Posted in Baek Hyun, Chapter, Comedy, Family, Kai, leejieun93, Romance, Suho

I lived with crazy Yeoja Part 8

liieeee

Title                 :  I lived with crazy Yeoja Part 8

Author           : Park hana

Cast                : Byun Baekhyun, Jung Eunji.

Other cast      : Find by your self

Genre             :  comedy romance family

Length           : Chapter

Rating             : 15+

Warning         : Typo dimana-dimana!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

Summary       :  Perempuan itu membuat kepalaku pusing, semua kelakuannya abnormal.  Sungguh tak seperti perempuan, tapi itu yang membuat dia berbeda. Sipat tak tahu malunya, cara bicaranya yang seperti preman dan lagi tertawanya. Dialah yeoja gila yang tinggal dirumahku.

Nan Neol saranghae

 

Eunji tengah menatap kosong langit-langit kamar tempat dia berada saat ini. dia ingin sekali tertidur, namun entah kenapa dia seperti tidak merasakan kantuk sama sekali. Begitu banyak hal yang terlintas di dalam kepalanya saat ini.

“Eonni kau belum tidur?” tanya Soojung yang tiba-tiba terbangun dari tidurnya.

“Ahjik” sahut Eunji.

Soojung kemudian merubah posisinya agar menghadap pada Eunji. Soojung tersenyum kearah Eunji.

“Kenapa? Apa eonni tak kerasan dirumahku?”

Eunji langsung menggelengkan kepalanya.

“Bukan itu, hanya saja setelah aku melihat keluargamu. Aku jadi merindukan keluargaku”

Eunji tersenyum tipis, namun Soojung bisa melihat kalau itu adalah senyum yang dipaksakan.Soojung kemudian memeluk Eunji yang membuat Eunji sedikit terkejut.

“Jika Sica Eonni sedang bersedih, maka aku akan memeluknya seperti ini. Beginilah keluarga, menenangkan saat anggota keluarga yang lain sedang bersedih”

Eunji menggerakkan tangannya dan memegang  lengan Soojung yang memeluknya.

“Gomawoyo Soojungah”

Ucap Eunji pelan dan Soojungpun mengagguk.

Disisi lain, kini Baekhyun tengah terduduk diatas tempat tidurnya. Dia sudah berusaha memejamkan matanya, namun tetep saja dia tidak bisa tertidur.

Baekhyun dengan frustasi turun dari tempat tidurnya menuju lemari es untuk mengambil air minum, karena dia pikir segelas air mungkin bisa menenangkannya.

Setelah sampai di lemari es dan meminum segelas air, Baekhyun lantas menggerakkan kepalanya menghadap kearah pintu kamar Eunji yang berada disebelah lemari es tersebut. Terdengar suara deru napas Baekhyun yang sangat berat.

Baekhyun kemudian memutuskan untuk memasuki kamar Eunji sebentar. Kini memory saar dia dan Eunji bertengkar hebat mulai melintas dikepalanya.

Baekhyun berdecak kesal. dia menyesali kebodohannya karena berkata kasar, dia sadar dia salah karena berkata seperti itu pada Eunji dan dia tahu pasti Eunji sangat terluka karna perkataanya.

Baekhyun membuka lemari dan mengambil kasur lipat serta selimut  yang biasa dipakai Eunji untuk tidur. Baekhyun menggelarnya lalu dia merebahkan dirinya di kasur yang biasa ditiduri Eunji itu.

***

Baekhyun menatap sarapan paginya, lalu beberapa saat kemudian dia mengarahkan pandangannya pada kursi didepannya, kursi yang biasa Eunji gunakan setiap hari saat mereka tengah makan.

Baekhyun menghela napasnya berat, lalu mulai memakan makanannnya kembali.

“Ini benar-benar sulit saat dia tidak ada, terasa seperti ada yang berbeda”

Ucap Baekhyun pelan

***

“Noona kenapa kau terlihat tak bersemangat hari ini?” tanya Jongin.

Eunji tak menjawab, dia hanya menghela napasnya panjang lalu menatap Jongin dengan tatapan sedih.

“Aigoo Noona wajahmu terlihat menakutkan seperti itu. Ah sebenarnya aku iri kau bisa tidur dengan Soojung. Arghhh aku juga ingin. . “

Jongin merengek sambil menghentak hentakkan kakinya. Sebenarnya Jongin melakukan iu untuk menghibur Eunji, namun tampaknya Eunji tak sedikitpun terhibur.

‘Ingin apa?”

Tiba-tiba Soojung datang  menghampiri Jongin dan Eunji.

