Be Idol-Chapter 5: Long Trip to Jeju

|| Author: Han Yoo Na & Seo Yuri ||

|| Main Cast: ♪ Lee Ji Hyun (CanCri) || ♪ Jang Gyu Ri (CanCri) || ♪ Kim Chae Ri (CanCri)

|| ♪ EXO members||

|| Other Cast: ♪ Hwang So Ra || ♪ Kwon Yong Mi || ♪ Ahn Sae Ri

|| Genre: Romance, Friendship, Comedy(gak yakin juga nih), Absurd ||

|| Lenght: Chapter || Rating: General ||

Disclaimer : This fiction based on my imagination. Everyone have their own imagination and also have their own way to apply it. So, don’t ever BASHING!!! This Fiction is MINE. Don’t COPY PASTE it without my PERMISSION!!!

Disclaimer(again??): OC punya author! EXO dkk punya SM, punya dirinya sendiri, dan punya emak bapaknya *ya iyalah* Ingat, karakter para cast di ff ini cuma REKAYASA AUTHOR BELAKA!! So don’t take it seriously ok?? ^^

Warning: Typo, gaje

Cerita sebelumnya

***

Kalo kata Lay, Baekhyun + Chanyeol + Jihyun = kekacauan. Hm… setuju-setuju aja sih. Tapi kayaknya ada yang kurang deh, kurang sreg gitu di hati. Cie ilah, kalo dari lubuk sanubari yang paling dalam sedalam cinta kasih Chanyeol ke Sora yang bikin Gyuri keselek pisau dapur, yang pas itu kalo semua cast di epep ini emang gak ada yang bener otaknya. Jadi ya kalo dalam perhitungan matematika yang kagak ada hubungannya sama sekali sama bacaan ini, kombinasi apapun pasti kacau.

Baekhyun + Chanyeol = kekacauan

Jihyun + Chanyeol = kekacauan

Jihyun + Suho = Saking girangnya Jihyun sampai Suho pun lambai-lambai ke kamera. JH: “Udah-udah kacau semua, bubar aja bubar.”

Lu kira dandutan pakai acara bubar segala. Tapi eniwei, apapun kombinasinya minumnya teh botol sosro, pokoknya kacau deh kacau. Masih gak percaya? Yaelah, emang muka kayak gini tak pantas untuk di percaya? *kamera zoom in zoom out* Ya udah, kalo ga percaya liat aja deh kombinasi kali ini~ =.=

Kehebohan terjadi di kamar kecil Gyuri ketika Jihyun dan Chaeri tiba-tiba datang. Dengan koper-koper yang dibawa Jihyun dan Chaeri, kamar kecil Gyuri seketika berubah menjadi tempat penitipan koper. Eh? Emang ada? Jawabannya ada. Buktinya kamar Gyuri.

Bayangkan saja, hampir separuh ruangan Gyuri dipakai untuk menyimpan koper. Sedangkan separuh lagi digunakan Jihyun dan Chaeri untuk membongkar barang-barang milik Gyuri. Saat itulah Gyuri semakin yakin kalau ia memang salah memilih teman.

Eonnie, JG itu siapa sih?” Tanya Chaeri yang mendadak kepo membuka sesi tanya jawab(?) yang seketika membuat Gyuri bête sebete-betenya. Sebenarnya sih Gyuri sudah bête dari tadi, hanya saja dia masih bisa tetap stay cool, jadi gak ada yang nyadar kalau moodnya lagi buruk. Yaiyalah gak ada yang nyadar, mukanya gitu mulu. #Author dibakar Gyuri -.-

Chaeri manyun bikin mukanya tambah abstrak. Dicuekin kayak gitu sama Gyuri malah ngebuat keponya yang tak beralasan semakin menjadi-jadi. Lagian nih ya, emang kepo perlu alasan. Kagak, kan?

Dan ternyata sesuatu bernama kepo itu tidak hanya merayap keotak Chaeri. Nyatanya, mulut Jihyun juga udah gatal buat nge-ngepoin Gyuri.

“Jang Gyuri.” Panggil Jihyun dengan pelan yang dibalas dengan tatapan datar andalan Gyuri yang seketika ngebuat Jihyun ikutan manyun bareng Chaeri. Cih… manyun aja ikut-ikutan. #JH: ngaku aja deh thor. Lu sirik kan? #-.-

Nih anak kagak bisa diajak ngomong. Begitulah kira-kira maksud dari kemanyunan Jihyun yang secara ajaib bisa dianggukin sama Chaeri. Wah… jangan-jangan Chaeri bisa baca pikiran ya kayak Edward di pilem Twilight. #AuthorSalahFokus

Merasa senasib akhirnya mereka berdua meratapi nasibnya dipojokan. Cih… bilang aja mau mojok. Lho? #JH: Thor, kok kayaknya lu daritadi sensi banget sama gua dan Chaeri. #Lanjut!

“Psstt~ Chaeri… kira-kira si JG itu siapa ya?” Tanya Jihyun mengawali aksi mojok mereka.

“Bentar-bentar. Gua mikir dulu.” Yaealah, kayak punya otak buat mikir aja. Cih… Setelah berpangku tangan cukup lama akhirnya Chaeri pun menjawab pertanyaan Jihyun dengan ekspresi yang meyakinkan. “Ga tau deh, Eonnie.” Tuh, kan? Udah dibilang kalau si Chaeri itu kagak punya otak buat mikir. Makanya Chaeri, jangan sok mikir deh. #CRDatangBawaObor

Jihyun ikutan masang pose lagi mikir padahal udah author bilangin, sampai kapanpun Jihyun itu ga pernah bisa mikir. Alhasil Jihyun cuman bisa menghela nafas panjang dan mutusin buat ga mikir lagi.

“Dipikir-pikir juga percuma. Gyuri juga kayaknya gak mau cerita sama kita.” Jihyun berkata sambil ngelirik Gyuri yang lagi sibuk masukkin barang-barangnya kedalam tas.

Tas? Ya, cuman tas doang. Ga kayak 2 temannya ini. Gyuri gak pakai koper. Alasannya sih masuk akal, soalnya dirumahnya nanti, pasti udah ada barang-barang pribadinya. Jadi menurut Gyuri, dia gak perlu bawa banyak barang seperti yang dilakukan 2 onggok danging yang ga bisa mikir tadi. Begitu katanya. #Chaeri ngajak Jihyun buat bunuh Author #Ya amplop

Hoy! Orang bodoh memanggil~

Tiba-tiba terdengar suara gaib yang datar pake banget yang secara langsung membuat Jihyun dan Chaeri merinding dipojokan.

Eonnie, itu suara apa?” Tanya Chaeri ngeri. Sedangkan yang ditanya cuman bisa geleng terus mejamin mata dan mulutnya komat-kamit. Ya ampun, Jihyun pakai acara baca mantra lagi. Itu suara Gyuri noh. Eeh… maksudnya suara ringtone Gyuri.

Liat aja Gyuri yang sekarang lagi sibuk cari ponselnya disaku celana. Begitu menyadarinya, Jihyun cuman bisa mengelus dada Suho lega.

Tanpa babibubabu lagi, Gyuri langsung jawab teleponnya dan menghentikan suara ringtone-nya yang makin lama suaranya makin ga nahan. Masa iya, suara ringtone yang lagi ngehina orang. Gyuri emang ajaib. Cih…

Ya! Ga cukup lu buat hidup gua menderita. Kenapa lu pakai acara ganggu-ganggu hidup gua lagi, hah?” teriak Gyuri ditelepon yang membuat Jihyun menelan ludahnya kasar dan bikin Chaeri geleng-geleng.

