NAUGHTY BOY (Chapter 1)

Tittle : NAUGHTY BOY (Chapter 1)

ad_副本

Author : Dindong L.Kim (@adinda_elements)

Main Cast :

–          KIM JONG IN

–          HAN SOO SUN (OC)

Support Cast :

–          BYUN BAEKHYUN

–          OH SEHOON

–          XI LUHAN

–          D.O KYUNGSOO

–          PARK CHANYEOL

–          SEO SANG AKH (OC)

–          LEE HYO AKH (OC)

 

–          Akan bertambah sesuai chapternya

Genre : Romance ,Friendships, Comedy, Angst

Ratting : PG 16 +

Length : Chaptered

Disclaimer :

THIS FF IS MADE BY DINDONG L.KIM😀 all cast hanya saya pinjam untuk dijadikan pemeran di FF ini. PLAGIATOR ?? JUST GO AWAY ^_^ AND SILENT READERS ?? say bye to read my fic ^_^

^_^ ALUR IS PURE MINE ^_^

Dindong Notes :

happy reading ajha ya ^^

Warning : Typo bertebaran (maklum saya juga manusia),, Cerita Gaje,, Alur juga kecepetan ^^

Mianhae untuk keamburadulan covernya >.<

Preview Teaser :

“Jong In. Kim Jong In. Kau boleh memanggilku dengan nama itu” ucap kai dan tanpa kai ketahui, sebuah senyum bak malaikat terlukis di wajah soo sun.

‘nama yang bagus untuk namja tampan sepertimu’ soo sun membatin dan langsung masuk ke dalam rumahnya.

Jong In atau biasa di panggil kai itu, kembali larut dalam pikirannya.

‘Han Soo Sun. Kurasa kau berbeda dari perempuan yang lain. Apa kita bisa menjadi lebih dekat ? kuharap bisa dan harus’ kai membatin sembari melihat ke arah pintu rumah soo sun. Dan tepat pada saat itu, untuk pertama kalinya kai mengembangkan sebuah senyum tipis yang sangat manis.

Kaipun menutup matanya, berusaha merasakan angin sore yang tenang dan damai. Tapi, belum genap satu menit kai menikmati suasana itu, tiba – tiba sebuah benda kecil yang sangat berharga baginya kembali terbayang di otaknya.

Kaipun membuka matanya dan langsung menatap ngeri ke arah pintu rumahnya yang masih terkunci. Apa kalian tau yang sebenarnya terjadi ? kai menitipkan kunci rumahnya kepada sehun dan sekarang, ia lupa meminta kunci tersebut.

Sebuah ide gilapun terlintas di otak kai. Senyum jahil bak iblispun terlukis di wajah tampannya. Kai, memperhatikan pintu rumah soo sun.

“haruskah aku menginap di rumahnya untuk malam ini ?”

-Chapter 1-

kai bangkit dari duduknya dan hendak berjalan menuju pintu rumah Soo Sun sampai pergerakannya terhenti ketika mendapati handphonenya bergetar. Dengan gerakan cepat, kai mengambil handphonenya yang ada di saku celananya, menekan tombol ganggang telepon berwarna hijau lalu menempelkannya di telinganya.

“yeoboseyo” kai memulai pembicaraan

“Yeoboseyo” sahut orang yang berada di sebrang telefon

“ada apa sehun-a ?”

“itu kai,kau meninggalkan kunci rumahmu. Aku sudah menyuruh chanyeol untuk mengantarnya, mungkin sebentar lagi ia akan sampai. Tunggulah sebentar” kai mengangguk singkat dan langsung memutuskan sambungan telepon secara sepihak.

Kaipun kembali ke tempat duduknya semula, menatap kearah pintu rumah Soo sun ‘mungkin bukan hari ini’ gumamnya dan kembali menyenderkan kepalanya di senderan kursi.

­­-Naughty Boy-

Here I am
with all my heart I hope you understand
I hope you understand
I know I let you down, but I’m never,
Gonna make that mistake again.
You brought me closer to who I really am
Come take my hand
I want the world to see
What you mean to m
e” (song by sterling Knight – what you mean to me)

Soo sun bernyanyi kecil seraya memasukkan buku – buku pelajarannya ke dalam tasnya. Setelah merasa semua bukunya telah ia bawa, Soo sun langsung menyandang tas itu dan segeraberanjak dari kamarnya. Ditutupnya pintu kamarnya dan tak lupa menguncinya.

