I lived with crazy Yeoja Part 9

liieeee

Title                 :  I lived with crazy Yeoja Part 9

Author           : Park

Cast                : Byun Baekhyun, Jung Eunji.

Other cast      : Find by your self

Genre             :  Comedy romance family

Length           : Chapter

Rating             : G

Warning         : Typo dimana-dimana!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

Summary       :  Perempuan itu membuat kepalaku pusing, semua kelakuannya abnormal.  Sungguh tak seperti perempuan, tapi itu yang membuat dia berbeda. Sipat tak tahu malunya, cara bicaranya yang seperti preman dan lagi tertawanya. Dialah yeoja gila yang tinggal dirumahku.

Bimil (Secret)

Bahagia itu sederhana, yaitu saat melihat seseorang yang kau sayangi tersenyum bahagia.

Baekhyun tersenyum ketika mengingat perkataan ibunya waktu Baekhyun kecil. Danternyata memang benar apa yang dikatakan ibunya, karena Baekhyun sendiri bisa merasakan hal tersebut. dia begitu bahagia ketika Eunji tersenyum. Dan bukankah hal itu sangat sederhana tapi membuat hati merasa bahagia.

“Ehemp!!’

Baekhyun menoleh pada Eunji yang baru saja datang dengan tersenyum. Baekhyun kemudian membalas senyuman Eunji tersebut.

“Apa aku lama?” tanya Eunji

Baekhyun menggeleng sambil tersenyum. Eunji pun langsung mengaleng lengan Baekhyun.

“Kajja!!” ucap Eunji.

“Tunggu” sahut Baekhyun sambil melepaskan kalengan lengannya dari Eunji.

Eunji mengerutkan dahinya karena tak mengerti, namun akhirnya senyumnya kembali ketika melihat Baekhyun mengambil sebuah syal berwarna merah dari dalam tasnya.

Baekhyun kini melingkarkan syal tersebut dileher Eunji.

“Kau tahu, cuaca hari ini sangat dingin jadi aku bawakan ini untukmu, karena aku takut kau terkena flu”

Eunji begitu senang mendengar Baekhyun yang khawatir pada dirinya.

“Gomawoyo, oppa karena sudah mengkhawatirkanku” ucap Eunji sambil menunduk dan terlihat malu. Baekhyun terkekeh melihat tingkah Eunji itu.

“tentu saja aku khawatir karena kalau kau flu, nanti kau tak bisa membalas teriakanku dan itu tidak mengasikan karena tidak bisa bertengkar dengan Miss jung”

Eunji langsung merubah ekspresi wajahnya yang semula senang menjadi begitu tidak senang.

Eunji lantas meniup poninya dan berjalan meninggalkan Baekhyun, yang membuat Baekhyun tertawa.

“Jangan ikuti aku, pergi sana” ucap Eunji pada Baekhyun sambil terus berjalan.

Baekhyun benar-benar tak bisa menahan tawanya, karena geli akan sikap Eunji.

“hya Eunji-ya aku hanya bercanda” rujuk Baekhyun namun Eunji tetap tak mau mempedulikan Baekhyun.

Eunji dan Baekhyun yang memang sibuk dengan kebahagian mereka, sampai tak sadar kalau saat ini ada seserang yang memeperhatikan mereka dengan wajah kesal.

“Nona apa anda ingin pulang”

“ya, aku ingin pulang” ucap gadis kecil yang berada didalam mobil yang adalah Dohyun..

***

Dirumahnya kini Dohyun tengah duduk diatas kasurnya sambil memeluk boneka teddy bear miliknya.

“Nona bukalah pintunya, saya mohon. Anda harus segera makan” ujar salah satu pelayan dirumah nya dari luar kamar Dohyun.

Sepulang sekolah Dohyun yang kecewa karena Eunji berhenti mengajar dan mempunyai pacar, langsung sedih dan tak mau makan bahkan dia mengunci diri dikamar.

