Diposkan pada 123adinda, Baek Hyun, Chapter, Comedy, Drama, friendship, Romance, Se Hun

I Will Protect You Hunnie <3 (chapter 2)

Tittle : I WILL PROTECT YOU HUNNIE (Chapter 2)

untitled-21

Author : Dindong L.Kim (@adinda_elements)

Main Cast :

–          OH SEHOON

–          JUNG HYUN KI (OC)

Support Cast :

–          BYUN BAEKHYUN

–          SEO SANG AKH (OC)

–          Akan bertambah sesuai chapternya

Genre : Romance ,Friendships, Comedy, Gaje (Pasti)

Ratting : PG 15

Length : Chaptered

Disclaimer :

THIS FF IS MADE BY DINDONG L.KIM 😀 all cast hanya saya pinjam untuk dijadikan pemeran di FF ini. PLAGIATOR ?? JUST GO AWAY ^_^ AND SILENT READERS ?? IT’S OK, BECAUSE OF YOU, MAYBE I CAN’T CONTINUE TO WRITE THIS FF ^_^ ALUR IS PURE MINE 🙂

Dindong Notes :

Annyeong Haseo,, Dindong here.. saya kembali dengan kelanjutan FF EXO saya *kibar bendera EXO* HUAA~~ gk terasa, ternyata ff ini sudah menginjak chapter 2 ^0^ *tebar bunga bareng baekki*

 

Eumm, chapter ini mungkin terbilang pendek *emang pendek kali ya* soalnya kalau di terusin, bisa – bisa sampe malampun gak bakalan kelar – kelar ffnya -_- dan kebetulan saya paling ngena waktu cut di sini ^0^ sehunnya itu lhoh. Bikin greget TTM *Apaan dah*

So,, happy reading ajha ya ^^

Prologue !! chapter 1

 

Warning : Typo bertebaran (maklum saya juga manusia),, Cerita Gaje,, Alur juga kecepetan ^^ dan juga alurnya ada unsur pemaksaan -_-

-Author POV-

Hyun Ki-a, sepertinya aku mengingat sesuatuujar sehun membuat Hyun Ki menoleh dan menatap kedua bola mata milik sehun lekat, untuk meminta jawaban.

“aku takut tidur sendirian” lanjut sehun. Hyun ki mengernyit, apa ini memang ingatan sehun atau memang namja itu sedang mengada – ngada ? Hyun Kipun kembali menatap bola mata sehun intens, untuk mencari secercah kebohongan. Namun, yang ia dapat hanya tatapan polos dan jujur milik sehun.

“jadi, kau ingin tidur denganku ??” tanya Hyun Ki to the point dan sehunpun langsung menyambut dengan sebuah anggukan, tak lupa senyum manis miliknya merekah dengan sempurna di wajah tampannya. Hyun Ki yang melihat anggukan sehun, langsung mempersilahkan namja itu masuk ke dalam kamarnya.

Setelah berada di dalam kamar Hyun Ki, sehun berdecak kagum melihatnya. Kamar Hyun Ki sebenarnya tidak terlalu besar, tetapi yeoja itu berhasil menghiasnya menjadi lebih cantik.

“kau tidur di kasur. Aku akan tidur di bawah” suara Hyun Ki membuat lamunan sehun tentang betapa indahnya kamar Hyun Ki menjadi buyar. Sehun menatap Hyun Ki heran, kenapa yeoja itu memberikan kasurnya, sementara ia harus tidur dilantai. Dan yang paling hebatnya adalah, yeoja itu baru mengenalnya sekitar 23 jam yang lalu.

“YA.! Kenapa kau melamun. Cepatlah tidur, ini sudah larut” bentak Hyun Ki yang sedang mengambil sebuah kasur santai. Setelah mengambilnya, Hyun Ki langsung membentangkan kasur itu. Untung saja eomma Hyun Ki membelikan 2 selimut untuknya, jadi ia tidak perlu berebut sebuah selimut dengan sehun.

“apa kau yakin tidur di bawah ?? udara malam ini sangat dingin” sehun mengingatkan Hyun Ki. Hyun Ki yang mendengar itu, menghentikan aktifitasnya yang hendak mengambil bantal.