Setelah itu, Soo Sun berjalan menuju dapurnya. Meneguk segelas air putih lalu mengambil sepatunya yang ia selipkan di bawah meja makannya.

“kuharap sekolah yang lebih baik akan menantiku” ujarnya ketika memakai tali sepatunya. Selesai dengan tali sepatu, Soo Sunpun beranjak dari rumahnya. Pergi keluar dan tak lupa mengunci rumah barunya itu.

Pada saat ia memasukkan kunci rumahnya ke dalam tas, matanya tanpa sengaja melihat kearah kai yang terlihat rapi dengan seragam sekolah, yang baru saja keluar dari rumahnya. ‘oh, ternyata dia juga masih sekolah’ gumam Soo Sun dalam hati.

“selamat pagi Jong In” sapa Soo Sun dengan ramah di bumbui dengan senyuman. Sementara yang di sapa hanya menoleh sekilas dan langsung pergi dengan gaya coolnya. Soo sun yang melihat ekspresi Jong In hanya dapat mengerucutkan bibirnya dan langsung melangkah menuju sekolahnya.

-Naughty Boy-

“Baiklah anak – anak. Bapak tau, ini adalah hari terakhir kalian menginjakkan kaki di sekolah ini. Bukannya bapak ingin mengusir kalian semua, tapi ini semua terjadi karena keadaan keuangan komite sekolah kita yang semakin memburuk. Maka dari itu, Bapak dan semua guru yang ada disini sudah merapatkan sekolah mana yang akan kalian tempati nantinya. Dan hasilnya, kalian bisa melihatnya di papan pengumuman. Berbaurlah dengan orang – orang yang ada di sekolah baru kalian. Akhir kata, Maafkan kesalahan Bapak maupun semua guru dan staff yang ada di sekolah ini. Terima kasih” akhirnya ucapan perpisahan itu terlontar dari mulut sang Kepala Sekolah. Membuat semua siswa dan guru yang ada di aula itu bertepuk tangan. harus kalian ingat, ini bukan tepuk tangan kebahagiaan. Melainkan tepuk tangan perpisahan yang penuh akan haru biru kesedihan.

Dari semua siswa yang bertepuk tangan di sekolah itu, tampak seorang siswa sedang menyeka air matanya dengan kasar. “Hei..” tiba –tiba sebuah tepukan punggung membuat yeoja itu sedikit terlonjak kaget dan membalikkan badannya.

“Sulli” lirih yeoja yang menyeka air mata tadi. Yang di panggil hanya mengeluarkan senyum tipisnya dan mengusapkan kedua ibu jarinya di pipi yeoja tersebut. Maksud dan tujuan sulli melakukan itu adalah, agar air mata itu bisa pergi. Meninggalkan ketegaran pada seorang Soo Sun.

“bukankah kita berjanji ?? untuk tidak ada tangis di acara perpisahan. kenapa kau melanggarnya ?”  Soo Sun hanya menatap sendu kearah Sulli.

“aku takut. Takut kalau di sekolah yang baru semuanya akan mengucilkanku” balas Soo Sun.

“jadilah tegar, maka kau tidak akan dikucilkan” sulli memberikan semangat kepada Soo Sun. senyum kelegaanpun terukir di wajah polos Soo Sun. “nah, bukankah seperti ini lebih baik ? bagaimana kalau kita melihat nama sekolah baru kita ?? ada kemungkinan kalau kita satu sekolah” Soo sunpun mengangguk. Mereka berdua segera berlari ke papan pengumuman, tempat terteranya nama – nama sekolah yang akan menampung mereka.

“KYAAAA >.< Sekolahku yang baru, sama dengan sekolah Kim Myung Soo”

“Oh astaga, aku tidak bermimpi bukan ?? aku akan satu sekolah dengan Chunji ^_^”

“apa keputusan ini sudah final ?? aku tidak ingin bersekolah disana”

“Apaaaaa ??? YAA.!!! Sekolah itu sangat jauh dari rumahku”

Itulah teriakan – teriakan yang dapat di dengar Soo Sun. Bayangan tentang sekolah barunyapun kembali terlintas di otaknya. Akankah ia mendapatkan sekolah yang diinginkannya atau malah mendapatkan sekolah yang sangat tidak ingin ia sebut namanya. Itu semua sungguh membut otaknya frustasi.