“Eo chagiya kau sudah datang!”

Soojung langsung mengalihkan perhatiannya pada Eunji yang terlihat murung tanpa menjawab pertanyaan Jongin yang membuat Jongin berdecak.

“Eonni, hari ini aku dengar kau tak datang mengajar. Kau kenapa? Apa karena masalahmu dengan Byun Baekhyun?”

“Aku tak tahu, Begitu banyak hal yang berputar-putar dikepalaku sampai membuatku pusing. Aku takut kalau moodku akan jelek dan itu akan berdampak pada anak-anak jadi aku putuskan untuk tidak mengajar”

“Eo keputusan yang tepat” ujar Soojung.

“Noona anak bernama Dohyun itu terus meneleponku menanyakan kenapa kau tak datang. ah dia sangat mengganggu, sekarang aku tahu bagaimana perasaan Baekhyun Hyung”

Eunji melipat tangannya didada lalu menghela napasanya lagi.

“Hari ini kau tak mau bertemu dengan anak itu ataupun kakaknya dan tentu saja dengan Byun Baekhyun”

Jongin dan Soojung hanya bisa saling menatap lalu mengangkat bahu mereka mendengar ucapan Eunji tersebut.

***

Baekhyun menyalakan lampu rumahnya yang masih mati saat dia pulang. Dia mengarahkan pandanganya kesemua sudut rumah dan itu masih sama seperti dia tinggalkan saat tadi pagi.

Dia menaruh tasnya begitu saja dilantai, lalu menuju kamar Eunji. Baekhyun membuka kamar Eunji yang masih terlihat sama seperti pagi juga dan menandakan bahwa Eunji masih belum pulang.

Baekhyun menatap jam di dinding yang menunjukan pukul 7 malam. Dia menghela napasnya lagi.

Baekhyun mengambil ponselnya yang dia taruh di saku celananya. Lalu menelepon seseroang. Kini Baekhyun menunggu orang yang dia hubungi mengangkat teleponya.

“Eo Hyung Waeyo?”

Tanya orang yang Baekhyun Hubungi yang akhirnya mengangkat telepon Baekhyun.

“Eungh Jongin-ah apa kau tahu. .”

“Eunji Noona ada dirumah Pacarku, jadi jangan Khawatir”

Jongin memotong ucapan Baekhyun karena dia sudah tahu bahwa Baekhyun akan menanyakan soal Eunji.

‘Eo begitukah?”

“Ne hyung, aku akan kirimkan alamat yeoja Chinguku padamu. Kalau-kalau kau ingin bertemu Eunji noona. Dan jangan pernah menganggap Eunji noona pacarku lagi karena aku punya pacar yang lebih cantik dan waras dibanding Eunji noona”

Baekhyun ingin sekali tertawa mendengar perkataan Jongin, namun dia berusaha menahannya karena jika dia tertawa itu pasti akan memalukan.

“Gomawoyo Jongin-ah”

“Hyung Chakkaman, aku ingin bicara sesuatu padamu”

“Eo mwoya?”

“Hyung bisakah kau bersikap lebih baik pada Eunji Noona? Dulu aku tak pernah melihat dia sedih karena bertengkar denganmu. Tapi akhir-akhir ini dia selalu terlihat sedih jika bertengkar denganmu”

“Ah benarkah? Pasti dia membenciku.karena itu!”

Baekhyun terkekeh kecil namun dia juga merasa begitu bersalah, Dia sendiri tak tahu kenapa emosinya akhir-akhir ini selalu meluap-luap.

“Aniya hyung , noona tidak membencimu”

“Kau tahu  begitu mengerti dia tampaknya!”

“Ah tidak juga, kalau begitu aku akan kirimkan alamatnya.”

Mereka pun memutuskan sambungan telepon mereka. dan tak lama kemudian sebuah pesan yang berisi alamat Soojung di terima Baekhyun. Dengan segera Baekhyun pergi menuju rumah Soojung.

***

Baekhyun berdiri didepan sebuah gerbang rumah, dia menatap bel rumah tersebut. dan berpikir apa harus dia menekan bel itu.

Baekhyun begitu terlihat bingung, dia bahkan mondar mandir didepan gerbang rumah itu yang adalah rumah Soojung.

Beberapa kali Baekhyun akan menekan bel rumah itu, tapi terus dia urungkan sampai dia merasa frustasi sendiri karena hal itu.

Baekhyun menghela napasnya

“Ah lupakan saja, lebih baik aku pergi.”

Baekhyun melangkah pergi dan memutuskan untuk tidak menemui Eunji, namun baru beberapa langkah dia mengehentikan langkahnya, kemudian berbalik menuju depan gerbang rumah Soojung lagi.

