I lived with crazy Yeoja Part 10a

liieeee

Title                 :  I lived with crazy Yeoja Part 10a

Author                        : Park Hana

Cast                : Byun Baekhyun, Jung Eunji.

Other cast      : Find by your self

Genre             :  Comedy romance family

Length           : Chapter

Rating            : G

Warning         : Typo dimana-dimana!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

Summary       :  Perempuan itu membuat kepalaku pusing, semua kelakuannya abnormal.  Sungguh tak seperti perempuan, tapi itu yang membuat dia berbeda. Sipat tak tahu malunya, cara bicaranya yang seperti preman dan lagi tertawanya. Dialah yeoja gila yang tinggal dirumahku.

After time passed

Eunji menatap getir  dua buah cincin yang ada di telapak tangannya. Dia menghela napasnya berat lalu menaruh kedua cincin tersebut diatas meja dengan sebuah surat yang sudah dia siapkan sebelumnya.

Eunji kemudian melangkahkan kakinya keluar dari kamar yang beberapa lama ini dia tinggali. Terlihat rasa sedih di wajah Eunji, namun tak ada alasan lagi bagi dia untuk tetap disana, itulah pikirannya.

Kini eunji mengarahkan pandangannya pada seluruh sudut rumah, dia tersenyum getir, mengingat semua kenangannya disana. kenangan yang begitu indah untuk nya, tapi dia harus berakhir seperti ini.

Eunji menghampiri kamar Baekhyun, lalu menggerakkan tangannya untuk memegang pintu kamar tersebut.

“Oppa mianhae karena aku harus pergi tanpa mengucapkan selamat tinggal padamu!”

Guman Eunji sambil menahan tangisnya dan memegang pintu itu.

Tak beberapa lama, dia pun beranjak dari sana namun setelah kira-kira dua langkah diapun menoleh lagi.

“Selamat tinggal Byun Baekhyun”.

Setelah itu Eunji berjalan menuju luar, yang dimana kini Jongin dan Soojung tengah menunggunya.

“Apa noona yakin akan pergi diam-diam seperti ini tanpa memberitahunya?” tanya Jongin.

Eunji tidak menjawab, dia hanya mengangguk. Soojung lantas menghampiri eunji lalu memeluknya.

“Eonni, aku harap kau mengambil keputusan yang tidak akan pernah kau sesali”

Soojung melepas pelukannya dan menatap Eunji lalu tersenyum.

“Gomawoyo Soojung-ah” Guman Eunji pelan dan lirih.

“Ayo naik noona, pesawat akan berangkat pukul 6.00 dan ini sudah pukul 5. Kalau tidak segera berangkat maka kita akan terlambat”

Eunji mengangguk, lalu mulai masuk mobil Jongin. Didalam mobil, Eunji tak berkata apapun. Mulutnya terus terdiam dengan pandangan yang terus menatap keluar.

Jongin dan Soojung yang duduk di depan, melihat prihatin pada Eunji. Namun tak ada yang bisa mereka lakukan karena mereka tak ingin ikut campur masalah pribadi Eunji dan Baekhyun. yang mereka bisa hanya memberi semangat serta saran pada Eunji

“Eonni, liburan nanti aku dan Jongin akan mengunjungimu di Jepang” ucap Soojung yang membuka keheningan didalam mobil.

Eunji akhirnya mengalihkan pandangannya pada Soojung, lalu tersenyum seraya mengangguk.

“Geurae, aku tunggu kalian disana” ucap Eunji.

“Noona setelah sampai disana kau harus menghubungiku atau Soojung, arra!’

Sekali lagi Eunji mengangguk

“Ne, arraseo!”ujar Eunji lalu tak lama kemudian dia mengarahkan lagi pandangananya pada kaca mobil yang membuat Soojung maupun Jongin hanya bisa menghela napas.

Kini Di balkom rumahnya, Joomyeon tengah menatap Langit. Dia terus menatap langit dengan wajah yang sulit diartikan.  Tak beberapa lama kemudian sebuah pesawat melintasl diatas langit.

“To bwa yo Jung Eunji!!” guman Joomyeon pelan.

Sedangkan dirumah Baekhyun. Baekhyun yang baru bangun tidur segera mencari Eunji untuk mengatakan bahwa hari ini dia akan mengantar eunji pada Hoya.

Baekhyun mencoba mencari Eunji kekamarnya, namun naas karena kini Eunji sudah tidak ada disana. Baekhyun heran melihat kamar Eunji yang begitu rapi. Dia menduga kalau eunji pasti marah karena kejadian semalam dan kabur kerumah Soojung.

