The Captain Couple

Author: Risha D

Cast: Kris Wu Yi Fan [EXO M], Yue Jin Yang [OC], Park Chanyeol [EXO K], Young Hee Jung [OC]

Genre: School Life, Romance

Rating: PG

Length: One Shoot

tumblr_m4gz51uygd1qk7mk4o1_500
Author P.O.V
Vancouver,Kanada,6 November 2009
“Evelyn ! Passing bola itu ke Kris cepat !!.Kris,jangan diam di sana di sana !! Cepat minta bola ke Evelyn.”Teriak sang pelatih dari pinggir lapangan.
“Baik.Kris !! Ayo kesini !! Minta bola padaku.”Teriak Evelyn sambil melakukan Pivot untuk menghindari temannya,Heejung.
“Evelyn,passing cepat !!.”Teriak Kris sambil berusaha melepaskan dirinya dari jagaan Chanyeol,sahabatnya.
Evelyn pun mengoper bola itu pada Kris lalu dia pun menangkapnya lalu melakukan shooting three-point dan dengan indah masuk ke dalam ring itu.
Chanyeol dan Heejung yang tadi sedang menjaga pun bertepuk tangan dengan keras.Dan,sang pelatih pun melakukan breifing di pinggir lapangan dan segera meminta para anak asuhnya untuk pulang dan beristirahat.
“Kapten Lyn !! Aku dan Chanyeol duluan ya,sampai jumpa besok di sekolah.Bye !!.”Sapa Heejung sambil melambaikan tangan kepada Heejung.Evelyn pun hanya membalas dengan senyuman.Ya,dia sudah sering dipanggil “Kapten Lyn” oleh para temannya.Dia sangat bangga dengan jabatannya sebagai kapten tim basket putri Vancouver Senior High School.Dia pun melirik perlahan kepada teman,atau yang bisa dibilang “Orang Asing” yang dia sudah kenal.Seorang laki-laki yang tidak pernah menyapanya kecuali dalam pertandingan.Dan,dia juga merupakan Kapten tim basket putra dan sangat terkenal.Bahkan,Ia sering mengalahkan tim-tim lain dengat sangat bagus.Ya,Wu Yi Fan,atau yang biasa disapa Kris oleh teman-temannya.Dia tidak pernah melihat Ia menyapa teman-temanya,bahkan Ia terlihat tidak pernah tersenyum sama sekali,kepada teman-temannya maupun kepada dirinya.Benaknya masih bertanya-tanya,ada apa dengannya sebenarnya ?.
Evelyn pun tetap perlahan menatap tubuh tinggi seorang Kris yang sedang memberes-bereskan sepatunya dan bersiap untuk pulang.Evelyn tahu Kris selalu menatap sinis teman-temannya.Dia jarang bergaul dengan teman-temannya,dan bahkan dia terlihat selalu sendiri.Tanpa sadar,Kris yang tadi sedang membereskan barangnya pun beralih kepada seorang wanita yang dari tadi memperhatikannya yang tak lain tak bukan adalah Evelyn.Karena Ia adalah satu-satunya wanita di gedung itu,walaupun secara perlahan,tapi Kris tahu itu.Saat itu juga,Evelyn tersadar dari lamunannya.
“Apa yang kau lihat ?.”Tanya Kris dengan Nada yang sangat datar dan sinis.
“Hah ?? Ah,tidak ada.Lupakan.”Jawab Evelyn dengan agak sinis.Matanya tetap memperhatikan tas dan kantung sepatu berlabel ceklis miliknya.Setelah itu,Ia pun segera mengambil tasnya dan berbicara sedikit kepada Kris yang sudah siap lebih dahulu dibanding dirinya.
“Kris,aku pulang duluan.Hati-hati di jalan,ya.”Ucapku pelan sambil menunduk pelan dan segera pergi meninggalkan Kris yang mungkin akan berangkat sebentar lagi.
Evelyn sudah tahu,Kris tidak pernah membalas perkataannya dan mungkin Kris juga tidak peduli dengannya.
Kris tidak peduli padanya ..
Kris tidak pernah menyapa dirinya ..
Kris tidak pernah tersenyum padanya ..
Padahal,andaikan Ia tahu,Evelyn benar-benar mencaoba untuk berbuat baik padanya.Karena,ada satu hal dalam hatinya yang tidak bisa Ia ungkapkan.Evelyn pun segera berbalik dan berjalan pelan lalu berhenti di tengah jalan menuju pintu keluar.
Setetes air mata pun mengalir di Pipi Evelyn.Dia mencoba untuk sekedar berbicara atau tidak bertegur sapa dengan Kris,tapi Ia tidak bisa.Sungguh,Ia tidak bisa.
Evelyn pun mencoba menghapus air matanya.Namun,Ia sadar sehelai sapu tangan telah tergantung di depannya dan sebuah tangan yang memberikannya,dan tangan itu ..
Evelyn pun segera menoleh,dan betapa terkejutnya Ia setelah mengetahui bahwa
yang memberikannya sapu tangan itu adalah ..
“K-kris ? Kau belum pulang ?.”Tanya Evelyn sambil tersenyum pelan untuk menutupi kesedihannya.
“Aku tahu kau menangis.Jangan menangis,aku tak ingin melihat  kapten tim basket putri kita menangis seperti itu.Pakailah ini,kau boleh mengembalikannya besok di sekolah.Usaplah air matamu itu.”Ucap Kris sambil memberikan sapu tangan itu kepada Evelyn dan segera berlalu pergi.
Evelyn pun segera mengambil sapu tangan itu dan melihat Kris pergi dengan gagahnya.Semakin lama,tubuh Kris semakin jauh dan akhirnya hilang dari penglihatannya.
“Kau memang benar-benar tak peduli denganku.Mengapa aku bisa menaruh hati padamu ?.Mengapa ?.”Gumam Evelyn pelan sambil menatap sapu tangan yang diberikan Kris untuknya dan pergi dari Gedung itu.
“Kris,aku sangat ingin tahu.Apa yang membuatmu menjadi sinis seperti ini ?Jika aku tahu,aku ingin sekali membantumu,tapi aku sadar,itu takkan terjadi,aku tahu itu.”Batin Evelyn sambil melangkah pelan dari Gedung menuju pintu keluar.