Dengan keyakinan besar, Baekhyun akhirnya menekan bel rumah Soojung tersebut.

“Nde, nuguya?” jawab Seseorang

“Apa ini rumah Jung Soojung? Aku temannya dan ingin bertemu dengannya”

“Eo kau teman Soojung, baiklah sebentar akan aku buka kan gerbangnya”

Baekhyun mengusap dadanya merasa lega, namun saat gerbang rumah Soojung dibuka dan dia melangkahkan kakinya masuk. Perasaan gugup tiba-tiba mendera dirinya.

Baekhyun menatap rumah Soojung yang begitu mewah dan besar setelah dia berada didalam.

Tak beberapa lama, Seorang perempuan menghampirinya. Perempuan yang begitu cantik dan itu adalah Soojung.

Baekhyun berdiri lalu membungkuk pada Soojung.

“Eo kau tidak perlu seperti itu Baekhyun-ssi. Ayo duduk. Aku bahkan lebih muda darimu”

Baekhyun langsung duduk dengan sikap yang canggung, dia bingung harus mengatakan apa pada Soojung.

“Aku tahu dari Jongin kalau Eunji ada disini”

“Ah benar Eunji eonni memang disini”

“Dimana dia sekarang?” tanya Baekhyun.

Soojung Bingung apa yang harus dia katakan pada Baekhyun,karena Eunji bilang dia tak mau menemui Baekhyun.

“Aku Disini”

Tiba-tiba saja Eunji datang dengan wajah yang tak mau menatap kearah Baekhyun. Soojung tersenyum melihat Eunji yang datang, dia tahu bahwa akhirnya Eunji pasti akan mau menemui Baekhyun.

“Ah kalau begitu aku akan buatkan minuman dulu untuk kalian”

Soojung Pamit dan langsung pergi kedapur dan meninggalkan Baekhyun dan Eunji berdua. Namun sebenarnya Soojung ingin membiarkan Eunji dan Baekhyun berbciara berdua., karena itulah yang mereka berdua butuhkan saat ini untuk menyelesaikan masalah diantara mereka.

Baekhyun menundukan kepalanya, lalu menggaruknya . dia tampak bingung dan tak tahu harus memulai pembicaraan dari mana.

“Kalau tak ada yang mau kau katakan, aku akan kembali ke kamar Soojung”

Saat Eunji hendak pergi, dengan segera Baekhyun menahannya dengan memegang lengan Eunji. Eunji lantas mengarahkan pandangannya pada lengannya yang di pegang Baekhyun.

“Ayo pulang kerumah!”

Kedua mata Eunji membelalak mendegar perkataan Baekhyun Barusan. Jujur saja dia ingin sekali melompat kearah Baekhyun karena mengajaknya pulang. Tapi Eunji berusah sebisa mungkin bersikap dingin.

“Selama ini kau sudah merepotkan Jongin dan sekarang kau merepotkan pacarnya juga, jadi ayo pulang dan jangan merepotkan mereka.”

Baekhyun sedikit memelankan suaranya saat mengatakan ayo pulang dan jangan merepotkan mereka, hal itu benar-benar membuat Eunji tambah senang. Tapi sebisa mungkin Eunji menjaga ekspresi wajahnya tetap dingin.

“Baiklah aku akan pulang. Tapi aku pulang karena kau yang minta, bukan karena kemauanku.”

Ucap Eunji masih tetap dengan wajah dinginnya.

“Cepat kemasi barang-barangmu” suruh Baekhyun.

Eunji mengangguk lalu pergi menuju kamar Soojung untuk membereskan barangnya.

Soojung datang membawa minuman untuk Baekhyun, dan dia juga bertanya kemana Eunji.

“Eunji sedang membawa barang-barangnya, sebenarnya kedatanganku kesini untuk menjemputnya. Karena tidak enak jika dia terus merepotkan Jongin dan  kau”

Soojung tersenyum sambil menggelengkan kepalanya.

“Aniya, aku tak merasa di repotkan. Aku senang dia disini karena eonniku sibuk jadi aku jarang bertemu dengannya, dan saat Eunji eonni disini aku merasa aku menemukan eonniku yang lain bahkan kedua orang tuaku juga senang pada Eunji eonni”

Baekhyun tersenyum lalu mengambil minuman yang disuguhkan Soojung untuknya.

“Tapi aku benar-benar berterima kasih pada mu dan Jongin yang sudah mau menjadi temannya, jadi dia tak merasa kesepian.”

