Diposkan pada Author, EXO Planet, EXO-M, Fanfiction, Ficlet, Genre, Lay, pingkan1601, Romance, Type

Complete

Complete (Hanmi ver)

Author: Pingkan

Tittle: Compelete

Main Cast: Luhan (EXO) | Bomi (Apink)

Other Cast: Apink

Genre: Romance

Length: Ficlet

Happy reading, and please leave a comment J.

 

“You Make My Life Complete..”

@@@

Bomi POV

Suaranya begitu merdu, bagaikan sebuah simponi indah yang mengalun, membuatku begitu menikmati suara itu. Luhan Oppa, Namja Chinguku yang sedang bernyanyi disebuah acara Tv Swasta.

Aku sedang menontonnya bersama dengan beberapa member Apink di dorm. “Wah! Beruntung sekali kau, Bomi Eonnie. Mendapat NamjaChingu seperti Luhan Oppa.” Puji Eunji.

Aku tersenyum bangga mendengarnya.

“Andai suara Sehun Oppa, seperti Luhan Oppa.” Ucap Hayoung. Aku tertawa kecil, member Apink yang mendengarnya pun ikut tertawa.

“Yang sabar ya, Hayoungie sayang.” Ledek Namjoo.

Member lain tertawa mendengarnya, namun Hayoung tersenyum kecut dan mendengus kesal mendengar ucapan Namjoo.

“Yak! Kenapa kalian jadi menertawakanku?huh?” suara Hayoung yang seperti lengkingan ambulance itu pun akhirnya terdengar begitu nyaring hingga aku menutup kedua telingaku, Chorong eonnie yang berada disampingku pun langsung berlari menjauh akibat tidak kuat mendengar lengkingan Hayoung.

“Yak! Hayoung. Apa yang kau lakukan? Kau ingin menghancurkan Dorm Apink?” Chorong eonnie menegur ulah Maknae Apink ini.

“Bukan begitu! Tapi mereka sungguh menyebalkan. Menertawakanku, seenaknya saja, lihat saja! Akan kuadukan pada Sehun Oppa!”ucapnya dan pergi entah kemana.

Aku dan Naeun hanya menggeleng melihat kelakuan para member.

“Eonnie tidak menemui Luhan Oppa? Bukankah, Eonnie bilang Eonnie rindu padanya?” tanya Naeun.

Aku mengangguk tapi aku ragu, aku takut mengganggunya yang sibuk akan kegiatan pemotretan atau concertnya. “Ne, tapi entahlah, aku takut mengganggunya.” Ucapku.

Naeun memegang kedua bahuku. “Kenapa harus takut? Dia kan Namja Chingumu.” Ucapnya. Perkataan Naeun ada benarnya juga. Sebaiknya, aku menemuinya melepas rasa rindu didalam hatiku ini.

Aku mengeluarkan Handphone dari saku Hoodieku, namun sebuah Message telah terpampang dilayar Handphone ku.

To: My Deer

            From: My lovely Oppa

            Bomi-ah, apa kau sibuk? Bisakah kita bertemu? Aku rindu padamu. Aku menunggumu, 2 jam lagi di cafe tempat biasa. Ku harap, kau datang, Saranghae Yoon Bomi.

Aku tersenyum melihatnya, segera kubalas Message darinya.

 

            To: My Lovely Oppa

            From: Deer Bomie

            Ne, Oppa. Aku juga sangat rindu padamu. Nado, Saranghaeyo Xi Luhan

 

Aku segera bersiap-siap setelah membaca pesanku itu. Naeun nampak terlihat bingung, saat aku sudah mengganti pakaianku dan ini jauh lebih terlihat rapih.

“Eonnie ingin pergi kemana?” tanyanya.

Aku tersenyum singkat. “Seperti yang Kau katakan, aku akan menemuinya.” Ucapku malu-malu.

Dia tersenyum. “Hati-hati dijalan, Eonnie” Ucapnya, aku pun mengangguk.

Bomi POV End

@@@

Author POV

Bomi tiba di cafe itu, 15 menit terlalu cepat dari waktu yang dia janjikan. “Sepertinya, aku datang terlalu cepat.” Ucapnya saat menyadari dia tidak melihat Luhan di cafe itu.

“Pelayan.” Panggilnya. Seorang pelayan pun menghampirinya.

“Ne, ada yang bisa saya bantu Nona?” tanya pelayan itu.

Bomi mengangguk. “Ice cream Chocomint 1,” ucapnya.

“Ada lagi?” tanya pelayan itu, Bomi menggeleng perlahan. “Tidak, Terima Kasih,” ucap Bomi ramah, pelayan itu pun pergi kedapur untuk menyiapkan pesanan Bomi.

Bomi mengedarkan pandangannya kesekeliling, mencari apakah Luhan sudah datang. Namun, hasilnya Nihil, dia belum melihat Luhan di cafe ini. Bomi, sepertinya bosan menunggu ditambah pesanannya yang sudah sedari tadi belum juga tiba.

