[2nd-END] When Oppa’s Getting Jealous [Sequel Oppa & I]

994938_538494149562660_1224748944_n

Title                       : When Oppa’s Getting Jealous

Author                  : @ulfahanum1 (DreamGirl)

Main cast             :

  • Do Kyungsoo
  • Kim Hyang Gi
  • Kim Jeongmin

Support cast       :

  • Kim Joon Myun
  • Kim Jongin

Rating                   : PG-13

Genre                   : Fluff, Family, Romance

Length                  : Twoshot

COVER BY XIAO ART

Disclaimer           : Annyeonghaseyo. Aigoo, mian untuk semuanya karena baru bisa update chapter ini. Mian banget soalnya lagi mumet nih otak, ga bisa diajak kompromi untuk bikin Fanfic. Belum lagi sibuk ngurusin sekolah dan masalah pribadi yang bikin nih otah tambah kacau ga menentu. Mian kalau misalnya ceritanya gaje, banyak typonya, dll. Sebelumnya terimakasih karena udah mau baca Fanfic ini.

Happy Reading

Kyungsoo Pov

Setelah merebut Ponsel Hyanggi tadi, ia tiba-tiba saja berubah menjadi diam dan tidak banyak bicara. Sedari tadi ia hanya menyenderkan badannya kesandaran mobil dengan mata yang terus menatap kosong kearah jalanan.

gidae haedo joheul sarang ilgeoya joheun
ilman jantteug daga olgeoya
himdeun nareul jikyeo bara bwa jul han
saram, neoin geot gateun
gibun deuneun geol
I wanna make you mine

Hyanggi terlonjak kaget saat mendengar alunan lagu Esna – Bite My Lower Lips mengalun indah dari arah jok belakang. Dengan cepat ia melirik kearahku dan dengan ragu ia menoleh kekursi belakang, dimana ponselnya tergelatak indah.

“Hajima! “ bentakku tiba-tiba membuat Hyanggi mengurungkan niatnya untuk mengangkat panggilan diponselnya.

“N..ne..” ujar Hyanggi gugup dan kembali merubah posisi duduknya. Sekilas kulirik tangannya yang tidak bisa tenang. Saling meremas tangan satu sama lainnya. Menggemaskan.

“Wae? “ tanyaku ketus. Hyanggi menoleh kearahku kemudian menggeleng pelan sembari diikuti helaan nafas kecil.

“Cih..” desisku sembari menjulurkan lidah kearahnya.

Setelah cukup lama menghabiskan waktu diperjalanan, akhirnya kami berdua sampai dikediaman rumah Jongin.Aku tersenyum merekah dan melambaikan tanganku kepada sosok yeoja paruh baya yang menyambut kedatanganku dan juga Hyanggi.

“Kyungsoo-ya..” panggil yeoja paruh baya itu.

“Annyeonghaseyo Omoni..”sapaku dan melemparkan sebuah senyuman tulus. Jika melihat rupa beliau, tiba-tiba saja aku merindukan sosok Eommaku.

“Dimana Hyanggi? Bukankah kau bilang akan mengajaknya kemari? “ Tanya Nyonya Kim –Eomma Jongin-. Seketika dahiku mengernyit bingung, bukankah tadi Hyanggi sudah turun dari mobil dan mengikuti langkahku dari belakang? Dimana bocah tengil itu?

“Jweseonghamnida..” seru seseorang yang kuyakini adalah Hyanggi. Aku menoleh keasal suara, kudapati ditangan Hyanggi terpampang jelas ponsel genggam miliknya.

‘Kyungsoo bodoh! Seharusnya saat turun tadi kau membawa ponsel itu..’batinku seraya mendecakkan lidah kesal.

“Aigo, uri Hyanggi. Kau tumbuh dengan baik anak manis..” puji Nyonya Kim.

“Gomawoyo Omoni. Bagaimana dengan kabarmu Omoni? Kuharap kau baik-baik saja..” sahut Hyanggi diiringi senyuman manis.

“Seperti yang kau lihat Hyanggi.Ayo masuk, Jongin dan juga Joonmyun sudah menunggu kedatangan kalian sedari tadi. Cham, kalian belum makan apapunkan?“ ujar Nyonya Kim.

“Belum Omoni. “ jawabHyanggi cepat kemudian mengalungkan tangannya kelengan Nyonya Kim.

“Kajja Omoni..” ajak Hyanggi.

“Hah..” desahku pelan dan mengikuti langkahnya dari belakang. Sekarang aku merasa benar-benar bodoh karena tidak akan bisa memarahi ataupun melarang Hyanggi sibuk berkutat dengan ponselnya karena ia akan lengket bersama Eomma Jongin.

“Hyanggi-ah! “ sorak soraya terdengar begitu jelas digendang telingaku saat aku baru saja menjajakan kakiku dirumah ini. Joonmyun dan Jongin dengan sesegera mungkin menarik Hyanggi dan membawanya keruang makan.

“Oppadeul, lama tidak bertemu..” ucap Hyanggi dan meraih segelas air mineral diatas meja makan.

“Eoh..” angguk Joonmyun Hyung dengan cepat.

“Mwoya? Kalian baru saja tidak bertemu satu bulan. Apa itu lama? “ cemoohku membuat Joonmyun Hyung menatapku dingin.

“Mwol? Bukankah itu benar? “ belaku. Jongin terkekeh pelan dan menepuk-nepuk pelan pundakku berulang kali.

“Kau sensi sekali akhir-akhir ini Hyung, tidak dikampus tidak dirumah sama saja.”Celoteh Jongin.

