[1st] When Oppa’s Getting Jealous [Sequel Oppa & I]

994938_538494149562660_1224748944_n

Title                       : When Oppa’s Getting Jealous

Author                  : @ulfahanum1 (DreamGirl)

Main cast             :

  • Do Kyungsoo
  • Kim Hyang Gi
  • Kim Jeongmin

Support cast       :

  • Kim Joon Myun
  • Kim Jongin

Rating                   : PG-13

Genre                   : Fluff, Family, Romance

Length                  : Twoshot

COVER BY XIAO ART

Disclaimer           : Muahaha, ga nyangka post-an yang sebelumnya dapat comment-comment yang bikin hati author senang ditambah semangat untuk bikin Fanfic ini. Gomapseumnida semuanya *bow*. Ini dia Fanfic gaje dari author. Maaf kalau typo(s) berserakan dimana-mana. Jangan Lupa RCL ne? ^^

Happy Reading

Author Pov

Seoul, 07.00 KST

Pagi yang kusam dikediaman Kyungsoo, suara kicauan burung terdengar begitu memekakkan digendang telinga Kyungsoo. Namja bermata besar itu mendesah pelan kemudian menutup laptopnya. Semalam, ia tidak bisa tidur karena harus mengerjakan tugas kuliahnya yang sulit dan berat itu.

“Oppa, aku pergi dulu..” seru Hyanggi –dongsaeng- kecil Kyungsoo yang amat disayangi Kyungsoo.

“Ne? “ Kyungsoo mendongakkan kepalanya sembari mencoba melihat Hyanggi.

“YA! Apa Oppa semalaman tidak tidur? Lihatlah kantung matamu Oppa..” gerutu Hyanggi dan mendekat kearah Kyungsoo yang kepalanya sudah terbaring lemah diatas meja makan dan menghimpit laptop bewarna kehitaman itu.

“Aish, jika sakit bagaimana eoh? “ tambah Hyanggi lagi dan sekarang wajahnya sedikit kewalahan melihat Kyungsoo tak kunjung menjawab ucapannya.

“Hah.. Geurae, jalja Oppa. Sebaiknya Oppa tidur dikamar saja..” desah Hyanggi dan tidak lupa sebuah kecupan hangat dipipi kanan Kyungsoo.

“Eoh..” lenguh Kyungsoo pelan dan tersenyum tipis walaupun matanya sedikit berkunang-kunang melihat Hyanggi, tapi ia tetap sempatkan untuk mengelus pelan kepala Hyanggi. Ya, itulah kebiasaan Kyungsoo selama hampir 2 tahun menjaga Hyanggi.

***

Cheongdam High School, 07.30 KST

Hyanggi berjalan memasuki kawasan sekolahnya dengan wajah yang ditundukkan, entah kenapa ia merasa sengsi hari ini. Ada rasa sedikit kesal dihatinya karena melihat Oppanya tadi yang terlalu bekerja keras untuk tugas kuliahnya.

“Hah..” lenguh Hyanggi pelan dan tidak terasa ia sudah berada ditengah lapangan sekolahnya.

Sedikit mengenai Hyanggi, ia sekarang sudah tumbuh menjadi yeoja manis dan masih sama seperti dulu bahkan sekarang ia disayangi banyak orang terutama oleh namjachingunya dan juga ketiga Oppanya. Sekarang Hyanggi sudah duduk dibangku Sekolah Menengah Pertama lebih tepatnya kelas 2.

Tentang hubungannya dengan Jeongmin? Semuanya tentu berjalan dengan lancar bahkan sampai  sekarang ia masih menjalin hubungan dan yang lebih parahnya lagi mereka satu sekolah.

“YA! Yeobo! “ teriak seseorang sedikit keras. Hyanggi mendengus pelan seraya membalikkan badannya melirik orang yang memanggilnya.

“Mwo? “ balas Hyanggi dengan wajah kusut.

