun menghentikan langkahnya begitu perutnya merasakan sakit, ia memegangi perutnya dan merintih pelan.
“Jangan kambuh sekarang, ayolah.”Baekhyun semakin meremas perutnya ketika sakit yang dirasakannya bertambah dahsyat, ia lalu memejamkan matanya, penyakit ini benar benar menyiksanya.
Baekhyun menghela napas begitu sakit itu berangsur-angsur hilang, ia lalu kembali berjalan menuju taman yang jaraknya kini sudah dekat dari posisinya sekarang.
Baekhyun mengeluarkan ponselnya begitu ia telah sampai, namja itu menekan nomor 1 dan saat itu panggilannya langsung tertuju pada Song Hye Ra, yeoja yang selalu menjadi nomor 1 diponselnya.
Baekhyun terdiam beberapa saat sampai akhirnya sambungan itu terputus karena orang yang dituju itu tak mengangkat ponselnya, Baekhyun kembali menghubungi Hye Ra namun kali ini ponsel yeoja itu malah tidak aktif.
Baekhyun menghela napas, ia lalu menoleh ke sekelilingnya dan terduduk dibangku taman,”Dia pasti datang.”Gumam Baekhyun yakin, namja itu merogoh saku celananya dan mengambil sebuah kotak persegi berwarna silver, ia membuka tutup kotak itu lalu tersenyum memandangi kalung berliontin kunci yang menggantung disana.

**^^**

Hye Ra mendesah berat dan menatap pantulan dirinya di kaca, ia tadi ijin ke kamar kecil dan menyuruh Kris menunggunya dengan alasan ingin buang air kecil, sebenarnya alasan utamanya adalah karena ia tak ingin terus berhadapan dengan namja itu, Hye Ra ingin sekali pergi meninggalkan Kris tapi namja itu bilang ada hal penting yang ia sampaikan dan mungkin lebih baik untuk kali ini ia mendengarkan namja itu, toh setelah itu ia telah berjanji akan meninggalkan dirinya.

Hye Ra berjalan keluar dan berhenti tepat di depan meja dimana Kris berada.
“Kau mau bicara apa?”Tanya Hye Ra tanpa basa-basi, Kris tersentak, namja itu buru buru menurunkan kedua tangannya dengan wajah panik.
“Wae? Wajah mu kenapa gugup begitu?”Tanya Hye Ra curiga, Kris menggeleng cepat namja itu lalu mengulas senyum manis.
“Kau ingin mencoba permainan apa?”Tanya Kris.
Hye Ra berdecak,”Kita sudah mencoba 1 permainan. Cepat katakan mau mu dan setelah itu aku pulang.”
“Baru satu kan? Aku harus merilekskan pikiranku dulu sebelum mengatakannya.”Kris beranjak dari kursinya dan memberikan tas Hye Ra yang tadi sengaja yeoja itu tinggal agar tidak repot.
Hye Ra mengambil tas itu dengan kasar dan mengikuti langkah kaki Kris, untuk kali ini saja.

Hye Ra hanya memasang datar sedari tadi ketika ia dan Kris menaiki banyak wahana yang tentunya itu karena kemauan namja itu, sedangkan Kris sedari tadi tak berhenti tersenyum dan tertawa bahagia, Hye Ra tahu bahwa sedari tadi banyak orang yang memandangnya iri karena bisa berduaan bersama namja sesempurna Kris secara fisik tapi Hye Ra rasa itu bukanlah suatu kebanggaan, ia justru ingin cepat cepat pergi.
“Kris, bisakah kau berhenti menahanku dan mengatakan hal yang kau bilang penting itu? Atau lebih baik aku pergi sekarang.”Hye Ra menahan Kris ketika namja itu mulai mengenggam tangannya dan mengajaknya pergi lagi, Kris terdiam, ia lalu menyerah,”Arraseo, tapi tidak disini, ne?”
“Lalu dimana?”Tanya Hye Ra tak sabar.
“Kereta gantung?”Tawar Kris.
Hye Ra mengangguk, dimana pun itu asal semuanya cepat selesai.
Kris tersenyum, ia lalu mengenggam tangan yeoja itu erat tanpa memperdulikan tatapan tajam dari gadis itu, yang terpenting baginya saat ini yeoja itu telah berada di dekatnya.
Sementara Hye Ra seolah tak menyadari bahwa saat ini ada orang lain yang menunggunya, namja yang mencintainya dengan tulus dan rela mengorbankan apapun demi kebahagiaannya.

