NAUGHTY BOY (Chapter 2)

Tittle : NAUGHTY BOY (Chapter 2)

DD

Author : Dindong L.Kim (@adinda_elements)

Main Cast :

–          KIM JONG IN

–          HAN SOO SUN (OC)

Support Cast :

–          BYUN BAEKHYUN

–          OH SEHOON

–          XI LUHAN

–          D.O KYUNGSOO

–          PARK CHANYEOL

–          SEO SANG AKH (OC)

–          LEE HYO AKH (OC)

 

Cameo :

–          Bae Suzy (Miss A)

–          Akan bertambah sesuai chapternya

Genre : Romance ,Friendships, Comedy, Angst

Ratting : PG 16

Length : Chaptered

Disclaimer :

THIS FF IS MADE BY DINDONG L.KIM😀 all cast hanya saya pinjam untuk dijadikan pemeran di FF ini. PLAGIATOR ?? JUST GO AWAY ^_^ AND SILENT READERS ?? say bye to read my fic ^_^

^_^ ALUR IS PURE MINE J

Dindong Notes :

happy reading ajha ya ^^

Warning : Typo bertebaran (maklum saya juga manusia),, Cerita Gaje,, Alur juga kecepetan ^^

Preview Last Chapter :

“terima kasih Soo Sun-a. oh, kau boleh duduk disana” ujar Kaeun Saem sembari menunjuk sepasang kursi kosong yang berada di dekat jendela.

“Saem,itu kan kursinya—-” pendapat seorang yeoja harus terputus karena namja yang di sampingnya langsung membekap mulut namja itu. Soo Sun tak memperdulikan itu, ia tetap berjalan menuju kursi itu. Karena merasa tidak nyaman berada tepat di sebelah jendela, Soo Sunpun bergeser ke kursi sebelahnya.

“baiklah anak – anak, sebaiknya kita melanjutkan pelajaran kita” ujar Kaeun Saem membuat semua siswa menatap dan memperhatikan materi yang sedang diajarkannya begitupula dengan Soo Sun.

Ketika sedang asik memperhatikan pelajaran Kaeun Saem, tiba – tiba Soo Sun mendengar decitan kursi yang berasal di sampingnya. Dengan cepat Soo Sun menoleh dan mendapati orang itu ada disana. Duduk dengan peluh dan keringat yang membasahi seragamnya.

Ketika menyadari ada orang di sampingnya, orang yang berkeringat tadi menoleh dan ikut kaget melihat Soo Sun.

“Kau ???” ucap mereka bersamaan dengan nada yang cukup keras, membuat seisi kelas menatap kearah mereka.

Chapter 1

^_^ Chapter 2 ^_^

“YA.!! Han Soo Sun, Seo Sang Akh ada apa di belakang ??” Tanya Kaeun Saem. Soo Sun dan Sang Akh menggeleng serempak, Kaeun Saempun kembali menjelaskan materi pelajarannya begitupula dengan perhatian semua siswa kelas itu yang kembali memperhatikan Kaeun Saem.

Soo Sun menghembuskan nafas leganya, setelah itu ia menatap Sang Akh yang sedang membersihkan keringatnya dengan seragam sekolahnya. Bukankah itu menjijikan ?? bagaimana mungkin seorang yeoja masuk ke dalam kelas dengan cara memanjat dinding sekolah ?? bukankah itu terlihat seperti seorang pencuri ?? entahlah, Soo Sun tak ingin ambil pusing dan kembali menyimak materi pelajaran yang di terangkan Kaeun Saem.

-SKIP-

“Baiklah anak – anak. Untuk hari ini kita cukupkan materinya sampai disini dan Oh, Han Soo Sun. kalau kau kurang mengerti dengan materiku, kau bisa menanyakannya kepada….. Hmmm, kurasa kau bisa menanyakannya yeoja ini” tunjuk kaeun saem pada yeoja yang duduk tepat di hadapannya.

“tidak perlu Saem. Kurasa, semua materi yang saem berikan sudah tercatat jelas di otakku” balas Soo Sun mantap dan membuat senyum kaeun saem mengembang.