“Yeobo, wae geurae? Kenapa wajahmu suntuk begitu? “ tanya seorang namja atau lebih tepatnya Kim Joengmin –namjachingu- Hyanggi.

“YA! Berapa kali aku harus bilang jangan pernah memanggilku dengan sebutan itu disekolah? Kau tahu betapa malunya aku? “ cerocos Hyanggi panjang lebar kepada Jeongmin.

“Kalau begitu izinkan aku memanggilmu Byuin..” sahut Jeongmin dengan senyuman polos.

“Byuin? “ ulang Hyanggi lagi.

“eoh..” Angguk Jeongmin cepat dan tidak lupa sebuah senyuman polos.

Pletak!

“Bahkan itu lebih parah bodoh! “ erang Hyanggi sembari melihpat tangannya didada.

“Mwoya? Appo..” keluh Jeongmin pelan dan mengusap permukaan kepalanya yang menjadi sasaran empuk pukulan Hyanggi.

“Hyanggi-ah, bisakah kau berubah menjadi sosok yang romantis? Kenapa kau menjadi sebrutal ini hm?” pinta Jeongmin dengan wajah sedih yang dibuat-buat.

“Mwol? Brutal? Mian Kim Jeongmin-sshi, tapi aku benar-benar dalam keadaan buruk saat ini jadi jangan ganggu aku dulu. Arrasso? “ seru Hyanggi yang sudah merasa lelah perang mulut dengan namjanya sendiri.

“Wae? Apa ada sesuatu yang terjadi denganmu Hyanggi? Kau bisa menceritakannya kepadaku..” ujar Jeongmin. Hyanggi hanya diam membisu dan lebih memilih melanjutkan perjalanannya menuju kelas.

“Hyanggi-ah! “ teriak Jeongmin lagi tetapi tetap saja Hyanggi tidak mengacuhkannya.

“Ini pasti berhubungan lagi dengan Oppanya..” desah Jeongmin dan mengikuti langkah Hyanggi dari belakang. Hatinya sedikit tak karuan melihat yeojanya sendiri uring-uringan karena Oppanya.

Author Pov End

Jeongmin Pov

Akhirnya setelah mengikuti pelajaran selama 3 jam sekarang waktunya beristirahat. Aku menutup buku tulisku dan seperti biasanya dengan sedikit tergesa-gesa aku berjalan menuju ruangan kelas tempat dimana Hyanggi belajar.

Dari jendela kelasnya aku melihat wajah tak semangatnya mendengarkan ucapan Songsaenim didepan sana. Aku benar-benar tidak mengerti dengan jalan pikiran yeojaku, sudah 2 tahun aku berhubungan dengannya dan sepertinya baru sebulan ini ia seperti ini.

Teng..Teng..Teng

Tiba-tiba saja bel sekolah berbunyi dengan nyaringnya, semua murid dikelas Hyanggi bersorak heboh karena akhirnya mereka terbebas dari Yoon Songsaenim dan ini saatnya bagi mereka untuk menikmati waktu istirahat walaupun hanya 30 menit. Tapi, dibalik kebahagiaan murid dikelas Hyanggi, aku bisa mendapati wajah datar dan tidak senang Hyanggi. Ia benar-benar tampak risih sekarang.

Aku berjalan memasuki kelas Hyanggi yang sudah mulai kosong, mendekati Hyanggi yang duduk paling pojok namun tidak paling belakang. Sekarang ini aku benar-benar tidak tahu harus berbuat apa, bahkan untuk mengajaknya bicarapun aku tidak berani apalagi ingatan dimana ia memukul keras tadi pagi semakin membuat rasa takutku menjadi-jadi.

“Eoh? Wasseo? “ ucapnya sedikit kaget dan menatapku dengan sunggingam senyuman yang dapat kuyakini hanyalah paksaan. Dan sepertinya rasa takutku pudar begitu saja karena melihat senyumannya walaupun itu terpaksa.