Evelyn P.O.V
Keesokan Harinya ..
Di Sekolah
Aku masih menggenggam sapu tangan yang diberikan Kris kemarin.Aku masih mengingat kejadian itu.Kejadian itulah yang membuatku kaget karena sangat jarang Ia mau berbicara padaku.Sungguh,Ia belum pernah berbicara satu kalimat penuh denganku.

Bel istirahat berbunyi,dan aku pun segera menuju kelas XII-A,kelas dimana Kris berada.Aku pun melangkahkan kaki sambil menggengam sapu tangan miliknya di tangan kananku.Akhirnya,aku melihat Kris duduk dengan sinis dan tampak murung di barisan paling belakang.Aku pun memberanikan diri masuk dan berniat mengembalikan sapu tangan itu.Perlahan,aku menghampiri Kris,dan dia pun menolehkan wajahnya ke arahku.
“Kris.”Sapaku.”Aku ingin mengembalikan sapu tanganmu,terima kasih sebelumnya.”Ucapku sambil tertunduk dan mengembalikan sapu tangan itu pada Kris.Kris pun hanya diam,dan beberapa menit kemudian Ia mengambil sapu tangannya dari tanganku.
“Ya sama-sama.”Balasnya sambil tersenyum.Ya tuhan,apakah aku bermimpi ? D-dia tersenyum padaku.Apakah dia ingin berteman padaku ? Benarkah ?
Aku pun membungkuk dan segera meninggalkan kelasnya dan kembali ke kelasku.

Pulang Sekolah
Kris P.O.V
Bel ini,bel yang aku paling benci dari semua bel yang ada.Ya,aku tidak ingin pulang ke rumah,tapi ayah dan ibu tiriku memaksaku untuk pulang cepat.Aku malas sekali.
Kulangkahkan kakiku dengan malas ke halaman sekolah,dan aku melihat wanita itu,ya Evelyn.Seorang wanita yang sebenarnya sangat kusayangi,tapi entah mengapa aku tak berani berbicara padanya dan malah bersikap sinis padanya.Aku pun tidak tahu mengapa aku menjadi seperti ini ? Cinta benar-benar membutakanku.Aku sangat bahagia melihat dia tertawa dan bahagia,meskipun aku melihatnya dari jauh.Karena,aku jarang bergaul dengan orang lain tentunya,termasuk Evelyn.
Seluruh ragaku terasa mengarahkanku pada wanita itu,Evelyn.Dan tak terasa,aku ada di belakangnya.Aku pun memberanikan diri untuk menepuk pelan bahunya.
“Evelyn.”Sapaku sambil menepuk bahunya.Dia pun melirik ke belakangku dan tersontak kaget karena kedatanganku yang mendadak sekali.
“K-kris ? A-ada perlu apa ?.”Tanyanya Gugup.Mungkin karena aku jarang sekali menyapanya.Dia sangat lucu sekali ketika gugup.
“Emm,a-aku hanya ingin m-mengajakmu untuk pulang bersama,k-kita melewati jalan yang sama b-bukan ?.”Ajakku dengan nada yang terkesan Gugup sekali.Ini adalah pertama kalinya aku berbicara kepada orang lain dan tidak berbicara sinis.Kulihat wajahnya kaget dan mengeluarkan ekspresi bingung.Apa aku salah bertanya ?