Soojung mengangguk seraya tersenyum pada Baekhyun yang dibalas senyuman pula oleh Baekhyun.

Kini Dikamar Soojung, Eunji tengah berdiri didepan cermin dengan wajah bahagia. Eunji bahkan memegang pipinya yang terasa begitu panas.

“Apakah Eonni bahagia karena dia menjemputmu?”

Soojung tiba-tiba datang dan langsung duduk diatas kasurnya seraya menatap Eunji yang tengah tersenyum.

“Eo neomu haengbokhae” balas Eunji

***

Eunji dan Baekhyun tegah berjalan menuju rumah mereka, tak ada satu patah katapun yang keluar dari mulut mereka setelah mereka keluar dari rumah Soojung, bahkan di bis pun mereka duduk berjauhan.

“Eunji-ya  aku benar-benar minta maaf”

Ucap Baekhyun yang berusaha mencairkan suasana diantara mereka.

“Gwaenchana” jawab Eunji singkat.

“Kau masih marah padaku karena mengusirmu?”

“Aniya” jawab Eunji singkat lagi.

Baekhyun lalu melangkah kedepan Eunji sambil menatapnya yang membuat Eunji menghentikan langkahnya. Eunji mengerutkan dahinya, tak mengerti apa yang akan di lakukan Baekhyun.

Baekhyun lalu membalikan badannya menjadi memunggungi Eunji, dan membuat Eunji semakin bertanya-tanya apa yang Baekhyun lakukan.

Baekhyun pun kini berjongkok.

“Ayo naik, aku akan menggendongmu sampai rumah. Anggap saja ini tanda permohonan maafku padamu”

Eunji mengalihkan pandangannya kearah lain lalu tersenyum, dan tanpa menunggu lama dia langsung naik kepunggung Baekhyun.

“Ah kau berat sekali Miis Jung” ledek Baekhyun yang membuat Eunji berdecak.

“Tsk bukankah ini pemohonan maafmu, lalu sekarang kau mengejekku lagi? Aigoo tampaknya Byun Bacon tidak benar-benar tulus”

Baehyun terkekeh mendengar perkataan Eunji barusan.

“Ah Miss Jung ini kenyataan, kau seharusnya menjaga penampilanmu, lihatlah Soojung. Dia langsing dan sangat cantik kulitnya juga mulus. Ah tampaknya jongin pintar memilih perempuan.”

“Aku juga cantik, kulitku juga baik”  batin Eunji.

Eunji menekuk wajahnya mendengar Baekhyun memuji Soojung, lalu terpikir sebuah cara membalas Baekhyun.

Eunji mengukir sebuah smirk yang menandakan dia menemukan cara mengerjai Baekhyun. Eunji mengeratkan lengannya yang melingkar dileher Baekhyun dan membuat Baekhyun berteriak karena kehabisan napas sambil meminta Eunji menyiksanya seperti itu.

Eunjipun tertawa sangat keras karena berhasil mengerjai Baekhyun, tapi kemudian dia merasakan ada yang aneh di leher Baekhyun.

“Oppa apa kau memakai sebuah kalung?”

“Eungh. .ah nde. Wae? Apa seorang lelaki tidak boleh memakai kalung?”

“Aku hanya bertanya saja, sepertinya selama ini aku tak pernah melihatmu memakainya”.

Mereka kembali terdiam saat ini, dan hanya berkutat dengan pikiran masing masing. Namun beberapa saat kemudian Eunji membuka pembicaraan kembali.

“Oppa apa kau semalam tidur nyenyak?”

“Eo”

“Syukurlah kalau begitu”

“Wae? Apa kau tak bisa tidur semalam?”

Eunji mengangguk sambil mengeratkan pelukan tangannya di lehar Baekhyun.

“Wae? Apa kau meindukanku Miss Jung?”

Eunji berdecak lalu tersenyum.

“Tsk Aniya”

“lalu kenapa kau tak bisa tidur hah? bukankah kau selalu tidur nyanyak dengan mulut terbuka?”

“Haishhh kau mengada-ngada, aku tidak tidur dengan gaya memalukan seperti itu. aku tidur layaknya putri cantik”

Baekhyun tertawa keras mendengar perkataan Eunji, dan kini mereka tertawa bersama. Namun beberapa saat kemudian Eunji menghentikan tawanya.

“Oppa aku merindukan keluargaku!! Dan hal itu membuatku tidak bisa tidur”

Baekhyun menghentikan tawanya lalu mendengarkan dengan baik apa yang Eunji katakan.