“jadi. Kau ingin apa ?? tidur di bawah ?? bukankah luka yang ada di punggungmu belum sembuh ??” ucap Hyun Ki dan membuat sehun diam. Benar, apa yang dikatakan Hyun Ki, kalau ia tidur di bawah dan tiba – tiba semua luka yang ada di tubuhnya meradang. Siapa yang akan susah ?? pastinya Hyun Ki. Sehunpun mengangguk dan langsung merebahkan badannya di atas kasur single size milik Hyun Ki. Begitupula dengan Hyun Ki yang juga merebahkan dirinya di kasur santainya.

20 menit berlalu, Sehun belum bisa memejamkan matanya. padahal dari tadi, ia sudah membolak balikan badannya supaya ia menjadi lelah dan bisa cepat tidur.

“kau belum tidur ??” suara Hyun Ki membuat sehun menghentikan aktifitasnya.

“belum. Kurasa mataku sedang tidak mau mengkonfirmasi apa yang otakku sugesti” balas sehun sembari menatap langit – langit kamar Hyun Ki

“oh, aku punya sebuah informasi penting untukmu”  ucap Hyun Ki lagi dan sehun hanya membalas dengan menggerakkan badannya membuat sebuah bunyi decitan kayu.

“mulai besok, kita akan bekerja di supermarket yang ada di sebelah terminal Bus. Kurasa, kita bisa membeli sebuah kasur lagi dari gaji pertama dan kuharap, dengan melihat orang – orang yang berbelanja disitu. Kau bisa mengingat tentang masa lalumu” lanjut Hyun Ki dengan suara lemah dan beberapa saat kemudian ia menguap. Menandakan kalau matanya sudah hampir mendekati tombol off.

Sehun yang mendengar itu hanya tersenyum simpul. Senang ? tentu saja ia senang. Karena dengan begitu, ia bisa bertemu dengan keluarga dan orang – orang terdekatnya dahulu. Tapi, dilain sisi ia juga sedih. Kalau ingatannya kembali dan Hyun Ki bukan orang pertama yang ia lihat, besar kemungkinan kalau ia akan melupakan semua kenangan yang telah ia ciptakan bersama Hyun Ki.

Kebimbanganpun melanda sehun, Antara bertemu dengan orang – orang yang ia cintai dahulu atau tetap bersama Hyun Ki ?. sehun frustasi, benar – benar frustasi. Di acak – acaknya rambut blonde miliknya, membuat rambut yang awalnya rapi menjadi berantakan. Sungguh, situasi ini adalah situasi yang paling tidak bisa sehun bayangkan kalau benar – benar menjadi kenyataan.

***

“BUGGG” Sebuah bantal empuk berwarna biru mendarat dengan tidak elitnya tepat di wajah Hyun Ki. Yeoja itupun akhirnya terbangun dari tidur lelapnya, ia tau siapa yang telah melemparkan bantal itu. Siapa lagi kalau bukan OH SEHOON. -_- tak tau kenapa, sehun selalu membangunkan Hyun Ki dengan cara – cara yang tidak normal.

Mulai dari berteriak tepat di telinga Hyun Ki, menyiram Hyun Ki dengan ember, menggelitik sampai melempar bantal ke wajah Hyun Ki. Ingin sekali rasanya Hyun Ki membalas semua perbuatan sehun, tapi apa daya. Setiap Hyun Ki ingin balas dendam, sehun selalu mengeluarkan jurus aegyonya. Membuat Hyun Ki luluh dan tidak jadi balas dendam. Sungguh licik.

“mandilah. Masalah sarapan serahkan saja padaku” lanjut sehun seraya memberikan handuk kepada Hyun Ki. Dengan malas, Hyun Ki berjalan menuju kamar mandi, sehun yang melihat itu hanya tersenyum gemas dan segera pergi menuju dapur untuk memasak.

***

“duduklah. Hari ini aku membuat roti isi” Hyun Ki langsung mengambil tempat duduk yang berhadapan dengan sehun. Diambilnya roti isi yang telah di buat sehun, lalu dimakannya. Begitu pula dengan sehun. Selama acara makan, tak ada yang mengeluarkan suara karena itu memang peraturan Hyun Ki. Setelah makan, Hyun Ki kembali masuk ke kamarnya sementara sehun, ia membersihkan meja tempat mereka makan tadi.

