Posted in EXO-K, EXO-M, Fanfiction, Fantasy, fluff, MULTICHAPTER, nintiyasstory, Romance, SCHOOL LIFE

Vampires vs Wolves #3 [Runaway]

Vampire vs Wolf

Tittle : Vampires vs Wolves

Subtitle : #2 – Runaway

Author : Nintiyas

Main Cast :

  • Ahreum T-ara as Lee Ahreum
  • Exo-K as Vampires
  • Exo-M as Wolves

Other Cast :

  • Dasom Sistar as Kim Dasom

Genre : School Life, Fantasy, Fluff, Romance.

Length : Multichapter

Rating : PG-15, T

Disclaimer : WARNING! This is my story, my imagine also my fantasy ^^ BEWARE!! I Don’t Like COPYCAT ^_^

List : Teaser  ││ Chapter 1 ││ Chapter 2

A/N : So sorry, it’s so late late late post T^T Im so bussy enough, Heol! at, least. pls, don’t be bored with my story ^^

Summary : Menjalani kehidupan yang menyenangkan dan bahagia dengan potret keluarga yang harmonis dan utuh. Itulah cita-cita sederhana dari seorang gadis remaja yang terlalu naif untuk mengetahui bahwa kenyataan dan hukum alam lebih pahit dibanding dengan penalarannya dalam hidup. Menjadi putri dan cucu satu-satunya dari keluarga Lee yang notabene adalah keluarga yang berkecukupan dalam hal materi. Tak pernah membuat ahreum merasa semua lebih baik. Bahkan, dirinya hidup dengan latar belakang semua gunjingan dari para warga disekitar rumahnya. Entah itu tentang sang Harabeoji, sang Appa, tentang status sang Eomma, sampai kasus manusia vampire juga manusia serigala yang dekat dengan sang harabeoji dan sang appa. Lanjut Membaca→

———-

 

“Mereka telah tiba, hyung. Para berengsek itu telah mengetahui keberadaan kita. Terlebih lagi mereka telah mengetahui keberadaan nona muda. Maafkan kami hyung, kami tak bisa mengelabui mereka.” Jelas Kai sedatar mungkin guna menutupi kepanikannya didepan Ahreum.

“Kalau begitu kita harus-,”

 

 

Kriieeeekkkk cklek!

 

 

Suara kayu tua yang terbuka. Membuat perhatian tujuh pasang mata. Tak terkecuali Ahreum. Memfokuskan pandangan mereka kearah suara itu.

 

 

 

-Vampires vs Wolves-

 

Ahreum meronta-ronta diatas bahu Kai. Dia bahkan sudah menangis tersedu-sedu. Ahreum merasa telah salah menilai Suho, Baekhyun, D.O, Chanyeol, Kai dan Sehun itu. Mereka berenam telah membawa Ahreum kabur dari rumahnya sendiri.

“YAK!! TURUNKAN hiks hiks TURUNKAN AKU, BABO!!! AKU MEMBENCIMU KAI-SSI!! AKU MEMBENCI KALI-,” Rajukannya tercekat ketika suara parau Baekhyun terdengar mencoba menenangkannya. “Ulljimayo, manis. Nona muda Ahreum, jangan seperti ini. Kumohon percayalah pada kami.” Bujuknya ditengah nafasnya yang terengah-engah karena berlari.

“Wae? Wae? Waeyo!!!! Kenapa kalian membawaku kabur?” Tanya Ahreum tanpa mengurangi segukannya. “Mengertilah, nona muda. Siapapun yang membuka pintu rumahmu tadi? Dia adalah orang jahat yang tak segan membunuhmu.” Kini giliran D.O yang angkat suara. Mereka bertujuh. Termasuk Ahreum yang berada diatas bahu Kai. Terus berlari dan berlari, entah kemana tujuan mereka, Ahreum juga tak tahu pasti. Namun, penjelasan D.O dan Baekhyun tadi sedikit membuatnya merasa tenang dan kembali berspekulasi bahwa mereka berenam memang orang baik.

