Posted in charismagirl

XOXO

xxo ff

Author : Charismagirl

Cast :

  • Byun Baekhyun
  • Park Minri (OC’s)

Rating : Teen

Genre : Romance

Length : Drabble

X untuk kecupan, O untuk pelukan.

XOXO

Seorang gadis menunggu dengan gelisah di sebuah taman yang terletak tepat di belakang gedung SM. Sudah setengah jam lebih dia berasa disana. Dia punya janji dengan seorang lelaki yang punya hubungan cukup dekat dengannya. Boleh dikatakan lelaki itu adalah kekasihnya.

Mereka sudah menjalin hubungan cukup lama, namun tiada yang tahu. Memiliki kekasih seorang idola adalah hal yang beresiko tinggi. Jadi ia lebih memilih menyembunyikan hubungan mereka daripada harus mendapat masalah yang pelik.

Bucket mawar merah setia menemaninya menunggu kekasihnya yang sibuk itu. Kakinya yang agak tergantung bergoyang tidak beraturan. Sesekali menendang kerikil yang bisa dijangkau ujung sepatunya.

Mulai bosan.

Gadis itu memejamkan matanya, menikmati semilir angin sore yang menerpa wajahnya. Pikirannya langsung dihinggapi oleh beberapa potongan momen bahagia bersama kekasihnya itu.

Dulu sebelum laki-laki itu debut, mereka sering bertemu. Mereka tetangga dekat. Tapi semenjak ia menjadi idola, intensitas pertemuan mereka sangat terbatas. Hal itu membuat gadis itu sering merindukannya.

Well, sepertinya ia harus mendeskripsikan bagaimana sosok laki-laki yang telah mengambil hatinya itu.

Laki-laki itu punya tinggi badan yang tidak jauh dengannya, walaupun tentu saja laki-laki itu lebih tinggi. Ia berwajah manis, mata sipit dan berkulit putih seperti orang Korea kebanyakan. Laki-laki itu memang tampan di matanya, tapi tidak jarang juga ia tampak menggemaskan.

Sudah bisa menebak?

Ah, pasti kalian sudah tahu. Laki-laki itu bermarga Byun. Dan namanya lengkapnya adalah Byun Baekhyun.

“Minri-ya…”

Suara laki-laki yang sedang memenuhi pikirannya itu tiba-tiba saja terdengar jelas di telinganya. Terasa begitu dekat. Lalu Minri mendengar lagi suara gemersik daun kering yang terinjak. Suara langkah kaki itu semakin jelas sampai sepasang sepatu putih tepat di hadapannya.

Minri mendongakkan kepalanya. Bibirnya melengkung ke atas secara otomatis. Lantas gadis itu berdiri.

“Baekhyun-a….”

Minri mengambil bucket bunga yang sengaja ia bawa sebagai tanda ucapan selamat atas kemenangan Baekhyun dan grup-nya.

Chukkahaeyo, kau sudah bekerja keras.”

Gomawoyo, Minri-ya. Maaf membuatmu menunggu lama. Maaf sering mengabaikanmu. Maaf tidak memperhatikanmu. Maaf…”

Sttt!” Minri meletakkan telunjuknya di depan bibir Baekhyun membuat pria manis itu berhenti bicara. Baekhyun mencoba tersenyum. Namun Minri bisa menangkap dengan jelas bahwa ada letih dibalik senyum manis itu.

Minri memang kesal kalau diabaikan, Minri tidak suka jika Baekhyun melupakannya. Tapi Minri lebih tidak suka jika Baekhyun kehilangan semangatnya. Ia tidak suka saat Baekhyun tidak memperhatikan dirinya sendiri. ia tidak suka saat Baekhyun kelelahan.

“Apa kau tidur nyenak?” tanya Minri.

“I-iya, tentu.”

Baekhyun tampak mengalihkan pandangannya sesaat dari tatapan mata Minri sebelum memandangi gadis itu lagi.

Minri menghela nafas, tahu benar kalau Baekhyun tidak mengatakan yang sebenarnya. Ia mengangkat tangan Baekhyun dan meletakkan bunga mawar bawaannya di telapak tangan Baekhyun yang terbuka, lalu gadis itu meminta Baekhyun menggenggamnya.

“Setidaknya bunga ini bisa menjadi aromaterapi di kamarmu untuk beberapa hari ke depan. Tidurlah dengan nyenyak.”

Minri mengangkat tangannya, lalu mengusap bagian bawah mata Baekhyun dengan jempol kanannya. Sebentar saja. Tapi Baekhyun sudah merasa sangat nyaman sampai ia harus memejamkan matanya.

“Bayangan hitam di sini tidak mungkin membohongiku,” ucap Minri sambil tersenyum menenangkan. Tidak ada rasa marah saat Baekhyun membohonginya. Bukan, bukannya Minri tidak peduli tentang kejujuran Baekhyun. Tapi Minri mengerti bahwa Baekhyun tidak ingin Minri khawatir dengan keadaannya.

“Aku tidak bermaksud membohongimu.”

“Tidak apa-apa. Aku hanya ingin kau bisa menjaga dirimu dengan baik. Tidak perlu memikirkanku, aku baik-baik saja asalkan kau baik-baik saja.”