Pada saat sehun sedang asik membersihkan meja, tiba – tiba teriakan Hyun Ki membuat sehun terhenti dan langsung menghampirinya. “ada apa ??” tanya sehun khawatir dari ambang pintu.

Hyun Ki yang menyadari kalau sehun sudah berada di ambang pintu, segera bersuara. “buku matematika ku hilang (T.T) Kang Saem pasti akan menghukumku kalau tidak mengumpulkan tugas”

Sehun berdecak, kenapa yeoja ini begitu pikun ?? bukankah bukunya ada di sofa. Sehunpun hendak memberitahukan letak buku Hyun Ki, namun dilain sisi. Sifat evilnya kembali muncul. “kalau aku membantumu mencari buku itu, apa yang akan kau berikan padaku ??”

Hyun Ki mengernyit. Apakah sehun mengetahui letak bukunya atau memang sehun yang menyembunyikannya ??, tapi Hyun Ki tidak mau berbelit. Sekarang sudah jam 6.30 KST, ia tidak mau terlambat. “apa maumu ??” balasnya dan segera menyandang tas punggungnya.

“aku ingin mengantarmu ke sekolah. Aku bosan selalu di rumah” Hyun Ki mengangguk, seketika itu juga senyum sehun merekah. Dan dengan cepat sehun mengambil buku latihan Hyun Ki.

***

“HUAA, udara pagi memang menyegarkan” sehun yang baru saja keluar dari bis langsung menghirup udara pagi sebanyak – banyaknya. Hyun Ki yang melihat itu hanya geleng – geleng kepala. Kenapa sehun seperti anak kecil ? pikirnya.

“Hun, apa kau benar – benar belum mengingat apapun ??” sehun menoleh dan menatap Hyun Ki seketika itu juga ia menggeleng. Hyun Ki menghela nafasnya, padahal sudah lebih dari 3 minggu sehun di rumahnya tetapi namja itu belum mengingat apapun.

“kalau bisa, aku tidak ingin ingatanku kembali” ungkap sehun.

“kau tidak boleh bicara seperti itu Hun. Bagaimana dengan keluargamu ?? pikirkan ayah dan ibumu Hun, mungkin sekarang mereka sedang mencarimu dan bagaimana kalau kau mempunyai ” Hyun Ki memberi jeda ucapannya. Sungguh, satu kata ini sangat tidak ingin Hyun Ki terima kenyataannya “yeoja chingu ?” lanjutnya, membuat sehun menghentikan langkahnya.

Bukannya menjawab apa yang baru saja di sampaikan Hyun Ki, sehun hanya menatap taman yang ada di sebelahnya dan sesaat kemudian sebuah memory kembali terputar di otaknya. Seperti film memang. Hyun Ki yang melihat hanya heran, apa yang sehun lihat di taman itu ?? tidak ada orang atau hewan disana, yang ada hanya sebuah seluncuran  dan ayunan yang di kelilingi bunga – bunga.

@Sehun Mind or Memory

“Hunnie, ppalliwa. Aku ingin menaiki ayunan itu” ucap seorang yeoja yang membelakangi sehun sembari menunjuk ayunan yang berwarna silver itu. Sehun mengangguk dan langsung mengejar yeoja itu.

Yeoja itu duduk di ayunan berwarna silver dan saat itu juga, sehun mulai mendorong ayunannya. Keduanya sama – sama tertawa lepas seakan tak ada beban di pundak masing – masing.

“aku capek, sekarang giliranmu yang mendorong ayunannya.” Sehun mengeluh sementara yeoja yang sedang berada di ayunan hanya tersenyum.

“Hun” panggil yeoja itu, membuat sehun menghentikan aktifitas mengayunnya dan langsung duduk di ayunan yang berada di samping ayunan yeoja itu.

“aku mencintaimu” lanjut yeoja itu sembari mencium bibir sehun lembut. Sementara sehun, ia hanya menerima perlakuan gadis itu kepadanya. Di dalam hatinya, sehun juga mengatakan kalau ia mencintai gadis itu.

