I AM YOUR MAID (Chapter 9 A)

Tittle: I AM YOUR MAID (Chapter 9 A)

er_副本_副本

Author: Dindong L.Kim (@adinda_elements)

MainCast :

–         XI LUHAN

–         SHIN NAOMI (OC)

SupportCast :

–         BYUN BAEKHYUN

–         KIM MINRAE (OC)

–         PARK CHANYEOL

–         SEO SANG AKH (OC)

–         OH SEHOON

–         CHOI JIN RI (SULLI)

–         Akan bertambah sesuai chapternya

Genre: Romance (Maybe),Friendships, Comedy (Maybe), Gaje (Pasti)

Ratting: PG 16

Length: Chaptered

Disclaimer:

THIS FF IS MADE BY DINDONGL.KIM 😀 all cast hanya saya pinjam untuk dijadikan pemeran di FF ini.PLAGIATOR ?? JUST GO AWAY ^_^ AND SILENT READERS ?? IT’S OK, BECAUSE OF YOU,MAYBE I CAN’T CONTINUE TO WRITE THIS FF ^_^ ALUR IS PURE MINE 🙂

DindongNotes :

Sorry for typos ^_^

And Long Update ^_^

Warning : Typo bertebaran 🙂

-Author Pov-

“Drrt Drrt” handphone itu lagi – lagi bergetar. Membuat sang pemilik muak mendengar getarannya.

“BIP” lagi – lagi si pemilik handphone hanya menekan tombol berwarna merah yang berada di layar datar handphone tersebut dan kembali memeluk lututnya. Ia, maksudku gadis itu kembali larut dalam tangisnya. Sebenarnya apa yang ia tangiskan ? entahlah, jangankan kita.  Gadis itu sendiripun tak tau kenapa ia menangis.

Setaunya, kejadian yang tadi siang menimpanya merupakan sebuah kesalahan dan bukanlah sesuatu yang di rencanakan. Tapi kenapa ? kenapa setiap ia mengingat kejadian itu, air matanya kembali menetes ? tolong. Siapapun. Berikanlah solusi kepadanya.

“Naomi. Kumohon, keluarlah.! Ini sudah larut, dari tadi siang kau belum memakan apapun. jangan menyiksa dirimu sendiri seperti ini.” Suara yang sangat Naomi kenal kembali mengetuk dan memanggil namanya. Naomi tau, ini semua bukan kesalahan namja itu. Tapi, ia belum siap menatap wajah imut itu.

Naomipun menghapus air matanya dengan kasar, menghembuskan nafas supaya ada kelegaan di hatinya dan akhirnya suara itu keluar juga dari mulutnya.

“tidak apa – apa sehun. Aku tidak apa – apa.” Ya, hanya itu kata – kata yang dapat ia keluarkan saat ini.

Sehun kembali menghembuskan nafas gusarnya. Ia tau, keadaan gadis yang ada di balik pintu itu berbanding tebalik dengan apa yang baru saja ia katakan. Kenapa setiap perempuan mengatakan kalau ia baik – baik saja padahal jauh di dalam hatinya, mereka merasa seperti di sayat – sayat oleh kuku – kuku tajam milik serigala ? entahlah. Mungkin itu adalah takdir alam.

Dengan langkah gontai, sehun beranjak dari pintu kamar Naomi. Pria imut dan tampan itu melangkahkan kakinya ke arah dapur. Ia mengambil botol air mineral yang ada di dalam kulkas kemudian meminumnya tanpa menggunakan perantara apapun -gelas-.

Setelah meletakkan botol itu ke tempatnya, sehun menatap kosong ke arah pria yang sedang larut dengan tvnya. Bukankah seharusnya pria itu juga membantu sehun untuk membujuk naomi agar keluar dari kamarnya ? tapi apa kenyataannya ? setelah kejadian tadi siang, pria itu hanya mengedikkann bahunya dan segera memasuki kamarnya. Sungguh pria tak berperasaan bukan ?

Karena kesal, sehunpun menghampiri pria itu.

“Hyung” panggilnya dan pria yang di panggil Hyungpun menoleh, memberikan tatapan seperti bertanya ‘ada apa ?’

“apa kau tidak ingin membantuku ?” sehunpun mengambil tempat duduk di samping hyungnya itu.

