Posted in Chan Yeol, EXO-K, Freelance, Hurt/Comfort, One Shoot, Oneshot, Romance, Songfic

Window

Author: Ssangdara
Cast: Park Chanyeol [EXO K], Jung Hara [OC]
Type: Song Fic
Genre: Romance, Hurt
A/N: jika ingin lebih mendapatkan feel dari ff ini saya sarankan mendengarkan lagu Window by G-Dragon, karena ini adalah song-fic dari lagu itu ^^ Terima kasih sebelumnya ^^

images
Strangely, I know better about the end
So I’m sad, I’m sadder
When I look at you
When I look at you

***

Seorang lelaki bernama Park Chan Yeol dan gadis bernama Jung Ha Ra keluar dari mobil mewah Lamborghini berwarna merah yang terpakirkan di depan gerbang mewah di kediaman Jung.
“Apa kau benar-benar akan pergi besok?” tanya Hara sambil menunjukkan wajah sedihnya. “Tentu saja, aku tidak mungkin bisa mengulur waktu lebih panjang lagi,” jawab kekasihnya –Chanyeol- sambil mengusap puncak kepala Hara.
“Apa kau bisa mengganti jadwal keberangkatanmu? Aku mohon, aku mempunyai bad feeling,”
“Tidak akan terjadi apa-apa, jangan terlalu memikirkan itu. Aku pasti akan baik-baik saja,” Chanyeol mengecup penuh kasih sayang pada dahi Hara, mencoba untuk menenangkan Hara.
Hara hanya mengangguk mendengar perkataan Chanyeol, 180o dengan apa yang dirasakan Hara sekarang. Dia merasa akan kehilangan Chanyeol… untuk selamanya.
“Good night, babe,”
***
I see you for the last time
You’re still pretty, prettier
When I look at you
When I look at you
***
Incheon Airpot, di sinilah Hara berada. Berada di sini untuk mengantarkan keberangkatan Chanyeol ke Amerika Serikat untuk mengurus perusahaan di sana dan bertemu dengan orang tua dan kakak perempuannya. Hatinya masih tidak tenang, entah mengapa, sekarang terasa sekali perasaan ganjal yang dirasakan dia kemarin.
“Apa ada sesuatu? Kau terlalu pendiam hari ini,” ucap Chanyeol sambil berlutut di depan Hara yang duduk di depannya. “Aku hanya merasa sedih. Rasanya terlalu berat ditinggalkan olehmu,” Hara mencoba tersenyum, tapi dia gagal. Dia terlalu… khawatir.
“Jangan berlarut-larut menungguku, maka 2 tahun akan menjadi waktu yang sangat singkat,”
‘Aku rasa ini tidak hanya 2 tahun… Aku merasa, kau akan meninggalkanku lebih lama dari itu,’
“Aku akan mencoba,” Hara memeluk kepala Chanyeol mencoba menenangkan hatinya sendiri.
“Hara, aku mencintaimu,”
“Aku lebih mencintaimu, Chanyeol,”
Chanyeol melepaskan pelukan Hara dan mencium penuh kasih pada bibir ranum Hara.
**
This might be the last time we say goodbye
This might be the last time we say goodnight
This might be the last time
This might be the last time
This might be the last time we say goodbye
This might be the last time we say goodnight
This might be the last time
This might be the last time
**
“PEMBERANGKATAN MENUJU AMERIKA SERIKAT AKAN SEGERA LEPAS LANDAS 5 MENIT LAGI,”
Chanyeol dan Hara hanya bisa terdiam mendengar semua itu. Kaki Hara terasa lemas, seperti tidak ada kekuatan dari tubuhnya sama sekali.
“Hhhh… aku rasa ini saatnya, aku mencintaimu Jung Ha Ra,” Sekali lagi Chanyeol mengatakan itu dan mencium bibir Hara lebih lama dari sebelumnya.
“Aku lebih mencintaimu, Park Chan Yeol,” air mata mengalir di kedua pelupuk matanya, rasanya sangat berat menerima semua ini, sangat sangatlah berat…
“Goodbye, Chanyeol,”
“Goodbye, Hara,”
**
Baby slow down
My whole body is shaking
On a sunny day, it suddenly rains on this window
**
Cuaca hari ini di Seoul terasa sangat aneh bagi Hara, di hari yang sangat cerah ini tiba-tiba turun hujan yang sangat deras.
Hara yang sedang melihat ke arah jendela yang juga terkena air hujan, ia menjadi teringat di saat dia dan Chanyeol bermain air hujan di taman belakang. Kenangan manis yang takkan mungkin dia lupakan untuk selamanya.
Hara beranjak dari jendela menuju ruang keluarga untuk melihat televisi. Karena orang tua Hara sibuk bekerja maka Hara hanya sendirian di rumahnya bersama beberapa maid.
“Headline News hari ini adalah baru saja pesawat yang menuju Amerika Serikat dengan nomer seri CH-12345 jatuh ke dalam jurang yang disebabkan kerusakan pada mesin………………”
PRANG!
BRUK!
Remote yang dipegang dan Hara terjatuh setelah mendengar headline news itu.
Hara merasa nyawanya sudah berada diambang antara kehidupan-kematian.
“C-c-c-chanyeol…..”
Ternyata inilah arti dibalik hujan deras yang turun di Seoul, perwakilan atas air mata Hara.