“oh, kalau begitu. Bisakah kau mengajarkannya pada yeoja yang duduk di sebelahmu ?? aku tidak yakin kalau dia memang mengerti dengan materiku” Sang Akhpun terbelalak dengan perkataan kaeun Saem.

“apa maksud saem berkata seperti itu ??” Sang Akh memukul meja di depannya dan langsung menampakkan wajahnya yang telah memerah dikarenakan emosinya yang telah mencapai puncak.

Kaeun saem hanya menyunggingkan senyum remehnya dan menatap tepat kearah Sang Akh. “bukankah aku benar ?? memang kau mengerti maksud dari ini ?? ini ?? dan ini ??” kaeun saempun menunjuk kearah rumus – rumus yang ia catat tadi. Nyali Sang Akhpun menciut. Sebenarnya, apa yang di utarakan oleh kaeun saem adalah benar.

“sekali bodoh, kau akan tetap bodoh. Jangan harap kau bisa meninggalkan posisi terakhirmu. Bodoh.” Sambung seorang yeoja yang di tunjuk oleh kaeun Saem tadi dengan nada yang sangat merendahkan harga diri Sang Akh.

Tangan Sang Akhpun terkepal dengan kuatnya. Soo sun yang melihat itu ingin sekali meredam emosi teman sebelahnya. Namun apa daya, dia sendiripun belum terlalu mengenal yeoja itu begitu pula sebaliknya.

Dengan gerakan cepat dan tanpa memperdulikan kaeun saem yang masih berada di kelas itu, Sang Akhpun langsung menghampiri yeoja yang telah mengatakannya bodoh. Dengan satu tarikan, iapun berhasil menggenggam kerah baju yeoja itu dan langsung mengangkatnya, membuat yeoja itu bangkit dari duduknya.

“kau” geram Sang Akh seraya menunjuk tepat di wajah yeoja itu. Sementara yang di tunjuk hanya bersikap seperti biasa dan hanya menyunggingkan senyum remehnya.

“wae ?? kau ingin memukulku ?? pukul saja sepuasmu ?? dasar wanita jadi – jadian tak berotak” kepalan tangan kanan Sang Akhpun hendak mencapai pipi mulus yeoja itu, sampai akhirnya kaeun saem bertindak.

“sudahlah Seo Sang Akh!!!!” bentak kaeun saem dan dengan pasrah Sang Akhpun melepaskan kerah baju yeoja tadi.

“lebih baik kau berhenti membuat keributan Seo Sang Akh!!! Mulailah mengejar semua ketinggalanmu, aku tidak ingin ada yang gagal dalam kelasku!!!” perintah kaeun saem dan jujur itu sangat menyakitkan bagi Sang Akh. Tanpa terasa olehnya, air mata kesedihanpun telah turun dari matanya.

“kalau aku gagal bagaimana ?? bukankah aku adalah seorang siswi bodoh yang naik kelas hanya karena uang ayah tiriku, dan sekalipun kau menyuruhku untuk belajar. Kurasa otakku ini tidak bisa menerima semuanya. karena” Sang Akhpun menundukkan kepalanya. Kedua bahunya mulai bergetar.

“KARENA SEMUA ORANG SUDAH MENYUMPAHIKU AGAR AKU MENJADI BODOH!!! TERMASUK IBUKU SENDIRI” dengan perasaan sesak dan penuh akan kesakitan, Sang Akhpun berlari keluar kelas. Menuju suatu tempat agar pikirannya yang sudah terlanjur kacau menjadi agak tenang.

Kaeun saempun hanya bisa menghembuskan nafasnya dengan kasar dan setelah semua bukunya rapi, iapun pergi dari kelas tersebut. Meninggalkan soo sun yang memiliki beribu pertanyaan tentang apa yang baru saja terjadi.

‘apa yang sebenarnya terjadi ?? bodoh ?? menyumpahi ?? tempat terakhir ?? Huaaaa >.< kenapa hari pertama sekolahku menjadi kacau seperti ini ??’ rutuk Soo Sun dalam hatinya sembari memukul – mukul kepalanya pelan.

-Naughty Boys-

“terima kasih atas perhatiannya dan gunakan waktu istirahat kalian dengan baik, Arra ??”