“Majayo Oppa. Aku bingung dengan sikap Oppaku yang satu ini, tiba-tiba saja ia menjadi over protektif kepadaku dan ini sudah berlaku hampir seminggu lebih.” Timpal Hyanggi tiba-tiba.

“YA! “ teriakku kepada Hyanggi sembari menjitak pelan kepalanya.

“Appo..”ringis Hyanggi. Joonmyun Hyung yang duduk disebelah Hyanggipun dengan segera  langsung mengelus bekas pukulanku. Oh Tuhan, disini sepertinya lebih parah. Terlalu banyak yang melindungi dongsaeng kecilku.

Drrt..Drrt..Drrt

Suara getaran yang cukup keras sukses menarik perhatianku dari Hyanggi begitu juga dengan yang lainnya. Hyanggi menelan ludahnya dalam-dalam dan dengan ragunya mengambil ponsel miliknya yang sengaja diletakkannya diatas meja makan saat baru sampai tadi.

“Nu-“

“Kyungsoo-ya, kemarilah! Bantu Omoni sebentar..” belum sempat aku menyelesaikan ucapanku, tiba-tiba saja Nyonya Kim memanggilku untuk membantunya kedapur.

“Pigyeo Hyung. Pergilah temui Eommaku Hyung..”ujar Jongin dan mendorong kasar badan kecil dan lemahku ini.

Kyungsoo Pov End

Author Pov

Hyanggi menyeringai senang saat melihat punggung Kyungsoo sudah pergi menjauh dari sekitarnya. Dengan segera ia membuka pesan yang baru saja masuk kedalam ponselnya.

“Omo, ada 4 pesan dan ini semua dari Jeongmin..” lirih Hyanggi pelan.

From     : Kim Nampyeon

Byuin, aku merindukanmu. Ppyong~

 

From     : Kim Nampyeon

Hah, hari ini benar-benar membosankan. Benarkan byuin?

 

From     : Kim Nampyeon

Apa kau benar-benar dengan Kyungsoo Hyung saat ini? Kemana? Apa lama? Byuin, balas pesanku karena aku suntuk disini. Para Hyungdeul pergi bersama yeoja mereka. TT TT

 

From     : Kim Nampyeon

Byuin, neo jigeum oddiga? Nan neo bogoshiepoyo. Ppali dorawa byuin. Kumohon balas pesanku byuin. Jangan membuatku mati karena menunggumu Byuin.

Hyanggi terkekeh kecil membaca pesan-pesan bodoh dari namjanya dan dengan lihai Hyanggi membalas pesan itu. Jongin dan Joonmyun yang ada disamping Hyanggipun hanya bisa mengernyit bingung dan bertukar tatapan.

To           : Kim Nampyeon

Waeyo Jeongmin-ah? Mian karena terlalu lama membalas pesanmu dan maaf karena tidak mengangkat panggilanmu.Tadi tiba-tiba saja Kyungsoo Oppa merebut ponselku. Hah, mianhae Nampyeon. *bbuing bbuing*

Pletak!

“Akh! “ pekik Hyanggi kesakitan saat Jongin memukul kepalanya keras.

“Kenapa kau senyum-senyum sendiri yeoja manis? “ goda Jongin membuat Hyanggi dengan kewalahan menyimpan ponselnya.

“A..anio Oppa..” geleng Hyanggi cepat. Joonmyun tertawa geli menyadari rona merah muncul begitu saja dikedua belah pipi Hyanggi.

“Apa itu pesan dari namjachingumu?“ tebak Joonmyun.

“…..”Hyanggi hanya mengatupkan mulutnya tak mau menjawab pertanyaan dari Joonmyun.

“Hyanggi, jangan cemas. Jawab yang jujur saja, Oppa akan merahasiakan ini dari Kyungsoo..” bujuk Jongin begitu juga dengan Joonmyun yang mengiyakan ucapan Jongin.

“Janji? “ tanya Hyanggi hati-hati.

“Geurom, apapun untukmu yeoja manis..” sahut Joonmyun membuat Hyanggi melayangkan sebuah senyuman manis.

“Ne Oppa, pesan ini dari namjachinguku. Sebenarnya aku sudah lama berhubungan dengannya. Sudah menjelang 3 tahun dan hal ini sama sekali tidak diketahui oleh Kyungsoo Oppa..” ujar Hyanggi panjang lebar.

“Mwo?3 tahun? Daebak! Bagaimana bisa kau menyembunyikan hal yang luar biasa ini selama 3 tahun?” puji Jongin dan mengacungkan jempolnya ke udara.

“Aku sendiri tidak tahu kenapa aku bisa melakukan ini Oppadeul, dan sekarang aku harus melalui hari yang berat entah sampai kapan..” balas Hyanggi diikuti senyuman pahit.

“Wae? “ tanya Joonmyun heran.

“Musun soriya Kim Hyanggi? “ timpal Jongin bingung karena tidak mengerti dengan maksud ucapan Hyanggi.

“Kyungsoo Oppa berubah menjadi over protektif kepadaku Oppa seolah-olah ia tahu akan hubunganku dengan namjachinguku. Bahkan sekarang aku tidak bisa meluangkan waktuku dengan namjachinguku. Menyebalkan..” gerutu Hyanggi membuat suara gaduh serta gelak keluar begitu saja dari mulut Jongin dan Joonmyun.

“Oppadeul, bisakah Oppadeul membantuku kali ini? Kumohon..”tambah Hyanggi sedikit dengan nada memohon.