Gila… gua kasian ama orang yang nelpon. Batin Jihyun kasihan. Sedangkan Chaeri yang sedari tadi masih disamping Jihyun lagi melancarkan aksi bisik-bisiknya.

“Pstt~ Eonnie… jangan-jangan itu JG.” Chaeri ya, kalau urusan begini otaknya jalan deh. Hebat banget. #Prok-prok-prok

Jihyun mikir, mungkin ga ya kalau itu JG? Kalau dipikir-pikir kemungkinan itu sih ada. Tapi kalau itu bukan JG gimana? Kalau ternyata itu cuman tukang ngamen yang setiap hari mangkal dilampu merah gimana? Atau jangan-jangan itu bencis yang suka mangkal dibawah jembatan. Mungkin juga ya. Tapi masa iya Gyuri temenan sama orang sejenis itu. Akhirnya Jihyun mutusin untuk angguk-angguk yang secara tak langsung membuat Chaeri terhanyut. Akhirnya 2 manusia berwajah abstrak itu malah memulai aksi angguk-angguknya.

Diujung sana, Gyuri badmood. Ditelepon sama orang yang gak pengen didengar suaranya, terus ada 2 manusia yang lagi kesurupan dikamarnya. Coba kalau yang telepon Chanyeol, pasti senyumnya merekah kemana-mana, gak badmood lagi kayak gini. Tapi percuma, kapan coba Chanyeol nelpon dia. Boro-boro nelpon, sms aja jarang. Lagian kalau sms, paling minta dibawain cemilan. Cih… tapi biar pun cuman sms singkat, biar pun isi smsnya gak penting pakai banget. Sms itu tetap aja berhasil buat Gyuri mules(?) saking senangnya. Gebetannya sms, mimpi apa Gyuri semalam.

Tapi bukan Gyuri namanya kalau gak bisa ngeles. Buktinya tadi pas kepergok lagi senyam-senyum liat HP sama Jihyun dan Chaeri. Gyuri langsung masang death glare-nya yang membuat Jihyun terdiam tak berdaya, sedangkan Chaeri yang otaknya cuman pentium 1 cuman bisa garuk-garuk kepala liat Jihyun. Emang dasar.

‘Ya! Jang Gyuri, kau pasti pulang, kan?’ Gyuri mengangguk dengan setengah hati sedangkan matanya tetap menatap lekat kearah Jihyun sama Chaeri yang sekarang malah ngebongkar isi lemarinya. Ya ampun, gak ada kerjaan banget si.

Ya! Jawab aku…’ Gyuri berdecak pelan dan berkata dengan nada kesal, “Iya aku pulang.” Sementara itu aktivitas Jihyun tiba-tiba terhenti dan ia melihat Gyuri dengan mata yang disipitkan sembari berkata, “Aku? Heol~

Gyuri kembali berdecak lalu ia mendengus kesal dan memutuskan untuk pergi keluar dari kamarnya. Lama-lama disini bikin emosinya makin gak ke kontrol. Jadi sebelum Gyuri jadi benci sama kamarnya gara-gara 2 manusia itu, lebih baik dia mengasingkan diri(?) dulu.

Disisi lain Jihyun menjentikkan jarinya keras hingga membuat Chaeri kaget.

Ya! Eonnie, gua kaget.” Ujar Chaeri sambil mengelus dadanya pelan sementara Jihyun tetep aja senyam-senyum kayak orang kesurupan. Lalu bibirnya terbuka dan ia pun berkata, “Jang Gyuri, kena lu.”

Chaeri bingung, dia benar-benar gak ngerti dengan arah pembicaraan Jihyun. Jadi dia memutuskan untuk tetap diam sementara tangannya sibuk memilah satu persatu surat yang ditemukannya didalam kotak.

Ada banyak surat, mungkin ada lebih dari 10 atau mungkin 20? Entahlah, Chaeri gak kuat buat mikir terlalu lama. Jadi dia langusng membuka suratnya sementara Jihyun kembali berkata, “Pokoknya Gyuri harus traktir kita. Harus! Kita kan udah janji ngomongnya pakai gua-lu, gua-lu. Eeh, tadi dia pakai aku-kamu pas nelpon. Aaahh! Senangnya. Akhirnya ditraktir juga.” Jelas Jihyun ngenes. Kasihan Jihyun, dari perkataannya barusan, bisa diliat kalau Jihyun gak pernah ditraktir. Emang sih Jihyun gak pernah ditraktir, dia cuman pernah makan tanpa bayar. -.-

Smirk terukir dengan jelas diwajah Chaeri. “Eonnie.” Panggilnya pelan sementara yang dipanggil menoleh dengan ekspresi anak kecil yang belum makan 7 hari 7 malam. Cihhh… pantesan tadi seneng banget pas ngomongin makanan. Lagi lapar toh.

“Kayaknya bukan cuman Gyuri Eonnie deh yang harus traktir kita.” Kata Chaeri yang  membuat Jihyun makin kelaparan. Tangannya terangkat keatas, menunjukkan sebuah kertas berwarna pink yang bergambarkan love-love-love. “Seseorang bernama JG, dengan love-love yang mewakili perasaannya sama Gyuri Eonnie, dengan bahasa aku-kamunya sama Gyuri Eonnie, dia juga harus traktir kita makan.”

Mata Jihyun membulat, tangannya beralih kekertas yang dipegang Chaeri. Ditatapnya lekat kertas itu dan sebelah tangannya terangkat menutup mulut. “Omo! Omo! Omo! So sweet sekali isinya.” Ia menghentakkan kakinya kelantai beberapa kali sehingga menciptakan gempa kecil dikamar Gyuri.

Gua kasihan sama orang yang tinggal dibawah kamar Gyuri. Pasti pada sembunyi dibawah meja. Disangka ada gempa beneran. Cihh~

Sementara Jihyun kembali menjerit kecil. “Tiada pagi tanpa malam, tiada hari tanpa merindukanmu. Wah! Kayaknya JG ini pacarnya Gyuri deh.”

Dahi Chaeri berkerut lalu ia berkata, “Pacar? Maksud Eonnie, pacar Gyuri Eonnie?

Jihyun mengangguk dengan cepat, “Lu masih ingat gak? Kemarin pas kita tanya soal gebetan sama Gyuri, dia kan gak mau jawab. Siapa tahu aja kan kalau sebenarnya dia udah punya pacar. Cuman dia gak mau cerita sama kita.”

Chaeri mikir lagi. Emang sih waktu itu Gyuri kelihatan aneh banget gelagatnya. Tapi masa iya sih Gyuri udah punya pacar. Tapi emang kenapa kalau Gyuri udah punya pacar? Bukannya itu bagus? Lagian mereka mau ke Jeju, kan? Berarti Gyuri bisa ketemu sama pacarnya dong. Tapi… ehh… Chaeri bingung. Makanya, udah dibilang daritadi, kalau gak mampu mikir jangan sok-sokan mikir. Akhirnya jadi bingung sendiri, kan?

“Tapi Eonnie, ngerasa gak si kalau Gyuri Eonnie  itu kayak gak suka kita ke Jeju?”

“Hah? Gak suka gimana maksud lu, Chaeri?”

Chaeri mendekat sehingga jarak diantara mereka semakin sempit, “Mukanya itu loh, asem mulu. Udah itu, dari surat yang gua temuin kemarin, si JG kayak lagi mohon-mohon gitu sama Gyuri Eonnie. Suruh dia pulang sampai kasih iming-imingan hadiah lagi. Terus ada nama lain lagi yang disebut, apa namanya. Eehh… Se-Song… Errr… Seung Won. Iya-iya Seung Won. Itu siapa lagi?”

