Ring

ring

Title : Ring

Main casts :

          Suho EXO

          Seohyun SNSD

Genre : Hurt, Romance

Length : Drabble

Rate : PG-13

~*~*~RING~*~*~

                Sepasang bola mata kecokelatannya menatap lurus pada cermin besar. Dimana ia melihat sebuah gaun putih membalut tubuhnya yang kurus. Ia cantik, memakai gaun yang sedemikian indah membuatnya merasa sempurna, kecuali tentang sebuah kenyataan bahwa sang kekasih yang seharusnya menemaninya mencoba gaun pernikahan mereka tidak ada di sini.

                Mengingat itu wajahnya tertekuk murung. Tuxedo putih yang seharusnya dicoba sang kekasih berakhir di tubuh manekin.

                Gadis itu berbalik, tak ingin menatap kilat matanya yang redup pada cermin. Dua orang petugas wanita berjalan di belakangnya. “Anda terlihat cantik dengan gaun itu nona.”

                Kenyataan bahwa bukan sang kekasih yang berkata demikian membuatnya tersenyum pahit. Ia mengganti pakaian lalu pergi dengan seorang supir yang telah menunggunya.

                “Anda ingin kemana nona? Pulang ke rumah atau ke kantor?”

                “Ke apartemen Suho.”

                Tak membantah ucapan majikannya, mobil itu kemudian berjalan, membelah jalan raya yang lumayan sepi. Tangannya bergerak menurunkan kaca mobil. Begitu sepasang bola mata kecokelatannya yang kian redup karena kecewa berkali-kali itu menangkap sebuah benda melingkar di jari manisnya, ia terdiam.

                Suho memberikan cincin itu padanya seminggu yang lalu. Di depan kedua orang tuanya dan orang tua Suho. Wajahnya yang seperti malaikat saat memakaikan cincin pertunangan mereka sempat membuat gadis itu lupa sebagaimana sering ia kecewa dibuat lelaki itu.

                Ia dan Suho dijodohkan, atas keinginan orang tua mereka yang ingin meneruskan hubungan bisnis. Ia tau jelas, keluarga Suho sangat membutuhkan bantuan perusahaan keluarganya. Ia tau, hanya itu alasan mengapa Suho rela bertukar cincin dengannya.

                “Aku sibuk Seohyun. Kita pergi lain kali.” Begitulah selalu respon Suho kalau ia mengajak lelaki itu menghabiskan sedikit waktu yang mereka punya. Ia tidak pernah melihat kilatan malaikat terpancar dari wajah Suho jika mereka sedang berdua, namun perasaan yang sudah tumbuh jauh di dasar hatinya memaafkan begitu saja sikap Suho.

                Namun dari semua kekecewaan yang ia dapat, yang tadi pagilah yang paling menyakitkan. Ia melihat cincin tunangan mereka terbungkus rapi dalam kotak dan disimpan di laci di kamar Suho. Suho sama sekali tak memakainya.

                Kenapa?

                Ia tahu kenapa.

                Karena, sejak awal rasa itu tidak ada untuknya.

                Karena memang rasa itu tak pernah ada, maka sudah sewajarnya Suho membiarkan Seohyun mencoba gaun pernikahannya sendiri.

                Memang begitu kan?

                Tidak.

                Suho keterlaluan.

                Kalaupun ia tidak mencintai Seohyun, tidak bisakah ia sedikit saja menghargai perasaan gadis itu? Apakah dengan menemaninya mencoba gaun pengantin ia akan kehilangan martabatnya?

                Bola matanya yang redup tertutupi kabut. Memikirkan betapa kasihannya dia, membuat air matanya berkumpul di pelupuk matanya. Ia meremas pakaiannya menahan rasa ingin menangis.

                Seohyun menghapus kasar air matanya saat merasakan mobilnya berhenti. “N..Nona..”

                Rasa sesak itu kembali berkumpul di dadanya. Mereka ada di jarak sekitar tiga meter dari apartemen Suho, tapi ia melihat namja itu sedang bersiap masuk ke mobilnya bersama seorang gadis.

                “Ikuti mereka.”