-Vampires vs Wolves-

 

 

 

 

-Ahreum’s House-

 

Seorang wanita dengan kulit sedikit kusut dan warna rambut yang telah beberapa memutih itu, terlihat terduduk lemas dilantai sambil menangis memeluk bingkai foto Ahreum. Bingkai foto Ahreum? Ah, ternyata itu Jung ajjhuma. Dia menangisi Ahreum yang kini telah menghilang entah kemana.

“Ajjhuma, apa nona muda benar-benar tak mempunyai teman? Beberapa teman mungkin?” Tanya suara yang sangat mirip dengan suara Kai. Suara yang teramat berat namun terdengar seksi. “Anniya, uri Ahreum-ah tidak mempunyai teman sama sekali. Bagaimana mungkin dia mempunyai teman jika latar belakangnya saja dipenuhi kisah mistis dan takhayul seperti itu.” Jelas Jung ajjhuma ditengah isakannya. “Kami bukan takhayul, Ajjhuma.” Protes namja dengan mata pandanya. “Kris, ini bau mereka. Aku bahkan bisa merasakannya meski telah bertahun-tahun lamanya tak mencabik daging mereka.” Ujar namja cantik dengan tatapan penuh amarah pada Kris. Si empu suara berat tadi.

Kris hanya mengangguk sekilas. Ia bahkan kembali menelusuri tiap sudut rumah itu. Sampai akhirnya, pandangannya berhenti tepat di foto Ahreum yang tengah tersenyum dan duduk diantara Haraboeji dan Appanya. Kris mengulas senyumnya walau hanya sekilas. Ia merasa bahwa Ahreum adalah yeoja paling beruntung didunia. Karena Ahreum bisa bertemu dengan Kris.

“Maafkan aku, ini semua salahku. Harusnya aku menuruti perintah tuan besar Lee, untuk mengabari kalian tempat tinggal kami disaat Ahreum berusia 15 tahun. Dan, aku telah terlambat 2 tahun untuk melakukannya. Sekarang aku harus kehilangan Ahreum. ANDWAE!” rutuk Jung ajjhuma masih dengan memeluk bingkai foto Ahreum. “Anniya, ajjhuma kami pasti bisa menemukannya. Gokjongmalyo.” Hibur Luhan. Namja cantik diantara keenam wolves. “Jjinjayo? Geundae, eottaeyo? Bagaimana caranya kalian bisa menemukan nona muda Ahreum?” Selidik Jung ajjhuma. Kini ia berhenti menangis bahkan, kini Jung ajjhuma beranjak dari duduknya untuk berdiri menghadap Luhan.

“Kami pasti menemukannya. Apakah disekitar daerah mokpo ini terdapat hutan, ajjhuma?” Tanya Luhan datar. Jung ajjhuma mengangguk sekilas. “BINGO!! sudah kuduga mereka bersembunyi disana, pasti.” Tukas Luhan dengan tatapan puasnya. “Seperti kisah lama kan, hyung.” Timpal namja berlesung pipi. “Uh, seperti kisah lama, Lay. Hahahaha” ujar Luhan pada namja berlesung pipi. Yang ternyata Lay itu.

Tanpa berkata sepatahpun, mereka berenam. Para wolves. Pergi meninggalkan Jung ajjhuma. Mereka berpesan untuk tidak keluar dari dalam rumah dan tetap selalu waspada. Terlebih lagi jika, mungkin saja Ahreum kembali pulang kerumah.

“Hyung, kenapa kita tidak menanyakan letak hutannya pada Jung ajjhuma?” Tanya Lay pada Kris.

“Ah, Lay gege, kau ini sangat polos ne?” Timpal Tao mengejek.

“Mwo?” Sahut Lay linglung. “Tidak akan ada tantangannya jika kita menemukan para penghisap darah terkutuk itu tanpa perjuangan terlebih dulu, Lay.” Kini si namja berpipi tembam yang menyahuti percakapan Lay dan Tao. “Sudahlah! Hentikan gurauanmu Tao. Kita harus bergegas. Biar bagaimanapun kita tak boleh membiarkan ‘mereka’ terlalu lama bersama.” Kini namja yang sedari tadi diam, ikut angkat suara. “Uh, arraseo. Chen hyung.” Timpal Tao datar.

