I lived with crazy Yeoja Part 7

liieeee

Title                   :  I lived with crazy Yeoja Part 7

Author              : Park hana

Cast                   : Byun Baekhyun, Jung Eunji.

Other cast        : Find by your self

Genre                :  comedy romance family

Length              : Chapter

Rating                : G

Warning         : Typo dimana-dimana!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

Summary       :  Perempuan itu membuat kepalaku pusing, semua kelakuannya abnormal.  Sungguh tak seperti perempuan, tapi itu yang membuat dia berbeda. Sipat tak tahu malunya, cara bicaranya yang seperti preman dan lagi tertawanya. Dialah yeoja gila yang tinggal dirumahku.

Part 6

Thump-Thump

Eunji menatap dirinya sendiri didepan cermin dengan senyum lebar. Dia berdadan ala caplin lengkap dengan topi dan kumis. Tapi ada yang unik, karena dia juga menambahkan  sebuah tanda merah yang dia buat dari lipstick di kedua belah pipinya. Eunji melangkahkan kakinya keluar kamar dengan wajah ceria.

“Ehem”

Eunji berdehem ketika sudah berada tepat didepan Baekhyun yang tengah serius belajar dan tak mau memperhatikan Eunji karena terlalu focus pada bukunya.

“Ehem”

Sekali lagi Eunji berdehem.

“Aku sedang belajar, jadi jangan ganggu aku!” ujar Baekhyun tanpa menatap Eunji dan hanya terus focus pada bukunya.

Eunji kesal, lalu dia mencoba memanggil Baekhyun.

“Byun Bacon nareul bwa!!!”

“Bukankah sudah aku bilang aku . .. “

Baekhyun segera memotong ucapannya saat melihat sosok Eunji yang kini ada didepannya. kini kedua mata Baekhyun membelalak sempurna.

“Eotte? Yeppeo?”

Tanya Eunji sambil menyimpan tangannya di  pinggang , dan menatap Baekhyun lalu mengedipkan sebelah matanya pada Baekhyun.

Tak beberapa lama kemudian Baekhyun pun tertawa, karena menurutnya dandanan Eunji sangat aneh.

“Kau tahu aku berdandan seperti ini Khusus untuk mu Byun Bacon “ ucap Eunji dengan suara yang dibuat sexy.

Baekhyun semakin tak bisa menahan tawanya, bahkan sekarang dia tertawa sambil memegangi perutnya.

Eunji melangkah menuju CD player dan mulai memutar music.

“Music Juseyo” ucapnya  bersemangat.

“Hya Miss Jung kau mau apa lagi?” tanya Baekhyun yang sudah mulai bisa menghentikan tawanya.

Kedua mata Baekhyun mulai membelalak sempurna saat sebuah lagu yang tampaknya tak asing mulai terdengar. Roly poly  T-ara itulah music yang Eunji mainkan dan kini Eunjipun mulai  menari mengikuti irama dan dance roly-poly persis milik T-ara.

Baekhyunpun kembali  tertawa.  Dia benar-benar mendapat hiburan gratis dari Eunji malam itu.

Saat melakukan dance, Eunji bukan hanya melakukan dance roly-poly, tapi juga dance gee, genie, loving you sistar, alone sistar, chu FX, Kissing You Snsd dan No body milik wonder girl dan tak lupa juga gangnam Style milik PSY.

Baekhyun menggelengkan kepalanya karena tak menyangka Eunji akan melakukan hal  seperti itu. Eunji terus bergerak sampai lagu tersebut habis.

Setelah lagu tersebut habis, Eunjipun tergeletak di lantai dengan napas terengah-engah. Sedangkan Baekhyun hanya bisa menatap Eunji dengan wajah yang terlihat sangat senang.

“Hya Byun Bacon ambilkan aku minum, aku haus!!!”

“Mwo? Sirho!” tolak Baekhyun.