“untuk apa ?” inilah jawaban yang paling tidak ingin sehun dengarkan. Ingin sekali rasanya sehun memakan hyungnya itu hidup – hidup atau mencabik – cabik badan hyungnya itu kemudian ia berikan kepada singa yang ada di kebun binatang.

“apa kau tidak merasa bersalah karena sudah menciumnya ? apa kau tidak merasakannya sedikitpun ?” pria yang berada di samping sehun hanya menatap ke arah sehun sekilas, kemudian ia kembali memutar kepalanya ke arah tv.

“itu bukan kesalahanku. Jadi, apa yang harus ____ ”

“BRAKK” tiba – tiba sebuah bunyi yang memekakkan telinga terdengar oleh panca indera kedua pria yang sedang berbincang itu.

“TAP TAP TAP” bunyi derap langkahpun terdengar. Sepertinya seseorang sedang berusaha menuruni anak tangga yang ada di rumah luhan dengan cepat. Karena penasaran, kedua pria yang sedang berbincang tadi langsung menoleh ke arah sumber suara. Dan disanalah dia …

-I AM YOUR MAID-

-Author POV END-

-Shin Naomi POV-

“tidak apa – apa sehun. Aku tidak apa – apa.” Bohong, kata – kata itu adalah kebohongan. Mana mungkin aku dalam keadaan yang baik – baik saja kalau kenyataannya aku belum makan dalam kurun waktu 12 jam ?

Kusenderkan kepalaku ke bidang datar yang biasa disebut pintu, kemudian kubayangkan kejadian memalukan yang terjadi tadi siang. Oh astaga, aku tak menyangka pria itu akan memperlakukanku seperti itu.

Dengan cepat, kugeleng – gelengkan kepalaku, supaya pikiran kotor itu lenyap tak tersisa dari ingatanku.

“DRRT DRRT DRRT” lagi – lagi benda itu bergetar. Membuat telingaku bosan mendengar getarannya. Kulihat layar dari benda tersebut, dan disana telah tertera nama seorang namja. Dengan lesu, ku tekan gambar ganggang telfon berwarna hijau dan langsung menempelkannya di telinga kananku.

“yeoboseyo ?”

“yeoboseyo, YA.!! Naomi, apa kau sedang bersama minrae ?” sahut seseorang dari seberang dan langsung membuatku kaget bukan kepalang.

“mwoya ? minrae ? aniyo sunbae. Aku tidak melihatnya dari kemarin”

“aisshh, kau jangan bercanda naomi. Aku serius. Dari tadi eomma minrae selalu menelfonku. minrae belum pulang ke rumah”

Mataku terbelalak ketika mendengar ucapan chanyeol sunbae barusan. Apa yang terjadi ? kenapa minrae belum pulang ke rumahnya ? setauku, minrae bukanlah tipe yeoja yang suka keluar rumah malam hari. But, ini sudah jam setengah 1 malam.

“naomi ? naomi ? kau masih disana ?” chanyeol sunbae kembali bersuara dan semua lamunanku telah lari dari tempatnya (?)

“nde. Aku masih disini sunbae. Eumm, apa kau sudah menelfon handphonenya ?”

“Tentu saja aku menelfonnya, tapi apa ? sambungannya selalu terputus di tengah jalan”

“hmm, bagaimana dengan temannya yang lain ? apa kau sudah menghubungi mereka ?”

“kau kan tau. Minrae adalah tipe gadis yang lebih suka menyendiri. Bukankah temannya itu hanya kau ?” benar juga ucap chanyeol sunbae.

“Bagaimana dengan sunbae ? kapan terakhir kali sunbae bersama minrae ?” tanyaku

“a~ aku tau. Bagaimana kalau kita ke woollim university sekarang ?” sarannya dan langsung membuatku terbangun dari posisi duduk sebelumnya.

“apa kau bercanda ? ini sudah larut. Mana mungkin minrae disana. Lagipula ak…..”

“firasatku mengatakan seperti itu. Apa kau mau ikut ? kalau tidak, aku akan menelfon baekhyun”

“hmm, baiklah. Tapi, sebaiknya sunbae juga menghubungi baekhyun sunbae. Karena, bukankah lebih banyak orang yang mencari. Maka, persentase kemungkinan minrae di temukan bisa melonjak” *what ? apaan nih ?*

“geurae. Kalau begitu, kunanti kau di gerbang. Otte ?”