                Mata sipit supirnya sedikit melebar, tapi ia tetap menjalankan mobil sesuai perintah. Mereka mengambil jarak agak jauh dari mobil Suho, namun masih dalam jangkau pengawasan yang cukup. Seohyun hanya memperhatikan bagaimana mobil hadiah pemberiannya itu dibawa Suho bersama gadis lain. ia juga hanya memperhatikan saat mobil Suho berhenti di depan sebuah café lalu Suho dan seorang gadis yang dibawanya tadi keluar dengan sang gadis yang bergelayut mesra di lengan Suho.

                Seohyun tersenyum berusaha menutupi kenyataan bahwa hatinya sudah semakin hancur. Ia mengambil ponsel di dalam tas tangan yang dibawanya.

                “Halo? Suho-ya, kau ada dimana?”

                “Maaf Seohyun. Aku sedang ada pertemuan dengan klien penting.”

                Seohyun berdecih. Apa ia kelihatan begitu bodoh di depan Suho sampai-sampai ia berbohong begitu? Lalu apa semua alasannya yang bertemu klien itu begini adanya?

                “Benarkah? Tapi aku hanya ingin menyampaikan sesuatu.” Seohyun membuat jeda untuk mempersiapkan suaranya agar tidak terdengar bergetar. “Kurasa kita harus mempertimbangkan lagi pernikahan kita.”

                Jeda lagi. Entah bagaimana ekspresi Suho sekarang Seohyun tidak tau. Ia diam menunggu, namun tidak ada jawaban dari seberang telepon. “Sudah ya Suho, aku harus mematikan ponsel sekarang. Pesawatku akan segera berangkat.”

                “Tunggu. Pesawat? Kau mau kemana? Dan kenapa pernikahan kita batal? Apa karena aku tidak menemanimu mencoba gaunnya? Aku kan sudah bilang aku sibuk. Kau kenapa tidak bisa memberiku pengertian sedikit saja eoh?”

                “Aku membatalkannya bukan karena kau tidak mau menemaniku mencoba gaunnya. Aku hanya tidak ingin menjadi tidak bahagia pada pernikahanku nanti. Sudah ya.” Seohyun menutup teleponnya cepat sebelum Suho sempat menjawab.

                “Bandara incheon ajussi.”

                Seohyun menonaktifkan ponselnya saat itu juga. Punggungnya ia sandarkan pada jok mobil sementara pandangannya melayang jauh ke luar jendela. Itulah keputusan Seohyun. Ia akan meninggalkan Seoul dan melupakan semuanya.

                Tangannya yang menggenggam cincin pertunangan mereka ia ulurkan ke luar jendela. Pandangannya yang redup kini kosong. Bahkan kelembutan angin yang menyapu permukaan wajah pucatnya tak mampu membuat Seohyun bergeming. Tangannya membuka sedikit demi sedikit, membuka sepenuhnya hingga cincinya terjatuh. Entah kemana Seohyun tak peduli. Entah terbang dibawa oleh angin musim gugur atau hilang ditelan bumi, Seohyun tak ingin peduli lagi. Yang begitu ia yakini di dalam hatinya adalah….

“Dia tidak akan pernah mengorbankan kebahagiaannya

Demi hidup bersama orang yang tak pernah mencintainya “

END (dgn tidak elitnya -____-)

                Wokeh, ini pertama kalinya aku nulis drabble, so pasti ini aneh bgt -___- yasudahlah, kalo terlanjur baca komen ya🙂

Ini juga ada sequelnya dalam bentuk chapter, insya allah aku post hari kamis, liat respon kalian dulu deh ya, hehe…

 

32 thoughts on “Ring

  1. yaaah udah END z nc?
    mentang2 drable nc, authotnya mpe ngirit kta2 bgt….hehe

    o ia, itu kq Suho jd jahat gthu ch…kn ksian Seohyunnya…
    ok dc q mw bca lnjtn dr ff ini ya…
    bt author tetep smangat yaaa😉

  2. eonni!! suho nya kok jahat banget sihhh … ga apa-apa di fanfiction watak atau apapun dapat di ubah …. keep writing ne !

  3. Ping-balik: [Chapter 1] Between (Sequel of Ring) | EXO Fanfiction World

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s