Evelyn P.O.V
Ya tuhan,mimpi apa aku semalam ? Aku tak menyangka sifat lain dari pria yang kusukai , Kris ternyata juga menjadi pria yang mudah gugup,dan baik.Jika seperti ini,mengapa ia malah menunjukkan sikap sinis pada yang lain ? Apa yang terjadi sebenarnya ?
Kutatap sekilas wajahnya,dia memang benar-benar gugup.Ekspresinya lucu sekali.
“Jika kau tak mau,aku akan pulang sendiri.”Ucapnya lalu melangkah pergi.
Aku pun kaget,dan secara refleks aku pun menggengam dan menarik tangannya.
Dia pun berbalik dan menatapku dengan tatapan “killer”-nya.Bulu kudukku pun berdiri karena takut.
“B-baiklah,I’m with you.”Ucapku yang membuat ia tersenyum simpul.Hei,Kris ! Kau benar-benar membuat perasaanku campur aduk sekarang.Mengapa kau bisa melakukannya ?.
Kami pun berjalan beriringan untuk pulang.Tidak ada yang berbicara diantara kami.Rupanya,kami tenggelam dalam pikiran masing-masing.
Dan,beberapa saat kemudian Kris memulai pembicaraan.
“Evelyn,apa yang kamu rasakan saat bertanding melawan SM Senior High School kemarin ?.”Tanyanya padaku
“Aku sangat cemas,tegang,dan tentu saja deg-degan.Lalu,apa perasaanmu saat melawan Cube Senior High School minggu lalu ?.”Balasku.Dia pun tersenyum sambil memandang langit.
“Aku bersyukur,karena aku dapat memenangkan pertandingan itu.Aku tahu tuhan memiliki jalan yang terbaik untukku.”Jawabnya sambil tersenyum padaku.Kris,andai kau tahu,kata-katamu tadi sangat menyentuh hatiku.Sungguh,aku juga tak menyangka kalau dirimu memiliki sifat yang sebenarnya sangat ramah.
Beberapa saat kemudian,tak terasa aku telah sampai di depan rumahku.
“Ini rumahmu ?.”Tanyanya sambil memperhatikan rumahku yang bisa dibilang mewah ini.
“Y-ya,ini rumahku.Apa kau mau masuk dahulu ?.”Tanyaku lagi padanya.
“Tidak,terima kasih.Aku harus cepat pulang sekarang.Terima kasih telah menemaniku,Ohiya,jangan lupa nanti sore jam 3 ada latihan di gedung biasa.Kau harus datang,ya.Sampai jumpa.”Dia pun melambaikan tangan sambil melangkah pergi.Dan,aku pun juga melambaikan tangan padanya.
“Sampai jumpa lagi,Be Careful.”Teriakku.Ia pun berbalik sambil tersenyum.
Ah,Kris.Ternyata kau sangat baik hati.Aku masih tak menyangka kau menjadi berubah seperti ini.Sekarang,aku bahkan lebih menyukaimu dibanding dulu.
Mudah-mudahan dia tidak lagi bersikap sinis padaku dan orang lain.
Aku pun segera masuk dan menuju kamarku.Ya,untuk bersiap-siap Latihan Basket di Gedung tempat latihanku jam 3 sore ini.

Kris P.O.V
Dia benar-benar baik.Selama ini,aku tak menyadarinya.Ternyata Ia sudah mencoba bersikap baik padaku.Tapi,aku malah memperlakukannya dengan sinis.Mulai saat ini aku akan mencoba untuk tidak bersikap sinis padanya dan orang lain.
Tak lama kemudian,aku pun sampai di depan rumahku.Ya,bisa dibilang rumahku ini sangat mewah nan megah.Aku pun melangkah masuk dan mulai bersiap-siap untuk Latihan jam 3 sore ini.Aku tak sabar ingin bertemu dengan dirinya lagi.

Author P.O.V
Di tempat latihan ..
Evelyn pun sampai di tempat latihan.Dia agak terlambat karena macet di jalan.Dia pun sadar itu dan segera menemui sang pelatih dan meminta maaf padanya.
Sang pelatih yang mengetahui bahwa Evelyn terlambat benar-benar sangat marah.
“Evelyn Yang !! Kau itu kapten,harusnya memberi contoh yang baik bagi anak buah-mu  !! Lain kali jangan terlambat atau kau akan dicopot jabatannya sebagai kapten,are you understand ?.”Marah Sang Pelatih pada Evelyn.Tampak Evelyn sangat terpukul dan menyesal.Sementara itu,terlihat sang kapten tim basket putra,memandang Evelyn dengan sangat Prihatin.
“Yes,Sir.I’m So Sorry.”Ucap Evelyn sambil membungkuk.
“Sebagai Punishment-nya,kau harus lari keliling Gedung 20 kali tanpa berhenti.Mulai sekarang.”Teriak Sang Pelatih sambil menunjuk ke arah pintu keluar.
Evelyn pun segera pergi ke luar lapangan dan segera berlari mengelilingi Gedung.
5 kali …
10 kali …
15 kali …