Baekhyun akan pergi dan hendak mengambil ponselnya, namun ekor matanya melihat dua buah cincin dan selembar amplop yang berada diatas meja. Diapun segera menghampiri meja tersebut, lalu mengambil cincin yang begitu familiar baginya, yang memang adalah incin couple dia dan eunji. Dan dengan buru-buru dia pun segera membuka amplop tersebut.

Baekhyun mulai membaca amplop yang ternyata isinya adalah sebuah Surat.

Dear Baekhyun oppa

Oppa maafkan aku karena kau banyak mengalami hal yang sulit, maafkan aku yang sudah masuk kedalam hidupmu dan menjadi bebanmu. Aku memang tak tahu malu seperti apa yang sering kau katakan. Bahkan setelah aku tinggal gratis dan makan gratis dirumahmu, aku malah sering membuatmu marah. Hhe

Aku benar-benar minta maaf atas semuanya. Tapi dibandingkan minta maaf bukankah aku harus berterima kasih padamu. Kau memang yang terbaik.

Jangan merasa kalau kau bersalah karena menahanku disini, malah harusnya aku yang merasa bersalah karena aku yang membuat kau menahanku.

Aku memikirkan kata-katamu semalam yang mengatakan bahwa kau mengkhianati persahabatanmu dengan Howon oppa. Aku benar-benar merasa aku gadis jahat yang membuatmu merasakan hal itu, bahkan berpikir bahwa aku menyukaimu itu malah membuatku semakin merasa aku gadis yang sangat jahat karena menyeretmu kedalam masalahku dan Howon oppa.

Mianhae jongmal mianhe, mulai sekarang hiduplah bahagia karena aku juga akan mencoba hidup bahagia bersama keluargaku dan mencoba memafkan mereka.

Aku minta maaf karena tak mengucapkan kata perpisahan untukmu, aku hanya tak ingin jika aku harus menangis didepanmu. Maafkan aku karena aku lari seperti ini bagaikan pengecut, aeperti yang aku lakukan sewaktu aku alri dari Jepang karena aku memang seorang pengecut yang selalu berlari dri masalah dan takut menghadapinya.

Dan satu lagi, maafkan aku yang tak pernah mengucapkan ini padamu. ‘Saranghamnida Byun Baekhyun”

 

Tatapan Baekhyun menjadi kosong setelah dia membaca surat tersebut, perlahan surat tersebut jatuh dari tangannya. Baekhyun kemudian tertunduk, dan kini terdengar sebuah isakan dari bibirnya.

“Kenapa aku ini, kenapa aku cengeng seperti ini, kenapa aku menangis seperti ini? dan kenapa dia melakukan hal ini padaku. kenapa dia datang dan pergi seenaknya seperti ini. setelah dia membuatku susah karena terus mengkhawatrinya, kini dia pergi begitu saja? bagimana bisa dia melakukan ini!!! kenapa rasanya sangat sakit.”

Sementara itu Eunji yang saat ini tengah berada dipesawat dengan mata ditutup penutup mata dan terlihat seperti sedang tiur, kini perlahan air mata mulai menetes di pipinya. Dia sengaja melakukan itu, agar tidak terlihat mencurigakan bagi penumpang lain.

***

“Hyung!!”

Sapa seseorang yang membuat Baekhyun menoleh kearah orang tersebut.

Orang yang baru saja datang yang menyapa Baekhyun tak lain adalah Jongin, Baekhyun sengaja menghubungi Jongin karena dia ingin tahu kemana eunji pergi.

“Eunji Noona sudah pergi kerumah orang tuanya!”

Baekhyun membelalakan kedua matanya.

“Maksudmu Eunji pergi ke jepang?” tanya baekhyun

Jonin Mengangguk, dan menatap Kearah depannya yang kini terlihat beberapa orang yang tengah berjalan melewati mereka. Sedangkan saat ini Baekhyun tengah menunduk.

@Jepang.

Eunji menatap sebuah gerbang rumah yang adalah rumah kediaman Lee. Dia menghela napsnya sebelum menyalakan bel.

Dengan ragu-ragu akhirnya dia menekan bel rumah tersebut, dan tak beberapa lama terdengar suara.

“Siapa disana?”

Tak ada jawaban sedikitpun dari eunji, pandangannya mulai terlihat ragu.

“Siapa?”

“Aku Eun-ji!!”

Akhirnya Eunjipun menjawab walaupun dengan terbata, dan tak beberapa lama kemudian pintu gerbang tersebut terbuka.

