Reincarnation

Title: Reincarnation|Author:Bluehigh (@ordinay_girl)|Main cast: Oh Sehun. Jung Yoonhee|Genre: Hurt. Confort. AU!. Romance

Author note: Anyeong. in ff pembuka saya sebelum saya hiatus. saya akan hiatus sampai Desember yang paling cepat dan January paling lama.

OK.

ENJOY MY FANFIC

IF YOU’RE A SIDERS OR PLAGIATORS PLEASE GO OUT!!

korea-kim-so-eun-009-hanbok

Paviliun Lotus Timur. Kerajaan Joseon

Bulan purnama kedua, tahun 1879

 260px-Gyeongbokgung-Gyeonghoeru-02

Pertama kali saya melihat anda, saya merasa ada yang menarik dalam diri anda. Anda mengajarkan semua hal dengan baik kepada saya. Pertama kali saya bertemu dengan anda, saat anda menolong saya ketika saya hendak menghadiri undangan raja bersama ibu saya. Anda tampak terburu buru dengan buku anda yang cukup banyak. Lalu anda menabrak saya. Ketika saya melihat anda sedang berdiri dan membaca puisi dengan suara lantang, saya tahu, bahwa saya menyukai anda. Lalu ayah saya datang membawakan saya guru yang berasal dari lulusan kerajaan terbaik, yang ia katakan bahwa dia anak dari sahabatnya. Saya hanya menyetujui. Dan anda masuk dengan hanbok berwarna biru cerah.

“Annyeonghaseyeo. Saya Oh Sehun” kata anda dan membungkuk hormat. Saya hanya berdiri dan membalas hormat anda.

“Annyeonghaseoyeo, saya Jung Yoonhee” sejak itu anda menjadi guru saya, namun saya manganggap anda sebagai teman belajar saya.

Saya tak berduli dengan perbedaan umur anda dengan saya yang mencapai 6 tahun. Saya dan anda sesekali pergi keluar dan menemui rakyat biasa. Dan mengajarkan mereka membaca atau menulis. Anda mengajarkan saya bagaimana sikap dan jiwa yang lemah lembut, jiwa penolong, dan penuh hormat dan kesopanan.

Namun, ketika saat itu, saya mendengar bahwa ayah saya hendak menjodohkan anda dengan saya. Namun ayah anda berkata bahwa anda lebih tua 6 tahun dari saya, dan saya lebih baik mengikuti seleksi menjadi putri mahkota.

Saya melakukan semuanya dengan baik demi anda, orangtua anda dan keluarga saya yang tampak mendukung saya. Anda bahkan terlihat sangat bahagia kala itu. Membuat saya berfikir bahwa anda tak mempunyai perasaan yang sama dengan saya. Dan saya masuk ketahap selajutnya. Saya menyesal melakukan itu dengan baik. Namun sayangnya saya tidak menjadi putri mahkota, saya hanya menjadi selir raja. Dan semua pengorbanan saya sia-sia.

Raja sangat mencintai saya yang sampai sekarang masih mencintai anda. Dan saat ada pemberontak anda melindungi saya. Walau itu atas perintah raja.

Pintu paviliun terbuka. Masuk seorang wanita dengan hanbok hujau tua dibagian atas, dan rambut disanggul. Yeoja itu menghentikan acara menulisnya. Ia mengangkat kuasnya dan menaruhnya kembali ketempatnya.

“Ada apa dayang Choi?” tanya Yoonhee lembut.

“Menteri Oh, dia ingin menemui anda”

“Biarkan dia masuk” dayang Choi keluar dan tak lama ia dan Menteri Oh masuk.

“Ada apa sampai anda kemari”

“Raja menyuruh saya membawa anda ke kuil Bulgaksa secara diam-diam”

“Ya, Saya mengerti”

“Saya akan menyiapkan semuanya, kita akan berangkat tengah malam nanti” lalu berdiri dan memberi hormat, baru ia keluar. Barus aja menteri Oh keluar, tak lama raja datang. Sang raja masuk dan Yoonhee memberikan hormatnya.

“Selir Jung” kata raja sambil duduk di depan Jung Yoonhee. Yoonhee menegakkan badannya dan duduk.

“Ya yang mulia?” jawabnya anggun.