“otte.”

“TUTT TUTT (?)” sambungan teleponpun terputus. Dengan cepat, kuambil sweater tebal kesayanganku dan langsung pergi keluar kamar.

Tunggu, dengan siapa aku akan ke sana ? bukankah kendaraan umum sudah tidak ada ? atau, haruskah aku meminta pertolongan kepada sehun atau …… ah, sudahlah. Masa bodoh dengan siapa aku pergi. Yang terpenting, minrae harus segera ditemukan

“BRAKK” kututup pintu kamarku dengan keras dan langsung berlari menuruni satu persatu anak tangga. Pada saat kaki ku sudah menginjak anak tangga yang terakhir, kuhentikan sejenak langkahku untuk menghirup oksigen.

Setelah merasa cukup dengan kadar oksigen yang kuhirup, akupun langsung menegakkan kepalaku dan tampaklah dua orang namja tampan sedang melihat ke arahku dengan tatapan heran.  Sedetik kemudian, seorang namja tampan yang lebih muda dari namja tampan satunya (?) langsung menghampiriku dengan wajah yang berseri – seri.

“akhirnya kau keluar juga” ujarnya dengan senyum manis yang tak henti – hentinya mengembang di wajah putih susunya itu.

“……….” tak ada jawaban apapun yang kuberikan kepada sehun. Sedari tadi, mataku tidak ada henti – hentinya menatap ke arah, ya kalian pasti tau ke arah siapa mataku ini melihat. Sementara yang dilihat hanya menatap tak perduli kepadaku.

“naomi. Shin naomi ?” karena merasa diabaikan. Sehun kembali bersuara dan di sertai dengan mengayun – ayunkan tangan kanannya ke arah wajahku untuk memastikan jiwaku tidak melayang kemana – mana.

“ah ne. Wae geurae sehun-a ?” dengan cepat, kualihkan pandanganku ke arah sehun yang sekarang tepat berada di depanku.

Sehun berdecak dan langsung berkacak pinggang layaknya anak perempuan kebanyakan -_-

“kau mau kemana ?” tiba – tiba sebuah suara yang berat namun terkesan lebih halus (?) terdengar oleh pendengaranku. Aku tau suara siapa itu. Siapa lagi kalau bukan suara xi luhan.

hmm, geurae. Kau mau kemana naomi ? kenapa kau memakai sweater tebal dan celana training ?” sehun menimpali. “atau jangan – jangan kau ingin pergi dari rumah ini ? HYAAAA >.< Andweee Naomi. Jangan pergi dari sini. Kalau kau pergi, bagaimana dengan hidup hyungku satu – satunya ? aku tak ingin hidup hyung yang kucintai menjadi berantakan sehun berbicara dengan cukup histeris dan menurutku semua yang di ucapkannya hampir setara dengan sebuah lelucon.

Dengan cepat, gelengan kepalapun sontak ku perbuat. Membuat wajah sehun yang awalnya sedih berubah menjadi cerah kembali. Bagaimana dengan luhan ? haha, kalian semua tau itu bukan ? seorang xi luhan mana mungkin mengeluarkan ekspresi dari wajah dingin seperti itu.

“sahabatku belum pulang ke rumah sehun-a. Eommanya juga sudah khawatir, dan sekarang aku, chanyeol dan baekhyun ingin mencarinya”

“selarut ini ? memang kalian akan mencarinya dimana ?” akupun hanya bisa memberikan senyum hangat kepada sehun (?) “kami akan mencarinya di kampusku.”

Untuk beberapa saat, sehun memutar tubuhnya, membelakangi ku. Ia menatap luhan dengan tatapan yang, entahlah. Akupun tak tau apa yang mereka bicarakan, karena kata – kata yang keluar dari mulut keduanya sama – sama memiliki suara yang kecil.

“boleh kami ikut ?” tanya sehun bersamaan dengan berbaliknya arah tubuhnya ke arahku.

“tentu saja” balasku dengan girang.

