Love Is Just Love [Chapter 1]

Untitled-1

Title                        : Love Is Just Love (Chapter 1)

Author                   : seopfire

Genre                     : Romance

Rated                     : PG 17

Main Cast              : – Oh Sehun (EXO)
 Han Seorin (OC)
– Krystal Jung (Fx)

Support Cast         : Find your self🙂

 

ANNYEONG YOROBUUUUUUUUUUUUUNNNNN :3333333 Author balik lagiii hohoho untuk pertama kalinya ini author buat FF chapter wkwk. Sebenarnya FF ini udah dipikirkan dan ditulis (chapter 1 nya) dari sejak negara api menyerang/? Yah tapi begitulah author malas mau publish FF chapter, takut nge-PHP-in reader kalo kalo nanti updatenya lamaa. Tapi dengan sepenuh keberanian author pun berfikir untuk memunculkan saja FF yang udah dipendam-pendam ini. Kan saying kalo digudangin mulu/? Bedeweeeeeyy, FF ini terinspirasi dari sebuah novel jadul punya bapak author=_= tapi karena idenya bagus ya author ambil aja ngeehehe. Tapi plotnya gak sama kok. Suer deh ini asli kerja kerasnya author  v(‘-‘)v udah deh itu aja, seperti biasa author kalem/? yang satu ini bacotnya gak banyak-banyak. Enjoy ya!! HAPPY READING ^_^

_Author’s POV_

“Apa yang akan kau lakukan dengan nilai serendah ini? Kau tau kan kau adalah satu-satunya penerus keluarga Oh dan kau lah yang harus mengelola semua perusahaan keluarga Oh. Kau tidak bisa lagi bermain-main seperti ini. Setiap malam pergi ke bar untuk hal-hal yang tidak penting. Kau pikir kau akan menjadi apa nanti? Oh Sehun, kalau kau tidak segera merubah ini, aku akan segera memberitahukannya pada ibumu.” Seorang lelaki yang sudah sedikit tua mencoba menasehati pria 21 tahun *usia dipertua/?*  yang merupakan anak tunggal dari keluarga Oh. Dia adalah Oh Sehun. Pria kaya dan tampan. Namun segala yang ia miliki tidak ia pergunakan dengan baik.

Ia sama sekali tidak pintar. Bukan tidak pintar, ia sebenarnya kehilangan semangat belajarnya semenjak ibunya, Ny.Oh sakit-sakitan dan harus terbaring lemah di rumah sakit setiap hari, sehingga sangat jarang untuk Sehun mendapatkan perhatian dari ibunya. Sedangkan ayahnya sibuk dengan segala aktifitas bisnisnya bersama kolega-kolega perusahannya. Bahkan untuk bertemu ibunya saja, ayahnya hanya bisa sekali dalam seminggu. Itupun jika Minggu ayahnya benar-benar libur.

Ia selalu dituntut untuk belajar, belajar dan belajar agar dapat meneruskan perusahaan keluarganya, sehingga membuatnya tertekan dan frustasi. Setiap malam menghabiskan waktunya di bar untuk berpesta bersama teman-temannya dan melupakan segala keluh kesahnya. Dan tentunya menghambur-hamburkan uang.

Bercerita tentang ketampanan dan kekayaan yang dimiliki Sehun, setiap wanita pasti menginginkannya. Namun Sehun adalah tipikal lelaki yang setia pada seorang wanita. Dan ia memiliki kekasih bernama Krystal Jung. Gadis yang seumuran dengannya, berwajah cantik dan manis juga seorang gadis populer dengan pekerjaan sebagai model.

Sehun mengacak rambutnya frustasi. Ia merasa sangat tertekan dengan semua ini. Terlebih pria sedkit tua tadi mengancam akan memberitahukan kebodohannya pada ibunya. Sehun khawatir kesehatan ibunya akan melemah. ia kembali mengacak-acak rambutnya sampai tidak berbentuk. Yang ia pikirkan adalah solusi untuk masalahnya. Dan solusi dalam benak Sehun adalah bar dan teman-temannya.

***

Sehun meneguk gelas berisi wine-nya entah yang keberapa kalinya. Ia sudah cukup banyak minum minuman terlarang itu malam ini. Ia benar-benar ingin melupakan segala tekanan-tekanan keluarganya. Krystal, kekasihnya sudah mengingatkannya untuk segera berhenti. Namun memang tidak ada yang bisa menghentikan Sehun. Ia terus menuangkan wine dari botol ke gelasnya dan kembali membiarkan itu membakar tenggorokannya.