Eunji langsung bangun dan menatap tajam Baekhyun, lalu diapun menggebrak meja dan menggerakkan kepalanya seakan memberi kode agar Baekhyun bergegas.

Baekhyun berdecak “Tsk baiklah baiklah aku akan membawakanmu minum”

Baekhyun menuju lemari es, dia mengambil air lalu menuangkannya di gelas.

“Silahkan diminum Songsaeng-nim”

Ucap Baekhyun begitu sopan, namun terkesan penuh penekanan.

“Gomawoyo” ujar Eunji dengan wajah sumringah.

Baekhyun berdecak kembali

“Tsk tampaknya selain gila, kau juga punya dua kepribadian”  sindir Baekhyun.

“Arghhhhhh. .  dahagaku hilang” ucap Eunji setelah meminum air tanpa menghiraukan ucapan Baekhyun Barusan.

Eunji lantas menopang wajahnya menggunakan kedua tangannya dan menatap Baekhyun yang tengah meneruskan kegiatan belajarnya.

Baekhyun yang sadar tengah diperhatikan oleh Eunji lantas mengikuti apa yang Eunji lakukan.

“Aku bisa lihat kalau kau mengaggumi ketampananku Miss jung” narsis Baekhyun

“Mianhae!”

Baekhyun mengerutkan dahinya mendengar ucapan Eunji barusan, dia bingung kenapa Eunji mengatakan Mianhae.

“Untuk apa?” tanya Baekhyun.

‘Untuk segalanya, karena aku rasa kau marah padaku!”

Baekhyun segera membenarkan duduknya kembali, lalu mengusap kepala Eunji.

‘Aniya, Kau tak salah apa-apa” ujar Baekhyun sambil tersenyum.

“Hei oppa, mari kita berfoto!”

Eunji langsung bangun dan beralih kesisi Baekhyun. Baekhyun hanya menyipitkan matanya karena kaget.

“Hya Miss Jung kenapa kau tiba-tiba ingin berfoto?”

“Berikan ponselmu” pinta Eunji yang tak menghiraukan kata-kata Baekhyun.

“Aigoo kau ini seperti anggota gangster yang merampok korbannya!!” ledek Baekhyun yang langsung memberikan ponselnya.

Kini Baekhyun dan Eunji tengah bergaya

“Ok kimchi!” ucap Eunji

Klik!!!

Eunji tersenyum melihat hasil fotonya, lalu memberikan ponselnya pada Baekhyun. tapi beberapa detik kemudian Eunji teringat sesuatu.

Dia langsung beranjak dan berlari menuju kamarnya. Eunji  meraih tas miliknya, lalu mengambil sebuah kotak kecil. Eunji tersenyum cerah kali ini dan langsung pergi menghampiri Baekhyun lagi.

Eunji pun menunjukan isi kotak kecil yang dia pegang pada Baekhyun yang merupakan cincin couple pemberian dari Soojung.

Baekhyun membelalakan matanya melihat cincin tersebut, dia bingung apa maksud Eunji menunjukan cincin itu padanya.

Eunji mengambil salah satu cincin lalu meraih tangan Baekhyun dan menaruhnya di telapak tangan Baekhyun.

“Cincin ini Soojung belikan untukku, dia bilang agar aku memberikannya pada  Pacarku. Tapi karena aku tak punya pacar jadi aku berikan padamu. Ini sebagai tanda persahabatan kita”

Eunji memakai cincin yang satunya dan menyuruh Baekhyun memakainya juga.

“Sirho, aku tak mau memakainya” tolak Baekhyun

“Wae?”

“Aku. . .” bingung Baekhyun harus menjawab apa.

“Aku hanya tak mau saja! bagaimana kalau tak ada wanita yang mendekatiku karena mengira aku sudah punya jika memakai cincin ini” Lanjut Baekhyun sambil menyerahkan cincinnya kembali.

Eunji beranjak dari duduknya lalu melipat tangannya dipinggang.