Benar juga kata Chaeri. Ada 2 nama yang patut dicurigai, JG dan Seung Won. Sebenarnya mereka itu siapa? Terus hubungannya dengan Gyuri apa? Jihyun makin bingung dan lapernya jadi hilang. Hhh~ kenapa memikirkan masalah surat itu ngebuat dia pusing 7 keliling kayak gini? Coba aja Gyuri mau cerita, pasti dia gak bakalan penasaran kayak gini.

“Pokoknya apapun yang terjadi gua tetap bakal minta traktir sama Gyuri. Sekalian pajak jadian juga. Entah itu JG atau pun Seung Won, yang penting pajak jadian. Perut kenyang, otak  encer.” Ujar Jihyun dengan semangat berkobar-kobar sementara Chaeri ikut mengepalkan tangannya dan berteriak histeris.

Disisi lain, Gyuri yang baru masuk kaget begitu mendengar teriakan Chaeri. Sial, gua kaget. Begitu kira-kira yang diucapkan Gyuri dalam hati.

Tangannya bergerak memasukkan HP kedalam saku celana sedangkan kakinya tetap berjalan menghampiri 2 bocah SD yang daritadi memporak-porandakan kamarnya.

“Tawa aja terus.” Ujarnya sadis sementara yang disadisin malah saling menatap sambil senyam-senyum gak jelas.

Kenapa sih pada ketawa? Beneran kesambet ya? Apa jangan-jangan mereka kerasukan jin penunggu pohon cabe depan rumah Chaeri kemarin? Akhirnya setelah mengalami perdebatan batin(?) yang sebenarnya sama sekali gak penting, Gyuri memutuskan untuk bertanya, “Kenapa? Ada yang salah?”

Mereka berdua lagi-lagi saling bertatapan, sementara Gyuri jadi keselek(?). “Gak kenapa-kenapa kok.” Jawab Jihyun pada akhirnya. Tapi tetap aja Gyuri masih bingung. Bukan, Gyuri bukan dukun yang bisa baca pikiran jahil Jihyun. Dia juga bukan bingungin masalah senyum Jihyun yang makin diliat malah bikin mules. Tapi dia bingung, kok isi lemarinya jadi kosong begini, ya? Gyuri gak habis pikir. Padahal baru ditinggal sebentar dan hasilnya barangnya ludes. Abis semuanya, berserakan dilantai. Ajaib memang, tapi itulah kehebatan Jihyun dan Chaeri.

“Gua kagak mau tahu.” Ujar Gyuri sambil menatap 2 orang dihadapannya datar. “Pokoknya lu-lu pada harus bantu gua ngeberesin semuanya. Kalau ga, gua buli habis-habisan lu di Jeju.”

Jihyun ngeri, Chaeri juga. Padahal tadi niatnya mau ngecengin Gyuri habis-habisan. Tapi kenapa situasi berbalik kayak gini? Kenapa mereka malah jadi yang terancam disini? Ya ampun, dunia memang kejam.

Akhirnya setelah mengalami berbagai ancaman, Jihyun dan Chaeri pun dengan terpaksa membantu Gyuri membersihkan barang-barang yang sudah menjadi korban penganiayaan mereka sendiri. Mulai dengan asal masukkin barang-barang Gyuri kelemari secara paksa, bahkan seprai yang masih dipakai juga dimasukkin kelemari. Ada beberapa pakaian yang malah jatuhnya ketong sampah. Pintu lemari sampai gak bisa ditutup. Poor Gyuri.

“Fiuh~ akhirnya selesai juga.” Chaeri ngelap keringat pakai baju Jihyun sampai-sampai Jihyun injek kaki Chaeri kuat dan akhirnya terjadi aksi teriak-teriakan diantara 2 orang itu. Sementara itu Gyuri mijit keningnya kuat. Dia bener-bener gak kuat untuk menghadapi manusia semacam Jihyun dan Chaeri. Yang ada nanti dia ketularan gila. Oh my ~ jangan sampai itu terjadi.

PRANG!! (bayangkan suara piring pecah) Hp Chaeri berbunyi sebagai tanda ada pesan masuk. Dengan cepat dia membuka pesan itu.

Kwek…Kwek…Kwek…

Kemudian seperti pesan bergilir, Hp Jihyun juga berbunyi.

Gyuri bingung. Kok ada ya manusia kayak Jihyun sama Chaeri? Orangnya gak beres, otak aja kayaknya gak punya, ringtone-nya aneh. Cihh~ benar-benar gak ada yang waras. Cihh~ kayak lu waras aja, Gyu. #GR: Cari mati lu, thor? #Ampun dah!

Dengan cepat Gyuri membuka Hp dan menantikan seseorang untuk mengiriminya pesan juga. Tapi kayaknya harapannya sia-sia. Jihyun dan Chaeri sudah menutup Hpnya kembali, sementara pesan itu masih tidak masuk. Sebenarnya bukan gak masuk sih, cuman ya… sebenarnya gak enak buat dibilang, cuman ya… emang gak ada yang mau ngirim pesan buat Gyuri. #Kaburrrr

Bahkan ketika Jihyun dan Chaeri sudah siap-siap untuk keluar, Gyuri masih berdiri dengan Hp yang setia ditangannya.

Ya! Jang Gyuri, ayo keluar. Yang lain udah pada nunggu diluar.” Ajak Jihyun sementara Gyuri masih aja terpaku ditempat.

Gak ada yang menyadari gelagat aneh Gyuri. Walaupun ada, mereka diam aja, tetap cuek bebek (kayak suara bebek di ringtone Jihyun) dan gak mau peduli sama Gyuri. Mereka gak mau cari masalah lagi sama Gyuri. Mencari masalah dengan Gyuri itu sama saja dengan cari mati. Akhirnya Jihyun dan Chaeri pun pergi meninggalkan Gyuri sendiri bersama harapannya yang terbuang sia-sia, membiarkan kehampaan perlahan-lahan merayapi dirinya.

Tapi tiba-tiba pintu kembali terbuka dan muncul muka Jihyun. “Palli-wa. Palli.” Teriaknya keras lalu ia menutup pintu dalam satu hentakkan.

Akhirnya Gyuri tersadar, ia pun cepat-cepat menggeleng kuat lalu meletakkan Hpnya dimeja dan mulai mengambil tasnya dipojok ruangan. Setelah itu, ia mengambil kunci kamar, menutup lampu, membuka pintu dan menguncinya dari luar. Sama sekali tak menyadari ada yang tertinggal. Sementara didalam kamar yang gelap, suara ringtone-nya kembali terdengar.

Jang Gyuri, Park Chanyeol memanggil… Kau dengar? PARK CHANYEOL MEMANGGIL!!!

—oooOoooOooo—

“10, 11, 12, 13, 14, 15. Kok cuman 15? 3 lagi mana?” Tanya Xiumin begitu merasa ada yang kurang. Diujung sana, terlihat Jihyun dan Chaeri yang sedang melambai-lambaikan tangan sambil tersenyum ceria dan berkata dengan kompak, “Gua siap. Gua siap. Gua siap.”

Hyung, itu 2 lagi.” Tunjuk Chen kearah Jihyun dan Chaeri sementara kepala Xiumin celingak-celinguk mencari 1 orang lagi yang tertinggal.

“1 lagi mana?”

“Disini.” Ujar Gyuri datar dengan ekspresi yang juga sama-sama datar. Xiumin mengangguk-angguk pelan sedangkan Chaeri langsung merangkul Gyuri yang sampai disebelahnya.

Tapi ada yang aneh. Kok rasanya ramai ya?

Oppa, kok mereka juga ikut?” Tanya Jihyun pada Suho begitu melihat GU berada diantara mereka. Cihh~ sebenarnya sih Jihyun ada maksud lain. Selain mau ngepoin Suho, dia juga mau pedekate, Cihhh~ strategi yang bagus Jihyun.

