Love Rain [Chap.5] End

LR

Author: Pingkan

Main Cast: Kim Jong In, Jung Krystal, Choi Minho

Other: Found by Yourself

Genre: Romance, Sad

Raiting: 13+

Length: [chapter]

Tittle: Love Rain

Summary: Aku hanya ingin dirimu! Jangan pergi… Dia memang masa laluku, tapi kau adalah masa depanku. Selamanya hanya dirimulah yang aku inginkan!

Disclaimer: Hohoho! Masih ada yang inget FF ini gak? K #lupa . okey, kali ini aku bawa FF tentang KaiStal😀 . ini FF terakhir dari judul ‘Love Rain’ semoga masih ada yang membacanya… jangan lupa tinggalkan jejaknya bila kalian readers yang baik hati😀 . NO Bashing! No plagiator! And No Siders ^^

@@@

Krystal kini tengah berdiri di balkon kamar sendirian, dia memikirkan kejadian tadi siang. ‘Apa aku harus memilih Minho dan meninggalkan Kai Oppa? Atau sebaliknya,’ batin Krystal.

“Kau kenapa?” Luhan mendekati Krystal, yang sedang sendirian dibalkon dan dari raut wajahnya dia sedang memikirkan sesuatu.

Aniya,” jawab Krystal.

Namun, Luhan bukanlah Namja bodoh, yang begitu mudah percaya dengan ucapan Krystal. Dia begitu memahami Krystal, saudara sepupunya ini. “Kau tidak bisa membohongiku, Soojung-ah. Aku cukup mengenalmu,” jawab Luhan datar.

Krystal menatap Luhan, menyenderkan kepalanya pada Luhan. “Kau kenapa? Katakanlah padaku,” seru Luhan lagi, sambil mengusap puncak kepala Krystal perlahan, mencium wangi lavender khas rambut Yeoja itu.

“Minho Oppa,” lirih Krystal.

“Minho? Nuguya?” tanya Luhan bingung.

“Dia cinta pertamaku, saat aku masih di Namwon. Dia dan aku begitu dekat, aku sangat mencintainya tapi ternyata dia sudah berpacaran dengan Sunbaeku. Dan kau tau Oppa? Ternyata semua ini sandiwaranya! Dia membohongi ku seolah berpacaran dengan Sunbae ku padahal dia sangat mencintaiku,” ucap Krystal.

Krystal menghela nafasnya membuangnya kasar, seolah menenangkan dirinya.

“Aku bertemu dengannya tadi di mall, dan dia menyatakan perasaannya padaku. Aku sangat bahagia saat dia menyatakan hal itu. Tapi, disatu sisi aku Mencintai Kai, dia yang membuatku menjadi gadis tegar, aku harus bagaimana?” tanya Krystal menghadapkan pandangannya pada Luhan.

Luhan menatapnya lekat, seolah menyihir Krystal untuk tetap tenang. “Ikuti kata hatimu, jangan kau paksakan sesuatu dengan emosimu,” ucap Luhan.

Krystal mengangguk, dia memeluk Luhan saudara sepupunya. Luhan membalasnya. “Yasudah sebaiknya, kau istirahat my guardian angel,” ujar Luhan.

Krystal terkekeh mendengarnya. “Kau ini, Oppa,” ujarnya sambil menggeleng-geleng. Luhan hanya mengedipkan sebelah matanya memarling nakal pada Krystal.

Saat dia sampai pintu kamar Krystal dia berbalik lagi, dan Chu~

Dia mencium kening Krystal. Krystal hanya tersenyum dia begitu menyayangi Namja itu, saudara sepupunya, Luhan. “Ish, kau ini Oppa, sudah sana, hush hush… hahahha,” Luhan hanya tertawa dan pergi kekamarnya, melihat Krystal mengusirnya.

@@@

Kai dan Krystal tengah duduk di sebuah Cafe bernuansa eropa itu, mereka nampak tengah asik berbincang dan tak jarang mereka tertawa bersama-sama karena membahas suatu masalah yang lucu menurut nya.