Evelyn terlihat sangat lelah dan capek,bahkan dia lupa membawa botol minumnya.Ia merasa dirinya sebentar lagi akan jatuh dan Pingsan.Kaki – kaki jenjang Evelyn bahkan sudah tak mampu menopang tubuh Evelyn.
“Tuhan,aku lelah.Tolong siapapun bantu aku.”Gumam Evelyn sambil tetap berlari memaksakan diri.
Saat sudah menempuh 19 kali putaran,Evelyn pun terjatuh.Ia merintih kesakitan pada kedua lututnya,dan dia juga merasa sakit pada kedua sikutnya.Tangan dan kaki Evelyn tergores dan terluka.Ia terlihat sangat memprihatinkan.
Evelyn sudah tak mampu berdiri lagi,sebelum ada seseorang yang menolongnya.Ia tak tahu siapa,karena sesaat sesudah orang itu datang,Ia jatuh pingsan.
“Evelyn !! Kau kenapa,sadarlah !!.Ayo,kau tidak boleh seperti ini.”Teriaknya.
“Evelyn ?? Aku akan membawamu ke ruang UKS sekarang juga.”Ucapnya sambil menggendong Evelyn ke ruang UKS.

Kris P.O.V
Aku pun segera menggendong Evelyn ke ruang UKS.Ia terlihat sangat memprihatinkan.Tangan dan kakinya penuh dengan luka dan goresan.Aku merasa sangat khawatir saat itu.”Semoga kau cepat sembuh.”Ucapku padanya yang masih belum sadarkan diri.
Aku pun merebahkan tubuhnya di atas kasur.Ia terlihat sangat cantik ketika tidur.
“Kau cantik.Bahkan,saat tidur pun kau terlihat cantik.”Tak sadar aku mengusap poninya yang sudah tidak berbentuk dan mengelus pipinya.Aku merasa senang jika aku bisa setiap hari melihatnya tertidur.
“Sebaiknya aku segera pergi.”Ucapku sambil melangkah keluar dari ruang UKS tersebut.Tiba-tiba seseorang menarik lengan kiriku dan refleks aku menoleh ke belakang.Ternyata dia sudah sadar,syukurlah.
“Siapapun kau,aku berterima kasih banyak.Maaf,aku tak bisa melihat dengan jelas dirimu.”Ucapnya.Aku pun hanya tersenyum simpul.
“It’s okay,Evelyn.Istirahatlah.”’Ucapku sambil melepaskan genggaman tangannya dan berlalu pergi.

Evelyn P.O.V
Aku pun melihat dirinya pergi.Siapa dia ? Dia terlihat seperti Kris.A-apa dia Kris ?
Aku pun segera mengucek mataku (?) dan segera mencari pemuda tadi.Tapi yang ada aku malah pusing dan kaki dan tanganku penuh dengan plester  saat mencoba turun dari kasur.Segera,aku pun kembali merebahkan diri dan menatap langit-langit ruang UKS itu.
“Apa dia Kris ? Eh,yang benar saja mungkin bukan Kris.Kan dia sedang sibuk untuk latihan.”Gumamku sambil mengerutkan dahi.
Setelah beberapa lama,aku pun pergi dari ruang UKS karena sudah merasa baikkan.Saat aku sampai di Lapangan,sang pelatih memanggilku.
“Evelyn,sini sebentar.”Panggilnya padaku.Aku pun langsung menghampirinya.
“Kudengar dari Kris,kau pingsan saat menerima punishment dariku kan ?.”Tanyanya.
Aku kaget.Mengapa kris bisa tahu aku pingsan tadi,apa jangan-jangan ..
“Evelyn,jawab pertanyaan pelatihmu ini.”Bentaknya padaku.Aku pun segera sadar dan menjawab pertanyaannya.
“Sebenarnya,Iya Coach.Aku pingsan,aku sangat kelelahan.I’m so sorry sir.”Jawabku
“Jika kau tidak kuat,lebih baik kau kembali saja tanpa aku suruh.Aku takut kau kenapa-napa.”Ucapnya yang membuat aku tersipu malu.
“Tidak Coach,tidak apa-apa.”Ungkapku sambil tersenyum.Kulihat sekilas,Kris memerhatikanku dan tersenyum.Apa yang dia isyaratkan untukku ?
“Baiklah,apa kau masih kuat ? Jika kau masih kuat,kau boleh latihan.Kau bergabung saja dengan tim putra.”Tunjuk sang pelatih kepada segerombolan orang yang melakukan fit-throw.Mereka ada yang perempuan ada yang laki-laki.Dan,kulihat ada Kris di barisan bagian Passing.
“Baik,Coach.”Kataku.Aku pun berlari dan segera bergabung dengan barisan Shooting.