“Jangan terlalu baik padaku… aku takut terjadi sesuatu.”

“Apa? Kalau kau berani selingkuh, akan ku bakar rumahmu.”

Minri ingin tertawa keras saat mata Baekhyun melebar dari biasanya, membuat wajahnya tampak menggemaskan.

“Aku bercanda, Baek.”

Baekhyun mengacak puncak kepala Minri.

“Bagaimana mungkin aku bisa mencintai orang lain kalau kau sudah cukup untukku. Aku akan menjadi orang yang paling jahat di dunia kalau sampai berani melukai malaikat berwujud manusia sepertimu.”

Baekhyun tampak menghela nafas. Minri tidak tahu seberapa letih fisik dan pikiran Baekhyun. Kalau saja mungkin Baekhyun bercerita padanya.

Cheonsa-ga aniyeyo (I’m not angel).”

“Apapun yang ku pikirkan tentangmu, akan selalu benar untukku. Meskipun kau tidak ingin.”

Well, kita sudah terlalu lama. Jangan membuat mereka khawatir.”

“Aku masih sangat-sangat merindukanmu,” ucap Baekhyun putus asa.

“Aku juga Baek, nanti kita bisa bertemu lagi. Tenang saja…” Minri memegang tangan Baekhyun.

Baekhyun merogoh saku celananya, lalu menyerahkan secarik kertas yang sudah lusuh pada Minri. Kertas yang selalu diberikan Baekhyun saat Minri merasa gelisah atau tertekan.

“Aku tahu bukan saatnya aku memberikan ini padamu. Tapi aku ingin kau mengabulkannya untukku. Bolehkah aku?”

Minri baru teringat sesuatu berkaitan dengan hal itu. Ia hampir saja lupa.

Minri mendorong pelan tangan Baekhyun, sarat bahwa ia menolak kertas itu. Tapi Minri mengambil sesuatu dalam saku jaketnya. Secarik kertas yang baru.

“Aku sengaja membuatkannya untukmu.”

Baekhyun menyimpan kembali kertasnya lalu mengambil kertas baru yang ada di tangan Minri. Ia membuka lipatan itu lalu membaca isinya. Baekhyun tersenyum. Isinya sama persis dengan yang Baekhyun tulis di kertasnya.

‘X untuk kecupan, O untuk pelukan. XOXO’

“Cepatlah Baek, sebelum aku berubah pikiran.”

Minri tidak bisa menyembunyikan wajahnya yang merona.

“Baiklah, aku pilih O.”

Minri menarik nafas sesaat sebelum ia melangkahkan kakinya maju ke depan. Gadis itu melingkarkan kedua tangannya di punggung Baekhyun. Baekhyun memang tidak membalas pelukan itu karena sudah persyaratannya. Hanya pemilik kertas yang boleh memeluk atau mencium. Tidak boleh ada balasan.

Baekhyun merasakan kehangatan pada tubuhnya. Pelukan gadis itu membuat Baekhyun seperti baru saja mengisi energinya lagi. Beban di kepalanya terasa ringan. Ia ingin waktu berhenti sesaat agar ia bisa bersama gadisnya lebih lama lagi.

Minri melepaskan pelukannya membuat Baekhyun mendesah kecewa. Merasa lebih dingin dari sebelum dipeluk tadi.

“Sudah mulai senja Baek, suhu akan terus menurun. Ayo pulang.”

Geurae, gomawoyo…

Baekhyun dan Minri sama-sama melangkah mundur. Kemudian berbalik bersama. Baekhyun pasti merindukan gadis itu lagi.

“Baek,” panggil Minri.

Baekhyun berbalik.

“Kalau keberadaan bunga itu mengganggu teman sekamarmu–Chanyeol, buang saja. Jangan buat kalian bertengkar karena hal kecil macam itu.”

“Ia pasti suka, tenang saja.”

Baekhyun tersenyum. Kali ini tampak bercahaya. Entah karena cahaya matahari sore yang mengenai wajahnya atau apa.

Minri mengangguk lalu hendak berbalik lagi sebelum Baekhyun menghentikannya lalu berkata, “Baekhyun sayang Minri.”

All my love is for you, Baek.”

END

Maaf untuk FF gaje ini di tengah malem. Saya Cuma lg merasa bosan.

Mian ya blm bisa lanjutin ff. really busy /cry/

Iklan

Penulis:

My name is Rima [Park Minri], 93-line. I live in Banjarmasin-Indonesia. I'am SHAWOL especially flame, I really really love Choi Minho. He's my inspirasion. I love SHINee, SHINee is Lee Jinki, Kim Jonghyun, Kim Kibum, Choi Minho, Lee Taemin. And I just wanna share my imagination. With Love ~charismagirl~

33 thoughts on “XOXO

  1. ini……gak lucu ya kalo beneran *andwaee*
    tapi suasana sibuknya baek jadi idol kaya beneran.
    siapa yang tau disela2 kesibukan exo mereka punya cewek #ngayalgilaaa
    baekk jjang! author jjang! keep writing!

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s