“Arraseo saem” teriak semua siswa serempak dan guru laki – laki itupun langsung keluar dari kelas mengajarnya. Dengan cepat, soo sun memasukkan semua bukunya kedalam tas dan segera berjalan kearah yeoja yang sempat beradu mulut dengan yeoja yang ada di sebelahnya –re : Sang Akh-

“Annyeong haseo” sapa Soo Sun sopan seraya membungkukkan badannya. Yeoja di hadapannya juga ikut menunduk.

“perkenalkan Han Soo Sun imnida. Neo ??”

“Nan ?? hmm, Bae Suzy imnida. Kau boleh memanggilku Suzy” balas suzy seraya tersenyum manis kearah soo sun. soo sunpun membalas senyum suzy tadi.

“jadi, apa yang membuatmu menemuiku ?? apa kau ingin menanyakan tentang materi kaeun saem tadi ??” tanya suzy dengan lembut.

“ah~~ aniyo. Hanya saja aku… eumhh,a—aku..”

“Sang Akh ??” tebak suzy dan itu membuat soo sun mengangguk.

“kau, jangan pernah berurusan dengan yeoja itu kalau kau tak ingin hidupmu berantakan” suzypun berbisik di telinga Soo Sun.

“maksudmu ??”soo sun bertanya secara polos, sepolos rusa yang baru saja di lahirkan ke dunia yang liar. Suzypun terkekeh mendengar pertanyaan soo sun.

“tidak mungkin aku menceritakannya. Butuh waktu yang lama bagiku untuk menjelaskannya agar kau mengerti. Yang jelas, kau akan tau kemudian” lanjut suzy seraya meninggalkan soo sun yang masih terdiam pada posisinya. Sebelum meninggalkan kelas itu, suzypun membalikan badannya.

“YA!! Soo Sun-ssi, apa kau ingin ke kantin bersamaku ??” Soo Sunpun berbalik dan menggelengkan kepalanya pelan. Melihat gelengan, suzypun kembali melanjutkan jalannya menuju kantin.

-Naughty Boys-

“ohh, jadi ini perpustakaannya ??” paham Soo Sun seraya menunjuk – nunjuk papan yang ada di atas pintu perpustakaan yang bertuliskan perpustakaan. -_-‘

“hmm, kurasa aku bisa mengingat letak – letak ruangan tadi” lanjut soo sun dan langsung memasukkan memonya ke dalam tas.

Seraya berjalan dengan santainya menuju gerbang utama SM High School, tanpa sengaja, lagi – lagi telinga Soo Sun mendengar suara yang tak enak di dengar oleh indera pendengar. Karena penasaran, Soo Sunpun berlari menuju sumber suara yang berasal dari gedung olah raga SM High School.

Setibanya di ambang pintu gedung olah raga, Soo Sunpun langsung mengambil posisi mengintip dan terlihatlah dua orang siswa SM High School sedang berdiri dengan jarak yang cukup jauh. Soo Sunpun menajamkan penglihatannya pada salah satu siswa dan ketika wajah siswa itu terlihat..

“bukankah dia yeoja yang waktu itu ??” batin Soo Sun yang masih mengintip dari balik pintu.

“KAU BAJINGAN OH SEHOON!!!” teriak siswa yang wajahnya diketahui oleh Soo Sun

“terima kasih atas pujianmu Lee Hyo Akh” balas siswa satunya yang ternyata bernama Oh Sehoon.

“oh, jadi namanya Lee Hyo Akh. Tunggu, kenapa namanya hampir sama dengan yeoja yang duduk disebelahku ?? atau jangan – jangan mereka saudara ??” batin Soo Sun dan “BRAKKK” tiba – tiba indera pendengarannya mendengar suara tabrakan antara tubuh manusia dengan sebuah benda yang cukup keras. Dengan cepat, Soo Sunpun membuyarkan lamunannya dan kembali terpaku dengan apa yang dilihatnya.

Hyo Akh.. dengan kasarnya ia menendang perut sehun, sampai – sampai namja itu terjatuh dengan tidak elitnya menabrak tiang ring bola basket. Bukannya membalas, sehun hanya mengeluarkan smirk khasnya. “that’s it ?? kukira kau bisa berbuat lebih” ungkap sehun seraya menghapus darah dari sudut bibirnya.