“Dulu aku tak pernah berpikir akan merindukan ibuku, tapi setelah melihat ibu Soojung aku merindukan eommonim”

“Oh ternyata uri Eunji sekarang mulai menjadi anak baik”

“Haissh oppa kenapa kau meledekku, aku serius”

‘Ah baiklah baiklah. Ayo teruskan aku akan jadi pendengar yang baik dan tak meledekmu lagi”

Eunji tersenyum dan menghela napasnya, dia berpikir apakah harus mengatakan hal itu pada Baekhyun atau tidak.

Baekhyun yang merasa aneh karena Eunji terdiam, kemudian memanggil Eunji.

“Oppa aku rasa aku harus pulang” ucap Eunji.

Baekhyun menghentikan langkahnya setelah mendengar perkataan Eunji barusan. Dia terkejut, dan tak pernah berpikir Eunji akan mengatakan hal itu. ya, dia terlalu bodoh karena tak pernah berpikir bahwa mungkin suatu hari Eunji akan pulang pada Keluarganya.

“Oppa!  hya Baekhyun oppa!” panggil Eunji

“Eungh. .” sahut Baekhyun yang membuat Eunji mengerutkan dahinya.

“Ah nde” tambah Baekhyun

Baekhyun bingung harus mengatakan apa, dia benar-benar tak tahu apa yang harus dia katakan.

“Bisakah kau menemaniku bertemu Howon oppa?”

“Nde, aku akan menemanimu”

Jawab Baekhyun yang terdengar pelan. Dia pun kini melanjutkan langkahnya dengan perasaan yang sangat kacau.

Mereka kini sudah sampai di tangga rumah mereka, Baekhyun menyuruh Eunji turun karena tidak mungkin dia menaiki tangga sambil menggendong Eunji.

Baekhyun akan naik duluan, namun Eunji menahannya dengan memegang tangan Baekhyun. Baekhyun menoleh menatap Eunji dengan tatapn seperti bertanya ada apa.

“Op-pa, tidak adakah yang ingin kau katakan padaku?” tanya Eunji.

“Eungh. . . ani-ya” jawab Baekhyun sambil tersenyum yang terlihat dipaksakan.

“Eo begitukah?”

Eunji lantas melepaskan genggaman tangannya di lengan Baekhyun kemudian tersenyum.

“Ayo naik dan masuk rumah”

Ajak Baekhyun yang kemudian menaiki tangga. Sedangkan Eunji hanya tetap diam sambil menatap punggung Baekhyun dengan tatapan  kecewa.

“Benarkah tak ada yang ingin kau katakan? bukankah seharusnya kau bertanya. Kenapa ini begitu mendadak?”

Kini terlihat raut kecewa diwajah Eunji.

***

Malam itu Eunji dan Baekhyun kembali tak bisa tertidur. Mereka hanya berguling-guling di kasur mereka.

Eunji mengambil boneka babi yang dia beri nama Mr. byun lalu menatapnya lekat.

“Hei mr. Byun tampaknya aku harus menghindarinya karena aku takut ini” Eunji memegang dadanya menggunakan sebelah tangannya.

“Akan terluka karena perkataan kasarnya lagi, aku dulu selalu tidak apa-apa kalau dia mengatakan hal buruk tentangku, tapi sekarang aku tak bisa mendengarnya. Bahkan aku tak bisa mendengar saat dia mengatakan kalau Aku pacar Jongin. tapi tampaknya sekarang dia tidak akan mengatakannya karena dia sudah tahu kalau soojung yang kata dia cantik adalah pacar Jongin.”

Disisi lain dikamar Baekhyun, Baekhyunpun sedang melakukan hal yang sama. Dia tengah menatap foto ibunya.

“Eomma, dia bilang akan pulang. Apakah eomma pikir aku akan bisa jika dia tidak disini? Aku mulai terbiasa dengannya. Dan nanti dia tidak akan ada disini lagi. Apa aku harus menahannya? Bukankah egois kalau aku menahannya kali ini. Dia merindukan keluarganya jadi tak ada alasan aku menahannya kali ini”.

Baekhyun kemudian memutuskan untuk meminum segelas susu hangat karena mungkin itu bisa membantunya tidur kali ini.

Baekhyun keluar dari kamarnya, dia terhentak saat melihat Eunji yang tengah keluar dari kamarnya juga. Baekhyun pun menghampiri Eunji.

“Apa kau tak bisa tidur lagi?” tanya Baekhyun

Eunji mengangguk pelan yang disambut helaan napas dari Baekhyun.

“Aku juga sama!” ucap Baekhyun sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal.

“Apa kau mau mengobrol?” lanjut Baekhyun dan Eunjipun mengangguk.