Mereka berjalan dan terus berjalan, menyusuri tiap-tiap jalan di kota Mokpo. Mereka juga tak mau, kalau sampai Ahreum menjadi makin akrab dengan para vampires.

-Vampires vs Wolves-

 

 

 

-At Vampires’s House-

 

Setelah berlari cukup lama ㅡbagi Ahreum. Kini, Kai menurunkan Ahreum dari bahunya.

“Cha! Selamat datang dirumah kami.” Sambut Suho dengan senyuman lepasnya. Ahreum sedikit mengusap kelopak matanya kasar.

“Heol!! Ini rumah kalian? Jjinja?” Tanya Ahreum memastikan. Ahreum benar-benar terkejut dengan semua itu. Bagaimana tidak? Jika dia sekarang tengah berdiri didepan rumah bergaya ala eropa lengkap dengan lantai dua dan sebuah garasi yang cukup besar ㅡsetidaknya itulah penilaian Ahreum dari luar.

“Geundae, kenapa kalian tinggal ditengah hutan seperti ini?” Tanya Ahreum kembali. Kini ia berjalan mengekor Suho dan D.O yang lainnya juga kini mengekor dibelakang Ahreum. “Hutan lebih membuat kami nyaman, nona.” Jawab Suho datar. Terlebih lagi, disini cahaya matahari tidak bisa menembus.” Timpal Sehun. Ahreum mengangguk-ria menyahuti jawaban Suho dan Sehun.

“Silahkan masuk, nona muda.” Ujar D.O yang sudah masuk mendahului.

Benar saja tebakan Ahreum. Isi rumah ini tak jauh beda dari penggambarannya diluar tadi. Tepat disebelah kiri pintu masuk. Terdapat lukisan David Vanhough yang amat terkenal dengan kerumitannya menyampaikan pesan itu. Terlebih lagi sejauh mata Ahreum memandang, tiap dinding dihiasi dengan lukisan.

“Apa kalian suka dengan lukisan? Omo! Kalian suka benda-benda kuno, huh?” Ujar Ahreum sambil berlari menuju salah satu benda ㅡyang menurutnya kuno. “Ne? Uh, Baekhyun yang mengoleksi lukisan itu. Dia pengamat seni yang hebat.” Ucap Chanyeol ㅡyang terdengar memuji Baekhyun. “Uhm, jjinja?” Sahut Ahreum. “Dan lagi, untuk benda kuno itu? Itu bukanlah benda kuno, nona muda.” Sambung Chanyeol.

Ahreum benar-benar merasa risih dan geli. Mendengar keenam namja itu sedari tadi memangil dirinya ‘nona muda’. Sontak saja, ia langsung berbalik badan menghadap keenamnya yang sedang berdiri berurutan menyamping.

“YAK! KALIAN SEMUA! bisakah kalian berhenti memanggilku ‘nona muda’ itu amat membuatku geli, mendengarnya.” Protes Ahreum lengkap dengan gerak tangannya yang menunjuk keenamnya.

Satu detik

Dua detik

Tiga detik…

“Puuaahahahahahaha”

Tawa keenamnya pecah seketika mendengar protes Ahreum.

“HEOL!! APA ADA YANG LUCU?” Timpal Ahreum dengan death glare dan poutnya. “Aigooo, uri nona muda neomu kyeopta.” Sempat-sempatnya Chanyeol mengucapkan itu ditengah situasi yang seperti ini. Semuanya membelalakan mata mengarah Chanyeol seolah berkata -Ya!-neo-babo-kau-pasti-mati-ditangan-nona-muda-Ahreum.

Ahreum mengangkat sebelah alisnya sambil berjalan mendekati Chanyeol. Sungguh, Ahreum bersumpah. Bahwa ia, mendengar detak jantung Chanyeol berdetak kencang ditiap langkahnya mendekatinya.