Krystal juga tidak lupa memberi sebuah kado yang di belinya dari mall untuk Kai. Dia menyerahkan bungkusan itu, Kai menerimanya dengan senang hati.

Gomawo, Chagi-ah,” seru Kai senang, Krystal hanya mengangguk. Kai menggenggam tangan Krystal erat, dan menciumnya.

“Ehm… Oppa,” Krystal kini mulai mengubah nada bicaranya menjadi serius.

Ne, Waeyo?” ucap Kai.

“Kau masih ingat ceritaku, tentang Minho Oppa?” ujar Krystal ragu.

Kai mengangguk menandakan bahwa dia masih mengingat jelas, cerita Krystal saat itu. “Aku bertemu dengannya,” jawab Krystal datar.

Kai hanya diam, dia bingung untuk membalas apa. Krystal menatap Kai lekat, seolah membaca pikiran Kai. Terbesit, rasa takut dalam diri Kai, dia takut kehilangan Krystal. Meski kini dirinya sudah terikat hubungan dengan Krystal. Tapi, Minho cinta pertamanya dan Krystal pun masih menyimpan rasa pada pemuda itu.

“Maaf,” lirih Krystal, Kai tersenyum tulus mengusap pelan pundak Krystal.

“Untuk apa? Kau tidak salah,” jawab Kai.

“Aku menyakitimu secara tidak langsung, Oppa,” jawab Krystal dengan mata berkaca-kaca.

“Sudahlah tidak apa, aku akan menerima keputusanmu apapun itu. Yakinkan dirimu, kejarlah kebahagian mu itu,” seru Kai bijak. Krystal menatap Kai sedih, dia begitu mencintai Kai dan disatu sisi dia masih menyimpan rasa itu pada Minho.

“Yasudah, kau jangan memikirkan hal itu saat ini. Lebih baik, kau tenangkan dirimu terlebih dahulu,”

Ne, Oppa. Oppa, aku ingin Ice Cream, belikan aku 1 ya,” rengek Krystal dengan manja. Kai hanya terkekeh, tapi dia langsung pergi menuju toko Ice cream.

Tidak sampai 10 menit, Kai sudah tiba dengan membawa Ice cream ditangannya. “Ini untukmu,” ucap Kai memberikan rasa Chocolate kesukaan Krystal.

Krystal terlihat menerima nya dengan senang.

Hanya, Kai yang mengerti akan diriku. Apa sebaiknya aku mempertahankannya? Kai, sosok Namja yang bisa membimbingku. Begitu dewasanya dia, dia juga tidak pernah membuatku menangis bahkan sedih, tidak seperti Minho Oppa. Apa aku harus tetap bertahan dengan Kai?’ batin Krystal.

@@@
Hari demi hari pun berlalu, Krystal seolah menseleksi kedua Namja yang begitu mencintainya. Dia bingung, memilih salah satu diantara mereka maka dari itu dia menseleksi secara perlahan. Menimbang-nimbang, siapakah Namja yang benar-benar mencintainya dengan tulus.

Namun, hingga saat ini. Dia belum menemukan jawaban itu, jawaban itu seolah tidak ada dan dia hanya berpikir menggunakan perasaan dan hatinya. ‘Ya Tuhan, bantu aku! Siapakah diantara mereka yang benar-benar mencintaiku,’ batin Krystal.

Kini Krystal tengah berada di salah satu greja, dia nampak memanjatkan doa dan harapannya. Dia berdoa dengan khusuk, dan begitu tenang seolah dia melepas semua beban didalam dirinya.

Setelah hampir 1 jam dia berdoa, dia memutuskan untuk pulang. Samar-samar dia melihat salah seorang yang begitu familiar dimatanya.

Dia mencoba menghampirinya lebih dekat untuk memastikan orang tersebut. Dia melihat laki-laki itu nampak baru saja keluar dari gereja sama dengan Krystal membawa sebuah al kitab.

