The Sweetest Cupcake Ever!

chocolatecupcake

The Sweet Cupcake Ever!

Author : Charismagirl

Cast :

  • Wu Yifan / Kris – EXO M
  • Park In Hwa / OC

Rating : PG-17

Genre : Marriage Life / Love, Romance.

Length : Drabble

AN : Just one sweet moment, when Kris making cupcake for his wife. ENJOY!

***

“Aku pulaaaang!” seru In Hwa ketika ia baru saja tiba di apartemen miliknya dan suaminya.

Wanita muda itu tampak kelelahan karena hampir setengah hari berada di luar untuk jalan-jalan bersama teman-temannya. Sementara ada satu muatan berlebih dalam perutnya. Harusnya ia banyak istirahat untuk menjaga kondisi calon bayinya, tapi In Hwa memang keras kepala. Ia tidak ingin seharian mengurung diri dalam apartemen. Membuatnya stress saja.

In Hwa menghempaskan tubuhnya pelan ke atas sofa sementara belanjaannya ia letakkan di atas lantai dengan sembarangan. Wanita itu mengatur nafasnya yang terasa sesak.

“Kau sudah pulang?” tanya seorang pria tinggi dengan suara berat yang khas. Suara yang selalu menjadi favorit In Hwa.

In Hwa menolehkan kepalanya ke arah sumber suara. Senyum manis terpatri di wajah wanita itu. Ia senang suaminya sudah berada di rumah. Biasanya kalau suaminya itu sibuk dengan pekerjaannya, In Hwa akan sendirian. Dan Kesepian.

“Kris,” panggil In Hwa.

Wanita itu memperhatikan Kris dari ujung kepala sampai kaki, lalu kembali lagi menatap wajahnya. Ia cukup tercengang dengan penampilan Kris yang tidak biasa. Apron merah muda miliknya tengah tergantung manis di tubuh Kris yang atletis. Sisa-sisa tepung tampak menempel di wajahnya yang tampan, dan ada juga yang mengotori apronnya. Memangnya apa yang baru saja Kris lakukan? Pikir In Hwa.

Kris menghampiri In Hwa lalu duduk di samping wanita itu. Tangannya yang besar itu menyentuh wajah In Hwa, mengusap pipinya dengan lembut membuat In Hwa merasa nyaman, sampai In Hwa memejamkan matanya.

“Kemana saja? Lama sekali perginya.”

Kris menghentikan pergerakan tangannya. Lalu mengambil tisu di atas meja dan mengelap titik-titik keringat di dahi In Hwa. Kris memang sangat perhatian pada istrinya itu membuat siapapun yang melihatnya akan iri. Beruntunglah In Hwa memiliki suami seperti Kris.

“Hanya ke mall,” jawab In Hwa pelan.

Kris telah selesai dengan kegiatannya. Lalu pria itu memilih menatap In Hwa dalam diam dan cukup lama membuat In Hwa sedikit merasa risih. Apalagi melihat raut muka Kris yang mengeras itu. Seperti In Hwa baru saja berbuat salah.

“Ada apa Kris?” tanya In Hwa takut-takut.

“Kau masih ingat kan kalau kau sedang mengandung anak kita?” Kris malah balik bertanya. Matanya yang tajam itu tampak menyipit, menambah kesan menakutkan, namun tetap tampan.

“Tentu saja aku ingat…” In Hwa menurunkan pandangannya, memperhatikan lantai keramik apartemennya. Memang sama sekali tidak menarik, tapi setidaknya ia bisa menghindari tatapan Kris.

“Harusnya kau jangan pergi terlalu lama. Aku takut terjadi sesuatu padamu dan anak kita. Terlebih lagi mengingat kecerobohanmu, membuatku khawatir saja.”

Kris akan bicara panjang lebar jika ia mulai menceramahi In Hwa dengan petuah-petuah yang sudah tercatat manis di kepalanya.

Kris menggelengkan kepalanya pelan. Kemudian ia menangkup wajah In Hwa dengan kedua tangannya membuat wanita itu otomatis mendongak. Pancaran rasa bersalah dapat terbaca oleh Kris di mata wanita itu.

“Aku sayang padamu. Aku mohon jaga diri baik-baik,” ucap Kris sebelum ia menempelkan bibirnya pada wanita itu.

Kris memang tidak berniat melakukan ciuman versi dewasa dengan durasi yang panjang. Tapi rasa manis yang entah dari mana selalu membuatnya kecanduan jika ia sudah mencium istrinya itu. Kris tidak melepaskan tautan bibir mereka bahkan ia tidak sadar sudah beberapa menit terlewat.

Kris memiringkan kepalanya agar ia lebih leluasa memperdalam ciumannya. In Hwa sudah berusaha mengimbangi Kris, tapi rasanya sulit sekali, hingga ia pasrah dan membiarkan Kris memainkan bibirnya, walau sesekali In Hwa membalas. Nafas keduanya memburu. In Hwa mendorong pelan tubuh Kris, hingga tautan bibir mereka terlepas. Namun beberapa saat setelah itu In Hwa memekik tertahan karena Kris menurunkan bibirnya ke rahang dan leher wanita itu.