“kajja” ajaknya seraya menarik tanganku dan hanya senyum tipis yang dapat kuberikan padanya. ‘gomawo sehun-a’

Setibanya kami di garasi, sehun segera berlari menuju sebuah kotak kecil yang terpaku dengan sempurna pada tiang yang berada tepat di tengah – tengah garasi. Sehunpun mencoba membuka kotak tersebut, namun hasilnya ?? nihil. Kotak itu tidak bisa di buka sama sekali. Sepertinya kotak itu terkunci, tentu saja sehun tidak bisa membukanya.

Dengan wajah memelas, sehun mengalihkan pandangannya kearah Luhan, yang berada tepat di belakangku. Akupun mengikuti arah pandangan sehun. Luhan mengangguk singkat dan segera berjalan kearah sehun.

“eomma membawa kuncinya” jelas Luhan sembari memukul pundak sehun pelan dengan nada bicara yang datar.

“jadi bagaimana ?? apa kita akan memakai—-” sehunpun melirik kearah Motor Sport yang berada di sebelahnya dengan was – was. Sepertinya dia takut naik sepeda motor atau trauma ? entahlah, aku juga tak tau.

“sepertinya” balas Luhan yang disertakan dengan sebuah anggukan. Percaya atau tidak, tapi aku melihat pelipis sehun telah menghasilkan banyak keringat dingin, ini menandakan kalau dia benar- benar takut menaiki sepeda motor.

“Hyung” rengeknya dan Luhanpun hanya menggeleng

“kau harus mencobanya atau tidak sama sekali” Luhan memberikan semangat. Ya, walaupun hanya dengan kata – kata tapi menurutku kata – kata itu sangat ampuh bagi sehun.

Setelah mengatakan itu, Luhan kembali masuk ke dalam rumahnya dan beberapa saat kemudian dia keluar seraya membawa dua buah helm di tangannya. “igeo, kau harus memakai ini. Kalahkan rasa takutmu, jangan menjadi pengecut” sehunpun menerima helm yang diberikan oleh Luhan.

“kau akan mengawasiku bukan ??” Luhan mengangguk singkat dan mereka berdua langsung memakai helm itu.

“Naomi” panggil sehun dari dalam helm dan dengan cepat akupun tersadar dari lamunanku.

“waeyo sehun-a ??”

“berhubung kakimu belum sembuh. Kau akan ke kampus bersama Luhan Hyung, ne ?” aliskupun tertaut ketika mendengar perintah sehun. What ?? Luhan ??

“a— aku”

“kau ingin mencari Minrae atau tidak ??” Luhan memotong perkataanku dan itu semua sukses membuat tingkat kegugupanku bertambah.

“baiklah kalau begitu” akhirnya aku mengalah. Setidaknya ini semua kulakukan demi Minrae, sahabatku.

-I AM YOUR MAID-

“BRUUUMMM” Luhan menyelip diantara beberapa mobil yang ada di hadapannya, membuat penganganku yang semula renggang menjadi semakin erat, sampai – sampai aku dapat mengukur besar pinggang luhan yang memiliki ukuran lebih kecil untuk ukuran laki-laki seumurnya *maksud loe ?*.

“tuan, ini terlalu cepat. Aku takut” pekikku dari kursi penumpang (?). kurasa ia tak mendengar pekikanku, buktinya laju motornya malah semakin cepat. Membuat tanganku secara reflek lebih mengeratkan pegangannya.

Sesekali akupun melihat kearah sehun yang berada tepat di belakang motor Luhan. Walaupun laju motornya terkesan ragu – ragu namun, dia tidak pernah tertinggal oleh luhan. Tanpa kuperintah, sebuah lengkungan yang biasa di sebut senyum telah tercetak di wajahku. Entah karena apa. Akupun tak tau, kenapa senyum itu ada.

-I AM YOUR MAID-

“BRUUMM” luhan memberhentikan motornya di depan gerbang utama Woollim University begitupula dengan Sehun.

“lepaskan” ucapnya dengan aksen dingin dan membuatku langsung melepaskan tanganku dari pinggangnya. Akupun menggaruk tengkukku yang tidak gatal sebagai penyalur rasa Malu ku -_-

“akhirnya kau datang juga” tiba – tiba seorang namja yang memiliki tinggi lebih dari Luhan dan sehun datang menghampiri kami bertiga. Dibelakang namja itu tampak seorang yeoja yang juga berjalan kearah kami. Yeoja itu siapa ??

