Diposkan pada Baequeen

MY GIRL

tumblr_m77ck3TF7Y1qcsr5ao1_500_large (1)

Tittle : my girl
Author : @ismimeey
Length : drabble
1500+ words
Gendre : fluff (maybe?)
Cast :
– Kai
– Park Min Hyo
– Dio
– Byun Baekhyun
– Etc

cuapcuap author :
anyeonghasseooooo.. kali ini aku balik lagi dengan drabble dan main cast-nya si hitam nan seksi kim jong in. semua yang ada disini itu Kai pov ya..

ini ceritanya aku buat seringan mungkin (?) maklum aja kalo fluff-nya kurang, belum pernah buat ff fluff sebelumnya u,u

enjoy! happy reading 🙂

——————————————

Well, aku sangat bersyukur bisa menemukan gadis seperti dia, bahkan bisa mencintai dan dicintainya. Dia..Park Min Hyo adalah gadisku, biar ku deklarasi-kan ini kepada seluruh dunia.. bahwa ternyata Min Hyo juga sangat mencintaiku! Hm.. how lucky I am.

***

Park Min Hyo, dia adalah kekasihku. Gadis yang sangat aktif disekolah dan sangat supel, tak heran jika dia mempunyai banyak teman. Kami sama-sama aktif di organisasi osis, dan karena itu juga kami bisa saling mengenal dan bersama seperti sekarang ini.

Rambutnya panjang sebahu, lurus dan berwarna hitam, matanya berwarna cokelat, bibirnya tipis kemerahan. Dia mempunyai bentuk wajah oval, kulitnya putih tanpa bintik seperti orang asia, ayahnya memang asli orang korea dan ibunya orang jepang. Tapi matanya tidak terlalu sipit, ia mempunyai bentuk mata yang sama dengan ibunya, well aku sudah beberapa kali berbincang dengan mrs.Park alias ibunya itu.

Aku sangat menyukai pipinya yang berisi itu, pipinya sangat terasa lembut ketika aku cium dan pasti akan berubah warna kemerahan. Dan itu benar-benar lucu menurutku. Aku menyukai tawanya yang selalu terdengar sangat lepas, dia tipikal gadis yang tidak peduli akan ucapan orang lain.

Dia memang yang pertama untuk ku, dia gadis pertama yang mampu membuat jantungku berdetak abnormal, dia gadis pertama yang mampu membuatku nyaris disebut orang gila karena sering senyum-senyum sendiri ketika sedang membayangkannya, dia gadis pertama yang mampu membuatku sesak karena merindukannya, dan dia gadis pertama yang mampu membuatku jatuh cinta..

—————————

“kau bisa menaruh sawi itu dipiringku.”

Aku menyodorkan piring ku padanya. Kami sedang makan siang bersama dikantin sekolah, dan dia memesan sup siang ini. Aku melihatnya terus-menerus menyingkirkan sawi-sawi itu dipinggir mangkuknya. Aku tau dia memang tidak begitu menyukai sayuran hijau. Dan aku dengan senang hati akan menghabiskan sayuran-sayuran itu.

Dia hanya tersenyum, senyumnya memang benar-benar ramah. Matanya itu otomatis akan melengkung keatas seperti bulan sabit ketika ia tersenyum. Dan itu benar-benar manis. Makanya tak sedikit pria yang mengejar-ngejarnya, dia itu memang selalu ramah dan baik kepada siapa saja. Dan ada beberapa orang yang salah mengartikan kebaikannya itu, menurutku itu adalah salah satu kekurangannya.

Sebagai pacar aku tidak merasa diperlakukan berbeda dengan teman-temannya yang lain. Dia tersenyum dengan cara yang sama, entah itu terhadapku atau teman-temannya, dia juga tertawa dengan cara yang sama, dihadapanku ataupun teman-temannya. Kadang aku merasa ragu, apa dia benar-benar mempunyai perasaan yang sama denganku? Apa disini hanya aku yang mencintainya terlalu banyak?

********************

“aku benci olahraga!” keluhnya, ia melempar bola basket ditangannya dengan kesal lantas pergi kepinggir lapangan. Kali ini memang kami sedang berolahraga, dan dia lemah dibidang yang satu itu. Itulah kenapa dia tidak pernah menyukai olahraga.

Aku tersenyum tipis dan berjalan mendekatinya lalu berjongkok dihadapannya yang sedang duduk disalah satu bench pendek yang ada dipinggir lapangan.