“Membantu apa? Jika tidak berat akan Oppa usahakan..”ujar Joonmyun tak keberatan.

“Memastikan apakah Kyungsoo Oppa tahu aku berpacaran atau tidak. Hanya itu..“ucap Hyanggi. Jongin dan Joonmyun saling bertatapan, sejurus kemudian mereka berdua mengangguk.

“Akan kami usahakan Hyanggi, demimu..”Jongin mengelus pelan puncak kepala Hyanggi dan tersenyum merekah melihat yeoja yang sudah dianggapnya seperti dongsaeng kandungnya sudah beranjak dewasa dan semakin manis.

“Tada~ Makanan datang semuanya..” sorak Nyonya Kim membuat semuanya bertepuk tangan riah. Sekarang semuanya sudah bersiap dikursi masing-masing begitu juga dengan Kyungsoo yang sudah selesai membantu Nyonya Kim dan kini tengah duduk tepat disebelah Hyanggi, meletakkan berbagai makanan kedalam piring Hyanggi.

***

Setelah selesai makan, kini Kyungsoo, Jongin dan Joonmyun duduk dikamar Jongin sembari bercengkrama berbagai hal sedangkan Hyanggi sibuk bersama Nyonya Kim membenahkan taman belakang milik Nyonya Kim yang dihiasi dengan warna-warni bunga.

“Omoni, bolehkah aku tahu apa nama bunga bewarna putih ini? “ tanya Hyanggi tiba-tiba kepada Nyonya Kim.

“Tulip, bagus bukan? “ jawab Nyonya Kim dan menghampiri Hyanggi yang sudah berjongkok tepat didepan kumpulan bunga tulip bewarna putih itu.

“Eoh, yeoppo..”angguk Hyanggi cepat.

“Kau tahu Hyanggi? Tulip putih ini melambangkan kesucian, bisa saja cinta yang suci atau berbagainya..” jelas Nyonya Kim panjang lebar dan ikut berjongkok disebelah Hyanggi.

“Cinta yang suci..” gumam Hyanggi dan entah kenapa ujung bibirnya tiba-tiba saja tertarik dan membentuk sebuah lengkungan manis.

Dari balkon kamar Jongin, Kyungsoo sibuk melihat dongsaeng kecilnya yang sepertinya sibuk melihat-lihat taman milik Nyonya Kim. Joonmyun dan Jongin yang awalnya sibuk dengan dunianya masing-masingpun akhirnya lebih memilih menanyakan sesuatu hal yang disuruh Hyanggi tadi.

“Hyung, apa yang kau lakukan? Melihat yeoja manisku hm?“ goda Jongin dan mendaratkan tangannya dipundak Kyungsoo.

Pletak!

“Yeoja manismu? Cih..” desis Kyungsoo pelan dan tertawa renyah.

“Dia yeojaku..” timpal Joonmyun tiba-tiba saja membuat Kyungsoo mendelik kesal kearah Joonmyun.

“Wae? Aku sudah lebih dahulu menyewa Hyanggi sebagai istriku nantinya..” bela Joonmyun.

“Mwo? Menyewa? Kau pikir dongsaengku apa Hyung? “  ucap Kyungsoo tidak terima.

“Aish, sudahlah. Kenapa jadi bertengkar seperti ini? Duduklah Hyung, jangan perhatikan Hyanggi terus. Biarkan dia bermain bersama Eommaku. Kau akhir-akhir ini terlihat begitu memperhatikannya Hyung..”celoteh Jongin dan menarik badan Kyungsoo hingga duduk dibangku yang ada dibalkon kamar Jongin.

“Akhir-akhir ini?  Maksudmu apa hm? Aku selalu memperhatikannya bodoh! Dan itu sudah berlangsung selama 3 tahun kurang..”dalih Kyungsoo membuat Jongin terdiam sejenak.

“Aigoo, kau ini kenapa Hyung?  Katakan sejujurnya kepadaku, apa ada yang salah didirimu kini? Apa ada sesuatu hal yang membuatmu merasa tidak nyaman atau apa? “ tanya Jongin.

“Sudahlah, kau ini masih kecil..Tidak perlu mengurusi diriku. Urusi saja dirimu..” seru Kyungsoo. Jongin mendengus pelan ditendangnya kaki Joonmyun yang ada disebelahnya, ini artinya ia meminta bantuan Joonmyun agar apa yang disuruh Hyanggi tadi terselesaikan dengan cepat.

“Jongin memang lebih kecil setahun darimu, tapi ia sudah berpikiran dewasa tidak sepertimu. “ timpal Joonmyun tiba-tiba. Jongin menghela nafas lega berbeda dengan Kyungsoo yang sudah menatap tajam Joonmyun.

“Kenapa kalian tiba-tiba saja jadi memojokkanku? “ sahut Kyungsoo tak terima.

“Itu hanya firasatmu saja Do Kyungsoo. Aku tidak memojokkanmu, aku hanya mengatakan apa yang aku lihat dan apa yang kurasa. “seru Joonmyun dengan suara tegas dan tampang serius.

“Kau masih bisa merasakan sesuatu Hyung? Kukira setelah kau putus dengan Jessica Noona kau akan  mati rasa, ternyata tidak..” cemooh Kyungsoo yang membuat Jongin mau tak mau tertawa keras akibatnya.

“Apa-apaan ini? Kenapa kau mengungkit-ungkit masa  laluku? “cuap Joonmyun tak terima.