“Kapten Lyn,kudengar kau pingsan gara-gara sang pelatih.Apa kau baik-baik saja,aku lihat banyak luka di tangan dan kakimu ?.”Tanya Heejung sambil memeriksa lengan dan kakiku.
“Ah,tidak apa-apa.Ayo,cepat baris.”Suruhku pada Heejung
“Siap,Kapten.”Ucapnya sambil hormat padaku.Aku pun hanya terkekeh pelan mendengar ucapannya.
Saat aku telah ada di bagian kedua,aku lihat Kris-lah yang akan mengumpan bola untukku.
“Ah,bagaimana ini ..”Desahku pelan.Aku pun melirik kearahnya,dan dia malah tersenyum padaku.
“I’m going crazy.”Senandungku pelan sambil tetap menyaksikan orang-orang bermain fit-throw.
Saat giliranku,aku pun berlari ke daerah fit-throw dan menerima bola dari Kris.Dan aku pun siap melakukan Shooting.Kris tampak memerhatikanku.Aku pun melakukan shooting dan dengan indah masuk ke dalam ring tersebut.
“Nice,Kapten !! Nice !!.”Teriak mereka yang meyaksikanku.Aku pun tersenyum dan memberikan bola tersebut kepada giliran passing selanjutnya.
Tak berapa lama kemudian,pelatih pun membunyikan peluit dan kami duduk di pinggir lapangan untuk melakukan briefing.
Setelah briefing,satu persatu dari kami pun pulang.Dan sekarang,hanya tersisa aku dan Kris yang masih berada di Gedung itu.
“Kris,kau belum pulang ?.”Tanyaku padanya.Dia pun menoleh ke arahku.
“Ya,sekarang aku mau pulang.”Jawabnya pelan.
“Kris,boleh aku tanya sesuatu padamu ?.”Tanyaku lagi padanya.Dia pun langsung mengambil tas dan kantung sepatunya lalu berjalan mendekatiku.Aku terkesiap.
“Hmm,ya.Apa ?.”Balasnya sambil membenarkan tasnya.
“S-saat aku pingsan,A-apakah kau y-yang menggendongku k-ke UKS ?.”Tanyaku gugup sambil melihat lantai gedung ini.
“Kalau Iya,memang kenapa ?.”Balasnya.
DEG !!
Aku terbelak kaget mendengar ucapannya.Berarti benar dugaanku bahwa Ia yang menggendongku ke UKS.
“Eh,t-tidak.Hanya saja aku hanya ingin berterima kasih padamu.”Ucapku gugup.Aku takut Ia akan dendam dan marah padaku.
“Iya,sama-sama.Em,Ini sudah malam,apa kau tidak dijemput ?.”Tanyanya sambil tersenyum dan melangkah bersamaku keluar Gedung.
“Tidak,aku akan jalan.”Jawabku sambil memerhatikan Langit yang ditaburi bintang.
“Mau pulang bersama lagi ?.”Tawarnya.Aku gugup,aku bingung harus menjawab apa.Aku tidak tahu.
“Bolehkah ?.”Tanyaku untuk memperjelas.
“Tentu,Why not ?.”Jawabnya sambil tersenyum.
Kami pun berjalan beriringan,tidak seperti dulu kami tidak bersuara atau diam.Hari ini,kami banyak tertawa dan bercanda.Aku sangat senang hari ini.
Kemudian,aku sampai di rumah.Aku takkan melupakan hari ini.

“Hei,aku pulang duluan ya.Sampai jumpa,Cheesy Dragon !! Haha.”Tawaku sambil melambaikan tangan.
“Iya.Sampai jumpa Talkactive Baby !! Haha.”Ucapnya sambil membalas lambaian tanganku.
Aku pun segera masuk kerumah dan mempersiapkan untuk hari esok.

Author P.O.V
Setiap  hari,Kris dan Evelyn selalu bercanda dan menertawakan sesuatu yang mereka anggap lucu,Dimanapun mau itu sekolah,gedung tempat latihan,bahkan di jalan saat hendak mau pulang pun.Semakin lama,mereka semakin akrab.Kris yang dulu dianggap sinis oleh teman-temannya sekarang berubah menjadi orang yang friendly dan mudah bergaul.Itu semua berkat kehadiran sesosok wanita,ya Evelyn.Kris juga sudah menganggap Evelyn itu sahabatnya,bahkan mungkin Pacarnya.
Namun,keceriaan itu tidak berlangsung lama,ketika Kris mengetahui bahwa Evelyn akan pindah sekolah ke London.Hatinya sangat terpukul.Ia ingin menghalangi Evelyn,namun Ia bukan siapa-siapa.Itu adalah kehendak orang tua Evelyn.
Setelah itu,Kris kembali menjadi sinis dan sukar bergaul.Bahkan,ini lebih buruk dari sebelumnya.
Di Sekolah ..
Vancouver,15 Desember 2009
Evelyn sedang bermain basket bersama anak-anak basket lain di sekolah.Mereka bermain shooting-shootingan.
“Kapten,apa benar kau mau pindah sekolah ?.”Tanya Chanyeol padanya.
“Hmm,kurasa Iya.Bukankah berita ini sudah meluas,ya?.”Balas Evelyn sambil tersenyum dan mendribble bola.
Namun,dia tidak melihat Kris dimana-mana.Dia juga sekarang jarang melihat Kris bertanding dan latihan di Gedung.Sikapnya sekarang pun kembali menjadi sinis.
“Chanyeol,apa kau lihat Kris ? Sekarang aku sudah jarang sekali melihatnya.”Tanyanya sambil menatap Chanyeol dengan perasaan tanda-tanya.
“Kapten,Kris sudah memutuskan keluar dari basket kemarin.Masa kapten tidak tahu ?.”Balasnya.
“Benarkah ? M-mengapa ? Dia kan jago bermain basket,Lantas mengapa dia Keluar ?.”Tanya Evelyn lagi.Dia sangat menyayangkan betapa bodohnya Kris sampai-sampai keluar dari basket.
“Aku tidak tahu,tapi ada yang bilang Kris menjadi seperti itu karena kau mau pindah sekolah,dan dia tidak setuju.”Ucap Chanyeol.
“Karenaku ? Lalu,sekarang dimana Kris ?.”Evelyn tersontak kaget mendengar ucapan Chanyeol.Apa yang terjadi pada Kris ?.Benarkah karena dirinya ?.
“Ada yang bilang,ia bergabung dengan geng-geng motor dan berkelahi.Nilai-nilai akademiknya juga turun.Aku prihatin kepadanya.”Jelas Chanyeol.
“Poor Kris,baiklah.Terima kasih.”Salam Evelyn dan melangkah pergi sambil tersenyum menutupi kesedihannya.
“Ya,sama-sama kapten.”Balasnya sambil bermain lagi.
Evelyn yang tahu Kris menjadi “Anak berandalan” karena dirinya merasa terkejut.Dia sadar,itu semua salahnya.Dia harus mengembalikan Kris yang dulu kembali menjadi seperti yang semula.
“Aku harus berbicara dengan Kris dan meluruskan semuanya.”Pikir Evelyn.
Namun,setelah dia mencari Kris,bertanya kepada Temannya,Mereka bilang sudah seminggu ini Kris absen dan tidak pernah masuk sekolah.