Eunji pun kini melangkahkan kakinya memasuki rumahnya dengan jantung yang terus berdetak kencang.

“Eunji-Ya!!”

Dari dalam rumah terlihat nyonya Lee yang tengah berlari dengan menghampirinya.

Greb!

Nyonya Lee lantas memeluk eunji dan terdengar isakan dari bibirnya.

‘Eunji-ya nae adeul akhirnya kau pulang! Maafkan umma.”

Eunji terdiam saat Nyonya Lee yang memang adalah ibu kandungnya memeluknya erat, namun beberapa saat kemudian dengan perlahan tangan eunji mulai bergerak, dan kini Eunjipun memluk ibunya juga.

“Umma!!”

Panggil Eunji dengan suara bergetar. Nyonya Lee yang mendengar Eunji memanggilnya langsung melepas pelukannya lalu menatap Eunji dengan kedua tangannya yang beralih memgang kedua pipi Eunji.

“Ne ini umma mu, umma yang jahat yang selalu bersikap jahat dan dingin padamu” ucap nyonya Lee.

***

Kini Eunji dan nyonya Lee tengah duduk dengan tangan Nyonya Lee yang memegang tangan Eunji, dan seakan dia tidak ingin kehilangan anaknya lagi.

‘Eunji-ya maafkan umma, karena tak pernah memberitahumu. Aku terlalu takut untuk mengatakan semuanya. Aku takut kau akan membenci umma!”

Mendengar pengakuan ibunya, dia pun menggelengkan kepalanya lalu tersenyum.

‘Aniya, aku tidak pernah membenci umma meskipun sikap umma selama ini padaku. malah aku selalu berharap suatu hari umma bisa bersikap baik dan menerimaku”

Nyonya Lee mulai menggerakkan salah satu tangannya untuk mengusap kepala putrid semata wayangnya tersebut.

Nyonya lee lantas tersenyum lembut.

“Aku selalu merasa bersalah karena perbuatanku pada kau dan appamu, aku bahkan tak pantas disebut seorang ibu dan seorang istri”

Eunji pun kini meegang erat tangan ummanya yang sedarit adi mengusap kepalanya.

“Umma anak yang baik, dan aku bangga dengan itu. karena itu berarti umma bukan seseorang yang egois yang hanya mementingkan diri umma.kalau aku jadi umma aku juga akan melakukan hal yang sama”

Nyonya Lee terlihat sangat terharu mendengar ucapan putrinya itu, merekapun kini berpelukan kembali.

Tanpa mereka sadar , ada seseroang yang saat ini sednag mendengarkan percakapan mereka, dengan wajah yang terlihat bahagia.

***

Eunji POV

Aku tersenyum menatap ikan-ikan Koi yang tengah berenang bebas di dalam kolam. Ah bukankah sudah lama rasanya aku tidak member mereka makan.

Aku kemudian mengambil pakan dan menaburkannya kekolam tersebut. ornag-ornag benar, dengan melihat ikan berenang bisa membuat stress sedikit berkurang.

“Eunji-ya!!”
aku menole karena mendengar seseorang memanggil namaku. Saat aku melihat orang itu, aku tersenyum lebar.

“Oppa!! “

Ornag itu langsung berlari kearahku dan memelukku.

‘Eunji-ya aku merindukanmu, kau kemana saja selama ini. aku hampir gila karena tak bisa menemukanmu”

Aku pun membalas pelukan ornag itu, karena jujur saja aku juga merindukan nya. Bahkan tidak hanya menrindukannya tapi sangat merindukannya.

“Nado, aku juga sangat merindukanmu Howon oppa!!”

Howon oppa lantas melepaskan pelukannya dan menatapku seraya tersenyum. Lalu tak beberapa lama kemudian dia memelukku lagi.

“Aku harap kau takkan pernah pergi lagi seperti ini, tetaplah berada disampingku seperti selama ini”

“Eumh, aku takkan pernah pergi lagi. dan aku akan tetap disampingmu menjadi adikmu yang paling cantik”

Howon oppa melepaskan pelukannya lagi dan menataku lagi dengan tatapan tak bisa aku mengerti. Namun beberapa saat kemudian dia tersenyum lalu memelukku lagi.

Eunji POV End

@1 Year Later

Seorang lelaki tengah serius membaca sebuah dokumen. Pandangannya terus terarah pada dokumen tersebut seakan tak ada yang lebih menarik dibanding dokumen tesebut. Sampai-sampai dia tak sadar kalau kini ada seorang wanita yang sedang berdiri dihadapannya.

“Ehemp apa anda sedang sibuk Jaksa Byun?”