“Hanbok yang anda pakai hari ini sangat indah, selir Jung” kata sang raja sembari melihat apa yang dipakai selirnya. Sebuah hanbok atasan berwarna kuning cerah dan bawahan berwarna biru lembut.

“Terima kasih yang mulia”

“Kau sudah tahu dari menteri peperangan Oh bukan?”

“Ya, saya tahu, namun ada masalah apa yang mulia?”

“Masalahnya terlalu rumit. Namun, mereka mengincar anda”

“Saya ingin anda selamat” lanjut raja lagi.

—–

Taman belakang Kuli Bulgaksa. Daerah kekuasaan Joseon

Bulan ke empat tahun 1879

 Jeonju1_0

“Menteri Oh?” Yoonhee membenarkan pakaiannya, pakaiannya sedikit lebih tipis -biasanya ia memakai bawahan yang cukup mengembang- .

“Ya, yang mulia?” Yoonhee memainkan tangannya, Sehun hanya diam menunggu jawaban Yoonhee sembari mengoyangkan kakinya.

“Disini, bolehkah saya mengatakan seseuatu antara murid dan guru? Murid yang mengatakan sesuatu pada guru?”

”Tentu saja. Silahkan”

“Selamat atas jabatan yang baru saja anda dapat. Guru”

“Terima kasih. Sebaiknya anda tidur” Yoonhee hanya bangkit dan pergi masuk kedalam kamar.

Ia menahan suaranya agar tidak menjerit. Ia baru saja hendak melepas hanboknya dan langsung berlari keluar. Yoonhee yang masih melihat Sehun duduk di pinggir beranda kamarnya menariknya.

“Ada apa, yang mulia?”

“Ada yang membunuh dayang Choi dan beberapa perajuritmu” katanya masih berlari. Gulungan rambutnya sudah dibuka. Menampakkan rambut panjangnya yang dikepang. Mereka terus berlari dan sampai diujung tebing. Mereka hendak kembali namun sudah ada 25 orang berpakaian hitam yang menghalangi mereka.

Sehun menghela nafas panjang sebelum menarik pedangnya dan mulai menyerang orang berpakaian hitam itu. Yoonhee masih berdiri diujung tebing, tak bisa berbuat apa-apa, bahkan berteriak. Pikirannya sangat kacau saat ini.

Sehun terus menerus melawan mereka, tersisa hanya 5 orang. Sehun lengah dan hampir tertusuk. Yoonhee menuju depan Sehun dan membiarkan dirinya tertusuk. Ia mengambil sesuatu dari kantung lengannya. Surat. Darah keluar dari mulutnya dan masih mengalir mengenai surat itu dan pakaiannya.

“A…a..am..b..bil..i…in…ini” ucap Yoonhee. menyodorkan dan memaksa Sehun mengambilnya. sebelum orang yang baru saja menusuknya mendorongnya ke jurang.

“ha…ha..hanya.. u….un….t…tu…tuk….m….mu…..s….se..sehun…o…ra…ora…beonim” ucapnya kembali. Sehun menerima kertas yang berlumuran darah dari Yoonhee itu dengan tangan gemetar. Yoonhee mendorongnya minggir.

Orang yang menusuk Yoonhee itu mengambil kembali pedangnya. Yoonhee yang sudah setengah sadar terjatuh kedalam tebing. Amarah Sehun memuncak melihat itu, Ia menusuk orang yang baru saja menusuk Yoonhee.

Pasukan raja datang bersama sang raja. Lalu mereka menyerang pemberontak yang tersisa 3 orang.

“Dimana Selir Jung?” tanya raja. menteri Oh hanya menghela nafas berat.

“Maafkan saya yang mulia. Ia tertusuk dan terjatuh ke tebing saat saya lengah”

“Ini sudah takdir menteri Oh. Besok kita akan mencari mayatnya dan mengkremasinya. Sebaiknya anda sekarang datang ke istana dan datangilah tabib istana, lalu obati luka anda”  balas sang raja. Padahal Sehun tahu dan sangat yakin dari nada suara sang raja. Bahwa sang raja tampak sangat kehilangan dan ingin menangis.

Sehun duduk di tempatnya. Ia teringat surat Yoonhee. Ia mengambil dari kantung lengannya. Warna surat itu biru, warna kesukaannya dan Yoonhee, namun warna biru itu cukup pudar karena terkena darah Yoonhee. Ia membukanya. Dan ia menemukan reretan tulisan piyin yang rapih.