“Memangnya kenapa Hyung?Apa ada yang salah? “ sahut Kyungsoo dan mengangkat bahunya dengan santai.

“Isshijak..” gerutu Joonmyun dan berancang-ancang akan memukul Kyungsoo dengan sekuat tenaganya.

“Mwoya? Geumanhae.“ ucap Jongin yang sebagai penengah.

“Jadi ke inti pokoknya saja Hyung, kurasa kau berubah menjadi over protektif kepada yeoja manisku. Kenapa kau melakukan hal itu Hyung? Yeoja manisku selalu mengirimiku pesan dan bilang kau selalu menyuruhnya cepat pulang.Wae geurae? “ cuap Jongin membuat Kyungsoo menatap dalam Jongin.

“Benarkah? Apa benar ia sering bertukar pesan kepadamu? “ Tanya Kyungsoo memastikan.

“Benar, jika ingin bukti aku bisa melihatkannya kepadamu Hyung. Jadi katakan yang sesungguhnya kepada kami berdua..”nasihat Jongin.

“Aku hanya merasa Hyanggi mulai menjauh dariku. Hanya itu..” jawab Kyungsoo bohong.

“Apa kau yakin?“ seru Joonmyun dan mengernyitkan dahinya bingung.

“…..” tak ada respon dari Kyungsoo karena kini ia tengah sibuk memikirkan sesuatu. Apakah ia harus memberitahu Joonmyun dan Jongin atau tidak sama sekali?

‘Hah, apa yang harus kulakukan? Apa sebaiknya diberitahu saja? Kami sudah lama bersahabat dan sepertinya aku harus memberitahunya..’ batin Kyungsoo dan menatap Jongin dan Joonmyun bergantian.

“Aku hanya ingin Hyanggi fokus pada pelajarannya..”

“Aku tidak ingin ia sibuk dengan namjanya….” ujar Kyungsoo diiriringi helaan nafas kecil diakhirnya.

“Darimana kau tahu ia sudah mempunyai namja Hyung? Apa kau yakin? “ cuap Jongin sedikit mendesak.

“Aku benar-benar yakin Kim Jongin karena aku pernah melihat Hyanggi jalan berdua dengan namjanya. “ Kyungsoo mendelik tajam kearah Jongin sembari menghembuskan nafas kecewa. Kecewa kepada Hyanggi.

“Apa dia tampan? “ pertanyaan bodoh keluar begitu saja dari mulut Joonmyun.

“Eoh.. “ angguk Kyungsoo cepat. Helaan nafas keluar begitu saja dari mulut Joonmyun, Jongin dan Kyungsoo.

“Aku juga cemas perhatian Hyanggi terbagi dan bekurang dariku Joonmyun Hyung..” dalih Kyungsoo. Joonmyun bangkit dari duduknya dan sekilas menatap mata Kyungsoo.

“Tidak usah cemas dan jangan berpirikan seperti itu Do Kyungsoo, sesayang-sayang apapun Hyanggi kepada namjachingunya, Hyanggi pasti lebih menyanyangimu. Bahkan lebih dari namjanya..” ujar Joonmyun dan menepuk pundak Kyungsoo berulang kali.

“Aku kebawah dulu, aku ingin menemui calon istri masa depanku..” canda Joonmyun dan tertawa geli.

“Mwoya? “ cibir Jongin yang dibalas Joonmyun dengan tatapan sengit.

‘Dan semuanya memperebutkan Hyanggi, memperebutkan perhatian Hyanggi. Lantas bagaimana denganku? Apa caraku yang seperti ini salah untuk mendapatkan perhatiannya?’ batin Kyungsoo dalam hati.

“Nado Hyung, aku ingin menemui yeoja manisku. Annyeong Hyung..” pamit Jongin dan segera meluncur pergi dari kamarnya sedangkan Kyungsoo hanya bisa melihat pemandangan dari atas balkon kamar Jongin. Ia terlalu malas mendengar bualan-bualan Joonmyun dan juga Jongin jika sudah berada disekitar Hyanggi.

“Hah..” desah Kyungsoo pelan dan terus menatap dalam Hyanggi yang ada dibawah sana.

Deg!

Jantung Kyungsoo berdegup kencang karena tiba-tiba saja Hyanggi menoleh kearahnya dan mata mereka bertemu. Mata bulat milik Hyanggi itu membesar pada awalnya, tapi lama kelamaan berubah menjadi sipit karena Hyanggi tersenyum kepada Kyungsoo.

Jantung Kyungsoo berdegup bukan karena ia suka kepada Hyanggi melainkan ia kaget dengan sikap Hyanggi yang tiba-tiba seperti itu kepadanya. Padahal setelah seminggu Kyungsoo berubah menjadi over protektif kepada Hyanggi, Hyanggi tidak pernah tersenyum kepada Kyungsoo. Yang ada hanya semburat rasa kekecewaan diwajah Hyanggi.

“….” Hyanggi melemparkan senyuman manisnya kearah Kyungsoo yang membuat Kyungsoo tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Bahkan untuk membalas senyuman Hyanggipun ia tak bisa.

“Dia tidak berubah..” lirih Kyungsoo pelan dan tersenyum kecut melihat Hyanggi yang kini sudah dipermainkan oleh Jongin.

Author Pov End

Hyanggi Pov

Drrt..Drrt..Drrt

Drrt..Drrt..Drrt

Aku mengambil ponselku yang ada disaku celana jeansku dan dengan segera membaca pesan dari Jongin Oppa dan juga Jeongmin.

