Diposkan pada Angst, Drama, Fantasy, Kai, MULTICHAPTER, Sad Romance, saykoreanfanfiction

The Difference [Chapter 5]

fanfiction 32

Title: The Difference [Chapter 5]

Author : J.A.Y

Main Cast:

1.       Kai EXO

2.       Han Hyena (OC)

Support Cast:

1.       Chanyeol EXO

2.       Sehun EXO

3.       Baekhyun EXO

4.       Kim Myung Soo

Genre: Fantasy, sad, romance, drama

Rating: PG-17

Length: Chapter

Disclaimer: The storyline pure is mine. Just is mine! So, don’t copy-paste and don’t be plagiarism!!

Chapter sebelumnya >> Teaser | Prolog | Chapter 1 | chapter 2 | Chapter 3A | Chapter 3B | Chapter 4 |

 

—The Difference—

Myung Soo—dengan terpaksa—masuk kedalam bangunan besar dengan sebuah pintu kaca sebagai jalan masuk. Ia mengusap rambutnya yang setengah basah dengan kasar. Baiklah. Myung Soo mendapat pelajaran hari ini. Ia tidak ingin dan tidak akan lagi pernah membiarkan air hujan membasahi kulitnya sedikit pun.

Pria itu mengedarkan pandangannya kesegala arah. Bangunan ini ternyata cukup besar dari perkiraannya. Langit-langitnya begitu tinggi. Terdapat anak tangga di setiap sudut kanan dan kiri  bangunan ini. Ada juga ruangan dengan setiap pintu besar berwarna coklat tua.

Ini hanya firasatnya saja atau bukan?

Tapi indra penciumannya mencium bau yang sangat kuat dan menyengat. Seperti bau steril yang khas. Berbeda dari bangunan yang sebelumnya ia datangi.

Myung Soo menggulung lengan bajunya yang basah keatas. Sambil melihat desain interior bangunan ini ia melangkahkan kakinya menginjak anak tangga pertama.

Satu anak tangga tidak masalah. Tapi saat ia menginjak anak tangga ke dua?

Zrass…

Myung Soo memejamkan matanya sejenak. Iris matanya mulai berubah. Wajah Myung Soo berubah dingin. Bau anyir yang khas langsung menyeruak masuk kedalam indra penciumannya. Seketika itu tangan Myung Soo mengepal. Ia kembali memejamkan mata. Tanpa di perintah lagi—tubuhnya berpindah tempat mengikuti bau itu.

Entah ada dimana. Ia hanya mengikuti nalurinya.

—The Difference—

Kedatangannya tidak memberi jawaban apapun.

Jongin—ia terus memperhatikan Hyena yang masih berkutik di dapur. Dengan uap panas yang keluar dari cangkir teh dan sendok yang berputar. Dentingan yang begitu terdengar di telinga Jongin. Setelah selesai, Hyena kembali menghampirinya. Menyuguhkan teh hangat itu pada Jongin

“aku jadi merepotkan mu”

Gadis itu menggeleng dan tersenyum kecil, “sepertinya baju appa sangat cocok ditubuhmu”

Jongin memperhatikan dirinya. Itu benar. Kemeja putih dengan garis vertikal hitam memang terlihat cocok ditubuhnya. Maksud Jongin, kemeja ini nyaman ia gunakan.

“sekilas kau terlihat seperti appa ku” sambungnya lagi.

Jongin tersenyum kecil. Ia merentangkan kedua tangannya kesamping, “kau tidak mau memeluk appa”, kemudian Jongin tertawa kecil.

Hyena tertawa melihat candaan Jongin yang sedang menirukan appanya. Gadis itu tertawa begitu saja—sangat lepas—dengan mata yang membentuk bulan sabit.

Pertama kalinya Jongin melihat Hyena bisa tertawa seperti itu dihadapannya. Oh, bagaimana Jongin bisa menjelaskannya. Hatinya ikut tersenyum saat melihat tawa Hyena.

