Vampires vs Wolves #4 – The Secret

Vampire vs Wolf

Tittle : Vampires vs Wolves

Subtitle : #4 – The Secret

Author : Nintiyas

Main Cast :

  • Ahreum T-ara  as Lee Ahreum
  • Exo-K   as Vampires
  • Exo-M as Wolves

Other Cast :

  • Dasom Sistar as Kim Dasom

Genre : Fantasy, School Life, Fluff, Romance

Rating : PG-15, T

Length : Multichapter

Disclaimer : WARNING!! This is my story, my imagine also my fantasy ^^ BEWARE!! I DON’T LIKE COPYCAT ^_^

A/N : Haaaiiiii!!!! Maaf yah buat para readers yang setia nungguin /emang ada yang nungguin? xD lol/ maaf banget baru bisa update FF nya :”)) author lagi sibuk banget sama UTS :””)) di chapter kali ini, author bakal jawab semua pertanyaan kalian pada komentar di chap sebelumnya ^^ dan yeeaah, moga-moga gak bosen sama ceritanya yah🙂

List : Teaser ││  Chapter 1 ││ Chapter 2  ││ Chapter 3

Summary : Menjalani kehidupan yang menyenangkan dan bahagia dengan potret keluarga yang harmonis dan utuh. Itulah cita-cita sederhana dari seorang gadis remaja yang terlalu naif untuk mengetahui bahwa kenyataan dan hukum alam lebih pahit dibanding dengan penalarannya dalam hidup. Menjadi putri dan cucu satu-satunya dari keluarga Lee yang notabene adalah keluarga yang berkecukupan dalam hal materi. Tak pernah membuat ahreum merasa semua lebih baik. Bahkan, dirinya hidup dengan latar belakang semua gunjingan dari para warga disekitar rumahnya. Entah itu tentang sang Harabeoji, sang Appa, tentang status sang Eomma, sampai kasus manusia vampire juga manusia serigala yang dekat dengan sang harabeoji dan sang appa. Lanjut Membaca 

.

.

.

.

.

Ia berlari, dan mendorong pintu rumah sekuat yang ia bisa. Bahkan telapak kakinya yang diperban kembali mengeluarkan darah. Walau tak banyak.

‘Bbaakkk’

Ahreum melihat, Sehun dilemparkan oleh seekor anjing yang amat besar. Anni, ini lebih mirip serigala.

‘Bruaaaaakkk jeeddaaakk’

Kali ini, Ahreum melihat Kai dihempaskan sampai menabrak pohon debelakang Ahreum.

“Geumanhae!!”

Nihil. Mereka masih saja bertarung.

“Ige geumanhae!!”

“YAK!! IGE GEUMANHAERA!!!!! HIKS HIKS”

Dua belas pasang mata tertuju pada suara yang terdengar amat dipaksakan untuk berteriak. Mereka memandang intesn kearah Ahreum.

‘Braak’

Ahreum tergeletak tak sadarkan diri dihapadan kedua belas namja itu. Entah karena bekas luka ditelapak kakinya, atau karena Ahreum benar-benar kelelahan.

“NONA MUDA!!” Panik kedua belasnya.

-Vampires vs Wolves-

 

Dengan sigap, Lay berlari kearah Ahreum. Tak butuh basa-basi lagi, Ia menggendong Ahreum tepat didepan dadanya yang bidang dan teramat hangat itu. Para vampires dan wolves yang lain, mengekor dibelakang Lay memasuki rumah vampires.

“Disini Lay, letakan nona muda disini.” Ujar D.O memberi arahan pada Lay. D.O bahkan sudah tahu nama Lay. Seolah mereka adalah teman lama.

Lay mengangguk sekilas. Dia meletakan Ahreum disofa dengan hati-hati dan lembut.

Keduabelasnya saling melempar tatapan bertanya. Bagaimana nona muda sampai bisa pingsan begini.

“Apa mungkin tadi ada yang secara tak sengaja melempar sesuatu dan itu mengenai nona muda?” Tanya Suho pada para vampires dan wolves. Tentunya.

“Opsseo hyung. Aku tidak melempar apapun, jeongmal. Malahan, aku yanh terlempar.” Jawab Sehun yang lengkap dengan poutnya.

“Kurasa bukan itu penyebabnya, Joon.” Timpal Kris datar.

“Mwo? Joon? Sudah kubilang aku tidak memakai nama itu lagi, Dduizhang.” Tutur Suho kesal.