**^^**

Baekhyun menyeruput cokelat hangat yang tadi dibelinya dengan pandangannya yang tak berhenti mengedari isi taman, sekarang sudah pukul setengah delapan malam, namun yeoja itu masih belum tiba. Apa terjadi sesuatu padanya?
Baekhyun mengacak rambutnya frustasi, berusaha menghilangkan pikiran kalau sekarang ini yeoja itu tengah bersama namja lain, tadi siang Hye Ra membatalkan janjinya karena Kris, apa mungkin sekarang juga begitu?
“Ayolah Baek.. Itu tidak mungkin.”Baekhyun bergumam pelan.
Baekhyun mengadahkan tangannya begitu merasakan rintik hujan yang mulai membasahi tubuhnya, namja itu mendengus,lama kelamaan rintik hujan itu bertambah deras sehingga menyebabkan tubuh Baekhyun kini basah kuyup. Baekhyun masih terdiam selama 30 menit sampai akhirnya namja itu beranjak berdiri, memutuskan untuk menghampiri gadis itu ke rumahnya namun tiba tiba gelas hangat yang dipegangnya terjatuh seiringan dengan erangan dari Baekhyun, namja itu kembali meremas perutnya ketika sakit itu kembali, kali ini sakit yang ia rasakan amat hebat, hingga membuatnya berlutut di tanah.
Hoek.
Baekhyun mengerjapkan matanya begitu cairan merah itu kini membasahi telapak tangannya, ia meringis karena sakit itu semakin menjadi, apa ini saatnya?
Baekhyun merogoh ponselnya lalu menekan nomor 1 namun hasilnya tetap sama, nomor Hye Ra tetap tak aktif, Baekhyun merasakan kepalanya mulai pusing dan saat itu pandangannya berubah menjadi gelap.

“Baekhyun-ah!” Seseorang berteriak kencang begitu melihat tubuh Baekhyun kini terbaring di tanah, namja yang sedari tadi mengawasi Baekhyun itu berlari cepat menghampiri sahabatnya yang tergeletak tak berdaya, firasatnya tidak salah, ia tahu ada sesuatu yang akan terjadi hingga namja itu memutuskan untuk mengikuti Baekhyun.
Chanyeol memapah tubuh Baekhyun dan membawanya ke dalam mobilnya, Chanyeol mengeram dalam hati, bisa bisanya yeoja itu tak datang dan membiarkan Baekhyun menunggunya sampai seperti ini.

**^^**

Hye Ra dan Kris memasuki kereta gantung begitu telah sampai giliran mereka setelah tadi harus menunggu selama 15 menit, kini keduanya saling duduk berhadapan, Kris menatap Hye Ra yang tenggelam dalam diam, namja itu menghela napas dan memutuskan bersuara duluan.
“Aku mau minta maaf atas segala perbuatanku.”Kris menghentikan ucapannya, menunggu respon yeoja itu, ia kembali melanjutkan begitu Hye Ra akhirnya menatapnya.
“Tadinya aku memang memanfaatkankan mu, namun saat kau pergi aku sadar, kalau kau yeoja yang berhasil membuatku jatuh hati, aku menyukai mu, aku suka saat kedua matamu menyipit ketika kau tersenyum, aku suka keluguan dan sikapmu yang apa adanya, bagaimana cara mu menyemangatiku di lapangan sepak bola dan juga ketika kau menyapaku dengan suara lembutmu, i think i’m fall in love with you.”Kris menatap Hye Ra dengan tatapan teduh, membuat siapapun yang melihatnya enggan menatap ke arah lain.
“Just stop it, aku tak akan terpengaruh.”Hye Ra berusaha menampik semua pikiran akan kebenaran kata kata Kris barusan, namja itu menghela napas, ia tahu semuanya telah terlambat.
“I Know, tapi aku serius, bagaimana caranya untuk meyakinkan mu?”Rintih Kris.
Hye Ra menatap mata Kris nanar, berusaha menemukan secuil kebohongan di mata indah itu, tapi ia tak menemukannya.
“Give me a chance?”Pinta Kris memohon, Hye Ra terdiam, yeoja itu menunduk lalu matanya tak sengaja menangkap arloji yang melingkar di pergelangan tangannya, punggung yeoja itu menegak begitu mendapati jarum jam yang menunjuk ke arah pukul setengah sembilan, yeoja itu menepuk keningnya, ia punya janji dengan Baekhyun dan sekarang ia sudah terlambat selama tiga setengah jam.
Hye Ra memejamkan matanya dan meringis, ia benar benar jahat.
“Kapan kereta gantung ini berhenti?”Tanya Hye Ra mengabaikan pertanyaan Kris barusan, Kris termangu, namja itu akhirnya menjawab dengan berat,”5 menit lagi.”
Hye Ra bergerak gelisah, yeoja itu lalu merogoh tasnya dengan cepat dan mengeluarkan ponselnya, kenapa Baekhyun tak menghubunginya?
Hye Ra mengerutkan keningnya begitu mendapati ponselnya dalam keadaan tidak aktif, apa baterainya habis? Tapi seingatnya baterainya masih penuh, yeoja itu mengaktifkan ponselnya dan saat itu juga ia menemukan 8 missed call, 3 dari Baekhyun dan 5 dari Chanyeol.
Hye Ra menyentuh simbol message di ponselnya dan membaca pesan masuk dari Chanyeol.