Melihat itu, Soo Sunpun meneguk salivanya dengan keras dan segera berlari meninggalkan gedung olah raga. “sekolah ini sungguh aneh” rutuk Soo Sun seraya berlari menuju gerbang SM High School.

-Naughty Boys-

“Seo Sang Akh, yeoja yang tidak sengaja kutabrak tadi pagi dan ternyata dia adalah teman sekelasku yang juga duduk tepat di sebelahku. Setelah insiden saling menghina tadi, ia tidak lagi kembali ke kelas” Soo Sunpun menyeruput sedikit tehnya.

“Lee Hyo Akh, yeoja yang beberapa hari yang lalu kupergoki sedang menghajar seorang namja yang bertubuh lebih besar darinya dan tadi ?? ia kembali bertindak brutal dengan menendang perut namja yang kalau tidak salah namanya Oh Sehoon, sehingga menyebabkan ada darah yang keuar dari mulutnya.” Soo Sun kembali menyeruput tehnya sampai habis.

“sepertinya kedua yeoja itu berbahaya. Lebih baik aku tidak berurusan dengan mereka” lanjut Soo Sun seraya bangkit dari duduknya.

Ketika Soo Sun hendak masuk ke dalam rumahnya, tiba – tiba matanya melihat seorang namja yang tempo hari telah ia marahi. Rasa bersalahpun kembali menyelimuti hati Soo Sun dan tepat pada saat namja itu hendak masuk ke rumahnya. Soo Sun memanggilnya..

“Jong In” panggil Soo Sun dan yang di panggil hanya memutar sedikit kepalanya agar dapat melihat sosok yeoja yang telah memanggilnya. Soo Sun menghela nafas cukup panjang dan langsung menghampiri kai.

“maaf.. Seharusnya aku tidak memarahimu kemarin” pinta Soo Sun seraya melihat kearah kakinya karena, ia tidak berani menatap langsung kearah kai. Takut, kalau – kalau namja itu tidak memaafkannya dan balik memarahinya.

“tatap aku” Soo Sunpun terbelalak kaget. Sungguh, suara dingin seperti ini sangat ia takuti.

Merasa perintahnya tidak di indahkan, kai kembali berucap.. “angkat kepalamu dan tatap aku” ucapnya dengan cukup keras dan itu membuat Soo Sun langsung menatap tepat kearah manik mata kai.

Kaipun mengeluarkan smirknya. melihat itu, perasaan takut mulai menghantui Soo Sun. ‘apa maksud di balik smirk itu ??’ batin Soo Sun dan iapun tersentak kaget ketika wajah kai mulai mendekat kearahnya. Ingin sekali rasanya yeoja itu berlari dari posisinya sekarang. namun apa daya, Tatapan kai sudah mengunci segala bentuk pergerakannya.

Dan ketika wajah mereka sudah berjarak 8 cm, Soo Sunpun menutup matanya. Pasrah akan apa yang dilakukan kai kepadanya.

“aku sudah memaafkanmu dan seharusnya yang meminta maaf itu aku bukan kau” bisik kai tepat di telinga Soo Sun dan ‘BLUSHH’ semburat merah muda memenuhi kedua permukaan pipi Soo Sun. dengan cepat, ia membuka matanya dan kedua telapak tangannya langsung menangkup sempurna kedua pipinya yang telah memerah. Kai yang melihat itu hanya terkekeh.

“kau pikir aku akan menciummu ?? begitu ??” cemeeh kai di sela kekehannya dan Soo Sun menanggapi dengan wajah kesal yang sengaja ia buat – buat supaya kai merasa bersalah dan meminta maaf kepadanya. Sungguh kekanakan sekali sikap yeoja itu.

“AUWWW” rintih Soo Sun ketika mendapati kepalanya di dorong oleh kai dengan telunjuknya.

“jangan pernah membuat ekspresi seperti itu lagi di hadapanku” perintah kai dan beberapa saat kemudian iapun masuk ke dalam rumahnya. Soo Sun melihat nanar kearah pintu kai, namun tatapan itu tak berlangsung lama. Karena, senyum manis andalan Soo Sun kembali mengembang.