Sehun Memory End

“Ah” sehun memekik tatkala merasa kepalanya begitu sakit seakan ditusuk – tusuk oleh beribu – rbu jarum. Hyun Ki yang melihat itu langsung panik, pekikan sehun seakan membuat hati Hyun Ki teriris.

“Hun-a, gwenchana ??. Hun-a, Sehun-a” panggil Hyun Ki sembari meraba – raba kepala sehun

“GREBB” Dengan cepat sehun memeluk Hyun Ki. Membuat yeoja itu sedikit tersentak kaget. Dibenamkannya wajah gadis itu di dada bidang miliknya seakan tidak memperbolehkan gadis itu pergi. Melepas pelukannya.

“kau kenapa ??” tanya Hyun Ki khawatir, masih dengan posisi memeluk. Sehun tidak menjawab, ia masih berperang dengan pikirannya. Apa yang harus ia lakukan kalau ia benar – benar memiliki yeoja chingu. Bagaimana dengan Hyun Ki, haruskah ia melepas cinta yang baru saja di rajutnya ?

“Hun, aku tidak bisa ke sekolah kalau kau memelukku seperti ini” sehun melepaskan pelukannya, lalu menatap bola mata Hyun Ki lekat. “kau, tidak akan pernah meninggalkanku kan ?? kau akan selalu berada di sisiku kan ??” tanya sehun, membuat Hyun Ki mengangguk. Lagi, senyum sehun merekah. Di genggamnya tangan Hyun Ki dan kembali melanjutkan perjalanan menuju sekolah Hyun Ki.

***

“sampai disini saja” ucap Hyun Ki sembari melepaskan genggaman tangan sehun. Namun, sehun mencegatnya. Hyun ki menatap sehun dan saat itu juga, sehun langsung mengecup puncak kepala Hyun Ki. Membuat semburat merah muncul di kedua pipinya.

“Hun, lepaskan. Aku malu” lanjut Hyun Ki karena melihat siswa – siswa sekolahnya yang melewati gerbang sekolah. Sehun yang merasa ada hawa yang anehpun segera melepaskan kecupannya dan langsung menggaruk tengkuknya yang tidak gatal sama sekali.

“Hyun Ki” panggil seseorang, membuat Hyun Ki menoleh ke belakang sehun begitu pula dengan sehun.

“Oh, Sang Akh-a” balas Hyun Ki seraya melambai – lambaikan tangannya. Dengan langkah cepat, Sang Akh sudah berada di samping Hyun Ki. Tak lupa, ia juga menyapa sehun, begitupula dengan namja itu yang membalas sapaan Sang Akh.

“Hun-a, aku masuk dulu ne ?? kau tau jalan pulangkan ??” ucap Hyun Ki dan sehun membalas dengan anggukan lemah. Setelah berpamitan, sehunpun langsung berjalan keluar dari sekolah Hyun Ki dan menghilang di persimpangan jalan. Hyun Ki yang melihat sehun, hanya bisa tersenyum.

“eciee, sudah sejauh mana hubunganmu dengan sehun ?? atau jangan – jangan di rumah kalian sudah…” goda Sang Akh sembari menyenggol lengan Hyun Ki. “Appo” rintih Sang Akh karena baru saja mendapat jitakan hangat dari Hyun Ki.

“jangan berpikir yang aneh – aneh. Kajja kita masuk” sahut Hyun Ki dan langsung pergi meninggalkan Sang Akh yang sedang menggosok – gosok kepalanya tempat mendapat jitakan hangat *author berbelit*

***

“lemot, Hyun Ki” sapa seorang namja yang sedang berdiri dengan coolnya di ambang pintu kelas Hyun Ki. Namja itu memperbaiki tasnya terlebih dahulu, baru berjalan ke arah Hyun Ki dan Sang Akh.

“Ck, kau. Kupecat jadi namja chingu, baru tau rasa” Sang Akh menyungut kesal karena namja itu lagi – lagi memanggilnya dengan sebutan lemot. Hyun Ki yang mendengar pertengkaran dua sejoli itu hanya bisa terkekeh.