Suho senyum bikin hati Jihyun kelepek-kelepek liatnya, “Itu Chanyeol yang ngajak. Biar ramai. Kan seru kalau ramai-ramai.”

Jihyun angguk-angguk, setuju dengan ucapan Suho. Padahal dalem hati dia udah bilang kayak gini, ‘Yang benar itu seru kalau Oppa deket-dekat sama gua’. Cihh~ Jihyun muna.

Sedangkan Baekhyun yang melihat Chaeri pun langsung menghampirinya, “Hallo~” sapanya riang yang dibalas Chaeri dengan senyuman.

“Nanti lu duduk disebelah gua ya. gua udah booking tempat yang bagus kok.” Tambahnya, sementara Chaeri angguk-angguk kencang dan berkata, “Tapi disebelah harus ada Chen Oppa, ya.”

Baekhyun senyum kikuk. Padahal ceritanya dia cuman mau berduaan sama doi. Tapi… “Oke, itu bisa diatur.” Mulutnya malah bilang gitu. Aduh, bagaimana ini? Masa iya moment yang langka ini harus dilalui bersama dengan Chen juga. Ya, ampun.

Disisi lain, Gyuri manyun liat Chanyeol deket-deket sama Sora. Terus Chaeri juga lagi ngomong sama Baekhyun. Jihyun pakai acara pedekate sama Suho. Cihh~ yang lain pada sibuk dengan urusannya sendiri. Gyuri cuman sendirian, menatap pemandangan enek dihadapannya. Hhh~ Kenapa Dora harus ikut ke Jeju?

“Sendirian aja, mbak?” sebuah suara membuyarkan lamunan Gyuri untuk beberapa saat. Suaranya kayak preman depan gang yang suka godain cewek-cewek yang telat pulang semalem. Tapi kok kayaknya Gyuri kenal suaranya, ya? Author bingung, kok Gyuri bisa tau ya suara preman tuh kayak gimana? Jangan-jangan kalau malam Gyuri berubah wujud jadi preman kali ya? #GR: lu kira gua power ranger? *Author garuk kepala Chanyeol, bingung cuyyy.

Penasaran, akhirnya Gyuri menoleh dan mendapati wajah Chen binti  nyengir minta ditabok pake pasir. Gyuri makin empet, Chen lagi, dia lagi. Enek gua liat mukanya. Kenapa coba harus Chen yang muncul pas Gyuri galau kayak gini? Kenapa gak Chanyeol aja yang datang? Itu artinya lu gak jodoh sama Chanyeol, lu jodohnya sama Chen, Gyu. Udah terima aja nasib lu. Chanyeol tuh cuma buat Author *GR feat CR: apa lu bilang, thor?* Kagak, lanjut!

Gyuri usaha keras buat tetap stay cool yang buat perutnya makin mules. Ngomong-ngomong kok daritadi mules mulu, ya? Terus ya, emang penting itu ditanyain? Kagak? Ya udah, lanjut aja. Terus dengan tenang dia nanya, “Si Dora kok ada disini? Ngebet banget ya mau ke kampung halaman gua?”

“Dora? Maksud lu Sora?” Tanya Chen memastikan sementara Gyuri kelihatan tak mau menanggapi. “Itu Chanyeol yang ngajak. Kan udah gua bilang, mereka berdua itu selalu maunya deket-deket. Bagaikan amplop sama lem, lengket terus kayak permen karet.”

Deg

Lem? Maksud lu lem(par) ke jamban? Batin Gyuri keki. Ya ampun, Gyu. Sabar, neng. Sabar. *GR: kagak bisa, thor. Panas woiiiii*

Sakit emang ngeliat gebetan mesra-mesraan sama cewek lain. Gua ngerti, Gyu. Gua ngerti. Apalagi ceweknya genit pake banget lagi. Udah gitu ada Chen si preman jadi-jadian yang ngompor-ngomporin kayak gini.

“Mereka itu mesra banget. Udah itu pasangan yang serasi banget. Pokoknya cocok deh mereka berdua. Kayak rom—“

Panas. Gyuri panas. Mesti ya Chen ngomong kayak gitu didepan Gyuri? Sebenarnya bukan salah Chen juga sih. Dia kan gak tahu kalau Gyuri suka sama Chanyeol. Tapi mau tahu apa gak, pokoknya Gyuri kesel sama Chen. Dimaklumi ya tabiat Gyuri yang buruk ini. -.-

Jadi tanpa mendengar Chen lagi, dia melepaskan tas dan melemparkannya kearah Chen, setelah itu dia setengah berteriak, “Angkut barang-barang gua ke mobil. Kita gak ada waktu buat bersantai.” Sementara Chen kaget dan terlihat mau menurunkan tas Gyuri ke lantai, tapi dengan cepat Gyuri menambahkan, “Bawa atau lu bakal habis.” Setelah itu Gyuri cau, ninggalin Chen dengan barang bawaannya. Chen bertanya-tanya dalam hati, tuh anak kesambet, ya?

—oooOoooOooo—

“Wuhuuuu~ Kita berangkat…” Koor Jihyun, Tao, Luhan, Lay dan Xiumin bareng. Sementara yang lain pada sibuk dengan kegiatannya sendiri. Mulai barisan paling depan yang berisi (lu kira makanan) Suho yang lagi fokus nyetir dan Jihyun yang gilanya kumat. Terus ada Baekhyun yang iri liat interaksi Chaeri sama Chen di barisan kedua.

Oppa, di Jeju itu ada apa aja si?” Tanya Chaeri basa basi, sementara yang ditanya cuman nyengir, gak ada niat sama sekali buat jawab. Sebenarnya sih bukan gak niat, tapi sebenarnya ini juga pertama kalinya Chen ke Jeju, jadi dia gak tau banyak soal Jeju.

“Di Jeju banyak pantai Chaeri. Pantainya bagus-bagus lagi. Nanti kita kesana ya berdua.” Celetuk Baekhyun dari samping. Tapi Chaeri gak peduli, dia bahkan sama sekali gak noleh. Chaeri malah senyam-senyum kearah Chen, sementara Chen balas senyum kikuk dengan mata yang terus-menerus melirik ke barisan ketiga.

Biasa, mulut Chen gatal mau ngetrollin orang. Orang didekatnya cuman ada Chaeri. Tuh anak juga kalau ditroll percuma. Paling jawabnya pakai nyengir. Kagak seru ah. Baekhyun juga lagi masem, Chen takut aja kalau ternyata Baekhyun lagi kerasukan, nanti kalau diganggu terus hantunya malah nakutin-nakutin dia gimana? Kan jadi repot urusannya.

Terus Jihyun gilanya kumat, daritadi mandangin Suho terus nyanyi-nyanyi gak jelas. Chen pengen sih ikutan nyanyi, tapi percuma juga. Suaranya kalah nyaring dari Jihyun. Soalnya tuh cewek nyanyinya pakai teriak. Mana sanggup Chen nyaingin Jihyun yang nyanyinya teriak pakai acara bawa-bawa microphone lagi. Gak tau deh tuh anak maunya nyanyi atau lomba ngerusuh.

Sedangkan Suho, dia lagi nyetir. Masa iya, Chen tega ngetrollin Suho yang lagi nyetir. Ntar kalau Suho jadi gak fokus terus mobilnya malah nabrak pohon toge disamping jalan gimana? Tar yang nanam pohon toge marah lagi. Waduhhh~

Akhirnya target sasarannya pun beralih ke Gyuri yang duduk dibarisan ketiga. Selain enak di troll, Chen juga hobi banget liat muka Gyuri yang katanya sih abstrak.