“kau mau mendapat remedial lagi dari kim seongsanim, hm?” tanyaku lembut, aku mendongakkan kepalaku, menatapnya yang kini posisinya lebih tinggi dariku.

Dia cemberut, bibir merahnya maju beberapa centi dan pipinya juga Nampak memerah karena cuaca yang lumayan panas. Rambutnya ia ikat asal, meninggalkan beberapa helai yang jatuh dan menempel disisi wajahnya Karena keringat. Dan entah mengapa ia terlihat sangat cantik dimataku saat ini.

“aku tidak peduli dengan sibotak itu! Kau tau? Lututku nyaris patah
dan belum ada satu pun bola yang masuk, melompat itu melelahkan, asal kau tau saja!” omelnya tanpa menatapku. Dia mendengus lantas meremas ujung seragam olahraganya sebagai pelampiasan rasa kesalnya.

“aku bisa mengajari mu, ayolah berhenti marah-marah seperti itu. Kau tau? Kau terlihat menggoda dengan ekspresi marah mu.”
Dia langsung mengalihkan pandangannya kearahku lantas mencubit lenganku dan tersenyum geli. “yah.. apa-apaan itu? Dasar pria!”

Aku tertawa menanggapinya lalu ku tarik pelan tangannya agar dia bangkit dari tempat duduknya dan berhenti menggerutu seperti tadi.

“well, ini usaha terakhirku” ujar Min Hyo, tangannya ikut mengeratkan genggaman tanganku pada tangannya yang terasa sangat pas saat ku genggam.

—————————————————————–

“nah coba ini.. aaaaa.. bagaimana rasanya? Pasti lezat ‘kan?”

Well, aku benci melihat ini. Si gembul Dio yang sok baik menyuapkan sesuatu –entah itu apa kedalam mulut Min Hyo, dan gadis ku itu hanya tertawa lebar lalu memakannya. Ya, pemandangan seperti ini memang bukan baru sekali aku lihat, bukan kah sudah kubilang gadis ku itu supel dan kelewat baik, dan beginilah jadinya..

“waaa enak sekali, lain kali ajak aku kerumah mu ya, aku ingin belajar masak bersama ibumu.”

Aku melihatnya berkata sembari tersenyum manis, senyum yang selalu aku sukai, senyum bulan sabitnya, dan lagi-lagi dia juga menunjukkan hal favoritku itu kepada temannya.

“tentu saja..umma pasti akan senang.”

“well, kau juga sebaiknya belajar masak juga jangan hanya bisa makan seperti ini saja. Lihat! Pipimu bahkan semakin membengkak setiap harinya.”

Errrr..dan sekarang dia malah mencubit pipi Dio yang memang berisi itu. Dan si Dio gembul itu langsung berekspresi sok menggemaskan. Dan yang membuatku makin terbakar adalah mereka tertawa bersama-sama setelahnya. Dan aku benci melihatnya tertawa karena orang lain.

“hoyyy!!”

“tebak aku siapa.”

Seseorang tiba-tiba saja datang dan langsung menutup mata Min Hyo dari belakang. Min Hyo terlihat meraba tangan itu, dia kembali tersenyum. “oh! Baekhyun.. siapa lagi pria yang memiliki tangan selembut ini”

“katakan sekali lagi lalu akan menyumpal mulutmu dengan ini.”

Baekhyun mengacungkan semangkuk penuh sayuran kehadapan Min Hyo, membuatnya bergidig ngeri. Pria itu pun akhirnya duduk dihadapan Min Hyo dengan semangkuk sayuran yang dibawanya, jangan heran Baekhyun memang seoarng vegetarian.

“kupikir itu adalah sebuah pujian.” Ujar gadis ku. Ia memandangi Baekhyun yang terlihat sangat menikmati sayuran-sayuran itu.

“yeks.. apa rasanya itu semua, tidak kah itu pahit?”
Min Hyo menjulurkan lidahnya dan berlagak seperti ingin muntah. Dia memang sangat tidak menyukai jenis makan sehat yang satu itu, tak heran kalau berat badannya tidak pernah bertambah.

“tentu saja tidak. Ini adalah makanan terlezat.. yummy”
Baekhyun kembali memasukkan sesuap sayuran kedalam mulutnya, ia bahkan memejamkan matanya dan berekspresi seolah makanan itu enak sekali.