From:Chanyeol si jangkung
To : Song Hye Ra

Kau dimana Hye Ra-ya?! Baekhyun sedang kritis, cepat ke Seoul hospital sekarang.

Hye Ra menutup mulutnya dengan tangannya, ia bisa merasakan tubuhnya bergetar, kritis? Ini bercanda kan? Apa yang terjadi?
Hye Ra memencet nomor Chanyeol dan menghubungi namja itu namun pria itu tak menjawab panggilannya.
Hye Ra menatap Kris yang sedari tadi diam begitu ia menyadari suatu hal.
“Kau..Apa kau yang mematikan ponselku?!”Tanya Hye Ra dengan suara bergetar, Kris menatapnya terkejut namun beberapa saat kemudian namja itu menatapnya dengan raut bersalah.
“Apa yang terjadi?”Tanya Kris tak menjawab pertanyaan Hye Ra barusan.
“Kau pikir apa yang telah kau lakukan,hah??!”Jerit Hye Ra kesal, ia benar benar tak mengerti apa yang ada dipikiran namja itu hingga ia tega memperlakukannya begini.
“Maaf, aku hanya tak ingin ia mengganggu kita.”Ujar Kris jujur, Hye Ra menatap Kris tak percaya, menurutnya Kris benar-benar namja yang tak punya hati.
Hye Ra segera pergi keluar meninggalkan Kris yang mematung begitu kereta gantung itu berhenti.
“Mianhae Hye Ra-ya, jeongmal mianhae..”