Evelyn P.O.V
Apa yang sebenarnya terjadi di sini ? Mengapa dia melakukan ini karenaku ?
Bel pulang sekolah pun berbunyi,aku pun segera pergi mencari Kris.Aku mencari kemanapun,tapi tidak ada.
Hari menjelang malam,aku sangat khawatir.Takut Ia kenapa-napa.Kris,bisakah kau tidak membuat ku khawatir ?
“Kris ! Kris !.”Teriakku sambil mencari-cari Kris di kerumunan orang.Tak terasa,jam tangan putihku menunjukkan pukul 10 malam.Dan,Kris masih saja tidak ditemukan.
“Kris !! Kau Kemana ?.”Teriakku dengan suara serak.Suaraku hampir habis,serasa akan putus jika dipaksakan.
“Lebih baik aku pulang saja.”Gumamku pelan.
Aku pun segera pulang dan berjalan pelan melewati jalan yang gelap.Tak ada jalan lain jika ingin cepat sampai.Sampai kudengar teriakkan seseorang … dan aku pun segera mengintip apa yang terjadi di gang itu …
“Kris !! Kau benar-benar tidak becus !! Lain kali jika ingin banyak uang,jangan memikirkan basket dan basket !! Kita tidak sedang bermain basket,kau tahu ?!Dasar tolol !!.”Teriak seseorang pada Kris bahkan Pria dan kawanannya itu pun menampar Kris dengan keras.
“Maaf,Bos.Aku salah.”Ucapnya datar.
“Kau kami keluarkan dari geng.Kau benar-benar anak buah yang tidak berguna.Keluar,sekarang !!.”Teriak pria yang dipanggil “Bos” itu pada Kris.
Kris pun keluar dan melangkah pergi,aku pun mencoba mengikutinya.Saat aku mengikutinya,kulihat Kris tampak murung dan sedih.Dan,Kris pun duduk di sebuah bangku taman dan merenung.Aku pun merasa khawatir dengannya.Tak kuduga,ragaku ini malah mengarahkanku pada Kris.Dan sekarang,aku benar-benar ada di belakang Kris.Kukumpulkan keberanian untuk berbicara pada Kris.
“Kris.”Lirihku pelan.Dia pun menoleh dan terkejut dengan kehadiranku.Kulihat wajahnya yang penuh dengan bekas lebaman dan luka gores yang cukup banyak.
Dia pun menatapku datar dan mencoba melangkah pergi.Tapi,sebelum itu,aku sudah terlebih dahulu menahan lengan kanannya.Dia pun menatapku dengan bingung,”Duduklah.”Rintihku.Dia pun segera duduk di sebelahku.
“Kris,mengapa kau menjadi seperti ini ?.”Tanyaku padanya.Kris tidak menjawab.
“Kris,mengapa kau menjadi seperti ini ?.”Tanyaku lagi pada Kris.Dia pun masih tetap tidak menjawab
“Kris,Jawab aku sekarang !.”Geramku.Aku sudah tak tahan.Mataku pun secara tak sengaja meneteskan air mata.Dia pun malah tidak menjawab.