“aish..cobalah sedikit, mana sehat jika kau hanya memakan daging dan ikan saja?” Baekhyun menyodorkan sesendok sayuran dihadapan Min Hyo, sontak saja Min Hyo langsung menggelengkan kepalanya, dia bahkan sampai menutup mulutnya dengan salah satu tangannya rapat-rapat.

Baekhyun tertawa melihat tingkah Min Hyo lalu dia….. mengacak rambut Min Hyo sambil tertawa geli.

Well, hal itu sudah tidak bisa ku tolelir lagi! Aku benar-benar muak melihat mereka!!

*************

Seperti biasa, sore ini kami berjalan bersama menelusuri jalanan yang dipenuhi oleh dedauan kering yang gugur dan berakhir dengan berserakan ditanah seperti ini. Hari ini angin berhembus lmayan kencang, tapi gadis disampingku ini seolah tidak peduli dengan hal itu, dia terlihat asyik dengan ice cream ditangannya.

“bagaimana dengan tim basket mu? Kudengar kalian akan mengikuti kompetisi tahun ini?” tanyanya setelah ia menjilat makanan manis dan dingin itu.

“hmmm..” aku menanggapinya hanya dengan sebuah gumaman, jujur saja saat ini aku sedang bergelut dengan pikiranku tentang hubungan ini, hubungan yang kujalani dengannya.

“well, kuharap kalian bisa membanggakan nama baik sekolah, seperti tahun lalu.”

“hmmm..”

Lagi-lagi aku hanya menanggapinya dengan sebuah gumaman saja.
Kulihat dia sudah berdiri didepanku, wajahnya Nampak masam dengan bibir merahnya yang mengerucut.

“kau kenapa? Marah padaku? Hm?” Tanyanya kesal. Sepertinya ice cream itu telah habis dimakannya, terbukti dari tangannya yang sekarang bebas terlipat didadanya.

“tidak.” Jawab ku singkat, tanpa ekspresi apapun.

Dia maju beberapa langkah hingga jarak kami hanya tinggal selangkah saja. Lalu dia mendongak, menatap mataku, yah..tingginya bahkan hanya mencapai dadaku saja.

“kau marah.” Paparnya, ia terus saja memperhatikan wajahku tapi tak lama di langsung menunduk, kulihat dia menghela napasnya beberapa kali.

“ini tentang hubungan kita..”

Aku akhirnya bisa menemukan suara ku, dia kembali mendongak menatapku setelah aku membuka mulutku barusan.

“aku pikir aku ingin berhenti saja..”

Kini aku tidak sanggup lagi menatap matanya yang berubah sendu, aku tidak bisa melihatnya begitu..

“kenapa? Kupikir kau mencintai ku.” Ujarnya nyaris berbisik, suaranya sangat kecil seperti ikut terbawa dengan hembusan angin yang kian kencang. Aku bisa melihat rambutnya yang diikat itu terkibas beberapa kali.

Aku berdecak lantas menatapnya, “itu memang benar, aku mencintai mu..sangat mencintai mu malah.”

“tapi –aku tidak yakin perasaan ku ini benar-benar terbalaskan, aku pikir dihubungan ini hanya cinta sepihak saja. Aku yang mencintaimu terlalu banyak, dan itu sangat menyakitkan, jujur saja.”

“sebagai kekasihmu aku tidak melihat perbedaan apapun yang kau tunjukkan terhadapku atau teman-teman mu, kau tertawa dengan cara yang sama kepada mereka dan kau tersenyum dengan cara yang sama kepada teman mu ataupun kepadaku, terkadang malah aku berpikir kau juga memperlakukan aku sama dengan teman-teman mu. Aku berpikir bahwa berhubungan ini seperti sekedar status aja, tidak ada perubahan apapun kecuali status kita.”
Aku menghela napas setelah mengtarakan semua isi hatiku padanya.

“tidak –bukan begitu Kai..” gumamnya, ia masih menundukan kepalanya.

Tapi kemudian dia mendongak, kembali menatapku dengan tatapannya yang sendu. Dia meraih tangan ku dan berjinjit dihadapanku, meraih leher belakangku dan menempelkan bibir nya dibibirku. Rasanya manis dan hangat di tengah cuaca yang dingin seperti ini.