“Kajja, ingin makan sesuatu? “ tanyaku sedikit ragu. Hyanggi menggelengkan kepalanya pelan kemudian menunjuk-nunjuk dua buah buku tebal dan satu buah buku catatan diatas mejanya.

“Aku harus mengerjakan ini Jeongminnie, mianhaeyo. “ ucapnya dengan rasa bersalah yang terpancar jelas diraut wajahnya.

“Gwenchana, tapi sebaiknya kita kerjakan ini di Pustaka saja. Jika bisa aku akan membantumu. Kajja..” ucapku dan menarik lengannya dengan lembut dan tidak lupa buku-buku tebalnya itu kupegang dengan tangan yang satunya.

“Jeongminnie, bisakah kau melepas ini? Aku benci dengan tatapan para sunbae kita..” bisik Hyanggi kepadaku.

“Wae? Bukankah mereka tahu kalau kita ini berpacaran? Jadi jangan cemas byuin..” sahutku dan tersenyum manis kearahnya.

“YA! Berapa kali aku harus bilang kepadamu jangan memanggilku byuin disekolah? “ bentaknya kepadaku. Aku tertawa kecil dan kulirik wajahnya yang manis dan lugu itu.

“Mianhae..” seruku dan mengacak pelan rambutnya.

“….” Hyanggi hanya diam membisu tapi dapat dipastikan ada rona kemerahan dipipinya sekarang dan itu sungguh menggemaskan.

Jeongmin Pov End

Hyanggi Pov

Aku dan Jeongmin duduk ditempat baca yang paling sudut dan mulai mengerjakan tugasku yang sedikit menguras waktuku untuk menghabiskan waktu bersama Jeongmin. Dengan seriusnya aku mencatat inti-inti pokok dari buku-buku tebal yang dibawakan Jeongmin sedangkan Jeongmin yang duduk disebelahku sudah sibuk mengutak-atik iPhonenya hingga kurasakan sebuah benda masuk begitu saja kedalam telingaku.

“Mwoya igo? “ tanyaku dan mengalihkan pandanganku kearah Jeongmin yang sudah tersenyum merekah kearahku.

“Agar kau tidak terlalu stress Byuin..” sahut Jeongmin polos. Baiklah Kim Jeongmin, lagi-lagi kau memanggilku dengan sebutan Byuin dan sepertinya untuk kali ini akan kumaafkan karena tidak ada yang mendengarnya. Dan apakah aku harus memanggilmu Nampyeon untuk balas budi kepadamu karena kau terus memanggilku Byuin?

“Geurae? Gomawo Jeongminnie..” ujarku dan melemparkan senyuman tipis kearahnya.

“Aigo, kyeopta. “ goda Jeongmin dan mengelus pelan punggungku.

Alunan musik dari EXO-Lucky menjalar sudah ketelingaku dan sepertinya lagu ini sengaja dipilihkan Jeongmin untuk membuktikan betapa beruntungnya ia mempunyaiku.

Gateun narae taeeonaseo gateun eoneoro mareul haeseo
Cham haenguniya, cham dahaengiya
Sesange dangyeonhan geon eobseo

Gwaenchanheun oseul ibeotdeon nal
Geureoke neoreul mannatdeon geon lucky
Na chakhage saraseo geurae

Neoui ireumeul bureugo neoui soneul jabado doeneun na
Buseojineun haessareun naman bichuna
Na ireoke haengbokhaedo dwae?
Naui ireumeul bureugo naui eokkaee gidae oneun neo
Jeo haneurui haessareun neoman bichuna
Neo geureoke nunbusyeodo dwae?
So lucky, my love so lucky to have you
So lucky to be your love, i am hmm

Gateun saekkkareul johahago
Gateun yeonghwareul johahaneun geol lucky
Unmyeong gateun sarangin geoya

Neoui ireumeul bureugo neoui soneul jabado doeneun na
Buseojineun haessareun naman bichuna
Na ireoke haengbokhaedo dwae?
Naui ireumeul bureugo naui eokkaee gidae oneun neo
Jeo haneurui haessareun neoman bichuna
Neo geureoke nunbusyeodo dwae?
So lucky, my love