Dengan perlahan Hyena mulai mengatur nafasnya lagi. Tawanya menghilang dan wajahnya berubah sendu. Tapi pandangannya tidak lepas dari Jongin. Sama sekali tidak. Ia rindu ayahnya. Jika saja Jongin tidak bergurau tadi, maka Hyena benar-benar ingin memeluknya.

“ada apa?” tanya Jongin hati-hati.

Hyena menggeleng pelan.

“kau menyembunyikan sesuatu?”

“tidak apa-apa Jongin”

Jongin mengambil tangan Hyena yang hangat dan menggenggamnya, “aku ingin kau bisa terbuka dengan ku eum?”

Hyena menunduk perlahan. Bagaimana ia bisa percaya dengan Jongin jika ia tidak belajar untuk lebih terbuka dengan pria itu?

“aku hanya rindu orang tua ku”

Jongin tersenyum kecil. Dengan tanpa izin Hyena terlebih dahulu, Jongin membawa Hyena kedalam pelukannya. Membuat gadis itu harus menahan nafas sejenak.

“jika aku adalah mereka, apa yang ingin kau lakukan sekarang?”

Awalnnya Hyena diam. Tapi lama kelamaan gadis itu mulai bergerak. Ia membalas pelukan Jongin seperti memeluk orangtuanya sendiri. Menganggap Jongin sebagai salah satu appa atau eommanya.

Hyena memejamkan matanya. Kenapa rasanya begitu sama? Rasa nyaman seperti ia sedang memeluk orangtuanya sendiri. Seperti seseorang yang selalu melindunginya.

—The Difference—

Chanyeol mendongak saat ia melihat dua pasang kaki berdiri didepannya. Chanyeol semapt merasakan angin kecil disekitar wajahnya. Mata Chanyeol menelusuri dari ujung kaki hingga kepala pria yang tiba-tiba berdiri didepannya. Seketika itu juga mata Chanyeol membulat terkejut.

“M,, Myung Soo?”

Myung Soo menekuk lututnya dan menagmbil korban Chanyeol. Ia lalu menghabiskan sisa darah dari tubuh manusia yang ada ditangannya. Chanyeol melihat sendiri Myung Soo menghisap darah itu. Matanya yang merah dan juga tajam. Bahkan Myung Soo menghisapnya seperti vampire yang belum meminum darah selama seminggu. Pria itu benar-benar haus. Cengkaramannya dan hisapannya begitu kuat. Membuat urat-urat dileher pria itu terlihat.

“astaga!”

Chanyeol memekik dan semakin terkejut. Myung Soo menghisap darah manusia itu tidak hanya sampai kering tapi juga sampai membuat tubuh manusia itu menjadi abu. Tidak bersisa sama sekali.

Bahkan Chanyeol tidak bisa melakukannya?

“kau?”

Myung Soo mendongak dan menurunkan tangannya. Membuat abu halus itu jatuh berserakan diatas lantai yang putih. Persis seperti abu kertas yang dibakar dan dihancurkan.

Myung Soo berdiri dan mengusap sisa darah yang berada dirahang bawahnya. Ia tidak mengindahkan kehadiran Myung Soo. Ia membalikkan badannya dan akan pergi.

“tu,,, tungu!!”

Chanyeol dengan cepat berdiri dan mengejar Myung Soo. Ia berlari disebuah lorong gelap dan hampir menangkap tangan pria itu. Saat Chanyeol benar-benar mendapatkannya, ia kembali merasakan angin kecil disekitarnya. Dan ketika itu juga Myung Soo menggunakan teleportasinya.

Chanyeol terkejut. Ia melihat kesekitarnya dan menarik rambutnya frustasi.

“arrgghh!!”