“Chanyeol Hyung.. sudah lama aku tak melihatmu” pekik sehun dari motornya disertakan dengan senyum manis andalannya, chanyeolpun membalas dengan senyuman mautnya yang memperlihatkan deretan gigi – gigi putihnya. Namja ini sungguh. Bisa tidak, dalam sehari saja dia tidak memperlihatkan gigi – gigi putihnya itu ?? jujur saja, aku merasa terkalahkan oleh gigi putihnya -_- *Naomi jealous sama gigi chanyeol yak ?? yang sabar ya ^_^*

“Hyung, itu siapa ??” Tanya sehun ketika melihat ada seorang yeoja di belakang chanyeol dan lagi – lagi chanyeol menanggapinya terlebih dahulu dengan sebuah senyuman gigi (?)

“itu Seo—-” ucapan Chanyeol terputus bersamaan dengan datangnya sebuah mobil Audy berwarna biru tua yang berhenti tepat di samping motor luhan.  Sontak semua orang yang ada disana melihat kearah mobil audy tersebut dan beberapa saat kemudian keluarlah seorang namja tampan dari dalamnya.

Setelah menutup pintu mobilnya, namja itu langsung mendongakkan kepalanya dan pandangannya langsung tertuju kepada yeoja yang berada di belakang chanyeol.  Alisnya bertaut menyiratkan perasaannya yang tak karuan dan seakan bertanya – Tanya. Sedetik kemudian, iapun menghembuskan nafas sebalnya dan segera berjalan kearahku.

“sebaiknya kita cepat. Tadi, kulihat di pos penjaga tak ada siapapun disana. Kupikir para penjaga sedang pergi, namun aku tak yakin berapa lama mereka keluar. Yang pasti, kita harus bisa semaksimal mungkin mencari Minrae. Arra ??” jelas chanyeol dan kulihat semuanya mengangguk mengerti kecuali sehun tentunya.

“Hyung, aku tak tau bagaimana bentuk dari Minrae itu” ucap sehun dengan wajah polos, membuat chanyeol meluncurkan sebuah jitakan hangat yang ditujukan untuk sehun.

“kau pikir dia benda, eoh ?? seharusnya kau memakai kata paras atau wajah, bukannya bentuk” chanyeol memperbaiki perkataan sehun, dan sehunpun membalasnya dengan anggukan pasti.

“Igeo, ini Minrae. Jangan sampai salah, Arra ??” akupun memperlihatkan foto Minrae kepada sehun dan sepertinya ia sudah mengetahui bagaimana bentuk eh ? paras Minrae maksudnya.

“kajja” lanjut chanyeol dan langsung berjalan kearah gerbang utama.

“apa kau yakin ??” akhirnya Luhanpun bersuara dan chanyeolpun menanggapinya dengan sebuah anggukan. Dengan susah payah, kutelan air ludahku. Apa chanyeol yakin ?? bukankah gerbang itu sangat tinggi ??  tidakkah ada cara lain selain memanjat ?? jujur saja, aku belum pernah memanjat gerbang sebelumnya.

Tanpa terasa, tangankupun ternyata sudah bergetar dengan hebat setelah melihat chanyeol yang sudah terlebih dahulu memanjat gerbang itu dan kemudian sehunpun melakukan hal yang sama.

Akupun melirik ke belakang, disana, yeoja yang mengikuti chanyeol tadi hanya menatap kosong kearah gerbang. Kurasa ia juga takut memanjat gerbang setinggi itu. Akupun kembali melihat kearah gerbang dan tanpa disangka – sangka ternyata chanyeol dan sehun sudah mencapai puncak gerbang itu. Apa kalian tau yang mereka lakukan selanjutnya ?? haha, yang mereka lakukan sungguh menakjubkan. Maksudnya menakjubkan dalam kategori ingin bunuh diri -_-

Bayangkan saja, kalian melompat dari gerbang yang memiliki tinggi lebih dari 4,5 meter. Bukankah itu membuat kakimu sakit ??

Akupun melirik kearah Luhan, ia tampak.. hmm, masih tenang dan tanpa ada aba – aba iapun segera memanjat gerbang itu, tetap dengan gaya coolnya yang pasti.

“kau jangan takut. Mereka akan membantumu” tiba – tiba baekhyun menepuk bahuku pelan. Akupun menoleh kearahnya dan memperlihatkan wajah takutku.

