[2nd Scene] My Marriage Is…

mmi

My Marriage is … Part 2

Author Yaumila

 

| Main cast Park Jiyeon – Oh Sehun |

| Support cast Lee Taemin  – Han Soyi (OC) – Choi Sulli – And other’s |

| Rating PG |

| Genre Shool Life, Marriage Life | Length Main Chapter |

Poster by : ©Mekeyworld

Prevoius Part 1

 

Disclaimer :

Para tokoh yang ada di FF ini milik Tuhan. Cerita ini murni hasil imajinasi saya.

.

.

.

 

 

 

“Annyeong anak-anak. Hari ini kita kedatangan murid baru, tolong sambut dia dengan baik” ucap seonsangnim. “Ne, seonsangnim” jawab para murid kompak.

 

“Silahkan masuk dan perkenalkan dirimu” perintah seonsangnim kepada murid baru tersebut.

Seketika itu juga wajah Jiyeon langsung berubah karena terlalu terkejut melihat murid baru tersebut. ‘Oh Tuhan kenapa ia harus pindah ke sekolahku? Bahkan kami satu kelas..’ ucap Jiyeon lirih dalam hati.

 

“Annyeonghaseyo choneun Oh Sehun imnida, bangapseumnida”

 

 

…………… [ Part-2] ………….

 

 

Sehun POV

 

Appa berlebihan sekali, bahkan aku harus pindah ke sekolah yang sama dengan perempuan itu. Aish menyebalkan! Sekarang aku sudah tiba disekolah baruku dan aku sedang berjalan bersama seorang seonsaengnim menuju ruangan yang akan menjadi kelasku.

 

Setibanya di depan kelas seonsaengnim tadi mempersilahkanku masuk dan menyuruhku untuk memperkenalkan diri. Tidak sengaja aku menangkap sosok seorang perempuan yang tidak asing di mataku. Kalau tidak salah dia adalah perempuan yang akan menikah denganku tidak lama lagi. Ah, aku ingat namanya Park Jiyeon. Matanya terbuka lebar saat melihatku.

 

Setelah memperkenalkan diri seonsaengnim menyuruhku duduk dan ternyata kursiku bersebrangan dengan Jiyeon. Dia melirikku sekilas saat aku akan duduk sepertinya dia kesal sekali padaku karena kejadian semalam. Mengingat kejadian semalam membuatku agak merasa bersalah padanya, tapi entah mengapa aku senang sekali menjahilinya haha. Kebetulan jarak tempat duduk kami cukup dekat jadi aku bisa sering menganggunya.

 

Pelajaran berjalan dengan sangat membosankan, aku ingin sekali tidur tapi mengingat ancaman ayahku yang akan menarik seluruh fasilitas yang aku miliki jika aku tidak menjadi anak yang baik berhasil mengurungkan niatku untuk sementara.

 

Aku mengedarkan pandanganku ke seluruh kelas untuk menghilangkan rasa bosanku. Dan tanpa sengaja pandanganku bertemu dengan seorang perempuan yang sedang melihat ke arahku. Dia tersenyum malu-malu sambil melambaikan tangannya padaku, cih menjijikkan sekali!

 

“Sepertinya dia menyukaimu, namanya Han Soyi” ujar teman sebangkuku. Akhirnya dia mengeluarkan suaranya karena sejak tadi dia tidak berbicara sama sekali.

 

“Tapi dia bukan tipeku,” jawabku datar.

 

“Oh iya, Kim Jongin imnida tapi kau bisa memanggilku Kai,” ujarnya sambil mengulurkan tangan.

 

Aku pun menyambut uluran tangannya, “Oh Sehun imnida,” jawabku.

 

“Aku sudah tau,” ujar Kai padaku. Ya! Menyebalkan sekali dia ini ucapku dalam hati sambil memandang kesal ke arahnya.

 

“Hahaha aku hanya bercanda, mengapa kau menganggapnya seserius itu? Nanti kita ke kantin bersama ne? Aku  yang traktir sebagai ucapan selamat datang,” ucapnya dan kubalas dengan anggukan.

 

Akhirnya bel istirahat yang ditunggu-tunggu seluruh muridpun berbunyi. Aku dan Kai bersiap-siap untuk ke kantin tapi tiba-tiba datang seorang pria berwajah cantik dan langsung menghampiri Jiyeon.

 

***

 

Jiyeon POV

Saat aku dan Sulli ingin pergi ke kantin Taemin datang ke kelas kami dan langsung menghampiriku.

 

“Annyeong Jiyeon-ah, Sulli-ah,” sapanya kepada kami berdua.