Dada Chanyeol naik turun seperti nafas manusia yang memburu. Tangannya ia taruh di kedua sisi pinggangnya. Ia melihat sendiri Myung Soo yang berdiri didepannya tadi. Kedatangan yang tiba-tiba. Myung Soo benar-benar kuat. Lebih kuat daripada yang lainnya. Chanyeol tidak bisa mengubah manusia menjadi abu tanpa kekuatannya. Tapi tadi? Jelas-jelas Myung Soo bisa melakukannya. Tanpa kekuatan seperti Chanyeol sekali pun.

Kris benar. Myung Soo berbahaya.

—The Difference—

“aku tidak mengingat masa kecilku sepenuhnya. Setiap aku mengingat itu yang terbayang hanya wajah kedua orang tua ku. Bagaimana dengan mu?” ucap Hyena sambil tersenyum kecil.

“aku? Aku bahkan tidak ingin mengingatnya” jawab Jongin sambil tertawa kecil.

Hyena membenarkan selimut kecil yang menutupi tubuhnya, “kenapa?”

“karena aku sering di bully oleh saudara ku. Hahaha”

“benarkah?”

“bukan bully dalam arti kekerasan. Luhan hyung bilang jika mereka selalu melakukannya, itu artinya mereka menyayangi ku”

“sepertinya saudara mu menyenangkan”

“ya, mereka menyenangkan”

Hujan diluar masih belum ingin berhenti. Ribuan air itu masih terus turun dari langit yang gelap. Bahkan angin dingin sudah mulai menembus masuk kedalam rumah. Ya, Hyena bisa merasakannya. Itu sebabnya ia selalu membenarkan selimutnya.

Sekarang pukul 10 malam. Tapi Hyena dan Jongin belum ingin masuk kedalam kamar masing-masing dan menutup mata. Mereka masing bertukar cerita tentang diri mereka masing-masing di ruang tengah. Dengan gelas teh hangat yang mereka genggam masing-masing. Setidaknya itu bisa membantu menghangatkan diri mereka—atau lebih tepatnya membuat tubuh Hyena menjadi hangat.

“bagaimana rasanya memiliki seorang kakak atau adik?”

Jongin tersenyum, “rasanya akan berbeda”

“umm, kau benar. Rasanya sangat berbeda” gumam Hyena.

Jongin mengernyit. Perkataan Hyena seperti menjelaskan ia pernah memiliki saudara lain, “kau punya saudara lain?”

“tidak. Aku tidak mengenal saudara jauh ku. Hanya beberapa dari mereka yang aku ingat. Tapi aku memiliki satu orang yang sudah kuanggap sebagai kakak kandungku”

“siapa?”

“Myung Soo oppa”

Bahu Jongin turun perlahan. Padahal sebelumnya ia terlihat sangat antusias, “Myung Soo?”

“ya. Dia sangat baik kepadaku. Aku sudah menganggapnya sebagai kakak ku sendiri”

Dan rasa bersalah itu kembali menyelubungi hati Jongin. Ia merasa gelisah dan tidak tenang. Sepertinya memang hanya Myung Soo yang memiliki perasaan terhadap kepada Hyena, tapi Hyena hanya menganggap Myung Soo sekedar sosok seorang kakak.

Jongin terlalu buta malam itu.

Bagaimana jika Hyena tau ia yang membunuh laki-laki itu?

“aku sangat percaya padanya. Dia seperti buku diary ku yang bisa berbicara. Apapun yang kurasakan selalu aku ceritakan padanya. Senang, sedih, kecewa, takut, aku selalu menceritakannya. Dia benar-benar pendengar yang baik” sambung Hyena.

“lalu dimana dia sekarang?”

Hyena mengangkat alisnya bingung, “kau tidak tau berita kemarin?”

“apa?”

“dia sudah tidak ada Jongin. Myung Soo oppa sudah tidak ada” ucap Hyena dengan wajah sedihnya.