‘Ddddeepppp’

Sedetik kemudian, Ahreum memeluk Chanyeol. Meskipun ia kesusahan memeluk Chanyeol. Tentu saja karena badan Chanyeol yang lebih tinggi. Tapi, Ahreum tetap berusaha memeluk seluruh tubuh Chanyeol.

“Aigooo, gomawoyo Chanyeol-ssi. Kau selalu bisa membuat perasaan hatiku lebih tenang.” puji Ahreum tetap memeluk Chanyeol.

“Ah!! Ahreum-ah, lihat aku sudah tidak memanggilmu ‘nona muda’ kan? Ppaliwa!! Beri aku pelukan hangatmu juga.” Racau Sehun lengkap dengn puppy eyesnya pada Ahreum. Ahreum hanya terkekeh ringan menyahuti kelakuan Sehun. Dia juga hanya mengacak rambut Sehun sekilas. “Ah, matta! Saat dipantai tadi pagi. Kenapa kulit Chanyeol dan Sehun bersinar? Anni, kurasa kulit kalian semua memancarkan sinar seperti berlian.” Tanya Ahreum datar. Ia berjalan mendekati tangga, kemudian duduk di anak tangga pertama.

“Itu.. em..” Suho bingung mencari urutan kalimat yang benar untuk menjawab pertanyaan Ahreum. Ini tak sesuai prediksinya, harusnya mereka memberitahu pada Ahreum bahwa mereka adalah Vampires jika mereka sudah akrab satu sama lain.

“Karena kami adalah Vampires.” jawab Kai datar, dia juga berjalan menghampiri Ahreum. Kemudia duduk bersebelahan. “Ne? Vam- apa Kai?” Ujar Ahreum memastikan bahwa telinganya masih normal untuk dapat mendengar kata ‘vampires’ dari mulut Kai.

“Ahreum-ah! Apakah kau tidak ingin mandi? Uh, matta! Mandilah, lalu aku akan mengganti perban dikakimu.” Sahut Baekhyun, mengalihkan pertanyaan Ahreum. Kai mendengus kesal mendengar ucapan Baekhyun. Ia merasa, sudah waktunya Ahreum tahu siapa diri mereka yang sebenarnya.

-Vampires vs Wolves-

 

 

Ahreum beranjak kelantai dua, untuk mandi. Seharian ini dia belum, dia benar-benar merasa lelah dan penat yang menempel ditubuhnya harus segera dibersihkan. Terlebih lagi, ia masih memakai piyamanya.

Sementara itu, masih dilantai satu. Para vampires melancarkan tatapan membunuh mereka pada Kai.

“Mwoya? Kenapa kau seperti ini?” Hardik Baekhyun. “Geurom, hyung! Eottaeyo, kalau nona muda Ahreum malah menjauh dari kita?” Giliran Sehun melancarkan protesnya.

“Uhm, matta, Kai-ah. Harusnya kau bisa lebih berhati-hati menjaga perkataanmu.” Sahut Chanyeol yang bersandar di dinding dekat pintu masuk. “Kalau begitu, kita harus mencari tahu apa reaksi Ahreum, jika mengetahui identitas kita yang sesungguhnya.” Jawab Kai datar. Ia bahkan terlihat ‘cool’ disaat seperti ini.

“Heol! Hyung! Shirreo!! Aku tidak mau kehilangan nona muda. Aku sudah mulai nyaman dengan kehadirannya dikehidupan kita.” Tolak Sehun mentah-mentah.

“Jeogi! Kalian, bisakah pelankan suara kalian sedikit? Untuk saat Ini, sebaiknya kita berikan ketenangan batin untuk Ahreum. Dia sudah mengalami banyak kesulitan hari ini, dan itu semua karena kebodohan kita.” Tegas Suho. Dia terlihat amat beribawa ditiap pengucapan katanya. Kai, Chanyeol dan Sehun terlihat mengangguk sekilas mendengar ucapan Suho.