Baekhyun mengalihkan pandangannya ketika namanya dipanggil, lalu dai tersenyum kearah wanita tersebut.

“Kau bukankah sudah aku beritahu, untuk tidak langsung masuk kantorku. Seharusnya kau mengetuk pintu terlebih dahulu”

Omel Baekhyun yang hanya di tanggapi dengan wajah datar wanita tersebut.

“Hei oppa, kau ini msih saja cerewet. Ayo pergi cepat. Kau seharusnya berterima kasih sudah aku jemput mana ada wanita yang sebaik aku!!” Protes wanita itu pada Baekhyun.

‘Baiklah baikla, aku tak ingin kena omelanmu lagi Jung Soojung. Ayo kita pergi!!”

Baekhyun beranjak dari tempat duduknya, setelah sebelumnya menutup dokumen yang sedang dia baca tadi.

Soojung langsung  mengaleng lengan Baekhyun seraya tersenyum manis kearah baekhyun. sedangkan Baekhyun hanya bisa menghela napasnya.

“Hya sudah aku bilang jangan gandeng aku di kantorku. Aku ini jaksa!”

“Memangnya kenapa? Seharusnya kau bahagia bisa digandeng oleh wanita cantik sepertiku” ujar Soojung dengan bangga.

***

Saat ini Baekhyun dan Soojung  tengah berjalan-jalan di mall dan tujuan mereka adalah toko perhiasan.

Setelah sampai ditoko perhiasan, Soojung segera menuju tempat cincin. Dan segera memilih cincin mana yang menarik hatinya. Sedangkan Baekhyun terlihat tak bersemangan sama sekali.

“Hei oppa ayo pilihkan. Aku ingin jadi pengantin yang paling cantik!” ujar Soojung sambil memegang lengan Baekhyun dan memasang wajah puppy Eyes pada Baekhyun.

“Hya Jung Soo jung, kau ini kan belum pesta pernikahan baru pesta pertunangan” sahut Baekhyun.

Soojung tampak kesal dengan ucapan baekyun barusan.

“Hya apa salahnya aku ingin tampil cantik dipestaku? Terlepas itu pesta pertunangan atau pernikahan aku tetap calon pengantin” sewot Soojung.

“Hya hya siapa yang membuat calon tunanganku marah?”

Kini Jongin datang menghampiri Baekhyun dan Soojung, dan saat Soojung melihat Soojung datang dia langsung menghampiri Jongin.

“hya Jongin-ah sepertinya tempramen Baekhyun oppa makin hari makin bertambah” ucap Soojung mencoba mengadu pada pacarnya.

“Maklumlah dia itu sudah lama menyendiri, dan tampaknya dai merindukan seseorang” Ledek Jongin yang langsung mendapat tatapan tajam Dari Baekhyun, namun Jongin malah mengajak Soojung memilih Cincin kembali dan berusah amnghindari tatapan Baekhyun.

“Hya kalian ini benar-benar pasangan yang menyebalkan” ucap baekhyun

Tak ada sedikitpun respon dari Jongin dan Soojung, dan semakin membuat Baekhyun kesal.

‘Haiss kedua bocah sialan, kalau begitu aku pergi!!” ucap Baekhyun lagi sambil menekankan pada kata pergi.

Baekhyun POV

Kenapa juga aku menerima ajakan mereka untuk menemani mereka berbelanja keperluan pesta mereka.. ini benar-benar menyebalkan.

Dret dret dret

Aku melihat ponselku yang bergetar, lalu aku melihat nama kim Jongin tertera disana. dan dengan mals akupun mengangkat teleponya.

“Ne wae?” tanyaku. Dengan nada malas

“Hyung kau dimana? Kenapa kau menghilang?”

Dan kenapa bocah ini terdengar sangat lebai, aku ini bukan anak kecil yang hilang di mall jadi mereka tk perlu cemas.

“Hya kim Jongin, aku ini lebih tua dari mu dan aku juga bisa pulang sendiri jadi tak usah cemas” ujarku

“Ah Hyung tapi aku ingin memberitahukan sesuatu padamu. . “

Belum selesai aku mendengarkan ocehan Jongin di telepon, ekor mataku sudah menangkap sesuatu yang membuatku  terkujut.

“Jongin-ah sudah dulu aku ada urusan”

Tanpa menunggu jawaban Jongin aku langsung mematikan sambungan teleponku. Dan aku pastikan saat ini dia pasti sedang mengomel karena aku yang mematikan sambungan telepon kami..