“maaf Hyena, aku tidak tahu”

Hyena berusaha tersenyum kecil, “tidak apa-apa”

Sebenarnya Jongin berbohong. Ia bahkan mengetahui bagaimana Myung Soo bisa merenggang nyawa malam itu. Bahkan tangannya sendirilah yang melakukannya. Dan bicara tentang Myung Soo—Jongin belum bisa menemukan pria itu.

—The Difference—

“hahaha! Kau kalah!” teriak Baekhyun dengan tawa yang membucah memenuhi ruangan.

Sehun meringis kecil. Ia mendatari tawa Baekhyun yang begitu keras ditelinganya.

“kau harus menggoda ahjumma diujung jalan ini. Ahjumma yang memiliki kios kecil” Baekhyun memiringkan senyumnya sambil menaik turunkan alisnya menggoda Sehun.

“apa!!”

“hey! Hey! Kau sudah kalah magnae. Ayo cepat! Lakukan hukuman mu”

Oh, apa Baekhyun tidak salah. Melihatnya saja membuat Sehun harus bergidik ngeri. Dengan make up yang berlebihan serta lipstick yang merah merona. Ahjumma itu setiap harinya mengunyah permen karet dan mengawasi setiap pejalan kaki yang lewat. Khususnya untuk laki-laki.

“aku tidak ingin melakukanya”

“Sehun, kau harus bertanggung jawab. Ayo” Baekhyun mulai menarik tangan Sehun agar bangun dari kursinya. Ia mendorong tubuh tinggi pria itu sampai di ambang pintu. Baekhyun memberikan payung berwarna hijau tua kepada Sehun karena diluar masih hujan deras.

Sehun tidak yakin dengan ini. Ia menatap Baekhyun dan payung ditangannya secara bergantian. Sedetiknya wajahnya langsung memelas pada Baekhyun. Sehun menunjukkan puppy eyes nya agar membuat Baekhyun berubah pikiran.

“hyung~”

“tidak” Baekyhun memejamkan matanya sambil menggeleng pelan, “lakukan sekarang”

“hyung~”

“ayo Oh Sehun”

Sehun mengkerucutkan bibirnya. Ia membuka payungnya dan ingin melangkahkan kakinya keluar. Untuk terahkir kalinya Sehun kembali melihat Baekhyun dengan wajah memelasnya.

“hyung~”

Hati Baekhyun tidak luluh sama sekali. Ia menunjukan arah kios ahjumma itu dengan matanya. Kebetulan kios ahjumma itu masih terlihat dari pandangan Baekhyun. Sehun hanya harus menyebrang jalan sedikit dan Baekhyun bisa memantau Sehun dari tempatnya.

Sehun kembali membalikkan tubuhnya dengan kesal. Ia mulai mengambil langkah pertama.

“aku akan melihat mu dari sini”

Sehun mendelik. Lihat! Bahkan ahjumma itu sedang duduk di teras kiosnya menikmati hujan. Dengan pakaian yang tipis berwarna peach dan perut yang terlipat. Tubuh ahjumma itu memang sangat-sangat berisi dimata Sehun. Bahkan lipsticknya saja seperti permanen setiap harinya.

Sehun baru akan mengambil langkahnya lagi. Tapi mematung kearah ahjumma itu.

“yak! Kenapa tidak jalan?”

Baekhyun memiringkan kepalanya dan mencoba melihat wajah Sehun. Tapi laki-laki itu hanya berdiri mematung dengan payungnya.

Sehun membuka kecil mulutnya. Matanya tidak berkedip sama sekali.

Baekhyun mengikuti pandangan Sehun kearah ahjumma itu. Matanya membulat saat itu juga.

Vampire lain sedang menghisap darah ahjumma itu. Tapi Baekhyun tidak mengenal vampire itu. Perlahan warna kulit ahjumma itu menjadi sangat pucat, kulitnya mulai mengering dan—

“astaga”

Baekhyun menganga melihatnya. Dalam sekejap tubuh ahjumma itu menjadi abu. Abu itu terbang bersama angin dan menyatu dengan hujan. Lalu vampir itu menghilang dengan kekuatannya. Kekuatan yang sama dimiliki dengan Jongin.