“apa perlu kubantu ??” tawarnya dan tentu saja aku mengangguk. “kajja” ajaknya seraya menggenggam tanganku dan jujur, itu membuat rasa takutku memudar.

“YA.!!! SEO SANG AKH, JANGAN BERDIAM SAJA. AYO PANJAT GERBANGNYA” chanyeolpun berteriak dari arah dalam gerbang, aku tak menghiraukannya dan langsung memulai aksiku untuk memanjat Gerbang. Perasaan takut bercampur dengan ngeri mendominasiku, sampai – sampai pada saat aku hendak memanjat, tubuhku masih bergetar. Ya, walaupun dengan skala kecil tapi tetap saja namanya takut ya takut.

“you can do it Naomi” semangat sehun dengan wajah berseri – seri.

‘FIUH’ kuhembuskan nafas yang penuh akan ketakutan dan langsung kupanjati gerbang itu.

“jangan melihat kebawah” ucap baekhyun yang sudah ada di puncak gerbang seraya melempariku dengan senyum manisnya.

1

2

3

4

5

6

7

“akhirnya aku sampai juga” teriakku kegirangan karena pada akhirnya aku bisa juga mencapai puncak gerbang dan pada saat kulihat kebawah. Oh astaga, ini sangat tinggi.

“kau siap ??” Tanya baekhyun dan tanpa persetujuanku dia telah lebih dulu mendorongku.hei, aku bahkan belum bersiap – siap.

“BRUKKK” lagi dan lagi aku menabraknya. Akankah dia marah – marah seperti biasanya ?? tapi tunggu, ini semua bukan kesalahanku sepenuhnya. Baekhyunlah yang mendorongku dan menyebabkanku jatuh menimpanya.  Jadi, aku punya alasan yang kuat untuk kejadian ini.

“minggir” sudah kuduga kata itu akan keluar dari mulutnya dengan nada ketus dan dengan cepat, sehun segera membantuku berdiri menjauh dari Luhan.

“gwenchana ??” Tanya sehun dan aku hanya mengangguk.

“YA.!! BYUN BAEKHYUN.!! MELOMPATLAH” lagi – lagi chanyeol berteriak, membuat telingaku bosan mendengarnya.

-Shin Naomi Pov End-

-AUTHOR point of view-

‘aku tau. Kau bisa melakukannya. Kalahkan rasa takutmu dan datanglah padaku’ baekhyun membatin seraya melihat kearah Sang Akh yang hendak memanjat Gerbang.

Setelah menghembuskan nafasnya, Sang Akhpun mulai memanjat gerbang. ‘jangan lihat ke bawah, jangan lihat ke bawah’ semangat Sang Akh pada dirinya sendiri. Namun sayang, ketakutan lebih mendominasi di dirinya dan dengan reflek, pegangan Sang Akh pada gerbang terlepas dan menyebabkan ia jatuh kembali ke tanah.

Sang Akh merintih kesakitan tatkala merasakan badannya yang telah jatuh dengan bebas tanpa persiapan pada ketinggian 3,5 meter. Baekhyun yang melihat itu langsung meloncat kearah Sang Akh.

“kurasa dia tidak bisa melanjutkannya. Kalian carilah Minrae di dalam, aku dan Sang Akh akan berjaga – jaga disini” perintah baekhyun dan kami berempat menyanggupinya. Chanyeolpun langsung berlari kearah pintu utama Woollim University begitupula dengan sehun, Naomi dan Luhan.

“kau ?? bisa tidak, sehari saja pergi dari pikiranku ??” ucap baekhyun seraya memapah Sang Akh menuju mobilnya.

-I AM YOUR MAID-

Setibanya di aula, chanyeol langsung mengajak sehun untuk memeriksa semua ruangan yang ada di lantai 1 dan menyuruh Luhan dengan Naomi untuk mencari Minrae di lantai 2. Awalnya sehun menolak pembagian itu, karena ia sangat ingin mencari Minrae bersama Naomi. Tetapi, berhubung keduanya sama – sama takut akan kegelapan, chanyeol langsung mendeath Glare sehun. Membuat nyali sehun menjadi ciut dan langsung menyatakan persetujuan.