“Hyungdeul!! Sseolma, apa kalian mau meneruskan pertengkaran ini? Sedangkan nona muda jelas-jelas masih tergeletak tak sadarkan diri.” Ucap Baekhyun menengahi para hyungnya. Para hyungnya? Ya, mereka sekarang terlihat akrab. Bahkan, tidak akan ada yang percaya jika beberapa menit yang lalu mereka melancarkan tinju membunuh mereka pada satu sama lain.

“Aigoo, uri Baekkie sudah dewasa.” Salut Xiumin. Si pipi tembam.

“Chanyeol-ssi… sseeh, ah! Kenapa kakiku sakit sekali.”

“Uh, hyungdeul! Ahre-, anniya, maksudku nona muda Ahreum sudah siuman.” Teriak Chanyeol pada hyungdeulnya.

Kesebelas pasang mata itu, mengikuti arah suara Chanyeol. Mereka akhirnya tersenyum lega, karena Ahreum ㅡyang mereka lindungi dan agung-agungkan itu. Telah sadar dari pingsannya.

“Tenang nona muda, jangan terlalu banyak bergerak. Nanti darahnya keluar lagi.” Cegah Lay seraya membantu Ahreum untuk menyandarkan punggungnya.

“Mwo? Nona muda?” Tanya Ahreum sambil mengernyitkan dahinya. Tentu saja dia bingung, padahal baru kemarin ia menyuruh 6 namja yang sudah cukup akrab dengannya, untuk menghentikan tingkah mereka dengan menyebut Ahreum sebagai ‘nona muda’. Lalu, kini ada lagi 6 namja ㅡyang menurut Ahreum adalah orang asing dan mungkin saja orang jahat. Itu memanggil Ahreum dengan sebutan yang sama. Nona muda.

“Suho-ssi, siapa mereka? Kenapa mereka memanggilku ‘nona muda’ dan, kenapa kalian tadi berkelahi. Bahkan kalian menyangkut-pautkan namaku dan nama appaku?” Selidik Ahreum.

“Jadi? Kalian belum menceritakan yang sesungguhnya?” Tanya Luhan memastikan.

“Belum waktunya.” Jawab D.O datar.

“Nde? Apa maksud kalian? Apa yang kalian bicarakan?” Racau Ahreum sambil memegang kepalanya. Ia benar-benar merasa pusing dengan semua ini.

Ayolah, hidupnya normal dua hari yang lalu ㅡwalaupun ia masih dicap sebagai keturunan dari orang gila yang amat kaya raya. Tapi semuanya berjalan seperti biasa, sampai akhirnya Ahreum bertemu dengan para vampires ㅡyang lebih Ahreum kenal dengan Suho, Baekhyun, D.O, Chanyeol, Kai dan Sehun itu. Tak cukup disitu, kemarin tanpa tahu penyebabnya mereka berenam. Para vampires. Membawanya melarikan diri dari rumahnya sendiri. Dan, kini muncul lagi 6 namja asing dihadapan Ahreum. Parahnya mereka terlihat sangat kenal dengan Lee Son Hyun. Yang notabene adalah appa-nya.

“Bagaimana kami tidak kenal dengan dia. Tn. Lee Son Hyun. Dia kan penghianat, dia bahkan menghi-,”

Ucapan Luhan terputus ketika Baekhyun angkat suara untuk mengalihkan perhatian Ahreum.

“Omo! Nona muda, apakah kaki anda berdarah lagi? Sebaiknya kita ganti perbannya ne.” Bujuk Bakehyun sambil mendekati Ahreum.

Ahreum hanya mengangguk setuju seraya dibantu berdiri oleh Baekhyun. Luhan benar-benar geram pada Baekhyun. Menurutnya, ini sudah saatnya untuk Ahreum tahu segalanya. Untuk tahu alasan mengapa mereka berdua belas hadir dihidupnya yang sudah cukup berantakan ini secara tiba-tiba.

“Babo!” Rutuk Luhan pelan.

“Sebaiknya kita bicarakan ini diluar, Kris. Aku tak mau menggangu pikiran nona muda.” Usul Suho, sebagai pemimpin vampires. Kris hanya mengangguk seraya mengekor dibelakang Suho.

Para vampires dan para wolves lainnya. Hanya terdiam di ruang tamu, sesekali mereka saling melempar tatapan -awas-saja-kalau-kalian-berani-menyentuh-barang-sehelaipun-rambut-dari-nona-muda-Ahreum.