—The Difference—

Perlahan Hyena hampir menutup matanya. Matanya mulai pedas dan sedikit memerah. Tapi pada ahkirnya matanya itu terpejam rapat. Hyena tertidur disebelah Jongin yang masih asik melihat acara hiburan ditengah malam.

Hyena tidak bisa tidur jika tamunya juga belum tidur. Ia sudah menahan rasa kantuknya sejak setengah jam yang lalu. Ia selalu berkata dalam hati, kapan Jongin akan tidur? Maksud Hyena, jika Hyena pergi tidur lebih dulu, itu termasuk tidak sopan.

Jongin menoleh saat ia merasakan berat dibahunya. Kemudian ia tersenyum kecil. Saat melihat wajah Hyena yang sedikit tertutupi oleh rambut panjang gadis itu. Jongin merentangkan tangan kanannya dan menjadikan lengan kanannya sebagai bantal untuk gadis itu. Jongin menyibakan rambut panjang itu kebelakang telinga Hyena. Ia juga merapatkan selimut Hyena agar tetap membuat gadis itu merasa hangat.

Jongin mencium sekilas puncak kepala gadis itu sebelum ia menaruh kepalanya diatas kepala Hyena.

Aku akan memberitahu mu jika aku siap. Tentang siapa diriku dan apa yang terjadi pada Myung Soo. Maaf jika harus membohongi mu terlebih dahulu.

Jongin mulai memejamkan matanya dan mengunci tubuh Hyena dengan tangan kanannya.

Sementara ditempat lain, Baekhyun dan Sehun masih terdiam satu sama lain.

Dibangkunya masing-masing—memutar ulang kejadian yang baru saja mereka lihat tadi didalam pikiran masing-masing. Terlebih lagi untuk Sehun—ia yang melihat dari awal. Pria itu datang dengan sedikit kabut hitam dan tiba-tiba langsung menghisap darah ahjumma tadi. Sampai benar-benar kering dan yang tersisa adalah abu. Lalu pria itu menghilang.

Mungkin hanya 2 menit jika perhitungan Sehun tidak salah.

“apa kita harus bercerita pada Kris hyung?” tanya Baekhyun.

“kita ceritakan dulu pada Chanyeol hyung”

“kenapa harus Chanyeol?”

“jika Kris hyung marah dia tidak hanya memarahi kita berdua”

“kenapa Kris hyung harus marah?”

“aku tidak tahu. Tapi bukankah Kris hyung sering marah-marah pada kita?”

Baekhyun melihat Sehun tidak mengerti. Lebih tepatnya aneh dengan jalan pikiran Sehun. Sehun terlalu bodoh atau polos? Baekhyun tidak tahu mana yang lebih dominan.

—The Difference—

Pagi ini lebih dingin dari sebelumnya. Bahkan langit berwarna abu-abu tipis. Ramalan cuaca memperkirakan hari ini akan kembali hujan.

Hyena mulai membuka matanya saat mencium aroma roti bakar dihidungnya. Ia mendudukan dirinya dan melihat sekitar. Tanpa sadar Hyena tersenyum kecil. Jonginkah kah yang memindahkannya?

Pintunya terketuk oleh seseorang dibaliknya. Tidak lama pintu itu terbuka dan memperlihatkan Jongin yang sudah berdiri dengan senyumnya.

“aku baru ingin membangunkan mu” ucap laki-laki itu, “aku sudah menyiapkan sarapan untuk mu”

Hyena mengangguk, “aku akan menyusul.

“baiklah”

Jongin kembali menutup pintunya. Ia berjalan menghampiri meja makan dengan roti bakar yang sudah ia siapkan untuk gadis itu. Jongin memutuskan untuk duduk sambil menunggu. Melihat roti bakarnya yang terbakar sempurna.