**^^**

Chanyeol menatap prihatin Baekhyun yang tengah terbaring lemah, namja itu berusaha menahan air matanya yang hampir jatuh, Baekhyun selalu meledeknya bukan namja sejati ketika ia menangis.
“Bangun bodoh, kau sudah janji mau bermain basket denganku.”Rintih Chanyeol, ia mencengkram erat selimut yang menutupi tubuh Baekhyun, hari ini adalah hari paling menegangkan dalam hidup Park Chanyeol, kata dokter Kim, Baekhyun akan menjalani transplantasi hati malam ini namun kemungkinan keberhasilannya hanya 40%, dan paman Kim bersedia menanggung biayanya untuk sementara sembari menunggu orang tua Baekhyun pulang dari America, kedua orang tua Baekhyun akan tiba 1 jam lagi.
Cklek.
Chanyeol menoleh begitu mendengar bunyi pintu terbuka, ia mengerjapkan matanya ketika menangkap seorang yeoja dengan rambut blonde pirang memasuki ruangan dengan pakaian modisnya.
“How is he?”Tanya yeoja itu panik dan buru buru berjalan mendekat, Chanyeol sepertinya tahu siapa yeoja itu, dia adalah Nicole, sepupu Baekhyun yang tinggal di Kanada, Baekhyun pernah bercerita tentangnya.
“He will has liver transplant in about one hour later.”Jawab Chanyeol dengan inggrisnya yang sebenarnya pas-pas an.
“Astaga, kenapa bisa begini.”Yeoja itu mendesah keras, Chanyeol mengerutkan keningnya, jadi yeoja itu bisa bahasa korea? Hah, kalau begitu ia tak perlu repot repot berbicara inggris tadi.
“Kau sudah tahu lama tentang penyakitnya?”Tanya Chanyeol kali ini dengan bahasa korea, yeoja itu menatap Chanyeol dan mengangguk,”Aku lah satu satunya orang terdekatnya yang tahu.”Jawabnya sambil tersenyum miris.
“Bagaimana bisa?”Tanya Chanyeol heran.
“Aku menemukan surat medisnya secara tidak sengaja, dan namja pabo itu memintaku untuk merahasiakannya.”Jelas yeoja bertubuh mungil itu, Chanyeol menganggukan kepalanya, ia lalu berdiri bermaksud mempersilahkan yeoja itu duduk, Nicole mengulas senyum sebagai ucapan terimakasih dan duduk disana, ia lalu mengenggam tangan Baekhyun dan mengelus rambut namja itu.
“Dimana gadis bernama Hye Ra itu?”Tanya Nicole sambil tetap menatap Baekhyun.
“Entah.”Jawab Chanyeol singkat, ia jadi kesal dengan Hye Ra yang seenaknya melanggar janji seperti itu.
“Yeoja itu pasti datang.. Baekhyun benar benar menyukainya, ia adalah namja yang baik, kalau aku bukan sepupunya mungkin aku telah jatuh cinta padanya.”Ujar Nicole, menurut yeoja itu Hye Ra adalah gadis yang begitu beruntung.
Chanyeol menaggguk tanpa sadar, Baekhyun memang namja yang begitu baik, ia humoris dan suka menolong teman, walau jahil tapi Baekhyun adalah tipe sahabat yang benar benar solid, Chanyeol ingat saat ia bertengkar dengan temannya dan Baekhyun malah mati matian menolongnya padahal waktu itu kemampuan berkelahi namja itu masih tergolong payah, alhasil luka Baekhyun lebih berat ketimbang luka yang diterima Chanyeol.

**^^**

-Hye Ra POV-

Aku melangkahkan kakiku dengan tak sabar menuju kamar dimana Baekhyun dirawat, sebenarnya apa yang terjadi, apa namja itu mengalami kecelakaan? Astaga, aku mohon, jangan biarkan suatu hal buruk terjadi padanya.
Aku menghentikan langkahku begitu mendati sebuah kamar yang tak lain adalah ruang tempat Baekhyun berada, tanganku bergetar meraih kenop pintu itu, aku membukanya dan masuk dengan langkah pelan.
Aku mengerjapkan mataku begitu mendapati Chanyeol yang tengah berdiri di dalam sana bersama dengan yeoja asing didekatnya, namun yang membuatku lemas adalah aku melihat Baekhyun, namja itu terbaring lemah di kasur berukuran sedang itu dengan selang infus kebencianku.
Aku berjalan mendekat, derap langkahku membuat Chanyeol dan yeoja asing itu menoleh.
“Kau datang?”Tanya Chanyeol sinis, aku menunduk, ia pasti kesal, aku salah, ini semua salahku, kenapa aku bisa meingkari janji ku padanya?
“Apa yang terjadi?”Tanyaku dengan suara bergetar, Chanyeol hanya diam, namja itu terlihat enggan menjawab.
“Baekhyun sakit kanker hati.. Dia akan dioperasi sebentar lagi, kau Song Hye Ra kan?”
Aku mengalihkan pandanganku dan menatap gadis berambut blonde yang barusan bicara itu, tiba tiba kepalaku terasa berat, dia bilang apa tadi? Kanker hati?
Aku meremas dadaku dan menggelengkan kepalaku tak percaya,”Kanker hati?”Tanyaku dengan suara bergetar.
“Kau bercanda kan? Baekhyun-ah, jangan bercanda.”Aku mengguncang pelan tubuh Baekhyun berharap namja itu akan terbangun dan mengejutkanku sambil berkata bahwa ia bohong, tapi Baekhyun masih bergeming, wajahnya pucat dan itu membuatku lemas.
“Aku akan membiarkan kalian berdua.”Gadis berambut blonde itu menepuk pundakku dan meninggalkan berdua dengan Baekhyun begitu juga Chanyeol

