Isn’t Always Bad

isnt always bad

Tittle : Isn’t Always Bad

Genre: School Life

Length: Chapter

Author: rinaizawa / @rinaamulya

Cast: Kim Jongin & Park Hyeji

Summary:

Hyeji adalah siswa pindahan dari SMA Newyork, Amerika. Kepindahannya ke Seoul National High School membuat kehebohan tersendiri. Karena Hyeji adalah gadis yang cantik dan siswa yang pintar. Membuat semua orang iri padanya.

“Annyeonghaseyo. Park Hyeji imnida.”

###

Kai sibuk membolak-balik buku yang bersampul “Rumus Lengkap Fisika”. Tumben sekali ia memegang buku itu. Sebenarnya jika tidak ada ujian ulang Fisika, Kai juga tidak mau repot-repot membuka buku yang berisi 100 halaman lebih itu. Ini semua karena ia gagal dalam ujian Fisika. Ia mendapatkan nilai 35. Sedangkan nilai tuntasnya harus mencapai 75. Wajar saja ia mengikuti ujian ulang. Dan anehnya, dikelas itu hanya Kai alias Kim Jongin yang tidak lulus.

Sebenarnya ia ingin menyalahkan Lay, pria china yang jago fisika yang berada disebelah bangkunya. Kenapa Lay tidak memberikan jawaban atau contekkan padanya. Tetapi kenyataanya, Lay sudah memberikan contekan, hanya saja Kai tidak berhasil mengambil dengan sempurna. Kertas contekkan itu malah jatuh ke tangan Sehun membuat pria itu mendapat nilai sempurna dikelas.

Menyesal tentu saja. Menyalahkan? Siapa yang harus disalahkan? Mungkin menyalahkan diri sendiri lebih tepat. Mengapa malam itu ia tidak belajar?

Kai menutupi buku itu. Teman –temannya belum ada yang datang. Padahal jam sudah hampir menunjukkan pukul delapan. Tidak biasanya mereka belum datang.

Cuaca pagi ini begitu cerah. Pagi-pagi saja Kai sudah berkeringat. Bagaimana siang nanti? Bisa basah mungkin bajunya.

Kelima namja tampan masuk ke kelas yang masih sepi itu. Hanya ada Kai dan 3 siswa yeoja, Jinri, Soojung, dan Naeun. Sehun yang memliki sifat jahil berniat menggoda Kai. Karena pria itu mudah sekali emosi. Bagi Sehun melihat Kai yang cepat emosi ketika diusil adalah kebahagian terindah.

“Omo! Jongin-ah. Banyak sekali wanita –wanita mu.” Sehun mengambil posisi duduk didekat Kai. Diikuti dengan keempat namja lainnya.

“Oh Sehun. Tolong untuk kali ini saja.” Kai tahu niat usil Sehun. Ia tidak memiliki mood bercanda atau emosi hari ini. Ia takut rumus dan teori fisika yang ia pelajari tadi hilang semuanya.

“Kau ujian ulang Kai? Fighting.”Lay memberikan semangat kepada Kai yang terlihat seperti orang kehilangan harta. Namun bagi Kai ini bukan semangat. Semacam ejekkan untuk menyemangati menurutnya.

“Ku anggap itu kata-kata penyemangat.”

“Terima kasih.”

Lay seperti orang yang polos. Ia tidak tahu kalau Kai menganggap kata-katanya tadi seperti bahan ejekkan. Walau sebenarnya ia tahu Lay tidak bermaksud seperti itu.

“Anggap saja waktu itu kau kurang beruntung Kai.” Suho membuka buku yang ditutup Kai tadi.

“Ya. Aku namja yang sangat kurang beruntung waktu itu. Tidak fokus mengambil contekkan.” Sindir Kai.

Sehun tertawa keras. Sindiran Kai tadi memang ditujukan untuknya. Mungkin bisa dikatakan waktu itu Kai kurang beruntung dan Sehun sangat beruntung. Inilah yang dinamakan takdir. Tidak ada satupun yang bisa menebak apa yang akan terjadi.