-Vampires vs Wolves-

 

 

Selangkah demi selangkah, Baekhyun menuntun Ahreum menaiki tangga. Perlakuan Baekhyun benar-benar lembut pada Ahreum. Tak akan ada yg menyangka bahwa Baekhyun akan sangat brutal ketika berurusan dengan darah. Terlebih lagi, darah rusa.

“Hati-hati, Ahreum-ah. Jangan sampai kakimu mengeluarkan darah lagi.” Tuturnya lembut.

“Uhm.” Jawab Ahreum singkat.

Sedetik kemudian, ada tangan lain yang mengamit pinggang Ahreum dengan lembut. Seolah meminta ijin dahulu pada sang empu pinggang.

“Ijinkan aku membantumu, nona muda.” Ujarnya sambil melancarkan senyuman menyejukan pada Ahreum.

Baekhyun mencibir sekilas, saat mendengar suara itu. Dia sudah cukup paham dan hafal kalau itu adalah suara Lay.

“Cih! Cari muka.” Kesal Baekhyun.

Ahreum menoleh sekilas, memerhatikan raut wajah Baekhyun yang amat lucu. Menurutnya.

“Jangan begitu, Baekkie. Lebih banyak yang membantu kan lebih baik.” Bujuk Ahreum seraya tersenyum manis kearah Baekhyun. “Nde, kau boleh membantu kami.” Jawab Ahreum pada Lay memberi ijin. “Ah, matta! Irreum mwohaeyo?” Tanya Ahreum.

“Nae irreumeun, Lay inmida.” Jawab Lay datar. Ahreum hanya mengangguk-ria menanggapinya.

Dengan sedikit tertatih dan bantuan dari Baekhyun juga Lay. Ahreum sampai di lantai dua dengan selamat, bahkan kini ia telah memasuki kamarnya untuk mengganti perban dan diberi sedikit obat penenang agar Ahreum tidak syok apalagi pingsan seperti tadi.

“Jadi?” Tanya Kris pada Suho.

“Jadi?” Ucap Suho menegaskan pertanyaan Kris.

“Apa kalian belum mengatakan yang sesungguhnya? Jika ayahnya adalah penghianat. Bahkan, hampir saja menyerahkan Ahreum pada nemora.” Cibir Kris panjang lebar.

“Kris! Kumohon, dengarkan penjelasanku terlebih dulu. Malam itu, malam dimana semuanya terjadi. Malam dimana kematian datang menjemput Tn. Son Hyun dan Tn. Besar Lee, tahukah kau bahwa Tn. Son Hyun menyuruhku untuk mencari tahu tentang Shin Aeri?” Jelas Suho datar.

“Shin Aeri? Bukankah dia pemimpin para nemora. Ada hubungan apa keluarga Tn. Lee dengan Aeri?” Tanya Kris balik.

“Ehm..” Suho berdeham sekilas seraya mencari kata yang tepat untuk menjelaskan semuanya pada Kris. “Menurut Tn. Son Hyun, Aeri adalah ibu kandung Ahreum.”

Kris benar-benar tak percaya dengan ucapan Suho yang barusan ia dengar. Aeri? Yang notabene pemimpin nemora. Nemora adalah sekelompok manusia yang memiliki kekuatan seperti wolves dan kepintaran seperti vampires. Akan tetapi, mereka tetaplah manusia yang mempunyai kelemahan pada keabadian. Maka dari itu mereka membutuhkan darah murni dari keturunan nemora dan manusia. Untuk dapat hidup abadi seperti para vampires.

“Tunggu!! Joon, jangan bilang jika Ahreum adalah keturunan darah murni?” Tebak Kris. Suho hanya tersenyum hampa menanggapi tebakan Kris.

“Sudah hampir puluhan bahkan ratusan tahun, kita di adu-domba oleh nemora. Tn. Son Hyun tahu bahwa ini adalah kesalahannya, pernah jatuh cinta pada seorang nemora. Terlebih lagi dia Aeri, pemimpin diktator bertangan besi.”

“Lalu?”

“Lalu? Kris! Kumohon kemurahan hatimu, akan lebih baik jika kita melindungi nona muda secara bersama. Bukankah itu aka-,” Penjelasan Suho terputus ketika suara parau Luhan dan Sehun memecahkan konsentrasi mereka.

“Ige mwoya, hyung??!!!” Tanya Luhan dan Sehun bersamaan.