‘Hya terserah kau mau pakai atau tidak, tapi aku sudah memberikan itu padamu jadi sebaiknya kau jaga pemberianku. Dasar Bacon sialan”

Eunji lantas pergi menuju kamarnya, dia mengunci pintu. Namun mulutnya terus saja mengumpat karena kesal pada Baekhyun.

Sedangkan kini Baekhyun tengah menatap pintu kamar Eunji dengan tatapan nanar.

“Kau benar-benar bodoh Miss Jung. Bagaimana bisa aku memakai benda itu!”

Baekhyun lantas mengalihkan pandangannya pada cincin tadi yang kini berada diatas meja.

***

Baekhyun menatap Eunji yang saat ini tengah makan dengan terburu-buru.

“Hya Miss Jung pelankan makanmu!”

“Ghwaen-thana” ucap Eunji dengan mulut penuh makanan.

Baekhyun hanya bisa menggelengakan kepalanya melihat perilaku Eunji.

“Ah aku selesai. Dan aku akan berangkat duluan karena Dohyun mengatakan akan menjemputku!”

Eunji bangun dan meraih tasnya, lalu melangkah pergi.

“Miss Jung!’

Panggil Baekhyun yang membuat Eunji mengehentikan langkahnya, lalu menoleh.

“Eungh!!”

Baekhyun menghampiri Eunji. Setelah berada didepan Eunji , Baekhyun menggerakkan tangannya menuju wajah Eunji, tepatnya menuju pipi Eunji.

Eunji hanya terdiam mematung saat Baekhyun menyentuh pipinya.

Deg deg deg deg!!!

Eunji mendengar suara jantungnya sendiri yang rasanya berdetak lebih kencang dari biasanya.

“Lihatlah ini, kau makan seperti anak kecil!”

Baekhyun tersenyum seraya menunjukan sebutir nasi yang tadi menempel dipipi Eunji. Namun beberapa detik kemudian dia menyipitkan matanya saat melihat Eunji yang hanya terdiam mematung dan tak mengatakan apapun.

“Eunji-ya” panggil Baekhyun

“Eo” sahut Eunji kemudian dan terlihat sangat bingung.

Baekhyun memegang dahi Eunji dan sekali lagi terdengar suara  deg deg deg ditelinga Eunji.

“Dahi mu tak panas!” ucap Baekhyun yang merasa kebingungan dengan sikap Eunji.

Eunji segera pergi tanpa mengatakan sepatah katapun dan mulai memegangi dadanya. Bahkan dia menghiraukan Baekhyun yang terus memanggilnya.

“Kenapa lagi yeoja gila itu?” tanya Baekhyun sambil mengedikan kepalanya.

***

“Ini”

Joomyeon memberikan minuman kaleng pada Eunji, namun Eunji hanya terida. Dia seperti tengah memikirkan sesuatu.

Eunji yang kemudian tersadar dari lamunannya, langsung menoleh pada Suho dan tersenyum.

“Eo ini minumanku ya?” tanya Eunji

Joomyeon mengangguk lalu duduk disebelah Eunji. Mereka kini tengah menemani Dohyun yang sedang les piano.

“Kau sepertinya sedang memikirkan sesuatu”

“Ah Joomyeon-ssi apa tidak apa-apa kau bolos bekerja?” tanya Eunji yang menghiraukan ucapan joomyeon tadi.

Joomyeon menggeleng dan tersenyum. “Aku akan datang jika Dohyun minta, meskipun itu harus meninggalkan pekerjaanku”

Eunji menatap Joomyeon dengan kagum karena begitu menyayangi adiknya. Dia seakan teringat pada Howon yang juga selalu melakukan hal yang sama yang Joomyeon lakukan pada Dohyun.

Eunji meminum, minumannya lalu menunduk. Dia merindukan Howon lalu tersenyum lirih.

Joomyeon yang melihat ekspersi wajah Eunji yang terlihat sedih. Lantas memegang bahu Eunji.