Setibanya Soo Sun dan Sulli  di depan papan pengumuman, dengan teliti Soo Sunpun mulai mengeksekusi nama – nama yang tertera di papan itu dengan teliti dan ketika ia menemukan namanya, Soo Sunpun menjalankan jarinya kearah yang sejajar dengan namanya.

“SM High School ??” gumamnya pelan

“KYAAAA >.< Benar dugaanku. Aku akan satu sekolah dengan oppa” Sulli berteriak seakan sangat senang dengan kenyataan yang ia dapatkan. Dengan cepat, Sulli menarik tangan Soo Sun agar keluar dari kerumunan tersebut. Setelah berada di post yang aman, Sulli lagi – lagi berteriak. Soo Sun yang melihat itu hanya memakluminya.

“bagaimana ??” Tanya sulli kepada Soo Sun ketika kegilaannya sudah mulai mereda.

“cukup baik” ujar Soo Sun ‘untuk saat ini’ lanjutnya dalam hati.

“baiklah. kalau begitu aku pulang dulu, ne ? aku harus berbenah” Soo Sun terkejut mendengar ucapan Sulli barusan. Berbenah ?? untuk apa ??

“aku akan pindah rumah. Kau kan tau, sekolah baruku berada di daerah Gyeonggi-do. Bukankah itu sangat jauh dari sini ?” Soo Sun hanya mengangguk singkat dan senyum tipis andalan nyapun terukir manis di wajahnya.

“hati – hati dijalan. Aku pasti akan sangat merindukanmu” Sulli mengangguk

“jangan lupakan aku” keduanya sama – sama berucap dan setelah itu, tawa keduanya pecah. Sebagai pertanda, inilah pertemuan terakhir untuk keduanya.

-Naughty Boy-

Soo Sun pulang dengan langkah santai. Kadang – kadang ia mengumandangkan beberapa bait lagu dan kadang – kadang ia juga bersiul. Setibanya Soo Sun di sebuah komplek perumahan, ia mendengar ada suara dentuman keras yang berasal dari sebuah gang sempit yang ada di komplek tersebut.

Karena penasaran, Soo Sunpun mendekati gang tersebut. Ia berlari kecil menuju bak sampah besar dan iapun menjongkokkan dirinya disana.

“BRAKKKK” suara mengerikan itu kembali datang dan itu di sebabkan oleh terhempasnya badan seorang pria ke sisi bak sampah lainnya. Membuat Soo Sun sedikit terkejut mendengarnya. Dengan penuh keberanian, Soo Sunpun mengintip kea rah suara hantaman keras itu.

Dari sudut matanya, ia dapat melihat seorang namja yang sudah berlumuran darah memohon ampun kepada —-

“what ?” Soo Sun terkejut karena mendapati seorang yeoja yang berpakaian sama dengannya sedang berjalan mendekati pria yang sudah terkulai lemas itu. Dengan sekali sentakan, yeoja itu mampu membuat pria yang terkulai tadi berdiri.

“awas saja kalau kau berani membuat ulah. Akan kuhabisi nyawamu” Soo Sun menutup mulutnya untuk meredam suara keterkejutannya karena mendapati seorang yeoja yang dengan mudahnya menghabisi pria bertubuh lebih besar darinya.

Setelah melihat anggukan kecil dari pria di tangannya, Yeoja itu segera menghempaskan badan pria itu ke tanah setelah itu, ia mengambil tasnya yang berada tak jauh dari kakinya.

Sebelum meninggalkan tempat itu, yeoja yang berkelahi tadi, masih sempat – sempatnya meletakkan kaki kanannya di dada pria yang sudah merintih kesakitan itu. “ingat. Sekali berulah nyawamu taruhannya” ucap yeoja itu dan meletakkan kembali kaki kanannya ke tanah. Ia memakai blazernya lagi kemudian langsung meninggalkan tempat itu dengan gaya tak bersalah.

“dunia sudah terbalik rupanya” Soo Sun bergumam dan segera bangkit dari tempat persembunyiannya. Ia kembali melanjutkan langkahnya menuju rumah petaknya yang baru.