Aku mematung begitu masih menatap Baekhyun yang kini tengah terbaring lemah dengan selang infus yang menancap di tubuhnya dan itu sukses membuat hatiku merasakan sakit yang amat hebat, melihatnya seperti ini membuat seluruh tubuhku lemas, aku tak pernah melihat Baekhyun serapuh ini, Baekhyun yang ku tahu selama ini adalah namja yang ceria dan membawa kebahagiaan bagi setiap orang, ia selalu menjadi moodmaker di kelas bersama dengan Chanyeol, kalau namja itu tak masuk, kelas akan menjadi sepi, aku ingat betul saat Baekhyun tidak masuk selama 3 hari karena demam, saat itu kami semua rindu akan banyolan tak jelas Baekhyun yang selalu sukses membuat kelas menjadi riuh, dengan kesabarannya dalam mengajar kami yang tak seahli dia dalam bidang pelajaran fisika, sampai saat namja itu bersorak kegirangan begitu berhasil memasukan bola ke dalam ring, bahkan ketidak hadirannya selama 3 hari sanggup membuat satu kelas merindukannya.

Aku duduk perlahan di kursi yang tersedia disamping ranjang berukuran sedang itu dan menatap wajah Baekhyun yang begitu pucat, tanganku menggenggam tangan Baekhyun yang kini masih tak sadarkan diri, bahkan aku takut ketika melihatnya memejamkan mata seperti ini, aku takut namja itu tak akan pernah membuka matanya, aku takut kehilangan orang yang begitu berharga dalam hidupku, aku menggelengkan kepalaku, berusaha menghilangkan pikiran buruk itu, tak seharusnya aku memiliki pikiran seperti itu, Baekhyun adalah namja yang kuat, aku tahu itu.
“Bodoh, kenapa kau tak pernah memberitahu ku, hah?”Bisikku pelan, aku membencinya, membenci kebodohannya yang menyembunyikan tentang penyakitnya dariku, bagaimana bisa ia melawan penyakitnya sendirian?

Aku mengangkat tanganku dan mengelus rambut Baekhyun yang ternyata begitu halus, selama ini ia selalu mengacak rambutku tapi aku tak pernah sekalipun menyentuh rambutnya dan kini aku sadar bahwa ia mempunyai rambut sehalus ini.

Baekhyun-ah aku merindukan senyummu, bahkan aku tak akan keberatan kalau kau tertawa keras dikupingku sekarang juga, atau mencubit pipiku sampai melar sekalipun, kau boleh mengacak rambutku sepuasmu, asalkan kau janji kau tak akan tetap selalu bersamaku.

“Kau tahu tidak tadinya aku mau memberitahumu kalau aku akhirnya berhasil menemukan namja impianku, tapi..kau malah sakit seperti ini, menyebalkan, apa kau tak mau mendengar curhatan sahabatmu yang paling cantik ini,huh?”Celotehku sambil tersenyum pedih, dan akhirnya butiran kristal itu jatuh dari kedua mataku tanpa bisa kucegah.

“Aku tak tahu apa keputusan ku ini benar atau salah, tapi yang aku tahu aku hanya mengikuti kata hatiku, apa menurutmu kata hati akan menjebakku?”Tanyaku pada Baekhyun yang masih bergeming, aku menahan napasku, bisakah aku bangun sekarang juga? Bisakah seseorang menyadarkanku dan saat aku terbangun nanti ternyata aku hanya bermimpi? Aku tak pernah tahu rasanya akan sesakit ini begitu mengetahui orang yang begitu penting dalam hidupmu ternyata terancam meninggalkanmu, rasanya sangat perih.

“Baekhyun-ah, ini mimpi kan? Kau..kau tidak sakit kan? Bangun.. Aku mohon.”Isakku pelan.