“Sehun-ah!! Kau tidak mau berhenti juga? kalau begitu aku pulang.” Krystal kesal dan langsung meninggalkan Sehun dalam keadaan mabuk. Namun Sehun sama sekali tidak menghiraukan Krystal. Bahkan ia tidak sadar bahwa Krystal sudah meninggalkan dia. Dia masih tetap meminum minuman yang menurutnya adalah sumber kebahagiaannya malam ini.

Sehun menghentikan aksi minumnya kemudian menatap sekitarnya dengan mata yang mengabur dan keadaan yang setengah sadar. Ia melihat seorang yeoja duduk tepat disampingnya. Merasa yeoja itu adalah Krystal, Sehun langsung menghambur ke arah yeoja itu  dan memeluknya. Ia mulai menciumi yeoja itu. Yeoja itu sama sekali tidak berontak, bahkan menyambut Sehun dengan senang hati. Mereka sama-sama dalam keadaan mabuk.

***

Sehun membuka matanya dengan susah payah. Ia berusaha mengumpulkan seluruh tenaganya untuk mengembalikan kesadarannya. Tidurnya terganggu oleh suara gemercik air dan tangisan seseorang. Ia melihat sekitarnya. Setelah benar-benar sadar, ia bangkit dan kaget dengan kondisinya saat ini, ditambah lagi ia tidak mengenali ruangan ini. Tapi kemudian seorang yeoja yang tidak ia kenali keluar dari kamar mandi di ruangan ini dengan mengusap-usap air matanya. Yeoja itu menatap Sehun sebentar namun dengan cepat keluar dari ruangan itu. sehun tidak mengerti apa yang sudah terjadi. Dan ia memukul-mukul kepalanya dengan keras mencoba mengingat-ingat kejadian beberapa jam yang lalu.

“Aaaarrrrggghhh!!!!” Teriak Sehun frustasi.

***

Seorin menatap makan siangnya namun sama sekali tidak menyentuhnya. Pikirannya melayang-layang.  Ia memikirkan apa yang telah ia lakukan bersama Sehun. Ia benar-benar kacau. Ia menyesal tidak bisa mengontrol dirinya kemarin malam. Ia mengenal Sehun. Sangat mengenalnya bahkan. Yang ia tau Sehun adalah anak orang kaya, populer dan mempunyai kekasih bernama Krystal Jung, artisnya. Ya, dia adalah manager Krystal sebagai model. Dan dia benar-benar tidak bisa berfikir sekarang.

“Seorin-ah~ mengapa kau hanya memandangi makananmu?? Kau tidak ingin memakannya?” Tanya Luna, teman dekat sekaligus sebagai kakak untuknya. Seorin tidak bergeming. Ia masih menatap makanannya dengan pikiran yang tidak berada disana.

“Seorin-ah~ Seorin-ah~ Yak Han Seorin!” Luna meninggikan suaranya karena Seorin tidak mendengarnya. Seorin kaget dan langsung menatap Luna.

“Ah, wae unni?” Tanya Seorin.

“Kau bilang wae?? Harusnya aku yang bertanya seperti itu. kau sedang memikirkan apa Seorin? Ada apa denganmu?” Luna balik bertanya.

“A-Ani.. aku sedang tidak memikirkan apa-apa unni.” Jawab Seorin dengan senyum terpaksa.

“Hey Han Seorin. Aku ini unnimu, ya walaupun aku tidak sedarah denganmu tapi aku tau benar dirimu. Kau pasti sedang dalam masalah kan?  Kau bisa ceritakan padaku. Dan aku belum menjelaskan kenapa kau memotong rambutmu seperti itu? kau memang tampak sedikit manis, tapi aku lebih suka rambut panjangmu. Itu membuatmu lebih anggun.”

“Aniyo. Aku tidak ada masalah apa-apa unni. Tenanglah. Soal rambutku, aku lupa memberitahumu. Aku memotongnya kemarin. Aku..aku ingin gaya baru . aku bosan dengan rambut panjangku.” Seorin mengelak. Padahal ia baru saja memotong rambutnya beberapa jam yang lalu, tepatnya ia memotongnya di kamar mandi di ruangannya bersama Sehun pagi tadi.

“Oh, aku baru ingat Krystal ada jadwal setelah ini. Aku harus segera menemuinya. Aku pergi dulu ne. Annyeong~” Seorin langsung pergi dengan cepat. Luna hanya memandang aneh kepergiannya.