“Kenapa aku begitu familiar, dengannya. Siapa dia? Kenapa jalannya cepat sekali. Aku kan jadi susah untuk mengimbangi langkahnya,” gerutu Krystal pelan.

Di samping, gereja itu ada tempat pemakaman, pemuda itu nampak duduk didepan batu nisan dan menatapnya sedih. “Seperti Kai Oppa,” ujar Krystal pelan, dia pun memberanikan diri untuk lebih mendekat.

“Kai, Oppa,” ujar Krystal.

Kai menoleh, memandang Krystal terkejut. “Ah.. Ne, kenapa kau bisa ada disini?” tanya Kai.

Krystal ikut berjongkok menyesuaikan Kai, dia terlihat ikut bersedih menatap pemakaman dihadapannya. “Aku tadi habis dari gereja. Aku seperti begitu familiar dengan laki-laki yang jalan terlebih dulu mendahuluiku. Aku pun penasaran siapakah dia? Begitu aku mengikutinya ternyata itu dirimu, Oppa,” jelas Krystal.

Kai hanya mengangguk paham. “Ini adalah pemakaman Ayahku,” ucap Kai pelan.

“Saat beliau masih hidup, dia selalu menyuruhku untuk memperkanalkan Kekasihku padanya. Tapi, saat itu aku memang tidak punya kekasih dan aku belum pernah jatuh cinta. Jadi, aku selalu membantahnya dan terkadang aku marah padanya karena dia selalu ingin menjodohkan ku dengan gadis pilihannya,” Kai mengusap batu nisan itu perlahan, sedangkan Krystal dia terlihat begitu tertarik dengan cerita Kai.

“Sampai saat itu, Ayahku memang sudah sakit pesan terakhirnya adalah memperkenalkan Kekasihku padanya. Tapi, disaat sakit keras pun aku memang belum punya kekasih. Dan akhirnya dia pergi dengan tenang, aku begitu menyesal seolah kenapa aku begitu bodoh pada saat itu,” Kai menunduk, sepertinya dia ingin sekali menangis namun dia menahannya.

“Jika Oppa, ingin menangis maka menangislah. Jangan, kau tahan seperti itu,” ujar Krystal.

Kai memandang Krystal berkaca-kaca. “Oppa, sekarang kau sudah mewujudkan keinginan Ayahmu. Kau memperkenalkan Kekasihmu padanya. Aku rasa kini dia sudah tenang dan bahagia melihatmu bahagia dengan Kekasih yang kau cintai. Jadi, kau tidak usah bersedih lagi,” ucap Krystal.

Kai memandangnya seolah tidak percaya. Kenapa dia baru menyadarinya. Krystal adalah Kekasihnya, dan kini dirinya bersama Krystal ada dimakam Ayahnya.

Ne, Krys. Appa, lihatlah siapa yang datang bersamaku? Dia kekasih ku Appa. Namanya, Jung Soo Jung. Aku begitu mencintainya Appa, doakan aku supaya aku berbahagia dengannya hingga ajal memisahkan kami. Appa, apa kau sudah senang sekarang? Semoga kau tenang di alam sana Appa,” ucap Kai.

Krystal tersenyum melihat Kai, kekasihnya. “Annyeong, Ahjussi, Naneun Jung Soo Jung Imnida. Aku adalah Yeoja Chingu dari Kim Jong In. Ahjussi, apa sekarang Ahjussi bahagia? Melihat keinginan Ahjussi sudah terwujud? Semoga Ahjussi tenang dialam sana,”

Tidak lama setelah itu, Kai dan Krystal pun memutuskan untuk pulang bersama.

@@@

Kini Krystal tengah bersama Minho, mereka menikmati acara kencan mereka. Mereka nampak terlihat kembali seperti dulu, kembali dekat tidak ada jarak diantara hubungan mereka.

Krystal terlihat tertawa, dan bercerita sepuas hatinya pada Minho.

Waktu menunjukan pukul 8 malam, suasana Cafe itu semakin romantis menambah nilai plus pada kencan mereka. “Krys,” Minho mencoba menggenggam tangan Krystal erat.