Dia mengetuk-ngetukkan jari-jarinya, menunggu Kekasihnya yang sepertinya telat menemuinya. Diliriknya, jam Coklat ditangannya. “19.30. kau terlambat, 1 jam Oppa. Apa kau tidak jadi menemuiku?” gumam Bomi.

Bomi mengeluarkan Handphonenya, mencoba untuk menghubungi Kekasihnya. Namun, sepertinya Handphone Luhan sedang dimatikan. Karena, panggilan itu tidak tersambung-sambung padanya.

“Apa sebaiknya aku pulang? Lantas, bagaimana dengan Ice cream yang kupesan? Luhan Oppa hari ini benar-benar menyebalkan!” celotehnya pelan. Bomi menghentak-hentakkan kakinya. Sepertinya dia sudah benar-benar bosan di cafe itu.

Bomi pun memutuskan untuk meninggalkan Cafe itu, Moodnya sudah hancur. Sepertinya, dia juga sedang marah sekali pada Luhan.

Bomi, tengah berdiri untuk meninggalkan Cafe itu namun seorang pelayan datang menghampiri Bomi dengan membawakan pesanan, dan sebuah karangan bunga.

Bomi nampak terkejut melihatnya. “Maaf, Nona saya terlambat membuatkan pesanan Nona. Dan ini, saya mendapat sebuah karangan Bunga dari seseorang untuk Nona.” Ucap Pelayan itu.

Aneh?’ batin Bomi, menatap pelayan itu. Pelayan itu selalu menunduk, tidak berani menunjukan wajahnya.

Bomi pun nampak tidak asing dengan pelayan itu. Sepertinya ia mengenali pelayan itu, meski terdapat perbedaan pada pelayan itu.

Sang pelayan, yang sedari tadi di perhatikan Bomi begitu detail menjadi salah tingkah dan gugup. “Ma..Maaf Nona. Sa..Saya harus kembali be..bekerja.” ujarnya pamit.

Namun, Bomi menahan pelayan itu. “Tunggu,” ucap Bomi. Pelayan itu berbalik, dan melepas kumis yang ia kenakan.

Betapa terkejutnya, Bomi. “Luhan Oppa.” Ucapnya pelan.

Luhan tersenyum lembut menatap Bomi. “Ne, Chagi. Ini Oppa,” ujarnya.

Bomi, tersentak kaget mendengarnya. “Apa yang, Oppa lakukan?” tanya Bomi. Luhan tersenyum dia menyerahkan sebuket karangan bunga beserta Ice Cream Chocomint pesanan Bomi.

Bomi menerimanya, dia pun membaca sebuah tulisan didalam buket bunga itu. “Kau tercipta begitu sempurna, aku bahagia bisa memilikimu. Semoga, dirimulah orang yang tepat untuk menemaniku hingga akhir hayat menjemputku. Aku sangat mencintaimu Yoon Bomi. Maukah kau menikah denganku?” Bomi membacanya begitu kaget tidak percaya.

Luhan nampak mengeluarkan sesuatu dari Kantongnya, ‘Cincin’. Dia pun bersimpuh sambil memperlihatkan Cincin itu dihadapan Bomi berharap Yeoja Chingunya mau menerimanya.

“Oppa…”lirih Bomi. Luhan begitu panik, melihat Bomi yang nampak menangis.

“Chagi-ah, kau kenapa? Maafkan Oppa bila Oppa terlambat menemuimu. Ini semua kulakukan hanya untukmu, membuat Kejutan Special untukmu. Bomi, Jeongmal Saranghae, maukah kau menjadi Istriku? Ibu dari anak-anakku?” ucap Luhan.

Bomi mengangguk pelan, cairan bening di pipinya nampak mengalir deras. Dia menangis, menangis bahagia.

“Nado, Saranghae Oppa,” ucap Bomi, Luhan merengkuh tubuh Bomi kedalam dekapannya. Membuat Bomi merasa sangat nyaman dipelukan Luhan.

“Jadi, kau mau menjadi Istriku?” tanya Luhan, melepas pelukan mereka. Menatap mata Bomi lekat, membuat Bomi gugup dan merasa malu.

“N…Ne. Op..Oppa,” ujarnya malu-malu. Luhan pun lekas mencium kening Kekasihnya.

“Aku sangat bahagia mendengarnya, semoga kita menjadi pasangan selamanya,” Ucap Luhan.

 

END

Bagaimana pendapat Readers? Apa FF ini terlalu pendek? Haha… diLength sudah saya beritahukan bahwa ini drabble jadi tidak terlalu panjang.

Dan, sepertinya FF ini tidak ada Sequel, Jadi maaf bagi Readers yang meminta Sequel. Saya ucapkan terimakasih sudah menyempatkan diri untuk membaca FF yang tidak terlalu bagus buatan saya ini.

Thanks J

Iklan

Penulis:

Hello, my name's Pingkan 98L || Krystal, A.R.M.Y, Exo Stan, Baby, Sone, Etc|| http://pingkanyeonra.wordpress.com/

12 tanggapan untuk “Complete

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s