“Dohyun-ah buka pintunya ini oppa”

Joomyon yang langsung pulang kantor setelah mendnegar Dohyun yang mengunci diripun segera mmebujuk adik kesayangannya tersebut. namun taka da respon sedikitpun dari Dohyun yang membuat Joomyeon merasa khawatir terjadi sesuatu dengan adiknya itu.

“Bawakan aku kunci cadangan” titah Joomyeon pada salah satu pelayannya.

Saat pelayan itu sudah pergi, pintu akamr Dohyun tiba-tiba terbuka dan muncul Dohyun disana sambil menundukan kepalanya.

Joomyeon langsung menghela napas lega melihat adiknya tidak apa-apa. Joomyeon langsung berjongkok untuk menyamakan tingginya dengan Dohyun.

Dilihat nya adik kesayangannya itu. Joomyeon tersenyum lalu meletakan tangannya dikepala Dohyun.

“Apa kau tahu, kau membuat oppa khawatir”

Dohyun tak menjawab apapun, dia hanya tetap menunduk. Joomyeon pun langsung memeluk adiknya itu.

“Kau kenapa? Apa yang membuatmu sedih?” tanya Joomyeon.

“Oppa Eunji saem takkan mengajar lagi, dia akan kembali ke Jepang”

Joomyeon tersenyum tipis sambil menepuk punnggung adiknya, karena mendengar suara adiknya yang begitu pelan dan sedih.

“Jadi kau sedih karena itu?” tanya Joomyeon dan Dohyun pun menggeleng.

Dohyun segera melepaskan pelukan oppanya dan langsung menatap Joomyeon.

“Bukan hanya itu, tapi Eunjis aem sudah punya pacar”

Joomyeon menghela napasnya lagi, dan kembali memeluk Dohyun.

“Apa kau ingin bertemu dia sekarang?” tanya Joomyeon.

Dohyun melepaskan pelukannya lagi dan langsung mengangguk dengan bersemangat.

“Ya, apa oppa bisa membawanya kesini?”

“Tentu saja, apapun yang Dohyun inginkan oppa akan turuti”

“Kalau begitu rebut Eunji saem dari pacarnya”

Joomyeon membelalakan matanya begitu mendengar keinginan adiknya barusan.

***

Kali ini Soojung dan Jongin tengah berada dirumah Baekhyun untuk mengucapkan perpisahan pada Eunji yang memutuskan  akan pulang ke Jepang.

“Cheers” ucap mereka sambil bersulang Sooju.

Eunji meminum Sooju miliknya dengan  cepat.

“Arghh rasa Soju memang selalu enak” ucap Eunji

“Enak mana dengan Sake noona?” tanya Jongin.

Eunji tampak berpikir dan tak lama dia menjawab nya.

‘Karena aku orang korea jadi aku pilih Soju” jawab Eunji sambil tersenyum bangga.

Dret dret

Ponsel Eunji berbunyi, dan dia pun langsung melihat siapa yang meneleponnya. Kedua mata Eunji menyipit saat melihat ternyata Joomyeon yang meneleponnya.

“Nugu?” tanya Baekhyun dengan mata sedikit melirik kearah layar ponsel Eunji.

Eunji menatap Baekhyun dan dengan ragu-ragupun memberitahunya.

“Ini dari kakaknya Dohyun” ucap Eunji ragu.

Baekhyun menghela napasnya dan langsung mengalihkan pandangannya, Baekhyun lalu menuangkan Soju kedalam gelasnya lalu meminumnya. Edangkan Jongin dan Soojung hanya bisa saling pandang karena merasa atmosfir disana menjadi memanas.

“Terima saja, siapa tahu dia ada perlu denganmu”

“Apa tidak apa-apa?”tanya Eunji memastikan

Baekhyun menatap Eunji, kemudian mengangguk seraya tersenyum. Eunjipun segera menerima teleponnya.