**^^**

Aku terduduk di ruang tunggu dan terus menatap ruang bertuliskan ICU itu gelisah, sekarang Baekhyun sedang menjalankan cangkok hati yang memungkinkan dua hal, namja itu akan selamat dan sembuh atau justru kebalikannya, aku tak mau memikirkan kemungkinan terakhir karena aku yakin Baekhyun pasti sembuh, yap.. Dia pernah berjanji akan selalu menjagaku.
Aku mendongak dan menatap yeoja yang tiba tiba duduk disebelahku dengan mata sembapku, wajahnya juga sama, raut lelah dan sedih terpancar jelas diwajah cantiknya, yeoja itu menatap ke arahku dan tersenyum lembut.
“Aku Nicole, sepupu Baekhyun.”Ucap yeoja itu ramah sambil mengulurkan tangannya, walau nada kesedihan terdengar jelas darinya, aku balas tersenyum dan menyambut uluran tangannya, belum sempat menjawab yeoja itu memotongnya.
“Song Hye Ra, right? Baekhyun sering bercerita tentangmu.”Potongnya, aku mengerutkan kening, apa saja yang ia ceritakan?
“Dia bilang apa?”Tanyaku pelan, Nicole kembali tersenyum ia lalu menatapku penuh makna.
“Katanya, kau itu bawel dan manja.”Bisik Nicole, yeoja itu lalu menatapku usil, aku menghela napas pelan, apalagi yang akan ia ceritakan, pasti tak jauh jauh dari kata bawel dan manja, lihat saja, saat kau bangun aku akan mencubit pipimu sampai memerah,Bacon.
“Tapi dia juga bilang kau adalah gadis yang cantik dan baik.” Aku kembali menatapnya dengan tatapan yang berbeda, aku tersenyum tipis.
“Dan dia bilang alasannya bertahan hidup salah satunya karena kau Hye.. Dia menyukaimu, tapi bukan sebagai sahabat melainkan seorang yeoja, sejak dulu kau yang selalu menjadi cintanya, dan aku rasa kau adalah cinta pertama dan terakhir Baekhyun..”
Aku mengerjapkan mataku berkali-kali, meyakinkan diriku bahwa aku tak salah dengar, apa itu benar? Baekhyun mencintaiku? Byun Baekhyun, sahabatku sejak kecil menaruh perasaan khusus padaku?
“Mwo?”Aku hanya dapat mengeluarkan satu kata itu, masih tak bisa mempercayai kaimat yang ia ucapkan tadi.
“Ini..Tadi Chanyeol menitipkan ini padaku, katanya ini dari Baekhyun untuk kau, namja itu sudah lama menulis surat ini, hanya saja ia menunggu waktu yang tepat untuk memberikannya.”
Aku meraih selembar kertas yang dilipat dua itu dengan tangan gemetar dan menatap Nicole dengan berkaca-kaca.
“Kemana Chanyeol?”Tanyaku karena tak melihat batang hidung namja itu sedari tadi.
“Ia menjemput kedua orang tua Baekhyun di bandara.” Aku menganggukan kepalaku, dan mulai membuka surat itu bersamaan dengan Nicole yang menepuk pundakku dan meninggalkanku sendirian.