­-Naughty Boy-

“TOK TOK TOK (?)” Soo Sun merasa pintu rumahnya di ketuk oleh seseorang. Dengan cepat, Soo Sun segera berlari kearah pintu dan langsung membukanya. Dan disanalah, ia melihat wajah tampan nan sempurna itu lagi dengan jarak yang dekat.

“apa kau punya gula ?? aku lupa membelinya” Soo Sunpun tersadar dari lamunannya ketika mendengar suara berat itu bertanya. Iapun menggeleng pelan, menandakan kalau ia tak punya stok gula di dapurnya.

Namja tampan itu berbalik, hendak meninggalkan Soo Sun karena mendapati apa yang ia butuhkan tidak dimiliki oleh yeoja yang bertempat tinggal di sebelah rumahnya.

“Jong In” panggil Soo Sun dan membuat Kai menoleh kepadanya

“semenjak pindah kemarin. Aku belum membeli apapun untuk persediaan di kulkasku. Apa kau mau membantuku menunjukan tempat berbelanja yang berada di sekitar sini ??”  Soo Sun bertanya sesopan mungkin. Kai tampak berpikir dan jawaban finalnya adalah, sebuah anggukan kecil. Senyum sumringahpun terlukis diwajah Soo Sun.

“tunggu sebentar. Aku ingin bersiap – siap dulu” Kai hanya menatap datar kearah Soo Sun. sementara yeoja itu, langsung berlari kedalam rumahnya.

-Naughty Boy-

“KRINGGG” bunyi lonceng itu menandakan ada pelanggan yang berkunjung ke minimarket tersebut.

“selamat datang” sapa kasir minimarket tersebut dengan senyum ramah. Soo Sun membalas senyum kasir itu, berbeda dengan kai yang hanya menampakkan wajah datarnya.

Soo Sun segera berjalan menuju tempat buah – buahan dan sayuran berada. Setibanya disana, Soo Sun mulai memilih – milih sayuran dan buah – buahan seperti ibu – ibu yang mengerti tentang perlengkapan dapur, sementara kai. Ia senantiasa mengikuti arah kaki Soo Sun. mungkin, orang – orang yang melihat mereka berdua akan berpikir kalau mereka adalah pasangan suami istri muda. Tapi, mereka berdua terlalu acuh untuk memikirkan pemikiran orang lain.

“ayo kita kesana” ucap Soo Sun dan segera mendorong kerete belanjanya menuju kearah tempat bumbu – bumbu dapur beserta makanan instan berada.

-SKIP-

Setelah membayar semua barang – barangnya, Soo Sun langsung mengambil semua kantong plastik yang berisi belanjaannya dan berjalan keluar minimarket tersebut. Baru setengah jalan menuju rumah, Soo Sun merasa lelah Karena barang yang ia bawa bisa dikatakan banyak dan apa kalian tau ? sedari tadi kai hanya memainkan ponselnya dan tidak bermaksud untuk menolong Soo Sun sama sekali. Sungguh, tipikal laki – laki yang cuek.

Bola mata Soo Sunpun berbinar – binary ketika melihat sebuah tempat pemberhentian bus. Dengan jalan yang dipercepat, Soo Sun pergi ke tempat itu dan segera duduk di salah satu kursinya.

“Huaaaaa. Begini lebih menyegarkan” tuturnya seraya mengipas – ngipaskan wajahnya dengan kedua telapak tangan miliknya. Kai yang melihat itu hanya bersikap tak perduli dan kembali larut dengan ponselnya.

“SREEKK SREEKK” Soo Sun mengacak isi salah satu plastik belanjaannya. “Gotcha” ucapnya ketika mendapatkan dua buah kaleng minuman dingin. Tanpa ragu, ia menempelkan salah satu minuman kaleng dingin itu di pipi kai. Membuat namja itu menoleh kearah Soo Sun.

“minumlah. Aku tau kau lelah” Kai mengambil minuman kaleng itu tanpa mengucapkan sepatah kata terima kasih, Soo Sun memakluminya. Sekarang ia tau, kai bukanlah tipikal pria yang suka memberikan perhatian. Cuek dan dingin sepertinya sudah melekat pada dirinya. Pikir Soo Sun.