“Biarkan aku mengujimu.” Suho menghadap Kai. Bersiap-siap menanyakan salah satu materi berkaitan dengan fisika.

“Sebutkan isi teori yang dinyatakan oleh Charles Augustin de Coulumb?”

Kai berusaha berpikir keras. Ia sudah menghafal teori itu. Tapi kenapa ia bisa melupakan? Oh ayolah. Ia baru belajar 5  menit yang lalu. Ia melirik ke kiri dan kanannya. Berharap salah satu dari mereka memberikan kode untuk membantunya.

“Emm… Itu ….”

Lay menggerakan jari-jarinya untuk membantu Kai. Menggunakan bahasa isyarat tepatnya. Tetapi hal itu diketahui oleh Suho. Pria itu memicingkan kedua matanya ke arah Lay. Lay pun berhenti seketika. Berusaha mengalihkan perhatian agar Suho tidak memarahinya.

“Cuaca yang panas ya.”

“Zhang Yi Xing. Ku harap kau tidak membantunya.”

“Aku tidak membantunya.” Elak Lay.

“Ya! Kenapa atmosfernya begitu menengangkan? Suho bukan Kang sonsaengnim.”  Chanyeol menengahi mereka. Entah kenapa, ketika Suho menjadi pemimpin suasana sedikit tegang. Padahal ia bukan seorang guru.

“Fokus fokus.” cibir Sehun.

Kai menggelengkan kepalanya. Ia menyerah dengan soal yang diberikan Suho. Otaknya lupa dengan teori – teori yang telah bercampur dengan rumus – rumus lainnya.

“Baiklah. Kita ganti dengan soal yang lain.” Suho membalikkan halaman selanjutnya. “Jelaskan isi persamaan Bios-Savart?”

“Bisakah kita tidak membahas tentang persamaan?” ujar Kai kesal. Ia ingin ditanyai tentang rumus. Itu yang ia hafal sedari tadi atau tidak tanyakan tentang hukum Gauss yang masih menempel di kepalanya. Mengapa bukan itu yang ditanyakannya?

“Kau tahukan bagaimana sistem Kang sonsaengnim? Ia lebih fokus pada teori, persamaan dan logika. Jika ini tidak bisa bagaimana kau akan lulus nantinya?” Jelas Suho.

“Ini yang terakhir. Sebutkan isi hukum Gauss?”

‘Ya! Akhirnya pertanyaan ini keluar juga. Lihat aku akan menjawabnya.’

“Jumlah garis gaya dari suatu medan listrik yang menembus suatu permukaan tertutup sebanding dengan jumlah muatan listrik yang dilingkupi oleh permukaan tertutup itu.” Kai berhasil menjawab soal terakhir yang diberikan Suho membuat yang lainnya bertepuk tangan.

“Yaaaaaaa !! Kim Jongin hebat.” Sehun bertepuk tangan.

Kai begitu senang. Ini sesuatu yang bagus menurutnya. Walau sebenarnya ini tidak bagus. Ya, maksudnya jika itu soal yang diberikan Kang sonsaengnim maka Kai bisa menjawabnya. Jika soal lain? Seperti hukum Bios-Savart misalnya? Sudah pasti Kai tidak mampu menjawabnya.

“Kau harus mempelajari teori yang lain jika kau ingin selamat dalam ujian kali ini.” Lay memperingati pria yang mempunyai hobi dance itu.

“Aku tahu itu.”

Tiba – tiba semua siswa yang sejak tadi berada diluar, buru – buru masuk kedalam kelas. Sepertinya Jung sonsaengnim akan segara masuk. Dan benar saja, guru Biologi yang terkenal dengan kelembutannya kepada semua siswa masuk dengan diikuti oleh seseorang yang sepertinya itu siswa baru.