To : Yeoja bawel, Song Hye Ra
“Annyeong Hye Ra-ya ^^, sedikit aneh menulis surat seperti ini mengingat aku paling malas dalam menulis, tapi aku rasa kali ini aku harus menulisnya, karena aku takut tak sempat, saat kau membaca surat ini kau harus berjanji padaku, ne? Janji agar kau tak menangis saat membacanya, aku tak mau surat yang telah kutulis dengan susah payah ini jadi basah karena air matamu kkk, jadi kau harus janji untuk tersenyum ketika membacanya, arra? Hye.. Aku tahu kau pasti kesal kan karena aku tak memberi tahumu soal penyakitku, mianhae Hye Ra-ya. Aku tak ingin membuat kau dan yang lain memikirkan sisa umur hidupku, itu hanya membuang waktu. Aku bar tahu tentang penyakit ini 1 tahun yang lalu, dan ternyata kanker ini sudah terlanjur mengganas, kau tahu betapa marahnya aku saat itu? Betapa aku merasa bahwa hidup begitu tidak adil? Aku ingin marah Hye, merutuki nasibku, tapi aku tahu itu tak akan ada gunanya, ini semua takdir dan saat aku melihat senyum mu, aku tahu bahwa setidaknya aku punya kau, apa aku berlebihan kalau aku bilang hanya dengan melihat senyum mu, aku melupakan penyakitku? Tapi, itu kenyataannya.
Kau masih ingat tidak Hye kapan pertama kali kita bertemu? Saat umur kita baru berusia 10 tahun, itu berarti sudah 7 tahun kita bersahabat, lama juga ya? Hehe.
Dan selama 7 tahun itu kita selalu bersama sampai aku menyadari satu hal, bahwa perasaanku padamu semakin lama tumbuh menjadi cinta, aku tahu ini salah Hye, kita sahabat dan kau selalu menganggapnya begitu, tapi aku tak bisa menghapus rasa ini Hye, aku hanya berharap suatu saat kau akan menatapku, menyadari kalau aku ada, bukan sebagai sahabat tapi sebagai namja yang mencintaimu.
Akhir akhir ini aku meluangkan waktuku untuk memotret, dan kau adalah objek ku, foto foto yang kau terima itu..Itu semua adalah dariku, mian telah membuat mu penasaran dan maaf kalau gambarnya masih jelek, aku baru belajar kkk.
Hye.. Aku tahu kau tak akan pernah mencintaiku, keunddae..Kau mau kan selalu berada bersama ku meski hanya sebagai sahabat? Karena aku selalu ingin mendengar tawa mu sahabatku yang manja.
Pada saatnya nanti kau pasti akan menemukan pangeranmu, romeo yang benar benar pas untukmu.
Jangan menangis,ne? Aku akan selalu mengawasimu Hye, jadi kau harus selalu bahagia, arra?
Saranghaeyo Song Hye Ra..”

Aku menutup mulutku dengan kedua tanganku, berusaha untuk meredam tangis ku yang semakin menjadi, selama ini namja itu begitu tulus mencintaiku? Dan bahkan ia adalah secret admirer yang selama ini ku cari, orang yang selama ini selalu aku cari adalah Baekhyun? Namja yang selalu didekatku.
Aku tak pernah tahu kalau seperti inilah perasaan Baekhyun padaku, bahwa pada kenyataannya namja itu begitu menyukaiku, bagaimana bisa aku tidak menyadarinya?
“Baekhyun-ah, aku telah menemukan pangeranku… Dan kau lah dia, jadi kau harus bertahan,ne?”Ujarku dengan suara bergetar.
“Hye Ra-ya, gwaenchana?”Aku mengangkat kepalaku begitu mendengar suara berat milik Chanyeol, saat itu juga aku melihatnya bersama dengan sepasang suami-istri yang merupakan orang tua dari Baekhyun, aku menunduk memberi hormat, Byun halmonie memelukku erat dan mengelus punggungku.
“Dia namja yang kuat.”Isaknya, aku mengangguk, aku juga yakin dia adalah namja yang hebat.

Beberapa lama kemudian, apa yang sedari tadi kami tunggu tiba, pintu ICU itu terbuka dan muncul seorang namja tua dengan wajahnya yang lelah.
“Otte? Bagaimana dokter?”Tanya Nicole tak sabar, aku meremas dadaku, merasa ini bukan pertanda baik.
“Mianhae, kami sudah berusaha sebisa mungkin, keunddae, Tuhan berkehendak lain.”