“JIka ku merindukan seseorang, temuilah dia” ucap Joomyeon.

“Nde? Kenapa kau mengatakan hal itu? apa aku terlihat sedang merindukan seseorang?” tanya Eunji.

“Kenapa kau bertanya itu padaku? bukankah jawabannya hanya kau sendiri yang tahu” Jawab Joomyeon bijak.

Eunji menatap Intens joomyeon seakan tengah memikirkan perkataan Joomyeon barusan.

***

Eunji POV

Ini pertama kalinya lagi aku melihat wajahnya, harus aku akui kalau aku merindukannya. Aku merindukan suaranya aku merindukan kasih sayangnya. Bahkan aku merindukan dia mengatakan ‘Its gonna be ok dongsaeng-ah’ jika aku tengah bersedih karena perlakuan eommanim.

Andai saja aku tak pernah mengetahui semuanya, dan tak mendengar semuanya. Aku pasti akan masih berada di Jepang bersamamu, meskipun kau mengatakan hal yang menakutkan bagiku tapi kau adalah sandaranku dan itu takkan pernah bisa aku rubah begitupun perasaanku.

Sekarang aku sedang berada di depan  sebuah restoran, yang dimana ada Howon oppa yang sedang duduk bersama Baekhyun. Aku bisa melihat mereka jelas karena mereka duduk tepat didepan kaca. Oh ya aku sengaja meminta Baekhyun menemuinya agar aku bisa melihatnya.

“Bogoshipoyo” guman Eunji pelan.

Aku lantas memundurkan langkahku lalu beranjak pergi, dan tak terasa air mata jatuh dari ujung mataku. akupun segera menghapusnya karena bagaimana bisa aku malah menangis seperti ini.

“Jung Eunji kau ini kenapa?” tanyaku pada dirimu sendiri dan meneruskan langkahku.

Eunji POV End

Eunji dan Baekhyun tengah berjalan bersama untuk pulang. Tak ada kata yang terlontar dari keduanya. Sebenarnya  Baekhyun ingin mengobrol dengan Eunji, tapi dia  tahu ini bukan saat yang tepat. Dia tahu perasaan Eunji tengah kacau saat ini.

Mereka kini sudah sampai dirumah, Eunji mengambil kunci rumah dan mencoba memasukan kunci, namun karena tangannya yang bergetar membuat kunci itu jatuh.

“Ah kenapa aku seperti ini?” ucap Eunji sambil tersenyum kecil.

Saat Eunji akan mengambil kuncinya, Baekhyun mencegahnya dan mengambil kunci tersebut.

“Ayo masuk”

Baekhyun memegangi bahu Eunji untuk memapah Eunji, namun Eunji melepaskan tangan Baekhyun dari bahunya.

“Kenapa kau memperlakukanku semenyedihkan ini? aku masih bisa berdiri dan berjalan jadi jangan pegangi aku seperti ini, rasanya tak nyaman”

Eunji langsung memasuki rumah, dan menuju kamarnya. Baekhyun segera mengejar Eunji dan langsung melingkarkan tangannya dileher Eunji.

Eunji yang kaget dengan hal itupun tak bisa melakukan apapun, dia seakan tak mempunyai tenaga untuk menolak.

“Kalau kau ingin menangis, maka menangislah, karena dengan menangis maka kau akan merasa lebih baik!”

Beberapa detik kemudian terdengar suara isakan dari mulut Eunji.

“Joomyeon benar, aku merindukannya. Aku ingin bertemu dengannya. Bagaimanapun dia adalah kakakku, meskipun dia tak menganggapku adiknya lagi tapi aku tetap menganggapnya kakakku, dia kakak terbaik bagiku”

Baekhyun menaruh dagunya dibahu Eunji.

“Apa kau ingin menemuinya?”

“Haruskah aku pulang?” tanya Eunji.