***

Eunji dan Baekhyun kini tengah duduk berhadapan di meja yang tepat berada didepan televisi yang biasa Baekhyun gunakan untuk belajar.

“Apa yang akan kita bicarakan?” Tanya Eunji

“Eungh” sahut Baekhyun yang kebingungan.

Baekhyun lalu memutar otaknya untuk mencari bahasan apa yang akan mereka bicarakan. Dan akhirnya terpikir satu hal di kepalanya.

“Eo kau dulu menanyakan tentang jatuh cinta padaku. Apa kau waktu itu sedang jatuh cinta pada seseorang?” lanjut Baekhyun.Dengan wajah datarnya Eunjipun mengangguk.

“Nde waktu itu aku terpesona oleh seorang pria.”

Raut wajah Baekhyun sedikit berubah setelah mendengar jawaban Eunji barusan.

“Boleh aku tahu siapa lelaki itu?”

“Kakaknya Dohyun” jawab Eunji cepat dan kali ini tak bisa Baekhyun pungkiri kalau dia merasa kecewa medengar pengakuan Eunji .

“Apa dia tampan?” tanya Baekhyun lagi

“Dia tidak hanya tampan tapi dia juga baik, lembut , penyabar dan juga kaya” jawab Eunji namun entah kenapa saat Eunji mendeskripsikan bagaimana Joomyeon, wajah Eunji hanya terlihat datar-datar saja dan hal itu membuat Baekhyun merasa ada yang aneh dengan Eunji.

“Apa kau berbohong padaku Miss jung.?

“Aniya, aku jujur”

“Hya siapapun akan mengira kau bohong jika ekspresimu seperti itu!” Baekhyun agak memelankan suaranya dibagian akhir.

“Saat pertama melihat Joomyeon-ssi aku tak bisa mengalihkan pandanganku padanya dan aku pikir bahwa aku menyukainya, Tapi aku salah karena akhirnya aku sadar bahwa perasaanku untuk Joomyeon hanya sekedar kekaguman saja.”

“Oppa kita sudahi saja, aku mulai mengantuk” tambah  Eunji dan akan beranjak pergi, namun Baekhyun menangkap tangannya.

Eunji lantas menatap Baekhyun, dan langsung mengerutkan dahinya saat melihat Baekhyun yang menatapnya dengan tatapan  yang tak pernah Eunji lihat sebelumnya.

“Eunji-ya Jung Eunji “

Baekhyun bangun dari duduknya dan mulai menghampiri Eunji . lalu berdiri didepan Eunji. Sedangkan Eunji hanya menatap dengan tatapan penuh tanda tanya pada Baekhyun.

“Ah oppa ini terasa sangat menakutkan melihtamu seperti sekarang” ucap Eunji sambil menggaruk bahunya yang tak gatal dan dengan tingkah yang terasa kikuk.

Baekhyun lantas memegang kedua bahu Eunji dan menatapnya lalu tersenyum. Kini Suara dentuman jantungnya terdengar lagi ditelinga Eunji. Dan Eunji selalu  tak suka hal ini.

Eunji menepis tangan Baekhyun dari bahunya, lalu hendak pergi, namun sekali lagi Baekhyun menahannya dan bahkan kali ini Baekhyun menarik tangan Eunji dan langsung memeluknya. Eunji pun berusaha melepaskan pelukan Baekhyun namun sayang pelukan Baekhyun terlalu kuat. Yang membuat dia menyerah dan akhirnya terdiam.

“Hya oppa kau kenapa? Ada apa denganmu?” tanya Eunji.

“Aku tak tahu ada apa denganku. Tapi aku benar-benar tak suka saat tadi kau mengatakan kalau kau terpesona oleh kakak muridmu itu. tak bisakah kau tak menyukainya?”

Eunji terdiam dan langsung tersenyum tipis. Lalu melepaskan pelukan Baekhyun. Kini Eunji menatap bekhyun sambil memegang kedua pipi Baekhyun.

“BUkankah sudah aku katakan kalau aku hanya sekedar kagum padanya. Karena aku sadar. . “

Eunji menggantung kata-katanya yang membuat Baekhyun menyipitkan matanya sambil mengulang perkataan Eunji.

“Karena. . “ ulang Baekhyun

“Karena aku rasa aku menyukaimu Byun Bacon” ucap Eunji dalam hatinya.

Baekhyun terus menatap Eunji menunggu Eunji meneruskan kata-katanya, namun Eunji hanya terdiam, kata-katanya barusan seakan tertahan ditenggorokannya dan tak bisa keluar dari tenggorokannya.