Pertama kali saya melihat anda, saya merasa ada yang menarik dalam diri anda. Anda mengajarkan semua hal dengan baik kepada saya. Pertama kali saya bertemu dengan anda, saat anda menolong saya ketika saya hendak menghadiri undangan raja bersama ibu saya. Anda tampak terburu buru dengan buku anda. Lalu anda menabrak saya. Lalu ketika saya melihat anda sedang berdiri dan membaca puisi dengan suara lantang. Saya tahu, saya menyukai anda. Lalu tak lama ayah saya datang dan membawakan saya guru yang berasal dari lulusan kerajaan terbaik, yang ia katakan bahwa dia anak dari sahabat ayah. Saya hanya menyetujui. Dan anda masuk dengan hanbok berwarna biru cerah.

“Annyeonghaseyeo. Saya Oh Sehun” kata anda dan membungkuk hormat. Saya hanya berdiri dan membalas hormat anda.

“Annyeonghaseoyeo, saya Jung Yoonhee” sejak itu anda menjadi guru saya, namun saya manganggap anda sebagai teman belajar saya.

Saya tak berduli dengan perbedaan umur anda dengan saya yang mencapai 6 tahun. Saya dan anda sesekali pergi keluar dan menemui rakyat biasa. Dan mengajarkan mereka membaca atau menulis. Anda mengajarkan saya lemah lembut, jiwa penolong, kesopanan.

Namun, ketika saat itu, saya mendengar bahwa ayah saya hendak menjodohkan anda dengan saya. Namun ayah anda berkata bahwa anda lebih tua 6 tahun dari saya, dan saya lebih baik mengikuti seleksi menjadi putri mahkota.

Saya melakukan semuanya dengan baik demi anda, ayah anda, orangtua anda yang tampak mendukung saya. Anda bahkan terlihat sangat bahagia kala itu. Membuat saya berfikir bahwa anda tak mempunyai perasaan yang sama dengan saya. Dan saya masuk ketahap selajutnya. Saya menyesal melaukan itu dengan baik. Namun sayangnya saya tidak menjadi putri mahkota, saya hanya menjadi selir raja. Dan semua pengorbanan saya sia-sia.

Raja sangat mencintai saya yang sampai sekarang masih mencintai anda. Dan saat ada pemberontak anda melindungi saya. Walau itu atas perintah raja.

Sehun membaca surat itu. Air matanya mengalir. Ia memandang kosong surat Yoonhee.

“Jadi anda menyukai saya Yoonhee? Saya mencintai anda, namun saya terlalu takut akan hal itu. Dan sekarang semua ini sudah terlambat”

—-

Kediaman rumah Jung. Gangnam, Seoul, Korea Selatan.

1 April 2013

images (1)

“Sekolahmu tak terkontrol. Msa depanmu mau jadi apa? Artis? Apa masa depanmu nanti? Tak selamanya kau akan menjadi artis” bentak sang ayah.

“Ya, appa, saya mengerti” sang anak hanya diam dan patuh. Walau dalam hatinya iapun sangat kesal dengan laki-laki didepannya yang notabe seorang ayahnya, dan mulai mengikuti omongan ayahnya dengan remeh didalam hatinya.

“Kau akan mempunyai teman belajar. Ia sesama artis dan berasal dari agency yang sama denganmu. Tapi lihatlah, ia mempunyai nilai yang bagus. Tidak sepertimu. Ia anak sahabat appa”

“Masuk” kata appa. Lalu muncullah seorang namja berkulit putih susu. Sepertinya ia menunggu diluar sedari tadi.

“Annyeong haseyeo. Saya Oh Sehun mohon bantuannya” ucap namja berkulit putih itu sembari membungkukkan badan 90 derajat. anak perempuan tadi spontan membungkukkan badannya 90 derajat juga, walau dia belum melihat wajah namja itu, dan sebaliknya.

“Annyeong. Jung Yoonhee imnida. Mohon bantuannya” mereka menganggat tubuh mereka dan menegakkan badan, setelah mereka saling melihat wajah lawan bicara mereka.

DEG

END

47 thoughts on “Reincarnation

  1. Ping-balik: When You Kill My Heart (Chapter 3.1) | EXO Fanfiction World

  2. Ping-balik: When You Kill My Heart | EXO Fanfiction World

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s