Baekhyun tak menjawab pertanyaan Eunji barusan, dia tampak terdiam dan terlihat bingung harus bagaimana menjawab pertanyaan Eunji.

Baekhyun melepas lengannya dileher  Eunji, lalu membalikkan badan Eunji. Baekhyun menatap Eunji intens . kedua tangannya kemudian mengarah pada ujung mata Eunji lalu mengusapnya.

“Uljima! “

“Kau tahu, wajahmu itu tidak cantik dan jika kau menangis kejelekanmu bertambah” tambah Baekhyun.

Eunji langsung berdecak kesal dan meninju bahu Baekhyun pelan.

“Haishh tak bisakah oppa berbicara baik padaku sekali saja?” ujar Eunji dengan senyum tipis.

Baekhyunpun mendekatkan badannya pada Eunji lalu memeluk Euni dan mengusap kepala Eunji lembut.

“Jung Eunji tampak cantik saat tersenyum jadi tersenyumlah seperti biasa. . “

Deg deg deg deg

Suara Baekhyun terdengar samar-samar ditelinga Eunji karena suara jantungnya sendiri lebih dominan sekarang.

Eunji langsung melepaskan pelukan Baekhyun, lalu pergi tanpa berkata apapun. Sedangkan Baekhyun tengah mengernyitkan dahinya karena heran dengan sikap Eunji.

Namun sebuah senyuman tiba-tiba terukir dibibir Baekhyun, dia mulai menggerakkan tangannya dan memegangi sebuah kalung yang dia pakai. Sebuah kalung dengan cincin yang dijadikan bandulnya.

Didalam kamar, Eunji tengah duduk  menyender di pintunya. Dia kemudian menaruh dagunya diatas lututnya yang dia lipat.

Pandanganya pun kini dia arahkan pada cincin yang sedang dia pakai, kemudian tersenyum tipis.

***

Baekhyun tampaknya tertidur saat belajar di ruang tengah, Eunji yang setelah mengambil air minum.

Eunji memasuki kamarnya lagi dan tak lama kemudian dia keluar membawa sebuah selimut.

Eunji menyelimuti Baekhyun, setelah itu dia berjongkok didepan Baekhyun yang sedang tertidur dengan kepala di atas meja, Eunji memperhatikan setiap lekuk wajah Baekhyun dan perlahan mulai mengarahkan jari telunjukanya menelusuri wajah Baekhyun.

“Ini dahi Byun Bacon, ini hidung Byun Bacon, lalu ini bi-bir  Byun Bacon, heheh” Eunji menarik tangannya lalu melipatnya diatas lututnya dan terkekeh kecil.

Eunji menggerakkan tangannya lagi dan hendak mengusap kepala Baekhyun, namun dia mengurungkan niatnya dan memilih untuk pergi kekamarnya kembali.

Setelah Eunji masuk, Baekhyun mengerjapkan matanya dan langsung bangun.

“Haissh aku ketiduran lagi” ucapnya

Baekhyun melihat ada yang aneh karena ada sebuah selimut dibadannya, dia  memagang selimut itu dan tersenyum.

“Gomawoyo Miss Jung” ujarnya sambil menatap pintu kamar Eunji yang tepat berada didepannya.

***

“Eonni”

Panggil Soojung yang membuat Eunji tersadar dari lamunannya.

Eunji menoleh kearah Soojung yang sudah duduk dipinggirnya.

“Mana Jongin?” tanya Eunji

“Ah Wae Eonni apa kau merindukan pacarku?” tanya Soojung dengan wajah yang sengaja dibuat sinis untuk mengerjai Eunji, namun beberapa saat kemudian soojung malah terkekeh, melihat wajah datar Eunji.

“Eonni, kau kenapa seserius itu? aku hanya bercanda”

Eunji langsung menghela napasnya dan mulai menundukkan kepala. Soojung merasa ada yang aneh pada Eunji saat itu.

“Eonni apa ada suatu hal yang terjadi?”