Menatap Krystal tepat di kedua manik mata gadis itu. “Mau kah kau menjadi Kekasihku? Aku begitu mencintaimu, Krys. Maaf kan segala kebodohanku,” ucap Minho.

Krystal melepas genggaman tangan Minho. “Mianhe, aku sudah punya kekasih Oppa. Aku begitu mencintainya, dan aku sadar aku tidak bisa melepaskannya. Ku akui, aku juga mencintaimu namun sungguh aku tidak bisa melepasnya Oppa, dia sangat berarti bagiku,” lirih Krystal.

Minho hanya menatap Krystal, dia terdiam mendengar ucapan Krystal.

“Aku tau, maaf bila aku menyatakan perasaanku ini,” ucap Minho sambil tersenyum.

Aniya, aku yang salah Oppa, maaf,” ucap Krystal. “Sudahlah, lupakan semuanya. Anggap saja, hanya masa lalu. Berbahagialah,” ucap Minho.

“Kau juga, Oppa,” jawab Krystal. “Oppa, bolehkah aku meminta suatu permintaan padamu?” tanya Krystal.

Ne, apa itu?” tanya Minho.

“Bisakah kau tetap menyayangiku, jangan pernah kau hapus rasa sayangmu itu padaku Oppa meski nanti Oppa sudah punya kekasih. Bisakah Oppa, menganggapku sebagai Dongsaeng kesayanganmu, Oppa?” ucap Krystal.

Minho mengangguk, mengacak-acak puncak kepala Krystal.

Ne, tentu saja. Tidak akan pernah ku hapus rasa sayang ku ini padamu. Baiklah, Dongsaengku yang cantik,” ucap Minho, membuat Krystal tertawa.

@@@

Krystal sedari tadi menghubungi Kai, namun selalu gagal. ‘Kemana Kai?’ batinnya. Dia nampak resah, mencemaskan Kekasih nya itu.

Dia memutuskan untuk pergi menemui Sehun.

Krystal menempuh waktu perjalanan selama 30 menit, dan kini dia sudah tiba di kediaman keluarga Sehun. “Annyeong, Sehun-ssi,” ucap Krystal sopan.

Sehun mempersilahkannya masuk. “Nado Annyeong, Krystal-ssi. Ada apa?” tanya Sehun bingung.

Krystal nampak tidak enak mengucapkannya, dia masih sungkan. “Tidak usah sungkan, berterus teranglah,” ucap Sehun.

“Apa kau melihat Kai? Atau kau tau dimana Kai? Aku sudah menghubunginya tapi selalu gagal,”

“Hari ini dia ingin pergi ke Jeju, aku rasa 1 jam lagi kereta nya akan berangkat,” ucap Sehun sambil melihat kearah jam tangan coklat miliknya.

Krystal terkejut. “Untuk apa dia pergi ke Jeju?”

“Entahlah, Apa kau ingin bertemu dengannya? Aku bisa mengantarmu,” ucap Sehun, Krystal mengangguk setuju. Mereka pun, menuju ke sebuah stasiun menggunakan sebuah audy biru milik Sehun.

Krystal begitu resah mencemaskan Kai. ‘Apa yang dipikirkan Namja itu? Apa dia ingin pergi meninggalkanku? Bukankah dia mencintaiku. Kenapa dia melakukan hal ini,’ batin Krystal.

Sehun melihat Krystal yang begitu gusar, mencoba menenangkan gadis itu. “Tenanglah, Krystal-ssi,” Krystal hanya tersenyum mendengarnya.

Kini, Krystal sudah sampai di Stasiun, dengan cepat dia berlari sekuat tenaga. Dia, tidak memikirkan orang lain yang melihatnya dengan pandangan aneh, dan tak jarang dia menabrak seorang pejalan kaki lainnya.