Suasana kelas menjadi riuh tatkala siswa itu berdiri disamping Jung sonsaengnim. Menampilkan dirinya secara keseluruhan setelah tadi tertutup. Ia begitu cantik. Panjang rambutnya melewati bahu dan berwarna hitam. Kulitnya putih dan tingginya semampai. Benar –benar membuat pria jatuh cinta padanya.

“Cantik sekali.” Bisik Lay.

Chanyeol terus memandangi yeoja itu. Ia merasa familiar. Seperti pernah melihat tapi ada sesuatu yang berbeda. Entahlah. Ia sulit menjelaskan semuanya.

“Beri hormat!”

“Annyeonghaseyo sonsaengnim.”

Siswi baru tadi ikut membungkuk ke arah sonsaengnim dan kembali berdiri menghadap siswa lainnya. Ia tersenyum. Seolah menandakan ia siswa yang ramah nantinya.

“Annyeonghaseyo.”

Suho kembali duduk setelah sonsaengnim membalas salam mereka. Ia tersenyum sembari menatap siswi yang berdiri didepan itu dan ia juga merasa familiar seperti Chanyeol. Dan ingin membahas segera dengan teman-temannya. Tapi ia harus menunggu hingga jam pelajaran berakhir.

“Anak-anak. Ini adalah siswa baru. Ia pindahan dari New york. Hyeji. Park Hyeji, perkenalkan namamu nak.”

Gadis itu mengangguk mengerti. Lantas membungkuk sebentar sebelum memperkenalkan dirinya.

“Annyeong. Park Hyeji imnida. Bangapseumnida.”

Seluruh siswa diruangan itu bertepuk tangan. Artinya mereka menerima Hyeji sebagai siswa baru dikelas itu. Sementara itu Chanyeol dan Suho masih merasakan atmosfer yang berbeda dari Hyeji. Seingat Chanyeol, ia pernah mengenal seseorang dengan sosok yang sama dengan nama Park Hyeji. Teman SMP nya yang selalu menjadi korban bully Kai. Tetapi, Hyeji teman SMP dan Hyeji yang berada di hadapannya ini berbeda.

“Hyeji, duduklah didekat Jin ….” Sonsaengnim menyadari jika Jinhee sepertinya tidak hadir hari ini. “Hwang Jinhee?”

“Ia tidak hadir.” Sahut Jiseon, wakil ketua kelas.

“Ohh. Mungkin dia sakit lagi. Yasudah, Hyeji tetap duduk didekat Jinhee.”

“Arraseo sonsaengnim”

Hyeji berjalan kearah tempat duduknya. Dan kalian tahu? Semua mata tertuju padanya. Cara berjalannya yang anggun membuat siswa terkesima. Kecuali Sehun dan Kai. Sehun sedang sibuk membantu Kai mempelajari materi fisika sehingga tidak terlalu peduli dengan Hyeji.

‘Aku familiar sekali dengan gadis ini.’

Chanyeol masih saja sibuk bertengkar dengan batinnya. Hingga Suho memukul pundaknya karena ia merasa Chanyeol memiliki sedikit ‘pandangan’ lain.

“Kau kenapa?”

“Ah tidak.”

——

Hyeji mengemasi buku – bukunya. Waktu istirahat sudah berjalan 5 menit yang lalu. Ia belum juga beranjak dikelas. Padahal begitu banyak siswa yang mengajaknya untuk kekantin hari ini. Namun ia menolaknya semua dengan alasan tidak lapar dan sebagainya. Dan itu bukan alasan sebenarnya. Ia malas saja kekantin meskipun jaraknya tak begitu jauh. Hyeji bangkit dari kursinya. Ke perpustakaan sepertinya ide yang tepat daripada harus berada dikelas seharian. Lagipula Youngwon sonsaengnim tidak masuk. Hyeji tidak tahu siapa Youngwon sonsaengnim itu.Tapi siswa dikelasnya ramai membicarakan itu tadi.