Perlahan Baekhyun mendekati Eunji dan mulai mendekatkan wajahnya, dan kini bibirnyapun menempel dibibir Eunji memberikan sebuah kecupan lembut yang singkat.

Kedua mata Eunji memebelalak, dia terkejut dengan perlakuan Baekhyun yang sangat mendadak itu. belum lagi debaran jantungnya mulai terdengar kembali di telinganya.

Baekhyun mulai menjauhkan bibirnya dan terlihat ekspresi bingung di wajahnya, dia sekan bertanya pada dirinya sendiri apa yang dia lakukan.

“Ah Mianhe” ucap Baekhyun dengan canggung.

‘Eungh?” sahut Eunji

Eunji kemudian menggaruk kepalanya dan tersenyum.

“Ah ne. . “ lanjutnya

Eunji mengangguk-anggukkan kepalanya dengan kikuk, Baekhyunyang kebingungan juga terlihat sangat canggung.

“Ah aku harus kembali kekamar, tampaknya aku mengantuk. Kau juga tidur yang nyenyak” ucap baekhyun dan langsung pergi kekamarnya dengan tergesa-gesa.

‘An ne” Eunji mengangguk dan langsung pergi kekamar dengan tergesa-gesa juga.

***

Eunji tengah tersenyum diatas tempat tidurnya, dia lantas menarik selimutnya sampai menutupi wajahnya, dan berguling-guling di atas tempat tidurnya.

Tapi kemudian dia dikagetkan oleh suara Baekhyun yang memanggilnya sambil menendang-nendang pintu kamarnya.

“Aishhh kenapa lagi bocah sialan itu? apa dia berubah menyebalkan lagi setelah bangun tidur?” guman Eunji pelan.

Eunji lantas beranjak dan membuka pintu. sekarang bisa Eunji lihat wajah Baekhyun yang terlihat sangat kesal.

Tanpa berkata apapun, Baekhyun memberikan ponselnya pada Eunji yang membuat Eunji bingung

Baekhyun kemudian pergi meninggalkan Eunji dan ponselnya, Eunji mengerutkan dahinya. Kemudian dia melihat kearah layar ponsel Baekhyun dan ternyata ada sebuah panggilan.

“yoboseyo” jawab Eunji.

“Eo Eunji-ssi aku Joomyeon. Maaf karena mengganggumu” ucap orang disebrang sana yang ternyata adalah joomyeon.

“Eo Joomyeon-ssi, ada apa?”

“Aku hanya ingin bertanya apa kau baik-baik saja, karena kemarin kau tidak datang mengajar. Dan Dohyun dari kemarin menyuruhku meneleponmu”

“Ah aku baik-baik saja, hanya saja kemarin aku ada  urusan, jadi aku tidak bisa datang” Bohong Eunji .

“Eo begitukah, apakah hari ini kau akan datang mengajar?”

“Ah ne hari ini aku akan datang”

Saat Joomyeon akan berbicara, Eunji segera memotongnya.

“Joomyeon-ssi maaf aku harus segera bersiap-siap jadi aku tak bisa mengobrol lama-lama dan lagi ini bukan ponselku”

“Ah baiklah kalau begitu, sekali lagi maaf mengganggumu”

Ucapan Joomyeon terdengar begitu kecewa, dan membuat Eunji tak enak tapi dia khawatir kalau  dia dan Baekhyun akan bertengkar lagi karena hal itu.

***

Eunji tengah menaruh makanan diatas meja untuk sarapan dia dan Baekhyun saat Baekhyun keluar dari kamarnya.

“Kau sudah keluar oppa? Oh ya ponselmu ada diatas meja Tv sana” ujar Eunji.

Baekhyun menghiraukan ucapan Eunji dan hanya menuju meja makan kemudian duduk dikursinya yang biasa tanpa mengatakan satu katapun pada Eunji.

Eunji lantas duduk di kursinya, dia menatap Baekhyun yang sedari tadi mengabaikannya, bahkan Baekhyun tak mau menatap Eunji.

“Hei Oppa, kau marah?” tanya Eunji

‘Aniya” jawab Baekhyun singkat tanpa menatap Eunji.

Eunji menghela napasnya lalu menatap kearah lain lalu setelah itu dia tersenyum. Baekhyun yang sebenarnya sedari tadi melirik Eunji secara diam-diam kini menyipitkan matanya.

“Kenapa kau tersenyum?” tanya Baekhyun

“Apa tak boleh aku tersenyum” jawab Eunji sambil mengambil lauk lalu menaruhnya diatas mangkuknya.

“Tampaknya kau senang sekali karena mendapat telepon dari lelaki  itu. apakah itu bisa disebut hanya sekedar kagum?”