Yang ada dipikirannya, hanya Kai. Dia pun memutuskan untuk bertanya pada seorang penjaga ticket kereta. “Apa kah kereta yang pergi menuju Jeju, sudah berangkat?” tanya Krystal.

“Ne, sekitar 5 menit yang lalu,” ucap petugas itu.

Krystal merasakan sesak didadanya, dia tidak mengerti mengapa Kai melakukan semua ini. Dia pun menangis, Sehun dari jauh hanya bisa diam memandang Krystal. Dia, tidak ingin ikut campur.

Krystal masih saja berlari, melihat apakah Kai sudah benar-benar pergi meninggalkannya atau tidak. “KAIIIIII” pekiknya kencang, dia terjatuh dan menangis. Dia begitu terlihat menyedihkan.

“Hapuslah, air matamu,” sebuah sapu tangan terlihat ada didepan wajah Krystal. Sapu tangan itu begitu familiar dimatanya.

Dia menengok, dan betapa terkejutnya dia mengetahui bahwa Kai belum benar-benar pergi meninggalkannya. Kai berjongkok menyamai tinggi Krystal. Krystal masih menangis, kali ini dia memukul-mukul dada Kai.

“Kau jahat Kai! Kau jahat! Aku benci padamu hiks… hiks… kenapa kau tega melakukan ini? Hah! Kau tidak tau! Aku begitu takut kehilangan dirimu!!!!” Krystal menangis sesenggukan, dia sangat takut kehilangan Kai.

Kai merasa bersalah, dia hanya diam menerima pukulan-pukulan pelan Krystal didadanya. “Maaf,” ucap Kai.

“Kenapa kau melakukan ini? Hah! Kau tidak mencintaiku?eoh?” tanya Krystal, Kai menggeleng. “Bukan begitu, aku hanya ingin kau kembali bersama Minho. Sepertinya, memang aku yang harus pergi dari kehidupanmu, Krys,” lirih Kai.

Krystal menatapnya tidak percaya. “Bukankah kau sendiri yang bilang, bahwa jangan lari dari suatu masalah. Sekarang apa yang kau lakukan hah! Kau sendiri lari dari masalah. Aku sudah menjelaskan pada Minho Oppa bahwa aku hanya inginkan dirimu Kai. Aku tidak menerimannya, itu semua karena aku mencintaimu! Nan Jeongmal Saranghae Babo!” Krystal sedikit menaikan nada suaranya, air matanya masih saja keluar.

Kai terdiam, dia begitu bodoh dia hampir saja kehilangan Yeoja yang amat sangat disayanginya. “Nado, Saranghae Jung Soo Jung,” Kai memeluk Krystal, Krystal pun membalas pelukan Kai.

Aku hanya mencintai dirimu, Krystal. Kau yang membuatku menyukai segala hal yang kau sukai. Seperti, Hujan. Kau membuatku begitu mengerti arti Hujan hingga kini aku menyukai Hujan itu semua Karenamu. Kau bagaikan sebuah permata yang indah dalam hidupku. Tetaplah bersemi dihatiku, jangan tinggalkan aku. Karena, kau adalah Oksigen bagiku,’ batin Kai

 

END

Akhirnya bisa nyelesain FF ini juga, Huahhhhhh! Pegel-pegel nih ngetiknya…. hahaha😀 #apabgtdehniauthor-____-.

Bagaimana FF ini? Bagus tidak? Pasti jawabannya tidak K . ohya , jangan lupa Comment ya ^^

 

9 thoughts on “Love Rain [Chap.5] End

  1. ahhh keren thor akhirnya kaistal tetap bersatu.. sempat pesimis awal2 kirain krystal bakal milih minho._. Akhirnya sama kai hehe
    buat ff lagi thor castnya kaistal genrenya fantasy pasti kereen😀 POKOKNYA SEMANGAT BUAT AUTHOR!! XDD

  2. ceritanya bagus chinguu …aku suka karakter kai sama sehun di cerita ini… mian commentnya disini soalnya aku bacanya sekalian dari part 1 ampe end… heheheh keep writing yaaa…😀

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s