Stand Up For Love [Chapter 6]

Stand Up For Love23

Author: Pingkan

Tittle: Stand Up For Love [Chapter 6]

Main Cast:  Krystal Jung(Fx) | Baekhyun(EXO) | Chanyeol(EXO) | Kaeun(After School)

Other Cast:  –

Length: Chapter

Genre: Romance | Friendship

Summary: Mereka sadar bagaimanapun cara mereka untuk memisahkannya. Semua itu akan sia-sia, meski ingatannya telah hilang. Kekuatan cinta tidak akan pernah membiarkannya kehilangan cinta sejatinya.

Warning: Kalimat beritalic itu merupakan batin dari tokoh | Typo bertebaran | Bahasa Absurd >.< | alur tidak jelas

Tapi, ini asli pemikiranku. Dan bukan hasil sebuah plagiat. Dan bagi readers dilarang untuk membashing tokoh | memplagiat FF | menjadi Silent readers.

Happy reading | RCL please ^.~

@@@

             Baekhyun terdiam ditempatnya, pandangannya kosong menatap hamparan rumput hijau didepannya. Sesekali memejamkan matanya mencoba menenangkan dirinya sejenak.

            “Sedang apa Oppa disini?” suara khas milik Kaeun mengganggunya. Membuatnya terpaksa membuka matanya.

            “Eh? Kau chagi.” Ujarnya. Dia menggeser posisi duduknya, memberikan tempat untuk Kaeun duduk.

            Kaeun tersenyum manis disampingnya. Menyenderkan kepalanya dibahu Baekhyun. “Apa kau sedang memikirkan sesuatu Oppa?” tanya Kaeun.

            Baekhyun hanya mengangguk pelan. Dibelainya lembut rambut panjang coklat legam milik Kaeun.

            “Bolehkah ku tau apa itu?” Kaeun membenarkan posisinya. Duduk menghadap kearah Baekhyun.

            Baekhyun masih berpikir keras. Dia masih belum yakin untuk menceritakan hal yang mengganggu pikirannya. “Sudahlah. Tidak usah dibahas, itu bukan masalah besar.” Elaknya.

            Kaeun hanya diam dan menuruti perkataan Baekhyun. “Oppa. apa kau mencintaiku?” tanya Kaeun.

            Deg

            Jantung Baekhyun berdegup kencang, rasa sesak dalam dirinya kembali timbul begitupun rasa pening dikepalanya. Baekhyun sedikit meringis kesakitan, rasa sakitnya itu begitu membunuhnya.

            “Oppa. jawab aku.” Kaeun mengulang ucapannya membuat Baekhyun tersadar dari lamunannya.

            “Ah ya. Tentu.. tentu saja hehe.” Ucapnya sebiasa mungkin. Terlalu kentara sikapnya yang begitu menyembunyikan sesuatu.

Bohong? Tentu saja. Baekhyun saat ini masih tidak mengetahui siapa yang benar-benar dicintainya.

            Namun tidak bagi Kaeun, gadis itu mengerti bahkan sangat mengerti. ‘Kau hanya mencintainya. Bukan aku! Oppa, apakah mencintaimu harus sesakit ini?’ batinnya.

            “Kau kenapa?” ucapan Baekhyun berhasil membuyarkan lamunannya.

            Kaeun menggeleng pelan dan tersenyum singkat.

@@@

            Kaeun berjalan dikoridor sekolah, lebih tepatnya dia berjalan menuju lantai atap gedung sekolah. Dibukanya perlahan pintu coklat yang terbuat dari jati itu. Samar-samar, dia mendengarkan sebuah alunan merdu dan suara petikan gitar yang mengalun begitu indah.

            Tersanjung dan terlena mungkin itu yang dirasakan Kaeun. Dirinya memberanikan langkahnya berjalan mendekat hanya sekedar ingin tau siapa orang yang mengalunkan melodi seindah itu.

            “Chanyeol-ssi?” ujarnya memastikan bahwa lelaki itu adalah Park Chanyeol.

            Chanyeol menghentikan petikan gitarnya dan menghentikan suara indahnya yang mengalun sempurna. “Eh? Kau Kaeun-ssi.” Dirinya begitu terkejut saat melihat Kaeun.

            Kaeun berjalan semakin mendekat mengambil alih untuk duduk disamping Chanyeol. “Suaramu bagus.” Puji Kaeun.

            Chanyeol tersenyum canggung, dan tertawa renyah. “Biasa saja. Aku tidak sehebat yang kau pikirkan.”

            Kini Kaeun terdiam memandang langit biru dengan nuansa putih dari gumpalan awan yang menemani langit tersebut. Seulas senyum getir dia sunggingkan, Chanyeol menyadari itu namun dia lebih memilih diam tak berkomentar.

            “Kau pernah merasa sakit saat mencintai seseorang?” racau Kaeun. Ya, dirinya seolah berbicara sendiri meski pertanyaan itu memang ditujukannya pada lelaki tinggi disampingnya.

            Chanyeol menghela nafasnya perlahan. Begitu tenang.

            “Ya, kalau kau?”

            Kaeun mengerutkan keningnya menatap Chanyeol. “Sama sepertimu.”desisnya.

            Chanyeol mengangguk paham. Ya, dia sangat tau bahwa mereka berdua sama sama tersakiti karena cinta. Mencintai orang yang salah, tidak bukan orang yang salah lebih tepatnya tidak tepat. bukan begitu?

            “Baekhyun?” tanya Chanyeol seolah dapat membaca pemikiran Kaeun.

            Kaeun menunjukan –fake smilenya. Ya, sejujurnya dia sangat rapuh meski terlihat sangat tegar. Dengan senyuman yang selalu menghiasi wajahnya.