 

“Annyeong Taemin-ah,” ucapku dan Sulli bersamaan.

 

“Kajja kita ke kantin,” setelah itu Taemin langsung menarikku dan aku melihat si pria menyebalkan itu (read : Sehun) melihatku dan Taemin dengan tatapan kesal.

 

‘Ada apa dengannya? Kenapa ia kelihatan kesal?’ pikirku.

 

Akhirnya kami bertiga sampai di kantin dan langsung menuju kursi yang masih kosong. Kemudian Taemin pergi untuk memesan makanan kami. Saat kami sedang menunggu pesanan tiba-tiba kantin berubah menjadi sangat gaduh dan muncul dua orang pria yang sedang berjalan menuju kantin mereka adalah Kai dan Sehun.

 

“Wah, baru hari pertama masuk sudah banyak penggemarnya. Anak baru yang bernama Sehun itu memang tampan sih, iyakan Jiyeon-ah?” tanya Sulli padaku tapi aku sama sekali tidak menghiraukannya. Tidak lama setelah itu Taemin datang membawa pesanan kami dan aku langsung memakan makananku.

 

“Ada apa sih, kenapa ramai sekali?” tanya Taemin.

 

“Itu karena anak baru di kelas kami yang bernama Sehun, dia pria yang sangat tampan dan membuat para perempuan histeris saat melihatnya. Aigooo, dia tampan sekali,” ujar Sulli sambil memandang Sehun dengan tatapan penuh cintanya.

 

“Ya! Kau terlalu berlebihan sekali Sulli-ah, Jiyeon melihatnya biasa saja tuh tidak sepertimu,” ujar Taemin mencibir.

 

“Ya, Jiyeon-ah jangan-jangan kau tidak menyukai pria?” Tanya Sulli padaku.

 

“Apa maksudmu Sulli-ah? Tentu saja aku menyukai pria. Aku ini masih normal tau jangan asal bicara,” ucapku membela diri. Dia tidak tau saja seperti apa sebenarnya sifat asli pria bernama Sehun itu.

 

“Hehe, aku kan hanya bercanda Jiyeon-ah tidak usah kau anggap serius,” ajar Sulli sambil tertawa. Sedangkan aku hanya diam saja.

 

“Ah iya Jiyeon-ah, kau belum menceritakan kenapa kakimu bisa sakit seperti itu padaku,” ucap Sulli mengingatkanku. Setelah itu langsung menceritakan kejadian semalam pada Sulli dan Taemin tidak lupa tentang rencananya orangtuaku yang akan menikahkanku dengan Sehun.

 

“Omo! Apa itu semua benar Jiyeon-ah? Kau tidak bercanda kan?” tanya Taemin terkejut.

 

“Tentu saja itu benar,” jawabku lemas jika mengingat hal itu.

 

“Pantas saja kau diam saja saat melihatnya Jiyeon-ah, jadi ini alasannya,” ujar Sulli tak kalah terkejut.

 

“Ya begitulah,” jawabku malas.

 

Tidak lama setelah itu bel masukpun berbunyi Taemin pamit terlebih dahulu untuk ke kelasnya.

 

“Sulli-ah kau ke kelas duluan ne? Aku ingin ke toilet sebentar,” ucapku pada Sulli.

 

“Ne, kalau begitu aku duluan Jiyeon-ah,” ucap Sulli sambil melambaikan tangan aku hanya tersenyum membalasnya.

 

***

 

Author POV

Setelah dari toilet Jiyeon pun bergegas menuju kelasnya. Sesampainya di kelas ia mengedarkan pandangannya ke seluruh kelas tapi tidak menemukan Sehun. Saat itu jam pelajaran sedang kosong jadi suasana kelas sangat ramai.

 

“Jiyeon-ah, sepertinya Sehun membolos pelajaran. Aku tidak melihatnya lagi sehabis dari kantin,” seru Sulli. Jiyeon jadi panik sendiri karena baru hari pertama masuk Sehun sudah berani membolos.

 

“Bagaimana ini Jiyeon-ah, bukankah kau ditungaskan Ayahmu untuk merubahnya menjadi anak baik? Cepat cari dia sekarang!” ujar Sulli mengingatkan Jiyeon tentang tugasnya.

 

“Ne Sulli-ah, kalau begitu aku akan mencarinya dulu,” ucap Jiyeon sambil bergegas keluar.

 

“Hati-hati Jiyeon-ah, jangan sampai ketahuan guru lain,” teriak Sulli saat Jiyeon berjalan keluar kelas.

 

“Ne…” jawab Jiyeon sambil berlari menyusuri koridor.