Sementara Gyuri lagi kesel, empet, bete, badmood, badai pasti berlalu (?). Kenapa dia harus sial pakai banget? Duduk diantara orang-orang yang lagi mesra-mesraan. Parahnya, orang itu gebetannya sendiri. Panas cuyyy~ panas. Akhirnya Gyuri cuma bisa malingin wajahnya kearah jendela sambil sesekali ketok kepala Chen yang 15 menit sekali muncul dari balik bangku. Kurang kerjaan sekali Chen.

Disaat kekesalan Gyuri sedang memuncak, disebelahnya ada pasangan yang kata Chen sih ibaratkan Romeo dan Juliet. *GR: ehem.* eehh, maksudnya Chanyeol sama Sora.

“Bapak lu polisi ya?” Tanya Chanyeol memulai aksi gombal-gembelnya. Sementara disampingnya ada Sora yang lagi akting malu-malu kucing, “Oppa kok tau sih?”

“Karena lu sudah memenjarakan hati gua cuman buat lu.” Cihh~ Chanyeol pakai acara gombal lagi, kan author juga mau digombalin. T.T #GR: ehem

Oke, oke. Daripada besok author cuman tinggal nama gara-gara cari masalah sama Gyuri, mari kita beralih ke barisan keempat.

Dibarisan keempat ada Sehun yang lagi cari perlindungan ke Luhan, soalnya Yong Mi daritadi akting pingsan mulu. Ceritanya sih mau cari perhatian ke doinya. Tapi yang ada si sasaran empuk *lu kira nyamuk?* bukannya perhatiin, malah takut. Sehun takut. Dia kira Yong Mi bukan pingsan, tapi dia mikir Yong Mi mati beneran. Gimana kalau nanti polisi datang terus tangkap dia? Kan dia duduk disebelah Yong Mi. Kalau tiba-tiba dia yang jadi tersangka dari kematian Yong Mi gimana? Kan gak lucu kalau tiba-tiba besok dikoran, muka Sehun jadi hot topic. Mukanya sih emang hot, tapi headlinenya gak hot. Masa iya, headlinenya ‘Oh Sehun, dilihat hot, disentuh langsung mati.’ Luhan ge, Sehun gak salah apa-apa. Sehun jadi anak baik dan gak melakukan apa-apa. Begitu kira-kira isi hati seorang Oh Sehun yang makin dibaca makin absurd. Oke, mari tinggalkan Sehun dengan imajinasi anehnya.

Gak lebih waras dari baris-baris sebelumnya, dibaris ke lima ada Lay, Tao sama Xiumin yang tak lain tak bukan adalah tersangka pembulian kuping 13 orang lainnya featuring Jihyun tentunya. Kompak banget barisan ke lima, udah teriak-teriak gak jelas, sekarang mereka malah nyanyi lagu kenceng-keceng terus dance gaje. Jangan tanya deh dancenya kayak gimana. Pokoknya dancenya absurd. Bayangkan saja dance sambil duduk dan ditempat yang sempit seperti ini. Yang ada vannya goyang-goyang gak jelas. Sampai-sampai diluar sana ada kakek-kakek tukang gosip yang kira ada pertandingan Babi jantan lawan Sapi jantan didalam van. Lho?

Dan dibarisan terakhir, ada sedikit kewarasan yang terjadi. Kris yang duduknya deket jendela memanfaatkan tempat strategisnya buat keluarin boneka kesayangannya.

What? Boneka? Iya boneka. Terus mereka selca dengan gaya sok imut deh. Ini sedikit waras atau malah gilanya makin parah ya? Author jadi bingung. Muka Kris sama hobinya kontras banget ya. Mukanya ngeri gitu kayak gengster tahun 45 *Ehh?* tapi kok mainannya boneka sih? -.-

Sementara disampingnya ada Kai yang lagi tidur selonjoran dibahu DO, pakai acara ngiler lagi. Poor DO. Tapi DO lagi ngomong panjang lebar sama Saeri tentang resep sate jengkol yang dimakannya tadi pagi, jadi dia gak peduli sama Kai berserta iler-ilernya yang iyuhhh~ Padahal Saeri sama sekali gak niat buat dengar. Tuh anak aja daritadi pakai headset terus setel musiknya kenceng-kenceng. Jadi suara DO ketutup sama suara musik. Poor DO, dia kira Saeri bener-bener dengarin omongannya.

Akhirnya setelah dijabarin satu persatu ketahuan deh siapa yang lagi gila, lagi patah hati, cemburuan, seneng, gembira, berbunga-bunga, pengen beol(?) eehh, yang terakhir gak enak banget ya?

Pokoknya gitu deh, van mini tapi panjang milik Suho yang belakangnya digantung kaleng bekas dengan tulisan ‘We Got Married’ pun tetap berjalan walaupun didalamnya berisi 18 manusia dengan tingkat kewarasan yang mencapai angka -100. Author heran, emang ada ya van yang panjangnya ampe segitu? Ajaib banget. Terus kenapa harus ada tulisan ‘We Got Married’? gak tau apa kalau author tuh sensi banget ama kata-kata itu. Keingat rumor EXO yang bakal ikut WGM. Galau. #Suho: Lu kira gua peduli, thor? Soal van, ya ada lah, thor. Punya bapak gua. #Ohh gitu, lain kali pinjem ya. Author mau bawa kawanan kece pakai van panjang itu. Kawanan kecebur got -.-

Setelah melalui 6 jam rintangan yang berat didalam van mini tapi panjang punya Suho, akhirnya 18 makhluk halus  yang kurang waras sampai juga di Busan.

Berbeda kayak tadi, Jihyun gilanya gak kumat lagi. Baterainya udah habis, jadi sekarang lagi tidur selonjoran dengan sangat tak anggun, pakai acara senyam-senyum sendiri lagi. Pasti mimpi yang aneh-aneh deh. Misalnya kayak lagi nangkap kodok gitu. #JH: sotoy lu, thor

Sementara Baekhyun masih aja mandangin Chaeri dengan tatapan ngiri. Aku juga pengen kayak Chen. Mama~ Huwaaaa~ Cup~ Cup~ Cup~ sini mama peluk.(thor…).

Kejadian yang sama juga terjadi sama Chaeri, dia juga tidur, kehabisan baterai. Bedanya dia bisa tidur dengan sedikit lebih anggun daripada Jihyun. Udah gitu dapet gratis tidur dibahu sang pujaan hati lagi tuh… *ecieeeee… cuit cuit~* mimpi apa Chaeri semalam?

Sedangkan Chen, dia kapok. Gak mau lagi ngelirik ke belakang, soalnya Gyuri udah mukul kepalanya lebih dari 100 kali kayaknya. Udah gitu Gyuri juga udah ngancem, ‘Awas lu kalau ngelirik ke belakang lagi. Gak bakal balik ke Seoul lu.’. Masa iya, nanti pas pulang Chen tinggal nama. Kasihan~

Tapi di barisan ketiga hal yang sama masih terjadi. Chanyeol dan Sora masih aja mesra-mesraan. Sedangkan Gyuri. Tuh anak udah nahan diri dari awal berangkat sampai saat ini buat gak ngecakar muka mereka berdua. Mesra-mesraan aja terus. Gak gua kasih makan nanti di Jeju.

Beneran? Seriusan gak mau kasih makan Chanyeol sang pujaan hati tercinta? *ciaileh* #GR: Diam lu, thor.

Oke, pokoknya Gyuri masih kesel, bete ampe hidungnya mampet. Lho? Apa hubungannya ya? Author juga bingung. Yang jelas Gyuri masih terbakar api cemburu yang membara kayak api yang keluar dari kentutan Kris. Hah? Kris kentut? Pantesan bau. Eeh?