***

Seorin menyiapkan barang-barang Krystal ke dalam tas make-up nya untuk dibawa ke tempat pemotretan Krystal.

“Seorin-ssi. Kau manis sekali dengan rambut barumu. Tapi, kenapa wajahmu begitu pucat? Kau terlihat lesu. Eum, kalau kau sakit sebaiknya kau tidak usah ikut aku hari ini. Aku akan mengatur semuanya. Dan staff-staff lain bisa membantuku.” Ujar Krystal memperhatikan Seorin.

“Ah~ aniyo Krystal-ssi. aku baik-baik saja. Aku bisa melakukannya hari ini. Dan terimakasih untuk pujianmu terhadap rambut baruku.” Jawab Seorin tersenyum.

“Hmm, baiklah kalau begitu. Rambut barumu membuatmu lebih manis. menggemaskan.”Kata Krystal. Seorin hanya tersenyum. ‘andaikan kau tau alasanku memotong rambutku Krystal-ssi.’ benaknya.

Perhatian Seorin langsung terpecah melihat kedatangan Sehun yang langsung mengecup kening Krystal. Ia menjadi salah tingkah dan tidak tau harus berbuat apa. Ia menunduk dalam-dalam. Sehun memperhatikan yeoja itu. Yeoja yang sedang menunduk itu.

Krystal melihat Sehun yang terlihat penasaran dengan Seorin. “Kau tidak perlu pangling seperti itu. itu adalah Seorin dengan rambut barunya.” Kata Krystal tersenyum.

“Oh, Seorin-ah. Lihat kesini sebentar. Sehun sepertinya asing melihat rambut barumu.” Ujar Krystal. Seorin mengalah dan mendongakkan kepalanya, membalik sempurna ke arah Sehun dan Krystal. Seorin menatap mereka canggung. Sehun yang melihat Seorin tak kalah kaget dan bersikap tidak wajar. Ia menelan ludahnya yang menjadi sangat pahit melihat orang yang sama dengan yeoja yang dilihatnya pagi setelah ia bangun di ruangan yang ia tidak kenal. Pantas saja ia tidak mengenal yeoja itu. selain pandangannya yang masih kabur, Seorin ternyata memotong rambutnya.

“Krystal-ssi~ aku.. aku ke belakang sebentar. Keperluanmu sudah kupersiapkan. Di tas itu.” Ucap Seorin sambil menunjuk tas biru di hadapan Krystal. Krystal mengangguk. Seorin pun meninggalkan mereka.

“Oh, Krystal-ah. Aku ingin ke toilet sebentar. Toilet dimana?” Tanya Sehun berpura-pura. Ia hendak menyusul Seorin.

“Oh, kau ikuti Seorin saja. Di dekat ruang ganti ada toilet.” Jawab Krystal. Sehun langsung beranjak cepat mengikuti Seorin.

Sehun sedikit berlari agar tidak kehilangan jejak Seorin. Ia mendapatkan Seorin dan langsung menarik tangannya. Seorin terkejut, tubuhnya terbawa oleh tangan Sehun ke sebuah ruangan tempat barang-barang yang tertutup.

Sehun dan Seorin berada di ruangan itu sekarang. Berdua tanpa suara. Hingga akhirnya Sehun mengeluarkan suaranya.

“Kau-“ Sehun mengambil nafas sebentar dan kemudian melanjutkan perkataannya. “Apa perempuan pagi tadi adalah kau?” Tanya Sehun dingin.  Mereka tidak saling menatap. Yang saling berhadapan adalah punggung mereka. Seorin tidak menjawab.

“Apa sebenarnya yang terjadi? Mengapa aku melihatmu di ruangan itu dengan wajah yang menangis?” Tanya Sehun kemudian membalik ke arah Seorin yang menunduk. Seorin berbalik. Sekarang mereka saling menatap. Sehun mencoba mencari tau apa yang terjadi dari pancaran mata Seorin. Tapi itu terlalu sulit ditebak.

“Tidak ada yang terjadi.” Jawab Seorin tak kalah dingin dan langsung meninggalkan ruangan itu. namun Sehun mengejarnya dan kembali menarik tangan Seorin.

“Lalu mengapa kau menangis?” Tanya Sehun tanpa melepas tangan Seorin. Seorin menarik nafas dalam-dalam kemudian melepaskannya, ia mencoba tenang walaupun debaran jantungnya kini bagaikan sepatu para prajurit yang sedang berjalan beriringan.