Soo Sunpun membuka minuman kalengnya, dan tepat pada saat ia ingin meneguknya tiba – tiba seseorang, tanpa sengaja menyenggol tangannya. Membuat kaleng itu jatuh dan menumpahkan isinya. Ingin sekali rasanya Soo Sun memarahi orang yang telah menjatuhkan minuman kalengnya, namun keinginannya tersebut harus ia urungkan. Mengingat orang yang menyenggol tangannya tadi telah pergi jauh.

Soo Sun mendesah, padahal ia sangat ingin minum – minuman dingin sekarang ini.

“Igeo. Aku baru meminumnya setengah” tanpa disangka – sangka, kai menawarkan minuman kalengnya kepada Soo Sun.

Soo Sun menggeleng. “Ani, kau pasti haus” tolak Soo Sun sopan namun dengan cepat, kai menarik tangan kanan Soo Sun dan meletakkan minuman kaleng itu disana.

“sehaus apapun aku, yang paling haus itu kau dan satu lagi aku tidak suka dengan penolakan” tutur kai dan kembali larut dalam keasikannya bermain ponsel. Soo Sun tersenyum ‘kau baik’ gumamnya dan segera meneguk habis isi minuman kaleng itu. Tanpa Soo Sun sadari, sedari tadi Kai selalu memperhatikannya. Entah sejak kapan, yang jelas sejak tadi. (?)

Merasa kepenatannya sudah menghilang, Soo Sunpun bangkit dari duduknya dan mulai mengangkat plastik – plastik belanjaannya. Kaipun kembali melakukan hal yang tak terduga. Ia dengan cepat mengambil semua kantong plastik itu dan membawanya. Soo Sun yang melihatitu hanya bisa tersenyum.

Namun sayang, Senyum manis Soo Sun harus luntur ketika melihat sebuah pemandangan yang sangat ia takuti. Pemandangan dimana terjadi pertumpahan darah, pemandangan yang membuat sewaktu – waktu nyawa siapapun yang terlibat di dalamnya bisa lenyap seketika, dan pemandangan itu pulalah yang membuat orang yang sangat ia cintai, pergi untuk selama – lamanya.

“AWAS” Kai berteriak dan menepis sebuah bambu yang akan menancap di wajah Soo Sun kalau saja kai tidak menepisnya. Soo Sun masih shyok dengan kejadian barusan, sekarang semua bentuk pergerakannya telah resmi berhenti. Bahkan untuk bernafaspun, ia harus menahannya.

Berbeda dengan kai. Pemandangan ini sudah biasa ia lihat bahkan kadang kali ia juga ikut terlibat di dalamnya bersama 5 temannya yang lain. Kai melihat kearah sebelahnya, tempat yeoja itu berdiri.

Kai mendengus bosan dan segera menarik tangan yeoja yang ada di sampingnya. Karena badannya kekurangan kesadaran, kai dapat dengan mudahnya menarik tangan Soo Sun.

Setibanya mereka berdua di teras rumah Soo Sun, Kai masih mendapati keadaan Soo Sun yang diam. Tanpa bergerak maupun bersuara. Kai merasa tugasnya sudah selesai dan iapun berjalan menuju rumahnya.

“HIKSS” alat pendengar Kai mendengar sebuah isakan, iapun membalikan badannya dan mendapati yeoja itu tengah menangis. Entah disebabkan karena apa. Bahunya naik turun, menandakan betapa pilunya perasaannya kali ini.

Kai memegang dadanya, ada sebuah rasa yang menyesakkan disana ketika melihat yeoja dihadapannya menangis. Dengan gerakan cepat, Kai menyeret yeoja itu kedalam pelukannya. Yeoja itu tampak terkejut dengan perlakuan kai terhadapnya, namun beberapa saat kemudian ia merasakan sebuah perasaan nyaman.

Sebagai penyalur rasa sedihnya, Soo Sun meremas baju Kai –yang bagian punggung ya-. Walaupun merasa sakit karena tanpa sengaja Soo Sun ikut meremas kulitnya, Kai mengusap – usap punggung Soo Sun dengan lembut dan pelan. dengan reflek, kai mengecup puncak kepala Soo Sun. membuat yeoja itu kembali tersentak kaget dengan perlakuan kai.