Gadis itu tidak bermaksud menguping. Tetapi salah seorang siswa terlalu heboh membicarakannya tadi sehingga Hyeji mendengarnya. Ia tidak menguping bukan?

“Ah!”

Hyeji hampir saja menabrak seseorang jika ia tidak menghentikan langkahnya. Untung saja diantara mereka tidak ada yang jatuh karena keduanya sama – sama menghindar. Kai menatap Hyeji dengan bingung. Oh jangan bilang jika ia tidak menyadari ada siswa baru. Sepertinya Kai memang tidak menyadarinya.

“Kau? Nugu?” tanya Kai polos. Ia tidak ingin mencari perkara dengan orang yang belum ia kenal.

“Siswa baru. Park Hyeji imnida.” Jawab Hyeji sopan.

“Oh Hyeji? Aku jadi teringat dengan temanku dulu. Hahaha.” Kai masuk begitu saja kedalam kelas. Ia hampir saja melupakan tujuannya untuk mengambil ponselnya yang tertinggal.

“Hyeji-ssi? Namaku Kim Jong In. Kau bisa memanggilku dengan Kai.” Kai tidak lupa memperkenalkan dirinya.

“Tentu saja aku mengenalmu.”

“Eh?”

Ada rasa heran dibenak Kai. Hyeji siswa baru kan? Kenapa ia bisa mengenal Kai? Ia bahkan belum sampai 12 jam di sekolah ini. Sementara itu Hyeji pergi begitu saja meninggalkan Kai yang masih didalam kelas.

‘Mungkin ia sudah mengenal siswa di kelas ini.”

——

Kai menghampiri teman – temannya yang masih setia menunggu dikantin. Dan masih dengan aktivitas yang mereka lakukan saat Kai tinggal. Pria itu langsung mengambil posisi duduknya didekat Chanyeol.

“Kau sudah mengikuti ujian ulang?” Kai menggeleng.

“Kang sonsaengnim bilang ujiannya dilaksanakan minggu depan.”

“Beruntung ya.” Sahut Sehun.

“Ya, apakah dikelas kita ada siswa baru?” Kai bertanya lagi tentang siswa baru alias Hyeji.

“Tentu saja. Namanya Park Hyeji. Kau tidak menyadarinya Kai?” Suho menyeruput jus mangganya disambut gelengan dari Kai.

“Mungkin karena ia terlalu sibuk mempelajari fisika.” Kini giliran Lay yang menyahut. “Dia cantik bukan?”

“Bisa dikatakan begitu.”

“Kai sebenarnya aku ingin membicarakan ini padamu.” Chanyeol mendadak serius. Ia ingin menyampaikan atmosfer yang ia rasakan saat melihat Hyeji. Karena ia yakin Kai pasti merasakan juga jika pria itu memandang Hyeji.

“Ya?”

“Aku merasa familiar dengan gadis itu.”

“Aku juga merasakannya.” Ujar Suho tiba –tiba.

“Maksudmu?” tanya Kai tak mengerti.

“Kau ingat Hyeji yang sering kau bully dulu?” Chanyeol memelankan suaranya agar yang mendengar ini hanya mereka saja.

“Tentu saja ingat. Mana mungkin aku melupakannya.”

“Mereka mirip bukan?”

Kai tertawa begitu keras. Membuat Chanyeol mendelik kesal.  Hyeji yang ia temui mirip dengan Hyeji yang ia bully dulu? Hal konyol macam apa ini, pikirnya.

“Jangan bercanda Yeol. Mereka jauh sekali berbeda.”

“Aku tidak bercanda !” Chanyeol tetap saja bersikeras. “Sekali – kali coba kau tatap wajahnya.”

“Hei hei. Sudahlah. Mungkin hanya suatu kebetulan orang yang kalian maksud itu memiliki kemiripan.” Sehun menengahi keduanya. Ia tidak memang tidak mengenal orang yang dimaksud karena mereka berbeda sekolah dulunya.