Tanya Soojung dengan wajah yang terlihat Khawatir. Eunji menggelengkan kepalanya menandakan bahwa dia tak apa-apa. namun Soojung tahu bahwa Eunji tengah berbohong.

“Kalau Eonni memang tak mau menceritakannya, aku takkan memaksa”

Eunji merasa tak enak pda Soojung karena mengganggapnya tak mau bercerita.  Soojung yang melihat wajah menyesal Eunji langsung memegang bahu Eunji.

‘Eonni kau tau, aku tak akan marah jika memang kau tak mau menceritakkan salah stau masalahmu padaku. karena kau tahu setiap orang memiliki rahasia mereka sendiri yang pasti tak mau mereka bagi dengan orang lain. Aku bisa mengerti jika kau tak mau bercerita, jadi jangan khawatir aku akan marah padamu”

“Ah itulah yang membuat aku jatuh cinta pada Soojung, hatinya begitu lembut berbeda dengan…”

Tiba-tiba Jongin muncul sambil  membawa tiga buah soft drink untuk mereka bertiga.

“Haishh Kim Jongin aku tahu lanjutan dari kata-katamu tadi jadi tak usah diteruskan”

Ucap Eunji yang langsung mengambil salah satu Soft drink yang dibawa jongin.

“Eo eonni kami tak bisa menemanimu lama-lama karena kami ada kuliah siang ini, jadi taka apa-apa kan kau pulang sendiri?” tanya soojung

Eunji mengangguk seraya tersenyum dan menyuruh mereka agar tak usah khawatir karena dia sudah hapal jalan pulang.

Sebelum pergi Jongin seakan teringat sesuatu, dia lantas mengambil sesuatu dari dalam tasnya.

“ini karena noona sudah mengembalikan ponsel yang kemarin pada Dohyun, jadi aku belikan noona ponsel”

Eunji menatap Jongin dan Soojung kali ini, dia bingung dan begitu terharu kenapa Jongin begitu baik padanya.

“Ambillah eonni” ujar Soojung.

“Aniya, tapi aku tak bisa menerimanya. Ini benar-benar sudah melebihi batas. Kalian terlalu baik”

“Jongin meraih tangan Eunji dan memeganginya.

“Noona terimalah, aku benar benar menyayangimu seperti noonaku sendiri. Kau tahu aku sudah katakan bahwa aku akan menjadi keluargamu”

Eunji tak kuasa menahan air matanya, dia kemudian meninju pelan bahu Jongin.

“Hya Kim Jongin bagaimana bisa kau memegang tangan seorang gadis ketika berada didepan pacarmu” ujar Eunji sambil melirik Soojung.

Jongin segera melepas genggaman tangannya pada tangan Eunji dan beralih merangkul Soojung.

“Soojung akan mengerti karena dia mengerti aku, benarkan?” tanya Jongin.

Soojung kemudian menggoda Jongin dengan menggelengkan kepalanya. Yang membuat Eunji tertawa.

***

“Bukankah kau akan mengembalikan ponsel itu?”

Tanya Baekhyun yang baru satang dan langsung duduk disebelah Eunji yang tengah menonton Tv.

“Kenapa kau begitu peduli aku mengembalikan ponsel itu atau tidak? Apakah kau lupa kau yang menolak memberiku pendapat saat aku tanya waktu itu” Jawab Eunji tanpa menoleh pada Baekhyun dan hanya terarah pada TV nya.

Baekhyunpun berdecak.

“Ponsel ini dari Jongin, yang kemarin sudah aku kembalikan” tambah Eunji masih tanpa menoleh apda Baekhyun.

Baekhyun menyenderkan badannya di punggung kursi serta melipat tangannya didada.

“Tampaknya kau sangat baik dalam hal menarik perhatian orang-orang kaya”

Eunji akhirnya menoleh dan menatap Baekhyun kesal karena mengatkan hal barusan.