Seorin menatap Sehun dengan tatapan sinis. “Kubilang tidak ada yang terjadi.” Jawab Seorin kemudian melepaskan tangannya dari cengkeraman Sehun. meninggalkan Sehun yang sama sekali tidak puas dengan jawaban itu. namun Sehun tidak mengejarnya lagi. ia hanya melihat kepergian Seorin yang semakin jauh.

***

Tatapan Sehun tidak pernah pergi dari Seorin yang terus melayani kebutuhan Krystal di tempat pemotretan. Krystal memperhatikan Sehun yang memandangi Seorin. Seketika perasaannya berubah menjadi khawatir. Ia khawatir melihat Sehun yang daritadi memperhatikan Seorin, bukan dirinya. Padahal setiap ia mengajak Sehun untuk menemaninya dalam sebuah pemotretan, Sehun akan selalu memperhatikan dirinya. Dan biasanya Sehun akan melemparkan beribu-ribu senyuman padanya. Namun ia belum mendapatkan satu senyum pun sejak tadi.

“Ayo kita makan.” Ajak Krystal pada Sehun. membuyarkan pandangan Sehun terhadap Seorin.

“Ah, kau sudah selesai?” Tanya Sehun salah tingkah.

“Belum. Shoot pertama sudah selesai. Nanti ada lagi. kau tidak bosan kan?”

“Eoh? Tidak, aku tidak bosan sama sekali.”

“Terang saja. Daritadi kau memandang pemandangan yang indah kan? Mungkin menurutmu itu menggemaskan.” Tebak Krystal dengan nada cemburu.

“Apa maksudmu?”

“Aku tidak bermaksud apa-apa. Aku makan dulu. Kau ingin makan?” tawar Krystal.

“Kau makan saja. Aku belum lapar.” Sehun mengeluarkan ponselnya dan bermain dengan itu tanpa memperhatikan Krystal. Krystal mendengus kesal.

“Seorin-ssi~ apa kau bisa mengambilkan makananku?” Tanya Krystal dengan suara yang dikuatkan agar Seorin mendengarnya. Seorin melihatnya dan mengiyakan permintaan Krystal. Mendengar nama Seorin, Sehun langsung mendongakkan kepalanya. Krystal mendecak. Sehun sadar Krystal kesal dan kembali fokus ke ponselnya.

Seorin datang dengan beberapa nasi kotak di tangannya. Ia juga membagikannya kepada beberapa staff disana dan tak lupa menyertakan senyum manisnya. Namun lama kelamaan wajah manisnya berubah semakin pucat. Hingga akhirnya ia kehilangan keseimbangan dan menjatuhkan tubuhnya beserta makanan yang ia pegang. Semua menjadi gaduh dan menyebut-nyebut nama Seorin. Seorin masih sadar, hanya terjatuh karena merasa pusing. Melihat kegaduhan itu Krystal dan Sehun langsung menghampiri Seorin.

“Seorin-ssi kau sakit? Sudah kubilang sebaiknya kau tidak bekerja dulu hari ini. Sebaiknya kau pulang sekarang Seorin-ssi. wajahmu pucat sekali.” Ujar Krystal khawatir akan kesehatan managernya itu. Seorin memegangi kepalanya dan mencoba bangkit.

“Aku bisa mengantarmu pulang.” Ucap Sehun menawarkan diri. Semua orang langsung menatap ke arahnya termasuk Krystal. Ada kekesalan di hati Krystal melihat Sehun yang begitu perhatian terhadap Seorin. Sebelumnya Sehun tidak pernah seperti ini.

“A-Ani. Aku bisa pulang sendiri.” Seorin menolak. Ia langsung bangkit berdiri.

“Maafkan aku semuanya.” Seorin mengucapkan penyesalannya kemudian membungkuk beberapa kali sebelum benar-benar pergi dari tempat itu.

***

Krystal menghentakkan kakinya beberapa kali. Perasaannya tidak karuan. Daritadi wajahnya mengekspresikan kekesalan terhadap Sehun.

“Krystal-ah, ada apa denganmu? tingkahmu aneh sekali.” Sehun memulai pembicaraan dari sebelumnya ia fokus menyetir mobilnya.