Aku sudah kehabisan akal.Aku pun menarik pundaknya dengan kedua tanganku agar wajah kami saling berhadapan.
“Mana Cheesy Dragon yang kukenal dulu ? Mana Kapten Kris yang kukagumi dulu ? Mana Kris mana !!.”Teriakku serak.Dia pun hanya menunduk.
“Kris,tatap aku.Apa yang membuatmu menjadi ini ? Apa karena kepindahanku kau merubah masa depanmu ?.”Tanyaku datar pada Kris.Akhirnya dia menjawab …
“Iya Iya !! Ini semua karena kepindahanmu !! Aku tak terima !! Aku tak terima !!.”Jawabnya paksa sambil mengusap air mata.Aku pun menangis disana.
“K-kau,kau bodoh !! kau bodoh !! kau harusnya tak melakukan itu,kau tahu ? Itu merugikan dirimu sendiri !! Jangan pedulikan aku,kita masih punya banyak waktu dan … .”Saat aku sedang memukul pelan dada bidangnya dan berbicara padanya ,Ia malah menarik tengkukku dan dan yang tak kusangka dia  …
Dia …
Dia …
Dia m-menciumku ??
“Kris,apa yang kau lakukan ?? Are you crazy ?.”Dorongku ketika Ia mulai melumat bibirku.
“Maafkan aku,I’m sorry.Hanya itulah yang bisa mewakili perasaanku saat ini.Aku hancur,Evelyn.Aku melakukan itu agar kau menjauhi seorang bad boy seperti diriku ini.”Jelasnya sambil berlinang air mata.Jemariku terkontrol untuk segera mengusap pipi Kris yang telah dibanjiri air mata.Dia pun mengenggam tanganku.
“Siapapun kau sekarang,aku tak peduli.Aku hanya ingin kau menjadi Kris yang kukenal.Itu saja.Aku akan memasukkanmu kembali ke dalam Ekskul Basket.Aku ingin kau mengejar cita-citamu walaupun tanpa aku disisimu.”Ucapku sambil mengusap pipinya.Dia pun tersenyum simpul.
“Aku berjanji,nanti aku akan ada saat kau kembali.”Ucapnya padaku.Aku pun tersenyum.
“Mulai besok,kau harus fokus pada belajar dan basket,oke ?.”Tanyaku sambil mengulurkan jari kelingkingku.
“Oke Kapten.”Balasnya sambil menautkan jari kelingkingnya yang panjang denganku.Kami pun tersenyum.

Author P.O.V
Keesokan harinya,Kris pun datang ke sekolah.Ia pun segera meminta untuk memasuki Tim dan menjadi Kapten.Sementara itu,teman-temannya segera memberikan dukungan untuk Kris.Kris pun sangat senang.
Evelyn yang melihat itu dari pinggir lapangan hanya bisa tersenyum.Kris dan teman-temanya tidak tahu bahwa besok pagi,Ia sudah pergi meninggalkan Vancouver dan pindah ke London.

Evelyn P.O.V
Vancouver,29 Desember 2009
Kini,aku sedang di Bandara.Aku sangat sedih karena akan pergi meninggalkan Vancouver.Dan tentu saja,aku akan meninggalkan Kris dan teman-temanku.Aku sangat khawatir,karena aku bahkan tidak memberitahu mereka.

“Para Penumpang Maskapai Canadian Air dengan nomor penerbangan CA-365 dengan tujuan Vancouver-London diharap segera menaiki pesawat.Sekali lagi,Para Penumpang Maskapai  Canadian Air dengan nomor penerbangan CA-365 dengan tujuan Vancouver-London diharap segera menaiki pesawat.Terima kasih.”Terdengar CS membertitahukan bahwa aku akan segera berangkat.Aku pun dengan malas melangkah ke lorong dan menempati tempat duduk yang tersedia.
“Goodbye,Cheesy Dragon.I won’t forget you.”Gumamku sambil menatap langit dari jendela pesawat.
Tak lama kemudian,pesawat “Take Off” dan aku pun memejamkan mata.
“Sampai jumpa Kris.”Ucapku sedih.
Suatu saat kita akan bertemu,mungkin suatu hari.