Sajin sogui hwanhan misowa neowa naui hwansangui johwa
I think i
’m a lucky guy
Neomu joha urin jigeum kkumsogui donghwa
Oh my god! Jeil deutgi joheun pop-pop
Geunyeo moksorin nal nogyeo like ice cream
Geu moseup machi geurim

Naui cheoeumi neoraseo i norae juingongi neoraseo
Na ireoke utjanha neoman boragu
Neo jigeum naman bogo inni?
Naege kkumi tto saenggyeosseo deo meotjin namjaga doegesseo
Nal boneun ne du nuneun geu mueotboda
Nal dasi ttwige mandeunikka
So lucky, my love so lucky to have you
So lucky to be your love, I am hmm~

“Ck..” sesudah bait terakhir lagu itu dinyanyikan entah kenapa ujung-ujung bibir ini tertarik begitu saja dan membuat sebuah lengkungan indah dibibirku. Dan dengan segera aku menoleh kearah Jeongmin yang sekarang sudah menundukkan kepalanya. Tidur, malaikat penjagaku kini tengah tertidur pulas disampingku.

“Nado. Aku juga beruntung memilikimu malaikat penjagaku Kim Jeongmin. Jalja, aku akan membangunkanmu saat bel masuk berbunyi nanti..” seruku dan mengusap kepalanya berulang kali.

***

Dret..Dret..Dret

Aku terlonjak kaget saat mengetahui ponsel yang kuletakkan diatas meja baca ini bergetar hebat pertanda ada sebuah pesan masuk. Aku yang awalnya ingin membangunkan Jeongmin pada akhirnya harus mengurungkan niatku karena Jeongmin tiba-tiba saja terjaga dari tidurnya mungkin karena getaran ponsel sialan ini.

“Appo..” keluh Jeongmin yang kudengar sembari menepuk-nepuk pundaknya berulang kali. Dengan cepat aku meraih ponselku dan membuka pesan yang baru saja masuk.

From     : Kyungsoo Oppa

Hyanggi-ah, setelah pulang sekolah kau harus pulang! arrasso? Kau harus menemani Oppa ketempat Jongin.

Aku mendesah pelan. Ini sudah kali kelima Kyungsoo Oppa menyuruhku untuk menemaninya pergi kemanapun. Aku sedikit bingung dengan tingkah Kyungsoo Oppa yang berubah menjadi overprotektif kepadaku. Terkadang ia mengirimiku pesan ataupun menelfonku untuk menyuruhku segera pulang setelah pelajaran disekolah habis. Ini benar-benar membuatku gila karena aku tidak bisa meluangkan waktuku untuk Jeongmin.

“Wae? Nugu? “ tanya Jeongmin bertubi-tubi. Omo! Sepertinya aku melupakan sosok namjaku yang ada disebelahku.

“Lihatlah sendiri, aku malas menjelaskannya kepadamu..” ucapku dan menyodorkan ponselku kearah Jeongmin.

“Mwoya? Aku benar-benar tidak mengerti dengan Kyungsoo Hyung. Kenapa dia berubah menjadi seperti ini eoh? Lantas apa yang akan kau lakukan byuin? Apa kau benar-benar akan pulang setelah pelajaran disekolah usai? “ gerutu Jeongmin dan menatapku dalam.

‘Molla..’ batinku kemudian merebut ponselku dari tangannya dan lekas pergi dari Pustaka karena jam istirahat akan segera habis.

“Byuin, jawab aku! “ sesak Jeongmin dan menahan kepalaku yang sukses membuat langkahku terhenti begitu saja. Menyebalka, aku tahu aku ini jauh lebih pendek dibandingnya mungkin hanya sebahu dari tingginya.