Soo Sunpun mendorong tubuh kai agar menjauh darinya, ia menatap kedua mata kai dengan tatapan sendu. “apa yang kau lakukan ? kenapa kau bertindak sesuka hatimu ? aku tau, aku rapuh. Tapi kenapa ? kenapa kau bertindak seperti itu ??” air mata itu lagi – lagi menetes. Membuat rasa sesak Kai kembali.

“aku— a—aku” Kai berusaha menjelaskan apa arti dari perasaanya yang terasa ambigu, namun sayang. Soo Sun sudah terlebih dahulu masuk ke rumahnya, meninggalkan kesalah pahaman diantara mereka.

“Ulljima” lirih Kai dan segera masuk ke dalam rumahnya

-Naughty Boy-

“SM High School ?” gumam Soo Sun ketika sudah berada di gerbang utama sekolah yang megah itu. Dengan jalan ragu – ragu, Soo Sun memasuki sekolah itu. Ia menatap takjub kearah sekelilingnya. ‘wow, apa ini benar – benar sekolah atau istana ?’ Soo Sun membatin.

“BRUKKK”

“Awww” Soo Sun merintih karena kebodohannya yang telah menyebabkan ia menabrak seseorang. Iapun mendongak, melihat seorang yeoja yang tengah asik membersihkan lengan bajunya.

“mianhae, jeongmal mianhae” Soo Sun membungkukkan badannya 45o.

“pergilah” ujar yeoja yang di tabrak Soo Sun kemudian yeoja itu berjalan meninggalkan Soo Sun. “sombong sekali” cibir Soo Sun dengan suara kecil dan kembali melanjutkan jalannya menuju ruang guru.

Senyum Soo Sun mengembang ketika mendapati sebuah tanda yang menyatakan kalau ruang guru berada tepat di depannya, dan tanpa ragu lagi Soo Sun membuka pintu itu dengan lambat dan berusaha mencari guru yang disebutkan di dalam surat pemindahannya.

“nona Han ?” Tanya seseorang membuat Soo Sun menoleh kebelakang. Ia mendapati seorang namja dengan stelan kemeja rapi dan dasi yang melilit di leher jenjangnya dengan sempurna. Soo Sunpun mengangguk singkat dan namja itu langsung tersenyum manis. Membuat jantung Soo Sun bekerja lebih cepat dari biasanya.

“namaku Wu Yi Fan. Kau boleh memanggilku dengan sebutan Kris Saem” jelas namja itu “kau lebih cantik daripada yang difoto” Kris kembali bersuara dan membuat Soo Sun salah tingkah.

“aigo Saem. Kau sangat pintar memuji” entah kenapa, tapi Soo Sun merasa nyaman dengan gurunya yang satu ini, sementara Kris, ia hanya terkekeh.

“baiklah, akan kuantar kau kekelas barumu nona Han” lanjut kris dan mulai berjalan kearah deretan kelas – kelas, bgitupula dengan Soo Sun yang senantiasa mengikuti Kris dari belakang.

“Here it is. This is your new classroom” Krispun membuka kelas itu. Tampak seorang yeoja sedang mengajar di dalamnya.

“permisi Saem, aku mengantarkan sesuatu yang merupakan milik kelas ini” ujar Kris Saem seraya tersenyum jahil kearah yeoja yang sedang mengajar itu. “jangan tebar pesona disini. Kau bisa membuat setiap siswi terkena penyakit overdosis ketika melihat pesonamu itu” yeoja itu menyindir Kris, sedangkan yang disindir hanya terkekeh.

“masuklah” perintah Kris kepada Soo Sun dan dengan linglung, Soo Sun memasuki  ruang kelas tersebut. Semua siswa yang ada di kelas itu diam, ketika melihat sosok Soo Sun yang berjalan kearah guru mereka.

“aku titip dia disini” lanjut kris dan segera pergi meninggalkan ruang kelas itu.