“tidak akan” lirihnya dan langsung masuk ke dalam rumahnya.

-Naughty Boys-

“YAAA!! Apa ini ?? aku tidak mengerti sama sekali” rutuk Soo Sun seraya mengemut pensilnya. Setelah itu ia kembali larut dengan tugas matematika yang di berikan kaeun Saem tadi.

-20 minutes later-

Haruskah saya mendeskripsikan betapa frustasinya Han Soo Sun sekarang ini ?? oh baiklah, tapi kalian semua harus berjanji kepada dindong untuk meninggalkan jejak berupa komentar atau like. Arra ??

“padahal di sekolah tadi soalnya tidak separah ini” lagi Soo Sun merutuk. Dengan keadaan yang sangat jauh dari kata layak, Soo Sun selalu merutuki dirinya yang sama sekali tidak mengerti dengan semua tugas yang diberikan kaeun Saem.

Bola – bola kertas yang tergulung dengan sembarangan banyak berserakan dilantai rumah Soo Sun. ikat pinggang pemberian sullipun telah beralih fungsi menjadi ikat kepalanya. Menurut Soo Sun, itu membantunya dalam belajar. Tapi buktinya ?? kalian bisa bayangkan sendiri. Oh, jangan lupa.. Soo Sun juga sudah meminum habis 4 cangkir cappuccino sachet buatannya sendiri. Perfect sudah kehidupan yeoja itu sekarang.

neoui sesangeuro yeorin barameul tago

Ne gyeoteuro eodieseo wannyago

Haemarkge mutneun nege bimirira malhaesseo

Manyang idaero hamkke georeumyeon

Eodideun cheongugilteni

(Song By exo k – angel ^_^)

Tiba – tiba alat pendengar Soo Sun menangkap suara seseorang yang sedang bernyanyi. Karena merasa tidak asing dengan pemilik suara itu, Soo Sunpun bangkit dari duduknya dan langsung pergi keluar rumah. Meninggalkan segala tugas yang diberikan kaeun Saem. Setibanya diluar rumah, senyum Soo Sun mengembang ketika mendapati namja itu sedang bersenandung kecil bersama sebuah gitar, ditemani dengan semilir angin malam yang menghembus rambutnya lembut beserta bulan dan bintang – bintangnya.

Soo Sunpun menghampiri pembatas rumahnya dan rumah namja itu dan tanpa di komando siapapun, Soo Sun duduk diatas pembatas itu seraya berusaha untuk menikmati lagu yang dibawakan oleh tetangganya dengan cara menyenderkan kepalanya di dinding pembatas dan menutup matanya.

“KYAA!!!” pekik Soo Sun ketika dikejutkan oleh kai dan dengan reflek Soo Sun terjatuh kearah kai yang berada tepat di sampingnya. Oh, untung saja badan kai lebih besar daripada Soo Sun. kalau tidak, pasti mereka berdua sudah jatuh ke lantai.

“kau mengejutkanku” ucap Soo Sun seraya mencubit lengan kai yang sedang menahan badannya agar tidak terjatuh. Kai hanya tersenyum konyol dan langsung menurunkan Soo Sun dari tangkapannya atau itu lebih tepat dinyatakan dengan sebuah pelukan ?? entahlah..

“suaramu bagus Jong In-a” puji Soo Sun seraya menampakkan kedua jempolnya dan kai hanya menanggapi  dengan sebuah anggukan kecil.

“jadi, apa yang membuatmu keluar dari rumah ??” kai bertanya seraya meletakkan gitarnya diatas tempat duduk yang berada di depan rumahnya.

“suaramu” balas Soo Sun sakartis

“lagi ??”

“eummhh.. haruskah aku mengatakannya ??” Kai hanya menaikkan salah satu alisnya.

“well, kalau kau tak ingin menceritakannya juga tak apa. Lagi pula itu bukan urusanku ” kai mengambil gitarnya dan hendak masuk ke dalam rumahnya. Namun, pergerakannya terhenti ketika mendapati tangan mungil Soo Sun menahannya agar tidak masuk kedalam rumah. Tanpa dilihat Soo Sun, ternyata kai sedang mengeluarkan smirknya sekarang. Entah dikarenakan apa, sayapun juga tak tau -_- *Dindong tak bertanggung jawab*

“kalau aku menceritakannya, apa kau bisa membantu ??” Kai tampak menimang – nimang permintaan Soo Sun.