**
Baby calm down
My voice is shaking
The window that knows about the secrets of this silent night
**
Malam ini, malam ketiga jasad Chanyeol masih tidak ditemukan dan malam ketiga tidak keluarnya Hara dari kamarnya. Malam ketiga dimana Hara hanya bisa terdiam dan menangis yang ditemani oleh rintikan hujan yang membasahi jalanan.
Hara melihat kearah jendela, ia ingin mencurahkan semua isi hatinya kepada jendela yang dibasahi oleh air hujan. Jendela yang selalu dia gunakan untuk melihat Chanyeol yang berada di bawah ketika akan menjemput atau mengantarkan dia pergi kemanapun.
“A-a-a-ku me-merindu-k-kan-mu, C-c-chanyeol, hiks,” tenggorokannya terasa kering dan panas untuk berbicara.
“A-a-a-ku menc-c-cintai-m-mu, hiks,”
Dia menangis lagi, menangis tanpa air mata karena air matanya sudah terkuras habis.
**
No one knows about my heart
That I may look like I’m smiling but I’m really not smiling
When I look at you
When I look at you
I can see you crying
Love is painful, more painful
When I look at you
Baby look at me
**
Ibunda Chanyeol dan kakak Chanyeol, Park Yu Ra, hari ini datang menuju rumah Hara, mereka ingin bertemu kekasih Chanyeol yang selalu Chanyeol banggakan jika mereka mengobrol di skype.
“Kau… kekasih Chanyeol?” tanya Ibunda Chanyeol berhati-hati sambil melihat ke arah Hara.
“Iya, saya kekasih Chanyeol, Eommonim,” jawab Hara sambil mengembangakan sebuah senyuman, walau terlihat jelas dari matanya bahwa dia hanya menatap kosong.
Ibunda Chanyeol memeluk Hara tiba-tiba, “Aku tahu ini berat untukmu, kau gadis yang kuat, aku yakin kau bisa menghadapi ini, aku yakin,”
Air mata Hara seperti tak bisa tertahankan lagi, dia menangis, menangis untuk kesekian kalinya. Menangisi kekasihnya yang sudah berada di dunia lain.
Park Yu Ra, kakak Chanyeol, menghampiri Hara yang masih menangis dipelukan Ibunda Chanyeol.
“Kau kekasih Chanyeol? Huh, ternyata adikku benar-benar memilih seorang kekasih,”
Ibunda Chanyeol dan Hara melepaskan pelukan mereka, Hara melihat ke arah Yura, “Terima kasih, Unnie, hahaha,”
Yura hanya melihat Hara dengan tatapan kasihan, dia memeluk Hara seperti yang dilakukan Ibundanya terlebih dahulu. “Aku mohon jangan berpura-pura, bodoh, aku tau kenyataan ini sangat menyakitkan,”
Dan lagi, Hara menangis di pelukan Yura.
**
This might be the last time we say goodbye
This might be the last time we say goodnight
This might be the last time
This might be the last time
This might be the last time we say goodbye
This might be the last time we say goodnight
This might be the last time
This might be the last time
**
“Good night, babe,”;“Hara, aku mencintaimu,”;“Aku mencintaimu Jung Ha Ra,”;“Goodbye, Hara,”
Kata-kata itu mungkin adalah kata-kata terakhir Chanyeol yang paling berharga bagi Hara. Walaupun hanya singkat, tapi bagi Hara itu adalah kata-kata yang sangat berarti. Jika ia bisa memutar waktu, mungkin ia akan melakukan pencegahan yang lebih agar Chanyeol tidak pergi.
Bagaimana lagi… penyesalan selalu datang terakhir bukan?
**
Look into your eyes
Let it rain, Let it rain
Look up at the sky
Let it rain, Let it rain
Rain rain rain rain
Wash away the pain
Let it rain, Let it rain
**
Hara berjalan-jalan di bukit kecil yang sepi, tempat Chanyeol dan Hara bertemu untuk pertama kalinya.
Cuaca yang mendung tidak menyebabkan Hara berhentu berkeliling bukit indah ini. Ia hanya berharap bahwa ia bisa bertemu Chanyeol lagi disini.
Hujan tiba-tiba datang dengan sangat deras membuat tubuh Hara penuh basah kuyup, ia memang membiarkan air hujan ini membasahi tubuhnya. Ia berharap bahwa hujan ini bisa menghapuskan semua lukanya dan tidak membuatnya semakin terpuruk dengan keadaan ini.
“Park Chan Yeol-ah, I love you, I love you so much more than you know that,”

FIN

Comment or Like? :v
Maafkan hamba jika ff ini sangatlah buruk 😐
You should know I’m a newbie and this is my debuted ff xD hehehe

Iklan

17 thoughts on “Window

    1. makasih makasih makasih ❤
      haha iya banyak yang bilang alurnya kecepeten xD soalnya emg aku sesuai-in sama lagunya ^^
      makasih komentarnya ❤

    1. hahaha, padahal buatnya ini cuma 1 jam sebelum les bimbel :”) tp Alhamdulillah memuaskan bisa bikin sedih /plak/ makasih komentarnya ❤

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s