 

“Aish dasar pria menyebalkan! Baru hari pertama sudah membuatku kerepotan. Tapi aku harus mencarinya kemana?” ucap Jiyeon gusar.

 

“Ah kemungkinan besar dia berada di atap sekolah karena itu satu-satunya tempat yang sepi,” ucap Jiyeon sambil bergegas menuju atap sekolah.

 

Sesampainya di sana dia mencari keberadaan Sehun dan menemukannya sedang tertidur.

 

“Sudah ku duga pasti dia berada di sini,” gerutu Jiyeon. Jiyeon langsung menghampiri Sehun yang sedang tertidur dan berusaha membangunkannya dengan menendang-nendang kakinya. Tapi Sehun tidak memberikan reaksi apapun.

 

Jiyeon tidak kehabisan akal dia menarik baju Sehun dan memukul dadanya berulangkali agar Sehun bangun. Dan aksinya pun membuahkan hasil, Sehun akhirnya terbangun dari tidurnya.

 

“Ya! Apa yang kau lakukan, kenapa mengganggu tidurku?” Tanya Sehun kesal sambil mengusap dadanya yang habis dipukuli Jiyeon.

 

“Siapa yang menyuruhmu tidur? Ini masih jam pelajaran tau, kenapa kau membolos hah?!” tanya Jiyeon.

 

“Kau sendiri kenapa ada di sini? Kau juga membolos kan?” Tanya Sehun tak mau kalah.

 

“Itu karena aku mencarimu bodoh! Cepat kembali ke kelas!” ucap Jiyeon dan mulai melangkahkan kakinya.

 

“Mwo? Berani sekali kau mengataiku bodoh! Ya, tunggu dulu,” ucap Sehun sambil berteriak dan menarik tangan Jiyeon dengan kencang.

 

BRUKK!!

 

Tiba-tiba Sehun kehilangan keseimbangan dan terjatuh bersama Jiyeon yang berada di bawahnya. Mereka berdua meringis kesakitan terutama Jiyeon karena Sehun menimpa tubuhnya.

 

“Aish kau ini benar-benar bodoh Sehun! Cepat bangun kau ini sangat berat tahu!” bentak Jiyeon karena kesal.

 

“Aku tidak akan menarikmu kalau kau tidak mengataiku bodoh! Itu deritamu, siapa suruh jatuh di bawah!” ujar Sehun sambil menjulurkan lidahnya.

 

“Tidak ku sangka tingkahmu selain menyebalkan juga sangat kekanakan sekali, minggir!” ucap Jiyeon.

 

“Siapa yang kau sebut menyebalkan dan kekanakan, eoh?” tanya Sehun semakin mendekatkan wajahnya ke arah Jiyeon.

 

“A a apa yang akan kau lakukan?” ujar Jiyeon gugup dan memejamkan matanya.

 

“Hahahahaha,” tawa Sehun meledak melihat tingkah Jiyeon dan bangun dari posisinya.

 

“Ya, apa kau pikir aku akan menciummu heh?” tanya Sehun mengejek.

 

“Siapa yang berpikir seperti itu? Aku hanya tidak sanggup menatap wajah jelekmu itu dari dekat. Membuat mataku sakit dan ingin meleleh,” ucap Jiyeon salah tingkah dan memperlihatkan matanya pada Sehun.

 

“Mwo? Wajahku ini sangat tampan kau tau banyak yeoja yang tergila-gila padaku karena wajah ini,” ucap Sehun dia tidak terima di bilang jelek oleh Jiyeon.

 

“Yeoja yang mengejarmu itu bukan karena tergila-gila padamu, tapi memang karena mereka itu gila,” ucap Jiyeon menjulurkan lidahnya dan berlari menuju kelasnya sambil tertawa.

 

“Aish, awas kau Park Jiyeon” ujar Sehun ia pun beranjak untuk menuju kelasnya.

 

Jiyeon sampai ke kelas lebih dulu dan langsung duduk di tempatnya. Tidak lama setelah itu Sehun pun masuk ke kelas. Saat Sehun berjalan menuju kursinya pandangannya bertemu dengan Jiyeon dan mereka saling mencibir satu sama lain. Sehun memutar bola matanya dan segera menuju kursinya.

 

“Kau dari mana saja?” Tanya Kai saat Sehun sudah duduk di tempatnya.

 

“Aku tidur di atap,” jawab Sehun singkat.

 

“Kau ini berani sekali, untung saat ini sedang jam kosong kalu tidak kau bisa di hukum,” ucap Kai mengingatkan.

 

“Ne, untung tidak ada guru” jawab Sehun malas.