4 Years Later …
Vancouver,6 November 2013
Evelyn P.O.V
Aku sangat senang hari ini.Karena hari ini aku sedang dalam perjalanan menuju ke Vancouver.Aku ingin melihat wajah Kris dan teman-temannya setelah 4 tahun tidak bertemu.Aku sangat kangen pada mereka semua.
Pesawat pun landas,dan Aku pun sudah tak sabar ingin keluar dan menjelajahi Vancouver.
“Aku harap,hari ini aku dapat bertemu dengan Kris.”Gumamku pelan sambil berjalan menuju mobil dan segera pergi ke Rumah.
Hari ini,Aku merencanakan akan pergi latihan ke tempat dulu saat aku masih berlatih bersama Kris dan teman-temannya.
Aku sudah mempersiapkan sepatu,tas dan yang lainnya.Aku berencana menghampiri Heejung dan mengajaknya bermain basket bersama.
Aku pun pergi ke rumah Heejung.Aku pun segera menekan bel yang terdapat di samping pagar rumah Heejung.Aku tak sabar membayangkan ekspresi wajah Sahabat kecilnya setelah 4 tahun tidak bertemu.
“Excuse me !.”Teriakku di depan Rumah Heejung.Lalu,seseorang membuka pintu rumahnya dan yang aku kaget adalah …
“Kapten Lyn !! Kau kembali !!.”Teriak seseorang yang membukakan pintu,dan yang paling parah,Ia adalah …
“C-Chanyeol ??!! Sedang apa kau di rumah Heejung ?.”Tanyaku dengan kaget.Heejung pun segera menyusul ke Pintu.Aku pun melihat Ia bahagia.
“Evelyn Yang !! Kau-K-kau kembali !!.”Teriak Heejung bahagia.Ia pun segera memelukku yang masih kaget.
“Tentu saja,masa aku tidak kembali.Hei,lepas aku tidak bisa bernafas.”Ucapku sambil mencoba melepas pelukan Sahabatnya ini.
“Jawab aku,apa hubungan kau dengan Chanyeol ? Jangan bilang k-kau sedang … “Tunjukku sambil “evil smile”.
“Ya Kapten,kami berpacaran sekitar 2 tahun yang lalu.”Jelas Chanyeol yang membuat aku sontak kaget dengan pernyataannya.Aku pun melihat Heejung,Ia tampak tertunduk malu.
“Hmm,Kalian Curang !! Aku saja belum pacaran.Eh,apa kalian mau Latihan ?.”Tanyaku
“Kapten,ini kan hari sabtu.Dan kami tak ada jadwal latihan,Jadi kami mau jalan-jalan sekarang.Kapten mau ikut ?.”Tawar Heejung padaku.
“Jalan-Jalan,haha tentu tidak.Aku tak ingin menghancurkan Saturday Nite kalian.Aku ingin pergi latihan.Aku tak sabar ingin …”Sebelum aku selesai bicara,Heejung memotong pembicaraan.
“Bertemu Kapten Kris kan ? Bilang saja kau ingin bertemu dengannya.”Celetuk Heejung yang membuat kami semua terkekeh pelan.
“Haha,kau pandai bergurau.Aku berniat latihan.Eh,aku pulang ya.Jangan lupa pajak jadiannya ditunggu oke ? Dah !.”Sapaku sambil melangkah pergi dan membawa kaos dan kantung sepatu ku ini.
“Kapten !! Sampai Jumpa.”Teriak dua makhluk itu.Mereka benar-benar menggemaskan.
Tak terasa hari semakin sore,Aku pun segera berjalan dengan riang menuju gedung tempat latihanku dulu.
Tapi ternyata …
“A-apa ini? Dikunci ? Haish,bagus ya !! Aku sudah niat mau latihan eh malah ditutup.What’s going on here ?.”Kesalku sambil menghela nafas.Dan aku pun mendapat sebuah ide.
“Aku akan latihan di Outdoor saja.”Gumamku sambil berjalan.
Aku pun berjalan ke taman kota dan jam tangan kecilku berbunyi …
“Beep ! Beep ! Beep !.”Jamku menunjukkan pukul 7 malam.
“Aish,malam sekali.Bagaimana mau latihan ?.”Ungkapku setelah memakai sepatu dan kaos.”Biarlah,paling hanya sejam.”Gumamku sambil membawa bola dan bermain shooting-shootingan.
Saat mencoba shooting Three Point,Bola itu malah mengenai ujung papan dan jatuh lalu menggelinding.Aku pun mengikuti bola itu,dan bola itu tepat berhenti di ujung kaki seorang pria.Aku pun segera mengambil bola itu dan segera meminta maaf.
“I’m Sorry Sir.I’m So Sorry Sir.”Ucapku beberapa kali.
“It’s okay,Talkactive baby.”Jawabnya.Aku tersontak kaget,aku pun mendongkakan kepala dan ternyata pria itu adalah …
“K-kris ?”Kagetku.Kris pun segera menepuk bahuku dengan kedua tangannya.
“Iya,aku disini.”Ucapnya.Aku pun menangis disana.Tak tahu ada angin apa yang berhembus,aku pun segera memeluknya.Ia pun tersenyum dan mengusap bagian belakang punggungku.
“I Miss You so much,Cheesy Dragon.”Desahku.
“Me too,Talkactive baby.I Miss You so much.”Ucapnya.
Setelah beberapa lama,aku pun melepas pelukanku.”Mau latihan ?”Ajakku padanya.
“Tentu saja.Aku sudah membawa kaos dan sepatu.Ayo.”Ajakknya sambil menarik lenganku.Kami pun berlatih bersama,dan tentu saja Kami sangat senang.

The End

5 thoughts on “The Captain Couple

  1. aku suka sm jalan ceritanya hihi ;)) tp msh ada yg kurang nih, POV atau sudut pandangnya msh kurang jelas jd trkadang bikin reader bingung. trs EYD nya di perbaiki, antara penempatan koma sm titiknya kurang rapi, soalnya itu jg brpengaruh sm feel suatu ff. okehh ;)) diperbaiki lagi yahhh !! hwaiting !! keep writing !! ditunggu ffny yg lain ;))

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s