From     : Jonginnie Oppa

Mission Complete Hyanggi~

From     : Kim Nampyeon

Mwoya? Kenapa kau hanya melakukan aegyo ketika kita saling bertukar pesan eoh? Isshijak! Awas saja kau besok Kim Hyanggi, aku akan membuatmu melakukan aegyo didepanku. Mehrong~

 

“Cih, jangan terlalu berharap begitu besar Kim Jeongmin..” cibirku kepada layar ponselku.

“Cham, Jongin Oppa bilang apa? Mission Complete? Omo! “ seruku sedikit kaget dan kini dari arah belakangku sudah bisa kudengar suara khas milik Joonmyun Oppa dan juga Jongin Oppa. Dengan lekas aku masukkan ponselku kedalam saku celana jeansku kembali dan beralih pada Joonmyun Oppa dan juga Jongin Oppa.

“Hyanggi-ah~~ “ panggil Joonmyun Oppa dengan suara kekanak-kanakan dan mengelus pelan kepalaku.

“Oppa! “ cetusku karena tidak suka diperlakukan layaknya anak kecil karena aku sudah duduk dibangku Sekolah Menengah Pertama kelas 2.

“Chagi-ya~ “ kali ini Jongin Oppa yang memperlakukanku seperti anak kecil dan ini sukses membuatku tidak bisa berkutik.

“Kim Jongin, kau ingin Eomma menelfon Soojung dan mengatakan bahwa namjachingunya sedang berselingkuh hm? “ ancam Nyonya Kim membuat tawa kami semua meledak.

“Oppa, apa maksud pesan Oppa tadi? “ tanyaku dengan hati-hati kepada Jongin Oppa.

“Apa yang kau suruh sudah kami kerjakan Hyanggi. “ jawab Jongin Oppa.

“Kyungsoo tahu kau sudah mempunyai namjachingu dan tahukah kau kenapa dia berubah menjadi over protektif kepadamu? “ potong Joonmyun Oppa.

“Jinjja? Mwo..mwonde Oppa? “ tanyaku gugup.

“Ia takut perhatianmu kepadanya berkurang begitu saja dan terbagi dua kepada namjamu dan Kyungsoo juga takut kau tidak fokus pada pelajaranmu..” jelas Joonmyun Oppa. Aku mengangguk-angguk paham dan sekarang rasa aneh tiba-tiba saja menyerangku. Aku merasa seseorang kini tengah menatapku dalam.

“Eoh? “ heranku saat melihat kearah balkon kamar Jongin Oppa. Disana, Kyungsoo Oppa berdiri dan menatapku dalam. Yang lebih parahnya tatapan kami saling beradu.

“….” Kulemparkan senyuman manisku kearahnya namun sayang Kyungsoo Oppa tidak membalas senyumanku.

“Cih..” desisku pelan kemudian beralih kepada Jongin Oppa dan juga Joonmyun Oppa yang terus mengusik kehidupanku.

***

Malam sudah menyapu siang dan kini waktunya bagiku  dan juga Kyungsoo Oppa pulang serta beristirahat sesampainya dirumah. Kyungsoo Oppa menggenggam tanganku erat kemudian berpamitan kepada Nyonya Kim, Joonmyun Oppa dan juga Jongin Oppa.

“Omoni, kami pamit pulang dulu. Ini sudah larut malam dan terimakasih karena sudah mengizinkan kami untuk menikmati hari ini. “ ujar Kyungsoo Oppa.

“Tidak apa Kyungsoo, Omoni sangat senang bisa melihat kalian bersama dirumah ini.. “ sahut Nyonya Kim membuatku mau tak mau tersenyum mendengarnya.

“Omoni, Oppadeul. Annyeong-gi jumuseyo geurigo jeongmal gomawo.” Pamitku kepada Nyonya Kim dan Oppadeul.

“Ne. Jaljayo uri Hyanggi. Annyeong..” balas Jongin Oppa dan Joonmyun Oppa kompak.

“Kajja..” ajak Kyungsoo Oppa dan menarikku lembut untuk menuju kemobil.

Sepanjang perjalanan menuju rumah lebih tepatnya dimobil, aku hanya diam seribu bahasa dan lebih memilih sibuk berkutik dengan ponselku. Sebenarnya masih ada keraguan dan ketakutan dihatiku saat memainkan ponsel ini. Takutnya tiba-tiba saja Kyungsoo Oppa merebutnya kembali dan menyitanya.

“Tidurlah, “ suruh Kyungsoo Oppa dengan suara pelan.

“Ne? Ne. “ jawabku dan menyenderkan badanku. Sekilas kulirik wajah serius Kyungsoo Oppa yang mengendarai mobil.

“Saranghae Oppa, jalja..” bisikku pelan dan menutup kedua mataku.

***

Cheongdam High School , 10.00 KST

Aku berjalan dengan wajah ditundukkan sekaligus menghindari tatapan mematikan dari para sunbaeku disekolah. Jujur, aku benci ini. Aku benci ketika seseorang menatapku tajam ataupun sesuatunya. Ah, dimana namja tengil itu? Bukankah ia berjanji akan menjagaku dari tatapan mematikan ini?

“Byuin! “ panggil seseorang. Aku terlonjak kaget dan langsung menoleh kebelakang. Kudapati sosok namjaku tengah tersenyum merekah kearahku.

“Selamat pagi menjelang siang Byuin..” sapa Jeongmin dengan wajah polos.

“Aish, jangan memanggilku Byuin disekolah! Berapa kali aku harus mengatakannya? “ gerutuku kepadanya.