“Ne Joomyeon-ssi ada apa?” tanya Eunji.

“…”

Eunji memebelalakan matanya seperti  mendengar berita buruk. Dia langsung berdiri dan menatap Baekhyun.

“Baiklah aku akan segera kesana” ucap Eunji lalu menutup teleponnya setelah itu.

“Ada apa?” tanya Baekhyun.

“Oppa, Dohyun mengurung diri dikamar, dan tak mau keluar kalau aku tak kesana!!”

Terdengar nada khawatir dari ucapan Eunji.

“kalau begitu biar aku antar kau kesana, bagaimana juga dia anak didikmu” ajak Baekhyun yang membuat Eunji menatap Baekhyun tak percaya.

Baekyun tersenyum dan Eunjipun langsung memeluk Baekhyun senang.

‘Gomawo oppa” ucap Eunji senang.

Mereka seakan tak sadar kalau disana ada Soojung dan Jongin yang tengah berdehem karena melihat adegan pelukan mereka.

“Emh. .   kami ada disini” ucap Jongin sambil mengusap rambutnya sendiri. Dan langsung mendapat cubitan dari Soojung.

Eunji dan Baekhyun menatap Jongin dan Soojung dengan wajah datar mereka.

‘Kalau kalian iri, lakukan saja” ucap Eunji yang langsung mendapat ekspresi tak percaya dari Jongin.

“Mwo? Aigoo aku takkan mau melakukan itu didepan orang-orang kalau dibelakang. . awww”

Jongin tak sempat melanjutkan kata-katanya karena Soojung sgera mencubitnya yang membuat Jongin meringis kesakitan”

“Eonni oppa, maafkan Jongin dia memang begitu mengganggu” ujar Soojung yang merasa tak enak.

Melihat apa yang dilakukan Soojung pada jongin, membuat Eunji dan Baekhyun kemudian terkekeh.

“Sebaiknya kita cepat pergi, agar tak terlalu malam” ajak Baekhyun padaEunji.

Saat Eunji dan Baekhyun hendak pergi, Jongin menghentikan mereka.

“Hyung noona, kalau kalian pergi bagaimana kami? Apa kalian tak peduli pada kami?bukankah ini pesta kalian dan ini juga rumah mu hyung!.”

Eunji dan Baekhyun saling menatap seakan mengiyakan kata-kata Jongin.

“kalau begitu kalian jaga rumahku dulu, kami pasti takkan lama” ucap Baekhyun yang diamini Eunji.

“Mwo? Aku dan Soojung dirumah ini berdua? Apa kalian bercanda!!”

“Wae?” tanya  Eunji.

“hya bagaimana kalian membiarkan sepasang kekasih dirumah kosong berdua?” Jongin langsung menatap Soojung dan langsung menyilangkan tanganya di dadanya.

“Bagaimana kalau aku diapa-apakan Soojung?” tambah Jongin.

Soojung memebelalakan matanya dan menatap tajam Jongin.

“Hya Kim Jongin, harusnya aku yang khawatir karena aku wanita” protes Soojung.

“Ya kan ini berandai-andai” bela Jongin

“Haisshhh kau ingin mati hah?” Soojung mengangkat sebelah tangannya seakan ingin memukul Jongin.

“Hya hya lihat dia mengeluarkan sipat aslinya” ucap Jongin sambil menunjuk Soojung menggunakan jarinya.

Soojung yang tersadar langsung menurunkan tangannya dan langsung membenarkan posisi duduk dan rambutnya.

“Aigoo sekarang sipat putri kerajaanmu muncul, sungguh wanita berkpribadian ganda” ujar Jongin sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.

Sementara itu Eunji dan Baekhyun terkekeh melihat Soojung dan Jongin.

“Eonni pakai saja mobil Jongin” saran Soojung

“Mwo?Jung Soojung kau benar-benar. . .”