“aigo, nae lemot lebih imut kalau sedang marah” rujuk namja itu sembari mencubit kedua pipi Sang Akh geram. Sang Akh melepas cubitan namja itu dengan kasar dan langsung menyandang tasnya begitupula dengan Hyun Ki. Dengan tatapan yang tajam, Sang Akh menatap namja itu. Membuat bulu kuduk namja itu hampir sepenuhnya berdiri.

“baiklah. Mianhae, ne ? aku hanya ingin membuatmu jengkel” pinta namja itu seraya menggenggam kedua tangan Sang Akh. Hyun Ki hanya bisa melihat perilaku kedua sejoli yang abnormal namun romantis itu. Terkadang, ia juga merasa iri dengan perlakuan namja itu terhadap Sang Akh yang bisa dibilang romantis.

Sang Akh mengangguk, dan seketika itu juga senyum cerah nan terang terukir di wajah namja itu. “gomawo” ucapnya dan Sang Akh hanya membalas dengan senyuman khas miliknya. Hyun Ki muak dengan perilaku mereka -_-“

“ehemm” Hyun Ki berdehem untuk menyadarkan kedua sejoli itu kalau disini masih ada 1 orang lagi. Sang Akh dan namja itu menoleh, detik berikutnya senyum konyol milik mereka berdua merekah.

“oh, Hyun Ki-a, ehehe mian” tukas namja itu seraya tertawa garing.

“Baekhyuneye, hari ini aku tidak bisa pulang bersamamu dan Hyun Ki, karena aku harus segera membawa Jojo ke rumah sakit hewan” ucap Sang Akh, sementara baekhyun hanya mengangguk.

“aku juga. Sebenarnya hari ini aku ingin ke rumah Song saem, tapi aku tidak tahu rumahnya” balas baekhyun dengan muka masam

“Song seongsaenim ?? guru kimia itu ??” tanya Hyun Ki dan baekhyun mengangguk. “oh, rumahnya ada di sebelah toko kue keluarga Kim. Tak jauh dari rumahku” lanjut Hyun Ki

“jinjja ? maukah kau menunjukannya padaku ?? nanti, akan kuantar kau pulang. Bagaimana ??” Hyun Ki mengangguk dan baekhyun kembali tersenyum.

***

“BRUMM” Baekhyun memberhentikan sepeda motornya di depan rumah Hyun Ki dan iapun segera melepas helmnya, begitupula dengan Hyun Ki yang segera turun dari motor baekhyun.

“gomawo tumpangannya” ucap Hyun Ki seraya memberikan helm baekhyun. Baekhyun menggeleng “seharusnya aku yang mengucapkan terima kasih. Gara – gara kau, nilai kimiaku terselamatkan” balas Baekhyun dengan senyum gummynya yang langsung membuat author klepek – klepek (?)

“hehe, kau bisa saja. Oh, kuharap semoga hubunganmu dan Sang Akh bisa berjalan dengan baik” ucap Hyun Ki dan baekhyun langsung mengusap puncak rambut Hyun Ki. Membuat gadis itu sedikit terlonjak kaget.

“tunggu saja undangannya” balas baekhyun sembari menghidupkan sepeda motornya dan pergi dari rumah Hyun Ki. Tanpa mereka berdua sadari, ternyata ada sepasang mata yang mengawasi mereka. Si pemilik sepasang mata itu hanya bisa mengeraskan rahangnya tatkala merasa marah yang teramat sangat.

“aku pulang” Hyun Kipun membuka pintu rumahnya dan melihat sehun yang sedang berada di sofa menikmati acara tv yang entah apa judulnya. Hyun Kipun segera mengambil posisi di sebelah sehun. Sementara sehun, masih saja asik dengan acara tvnya. Karena bosan, Hyun Ki langsung beringsut menuju kamarnya untuk mengganti seragam sekolahnya.

Setelah mengganti seragamnya, Hyun Ki kembali duduk di sebelah sehun. Sudah 30 menit berlalu, namun sehun tak kunjung mengalihkan pandangannya dari acara tv yang ditontonnya. Padahal menurut Hyun Ki, acara yang ditonton sehun sangat membosankan. Dengan jahil, Hyun Ki merebut remote yang sedari tadi di genggam sehun dan langsung mematikan televisi. Berhasil. Sehun menoleh ke arahnya.