 

“Aish kau ini irit sekali saat berbicara,” ucap Kai.

 

Saat mereka sedang mengobrol tiba-tiba ada perempuan yang mendatangi meja mereka.

 

“Sehun-ah, nanti pulang bersamaku ya,” pinta yeoja itu dengan gaya imut yang dibuat-buat.

 

“Centil sekali perempuan ini’ ujar Sehun dalam hati.

 

“Nugu?” Tanya Sehun kepada yeoja tersebut.

 

“Ah, choneun Han Soyi imnida. Kau mau kan pulang bersamaku?” tanya yeoja yang bernama Han Soyi.

 

“Aku tidak mau” jawab Sehun dingin.

 

“Waeyo?” Tanya Soyi.

 

“Aku sudah ada janji dengan orang lain,” jawab Sehun asal. Han Soyi merasa kesal karena sikap Sehun dan kembali ke kursinya.

 

‘Lihat saja nanti kau pasti akan menyukaiku’ ujarnya-Soyi dalam hati.

 

Bel pulang pun telah berbunyi para siswa mulai meninggalkan kelasnya masing-masing. Tiba-tiba handphone Jiyeon berbunyi dan panggilan tersebut berasal dari Ayahnya.

 

“Yeoboseyo” ucap Jiyeon.

 

“Jiyeon-ah kau harus pulang bersama Sehun ne, ada yang harus kami bicarakan untuk persiapan pertunangan kalian. Orang tua Sehun juga sudah memberitahunya. Cepat pulang sekarang juga, kami menunggu kalian di kediaman keluarga Sehun. Anyyeong” ujar Appa Jiyeon langsung memutuskan sambungan telpon tanpa memberi kesempatan kepada Jiyeon untuk protes.

 

‘Aish appa menyebalkan, kalau sudah seperti ini kau tidak akan bisa membantah’ umpat Jiyeon dalam hati. Jiyeon berjalan ke luar dan ternyata Sehun sudah menunggunya di depan kelas.

 

“Kajja, pasti kau sudah diberi tahu Ayahmu tentang rencana ‘itu’ kan?” Tanya Sehun. Jiyeon hanya membalasnya dengan anggukan kepala.

 

“Wah kalian akan pulang bersama? Sepertinya hubungan kalian akan berjalan dengan baik,” ujar Sulli sambil terkikik.

 

“Bukan seperti itu Sulli-ah,” ucap Jiyeon.

 

“Cepatlah sedikit, bukankah mereka menyuruh kita untuk segera pulang? Jangan lambat!” perintah Sehun agar Jiyeon lebih cepat.

 

“Ne, arrasso” ucap Jiyeon ketus.

 

“Sulli-ah aku duluan ya, annyeong” pamit Jiyeon dan Sulli membalasnya dengan tersenyum.

 

Ternyata sejak tadi Taemin memperhatikan mereka dan memandang sedih atas kepergian Jiyeon.

 

“Taemin-ah, sejak kapan kau ada di sini?” tanya Sulli terkejut karena melihat Taemin sudah ada di belakangnya.

 

“Aku baru saja datang, kajja kita pulang,” ucap Taemin berbohong dan mereka mulai berjalan meninggalkan kelas.

 

Sehun dan Jiyeon sudah tiba di tempat parkir dan masuk ke dalam mobil Sehun.

 

“Awas kalau kau menurunkanku di tepi jalan lagi, aku akan melaporkanya kepada orang tuamu” ucap Jiyeon mengancam.

 

“Aku tidak akan menurunkanmu jika kau tidak berisik” ujar Sehun dingin.

 

‘Anak ini kadang menyebalkan, kadang kekanakan, dan sekarang dingin. Sebenarnya dia memiliki berapa kepribadian sih?’ tanya Jiyeon dalam hati. Dia lebih memilih diam karena takut diturunkan lagi di tepi jalan jika dia berisik.

 

“Jadi karena dia kau menolakku Sehun-ah, awas kau Park Jiyeon aku tidak akan membiarkanmu” ucap seorang perempuan sambil memandang ke arah kepergian mereka.

 

 

 

_My Marriage Is_

TBC

________________________________________________________

Hallooo, aku datang membawa lanjutan dari part 1.

Aku ga nyangka ternyata respon kalian sangat bagus menurutku. Aku seneng baca

komentar kalian semua. Dan aku cuma bisa ngucapin terima kasih untuk

para readers yang bersedia ninggalin komentarnya di FF ku.

Semoga kalian suka ya,

Jangan lupa Komentarnya ^^

_______________________________________________________

213 thoughts on “[2nd Scene] My Marriage Is…

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s