“Baekkie-ah~ neo eoddiga?” Tanya D.O yang tengah memergoki Baekhyun mengendap-endap naik kelantai dua. Empat pasang mata lainnya, mengikuti arah ucapan D.O.

“Hyung!!!! Sseolma!! Apa kau mau mengintip Ahreum?” Selidik Sehun. “Ehm, uhm.. jeogi.. ige.. anniya!! Aku hanya ingin memeriksa keadaan Ahreum. Karena sudah hampir 15 menit dia tidak keluar kamar mandi.” Elak Baekhyun dengan senyuman paniknya.

“Yeorobun! Ehm, ini milik siapa? Maaf, aku mengenakannya tanpa seijin kalian.” Ucap suara manis, mengalihkan tatapan membunuh pada Baekhyun sekaligus mengubah tatapan membunuh itu menjadi tatapan -oh-god!-yeoja-ini-amat-cantik!-kumohon-berikan-aku-sedikit-nafas-agar-dapat-tetap-melihatnya.

Ya, suara manis itu adalah Ahreum. Rupanya ia telah selesai mandi. Ia bahkan, turun menghampiri para vampires dengan memakai sweater rajut warna baby blue yang panjangnya hanya selutut.

Sweater rajut itu membuat paha mulus dan seputih susu milik Ahreum terekspos bebas.

Chanyeol tak henti-hentinya mengerjapkan mata. Sementara D.O sudah menyemburkan semburat merah dipipinya. Baekhyun bahkan hampir jatuh dari tangga, melihat penampilan Ahreum. Terlebih lagi Suho yang mencoba menutup kedua mata Sehun agar tidak melihat paha Ahreum. Dan, jangan tanyakan Kai. Karena, apapun yang terjadi. Tatapan siap menghisapnya tetap terpampang jelas disana.

“Apa ada yang salah?” Tanya Ahreum sambil menggaruk tengkuknya yang diyakini tak gatal sama sekali.

“Anniyo!” Ucap keenamnya bersamaan.

-Vampires vs Wolves-

 

 

 

“Cha! Perbanmu sudah kuganti.” Tukas Baekhyun. Dia kemudian beranjak dari samping Ahreum.

“Nona mud-, Anni! Maksudku, Ahreum-ah bagaimana? Apa rumah kami nyaman bagimu?” Tanya Sehun tiba-tiba yang entah muncul darimana.

“Uh, ini sangat nyaman. Tapi, kenapa hanya ada dua kamar? Dan juga, Sehun-ah kenapa tidak ada dapur dirumah ini?”

“Oh, itu. Itu karena.. em, karena. Ah, matta! Ini sudah malam. Sebaiknya kau tidur.” Lagi-lagi Ahreum merasa mereka berenam menyembunyikan sesuatu. “Ehm, geuraeyo. Jjaljayo, Sehun-ah.” Pamit Ahreum.

Ahreum beranjak kelantai dua, untuk tidur. Dia membuka pintu kamar perlahan.

“Uh, Suho-ssi?” Kagetnya mendapati Suho berada didalam kamarnya ㅡsetidaknya untuk saat ini, itu menjadi kamar Ahreum. Bukan.

“Ahreum-ah, gwenchana. Aku hanya merapikan selimut untukmu. Ah, malam ini tidurlah yang nyenyak ne.” Timpal Suho yang tengah selesai dengan aktivitasnya. “Ne, Suho-ssi. Jjalja.” Ucap Ahreum ketika Suho pergi dan menutup pintu.

“Malaikat barat, malaikat timur, malaikat selatan dan malaikat utara. Hari ini menyenangkan, aku tertawa amat banyak hari ini. Semoga besok makin dipenuhi tawa dan kesenangan. Amin” doanya seraya bersujud menghadap jendela kamarnya.

Ia segera naik ke ranjang yang empuk dan hangat itu. Seperti biasa, ia menyelimuti dirinya hingga menyisahkan ujung kepalnya. Tak butuh waktu lama bagi Ahreum, untuk terlelap.