*Berhubung di chapter sebelumnya moment Naomi – Luhan cuman secuil. jadi, bagaimana kalau dari sini sampai to be continued kita focus dulu sama Naolu ?? trus nanti di chapter 9 b baru kita rangkap semuanya. Otte ?? setuju ?? walaupun kalian gk setuju, saya udah terlanjur membuatnya >.< *Happy Reading yaw ^_^

-I AM YOUR MAID-

“BLAMMMM”

“KYAAA” pekik Naomi ketika mendengar suara pintu salah satu ruang kelas yang tertutup dengan keras. ‘keep calm Naomi. Itu hanya pintu, hanya pintu’ sugesti Naomi pada dirinya sendiri. Namun sayang, lagi – lagi suara keras itu terdengar membuat Naomi secara reflek memeluk lengan Luhan.

“ehemm” Luhan berdehem dan langsung membuat Naomi melepaskan pelukannya. “mianhae” pinta Naomi seraya menggaruk tengkuknya yang tak gatal, sementara Luhan ia tak terlalu menanggapinya dengan serius dan terus memberikan penerangan pada ruangan – ruangan yang telah gelap itu.

“MINRAE, KIM MINRAE. APA KAU MENDENGARKU ?? KALAU KAU MENDENGARNYA, JAWAB AKU.!!!” Teriak Naomi berulang – ulang.

“WUSSHHH” angin malam yang dinginpun berhembus, membuat bulu halus yang ada di tengkuk Naomi meremang. sungguh, Naomi sangat membenci situasi seperti ini.

“BRAKKK” lagi – lagi pintu salah satu ruangan berdentum dengan kerasnya dan membuat Naomi langsung mempertipis jaraknya dengan Luhan. “tuan, bagaimana kalau kita mencarinya di tempat yang lebih terang ?? disini terlalu mencekam, Minrae tak mungkin ada disini” Luhan menghentikan langkahnya dan langsung membalikan badannya.

“a—apa ??” Naomi merasa canggung dengan tatapan Luhan yang langsung mengarah tepat di kedua manik matanya dan perbuatan luhan itu sukses membuat Naomi menjadi mati kutu. Tak dapat berbuat apa – apa lagi.

“TAPP”

Luhan tak mengubris pertanyaan Naomi dan dengan sekali gerakan, Luhan sukses membuat jantung Naomi berdetak tak karuan. Ia menyudutkan Naomi kearah dinding yang berada di sampingnya, membuat jarak diantara keduanya benar – benar sangat tipis sekarang.

Naomi menelan air ludahnya dengan susah payah, mengingat jarak antara wajahnya dan Luhan sangatlah dekat untuk saat ini. ‘apa yang harus kulakukan ?? Oh Tuhan, tolong aku’ pinta Naomi dari dalam hatinya, berharap ada keajaiban yang menyebabkan ia bisa keluar dari situasi ini secepatnya.

“mianhae” lirih Luhan dengan suara yang masih terkesan datar namun ada perbedaan. Nada ucapan luhan yang barusan terdengar agak halus dari biasanya.

Kedua tangan Luhan masih setia mengurung Naomi di dalamnya dan tampaknya Luhan belum berniat untuk melepaskannya. Naomi langsung menghirup oksigen sebanyak mungkin dan mengeluarkannya dengan lembut berupa kata – kata. “untuk apa ??”

Luhan juga ikut menghembuskan nafasnya dan kembali menatap kearah Naomi. “untuk yang tadi siang. Sungguh, aku tak berniat untuk melakukannya tetapi naluriku mempunyai argumen yang lain” jelas Luhan dan Naomi hanya membalasnya dengan senyum lembut.

“nde ?? aku tidak menganggap itu sebagai sebuah masalah” Alis Luhan bertaut, menandakan kalau ia tak mengerti dengan perkataan Naomi. “maksudmu ??”

Naomi meletakkan kedua tangannya di lengan Luhan dan menurunkan kedua lengan Luhan yang mengurungnya tadi dengan pelan. “maksudku, kejadian itu bukan salahmu” ucap Naomi yang masih menggenggam kedua lengan Luhan.

“tapi kenapa ?? kenapa kau menyiksa dirimu seperti tadi ?? tidak keluar dari kamarmu lebih dari 10 jam. Bukankah itu hal yang sangat konyol ?? bahkan, sehun juga selalu menyudutkanku” untung saja sekarang mereka sedang berada di tempat yang kurang ada penerangan. Andai saja disana lebih bercahaya, bisa dipastikan kalau luhan dapat melihat wajah Naomi yang sudah memerah gara – gara ucapannya tadi.