Ini adalah first kiss ku dengannya, ciuma pertama kami dan dia yang memulainya. Mata kami bahkan masih terbuka dan saling menatap satu sama lain. Kami hanya saling menempelkan bibir kami, ciuman yang sangat polos tapi benar-benar memberikan efek yang luar biasa, untuk sejenak aku mengalah dan membiarkan jantungku serasa berhenti untuk beberapa saat, saraf-saraf ditubuhku semuanya lumpuh total dan keadaan disekeliling ku Nampak berhenti sejenak, semuanya benar-benar hanya aku dan dia..Min Hyo

Ciuman kami hanya berlangsung selama beberapa detik, dia lalu menjatuhkan kepalanya dibahuku, mendekapku erat.

“pernah kah kau melihat aku mendekap mereka seperti aku mendekap mu seperti sekarang ini? Pernah kah kau melihat ku mencium mereka? Pernah kah kau melihatku menggenggam tangan mereka? Pernah kah aku memandang mereka seperti aku memandangmu? Mereka teman-teman ku, pastinya aku akan berlaku baik pada mereka. Maafkan aku jika sikapku selama ini membuatmu malah berpikir yang tidak-tidak kepadaku. Aku mencintai mu, Kai. Mana mungkin aku mau menjadi pacar mu jika aku tidak mencintaimu. Kumohon jangan berkata seperti itu lagi.. aku tidak mau kehilangan mu.”

Bisa kurasakan salah satu bahuku basah, dia menangis.. Min Hyo bahkan mencengkram seragam sekolahku.

“maaf kan aku..”

Aku membalas pelukannya, kenapa aku bisa sangat bodoh dan berpikiran sedangkal itu, oh! Sekarang aku merasa sangat menyesal. Mulai sekarang aku berjanji tidak akan meragukannya lagi seperti ini.

“janji tidak akan mengucapkan kata-kata seperti itu lagi?”
Dia melepaskan pelukannya lantas menatapku degan kedua matanya yang masih basah dan sembab.

Aku mengangguk dan tersenyum tipis, tanganku terulur mengusap pipinya yang agak basah itu.

“aku janji, maaf kan aku karena tingkah ku yang bodoh barusan.” Ujarku seraya mengusap pipinya.

Dia mengangguk, tak lama kulihat senyum bulan sabitnya muncul dan menular padaku, akupun kembali tersenyum.

“jika kau meninggalkan ku siapa lagi yang akan memakan semua sayuran itu ketika aku makan, siapa lagi yang akan mengajar kan ku yang sangat payah ini bermain basket, siapa lagi yang akan menggenggam tangan ku sehangat genggaman tangan mu. Well, aku tidak bisa membayangkan jika hal itu terjadi.”

Aku mengernyitkan alisku, “jadi kau berpacaran dengan ku hanya untuk memanfaatkan ku saja?”

Bisa lihat perubahan ekspresi diwajahnya, dia Nampak agak panic,

“yah.. kenapa kau berkata begitu. Tidak –bukan begitu maksudku. Ck, bagaimana menjelaskannya ya?”

Aku tersenyum geli melihat tingkah paniknya, matanya itu jelalatan kesana-kemari dan dia bahkan sampai mengigiti kukunya.

“ck, dengar.. aku mau menjadi pacarmu karena aku mencintaimu. Mungkin hal-hal tadi adalah bonusnya. Kau percaya kan padaku?”

Dia menatapku dengan tatapan penuh harapnya, aku terkekeh geli dan dia sekarang menatapku dengan bingung.

“yah..tidak perlu sepanik itu!”

Dia melotot dan langsung saja melancarkan serangan ‘cubitan maut’-nya disekiat perut dan lenganku.

“dasar menyebalkan!!! Rasakan ini!’’

Well, aku sangat bersyukur bisa menemukan gadis seperti dia, bahkan bisa mencintai dan dicintainya. Dia.. Park Min Hyo adalah gadisku, biar ku deklarasi-kan ini kepada seluruh dunia.. bahwa ternyata Min Hyo juga sangat mencintaiku! Hm.. how lucky I am.
.
.
.
.
.
. nah ayo gimana ceritanya? budayakan komen setelah membaca ya.

thanks for reading ^^

Iklan

Penulis:

its not about just a fiction but its how to express your feel from a fiction

47 tanggapan untuk “MY GIRL

  1. Seperti biasa, ff author memang slalu luarrrr biasa…
    crta ringan tp feelnya krasa bgt…
    tp jgn cepet puas ya sma smua pujian yg dtg,
    tetap smangat ya, q tnggu krya lainnya ya Baequeen… 🙂

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s