“kau kenapa ?? biasanya kau ribut setiap kali aku baru pulang sekolah. Apa kepalamu sakit lagi ??” ucap Hyun Ki dengan nada khawatir di belakangnya. Sehun hanya menaikan satu alisnya dan langsung pergi ke kamar, sekedar untuk mengistirahatkan dirinya.

Hyun Ki heran. Apa yang terjadi dengan sehun ?? setaunya, ia tidak melakukan kesalahan apapun. Tapi, kenapa sehun bertindak seolah – olah ia sedang marah?? Hyun Kipun memukul kepalanya pelan. Daripada ia dipusingkan dengan sifat sehun yang demikian, lebih baik mengerjakan pr yang di berikan Kang Saem.

***

“Annyeong haseo” sapa Hyun Ki kepada setiap pelanggan yang masuk ke dalam supermarket. Ya, sekarang ia dan sehun sedang bekerja. Sebenarnya Hyun Ki tidak terlalu fokus dengan pekerjaannya, perubahan sikap sehun yang drastis membuat otaknya tidak bisa berpikir lebih jernih.

“agashi, ini semua berapa ??” suara seorang yeoja paruh baya membuyarkan lamunan Hyun Ki. Dengan cepat, Hyun Ki segera menghitung semua belanjaan yeoja paruh baya tadi, setelah itu. Hyun Ki lagi – lagi memperhatikan sehun yang sedang menyusun makanan kalengan.

Tiba – tiba Hyun Ki terbelalak ketika melihat seorang yeoja cantik berbicara dengan sehun. Yeoja itu sepertinya menyukai sehun, bagaimana tidak ? sedari tadi, yeoja itu selalu menyodorkan sebuah kotak berwarna merah muda kepada sehun. Namun sehun selalu mengelak.

Hyun Ki menghela nafasnya kasar. Ada rasa sesak di dadanya setiap melihat pengunjung market yang selalu berusaha mendekati sehun. Bahkan tak jarang dari mereka juga memberikan hadiah kepada sehun, namun dengan penolakan yang halus, sehun selalu berhasil menolak semua hadiah tersebut.

Namun, lagi – lagi Hyun Ki dikejutkan dengan perilaku yeoja cantik itu. Ia ia ia ia ia ia *mian kaset sedang rusak (?)* yeoja itu berhasil mengecup pipi sehun, membuat sehun mendorong badan yeoja itu hingga membentur rak makanan kaleng dengan agak keras. Hyun Kipun tak merasa kalau, air matanya telah mulai merembes jatuh. Dengan kasar, Hyun Ki menyeka air matanya dan segera berlari ke toilet. Melalui sudut matanya, sehun melihat kepergian Hyun Ki.

“Kau” geram sehun kepada yeoja yang telah berani menodai pipi tirus miliknya. Gadis yang di bentak hanya tersenyum senang karena ia berhasil mencium pipi sehun. Walau dengan paksaan.

“kau hanya milikku” ucap gadis itu seraya tersenyum evil dan pergi dari hadapan sehun. Sehun berdecak kesal, namun ia tak mau berurusan dengan yeoja itu lagi. Tiba – tiba, sehun mengingat sebuah nama. JUNG HYUN KI. Diletakkannya makanan kaleng yang belum sempat di tatany dan detik berikutnya ia berlari menuju toilet untuk memastikan keadaan yeoja yang serumah dengannya.

Tangan sehun sudah bersiap – siap untuk membuka pintu toilet. Tapi, tangannya terhenti ketika mendengar suara isakan di dalam toilet tersebut.

-Author POV End-

-Jung Hyun Ki POV-

Kenapa ini ? kenapa air mataku tiba – tiba jatuh ketika melihat gadis itu mencium sehun ? apa yang sebenarnya terjadi ? kenapa hatiku seperti tertusuk – tusuk jarum ?? sekelebat pertanyaan muncul di benakku. Aku tak tau apa yang sebenarnya terjadi kepadaku.