Sepeninggal kris, Soo Sun hanya terdiam dan tidak berniat untuk memperkenalkan dirinya. Sampai akhirnya sebuah suara lembut terdengar oleh indera pendengarnya. “perkenalkan,  aku Kaeun Saem. Kau boleh memanggilku dengan sebutan Ka Saem. Dan sekarang, silahkan perkenalkan dirimu ”

Soo Sun mengangguk singkat dan kembali menatap seisi kelas, ia memulainya dengan sebuah bungkukan badan “Annyeong Haseo, Naneun Han Soo Sun imnida. Kalian bisa memanggilku Soo Sun, aku ditransfer ke sekolah ini karena sekolahku yang dulu mengalami kebangkrutan. Harap kerjasamanya” Soo Sun pun mengakhiri perkenalannya dengan sebuah bungkukkan.

“terima kasih Soo Sun-a. oh, kau boleh duduk disana” ujar Kaeun Saem sembari menunjuk sepasang kursi kosong yang berada di dekat jendela.

“Saem,itu kan kursinya—-” pendapat seorang yeoja harus terputus karena namja yang di sampingnya langsung membekap mulut namja itu. Soo Sun tak memperdulikan itu, ia tetap berjalan menuju kursi itu. Karena merasa tidak nyaman berada tepat di sebelah jendela, Soo Sunpun bergeser ke kursi sebelahnya.

“baiklah anak – anak, sebaiknya kita melanjutkan pelajaran kita” ujar Kaeun Saem membuat semua siswa menatap dan memperhatikan materi yang sedang diajarkannya begitupula dengan Soo Sun.

Ketika sedang asik memperhatikan pelajaran Kaeun Saem, tiba – tiba Soo Sun mendengar decitan kursi yang berasal di sampingnya. Dengan cepat Soo Sun menoleh dan mendapati orang itu ada disana. Duduk dengan peluh dan keringat yang membasahi seragamnya.

Ketika menyadari ada orang di sampingnya, orang yang berkeringat tadi menoleh dan ikut kaget melihat Soo Sun.

“Kau ???” ucap mereka bersamaan dengan nada yang cukup keras, membuat seisi kelas menatap kearah mereka.

­-To Be Continued-

Kan kan kan, makin kesini ffnya semakin gaje -_- benar, bukan ??

Oea, Big thank’s untuk semua readers saya yang sudah memberikan komentar di teaser ff ini dan ff I AM YOUR MAID chapter 9 A ^_^

My Lovely Inspirations :

~ Iska a.k.a Han Soo Sun ~

~ Vionike a.k.a Lee Hyo Akh ~

~ exo member ~

My Lovely reader : Naughty Boy (teaser)

Xoxo, Exo, xiluhann, Kai, chonamkyo14, maghvira, 108azis, Gradiswhirlwinds, Shin MinRa, tatyamutiara, lestrina, melati, eunhwa, choijungri, yanii, corina, prenges eonnie, JiEun, wulandari, rae220315, baekra~, ira, Maa, Cicilia Stefani, parkshinji, nay namika, khairun27, ella, Shinta Octvin, Ris96, kimsun217, Syahida Ayu, Enaab, RubixCubeXi, L_amelia, jewelfishy shiners, rizka, Aini Ulfa, linda, ocie, Naya, angrybird_wu ^_^

(mianhae kalau ada typo dalam penulisan ^_^ semoga kalian gk bosan – bosan memberikan komentar di ff saya ^_^)

Sebenarnya saya ingin membalas komentar kalian, tetapi ya~~ you know what I mean, right ??

Kelolaan internet menjadi penghalang saya untuk membalas komentar kalian semua *Bow With Baekkie*

Hmm,sebenarnya saya post ff ini secara diam – diam lhoh >.<

Soalnya, besok itu saya ada UTS a.k.a ulangan tengah semester >.< dan saya bukannya belajar, malah post ini ff *Poor dindong*

^Don’t try this at home ya guys^

Do’a kan saya ya, semoga nilainya memuaskan ^_^

*ngek, lu aja gak belajar ndong, koq bisa dapat nilai bagus ?? nyontek ya ??*

Ok, sudah lah..

Saya mau out dulu ^_^

 

Please leave your comment ^_^

Chu~~~

PPyoung ^_^

Annyeong ^_^

Love You All❤ ^_^

Saranghae❤

Note : ingat ff i will protect you hunnie ?? kemungkinan sharenya agak lambat, soalnya saya harus buat itu selesai UTS *Bow With Baekkie*

 

81 thoughts on “NAUGHTY BOY (Chapter 1)

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s