“Arrasso, bagaimana dengan kemarin? Apa semuanya berjalan lancar? “ tanya Jeongmin dan mengalungkan tangannya dipundakku. Yap, dia memelukku sembari membawaku berjalan entah kemana.

“Eoh, geundae Jeongmin-ah..” ujarku ragu.

“Wae? Apa ada sesuatu yang terjadi? “ tanya Jeongmin dan menatapku dalam.

“Kyungsoo Oppa tahu perihal hubungan kita..” jawabku kepadanya.

“Baguslah..” seru Jeongmin santai dan mengacak pelan rambutku. Dan sepertinya semua orang senang mengelus ataupun mengacak rambutku.

“Cham. Byuin-ah, besok adalah hari minggu bagaimana jika pergi berkencan? “ tawar Jeongmin membuatku dengan cepat menelan ludah.

“Sepertinya aku tidak bisa Jeongmin karena besok aku akan pergi bersama Oppaku. “ tolakku halus.

“Lagi? Lantas kapan kau akan punya waktu untukku jika kau terus bersama Oppamu eoh? “ erang Jeongmin dan melepas rangkulannya. Matanya menatap tajam kearahku dan sungguh tatapan itu membuatku mati ketakutan.

“Pergilah bersama Oppamu dan jangan perdulikan aku! Apa itu yang kau inginkan? “ bentak Jeongmin lagi. Aku semakin terpojok oleh ucapannya dan sekarang aku tak mampu lagi menatap matanya karena takut.

“Cih, menyebalkan..” Jeongmin mendecakkan lidahnya kesal kemudian membalikkan badannya bermaksud akan pergi.

Grep!

“Kajimayo..” lirihku sembari menahan tangannya agar tidak pergi.

“Mwol? Lepaskan aku! “ teriak Jeongmin sedikit keras. Tapi aku malah mempererat menahan tangannya.

“Kajima Jeongmin, kumohon jangan seperti ini..” isakku dan tanpa terasa air mata yang sudah bergenang dipelupuk mataku tiba-tiba jatuh begitu saja.

“Maafkan aku, tapi semalam aku benar-benar sudah mengiyakan ucapan Kyungsoo Oppa.. Maafkan aku Kim Jeongmin. Jangan marah kepadaku ataupun seperti ini kepadaku..” tangisku pecah begitu saja tapi tidak ada respon dari Jeongmin. Biasanya disaat aku menangis, ia akan berusaha menenangkanku. Ya, semalam saat sudah sampai dirumah Kyungsoo Oppa mengajakku pergi hari Minggu.

“Nam..pyeon? “ isakku dan kuberanikan mendonggakan kepala. Mata yang tadinya menyiratkan kekesalan kini berubah  menjadi sendu dan aku suka akan hal itu.

“Hah, kau membuat hatiku luluh rupanya. Uljima byuin..” dalih Jeongmin dan menyeka air mata yang ada dipipiku.

“Kau sangat jelek ketika menangis byuin jadi jangan pernah menangis lagi. Arrasso? “ tukasnya dan mengacak pelan rambutku.

“Aigo, uri byuin..” Jeongmin menarik badan kecilku kedalam dekapannya dan sesekali menepuk-nepuk pelan puncak kepalaku.

“Kalau begitu, bagaimana jika seperti ini saja byuin? “ ujar Jeongmin tiba-tiba.

“Mwo? “ tanyaku yang masih sesegukan karena tangisah bodoh tadi.

“Besok kau akan kemana dengan Kyungsoo Hyung? “ tanya Jeongmin.

“Amusement Park. Wae? “ tanyaku balik. Entah kenapa aku merasakan hal buruk akan terjadi menimpaku.

“Geurae. Joha. Aku akan kesana juga besok, kau bisa membagi waktumu denganku dan juga Kyungsoo Hyungkan? Kau bisa mencari alasan nantinya untuk menemuiku ditempat yang tentunya jauh dari Kyungsoo Hyung tetapi tetap di Amusement Park. Otte? “ ujar Jeongmin panjang lebar.

“….” Aku bungkam seribu bahasa, tidak tahu harus menolak atau menerimanya.

“Annyeong, sampai bertemu di Amusement Park Byuin..” seru Jeongmin dan melangkah pergi meninggalkanku sendiri.

“Mwoya? Apa ini artinya aku menerima ajakan dia? Aish! Micheo! “ teriakku histeris sambil memukul-mukul kepalaku.

Hyanggi Pov End

Author Pov

Seoul, 09.00 KST

Hyanggi berjalan dengan langkah gontai keluar dari kamarnya. Dengan setelan hotpants, jacket denim dan juga sepatu converse ia mendekati Kyungsoo yang sibuk berkutat dengan ponselnya.

“Oppa, aku sudah siap..” seru Hyanggi membuat perhatian Kyungsoo beralih kepadanya.

“Eoh? Kau tampak tidak semangat Hyanggi..” ujar Kyungsoo sedikit curiga.

“A..anio Oppa. Nan gwenchana…” tutur Hyanggi dan tersenyum aneh kearah Kyungsoo.

“Geurae? Kajja..” Kyungsoo bangkit dari duduknya dan menggenggam erat tangan kecil Hyanggi.

***

Drrt..Drrt..Drrt

Hyanggi dengan cepat membuka pesan dari Jeongmin. Jantungnya tidak bisa berhenti berdetak cepat sedari tadi apalagi melihat ekspresi datar Kyungsoo yang sepertinya penasaran dengan sikap Hyanggi.