“Hyung!!! Apa yang barusan kudengar tidak salahkan?” Tanya mereka tetap bersamaan.

“Tenanglah!! Cukup kalian saja yang tahu. Untuk yang lainnya, aku akan mencari waktu yang tepat untuk menceritakan semuanya.” Jelas Suho pada Luhan dan Sehun.

“Lalu? Apa sekarang kau mau bekerja sama dengan kami, Kris?” Tawar Suho. “Kumohon pikirkan secara matang. Ini demi nona muda ahreum.” Tambahnya Kris hanya mengangguk-ria menyetujui tawaran Suho. Menurutnya tidak ada ruginya untuk mencoba percaya pada kawan lama.

.

.

.

.

.

.

Sudah berabad-abad lamanya, para vampires dan para wolves selalu bekerja sama. Namun, segalanya berubah ketika nemora mempunyai pimpinan baru. Yaitu, Aeri. Dia adalah pemimpin paling kejam yang pernah mereka ㅡpara vampires dan wolvesㅡ tahu. Aeri tak pernah segan untuk membunuh seseorang yang menurutnya merugikannya ataupun menghalangi jalannya untuk menguasai dunia. Entah itu keluarga, sahabat, bahkan anaknya sekalipun akan ia bunuh jika dirasa dapat menguntungkan posisinya.

Bahkan, para vampires dan wolves dapat Aeri pecah belah menjadi dua kubu. Seperti sekarang.

Kedatangan, Tn, besar Lee. Kakek Ahreum. Dan, Tn. Lee Son Hyun. Ayah Ahreum. Nyatanya tak dapat membuat mereka bersatu kembali. Justru mereka semakin bersiteruh untuk melindungi tuan mereka satu sama lain. –vampires melindungi Tn. Lee Son Hyun dan wolves melindungi Tn. Besar Lee. Walaupun sampai sekarang mereka masih mempertanyakan mengapa, para vampires dan wolves terdahulu melindungi Tn. Lee dan seluruh keturunannya.

.

.

.

.

.

.

-Vampires vs Wolves-

 

 

Bulan telah kembali tiba dilangit hutan mokpo. Walaupun hutan itu terlalu rimbun dengan pepohonan yang mengelilingi rumah para vampires. Akan tetapi, cahaya bulan tetap dapat menyinari rumah itu.

Saat ini, Ahreum tengah duduk meluruskan kakinya didepan televisi. Ia menonton drama kesukaannya. Ia bahkan ditemani Xiumin dan Chen. Sementara yang lainnya hanya acuh pada drama yang ditonton Ahreum.

Krrreeeuuuukkk

“Omo! Bunyi apa itu, Ahreum?” Tanya Xiumin yang terlihat terkejut dengan suara perut Ahreum. Ya, kini kedua belasnya setuju untuk memanggil Ahreum dengan sebutan ‘Ahreum’ tentu saja setelah Ahreum mengancam mereka, untuk berhenti memanggilnya ‘nona muda Ahreum’.

“Ehm, itu.. suara perutku” jawabnya sambil menyembunyikan mukanya yang sudah memerah karena malu.

“Memangnya kamu belum makan hari ini?” Kini giliran Chen yang bertanya.

Ahreum menggelengkan Kepalanya seraya menunjukan -puppy-eyes-nya.

“Kalau kemarin?” Tanya Chen lagi.

“Ada apa Ahreum-ah? Apa ada yang salah Xiumin hyung dan Chen hyung?” Kini giliran Chanyeol yang terlihat penasaran dan menghampiri mereka.

“Kemarin juga belum makan. Terakhir hanya minum susu.” Jawab Ahreum memelas.

“Ah, jadi kau lapar?” Ucap Chanyeol menanggapi. Lagi-lagi Ahreum mengangguk nanar.

“Heoksi, apa kalian mempunyai makanan?” Tanya Ahreum pada Chanyeol.

Seketika Chanyeol membulatkan mata. Dia membeku, dan tak bisa menggerakan lidahnya untuk menjawab pertanyaan Ahreum ㅡyang rasanya cukup sepeleh.

“Kamu lapar yah manis? Kita pulang saja bagaimana?” Timpal Kai menengahi.

“Ne? Pulang? Malam-malam begini?” Ucap Ahreum memastikan.