“Hah? Tingkahku aneh? Bukankah tingkahmu lebih aneh???? Tsk, hanya karena rambut barunya yang membuatnya terlihat lebih manis itu kau tergoda dengannya?? Kau kira aku tidak melihatmu sejak tadi di tempat pemotretan kau hanya memperhatikan Seorin Seorin dan Seorin. Bahkan saat aku memanggil nama Seorin kau langsung menoleh. Kau juga tidak biasanya peduli dengan orang, tapi kau menawarkan diri untuk mengantar Seorin pulang. Jadi tingkah siapa yang aneh Oh Sehun??” Krystal mengeluarkan semua apa yang ingin dikatakannya sejak tadi. Sehun merem mobilnya secara tiba-tiba membuat Krystal kaget dan mengikuti gaya mobil ke depan. Untung saja di memakai sabuk pengaman.

“Yak! Setelah tergoda wanita lain sekarang kau mencoba membunuhku?!” Ujar Krystal sinis dengan hati yang berdegup kencang.

“Yak Jung Krystal. Apa yang sedang kau bicarakan?? Aku tergoda? Maksudmu apa, hah?” Sehun meninggikan suaranya. Dia memang paling benci apabila Krystal bersikap kekanakan seperti ini. Krystal sempat menutup matanya mendengar bentakan Sehun. namun ia mencoba menenangkan dirinya.

“Baiklah, aku tidak mengenal Sehun yang seperti ini.” Krystal langsung membuka pintu mobil Sehun dengan kasar dan keluar dari mobil Sehun. ia berjalan dengan cepat sambil menahan air matanya. Ia selalu begini setiap Sehun membentaknya. Sehun memukul setir mobilnya. Perasaannya menjadi tambah kacau karena tingkah Krystal. Tapi ia tetap memutuskan untuk mengejar Krystal.

Sehun mengejar Krystal yang terlihat mengusap-usap air matanya sambil berjalan dengan cepat. Merasa sudah dapat menjangkaunya, Sehun langsung menarik tangan Krystal dan memeluknya. Krystal memberontak dan berusaha melepaskan diri dari pelukan Sehun. namun ia tidak bisa apa-apa. Sehun semakin mengeratkan pelukannya dan mengelus kepala Krystal. Mencoba menenangkannya. Krystal mengalah, ia pasrah dalam pelukan Sehun sambil masih menangis.

“Kau membentakku Sehun. Aku membencimu!” Ujar Krystal sambil terisak dalam pelukan Sehun.

“Maaf aku membentakmu, tapi kau tau kan aku tidak suka dengan sikapmu yang kekanakan.”

“Aku bukan bersikap kekanakan Sehun. tapi aku cemburu. Apa aku tidak boleh lagi cemburu? Aku bukan siapa-siapamu lagi? apa aku tidak berhak??” Sejurus pertanyaan keluar dari mulut Krystal. Sehun semakin mempererat pelukannya.

“Jangan katakan itu lagi. baiklah maafkan aku karena membuatmu kesal sejak tadi. Tapi aku tidak ingin kau mengatakan hal itu lagi.” Jawab Sehun. Krystal akhirnya membalas pelukan Sehun tak kalah erat.

“Aku menyangimu Oh Sehun.” Ucap Krystal pelan namun masih terdengar jelas di telinga Sehun. Sehun melepaskan pelukannya kemudian menghapus sisa air mata di wajah Krystal.

“Terimakasih sudah cemburu.”Sehun menggoda Krystal sambil tersenyum. Krystal mencubit perut Sehun dan kembali memeluknya. Sehun tersenyum kemudian memeluk dan mengecup puncak kepala Krystal.

!@#$%^&*

Sudah sebulan sejak kejadian Sehun dan Seorin di bar. Sehun mulai lupa dengan apa yang terjadi antara dirinya dan Seorin. Namun tidak dengan Seorin. Bahkan tidur pun Seorin tidak bisa karena selalu memikirkan Sehun.

Siang itu Seorin tidak ikut Krystal ke tempat syuting iklan terbaru Krystal. Ia merasa tidak enak badan dan lebih memilih diam di rumah bersama ibunya, sambil menikmati secangkir teh hangat dan pembicaraan ringan.

“Seorin-ah, sampai kapan kau ingin menjadi manager? Kau bisa punya pekerjaan yang lebih baik daripada menjadi seorang manager artis.” Ibu Seorin memulai pembicaraan sambil menyeruput secangkir teh hangat di depannya.

“Eomma, aku sudah pernah bilang kan aku tidak ingin membicarakan hal ini lagi. aku masih ingin menikmati pekerjaanku sebagai manager artis.”  Jawab Seorin.

“Tapi kan kau bisa bekerja di perusahaan appa. Appa sudah menyiapkan jabatan yang bagus untukmu. Eomma lihat kau belakangan ini sangat lelah.”