“DAEBAK!!” tambah Jongin lalu memberikan kunci mobilnya.

“Hyung noona pastikan kalian pergi yang lama agar aku dan Soojung bi. . . !”

Mendengar ucapan Jongin, Soojung langsung memberikan death glarenya. Yang membuat Jongin menghentikan kata-katanya  lalu mengalihkan pandangannya ke lain arah.

***

Joomyeon dan Baekhyun saat ini tengah berdiri di balkom kamar Dohyun dengan pandangan menuju kearah Eunji yang sedang menidurkan Dohyun.

“Aku minta maaf karena Dongsaengku membuat masalah seperti ini’

“Gwaenchansemnida” sahut Baekhyun

Joomyeon menghela napasnya lalu tersenyum Baekhyun yang mengetahuinya segera menyipitkan matanya karena tak mengerti dari senyum yang joomyeon tunjukan itu.

“Aku tak tahu kenapa Dohyun begitu suka pada Eunji, tapi sekarang aku mengerti. Dia terlihat seperti uri eomma”

Baekhyun mengalihkan pandanganya pada joomyeon dan tersirat sebuah rasa tidak suka pada kata-kata joomyeon barusan.

Joomyeonpun kini mengarahkan pandanganya pada Baekhyun, namun berbeda dengan ekspresi tidak suka Baekhyun, Joomyeon malah menatap Baekhyun dengan tatapan ramah. Joomyeon lalu menepuk bahu Baekhyun pelan.

“Tenanglah, aku bukan tipe orang yang karena rasa sayangku, membuat orang lain menderita. Dan aku tak mau hanya melihat dari sisi Dohyun, aku juga harus melihat dari sisi Eunji dan kau”

Deg!!!

Baekhyun terdiam mendnegar kata-kata joomyeon barusan, dia merasa apakah Joomyeon sedang menyindir dirinya ataukah itu hanya perasaannya saja karena dia terlalu sensitive.

Sementara Joomyeon meninggalkannya dan menuju Eunji dan Dohyun, Baekhyun hanya terdiam karena perkataan Joomyeon.

“Aku.. apakah aku orang seperti itu?”

Baekhyun menatap Eunji yang tampaknya tengah menepuk-nepuk tangan Dohyun yang tertidur dengan joomyeon yang berdiri didepannya.

“Dia begitu mudah tertidur, selama ini dia susah sekali kalau aku suruh tidur” ujar Joomyeon.

Eunji tersenyum mendengar  perkataan Joomyeon tersebut.

“Aku dengar kau akan pulang ke jepang” Tanya joomyeon dan Eunjipun mengiyakan.

“Dohyun sangat sedih mendnegar kau akan pergi”

Eunji kemudian menatap wajah Dohyun dan terlihat ekspresi sedih di wajah Eunji.

“Dohyun mengatakan agar aku menahanmu pergi dan mengatakan agar aku merebutmu dari pacarmu”

Eunji tersenyum “Benarkah?”

“lalu apa yang kau katakan?” lanjut Eunji

Joomyeon kemudian mendekati Dohyun dan mengusap kepala Dohyun lembut.

“Maaf karena Oppamu ini harus jadi orang baik jadi Dohyun bisa bangga mempunyai oppa sepertiku. Jadi aku takkan melakukannya!”

“Dohyun begitu beruntung punya kakak sepertimu!”

“Akulah yang beruntung mempunyai adik seperti dia, kadang aku berpikir bahwa sampai kapan aku bisa menjaganya. Dan selama aku masih bisa menjaganya, aku akan menjaganya sampai ada seorang pria yang akan membawanya dariku. Bukankah semua kakak laki-laki akan bersikap seperti itu pada adik perempuannya”

“Aniya, dia berbeda” guman Eunji pelan yang entah kenapa tiba-tiba saja dia teringat pada Hoya.

“Eungh” sahut joomyeon yang samar-samar mendnegar gumanan Eunji barusan.