“tergantung” balas Kai dan langsung membalikkan badannya menghadap kearah Soo Sun.

“eummhh, aku,,,, a—-aku kesulitan dalam mengerjakan tugas yang di berikan guru matematika ku” jawab Soo Sun seraya menggaruk tengkuknya yang tak gatal. Sementara kai ??

“Apa ?? kau bercanda, bukan ??” Kai mencoba memastikan tentang perkataan Soo Sun yang tertangkap oleh indera pendengarnya. Hanya anggukan kecil yang mampu Soo Sun berikan sebagai jawaban atas pertanyaan kai. Melihat anggukan itu, Kai meremas rambutnya frustasi.

-Naughty Boys-

“jadi, kalau kau ingin mencari rataan dari data berkelompok seperti ini. kau bisa menggunakan cara ini, ini dan ini” tunjuk kai pada rumus – rumus yang telah ia tulis di buku Soo Sun. Soo Sunpun juga memerhatikan semua penjelasan kai dengan teliti.

“untuk memastikan kalau kau sudah mengerti, bagaimana kalau kau mengerjakan tugas yang di berikan gurumu ??” Soo Sun mengangguk dan langsung larut dalam soal – soal yang di berikan kaeun Saem. Sementara kai, ia hanya memperhatikan angka – angka yang ditulis oleh Soo Sun di bukunya. Kalau ada kesalahan dalam penulisan, Kai akan langsung memberitahukannya kepada Soo Sun.

“tepi bawahnya 44,5 bukan 50,5” kaipun mengoreksi kesalahan yang dibuat oleh Soo Sun dan yeoja itu menanggapinya dengan sebuah anggukan.

“bukankah cara pengkodean lebih tepat untuk menjawab soal itu” ujar Kai lagi.

-30 minutes later-

“jadi rataan nya adalah 35,5” Soo Sun bergumam kecil seraya menulis jawabannya diatas buku tugas miliknya. “akhirnya tugasku selesai juga” riang Soo Sun seraya menutup buku tugasnya dan kai tampak tersenyum melihat tingkah Soo Sun yang kekanakan itu. Namun tentu saja, senyuman kai itu hanya bertahan sepersekian detik.

“gomawo Jong In Saem” girang Soo Sun seraya membungkukkan sedikit badannya di depan kai. Kai pun membalasnya.

“apa kau sudah makan ??” Tanya Soo Sun dengan wajah polosnya dan jujur saja, dalam hati kai, ia sangat ingin mencubit kedua pipi bakpao milik Soo Sun saat ini.

“jong in ?” panggil Soo Sun lagi karena pertanyaannya tak kunjung di jawab kai.

Kaipun tersadar dari lamunannya dan hanya beberapa gelengan yang ia respond atas pertanyaan Soo Sun. senyum manis kembali dilontarkan Soo Sun. “apa kau ingin makan bersamaku ?? kebetulan ibuku baru mengirimkan makanan tadi siang”

“tidak terima kasih” balas kai dan wajah Soo Sun yang ceria berubah menjadi redup. Bak lampu terang yang baru dimatikan kontaknya >.< “ayolah, ini sebagai tanda terima kasihku karena kau sudah membantuku mengerjakan soal – soal ini” bujuk Soo Sun seraya menaik turunkan buku tugas yang di berikan Kaeun Saem tadi.

Kai menatap kedua bola mata Soo Sun lekat kemudian memegang bahu Soo Sun dengan cukup kuat. Membuat yeoja itu merinding ketakutan dan ikut membalas tatapan mata kai.

“a—apa yang kau lakukan ??” Tanya Soo Sun terbata dan kai membalasnya dengan sebuah seringaian. Soo Sunpun merasa terpojok dengan posisinya yang sudah menabrak dinding pembatas antara rumahnya dengan rumah kai.