Dengan segera aku berlari, mencoba mengejar sesuatu yang menarik perhatianku. Aku terus berjalan mengikuti dua orang perempuan dari belakang dan salah satunya adalah perempuan paruh baya.

Aku mengikuti mereka dari jarak yang cukup jauh, sehingga mereka takkan sadar aku ikuti.

Jujur hatiku tengah berdebar, aku tak percaya bisa melihatnya lagi ataukah ini hanya ilusiku saja.

Aku terus mengikuti mereka dari kejauhan, dan kini mereka tengah memsuki sebuah toko sepatu. Aku pun terdiam mematung memperhatikan Eunji dan Wanita paruh baya yang aku yakini itu adalah ibunya.

Aku terus memperhatikan Gadis menyebalkan itu dan dia tegah tersenyum didalam toko. Rasanya sudah lama sekali aku tak melihat senyumnya seperti itu dan tak mendengar omelannya.

“Jung Eunji kau pasti sangat bahagia” Gumanku pelan

Baekhyun POV End

***

Baekhyun terduduk di luar rumahnya sambil menatap langit malam Seoul dengan ditemani sebotol Soju.

“Bukankah mala mini malam yang indah?”

Tiba-tiba terdengar seseorang bertanya padanya. Baekhyun menoleh kearah sebelah kanannya dan betapa terkejutnya dia karena orang disebelahnya itu adalah Eunji.

Baekhyun mengucek matanya untuk meyakinkan bahwa dia tidak sedang berhalusinasi.tapi ketika dia selesai, tidak ada siapa-siapa disana.

Baekhyun tersenyum getir, karena ternyata itu memang hanya khayalannya saja. Dia lantas menuangkan soju kegelas kemudian meminumnya.

Baekhyun memangku wajahnya menggunakan kedua tangannya, kemudian tak beberapa lama dia tertidur karena mabuk.

Sementara itu tanpa Baekhyun tahu saat ini Eunji tengah berada di bawah rumah Baekhyun, Eunji sudah berada disana cukup lama. Dia ingin masuk dan menemui Baekhyun, namun dia tak punya keberanian untuk itu.

Eunji takut kalau baekhyun akan membencinya karena pergi begitu saja. Eunji menatap tangga yang menuju rumah atap Baekhyun. dia mulai memegang pegangan tangga, namun dia melepaskannya lagi.

Eunji memutuskan untuk pulang, namun setelah beberapa langkah diapun berbalik arah kembali dan menaiki tangga.

Setelah sampai diatas, Eunji terkejut melihat Baekhyun yang tengah tertidur diluar. Eunji menghampiri Baekhyun, lalu menatap Baekhyun lekat.

Terlihat tatapan kerinduan di mata eunji ketika menatap Baekhyun. Eunji lantas  menggerakkan tangannya menuju kepala Baekhyun, kemudian mengusap rambut Baekhyun lembut.

Greb!!

Eunji terkejut saat pergelangan tangannya digenggam baekhyun, dan kini kedua mata Baekhyun sudah terbuka.

Eunji  mulai gugup, dia bingung harus mengatakan apa pada Baekhyun, sedangkan Baekhyun sekarang sedang menatap eunji dengan dahi mengkerut.

Tiba-tiba Baekhyun melepaskan genggamannya, dan tersenyum yang membuat Eunji

“Byun Baekhyun tampaknya kau terlalu menyukai Miss jung sehingga kau terus saja melihat bayangan nya. Sadarlah ini hanya khayalanmu saja” ucap Baekhyun keras.

Setelah itu, baekhyun berdiri dan pergi kedalam rumahnya dengan sempoyongan. Eunji tersenyum getir melihat Baekhyun.

“Mianhae mianhae karena kau harus menyukaiku. Maafkan aku karena hanya membuatmu terluka” ucap Eunji pelan lalu pergi dari sana.

TBC

 

Hai-hai hayo siapa yang udah nunggu byun baek ma miss jung??? hhe

Mianheyo karena aku ngepost part 10 ini agak lama*bukan lama tapi bangek kali*plak

Karena part ednign ini agak panjang jadi aku potong jadi dua. Habis kalau di satuin ntar cape bacanya.^^

Pokoknya gomawo yang jadi reader setia lived with crazy yeoza.^^

Part b nya aku usahain gak selama part 9 ke 10^^

 

 

 

104 thoughts on “I lived with crazy Yeoja Part 10a

  1. wah akhirnya ampir nympe k last part nya…
    tp q kq ngasa 10a ini kpndekn yaaa ? ah mngkin cm prsaan q z…
    q lnjt bca ya…

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s