Ting!

Suara oven dari arah dapur memang tidak dapat terdengar, tapi aroma kue yang manis bisa tercium ke indera penciuman In Hwa.

“Kris, kau membuat kue?”

Kris baru ingat kalau tadi ia memasak kue karena bosan menunggu In Hwa yang tidak datang-datang.

Tanpa menjawab pertanyaan In Hwa, Kris bergegas menuju dapur. Gara-gara ciuman tadi, ia jadi lupa dengan kuenya. Berharap saja semoga kue itu masih layak untuk dimakan.

In Hwa menyusul Kris ke dapur. Wanita itu menyapukan pandangannya dari ujung ke ujung, memperhatikan seluruh penjuru dapur tanpa ada yang terlewat. Oke, kalau dibilang terkejut, pastilah. Memangnya siapa yang menyangka kalau dapurnya akan berubah menjadi kapal titanic paska menabrak gunung es?

Tapi ya sudahlah. Ia bisa membereskan semuanya nanti.

“Wah! Cupcake!” seru In Hwa dengan mata berbinar saat Kris mengeluarkan cupcake buatannya dari oven. Tampilannya memang sangat menggiurkan. Warnanya yang coklat itu tampak empuk seakan akan memanggil In Hwa untuk segera menggigitnya.

“Tunggu!” cegah Kris ketika In Hwa sudah mengambil satu cupcake yang sudah jadi.

“Kenapa?” tanya In Hwa dengan nada kecewa.

“Biar aku yang mencoba lebih dulu. Kalau terjadi apa-apa, berarti kuenya berbahaya dan kau sama sekali tidak boleh mencicipinya!”

In Hwa hanya memperhatikan Kris yang mulai mengunyah kue buatannya. Kris tampak berpikir dengan rasa yang dapat dikecap lidahnya. In Hwa jadi tidak sabar. Sesuatu yang menggelitik terasa dalam perut In Hwa. Ia menelan ludahnya dengan pelan. Ia ingin merasakan rasa cupcake itu. Tapi tiba-tiba hatinya menginginkan agar ia mencoba kue itu dengan cara berbeda. Oh, memalukan sekali!

“Aman. Kau boleh memakannya.”

Tepat setelah Kris mengatakan hal itu, In Hwa segera melompat ke tubuh Kris. Ia melingkarkan kedua tangannya ke leher Kris dan dengan susah payah meraih bibir sensual pria itu meskipun ia sudah berjinjit secara maksimal.

In Hwa menyesapi rasa manis yang tersisa di mulut Kris. Rasanya lebih nikmat dari cupcake manapun yang pernah ia coba. In Hwa semakin menguasai bibir Kris, sementara Kris menyeringai dalam ciuman itu. Istrinya jadi sedikit agresif akhir-akhir ini. Mungkinkah pengaruh bayi?

Kris tidak mau ambil pusing dengan perubahan istrinya. Ia membantu In Hwa dengan menahan pinggangnya agar tidak jatuh.

Setelah merasa puas, In Hwa berhenti. Wajahnya tampak merah padam. Ugh! Memalukan! Pikirnya. Rasanya ia ingin mengubur diri ke pusat bumi setelah menyadari dengan hal gila yang baru saja ia lakukan.

“Sudah selesai?”

Kris tersenyum. Walau tampak sekali bahwa ia sedang menahan tawanya. Well, In Hwa harus pergi dari sana. Dan tidak usah menampakkan wajahnya di depan Kris sampai kejadian memalukan ini hilang dari kepalanya.

“Bersemangat sekali,” sindir Kris sambil mengusap ujung bibir In Hwa yang sedikit basah.

“Aaaa… anu… aku…”

“Bagaimana kuenya? Enak?” Kris bersikap seolah-olah tidak terjadi apa-apa. Membuat In Hwa bingung harus bersikap bagaimana.

“Enak Kris! Tidak ku sangka kau bisa memasak.”

“Kau mau lagi?” tawar Kris sambil mengangkat satu cupcake buatannya.

“Ya, aku mau lagi.”

In Hwa membuka mulutnya ketika Kris menyodorkan kue itu di depan wajahnya. namun seperti anak kecil yang dipermainkan, Kris malah menarik kembali kue itu dan memakannya sendiri.

In Hwa mengerucutkan bibirnya kesal.

“Kau lebih suka dari mulutku kan?” tawar Kris dengan nada penuh kemenangan. Dan In Hwa tidak bisa berkata apa-apa selain menggumamkan nama suaminya yang tampan itu.

“Kris…”

FIN

APA ITU?!!! HUWAAA AMBURADUL!!

Ini ff request-an Nha eonni… Cuma drabble yang sanggup aku buat saat ini.

Bikinnya cuma sejam, tengah malam pula… Jadi gapake protes ya eon *smirk* nikmati saja… selamat mimisan sama kelakuan Kris #plakk

Okedeh, komen!

58 thoughts on “The Sweetest Cupcake Ever!

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s