“hahahaha” tawa kai pecah seketika karena melihat ekspresi takut Soo Sun. dengan tatapan yang ambigu, Soo Sun melihat kearah kai. Selang beberapa detik dari kejadian itu, Soo Sun mulai mengerti dengan kebodohannya.

“jangan tertawa” bentak Soo Sun dengan suara yang keras menurutnya, tapi tidak bagi kai.

“tidak, hanya saja ekspresimu itu sangat lucu. Aku tak bisa menahannya lagi” kekeh kai seraya mencoba untuk memberhentikan tawaannya.

Soo Sun mengerucutkan bibirnya kesal. “lebih baik kau makan sendiri saja. Aku tidak mau masuk ke dalam rumah perempuan malam – malam” ucap kai bijaksana seraya mengelus puncak kepala Soo Sun lembut. Membuat yeoja itu merasakan degup jantungnya lebih cepat dari biasanya.

“masuklah” perintah kai lagi dan langsung mendorong yeoja itu masuk ke dalam rumahnya.

“mimpi indah” lanjut kai ketika Soo Sun menutup pintu rumahnya dan Soo Sun hanya membalas dengan senyumnya.

Setelah pintu tertutup, badan Soo sun langsung merosot ke bawah. Ia mulai memegang dadanya yang berdentum sembarangan. ‘kenapa ini ?? apa yang terjadi padaku ??’

­­­­­-Naughty Boys

“tak buruk” ungkap kai pada saat mengambil gitarnya dan ketika ia hendak masuk ke dalam rumahnya tiba – tiba indera pendengarannya menangkap suara yang sangat ia kenali sedang memanggil namanya. Kaipun berbalik dan menghembuskan nafasnya kasar ketika dugaannya benar. Dia, dia disana dengan ransel yang bertengger di punggungnya. ‘kabur lagi ??’ pikir kai.

“Annyeong Kai” sapa orang itu dan kai hanya memutar bola matanya bosan.

“ada apa ??”

“aku ingin menginap di rumah mu”

­­-To Be Continued-

Okai, silahkan protes dengan kependekan chapter ini ^_^

Ya, saya buat chapter ini pendek karena masih ada side story yang harus di selesaikan ^_^

Dan side story itu sangat berhubungan sekali dengan ff ini.. jadi, untuk reader setia saya jikalau anda ingin membaca side storynya silahkan klik 2 link di bawah ini =)

=== ) Side Story one [Naughty Boys BaekSang]( ===

Untuk Side Story yang kedua, saya nunggu respond kalian dulu..

Baru saya share.. ^_^

Eummhh…

Sekali lagi, saya ingin mengucapkan terima kasih kepada :

                Clyms, ade, JiEun, Park Yi Seul, chonamkyo14, prenges eonnie, kai, Deborah sally, CHJ, Aini Ulfa, Chely Kim, kimsun217, luhanly, xoxo88, Znnisa~hunnie^^, Gradiswhirlwinds, Lyla kyungsoo {@ndioexo}, do180802, rae220315, angellkth, anadonad, Rim Goo, RubixCubeXi, Tasya, kimhyerin, L_amelia, Doona Oh”88”, anitanamira, novitanuphi, jae, heull0, linda, nay namika, Sandra Yuliana Tjeuw (@sandraTjeuw), Naya, Jung Sung Tae, Kim ah Ryin a.k.a Putri, Annabella, choijungri, noviaparadita, lina dan rinah

Eh ?? ternyata side story itu di beri password pemirsah.. kkk~~~

Dan bagi yang ingin mendapatkan passwordnya gampang sekali..

Pertama, kalian harus memberikan komentar dulu di chapter dua ini..

Kedua, setelah kalian memberikan komentar di chapter ini silahkan mention @adinda_elements

Ketiga, setelah kalian mention saya.tunggu beberapa saat dan passwordnya akan saya kirimkan melalui DM…

Mengerti ??

Annyeong ^_^

See You di chapter selanjutnya…..

Note : bukannya saya ingin sok – sok an karena pakai password, tapi di side story itu banyak kata – kata yang sangat tidak baik.. dan supaya ff itu tidak di block, makanya saya protect ^_^

100 thoughts on “NAUGHTY BOY (Chapter 2)

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s