-Vampires vs Wolves-

 

 

 

“SERAHKAN NONA MUDA SEKARANG JUGA!!”

“MWORAGO?”

“NEO!! MAKHLUK PENGHISAP DARAH TAK BERMORAL! KEMBALIKAN NONA MUDA KAMI!”

“CIH! DASAR ANJING INGUSAN! ASAL KAU TAHU SAJA, TN. LEE SON HYUN. AYAH NONA MUDA TELAH MENITIPKAN NONA MUDA PADA KAMI.”

Ahreum terpaksa harus bangun dari tidurnya. Ia mengusap sekilas kelopak matanya. Ah, ini sudah pagi. Tapi, ada apa ini? Bingungnya dalam hati. Kenapa ribut sekali dibawah. Anniya, lebih tepatnya keributan ini berasal dari luar rumah.

Ia beranjak dari tempat tidur, sekilas ia melihat dari jendela kamarnya. Ada 12 namja. Dimana 6 diantaranya sangat ia kenal. Mereka seperti sedang berbincang. Anni, tatapan mereka seperti hendak membunuh satu sama lain.

Ahreum tak ingin dibodohi oleh penglihatannya. Ia memutuskan untuk turun kebawah dan keluar untuk memeriksa keadaan sebenarnya.

“KALIAN KERAS KEPALA! KALIAN YANG MEMILIH INI!!” teriak seorang namja.

“MWO? JJINJA! PERGILAH! KAMI TAK MAU MEMBUAT NONA MUDA AHREUM TERGANGGU DENGAN KEDATANGAN KALIAN!!” kali ini Ahreum mendengar suara Kai tengah berteriak entah pada siapa.

“GEURAE! KALIAN MEMANG BERENGSEK! DARI AWAL KALIAN MEMANG TAK PERNAH MAU MELAKUKAN SEGALA SESUATU DENGAN DAMAI. OKE, JIKA BERTARUNG SAMPAI MATI YANG KALIAN INGINKAN. AYO! KITA LAKUKAN SEKARANG JUGA!!” lagi-lagi teriakan dan teriakan yang Ahreum dengar. Sedetik kemudian suara baku hantam terdengar.

Cukup!

Geumanhae!

Ia berlari, dan mendorong pintu rumah sekuat yang ia bisa. Bahkan telapak kakinya yang diperban kembali mengeluarkan darah. Walau tak banyak.

‘Bbaakkk’

Ahreum melihat, Sehun dilemparkan oleh seekor anjing yang amat besar. Anni, ini lebih mirip serigala. Ucapnya dalam hati.

‘Bruaaaaakkk jeeddaaakk’

Kali ini, Ahreum melihat Kai dihempaskan sampai menabrak pohon debelakang Ahreum.

“Geumanhae!!”

Nihil. Mereka masih saja bertarung.

“Ige geumanhae!!”

“YAK!! IGE GEUMANHAERA!!!!! HIKS HIKS”

Dua belas pasang mata tertuju pada suara yang terdengar amat dipaksakan untuk berteriak. Mereka memandang intens kearah Ahreum.

‘Braak’

Ahreum tergeletak tak sadarkan diri dihapadan kedua belas namja itu. Entah karena bekas luka ditelapak kakinya, atau karena Ahreum benar-benar kelelahan.

“NONA MUDA!!” Panik kedua belasnya.

-TBC-

Iklan

Penulis:

Im just a simple girl who have a million fantasy and imagination. Let's come closer and check it out what I have, and become my Friends here ^^ Remember! my imagination, fantasy even my dream is not FREE!!! so do not forget to leave COMMENT ^O^ Gomawo~

46 thoughts on “Vampires vs Wolves #3 [Runaway]

  1. Ahreum jd rebutan 12 cwok2 tampan wuhuuuuu asiiiiikkk…
    Byk misteri ni siapa Ahreum sbnrnya ,, apa jgn2 dy keturunan Vampire dan Srigala???

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s