Kulihat pantulan wajahku yang ada di cermin toilet. Lusuh dan kusut, seperti di terjang badai. Wajahku sangat – sangat jauh dari kata biasa – biasa saja sekarang ini. Dengan segera, kuhidupkan kran air dan langsung membasahkan wajahku. Setidaknya ini bisa menyegarkan wajahku.

Tapi sayang, airpun tak bisa membuat isakanku berhenti. Rasanya ingin sekali aku berteriak di ujung tebing, untuk mengeluarkan semua rasa sesak ini. Tapi sayang, disini mana ada tempat seperti itu. Dengan kasar, kubersihkan semua air yang ada di wajahku dengan tissu yang ada di toilet. Setidaknya itu cukup membantu.

“FUHH” kuhembuskan nafasku dengan lembut. Kurasa rasa sesak itu sudah menghilang dan kupikir, aku sudah terlalu lama berada di toilet. Bisa – bisa, Bos memotong gajiku karena terlalu lama di toilet. Setelah memastikan kalau tak ada lagi air mata di wajahku, akupun segera berjalan menuju pintu toilet.

“CKLEKK (?)” Pintupun kubuka dan HAP. Aku mendapatkan sebuah pelukan hangat dari seorang namja, Ia membenamkan kepalaku di dadanya. Dan lagi, untuk kedua kalinya. Air mataku terjatuh tanpa sebab. Ku remas seragam kerja namja itu dengan sekuat tenaga, seakan sedang menyalurkan semua kemarahanku. Sementara namja itu hanya mengusap puncak kepalaku dengan lembut.

Setelah tangisku mereda, namja itu langsung memegang wajahku dengan kedua tangannya. Menatap kedua manik mataku dengan lekat.

“kau masih ingin menangis ??” tanyanya dan aku hanya menggeleng. Namja itu lagi – lagi mendekapku, membawa semua rasa sesak yang ada di hatiku.

“kenapa ? kenapa kau begitu jahat padaku ?? kenapa kau membuat otakku tidak bisa berpikir dengan jernih semenjak pagi tadi ?? kenapa kau bisa membuatku menangis ? kenapa ada rasa sesak dihatiku ketika melihatmu dengan yeoja lain? kenapa ? kenapa ? kenapa ?” tanyaku bertubi – tubi sambil memukul mukul dadanya. Namja itu langsung menahan kedua pergelangan tanganku dan sesaat kemudian ia mulai angkat bicara.

“sebelum kujawab semua pertanyaanmu. Aku ingin menanyakan sebuah pertanyaan kepadamu” ujarnya dan aku langsung menatap heran ke arahnya, seakan bertanya ‘apa itu ?’

Di hirupnya oksigen sejenak sebelum melnjutkan kata – katanya. “siapa namja yang bersamamu sepulang sekolah tadi ??”

‘DEG’ jadi itu alasannya. Sekarang aku tau kenapa sehun berusaha menjauhiku, ternyata dia melihat baekhyun pada saat mengantarku pulang tadi. Tapi apa hubungannya, baekhyun hanya mengantarku pulang, Tidak lebih. Kutatap matanya yang coklat itu dengan tatapan seperti bertanya. Atau, apa mungkin kalau dia ….

“aku cemburu”

 

-To Be Continued-

 

HYYAAA >.< Diatas saya nulis apaan yak ?? koq malah lebih gaje ?? berasa kayak author yang tidak bertanggung jawab saya -_-

Mianhae buat semuanya yang sudah baca ff nista saya -_- padahal saya gak kepikiran buat nulis yang begituan >.< tiba – tiba saja, tangan saya mulai ngetik semua kata – kata itu *Bow Bareng Baekki*

Hmm, bagaimana pendapat kalian tentang ff ini ?

Oea, saya juga ada bad news nih…

>> So, klik aja di sini <<

Sebelum kalian klik yang di atas. Lebih baik kalian, berikan komentar kalian dulu terhadap ff ini.

Annyeong~~

Iklan

Penulis:

A Girl who love her Mother and Father ^^ A Girl who claim Byun Baekhyun to be her Husband

Ditandai:

50 tanggapan untuk “I Will Protect You Hunnie <3 (chapter 2)

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s