“Mwo? Apa katamu?” tanya Eunji dengan ekspresi kesal.

Baekhyun ikut menatap Eunji dengan wajah datar.

“Wae? Bukankah benar yang aku katakan.  Barusan. Kim Jongin lelaki yang selalu bersamamu bahkan memeberimu pekerjaan dan ponsel. Dia orang kaya, lalu mobil yang setiap pagi menjemputmu. Dia juga orang kaya. Aigoo kau benar-benar pintar menggaet orang-orang kaya. Ah tapi aku lupa bukankah kau juga anak orang kaya jadi kau pantas bergaul dengan mereka”

Terlihat raut wajah marah, kecewa dan sedih di wajah Eunji saat ini. perkataan Baekhyun barusan terdengar begitu menyakitkan.

“hya Baekhyun-ssi penilaianmu terhadapku perlu aku acungi jempol, kau begitu mengerti aku. gamsahamnida!!”

Eunji berdiri dan langsung berjalan kekamarnya tanpa menoleh lagi pada Baekhyun, sedangkan Baekhyun hanya bisa mengutuk dirinya sendiri yang bisa-bisanya berbicara hal seperti tadi.

“Paboya, naega jongmal paboya!!” ucap Baekhyun sambil menatap pintu kamar Eunji.

Tak lama kemudian Eunji keluar dengan wajah merah dan mata merah sambil menggendong tas.

Baekhyun langsung bangun dari duduknya dan menghampiri Eunji.

“Kau mau kemana?” tanya Baekhyun bingung.

“Aku akan pergi menemui salah satu dari orang kaya yang kau katakan tadi. Setidaknya mereka bisa memperlakukanku dengan baik dan lebih manusiawi” Ucap Eunji sambil menoleh pada Baekhyun.

“Mwo? Apa maksudmu mengatakan hal barusan? Memangnya aku tak pernah memeperlakukanmu dengan baik?”

“Bukankah sudah jelas hah? kau selalu berteriak padaku dan selalu menindasku kau juga selalu marah tanpa alasan padaku. setidaknya mereka bisa bersikap sangat lembut padaku! mereka yang menenangkanku saat aku kesal padamu dan satu hal lagi mereka tak pernah berteriak padaku”

Wajah Baekhyun mulai mengeras.

“OK pergi sana pada lelaki-lelaki kaya itu, dan mintalah makan pada mereka dan jangan pernah minta-minta padaku lagi” ucap Baekhyun.

“Mwo? Minta-minta?”

“Ya, bukankah sudah jelas selama ini kau selalu meminta minta padaku!”

Eunji meniup poninya lalu menatap Baekhyun dengan tatapan yang tajam.

“BAIKLAH AKU AKAN PERGI, JADI MULAI SEKARANG KAU BISA HIDUP TENANG BYUN BAEKHYUN-SSi!!” pekik Eunji

“NDE AKU AKAN HIDUP SANGAT TENANG DAN TIDAK HARUS MENGELUARKAN UANGKU LAGI UNTUK MEMBERIMU MAKAN!!!” Balas Baekhyun.

Dan kini mereka berdua tengah saling menatap dengan tatapan tajam dan penuh amarah.

TBC

Hai-hai aku kembali membawa part part 7 dan semoga kalian para reader tercinta gak pada bosen ma ceritanya yah,,^^

Ah pada minta romancenya Baekhyun ma Eunji. Tapi yang sabar yah pokoknya romancenya segera menyusul. *plak.

Ah aku sudah tak bisa berkata-kata lagi, pokoknya makasih buat para reader setia dari FF ini. *peluk reader satu-satu.

89 thoughts on “I lived with crazy Yeoja Part 7

  1. part ini menyedihkan😥 . masa eunji mau pergi dari rumah baekki? trua baekki setuju aja lagi. malah mereka berantem. apa yg terjadi selanjutny a? penasaran. lanjut ah! ^^

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s