Posted in Drabble, EXO-M, Fanfiction, Ficlet, friendship, Kei, Lay, Sad Romance

That Man & The Coffee

TM&TCimages source from instagram,edited by Kei

lanjutan dari Mengapa Kita Bersandiwara

Title                 : That Man & The Coffee

Author             : Kei

Cast                 :

  • Zhang Yi Xing (Lay)
  • Hou Xiu Lin (OC or you)

Rating             : PG-15

Genre              : (masih) Sad Romance, Friendship

Length             : Drabble or Ficlet / 687 words

Disclaimers      : ff ini semacam lanjutan dari ‘Mengapa kita bersandiwara’ … maaf yang kemarin minta fluff, tapi ternyata keadaan tidak mendukung (?) authornya juga sering galau jadinya gak ada feel buat bikin yang fluffy XD. Lay milik SME dan keluarganya dan milik Tuhan. Hao Xiu Lin hanyalah OC buatan author dan salah seorang teman yang memberi ide nama.

So.. hope you enjoy this another absurd fanfiction 😀

.

.

Aku mendapati sebuah kenyataan yang dapat menyangkal pernyataannya

.

.

Zhang Yi Xing’s POV

.

.

@Coffee Shop in somewhere in Beijing

“aku bukanlah diriku yang dulu. Aku sudah berubah dan kau pun juga” Ujarnya.

Dia meletakkan cangkirnya, kemudian tersenyum tipis. Kedua matanya masih lekat menatap buih-buih moccacino di cangkir miliknya, seolah ia memang tak ingin melihatku lagi.

“jika kau ingin kita bisa seperti dulu lagi, berarti kita harus memulai dari awal, dan kurasa itu akan sulit” Lanjutnya lagi.

Senyuman itu memudar berubah menjadi ekspresi datar dan akhirnya ia mengalihkan pandangannya. Sayangnya ia tetap tak melihat ke arah ku, lagi-lagi ia berpura-pura menyibukkan diri dengan melihat orang-orang yang berlalu-lalang di depan coffee shop.

Hening perlahan menyelimuti suasana di sekitar kami. Aku hanya menunduk, membuat diriku sibuk dengan mencoret-coret buku menu menggunakan pulpen. Mungkin jika aku memberinya waktu berdiam sebentar akan membuatnya menghentikan segala kepura-puraannya.

“aku mengerti” Ujar ku pada akhirnya, dan berhasil membuat perhatiannya tertuju padaku.

Tidak, ia masih tidak melihat ke arah ku, tapi aku bisa melihat pupilnya yang membesar ketika aku berbicara. Ia sedang mendengarkanku.

“meskipun menurutmu ini sulit, tapi bukankah belum terlambat untuk dicoba?”

Ia hanya termangu menatap kosong ke tembok kaca, tapi aku tahu bahwa sebenarnya ia sedang menunggu lanjutan ucapanku.

“namaku Zhang Yi Xing. Bolehkah aku berkenalan dengan mu?”

Jeda yang cukup lama berlangsung di antara kami sebelum akhirnya aku tertawa kecil. Dia akhirnya melihatku, dengan kedua matanya yang menatap mataku dan sebaliknya. Dengan ekspresi terkejutnya yang tak dibuat-buat. Aku mendapati sebuah kenyataan yang dapat menyangkal pernyataannya.

Ekspresi kagetnya masih sama seperti dulu. Wajah konyolnya masih belum berubah.

Lima detik merupakan waktu yang cukup lama, dan aku sudah cukup puas. Walaupun lagi-lagi ia membuang muka. “kenapa? apakah aku tidak boleh mengenalmu Hao Xiu Lin?”

Ia mengeluarkan handphonenya dari tas selempang di pangkuannya. Kemudian berpura-pura sibuk dengan benda persegi panjang itu. Tidak mempedulikan diriku.. lagi.

“aku ada kelas di jam enam, itu berarti limabelas menit lagi dan aku tak ingin terlambat. Maafkan aku Yi Xing, mungkin kita bisa melanjutkannya kapan-kapan” Ujarnya.

Aku hanya memandangi gerak-geriknya. Ia meraih cangkir berisi moccacino miliknya kemudian meneguknya sampai habis. Dengan cekatan ia menyampirkan tas selempang di bahunya kemudian beranjak dari kursinya. Ia tersenyum simpul ke arah ku untuk sesaat sebelum akhirnya ia berlalu pergi.

Ku lirik jam dinding di sudut ruangan untuk sekilas. Masih pukul lima lebih duapuluhlima menit, bukankah tadi ia bilang kuliahnya dimulai jam enam? Untuk kedua kalinya aku mendapati sesuatu.

Ia tidak pintar berbohong, masih sama seperti dulu.

Perasaan kecewa menelusup ke dalam dadaku, menyebabkan kedua ujung bibirku tertarik membentuk senyum miris. Apakah harus sesulit ini?

Aku masih belum mengerti apa yang membuatnya menjadi seperti sekarang. Apa yang telah mempengaruhinya?

Apakah dia mengalami kecelakaan sehingga membuatnya amnesia? Atau otaknya telah dicuci oleh alien? Atau mungkin dia adalah alien yang menyamar? Oh,,, bahkan aku sampai berpikiran konyol seperti itu. Tapi dia tidak mungkin lupa pada ku, iyakan?

Kami sudah saling mengenal cukup lama, dan kami juga menjadi sangat dekat untuk waktu yang lumayan lama. Meskipun pada akhirnya kami harus berpisah, tapi dia pasti mengingat diriku.

Lihatlah diriku sekarang.. aku seperti orang bodoh yang mengharapkan belas kasihan. Sepertinya aku memang berharap terlalu banyak, setelah dua minggu yang lalu aku berhasil menemukannya di toko sepatu dan kupikir kerinduanku telah terbalas. Ternyata semua itu hanya perasaan sepihak. Kenyataannya hanya aku yang merindukan dirinya.

“kau memang menyedihkan. Zhang Yi Xing, kau begitu menyedihkan” Aku menggumam tak jelas sambil mengacak-acak rambutku, sampai tanganku tak sengaja menjatuhkan cangkir kosong bekas moccacino milik Xiu Lin tadi. Sehingga buku menu yang ku coret-coret menjadi korban tetesan-tetesan moccacino yang tersisa di cangkir kosong tersebut.

Aku menemukannya lagi, sebuah kebohongan yang tak tertutupi dengan baik pasti akan terbongkar dengan mudah.

Moccacino, minuman favorit Xiu Lin sejak dulu. Sebuah bukti bahwa ia masih sama seperti dulu.

Kemudian perhatianku teralih ke buku menu yang telah kotor dengan tetesan-tetesan moccacino akibat kecerobohanku. Tapi coretan-coretan ku masih terlihat dengan jelas, gambar-gambar kecil berbentuk hati yang hampir memenuhi sudut halaman. Aku merasa geli untuk sesaat, karena aku juga mendapati kenyataan baru tentang diriku.

Gambar-gambar hati itu, seolah menggambarkan perasaanku. Sebuah pertanda bahwa perasaanku ke padanya masih sama seperti dulu.

Lalu apa yang ia maksud dengan pernyataannya?

Jika kenyataannya tidak ada yang berubah diantara kami.

.

.

.

Kami masih sama seperti dulu.

.FIN.

Iklan

Penulis:

난 내가 좋아

18 thoughts on “That Man & The Coffee

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s