            “Ya, kita memang mencintai orang yang tidak tepat. Bukan begitu?” hanya Chanyeol lah yang berbicara. Sedangkan Kaeun terdiam menyimak dengan seksama ucapan Chanyeol.

            “Krystal dan Baekhyun memang tidak akan bisa dipisahkan.” Ujar Chanyeol, terdengar begitu lirih dari nada suaranya.

            Kaeun mengangguk pelan. “Apa kita berdosa? Mencoba memisahkan mereka?” tanyanya.

            Chanyeol terdiam. “Entahlah.” Ujarnya menggidikan kedua bahunya.

@@@

            Baekhyun berjalan gontai menuju perpustakaan sekolah. Keadannya sedang kurang baik saat ini. Dirinya sering merasa sakit dikepalanya yang begitu menyiksanya.

            Samar-samar dia melihat seorang gadis yang tengah duduk terpejam di halaman taman dekat perpustakaan. Gadis itu tertidur dengan earphone yang masih terpasang dikedua telinganya.

            Baekhyun merasa, sangat ingin mendekat kearah gadis itu. Seperti ada yang mendorongnya untuk berjalan mendekat.

            Dirinya termenung berdiri didepan gadis itu. Ya, dia adalah Krystal Jung gadis yang pernah berkata bahwa dia membenci Baekhyun.

            Seulas senyum manis tersungging dibibirnya memperhatikan wajah angel Krystal saat tertidur.

 ‘Kenapa wajahnya sangat familiar?’

Baekhyun masih terpaku. Begitu lamanya dia disana memandang wajah cantik Krystal. Bahkan dia melupakan tujuan awalnya, untuk pergi keperpustakaan,

Dirinya merasa rasa sakit itu kembali menyerang kepalanya. Dia berusaha sekuat tenaga menahan rintihannya. Takut, jikalau dia mengganggu gadis didepannya yang tengah terlelap dengan damainya.

Dengan langkah perlahan, Baekhyun berjalan menjauh. Sambil terus memegangi kepalanya yang terasa tertusuk tusuk jarum.

            “Arghhh.” Rintihnya. Dia menjambak rambut nya sendiri. Berharap rasa sakit itu akan hilang.

            Tapi, hasilnya sama sekali nihil! Dia tidak bisa menghilangkan rasa sakit itu.

            ‘Kenapa aku begitu mengenal wajah nya? Kenapa kata-kata itu kembali terngiang. Kenapa aku harus mengalami semua ini? Apa ada yang salah denganku?’

@@@

            Krystal merentangkan kedua tangannya setelah dia merasa cukup puas dari tidur siangnya. “Eh? Apa aku terlalu lama tidur disini?” gumamnya yang terkejut begitu melihat dirinya masih berada dihalaman dekat perpustakaan sekolah.

            Dia melirik jam tangan putih dilengan kirinya. “Omo! Aku harus kembali kekelas. Sekarang ada pelajaran Kim Seongsaenim.” Dia pun segera berlari menuju kelasnya.

            Larinya sangat kencang. Dan sangat terburu buru. Sampai-sampai dia tidak sadar, bahwa dirinya tidak mempentingkan keselamatan orang lain disekitarnya. Bila saja, dia menabraknya.

            Namun, kenyataan begitu sulit diterimanya.

            “KYAAAAAA.” Pekiknya

            BRUKKK

            Tubuhnya terhempas bersamaan dengan orang yang ditabraknya. Jarak wajah mereka pun tak terlampau jauh, hanya beberapa centi.

            Deru nafas mereka memburu, begitu pula dengan detak jantung mereka. Bisa saja, masing masing diantara mereka mendengar detak jantung lawan nya bukan?

            Cukup terpaku begitu lama, hingga kesadarannya kembali pulih. Kedua nya segera bangkit, dan merapikan pakaian seragam mereka. Keheningan pun tak urung menyelimuti suasana disana.

            “Maaf.” Ujar Krystal.

            “Tidak, aku yang salah. Maaf.” Ucap orang itu, yang tak lain adalah Baekhyun. Krystal tersenyum simpul, dan bergerak menjauh dari tempatnya.

            Ya, dirinya masih merasakan rasa sakit ketika mendapat lontaran kasar dari sosok Baekhyun. Bahkan, sikap ketidak pedulian Baekhyun kepadanya.

            Baekhyun terdiam, menatap punggung Krystal yang berjalan semakin menjauh dari pandangannya.

            ‘Dia benar-benar sudah membenciku.’

@@@

            Krystal kini terdiam dibangku nya, meski bel telah berdering menandakan jam pelajaran telah usai. Dirinya seolah tak mempedulikan semua itu. Pikirannya kalut, memikirkan sesuatu yang membuatnya hampir kesulitan bernafas.

            Chanyeol, pemuda itu berjalan kearahnya. Membuyarkan pikiran Krystal sejenak. “Kau tidak pulang?”

            Krystal terdiam, dan langsung mengambil ranselnya tanpa menjawab ucapan Chanyeol.

            “Ada masalah? Ceritalah padaku.”

            Krystal memandang Chanyeol ragu, menyernyitkan keningnya menatap lelaki yang kini tengah tersenyum begitu lembut kepadanya.

            “Hm. Tidak ada, sudahlah aku sedang tidak mood untuk membahas hal ini.” Elak Krystal.

            Chanyeol bukanlah sosok pemuda yang mudah ditipu! Dia tau. Bahkan dirinya sangat tau apa yang terjadi pada Krystal kini.

            “Tentang Baekhyun kan?” ujarnya santai.

            Krystal terdiam dan hanya memandang wajah lelaki itu dengan tajam. “Kurasa iya. Oppa.” jawabnya.

 

                                                                        TBC

            

10 thoughts on “Stand Up For Love [Chapter 6]

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s