From     : Kim Nampyeon

Byuin? Kau sekarang dimana? Aku sudah sampai di Amusement Park. Aku berada ditaman dekat dengan air terjun. Aku akan menunggumu disini. Jadi bersenang-senanglah dengan Kyungsoo Hyung. Saranghae~ ^^

“Akh! “ Hyanggi mengerang kecil. Ingin rasanya ia lari dari kedua namja yang berharang dihidupnya ini. Ia bingung dengan apa yang akan dilakukannya nanti.

“Waeyo Hyanggi? Kau tampak frustasi..” tukas Kyungsoo yang awalnya sibuk mengendarai mobil.

“Anio Oppa, aku hanya merasa kesal dengan salah satu teman sekolahku..” jawab Hyanggo bohong.

“aah..” Angguk Kyungsoo pelan dan kembali fokus dengan jalanan didepannya.

***

Amusement Park, 12.00 KST

Hyanggi dan Kyungsoo berjalan-jalan mengitari lokasi Amusement yang begitu luas dan menakjubkan. Sedari tadi Hyanggi tidak berhenti-hentinya mengoceh didalam hatinya, ia merasa bersalah karena sudah mentelantarkan namjanya selama 3  jam disini dan ia juga merasa bersalah karena berpura-pura senang dengan yang dilakukannya bersama Oppanya.

“Hyanggi, ingin naik ini? “ tawar Kyungsoo sembari menunjuk Roller Coaster.

“Ne? Shireo Oppa..” geleng Hyanggi cepat.

“Oppa, aku ingin kekamar mandi sebentar. Bisakah Oppa menungguku di Café sana? “ seru Hyanggi dan menunjuk kea rah Café yang ramai dikunjugi oleh pengunjung.

“Geurom. Hati-hati ne? “ cuap Kyungsoo kepada Hyanggi. Dengan secepat kilat Hyanggi pergi meninggalkan Kyungsoo dan mencari keberadaan Jeongmin, namjachingunya.

Setelah 10 menit, berjalan kian kemari mencari tempat yang dibicarakan Jeongmin. Akhirnya, Hyanggi bisa menemukan Jeongmin yang wajahnya tampak begitu kusut.

“Jeongmin-ah! “ teriak Hyanggi dengan nafas yang tersengal-sengal.

“Byuin..” ujar Jeongmin pelan dan tersenyum kecut.

“Mianhae..” sesal Hyanggi dan duduk tepat disebelah Jeongmin.

“Gwenchana. Igo, minumlah Byuin. Kau pasti haus..” Jeongmin menyodorkan minuman kaleng kearah Hyanggi.

“Gomawo Jeongmin..” dengan cepat Hyanggi membuka minuma kaleng itu dan meneguk minumannya dengan cepat.

“Hah..” lenguh Hyanggi pelan dan menatap Jeongmin dalam.

“Mianhae, aku benar-benar merasa bersalah kepadamu Jeongmin..”  sesal Hyanggi lagi.

gidae haedo joheul sarang ilgeoya joheun
ilman jantteug daga olgeoya
himdeun nareul jikyeo bara bwa jul han
saram, neoin geot gateun
gibun deuneun geol
I wanna make you mine

Ponsel Hyanggi berdering keras dan hal itu sukses membuat Hyanggi dengan cepat mengangkat panggilan itu tanpa melihat terlebih dahulu siapa yang menelfonnya?

“Yeobo-“ jawab Hyanggi yang terpotong begitu saja.

“Kau dimana sekarang? “ suara berat dan khas seseorang terdengar begitu saja saat Hyanggi baru saja mengangkatnya.

“Aku masih dikamar mandi Oppa. Disini terlalu ramai..” ucap Hyanggi mencari alasan.

“Benarkah? “ tanya Kyungsoo memastikan.

“Ne Oppa, apa Oppa sudah mendapatkan tempat duduk untuk kita? “ tanya Hyanggi dan menggigit ujung bibirnya.

“Aku belum mendapatkan tempat duduk tapi…” ucap Kyungsoo yang sengaja digantungkannya diakhir kalimat.

“Tapi apa Oppa? “ tanya Hyanggi heran.

“Tapi aku mendapakan dongsaeng kandungku sendiri berbohong kepadaku! “ sambung Kyungsoo.

Deg!

Hyanggi menoleh kebelakang. Dipatinya Oppanya sudah berdiri dibelakangnya dengan tatapan mematikan. Ya, memang tadi saat Hyanggi berpamitan kepada Kyungsoo. Kyungsoo merasa ada yang mengganjal dengan Hyanggi karena itu ia rela mengekori Hyanggi.

“Annyeong dongsaeng..” sapa Kyungsoo dengan senyuman sinis.

“Op..pa..” ujar Hyanggi terpotong-potong.

“Hyu..hyung..” sama seperti Hyanggi, Jeongminpun kaget melihat Kyungsoo yang sudah berdiri dihadapannya.

“Jadi ini namjachingumu hm? “ celoteh Kyungsoo. Hyanggi menundukkan kepalanya, ia tidak tahu harus berkata apa lagi.

“Annyeonghaseyo Hyung, joneun Kim Jeongmin imnida. Aku namjachingu Hyanggi. Bangapseumnida Hyung..” Jeongmin dengan rasa gugup yang besar memperkenalkan dirinya.

“Kajja Hyanggi, kau ikut aku sekarang..” ujar Kyungsoo dan menarik lengan Hyanggi paksa.