“aku malu bercampur takut” terang Naomi sembari menundukkan kepalanya.

Mendengar itu, Luhanpun menjauhkan jaraknya dari Naomi dan entahlah, tiba – tiba ia memegang kedua bahu Naomi dan menatap kedua manik mata Naomi dalam. “bagaimana kalau kita memulainya dari awal ??” ucap Luhan seraya tersenyum dan yang Luhan katakana sukses membuat Naomi terbelalak.

“maksud tuan ??”

Luhan meletakkan telunjuk kanannya di bibir Naomi dan lagi, Jantung Naomi berdetak tak karuan. “hilangkan kata tuan dan kau boleh memanggilku Luhan atau sunbae” lanjut Luhan dan itu memang membuat pikiran Naomi menjadi kacau.

“mulai dari sekarang, akan ku usahakan bersikap lebih hangat mungkin. Tapi, aku juga tak janji akan merubah sikapku secepatnya”

“ini terlalu ambigu” lirih Naomi karena sama sekali tak mengerti apa tujuan Luhan mengatakan semua itu. Arah pandangan Naomipun beralih ke sepatunya, jujur saja. Naomi sudah tak bisa menatap kearah Luhan.

Lagi – lagi Luhan melakukan skinship dengan Naomi, ia menegakkan kepala Naomi supaya bisa menatapnya. “kau tak perlu mengerti. Yang kau harus tahu, mulai dari sekarang jangan memanggilku dengan sebutan tuan. Panggil aku Luhan atau sunbae. Arra ??” Naomi masih diam dan membuat Luhan menggeram. ‘kenapa yeoja di depannya begitu lama berfikir ??’

CHU~~

Luhan mengecup pipi Naomi sekilas dan setelah wajahnya telah menjauh dari wajah Naomi, seringaian itu kembali tampak. Naomi yang baru saja mengerti akan apa yang baru Luhan lakukan langsung memegang pipi kanannya yang baru saja di cium Luhan.

“kau hanya Maidku dan tak ada yang boleh mengambilmu dariku” Mata Naomi terbelalak kaget mendengar ucapan Luhan dan sekarang ia semakin tak mengerti dengan keadaan ini.

“aku semakin tak mengerti dengan ini semua” ungkap Naomi dalam hati seraya menatap kearah Luhan yang tengah menyeringai jahil kearahnya. Sungguh, baru kali ini Naomi melihat wajah Luhan yang seperti itu.

-To Be Continued-

Block Writing teman – teman -_-

Entah kenapa, tapi ide saya telah menguap semua dan jujur itu semua bikin otak saya Blank.

Finally, setelah berpikir segila mungkin. Akhirnya lahirlah chapter ini -_-

Mian kalau rada ngawur disini *Bow With Baekkie* dan itu Luhannya sungguh, saya gk kepikiran untuk buat kayak gitu >.< tiba – tiba tangan saya bergerak sendiri ngetiknya -_-

Mian untuk semua reader yang ngoment namun gk ada saya balas *bow again* ya, saya punya alasan kenapa gk balas comment kalian. Itu dikarenakan internet yang lolanya minta ampun >.< tapi, say abaca semua comment kalian kok ^_^ apalagi liat komentar yang berisi saran tentang cerita saya dan juga kritik tentang moment Naolu yang sedikit sangat di chapter sebelumnya, Wiihhh.. itu bikin saya semakin semangat buat nulis..

Dan untuk chapter selanjutnya saya rada gk yakin mau post secepatnya, soalnya you know lah. Kan saya sedang terkena Block Writing But, support reader mungkin bisa membuat ide saya berkembang lagi ^_^

Saya juga mau nanya, di chapter ini kalian suka dengan bagian yang mana ??

Tell me juseyo~~~

Chu~~~ to all my beloved reader ^_^

Note : mungkin ff saya tidak sebagus ff buatan kanemin eonnie atau Ilachan eonnie atau Vina eonnie. But, this is me. Inilah gaya penulisan saya, dan saya harap para reader saya bisa enjoy dengan cerita ini ^_^

112 thoughts on “I AM YOUR MAID (Chapter 9 A)

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s