“Ehm” jawab Kai lengkap dengan anggukan mantapnya. “Apa yang kamu takutkan manis? Jika kamu mempunyai 12 namja yang siap melindungimu.” Tambahnya dengan sedikit bergurau. Ahreum terkekeh sekilas dan menyetujui saran Kai.

Akhirnya mereka bertiga belas, kembali ke rumah Ahreum didekat pantai mokpo. Awalnya Ahreum berpikir bahwa mereka akan berlari lagi seperti sebelumnya. Namun, ternyata dugaannya salah. Ahreum yang beberapa menit tadi disuruh menunggu diluar. Tentu saja dengan para wolves juga. Kini tercengang ketika pintu garasi rumah itu terbuka. Bagaimana tidak. Ternyata bukan hanya rumah saja yang menurut Ahreum ‘cukup mewah’ kini Suho, Baekhyun, D.O, Chanyeol, Kai dan Sehun lagi-lagi menunjukan kekayaannya dengan memperlihatkan mobil-mobil mewah yang berbaris rapi di garasinya.

“Ahreum-ah! Kajja!! Kamu bilang kamu lapar kan? Jadi, ayo kita bergegas.” Teriak Suho dari dalam mobilnya.

Ahreum berani bersumpah saat ini Kai teramat cool. Dia hanya memakai kaus spandex berbahan katun dan celana jeans panjang, duduk dibelakang kemudi sebuah mobil Hammer keluaran terbaru.

“Cih, sok pamer. Sama saja seperti dulu.” Cibir Tao yang didengar sekilas oleh Ahreum.

Ahreum memutuskan untuk satu mobil dengan Kai, Xiumin, Lay dan D.O. sementara Suho satu mobil dengan Kris, Tao dan Sehun. Karena Suho memakai sedan Audrey nya. Dan Baekhyun, Chanyeol, Chen, Luhan menaiki mobil lamborginy milik Baekhyun.

-Vampires vs Wolves-

 

 

Hanya butuh waktu 1 setengah jam, untuk sampai dirumah Ahreum.

Baru saja mobil mereka diparkirkan. Kris sudah mencium bau yang tidak wajar dirumah itu.

“Heeeemmssshh.. ada sesuatu yang janggal.” Ucapnya ditengah endusannya.

“Ne? Apa maksudmu? Janggal? Dirumah ini?” Racau Suho menanggapi tingkah laku Kris.

Suho sangat tahu dan paham, bahwa insting serigala yang dimiliki Kris selalu benar.

“Jangan biarkan nona muda masuk rumah terlebih dahulu.” Perintah Kris.

“Em, hyung! Sepertinya nona muda sudah keluar dari mobil dan bahkan sekarang ia berjalan menuju rumahnya.” Lapor Sehun seraya menunjuk kearah Ahreum berjalan. Memang Kai, Xiumin, Lay dan D.O mengekor dibelakang Ahreum untuk berjaga-jaga. Tapi tetap saja perasaan Kris mengatakan agar lebih baik Ahreum tidak masuk.

“Apa yang kita tunggu? Ayo!!! Kita susul mereka dan mencegahnya masuk.” Teriak Kris seraya membuka pintu mobil.

“Uh, ne” jawab Suho, Sehun dan Tao gelagapan.

Sementara itu, Ahreum yang berjalan dengan senyum yang tak hentinya terpampang diwajahnya. Melangkahkan kaki sambil berbincang dengan Lay.

“Besok kamu sekolah kan?” Tanya Lay mengawali.

“Ehm, dan itu pasti membosankan.”

“Ne? Kenapa membosankan? Menurutku sekolah adalah tempat paling menyenangkan, apalagi jika kita bertemu dengan para teman kita. Ah, rasanya sudah lama aku tidak sekolah.” Racau Lay sambil senyum sendiri.

“Itukan jika kau mempunyai teman.” Rutuk Ahreum sambil mempoutkan bibirnya. “Nah, ayo silahkan masuk dirum-,” lidahnya tercekat ketika melihat gagang pintu rumahnya telah terbuka.

Ahreum bersumpah, bahwa ini bukanlah kebiasaan Jung ajjhuma untuk membuka pintu secara sembarangan.

“Oh, pintunya sudah terbuka.” Ucap Xiumin.

“Eemm, ini aneh. Ini bukanlah kebiasaan Jung ajjhuma.” Terlihat jelas kekahwatiran diwajah Ahreum. Bahkan, sekarang ia takut dan tak mau melangkahkan kakinya masuk ke dalam rumah.

“NONA MUDA!!!!!!”