Tidak lama Hyena keluar dengan keadaan yang lebih rapih. Rambutnya terikat kebelakang dengan ikatan yang tidak terlalu erat—membuat beberapa helai rambut lainnya tidak ikut terikat. Hyena menghampiri Jongin sambil tersenyum.

Tentu saja Jongin akan membalas senyum itu. Hyena terlihat sangat lembut pagi ini, bahkan dengan hanya melihat wajahnya saja.

“ungkapan rasa terima kasih ku” Jongin mendekatkan piring roti dengan susu yang sudah ia buat pada Hyena.

Pertama Hyena meminum susunya terlebih dahulu, barulah setelah itu ia menyicipi roti buatan Jongin. Tidak buruk menurutnya.

“kau suka melukis?” tanya Jongin.

Hyena mengikuti arah pandang Jongin pada beberapa lukisan yang tergantung di dinding.

“semua eomma yang melukis”

Jongin mengangguk mengerti. Ia fikir melukis adalah kegemaran Hyena. Mengingat begitu banyak lukisan yang tergantung di rumah ini. Begitu juga dengan kamar Hyena.

“aku hanya menyukainya sebagai karya seni” sambung Hyena. Ia kembali melanjutkan memakan sarapannya.

Kemudian Jongin teringat sesuatu.

“Hyena?”

“umm”

“kau ingin menemaniku ke pameran lukisan hari ini?”

Hyena berfikir sebentar, “hari ini?”

“kau sibuk?”

“mata kuliah ku penuh sampai sore”

Jongin mendesah kecil. Ia kebetulan memiliki dua tiket pameran yang belum sempat ia gunakan sebelumnya. Tiket itu dari Namjoo beberapa hari yang lalu. Gadis itu yang sebenarnya mengajaknya kepameran itu.Tapi Jongin menolak secara terang-terangan.

“kapan kau ada waktu senggang?”

“aku tidak tahu”

Jongin menunjukan ekspresi kecewanya dan itu tanpa sadar membuat hati Hyena tergerak. Hyena merasa tidak enak hati pada Jongin.

“maaf Jongin”

“tidak apa-apa. Tapi,,, jika kau sedang ada waktu luang, kau mau menemaniku?”

Hyena mengangguk tersenyum. Ia mengiyakan ajakan laki-laki itu. Lagipula sudah lama ia tidak kepameran seperti itu. Terahkir kali ia datang ketempat itu bersama eommanya. Hyena juga menyukai melukis sebenarnya. Hanya saja sejak orang tuanya meninggal, Hyena berhenti melakukan itu.

—The Difference—

“Chanyeol!!”

Chanyeol menoleh saat Baekhyun memanggilnya. Pria itu berlari kecil kearahnya dengan ekspresi yang lain.

“kau melihat Kris hyung?”

“Kris hyung pergi bersama ketua angkatan”

“kapan kembali?”

“mungkin nanti malam. Ada apa Baek?”

“aku harus menceritakan sesuatu yang penting padanya”

Alis Chanyeol berkerut.

“kau juga ingin tahu? Tapi aku tidak bisa menceritakannya disini” Baekhyun merendahkan volume suaranya di kalimat terahkir. Mata nya melihat sekitar—memastikan tidak ada orang lain yang memperhatikannya.

Chanyeol memberi isyarat pada Baekhyun agar mengikutinya. Chanyeol tau tempat yang aman untuk mendengar informasi dari Baekhyun.

Chanyeol mengajak Baekhyun kedalam ruangan yang sudah tidak berfungsi lagi. Ruangan rahasia yang biasa ia gunakan bersama saudaranya yang lain. Chanyeol mengeluarkan kunci cadangannya dan membuka pintunya.

Baekhyun masuk terlebih dahulu. Setelah memastikan keadaan aman Chanyeol ikut menyusul dan menutup pintu rapat.