Dibarisan keempat, imajinasi Sehun udah jadi kenyataan dialam mimpinya. Sehun mimpi ketemu sama pak polisi terus mereka ngopi di penjara bawah tanah. Eehh? Intinya dia mimpi ketangkep terus hantu Yong Mi datang buat minta pertanggung jawaban dari Sehun. Hasilnya dahi Sehun berkerut samar terus tangannya mencengkram erat baju hello kitty Luhan yang katanya unyu itu. Tapi sian, sekarang bajunya gak unyu lagi, yang ada malah jadi bonyok. Jadi lusuh bikin Luhan jadi nahan diri buat gak nangis. Lu, lu manly, jangan nangis. Manly gak bakal nangis gara-gara hal kecil kayak gini. Tapi itu… hello kitty… itu… lecek… huweeeee…

Sementara Yong Mi yang ceritanya mau pura-pura pingsan malah jadi pingsan beneran. Soalnya tadi dijalan Sehun yang lagi berimajinasi ngeluarin gas beracun tanpa sadar. Berhubung Yong Mi orang dengan jarak terdekat dengan Sehun. Jadi dia yang pingsan duluan. Makanya, jadi orang jangan kebanyakan akting. Tuh kan jadi pingsan beneran.

Sama halnya dengan Jihyun, tim terkompak dibarisan kelima juga udah hening. Udah pada terhanyut dalam mimpi indahnya. Xiumin mimpi ketemu sama kembarannya si bakpao. Terus Lay mimpi memelihara Unicorn. Sama Tao yang mimpi lagi ngajarin Panda wushu. Ajaib sekali mimpinya.

Kris juga sama, dia udah tidur. Dengan tangan yang masih memeluk bonekanya erat. Dengan sebelah headset yang terpasang dengan anggunnya ditelinga. Dan juga lagu yang mengalun dengan lembut, selembut jalan dipegunungan. Lho? Itu bukannya kasar, ya? Tapi apa mau dikata, lagu yang diputer Kris emang lembut, udah itu temanya juga tentang pegunungan. Jadi mau kayak gimana?

Emangnya kayak gimana lagunya?

Kayak begini.

Naik-naik kepuncak gunung. Tinggi-tinggi sekali. Kiri-kanan kulihat saja. Ada banyak boneka. Lho? Liriknya salah ya? Tapi beneran itu lirik lagu yang diputer sama Kris. Percaya deh sama author. *wink*

Kai masih tidur, sementara baju DO udah basah setengah kena ilernya Kai. Tapi DO tetap gak peduli, dia masih tetap ngomong sama Saeri, bedanya sekarang topiknya bukan sate jengkol lagi. Lebih elit dikit lah. Semur jengkol. -.-

Saeri juga, dia tetap gak mau dengerin DO. Lagunya tetap disetel dengan volume poll, sementara matanya terpejam setengah. Saeri capek, kepengen bobo. Tapi apa daya, mulut DO gak bisa diam. Suara ingauan Tao(Bukan gitu Panda ku cayang, tapi gini.) masih terdengar. Bau jengkol masih tercium dari mulut DO. Akhirnya, 6 jam dilaluinya dengan ngedengerin lagu iwak peyek sambil joget-joget kecil dalem hati.

Prok prok prok

Tepukan tangan Suho membuat yang tidur jadi bangun, yang cemburu jadi makin cemburu, yang ngiler akhirnya sadar, yang mimpi buruk malah jadi mimpi super buruk. Tapi pas Suho berteriak, “Kita sampai di Busan.” Semuanya bersorak dengan gembira.

Semua? Iya semua. Terkecuali 2 orang yang masih aja masem (Baekhyun, Gyuri) Sehun tiba-tiba bangun gara-gara pak polisi di mimpinya ngebebasin dia, makanya dia bersorak. Sedangkan Tao, Lay dan Xiumin udah say good bye dengan sobat sehidup sematinya dalam alam mimpi diiringi lagu say good bye punya Jonghyun.

DO akhirnya berhenti ngerocos dan Saeri pun bisa bernafas lega. Yong Mi juga udah terbangun dan mendapatkan amnesia ringan akibat gas beracun Sehun sehingga ia berteriak histeris.

“Lu siapa? Gua siapa? Ini dimana? Lu dimana? Dengan siapa? Semalam berbuat apa?” Ehh? Kok malah jadi nyanyi? Abaikan saja Yong Mi dengan otaknya yang kurang beres.

Sementara Kris langsung masukin bonekanya kedalam tas. Tengsin gila kalau ada yang sampai tau kebiasaan langkanya itu. Mau disimpan kemana muka mulus dan bohay milik Kris?

Chaeri bangun dengan mata yang masih lecek kayak baju hello kitty Luhan, “Oppa, ini dimana?” Tanya Chaeri singkat. Dari samping Baekhyun langsung berniat menja—

“Busan Chaeri.” Sahut Chen cepat mengalahkan niat Baekhyun yang ngebuat tuh anak makin manyun. Kalah cepat, Baek. Muka Baekhyun makin kusut kayak anak kecil yang dapet ‘Coba lagi’ dari gosokan mautnya Ale-ale. Sabar nak, coba lagi lain kali.

Suho keluar dari van terus hampirin tukang pelabuhan untuk ngurusin masalah keberangkatan mereka ke Jeju.

Hari udah makin siang, bentar lagi sore. Untuk ke Jeju, perlu waktu 3 jam pakai kapal feri. Wah~ pasti sampainya malam.

Dibalik jendela ada Gyuri yang lagi ngintip. Kaca jendela diturunkan perlahan dan kepalanya terjulur keluar, terus dia tersenyum pelan sementara dia gak sadar kalau daritadi Chen liat kearah dia. Niatnya sih senyum manis, tapi jadinya malah senyum serem yang bisa ngebuat anak kecil mimpi buruk.

Nape tuh anak? Tadi masem mulu sekarang senyam-senyum gak jelas. Bener-benar kesambet kali ya? Iihh~ takut. Batin Chen ngenes. Kasihan sekali dirimu nak. Dikelilingi orang-orang galau.

Sementara Chen lagi ngebatin gak jelas, didepan ada Jihyun yang ikutan Suho keluar, tapi masuk lagi begitu ngeliat Suho masuk ke van. Sok repot.

“Kita sekarang ke Jeju.” Ujar Suho sambil tersenyum cerah secerah gigi Chanyeol kalau lagi senyum. Sedangkan Jihyun udah berkya-kya ria didalem hati. Cihh~

Tanpa banyak bacot lagi, Suho langsung menyalakan van dan menjalankannya masuk kedalam kapal. Begitu sampai mereka semua keluar dari van dan berdiri membentuk lingkaran besar.

“Kita punya 3 jam. Kalian mau ngapain aja terserah. Yang penting jangan nyebur kelaut.” Ujar Suho sambil tertawa kecil. Sementara Jihyun udah melancarkan aksi tabokan ringannya pada bahu Suho. “Ah~ Oppa  lucu deh. Masa nyebur sih. Ya gak mungkin, lah.” Ujarnya manja. Sedangkan Sehun yang menyadari Yong Mi gak mati pun gatel buat ngecengin Jihyun.

“Ya iyalah gak mungkin. Kan lu gak bisa berenang.” Jihyun diam, kok tuh cadel rese tau sih kalau gua gak bisa berenang? Jangan-jangan.

“Lu mata-matain gua, ya?” Tanya Jihyun sambil nunjuk-nunjuk muka Sehun.

“Hah? Mata-matain? Gak salah lu? Ngapain gua mata-matain cebol rese kayak lu.”

“Kalau gak mata-matain kok lu tau gua gak bisa berenang?”