“MWo?. .  ah aniya, aku hanya sedang mengantuk” bohong Eunji dan terlihat kikuk.

“Kalau begitu pulanglah, karena aku tak enak pada pacarmu”

***

Larut dalam pikiran masing-masing, itulah yang kini terjadi pada Eunji  dan Baekhyun. mereka kini tengah teringat pada kata-kata Joomyeon.

Eunji lalu menghentikan langkahnya yang mmebuat Baekhyun juga menghentikan langakahnya dan beralih menatap Eunji.

“Oppa, aku ingin langsung ke Jepang!” ujar Eunji dengan ucapan yang bergetar.

Baekhyun mendekati Eunji dan segera memelukanya.

“Mianhe Jongmal Mianhe! Aku pikir semua perbuatanku benar, tapi sekarang aku sadar kalau aku salah.”

Eunji tak mengerti kearah mana perkataan Baekhyun barusan. Eunji hendak mengatakan sesuatu, namun Baekhyun segera melaranganya.

“Diamlah dan hanya dengarkan aku”

“Aku tak tahu bahwa aku akan menyesali perbuatanku, aku pikir aku takkan pernah menyesalinya. Tapi aku salah, karena sekarang aku menyesal. Dulu seharusnya aku tak menahanmu disini, karena hal itu aku kini berpikir bahwa aku adalah orang jahat yang menghalangi orang tua bertemu anaknya. aku juga seharusnya tak melihat hanya pada sisi kau saja, tapi juga melihat dari sisi kedua orang tuamu dan Hoya”

Eunji melepaskan pelukan Baekhyun dan alngsung menatap Baekhyun dengan ekpresi bingung.

‘Wae? Kenapa oppa mengatakan hal seperti ini?”

“Eunji-ya aku malu bertemu dengan Hoya dan bahkan aku malu bertemu kedua orang tuamu. Aku malu karena aku sudah mengkhianati persahabatanku dan Hoya Hyung. Aku juga tak seharusnya . . “

Baekhyun menghentikan kata-katanya sejenak sambil menatap Eunji seduktif

“Menyukaimu! karena ini salah”

Eunji terhentak mendengar kata-kata Baekhyun, dengan mata yang terus berkedip seaakan ingin menangis

“Eunji-ya  besok aku akan mengaku pada Hoya bahwa kau bersama denganku selama ini. aku akan meminta maaf padanya, dan aku juga ingin kau tak mengatakan apapun tentang kita”

“Apa maksudmu? Aku tak mengerti!”

“Aku tak mau menyakiti perasaan Hoya Hyung dengan mengatakan bahwa kita berpacaran! “

Deg!!!

“Kau begitu memperdulikan perasaan Howon Oppa, tapi kenapa kau tak memperdulikan perasaanku. Apa kau sudah memikirkan kalau perkataanmu barusan juga menyakitiku juga?”

Baekhyun lantas memegang kedua bahu Eunji.

‘Eunji-ya aku mohon, karena jika dia tahu aku akan lebih bersalah apdanya, jadi aku mohon aga r kau bersikap seakan aku ini hanya sebatas teman oppamu!”

Eunji menepis tangan Baekhyun dari bahunya, lalu dai menatap Baekhyun dengan tatapan tajam dan penuh kekecewaan.

Baekhyun kemudian melepaskan cincin miliknya, dan menaruhnya dikedua tangan Eunji.

“Mianhae!”

Baekhyun menaiki tangga dan meninggalkan Eunji yang kini sudah berjongkok sambil menundukkan kepalanya.

“Mianhae, aku harus melakukan ini!”

Didalam rumah kini Soojung dan Jongin tengah menonton Televisi, kemudian mereka menatap kearah Baekhyun yang baru saja datang.

“Dimana Noona?” tanya Jongin, namun tak ada sahutan sedikitpun dari Baekhyun yang membuat Jongin dan Soojung saling menatap.