“aku juga ingin menceritakan sesuatu yang penting”

Baekhyun menaikkan alisnya.

“ini tentang Myung Soo”

Mata Baekhyun membulat tiba-tiba, “kau sudah menemukannya?”

Chanyeol mengangguk yakin, “lalu apa yang ingin kau ceritakan?”

Pertama-tama Baekhyun mendesah berat. Ia butuh Sehun yang mengetahui kronologi ceritanya. Sehun lebaih banyak melihat malam itu.

“semalam aku dan Sehun melihat vampire dengan kekuatan lain. Ia bisa menghisap darah manusia dan mengubahnya menjadi abu”

“abu?”

“ya, tapi kemudian vampire itu menghilang dengan teleportasi. Sama seperti Kai”

“tunggu”

Chanyeol menghentikan cerita Baekhyun. Ia berfikir untuk menyatukan ceritanya dengan Baekhyun. Abu dan teleportasi? Apa vampire yang dilihat Baekhyun adalah Myung Soo?

“kau sudah pernah melihat Myung Soo sebelumnya?”

Baekhyun menggeleng dengan polosnya. Chanyeol dengan cepat mengeluarkan foto Myung Soo yang belum sempat ia tunjukan pada pria itu. Chanyeol memberikan foto itu pada Baekhyun.

“apa dia orangnya?”

Baekhyun tercekat. Ia mendekatkan foto itu lebih jelas. Matanya tidak salah melihat.

“dia?” gumam Baekhyun.

“itu Myung Soo. Apa dia yang kau lihat?”

Baekhyun mengangguk perlahan, “kalau begitu aku dan Sehun sudah melihatnya”

Chanyeol menyandarkan punggungnya pada pintu. Ia menatap Baekhyun yang masih nampak terkejut.

“aku juga melihat Myung Soo dimalam yang sama”

“kita harus memberitahukan pada Kris hyung”

“jangan” sergah Chanyeol, “jangan melibatkan Kris hyung untuk sementara”

“Tapi Yeol—“

“aku hanya ingin memanfaatkan Myung Soo lebih dulu. Ia yang akan membantu kita. Lagipula Myung Soo sudah menjadi saudara kita sekarang”

“Yeol?”

“aku tidak salah Baek. Aku yakin ini akan berjalan sesuai dengan jalurnya. Sesuai dengan perkiraan ku”

—The Difference—

Ahri menghampiri Hyena yang sedang membaca bukunya. Gadis itu mengejutkan Hyena yang sedang serius dengan bacaannya. Hyena menutup bukunya dan akan melayangkan protes pada Ahri.

“kenapa baru datang?”

“untuk apa datang terlalu awal. Hari ini kita tidak ada dosen” Ahri mulai menunjukan senyum lebarnya.

“benarkah?”

“beritanya akan datang bersama ketua kelas”

Dan itu benar. Tidak lama kemudian, Kyung Sa datang dengan berita bahagia.

“hari ini kita tidak ada mata kuliah. Dua dosen kita berhalangan hadir hari ini”

Detik itu juga terdengar suara riuh kegembiaraan dari ruang kelas. Tidak terkecuali dengan Hyena. Gadis itu segera merapikan bukunya dan mengeluarkan ponselnya dari dalam tas. Ia mengirimkan pesan khusus pada seseorang. Gadis itu mengetikkan kata-kata sambil tersenyum simpul.

Kemudian Hyena menyampirkan tasnya dan melangkah kakinya pergi. Ahri menahan tangan gadis itu dengan cepat.

“kau mau kemana?”

Hyena hanya membalas dengan satu senyuman yang sulit diartikan oleh Ahri. Tidak biasanya Hyena seperti itu. Bahkan Hyena belum menghilangkan senyumnya sampai ia benar-benar keluar dari kelas.

Ahri mengimiditasi kepergian Hyena. Ia curiga pada gadis itu. Sedetiknya Ahri langsung menaikkan alisnya.

“apa jangan-jangan?”