“YA! Aku tahu aku ini pendek tapi setidaknya jangan sentuh kepalaku Jeongmin-ah! “ erangku kepada Jeongmin. Jeongmin terkekeh pelan kemudian menundukkan sedikit badannya hingga wajahnya kini setara dengan wajahku.

“Sekarang bagaimana byuin? “ tanyanya dan tersenyum manis tepat didepan wajahku.

Blush!

Seketika wajahku memerah dengan perlakuannya kepadaku. Beginilah Jeongmin, ia sangat hebat dalam membuat wajah ini panas ataupun bersemu merah karena tingkahnya. Memang terkadang ia usil, tapi itulah yang membuatku semakin menyayanginya.

“Aku akan segera pulang Namp..” ucapku yang kemudian terhenti karena tersadar dengan apa yang akan kuucapkan.

“Mwo? Nampyeon? Kau ingin bilang itukan Byuin? “ ujar Jeongmin bersemangat.

“Anio..” elakku dan menjulurkan lidahku kearahnya.

“Byuin-ah, jika kau ingin memanggilku Nampyeon aku tidak akan keberatan. “ ucap Jeongmin yang membuatku tidak tahu harus berbuat apa lagi.

“Shireo. Sudahlah, aku ingin kekelas Jeongmin-ah. Sepulang sekolah aku harus pulang jadi sebaiknya kau tidak usah menungguku..” pamitku.

“Aku akan menunggumu Byuin-ah. Annyeong geurigo Hwaiting! Jangan bermalas-malasan lagi..” nasihat Jeongmin yang kubawa lalu begitu saja.

Hyanggi Pov End

Author Pov

Seperti yang diucapkan Jeongmin, ia benar-benar menunggu yeojanya tepat didepang gerbang Cheongdam Middle School. Keberadaan Jeongmin sukses menjadi sorotan bagi kalangan yeoja baik hoobaenya ataupun sunbaenya. Bayangkan saja sosok seorang namja tampan tengah bersandar kedinding gerbang dengan kedua tangan yang sengaja dimasukkan kedalam saku celana.

“Eoh? Byuin-ah! “ teriak Jeongmin saat menyadari Hyanggi sudah berjalan mendekatinya.

“Kau benar-benar menungguku? “ tanya Hyanggi tak percaya.

“Geurom.” Angguk Jeongmin cepat dan langsung menggenggam erat tangan Hyanggi.

“Kajja Byuin, aku akan mengantarkanmu pulang. Setidaknya kita masih bisa menghabiskan waktu berdua walaupun hanya 20 menit.” Ujar Jeongmin dengan tenang. Hyanggi menganggukan kepalanya pelan kemudian mengikuti langkah besar Jeongmin.

***

Setelah turun dari bus, sekarang Jeongmin dan Hyanggi sudah berada diHalte yang dekat dari rumah Hyanggi. Hyanggi mendesah pelan kemudian melepaskan genggaman tangan Jeongmin.

“Waeyo Byuin? “ tanya Jeongmin bingung.

“Kita sudah sampai Jeongmin-ah. Gomawo karena sudah mengantarkanku pulang. Annyeong..” ucap Hyanggi dan pergi begitu saja dari depan Jeongmin.

“Chakamannyo Byuin-ah..” tahan Jeongmin dengan tangan yang menahan lengan Hyanggi.

“Waeyo? “ tanya Hyanggi dengan wajah sedikit datar.

“Bolehkah aku memelukmu? “ tanya Jeongmin sembari memasang wajah serius.

“….” Hyanggi tak kunjung menjawab namun ia tampak kaget dengan pertanyaan Jeongmin barusan.

“Saranghae..” bisik Jeongmin pelan dan menarik Hyanggi kedalam dekapannya, kedalam dekapan yang amat terhangat dan nyaman bagi Hyanggi. Hyanggi yang awalnya tidak membalas pelukan Jeongmin itupun akhirnya ikut mengalungkan tangannya dipinggang Jeongmin.

“Nado..” lirih Hyanggi pelan dan tersenyum manis dibalik pelukan Jeongmin.