Mereka pun bergegas pergi keluar, karena mereka kira Baekhyun dan Eunji bertengkar gara-gara joomyeon.

“Noona!” panggil Jongin yang melihat Eunji berjalan menaiki tangga dengan lemas.

Eunji menengadahkan kepalanya, lalu menatap Jongin dengan tatapan sedih. Jongin dan Soojung semakin khawatir kalau-kalau tebakan mereka benar.

“Noona ada apa? kenapa kau seperti ini?”

Tanpa menjawab perkataan Jongin, Eunji langsung menangis dan semakin membuat keduanya khawatir.

“Eonni ada apa?”

Eunji langsung memeluk Soojung dan menangis tersedu.

***

Flashback

Eunji POV

‘Tin tin!!!

Aku menoleh kearah belakangku dan ternyata ada sebuah mobil yang baru saja datang.  aku menajamkan penglihatanku untuk mengetahui siapa pengemudi mobil tersebut.

“Oppa!” panggilku senang karena ternyata itu adalah Howon oppa.

“Owoooo!” pandangaku penuh kekaguman pada Mobil Howon oppa

“APa kau suka?” tanya nya dan aku mengangguk.

“Kau membeli mobil baru?”

“Aniya ini untukmu”

Mataku terbelalak mendengar perkataannya, aku tak percaya ini. ah tapi oppa pasti bercanda karena begitulah dia. selalu menipuku dan akhirnya aku dibuat kecewa karena kebohongannya.

Aku menyipitkan kedua mataku dan langsung merangkul lehernya sampai howon oppa menunduk.

‘Kya jangan mempermainkanku seperti itu” ujarku sambil tertawa.

Howon oppa lantas melepaskan tanganku dari lehernya dan menatapku dengan tatapan serius.

“Ini pemberian abeoji. Dia memintaku memberikannya padamu dan menyuruhku memilihkannya sesuai dnegan sleramu”

“MWo? Abeoji? Dia pulang?”

“Hemh” sahut Hoya sambil mengangguk.

‘Ayo temui dia!”

“Dimana?”

“Dimana lagi, dirumah!”

Aku menatap Howon oppa, dan dia tahu bahwa aku akan menolak ajakannya seperti yang sudah-sudah.

Eunji Pov End

 

Eunji menatap gerbang rumahnya dengan tatapan ragu, berkali-kali dia menelan ludahnya. Hoya yang mengetahuinyapun langsung menggenggap tangan Eunji.

Hoya tersenyum begitu lembut pada Eunji dan entah kenapa itu seperti memberikan sebuah kekuatan pada diri Eunji.

“Ayo masuk” ajak Hoya sambil menarik tangan Eunji memsuki rumah mereka.

“Oppa bisakah kau melepaskan tanganku?” pinta Eunji yang membuat Hoya tersadar dan langsung melepaskan tangannya.

Dengan wajah malu, Hoya pun menggaruk kepalanya yang tidak gatal dan langsung mengatakan bahwa dia akan embuat minum untuk Eunji lalu  mencari tuan.Lee.

Setelah Hoya pergi,  Eunji kini mengarahkan pandangannya keseluruh sudut rumahnya seakan dia melihat kenangan-kenangan saat dia tumbuh disana.

Eunji berjalan menyusuri rumahnya, dan tanpa sadar dia kini sudah berada di depan pintu kamarnya.Eunji membuka pintu kamar miliknya, lalu memasukinya. Dia tersenyum saat melihat  semuanya masih sama seperti dia tinggalkan dulu dan memutuskan tinggal diasrama.

Eunji menuju tempat tidurnya, lalu dia duduk diatasnya. Eunji mengusap bantalnya dan boneka jerapah yang Hoya pernah berikan padanya sewaktu dia kecil.

Dia kini teringat pada perkataan hoya saat memberikan boneka jerapah itu padanya.