“Cihhh~ semua orang juga tau lu pasti gak bisa berenang.”

“Hah? kok bisa?”

“Yaiyalah, kaki aja gak nyampe. Mana bisa berenang coba.” Setelah itu Sehun ngakak sampai megangin perutnya yang mulai kram, sementara Jihyun kesel, empet. Cihhh~ pengen rasanya Jihyun nyeburin si cadel rese ke laut.

Liat aja lu Oh Sehun. Sekali lagi lu ngecengin gua. Bakal gua ceburin lu kelaut—

…kalau bisa.

Kalimat terakhirnya ngenes banget ya. Sabar, Hyun. Gua doain suatu saat nanti niat lu tercapai. Eehh?

Disamping Jihyun ternyata ada Chaeri yang mulutnya gatal mau ikutan nimbrung. Daritadi Chaeri angkat tangan terus diturunin lagi. Maksudnya sih mau menginterupsi pertikaian Jihyun-Sehun, tapi kok kesannya kayak anak SD mau nanya ke pak guru ya?

“Emangnya kalau pendek pasti gak bisa berenang, ya?” Tanya Chaeri pada akhirnya.

Sehun bertopang dada terus jawab dengan yakin, “Pasti dong.” Chaeri mangut-mangut seakan-akan dia ngerti. Padahal author kagak yakin tuh anak ngerti.

“Terus-terus kalau gak bisa berenang berarti dia pendek dong?” Tanya Chaeri lagi. Nih anak ya, kok tiba-tiba jadi kepo gini? *CR: Sabar, thor. Gua lagi bingung nih.* Serah lu lah, Ri. Serah lu. Bebas.

“Ya iya dong.” Jawab Sehun santai. Sementara Chaeri makin bingung. Mukanya ditekuk ampe gak berbentuk (thor…) eehh, maksudnya makin absurd mukanya. Terus tiba-tiba dia gigit-gigit jari telunjuknya dan mandangin Chen kayak kucing kelaparan yang belum makan 3 bulan.

“Gawat.” Ujarnya panik. Sementara Chen bingung, kok Chaeri jadi panik kayak gini?

“Emang kenapa Chaeri?”

“Gua pendek.” GUBRAK, semuanya ngakak sampai bungkuk-bungkuk. Ya elah, Ri. Gak gitu juga kali.

Disamping Chaeri, Chen ketawa kenceng terus tangannya bergerak buat ngelus kepala Chaeri lembut. “Chaeri, lu itu lucu banget ya. Gemes banget.”

Chaeri speechless. Ya ampun, mimpi apa gua semalam? Kenapa hari ini gua beruntung banget? Tidur gratis dibahu Chen, terus sekarang dielus gini sama Chen. Ya ampun, kaki gua gemetar. Pingsan boleh, gak? Batin Chaeri gak jelas.

Sementara diujung sana Baekhyun yang udah galau sejak tadi jadi makin galau. Manyunnya jadi nambah 5 senti. Mulutnya jadi kayak beBaek deh. Iihh, gemes, pengen dicakar-cakar. (thor…)

Sedangkan Gyuri ngusap-ngusap dadanya lega. Gyuri lega dia belum ngasih tau kesiapapun kalau dia gak bisa berenang, alasannya ‘Untung belum ada yang tau gua kagak bisa berenang, kalau gak, ketahuan dong kalau gua pendek. Cihh~’

Ya ampun, Gyu. Gua kira lu udah paling waras, ternyata sama aja. Gua kecewa sama lu. Kecewa berat. Kita putus. #GR: Gak usah banyak bacot, thor. Lanjut!

Akhirnya mereka pun sepakat untuk membagi diri menjadi 3 kelompok. Kelompok pertama dipimpin Suho dengan asistennya siapa lagi kalau bukan Jihyun, terus diikuti sama Xiumin, Sehun, Yong Mi, Luhan. Sementara kelompok kedua dipimpin sama Chen terus diikuti Chaeri, Baekhyun, Kai, Saeri dan … Gyuri.

Gyuri? Iya Gyuri. Kok tumben dia gak sekelompok sama Chanyeol? Alasannya simple, dia masih kesel, masih cemburu. Jadi dia kagak mau sekelompok sama Chanyeol. Yang sabar ya Gyuri. Badai pasti berlalu.

Sedangkan Chanyeol, Sora, Kris, Lay, DO, dan Tao berada dikelompok ketiga.

Ya ampun, kok pakai acara pembagian kelompok si? Kayak lagi tour sekolah aja. *JH: biarin, suka-suka kita lah, thor.* Kok cast di FF ini pada sensi ya sama author? Huwaaaa… author sedih. Nangis dipelukan Chen. Eehh?

Balik lagi ke TKP, situasi dikelompok satu masih adem. Jihyun seperti biasa masih carper sama Suho, Sehun masih ngecengin Jihyun, sementara Yong Mi akting pingsan lagi dihadapan Sehun. Sedangkan Xiumin sama Luhan malah main bola ditepian. Hati-hati nak, nanti jatuh.

Sementara dikelompok dua, masih ada dua orang galau, siapa lagi kalau bukan Baekhyun sama Gyuri. Baekhyun masih cemburu ngeliat kedekatan Chaeri sama Chen, sedangkan Gyuri masih kesel. Ceritanya mau menghindar dari Chanyeol. Tapi kok malah kayak gini? Gara-gara Baekhyun di kelompok dua, Chanyeol sama rombongannya malah jadi ikutan nimbrung di kelompok dua. Akhirnya kelompok dua dan tiga pun bersatu seperti slogan EXO, We are One. Eehh?

Eonnie, kok mukanya masam gitu? Ada masalah? Ato itu bawaan dari lahir?” Chaeri nanya, khawatir tapi bikin nyesek. Gyuri yang galau jadi makin galau. Kok bisa gua dapet teman kayak gini?

Dicuekin lagi sama Gyuri, Chaeri memutuskan buat cuekin balik. Akhirnya dia pergi ninggalin Gyuri yang lagi ngeliatin Chayeol sama Sora mesra-mesraan.

Sementara yang lain cuman jadi penggembira saja. Ada yang ikutan main bola sama Luhan dan Xiumin, ada yang mancing, ada yang berjemur, lumayan matahari lagi terik, terus ada juga yang kentut. Ya mereka menghabiskan waktu 3 jam dengan berbagai cara. Yang ujung agak gak enak dibaca ya. Tapi emang ada yang kentut kok, untung gak bau. Kalau bau nanti semuanya pada pingsan lagi. Jadi ingat gas beracun Sehun.

Akhirnya setelah saling ngentut-ngentutin perjalanan 3 jam mereka dikapal, mereka sampai di kampung halaman Gyuri tercinta. “Jeju, i’m coming.” Sorak mereka semua kenceng minus Gyuri yang malah keliatan gak seneng balik ke kampung halamannya.

Enggak tau kenapa, gua ngerasa sesuatu yang buruk bakal terjadi. Gua bukan peramal, gua cuma Jang Gyuri. Tapi percaya deh ama gua, pasti bakal terjadi sesuatu.

Tepat setelah Gyuri mengatakan itu dalam hati, tiba-tiba ada dua motor bebek yang nyelip van mereka, terus dua motor bebek itu berhenti tepat dihadapan mereka sehingga van mereka pun berhenti mendadak dengan sangat tak elit. Akibatnya Jihyun yang lupa pakai sabuk pengaman pun harus merasakan ciuman maut dari kaca van Suho yang aduhai dingin pakai banget.

Eonnie gak kenapa-napa?” tanya Chaeri dengan nada khawatir, sementara Jihyun langsung nyembunyiin mukanya, malu cuyyy. Masa iya, dia bertingkah derp kayak gitu dihadapan Suho. Mau simpan dimana muka Jihyun? Dijamban?