Author Pov End

Kyungsoo Pov

Aku duduk diruang tamu sembari membalik-balikan buku bacaan yang ada ditanganku. Sesekali aku melirik kearah jam yang tergantung indah didinding. Aku bergumam pelan, ini sudah hampir 10 menit Hyanggi terlambat.

“Hah, sebaiknya aku menunggunya diluar..” ucapku seraya bangkit dari tempat dudukku.

CKLEK!

Kutekan gagang pintu dan kini langkahku sudah dengan pastinya membawaku keluar rumahku. Sekarang aku sudah berada didepan gerbang rumahku, kutolehkan kepalaku kekanan dan kekiri. Dan tahukah apa yang kalian dapatkan? Aku melihat dongsaeng kecilku dipeluk oleh seorang namja yang kuyakini namja itu adalah namjachingu Hyanggi.

“Hyanggi-ah..” lirihku pelan. Dengan cepat aku membalikkan badanku dan berlari kedalam rumahku. Entah kenapa ada rasa cemburu dan takut yang bersarang dihatiku melihat dongsaeng kecilku dipeluk oleh seorang namja dan sepertinya aku pernah melihat namja itu sebelumnya.

Flashback

Persetan dengan hari ini. Tiba-tiba saja aku ingin pergi dari Seoul dan pergi menemui Eommaku yang ada di Ilsan. Aku benar-benar merindukan beliau, hati ini terasa begitu resah dan lelah mungkin karena ulah para Dosenku yang ada ditempat aku Kuliah.

Para Dosen selalu memberikan tugas yang menyulitkan mahasiswanya dan kadang kala hasil yang sudah kami berikan tidak mereka terima atau terkadang mereka akan menyuruh kami mengulangnya karena ada kalimat atau kata-kata yang tinggal.

Begitu pentingkah bagi mereka satu kata yang tinggal dibanding kesehatan kami yang harus ombang-ambing akibat ulah mereka sendiri? Jujur, aku benci dengan situasi dimana aku tidak bisa berpikiran jernih. Otak ini serasa ingin meledak saja akibat ulah Dosenku.

“Sial..” decakku dan membanting stir mobil kekiri. Kuparkirkan mobilku ketepi dan kupukul-pukul dadaku berulang. Sesak, sangat sesak.

“Dosen tidak pernah mengerti betapa stressnya menjadi mahasiswa digenarasi ini..” lenguhku pelan.

Deg!

“Mwoya? Ige mwoya? “ rutukku kaget saat melihat sosok yang kukenal lewat bersama dengan seorang namja dan berpegangan tangan dan lihatlah bagaimana namja itu melihat sosok yang kukenal itu.

“Hyanggi-ah..”

“Heoksil…”

“Apa dia namjachingu Hyanggi? “ tebakku asal-asalan.

“Kenapa dia tidak pernah menceritakan hal ini kepadaku? Dan perasaan apa ini? Kenapa hati ini semakin bergemuruh tak karuan? “ ujarku dan terus menatap tajam kearah Hyanggi dan namja itu.

“Geurae Kim Hyanggi, beraninya kau membohongiku dan sepertinya kau harus menerima sesuatu yang amat terindah dongsaeng manisku..” seruku dan tersenyum kecut melihat Hyanggi yang kini sudah dirangkul oleh namja disampingnya.

Flashback End

“Aku pulang..” teriak Hyanggi dari luar rumah. Aku menghela nafas panjang dan menatapnya dengan senyuman manis.

“Kau sudah pulang? Lekas ganti bajumu dan kita berangkat ketempat Jongin. “ suruhku dan mendorong badannya agar segera kekamar.

“Geundae Oppa, aku rasa ada yang aneh dengan Oppa kali ini. Tidak biasanya Oppa mengajakku pergi kesana kemari. Ada apa Oppa? “ tanyanya kepadaku.

“Mungkin hanya perasaanmu saja Hyanggi. Ppalli..” seruku lagi dan mengacak pelan rambutnya.