‘Jerapah memiliki leher panjang jadi dia bisa melihat lebih tinggi dari kita. Dan semoga saja jerapah ini bisa melihat surge dan memberitahu pada appamu dan ibuku kalau kita merindukan mereka”

Eunji membawa boneka jerapahnya, lalu memeluknya. Dan kini dia pun mulai melangkah keluar dari kamar tersebut.

Tanpa disengaja Eunji mendengar sebuah keributan kecil, lalu diapun mendeketai arah asal keributan tersebut.

Kedua matanya membelalak saat melihat ternyata ornag yang engah bertengkar itu adalah kedua orang tua angkatnya.

Eunji melihat mereka bertengkar dari celah pintu yang tidak tertutup rapat.

“Kau sengajakan melakukan semuanya? Kenapa kau memberikan dia sebuah mobil?” Teriak Ny. Lee

“Kau tanya kenapa? Aku hanya ingin memberikannya, bukankah dia putriku?” jawab tuan Lee santai

‘Mwo? Putrimu katamu? Sejak kapan kau menganggapnya putrimu hah. bukankah alasanmu membawanya kesini karena kau ingin menyakitiku saja?” sewot ny. Lee

Tuan Lee terlihat frustasi, lalu dia pun menengadahkan kepalanya sambil berkaca pinggang.

“Hya, sudah berapa kali aku katakan, bahwa aku sudah melupakan semuanya. Aku sekarang menyayanginya seperti anakku sendiri!”

Plak!!!

“Jangan katakan hal itu, dia selamanya tak akan pernah jadi anakmu. Dia putriku dan Songjun” teriak Ny. Lee

Tanpa mereka sadr, kini Eunji yang tengah mendnegarkan percakapan merekapun menjatuhkan boneka jerapah yang dia pegang.

Eunji lantas memasuki ruangan itu dengan wajah yang blank.

“Apa ini? apa yang sedang kalian bicarakan?”

“Dan kenapa anda tahu nama appaku? Siapa anda” lanjut Eunji sambil menatap kedua orang tua angkatnya.

Nyonya dan Tuan Lee terlihat terkejut karena tak menyangka bahwa Eunji mendnegarkan semua percakapan mereka.

“KATAKAN APDAKU ADA APA INI?!!!” teriak Eunji.

“Baiklah aku akan menceritakan semuanya” ujar ny. Lee

“Kau itu putriku dan Songjun, aku terpaksa harus meninggalkanmu ka. .”

“Geumanhae!” ujar Eunji sambil menatap Ny. Lee tajam dan penuh kebencian.

‘Aku sudah tahu alsan kau meninggalkanku” jawab Eunji dengan suara gemetar.

“Mianhae” ucap Ny. Lee dengan suara gemetar juga

“Seharusnya aku tak meninggalkan kalian berdua. Kini Ny. Lee terjatuh dan menangis.

Tuan lee kemudian berjongkok dan hendak memegangi badan istrinya, namun langsung ditepis oleh ny. Lee.

‘Jangan pegang aku dnegan tangan kotormu, karena tanganmu itu aku harus jadi orang jahat untuk orang yang aku cintai!!” pekik Ny. Le sambil menangis.

Tuan Lee terdiam dia seakan menyadari kesalahannya dimasa lalu.Eunji memundurkan langkahnya, dia perlhan berjalan mundur lalu pergi dari sana.

Hoya yang sedang mencari Eunji, kemudan melihat Eunji yang berjalan dnegan pandangan yang kosong serta pipi basah, lantas menghampiri Eunji.

Di tariknya tangan Eunji, yang membuat Eunji menatap Hoya dengan mata basahnya.

“Wae? Kau kenapa? Apa eommanim membuatmu menangsi lagi?” tanya hoya khawatir.

“Oppa, dia bilang dia ibuku. Bukankah ini konyol!” ucap Eunji sambil mencoba tersenyum.

“Jadi kau sudah tahu?”