Tengsin gila, akhirnya Jihyun menghela nafas panjang sambil menatap 2 motor bebek didepannya murka.

Awas lu, gak bakal gua ampuni lu yang udah jatuhin harga diri gua dihadapan Suho. Awas lu, gua santet lu. Eehh? Jihyun, kok main santet sih? Author jadi takut.

Ssttt~ diam, thor. Itu Cuma ngancam. Mana berani gua main santet-santetan. Kalo sate-satean baru gua berani. Enak juga tuh. Jadi laper.

Jihyun keluar dari mobil diikuti dengan yang lain satu persatu. Mereka berdiri memanjang seakan-akan lagi mau ngedemo BBM yang naik.

Ada 2 motor dihadapan mereka, tapi didepan ada 3 orang. Mungkin yang 1 gak bermodal kali jadi nebeng temannya. Mungkin saja.

“Eehh, lu—“ baru aja mau ngomong, Jihyun udah speechless aja liat 2 orang yang tiba-tiba buka helmnya, terus ngibas-ngibasin rambutnya pelan. Pakai acara di slow motion lagi. Terus ada kakek-kakek gaul yang kurang kerjaan muter lagu Almost Paradisenya T-Max. Alhasil mereka berdua kelihatan jadi keren pakai banget.

Bahkan GU aja yang biasa jaim jadi mangap-mangap kayak ikan Lohan. Sementara Chaeri malah sibuk nyariin kakek-kakek gaul, ceritanya dia mau nge-request lagu favoritnya. Lagu Cinta satu malam. -.-

Gyuri? Kemana anak satu itu? Dia ketinggalan. Setelah bertahan lebih dari 9 jam, setelah ngebatin gak jelas tadi, setalah merasa sesuatu yang buruk bakal terjadi, akhirnya anak itu capek dan mutusin buat tidur. Tapi pas kakek-kakek gaul itu muter lagu, Gyuri secara tiba-tiba membuka mata secara kasar, terus “Sialan, kagak bisa tidur gua.”

Akhirnya dia memutuskan untuk turun, soalnya yang lain pada berdiri diluar. Berharap bakal ada kerusuhan yang terjadi, Gyuri berusaha nyelip buat bisa berdiri paling depan. Tapi apa daya, didepannya ada Tao sama Kris, yang tinggi pakai banget, terus disamping lagi ada Chanyeol yang  lagi dikesalin sama Gyuri. Tak ada cara lain, akhirnya Gyuri cuma bisa berdiam diri sambil berdoa supaya Tao sama Kris capek terus pergi, terus Chanyeol juga geser dikit.

Sementara itu Chaeri yang udah minta kakek-kakek gaul ganti lagu pun akhirnya bertanya dengan nada bingung, “Nuguseyo?” Daritadi kek.

2 orang didepan cuma saling natap sambil tersenyum kecil sementara kakinya secara perlahan berjalan mendekat. Lelaki yang rambutnya berwarna coklat berhenti tepat dihadapan Chaeri, terus bilang, “Seoul?” tangannya dimasukkan kedalam saku, sedangkan kakinya berjalan mundur. Tapi sial, pas ada batu disana, akhirnya kakinya tersandung dan si coklat itu terjatuh.

Jihyun ngakak, Chaeri ngakak, Suho senyum dikit, Chanyeol ngakak kenceng, semua ngakak terkecuali Gyuri yang gak ngerti apa-apa.

Si rambut hitam teman rambut coklat (ribet banget bilangnya) langsung cepet-cepet nolongin temannya sambil bilang, “Malu-maluin aja kamu.” Setalah itu mereka berdua cepat-cepat menghampiri motornya dan kembali bergabung dengan temannya.

Dalem hati, Chaeri kembali mencatat, pokoknya harus minta traktir sama si rambut hitam.

Sementara 1 orang lagi yang masih anteng duduk di motornya pun sedikit bergerak terus turun dari motornya. “Hoy Seoul.” Ujarnya tanpa melepaskan helmnya sama sekali.

Tangannya bergerak menunjuk kearah Jihyun selaku orang yang berdiri paling depan, lalu dia dengan keras berkata, “Wah~ kalian dengar aksen Seoulnya? Mereka benar-benar dari Seoul.”

Jihyun bingung, nih anak maunya apa sih? Ngomongnya aneh, udah gitu helmnya gak mau dilepas lagi. Cihhh~ bikin gemes aja. Eehh?

Si helm itu berbalik lagi, terus dia melepaskan helmnya dan ngibas-ngibasin rambutnya kayak 2 temannya tadi. Namanya bukan si helm lagi dong, kan udah gak ada helmnya. Terus emang penting ya diomongin? Kagak, kan? Ya udah, lanjut. Secara ajaib namun sangat diharapkan, lagu Almost Paradisenya T-Max kembali terdengar.

“Kalian mau lewat?” ujarnya tanpa berbalik, sementara 2 temannya saling menatap sambil tersenyum penuh arti.

Jihyun sama Chaeri saling liat, mereka bingung. Niat mereka baik kan datang ke Jeju? Lalu kenapa harus ketemu orang yang kayak gini? Ini takdir kalian.

Si helm yang sekarang udah gak pakai helm pun sedikit berbalik sehinmgga wajahnya sedikit terlihat, lalu dia tersenyum kecil dan bilang, “Kalau mau lewat, langkahi dulu…” si helm sengaja mengantung ucapannya, ceritanya sih biar lebih mendramatisir gitu, tapi yang ada bukannya mendramatisir, dia malah ngebuat Jihyun makin bingung.

“…kami.” ujarnya pada akhirnya. Sementara dalam hati Gyuri kembali berkata, udah gua bilang. Pasti bakal terjadi sesuatu. Percaya deh sama gua.

Gimana nasib para main cast kita diperjalanannya menuju kampung halaman Gyuri? Siapakah ketiga orang absurd yang tiba-tiba muncul bagaikan suatu musibah? Bisakah Jihyun menbuat kasih tak sampainya pada Suho berakhir indah? Akankah Chanyeol dan Sora bersatu sehingga Gyuri bunuh diri? Apakah Chaeri menyadari kehadiran Baekhyun ditengah api asmaranya yang sedang memuncak? Semuanya akan terjawab di chapter selanjutnya, hehe…

Untuk kesekian kalinya epep ini harus berakhir dengan sangat absurd =.= thanks  buat para readers yang udah nunggu epep ini dan thanks buat reader yang bersedia baca epep aburd bin hancur ini, hehe…

With love,

Han Yoo Na & Seo Yu Ri

6 thoughts on “Be Idol-Chapter 5: Long Trip to Jeju

  1. Ping-balik: Be Idol-Chapter 6: First Day in Jeju | EXO Fanfiction World

  2. CERITANYA TAMBAH KEREN #hebring
    gila authornya tmbah absurd #digebukin author
    lanjut thor..
    penasaran sama nasip trio kwek-kwek..

  3. KEREN THOR KEREN!!!
    APA KABAR THOR??
    Gile.. siapa tuh 3 cowoknya? bikin penasaran amat sih thor..
    Aku tunggu ya thor!!
    LANJOOT!!

  4. UWAHHHHHHHH AUTHORNIM PENASARAN PAKE BANGET NGET NGET!!!
    siapa 3 cowok td kenapa wece2 itu pada mangap??krn terlalu ganteng kah ato karena kebalikan dari ganteng???*ribetbgtbahsanya bilang aja jelek*
    pokoknya ditunggu jgn lama2 ya thor
    #buingbuing
    HWAITING!!!
    pokoknya penasaran

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s