“Ah. Ne..” lenguh Hyanggi dan berjalan menuju kekamarnya.

Aku terduduk lemas disofa yang ada diruang tamu. Aku menutup mataku pelan dan memikirkan kelakukuanku selama sebulan ini. Aku merasa aku berubah. Berubah menjadi Oppa yang begitu overprotektif kepada dongsaengnya. Sepertinya aku cemburu dengan namja yang memeluk tadi karena perhatian Hyanggi kini terbagi dua, kepadaku dan juga kepada namja itu.

“Aish, micheosseo! “ rutukku sambil mengacak-acak pelan rambutku.

“Babo! Bagaimana bisa aku seperti ini? “ timpalku lagi.

“Oppa, aku sudah siap..” ujar Hyanggi yang sedikit mengagetkanku.

“Sebaiknya kita pergi sekarang Hyanggi..” seruku. Aku berjalan dengan langkah gontai keluar rumah dengan diiringi Hyanggi dibelakangku.

***

Sepanjang perjalanan menuju kerumah Jongin, aku terus memperhatikan Hyanggi. Ia terus sibuk dengan ponselnya dan sepertinya aku tahu ia sedang apa. Pasti sedang bertukar pesan dengan namja yang mengantarkannya tadi. Yang membuatku lebih kesal adalah ketika aku mengajaknya berbicara dan ia hanya menjawab dengan deheman kecil atau tawaan kecil. Jawaban macam apa itu? Benar-benar tidak sopan kepada Oppanya sendiri.

“…..” Kulirik sekilas Hyanggi yang tersenyum kecil membaca pesan yang masuk.

Grep!

Karena terlalu kesal dengan cepat aku mengambil alih ponselnya kemudian melemparkannya kebangku bagian belakang.

“Op..pa..” ucap Hyanggi gugup.

“Tidak bisakah kau tidak sibuk dengan ponselmu? “ ujarku kepadanya dengan wajah serius.

“N..ne? “ ulang Hyanggi gugup. Mata besarnya itu membulat sempurna.

Kyungsoo Pov End

-TBC-

Note : Nah loh, maaf kalau tiba-tiba tulisan TBC nyempil. Hehehe. Yaudahlah, author ga mau banyak bacot disini jadi jangan lupa RCL. Maaf kalau typo(s) berserakan dimana-mana karena fanfic ini dibikin dalam waktu yang singkat sekitaran 3 jam. Mianhae, jeongmal mianhae. Maaf kalau ceritanya gaje.  Maaf kalau kependekan, untuk next chapter diusahain untuk bikin panjang-panjang. BTW, ada yang tahu apa itu Byuin? :3

59 thoughts on “[1st] When Oppa’s Getting Jealous [Sequel Oppa & I]

  1. kasihan jeongmin…cuma bisa ketemu hyanggi disekolah itupun cuma sebentar…
    tp entah kenapa bagian flashback kyungsoo yg ngeluh ttg dosennya kayanya real gitu…hehehe…
    seruuuu..bikin aku penasaran chingu..^^

  2. Yahhh gantungg..
    Kenapaa kyungsoo nya ga jadii pacarnyaa ajaa.. Jadi.a kan lebih dapet feel nya kalau ini kurang.
    Mianhae.. Tp selama D.O yg jadi cast.a pasti ttp keren kok FF nyaa, tenang ajaa😀😀

    • Gantung yaa? u,u
      Yaelah, diakan Oppanya Hyanggi ga mungkin jadi namjanya Hyanggi. -.- Waah, ketahuan kalau ga baca FF Oppa & I. *ngakak*
      Gapapa kok, kritik dan sarannya selalu diterima. ^^
      Hehe, terimakasih *bow*

    • Gimana mau diabaikan kalau misalnya jelas-jelas itu terpampang di kolom comment? xp
      Jinjja? Hehe. Gomawo chingu~
      Oke~ Hwaiting!! ^^

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s