Eunji kembali menatap Hoya, namun kali ini dengan tatapan tak percaya.

“Jadi kau tahu?selama ini hanya aku yang tak tahu? . . “

Eunji tertawa tak mempercayai semua hal yang dia alami saat ini. Hoya lalu menarik tangan Eunji dan mengajaknya kesuatu tempat.

***

Kini Hoya dan Eunji tengah terdiam di tangga dengan bianglala besar dibelakang mereka.

“Ceritakan apa saja yang kau tahu!” ucap Eunji

“Baiklah, aku akan mulai menceritakannya” jawab Hoya.

Kini Hoya mulai bercerita tentang bagaimana tuan Lee atau appanya membuat ayah Ny. Lee atau kakek Eunji menjadi tersangka korupsi. Namun itu semata-mata hanya siasat keluarga tuan Lee agar dia bisa menikah dengan Ny.Lee. Ny. Lee yang waktu itu memang kawin lari dengan appanya Eunji akhirnya meninggalkan suami dan anaknya agar bisa menyelamatkan orang tuanya.

Eunji tak kuasa menahan air matanya setelah mendengar semua hal itu, dia menangis tersedu. Karena kenapa dia bisa menganggap orang yang membuat hidup keluarganya hancur.

“Aku bahkan menganggapnya sebagai appaku sendiri, tapi dia lah yang membuat keluargaku hancur!”

Hoya memeluk Eunji lalu menepuk bahu Eunji pelan.

“Mianhe Eunji-ya! aku minta maaf atas nama appaku. Dan lagi ayo kita pergi jauh dari sini dan tinggalkan mereka. kita mulai hidup baru!”

Eunji melepaskan pelukan Hoya dan langsung menatapnya

“Apa kau pikir kita masih bisa melakukannya? Keluargamu membuat keluargaku hancur, dan kini kau menyuruhku untuk tetap menganggapmu keluargaku? Apa kau gila?”

Eunji berteriak sewaktu mengatakan kata gila, dia lantas berdiri dan hendak pergi. Namun Hoya dengan cepat menahannya. Dan membuat Eunji kesal.

“Pergi dari hadapanku sekarang!” ucap Eunji.

Greb!!

Hoya memegangi kedua bahu Eunji dengan kuat sampai membuat Eunji meringis kesakitan.

“Hya lepaskan!!” ujar Eunji dengan nada tinggi.

“Lee Eunji dengarkan aku, aku memang ingin hidup denganmu sebagai keluarga, tapi bukan keluarga sebagai kaka-dan adik melainkan menjadi suami istri. Ini mungkin gila tapi aku beanr-beanr tak ingin kau terluka lagi”

Eunji membelalakan matanya, dia tak percaya dengan apa yang dia dengar dari mulut hoya. Dia tak menyangka hari ini begitu membuatnya sangat frustasi.

Eunji menyingkirkan tangan Hoya dari bahunya dengan kasar serta dengan tatapan tajam, dan setelah itu dia pergi tanpa mengatakan apapun.

Flashback end

 

TBC

‘-‘)/ hai *sambil lambai-lambai gaje.hhe

Hayo siapa yang nungguin Eunji ma Baekhyun?

Mianhae ya aku post part 9 agak telat abis aku ada gangguan kemarin-kemarin. u.u

dan besok part terakhir dari FF ini. hhe. . .

Pokoknya makasih buat yang selalu setia menunggu FF ini

90 thoughts on “I lived with crazy Yeoja Part 9

  1. ooooo jadi begitu ceritanya. makanya tuan lee sayang sama hyejin karna rasa bersalah. trus pengakuan dari maknya sama oppa tirinya juga yg bikin dia kabur… oke ngerti. lanjut! ^^

  2. ini ff keren banget aku suka kata akata awalnya Bahagia itu sederhana, yaitu saat melihat seseorang yang kau sayangi tersenyum bahagia

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s