“Tapi …..” Kai menggantungkan kalimatnya. “Ketika aku menyebut namaku ia mengatakan kalau ia sudah mengenalku?” ujar Kai seraya menatap langit kantin.

“Mungkin saja ia sudah mengetahui nama kita semua.”  Jawab Lay yang sedari diam saja. Memang begitu Lay. Ia tidak suka terlibat dalam perkelahian adu mulut. Makanya pria itu terlihat sangat pendiam bahkan sangat polos.

“Bagaimana bisa? Ia belum 12 jam berada dikelas kita.”  Bantah Suho.

“Aku sudah memakai kata ‘mungkin’ Kim Suho.”

Kai diam. Entah rasa darimana ia ingin mendekati gadis bernama Park Hyeji. Lagipula Hyeji siswa yang cantik. Siapapun pasti menyukainya. Dan bisa dikatakan Kai akan menyukainya. Sekiranya mengenal Hyeji sekilas belum cukup bagi Kai.

——

Hyeji berjalan menyusuri koridor. Jam sekolah sudah berakhir sejak tadi. Hingga pulang tadi ia belum mendapat seorang teman yang membantunya mengenalkan sekolah ini. Bukan tidak ada, banyak yang ingin berteman dengannya hanya saja untuk hari ini ia tidak ingin mengenal sekolahnya lebih  dalam. Hyeji akan menunggu Jinhee datang. Ia ingin mengenal seperti apa Hwang Jinhee itu. Ia berharap nantinya Jinhee akan menjadi temannya.

Tiba – tiba Hyeji jadi lupa hari ini tanggal berapa. Buru – buru ia mengeluarkan ponselnya untuk melihat tanggal berapa hari ini.

18 Oktober 2013

4 hari lagi Ayahnya ulang tahun. Hyeji jadi teringat setiap Ayahnya berulang tahun, pasti akan ada pesta. Itu artinya ia harus menyiapkan sebuah kado sebagai hadiah ulang tahun sang Ayah.

“Hyeji-ssi.”

Seseorang memanggil Hyeji dari jarak jauh. Ia menoleh kepalanya dan mendapati Kai yang berdiri melambaikan tangannya.

‘Namja itu.’

Kai mensejajarkan langkahnya dengan Hyeji. Pandangan keduanya masih tetap lurus.

“Kau pulang sendiri?” tanya Kai sekedar basa basi.

“Hem.”

“Kearah mana?”

“Distrik gangnam.”

‘Distrik gangnam? Bukannya disana rumah Hyeji?’

Mereka tiba diparkiran. Keduanya masih sama – sama diam. Kai sebenarnya bukan diam. Ia masih mencurigai Hyeji, seperti yang dikatakan Chanyeol tadi.

“Mau pulang denganku?” tawar Kai. Hitung – hitung, ia ingin mengenal Hyeji lebih jauh.

“Rumahku berbeda arah denganmu Kai.”

Kali ini Kai benar – benar terkejut. Mengapa Hyeji bisa tahu alamat rumahnya? Apa Hyeji sudah mencari tahu semua data tentangnya? Tidak mungkin!

“Hei, kenapa kau bisa tahu?” tanya Kai kaget.

“Kau tidak ingat aku? Kim Jongin?”

Alis Kai tertaut.

“Geowi jibang.”

###

A/N : Annyeong annyeong ketemu lagi sama author \(^o^)/ Kali ini author Rin lagi coba nulis ff yang berchapter, biasanya kan sering yang oneshot gitu :3 Hoho. Seperti biasanya lagi/? author butuh kritik + saran readers agar ff selanjutnya lebih baik dari hari ini o:) Gomawo buat yang udah baca {} See ya😀

63 thoughts on “Isn’t Always Bad

  1. kyaa!! suka thor… ceritanya

    aish kai tukang bully/?
    yah… thor kalo bisa ceritain flashback ngebullynya kai ke hyeji dong.. penasaran hahahh…

    panjangin lagi yaa thor ^^

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s