Eunji menatap Baekhyun dengan senyum yang membuat Baekhyun semakin kesal.

“Aniya, aku senang karena kau cem-bu-ru”

Baekhyun tertawa keras lalu beberapa saat dia mengehntikan tawanya dan menatap Eunji tajam.

“Aniya aku tidak cemburu!” elak Baekhyun yang tetap tak mau mengakui bahwa dia cemburu.

Eunji tersenyum sambil melanjutkan makannya. Baekhyun yang tersadar kalau dia sudah ketahuan akhirnya mengaku.

“Hya apakah aku tidak boleh cemburu, bukankah Kau pacarku sekarang?”

Baekhyun memelankan pada kata pacarku sekarang yang membuat Eunji terdiam. jujur didalam hatinya saat ini, dia senang mendengar Baekhyun mengatakan hal barusan.

“Mwo? Pacarmu? Sejak kapan aku jadi pacarmu?” sewot Eunji.

“Sejak. . . “

Baekhyun mulai mengigit bibirnya Bawahnya sambil terlihat memikirkan sesuatu karena wajahnya terlihat begitu merah.

Eunji tersenyum melihat wajah Baekhyun yang memerah, dia tahu apa yang Baekhyun pikirkan saat ini.  Namun beberapa saat kemudian Eunji mengernyitkan dahinya saat melihat kearah leher Baekhyun.

‘Oppa bukankah kau memakai kalung? Apa kau melepasnya?”

Baekhyun mengangguk sambil mengunyah makannnya dan raut wajah Baekhyun kini sudah berubah tidak seperti tadi.

“Kenapa kau melepasnya? Apa kau malu karena ketahuan olehku?” goda Eunji.

Baekhyun tak menjawab, namun dia langsung mengangkat tangan kirinya dan menunjukan jari-jarinya pada Eunji.

“Karena bandul kalung itu aku letakkan di jariku, jadi aku melepasnya”

Betapa terkejutnya Eunji saat melihat cincin yang dia berikan pada Baekhyun waktu itu kini dipakai Baekhyun dan bahkan dia tak percaya kalau Baekhyun selama ini memakai cincin itu sebagai bandul dari kalung nya. Eunji tersenyum lebar melihat hal itu dan melanjutkan makanya lagi.

“oh ya Eunji-ya kenapa akhir-akhir ini kau selalu memanggilku oppa? Aku jadi terharu mendengarmu memanggilkuoppa!”

“Wae? Bukankah kau memang lebih tua dariku? Atau kau lebih suka aku memanggilmu Baekhyun-ah?” ucap Eunji dengan sedikit meledek Baekhyun.

“Mwo? Hya panggil aku oppa saja. kau ini tak sopan sekali” gerutu Baekhyun sambil menunjuk Eunji menggunakan sumpit miliknya.

Eunji tersenyum jahil dan berpikir untuk menggoda Baekhyun lagi.

‘Ah baiklah, Baekhyun-ah Baekhyun-ah” panggil Eunji

“Hya Miss Jung hajima” protes Baekhyun

“Baekhyun-ah Baekhyun-ah”

Eunji  terus saja menggoda Baekhyun sedangkan Baekhyun terus protes padanya dan menyuruh eunji berhenti menggodanya.

TBC

Hai-hai ^^ gimana nih siapa yang udah nunggu FF ini? udah mau akhir-akhir ini. saya sih berencana beres di part 10, tapi gak tau juga sih takut-takut ada part tambahan.^^

Buat yang kemarin berharap ada NC nya. Saya mau bilang ff saya gak aka nada NC nya paling kiss aja. Soalnya saya gak bisa bikin FF NC (Curhat).

Dan gimana nih romancenya? Yang pada minta romance antara Miss Jung ma Byun Bacon. Apakah sudah puas?*teriak ala-ala penyanyi dangdut.LOL

 Pokoknya makasih buat semua reader yang dah mau baca dan nungguin^^

 

dan ini tadi aku liat Baek yang pake kalung pake cincin buat bandulnya. nah cincin dari Eunji dipake kaya gituh kemarin-kemarin, tapi sekarang dah di jari dong^^

New Picture

 

Iklan

Penulis:

kpop jjang!!!!!

99 thoughts on “I lived with crazy Yeoja Part 8

  1. whooooaaaaa udh mly ada romance nya nc,,,hehe q suka…
    oh skrg q bru nyadar, mngkinkh suho chorong version itu adlh dbg blsn krn dsni suho cintanya tak terbls ?
    oke dc aq lnjt bca dc yaaa…

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s