“Wae geurae Oppa? Lepaskan aku Oppa! Oppa akan membawaku kemana eoh? Aku baru saja 15 menit disini bersama namjachinguku! “ bentak Hyanggi kepada Kyungsoo. Kyungsoo membulatkan matanya dan menatap Jeongmin tajam.

“Cukup Oppa! Aku benar-benar tidak mengerti dengan jalan pikiran Oppa. Arra Oppa, aku ini salah dan seharusnya aku tidak menjalin hubungan dengan siapapun karena aku masih kecil. Tapi bagaimana lagi eoh? Aku sudah terlanjur menjalaninya dan ini sudah berlangsung sekitar 3 tahun. Aku mencintainya dan juga menyanyanginya. Apa Oppa belum merasa puas dengan cara menyita waktuku bersamanya dan merubah diri Oppa menjadi over protektif kepadaku? Apa semua itu belum puas? Kumohon, biarkan aku menghabiskan waktuku bersama dia untuk hari ini. Jangan ambil lagi waktu yang seharusnya untuk namjachinguku. JEBAL! “ teriak Hyanggi. Ada genangan air dipelupuk mata Hyanggi yang siap-siap akan meluncur begitu saja jika dikehendaki oleh empunya.

“Hyanggi-ah..” lirih Kyungsoo kaget sekaligus tak percaya mendengar Hyanggi begitu kesal dan marah kepadanya.

“Hyung..” tutur Jeongmin dan berlutut didepan Kyungsoo.

“Hyanggi-ah, apa kau tahu kenapa Oppa seperti ini? Oppa cemburu karena perhatianmu terbagi. Oppa benar-benar cemburu! Apa kau tahu itu? “ balas Kyungsoo.

“Arra Oppa! Jangan seperti itu Oppa. Bagaimanapun kau tidak boleh cemburu kepadanya Oppa karena rasa sayangku lebih besar kepadamu dibanding kepadanya Oppa. Karena kau adalah Oppaku Kyungsoo Oppa..” seru Hyanggi. Hyanggi menyeka air matanya kasar.

“Hyung, jangan cemburu seperti itu. Dan kumohon, izinkan aku untuk menjadi namjanya dan melindunginya Hyung..” mohon Jeongmin.

“Oppa, jebal..” pinta Hyanggi dan menatap dalam mata Kyungsoo.

“Geu..rae. “ jawab Kyungsoo ragu awalnya.

“Neo! Kim Jeongmin-sshi, jangan pernah sakiti dongsaengku.” Nasihat Kyungsoo dan menepuk pelan pundak Jeongmin.

“Jin..jin..jinjja Hyung? Hyung! Gomawo! “ Jeongmin melompat girang dan memeluk badan Kyungsoo erat.

“Neomu neomu gomawo Hyung..” tukas Jeongmin kesenangan.

“Eoh..” jawab Kyungsoo.

“Hyanggi-ah, kemarilah. Biar Oppa bisa memeluk dongsaeng dan juga calon suamimu nanti..” canda Kyungsoo.

‘Lagipula, aku harus yakin dengan dongsaengku sendiri. Ia pasti lebih mencintaiku dibanding Jeongmin. Aku harus yakin akan hal itu..’ batin Kyungsoo dan memeluk erat kedua badan dongsaeng-dongsaengnya.

“Saranghae Oppa..” bisik Hyanggi lembut ditelinga Kyungsoo.

“Nado Hyanggi-ah..” sahut Kyungsoo dan mengecup pelan puncak kepala Hyanggi.

-THE END-

Note : Annyeonghaseyo. Maaf kalau baru bisa update yang chapter ini. :’) Maaf sekali ne? soalnya author lagi sibuk dengan sekolah, sibuk dengan permasalahan yang harus diselesain dan sibuk cari ide. Hah, menurut author endingnya bener-bener jelek deh.😥 Mian banget deh, soalnya author benar-benar dalam kondisi yang sulit baik fisik dan batin. Huahaha. Lagian author juga emang udah kebiasaan susah untuk cari endingnya. Mian ne? Nah, untuk Fanfic author selanjutnya, author mau minta pendapat kalian. Kalian mau He is Mine atau The Sense Of An Ending?  Kalau He Is Mine oneshot sedangkan The Sense Of An Ending chapteran dan ceritanya tentang kisah hidup author sendiri ditambah dengan imajinasi yang nauzubillah anjrit kacaunya. xD Mohon partisipannya~~

941501_537029313042477_1070507991_n req-he-is-mine

41 thoughts on “[2nd-END] When Oppa’s Getting Jealous [Sequel Oppa & I]

  1. senengnya…kyungsoo akhirnya nerima jeongmin sbg namjachingu hyanggi..tp ttp aku suka dengan 3 oppa hyanggi..mereka sayang banget sama hyanggi..
    ffnya seruuuun menarik…gomawo..^^

  2. HIYAAA!!! Akhirnya ini ff ending juga dan endingnyaaa bagusss banget! Dan kyungsoo akhirnya juga bisa menerima Jeongmin jadi namjachingu donsaengnya. Sebenernya kasian juga sih ya si Kyungsoo tapi gapapa deh kan udah ada aku #PLAKK hehe.

    Hmm.. kalo ff selanjutnya aku lebih milih yang He Is Mine! Ada kyungsoo nya sii😄 semoga ceritanya juga tentang kisah hidupku ya thorr biar feelnya dapet wkwkwk. Author jjang!! Fighting!!

  3. Kyaa kenapa harus end.. aku masih suka membaca ff ini thor..
    Buat next ff terserah aja asalkan ceritanya seru..
    Next ff Fighthing!!!

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s