Hyena merasa perasaannya lain hari ini. Sangat senang dan itu menyenangkan. Ia berjalan melewati lorong tanpa pandangan melihat lantai. Wajahnya berseri. Hyena memegang erat sampiran tas nya dan mengambil langkah lebar dan cepat.

To: Jongin

Tawaran mu berlaku hari ini? Aku tidak sibuk seharian ini. Jika kau mau, kita bisa pergi kepameran sekarang. Bagaimana?

—The Difference—

Sehun terus memutar bolpoin ditangannya. Pikirannya terbagi dua. Ia begitu menjadi orang pemikir pagi ini. Ia terus teringat dengan malam itu. Bisa berteleportasi tapi juga bisa mengubah manusia menjadi abu? Sehun melirik Jongin disebelahnya. Ia memperhatikan pria itu dengan seksama.

Hampir seperti Jongin. Bisa berteleportasi dan berpindah tempat dengan sekejap. Hanya saja kabut yang dibawa Jongin saat menggunakan kekuatannya berwarna putih. Berbeda dengan vampire semalam. Kabutnya berwarna hitam. Jongin juga tidak bisa mengubah manusia menjadi abu seperti vampire itu. Yang bisa melakukan itu hanya Chanyeol dan Kris. Itupun keduanya harus mengeluarkan kekuatan mereka terlebih dahulu. Bukan dengan hanya menghisap darah.

“kenapa?” Jongin bertanya dengan datarnya kearah Sehun yang masih memeperhatikannya.

Sehun semakin mengimiditasi. Matanya yang sudah sipit itu semakin menyipit, nyaris tidak terlihat.

“ada apa? tanya Jongin sekali lagi.

Tapi Sehun belum menjawab. Jongin memutar bola matanya malas. Ia mengalihkan pandangannya pada dosen yang sedang berceloteh didepan, “kau aneh”

Ddrrttt,,, ddrrrttt,,,

Jongin mengeluarkan ponselnya dari saku celana. Ia membuka satu pesan singkat. Detik itu juga Jongin tersenyum.

Sehun memperhatikan Jongin yang justru terlihat aneh sekarang. Ia tidak sengaja membaca pesan Jongin dari Hyena. Sehun menarik dirinya lagi dan wajahnya sudah berubah 180° dari sebelumnya—datar.

Jongin membalas pesan itu dengan cepat. Ia kemudian melihat jam dengan bersemangat. Hanya tinggal menunggu setengah jam lagi. Jongin harap waktu bisa berjalan lebih cepat saat ini.

To: Hyena

Baiklah. Aku keluar 30 menit lagi. Tunggu aku di taman dekat pohon

TBC

Iklan

Penulis:

http://saykoreanfanfiction.wordpress.com/ Formed since May 29, 2013

39 tanggapan untuk “The Difference [Chapter 5]

  1. Indahnya cinta pertama, itu yang dirasakan Jongin. Memang indah. Tapi bagaimana dengan Myungsoo yang ganas, dan Chanyeol yang mempunyai rencana besar. Satu saat Myungsoo juga bisa mengingat masa lalunya kan. Apa yang terjadi bila saat itu tiba, dendamkah atau sebaliknya.

  2. Waaahh
    seru karna ada part hyena sm jongin nya
    Smg bs kyak film twilight ya
    Smg hyena nerima jongin
    Dan bs maafin kesalahan dan nerima jongin apa adanya

  3. Woah akhirnya capt 5 juga >.<…. Oh iya thor dari awal kan ahri suka sama luhan,nah nanti bakal ada cerita ahri sama luhan ga? Apa nanti luhan lupain jaena gitu atau gimana??? Pokoknya dilanjut yah thor ^^

  4. Min, itu Myung Soo jadi jahat ya?? Chanyeol juga..
    Jadi ngebayang, kalo Myung Soo dateng kesini terus ngisap darah aku.. hiiii ._.

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s