Saat itu juga, kami semua seolah merasakan bagaimana rasanya terjatuh dari jurang yang tak berdasar, bagaimana rasa sakit itu begitu terbuka lebar begitu mendengar kalimat yang benar benar tak berbeda dengan neraka, aku berlutut lemas, memegangi dadaku yang terasa begitu perih, tanganku mengepal keras, aku menggelengkan kepalaku tak percaya, ini semua pasti tidak nyata, ini mimpi, aku memukul kepalaku dengan kencang diringin dengan isakan tangis ku yang begitu kencang, berharap aku akan terbangun setelahnya.
Seseorang memegang tanganku dengan erat, aku mendongak dan menatap Chanyeol yang terlihat begitu rapuh, namja itu menatapku nanar.
“Jangan begini Hye Ra..”Isaknya pelan, namun itu justru membuat tangisku semakin menjadi.
“Dokter, kau bohong kan?!”Aku dapat mendengar pekikan keras Nicole, yeoja itu memegangi tubuh Byun halmonie yang mulai goyah, Byun halmonie terus menangis sedangkan Byun ahjussi kini terlihat berusaha keras menahan air matanya.
Aku menutup mulutku dengan kedua tanganku, seumur hidupku, aku tak pernah merasakan rasa sesakit ini, dulu aku menangis saat menonton film dengan akhir tak bahagia karena kehilangan salah satu tokohnya dan sekarang aku merasakannya, aku merasakan rasa sakit yang amat hebat ini.
“Baekhyun-ah…”Rintihku pelan, perlahan semua kenangan itu mulai berkelibat di pikiranku, semua memori tentang Baekhyun berputar cepat hingga membuatku ingin meledak.
Aku tak bisa menerima kenyataan kalau nanti aku tak bisa lagi melihat senyumannya, mendengar tawanya yang terkadang membuatku otomatis tertawa, merasakan cubitannya, merasakan tangan hangat Baekhyun yang mengacak rambutku, mendengar nyanyian dari suara merdunya dan menyaksikan dirinya yang berlonjak kesenangan begitu memenangi pertandingan basket, ini semua terasa begitu mustahil.

Malam itu juga, aku tahu bagaimana rasanya kehilangan, bagaimana rasanya seolah kau ingin mati saat itu juga dan bagaimana rasanya karena kau terlambat untuk menyadari cinta sejatimu.
“Baekhyun-ah.. Gomawo, terimakasih untuk segalanya, my guardian Angel.”

“I know you will never have the same feeling towards me, will never realized how deep my love is, and never know if i’m that guy, a guy that always love you and try to be your guardian angel… -Byun Baekhyun-”

-END-

Oke… Gimana? Pegel juga yaa,wkwk._.v
Pada puas ga sama endingnya? Kurang mellow ya? Mian author ga jago buat sad2 gitu, atau lebay? Mian lagi deh ini pertama kalinya author buat sad ending.
Rencananya nih, rencananya lohh.. Authormau buat sequel, tapi main cast nya ya Hye Ra samaa Kris, kan ga mungkin ya Baekhyun author bangkitin lagi gitu ._.v Tapi ini masih rencana, tergantung respon kalian gimana, kalau yang comment lumayan dan pada setuju dibuatin sequel author buatin, tapi kalau kalian milih Hye Ra tetap setia sama Baekhyun author ga buat, jangan jadi silent readers dong, pegel nih author ngetiknya lol author seneng setiap baca comment kalian ya asal jangan bash sih kkk, comment panjang malah buat author semangat 95! /45 maksudnya/, jadii jangan ragu comment ya, kasih tau juga gimana feel kalian sama ending nya, oke? Thanks semua ^^

Iklan

Penulis:

writing is my hobby! i'm hottest, love all 2pm members especially @khunnie0624 and @0430yes ! support another korean idol too ^^

78 thoughts on “Our Own Love Story (finisihed)

  1. nyesek thor… ff nya jjang…
    membuat menitihkn air mata…
    baek e g da,, lanjutin m kris aj thor.. keren kok.. *plakk.. reader agak error…
    trus brkrya y thor…

  2. Author nih.. nyesek nih.. hiks, hiks, hiks T.T rasanya pingin gampar dokternya *eh :-D) kenapa dibuat sad ending? harusnya operasinya lancar bebas hambatan *kyk jalan tol aja*
    ditunggu sequelnya(kalau ada) kalau bisa genrenya jadi fantasy aja biar sama bacon lagi.. dokternya salah gt, atau kyk film twilight saga gitu jadi bangkit lagi atau ternyata itu cuma mimpi(walaupun terlalu jelas sih mimpinya)

  3. authooor .. sedih sangaat 😥
    gulingku sampe banjir dibuatnya 😥 sequel ? happy ending please ???

    #DibutuhkanSegeraTissue :’)

  4. Ya ampuun
    Tega bgt sih thor buat ending nya sesedih itu
    Knp baek mesti mati
    Kan bs dibuat operasinya berhasil thor
    Sediiihnya
    Sumpah deh T_T

  5. Krng sedih ni thor, feelny kurang dapet tpi keren si, klau sequel sma kris krng stuju gmana klau member exo yg lain tpi dy msih car sosok baekhyun di orng it ?

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s