“Eomma, aku tidak ingin bekerja di perusahaan Appa. Aku tidak ingin menjadi anak yang tanpa usaha apapun langsung masuk ke perusahaan, itu tidak adil bagi pegawai lain. Lagipula aku lelah bukan karena menjadi manager.”

“Kalau begitu kau kembalilah kuliah. Kau ambil jurusan yang kau suka, asalkan kau kuliah lagi. dengan begitu kau bisa masuk perusahaan appa kan?”

“Eomma. Sudahlah. Aku berkali-kali bilang aku tidak ingin kuliah lagi. aku suka dan menikmati pekerjaanku yang sekarang. Sebaiknya eomma dan appa menghargai pilihanku.” Seorin bangkit berdiri, beranjak menuju kamarnya. Namun ia merasa kepala sakit, dunia seperti berputar dihadapannya. Hingga akhirnya ia kembali terjatuh.

“Seorin-ah, ada apa dengamu?” Ucap ibunya khawatir.

“A-ani eomma, aku tidak apa-apa.” Jawab Seorin lemah.

“Sebaiknya kita ke rumah sakit Seorin.”

“Tidak usah eomma. Aku akan pergi sendiri nanti. Aku masih ada pekerjaan lain.” Seorin langsung bangkit dan berjalan gontai ke dalam kamarnya.

***

Sehun memarkirkan mobilnya di parkiran rumah sakit. Ia kemudian masuk ke dalam rumah sakit, berniat menjenguk ibunya. Langkahnya terhenti melihat sosok yeoja yang belakangan ini hampir tidak pernah ia lihat. Seorin berjalan dengan tatapan kosong dan berkali-kali menabrak orang yang berjalan di depannya. Sehun mendekatinya dan berdiri tepat dihadapan Seorin. Seorin menubruk tubuh Sehun tanpa melihat wajah Sehun. Seorin terus menatap kebawah. Ia meminta maaf pada Sehun tanpa melihatnya sama sekali. Sehun menarik tangan Seorin dan menguncinya di tembok kamar rumah sakit itu.

“Han Seorin, ada apa dengamu?” Tanya Sehun memegang kedua bahu Seorin dengan tangannya untuk menahan tubuh Seorin yang lemas. Seorin menatap Sehun sebentar kemudian menitikan air matanya. Ia terisak. Sehun semakin bingung melihat Seorin yang terisak. Ia merasa iba namun  entah kenapa tangan Sehun kaku untuk memeluknya dan menenangkannya.

Suara isakan Seorin semakin keras. Sehun memutuskan membawa Seorin ke parkiran. Seorin masih terisak dan menundukkan kepalanya.

“Seorin-ssi, tenangkan dirimu. Sekarang coba kau jelaskan apa yang terjadi padamu.” Ujar Sehun. Seorin tidak dapat menahan tubuhnya. Ia menjatuhkan dirinya di lantai parkiran sambil masih terisak. Kini ia menangis sambil menutupi wajahnya. Sehun menarik tangan Seorin yang menutupi wajahnya. Seorin menatap Sehun dengan mata yang basah. mereka saling menatap.

“Sehun-ssi. sebulan yang lalu—kau—dan –aku…” Seorin menghentikan ucapannya dan menarik nafas dalam-dalam. Ia mencoba menenangkan dirinya namun ia tidak bisa dan kembali menangis.

“A-Apa yang terjadi?” Tanya Sehun. perasaannya mulai tak karuan.

Seorin menundukkan kepalanya dalam-dalam. Kemudian kembali menarik nafas. “Aku hamil.” Jawabnya

-TBC-

Ahh, akhirnya selesai juga chapter satu. Gimana readerdeul ceritanya???? Idenya udah biasa ya? Ember. Namanya juga dari novel jaman dulu=_= tapi, demi kemajuan author dan chapter-chapter berikutnya, jgn lupa tinggalkan komentar yaaapps:333 THANKSEUUU ^^

 

39 thoughts on “Love Is Just Love [Chapter 1]

  1. Aaaaaa mau nangis bacanya kasian banget kle unnie sehun jahat banget, seorinnya juga. Author please bikin klee unnie bahagia di next chapter atau seorinnya yang tersakiti/plakk#dileparreadersdanauthor

  2. aq bru nemu ni ff, seru sumvah pnasaran bget ada lanjutannya lg gk sieh…??? lnjut donk… pliz,…… lnjut lanjut lanjut
    dah lama bgt bodo amat.. pnasaran

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s