Teriak Kris, dan Suho bersamaan. Mereka berlari sekuat tenaga mereka kearah Ahreum.

“Hhoosshh.. hooosshh, janganaahh hhaahh, jjakaman.” Ucapan Suho ditengah nafasnyayang terenggah-enggah.

“Aigooo, Tn. Besar Lee memang keterlaluan. Bagaimana bisa dia membangun rumah dengan halaman yang teramat luas seperti ini. Omo!!” Rutuk Sehun dan Tao yang lagi-lagi bersamaan.

“Sehun, Tao dan Lay tolong jaga Ahreum diluar. Jangan biarkan dia masuk dulu.” Perintah Kris. Yang diberi perintah hanya mengangguk-ria lalu berdiri disamping Ahreum.

“Mwo? Ada apa Kris-ssi?’ Tanya Ahreum mencari jawaban dari tingkah aneh Kris dan Suho.

“Aahh, benar kata hhaah Kris. Dan sisanya, ikut aku dan Kris masuk kedalam untuk memeriksa keadaan. Ah, tidak untuk Kris, aku, Chen dan Chanyeol. Kita masuk kedalam. Sisanya periksa sekitar rumah dan pastikan ‘mereka’ tidak disekitar rumah ini lagi.” Kini giliran Suho memberi perintah.

Kedua belas namja itu menjalankan tugasnya masing-masing. Mereka seolah tahu maksud dari perkataan Suho tentang –mereka-jangan-sampai-ada-disekitar-rumah-ini. Keduabelasnya bergegas meninggalkan Ahreum yang masih penuh tanda tanya besar dengan segala yang terjadi.

“Kris-ssi” ucapnya menahan lengan Kris ketika hendak memasuki rumahnya. “Apa yang terjadi? Apa terjadi hal buruk pada Jung ajjhuma?”

“Tenanglah disini, nona muda. Dan turuti pekataan mereka.” Perintah Kris pada Ahreum seraya menuding Lay, Sehun dan Tao.

Dengan langkah hati-hati, Kris, Suho, Chen dan Chanyeol memasuki rumah Ahreum. Baru masuk dan sampai diruang tengah saja, sudah tercium bau darah kering yang amat menyengat dihidung Suho dan Chanyeol. Tentu saja karena insting vampires mereka.

Benar saja dugaan mereka. Darah dan helaian rambut uban bercecer dilantai. Bahkan sebuah kelingking ㅡyang diyakini kelingking manusia. Dan pastinya kelingking Jung ajjhuma. Berada tak jauh dari darah dan helaian rambut uban itu.

“Menurutmu mereka sudah tahu?” Terka Chen pada Chanyeol.

“Mereka sudah membunuh Jung ajjhuma. Bagaimana mereka tidak tahu tentang nona muda.” jelas Chanyeol.

Mereka berempat mengikuti darah yang berada dilantai. Suho berani bersumpah, darah itu malah membuat dirinya tidak nafsu makan untuk seminggu. Kini sebuah isi perut manusia terlihat sudah sedikit membusuk berada tepat dimeja makan.

“Mereka sangat sadis.” Keluh Suho.

“Terlalu sadis untuk seorang ibu yang mencari anaknya.” Ejek Kris menimpali ucapan Suho.

Sejauh mereka melangkah, mereka tak menemukan tubuh Jung ajjhuma diseisi rumah.

Tiba-tiba….

“HYUNGG!!! KEMARILAH!! PPALIWA!!”

Teriak Luhan.

Teriakan Luhan juga sampai ditelinga Ahreum dan yang lainnya. Penasaran. Ahreum berlari menuju si empu suara. Dengan Lay, Sehun dan Tao yang sedikit mendahului Ahreum.

Sedetik kemudian teriakan itu pecah.

“Kyaaaaaaaaaaaa!!!! Ajjhummaaaaaaa!!! Andwaeeeeeeyooooo!!!!”

Teriakan dan tangisan Ahreum pecah jadi satu ketika melihat Jung ajjuhma sudah kaku dan dikerubungi lalat bahkan sudah mulai mengeluarkan bau busuk. Itu, menggantung diatas pohon cemara belakang rumah Ahreum.

-TBC-

-SEE YOU IN NEXT CHAPTER ^^-

41 thoughts on “Vampires vs Wolves #4 – The Secret

  1. Ping-balik: Vampires vs Wolves #10 –The Journal | EXO Fanfiction World

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s