I Love You, My Little Girl (Chapter 2)

luhan

I Love You, My Little Girl

Tittle : I Love You, My Little Girl
Author : Jellokey
Main Cast :
Luhan (Lu Han of EXO)
Shin Min Young (OC)
Support Cast :
Oh Se-hoon (Se Hun of EXO)
Kim Jong-in (Kai of EXO)
Kim Hyun-il (Ray of C-CLOWN)
Lee Jae-joon (Maru of C-CLOWN)
and others
Length : Chaptered
Genre : Romance, Family, School Life
Rating : PG-17
Disclaimer : Cerita ini milik saya. Dilarang plagiat dan copy paste. Don’t bash!

Chapter 1

Lu Han melihat bingung ruang rawat Min Young yang kosong dan rapi. Ia memeriksa ruangan itu tapi tidak menemukan Min Young. Apa Min Young sudah pulang?
“Suster!” Lu Han memanggil suster yang baru lewat di depan ruang rawat Min Young.
“Ada yang bisa saya bantu, tuan?” tanya suster itu ramah.
“Pasien yang dirawat di ruangan ini ke mana ya?” Tanya Lu Han.
“Pasien yang bernama Shin Min Young sudah keluar dari rumah sakit jam delapan pagi tadi.” Lu Han kecewa mendengar itu.
“Gamsahamnida, suster.” Dia sudah pulang. Apa aku bisa bertemu dengannya lagi? Bodoh. Kenapa kau tidak meminta nomor handphone atau alamatnya, Lu Han?

————–

Sebulan ini Lu Han merasa gila. Dia tidak bisa menghilangkan Min Young dari pikirannya. Entah apa yang Min Young miliki sampai ia harus memikirkan Min Young setiap saat. Lu Han tidak pernah memikirkan yeoja sampai seberat ini.
“Hyung, apa baju ini bagus?” Suara Sehun menyadarkan Lu Han dari lamunannya tentang Min Young.
“Eo? Aku rasa tidak. Pilih yang lebih bagus.” Sehun menjilat bibirnya. Bukan gugup, tapi kesal. Entah sudah berapa kali ia memilih baju tapi semuanya jelek di mata Lu Han. Ide shopping Sehun memang bagus untuk refreshing. Minggu sore, mereka sudah memasuki beberapa toko di Myeong-dong. Lu Han meninggalkan Sehun sendirian memilih baju. Ia pergi ke tempat khusus koleksi topi. Dia mengambil topi yang menurutnya bagus lalu berjalan ke sudut toko di mana terdapat cermin besar di sana. Lu Han tersenyum melihat pantulan dirinya di cermin. Dia selalu tampan dengan apa yang ia kenakan. Senyum itu memudar tergantikan ekspresi terkejut. Lu Han tidak menyangka bisa bertemu dengan yeoja yang selalu ia pikirkan di toko ini. Apa mereka berjodoh? Dari cermin, Lu Han bisa mengamati Min Young yang memutar-mutar tubuhnya, menilai dress yang ia kenakan cocok atau tidak.
“Minyoung-ssi.” Panggilan itu membuat Min Young berhenti. Ia terkejut mendapati Lu Han berdiri di sampingnya. Ia baru menyadari kalau orang yang berdiri di sampingnya adalah Lu Han setelah namja itu melepas topinya.
“Ajjushi..” Min Young malu sedangkan Lu Han kesal karena Min Young selalu memanggilnya ajjushi.
“Kau belanja di sini?” Tanya Lu Han, melupakan kekesalannya.
“Ne. Hanya membeli beberapa dress. Annyeong, ajjushi.” Lu Han mengikuti Min Young yang menuju kasir. Ia juga hendak membayar topinya.
“Minyoung-ssi.” Lu Han memanggil Min Young yang lebih dulu keluar dari toko. Ia menghampiri Min Young yang sudah berhenti.
“Mau menemaniku minum di cafe?” Tawar Lu Han. Bisa dibilang langkah awal untuk melakukan pendekatan.
“Anggap saja ini permintaan maafku karena hampir menabrakmu.” Sambung Lu Han.
“Ne.” Jawaban Min Young membuat Lu Han senang bukan main. Baru kali ini ada yeoja yang bisa membuat Lu Han melupakan Sehun.

—————-

Mereka sibuk dengan kegiatan masing-masing. Min Young memainkan sedotan minumannya sedangkan Lu Han terus memandangi Min Young sambil sesekali meminum bubble teanya.
“Min Young.” Panggil Lu Han.
“Ye?” Min Young mengangkat kepalanya, menatap Lu Han.
“Namja yang menjengukmu di rumah sakit, dia siapa?” Tanya Lu Han hati-hati.
“Dia sunbaeku, ajjushi.” Jawaban Min Young membuat Lu Han lega.
“Hanya sunbae?” Lu Han ingin memastikan lagi jawaban Min Young
“Aku menyukainya.” Lu Han tersentak. Ia sudah menduga kalau Ray dan Min Young ada hubungan.
“Dulu.” Alis Lu Han bertaut. Apa maksud yeoja ini?
“Aku menyukainya dulu. Sekarang tidak. Ah.. Mungkin sedikit.” Lu Han mengangguk. Berusaha bersikap normal.
“Nama ajjushi siapa?” Tanya Min Young.
“Lu Han. Bisakah kau tidak memanggilku ajjushi?” Ucap Lu Han sedikit kesal.
“Ajjushi kan sudah kerja sedangkan aku masih sekolah.” Kata Min Young polos.
“Umurmu berapa?” Lu Han cukup sabar menghadapi Min Young. Dia sudah biasa menghadapi orang seperti Min Young. Kai, Sehun, Baekhyun, dan Chanyeol. Empat anggota dari EXO-K yang butuh bimbingannya. Min Young sama seperti mereka. Keras kepala.
“Tiga belas tahun.”
“Aku dua puluh tiga. Tidak beda jauh kan?” Min Young diam sebentar.
“Beda sepuluh tahun. Aku harus memanggil ajjushi supaya sopan.” Lu Han mendesah berat. Dia seperti menghadapi Sehun sekarang. Dua orang ini sama-sama suka mendebatnya.
“Bisakah kau memanggilku oppa?”
“Tapi―”
“Lihat wajahku.” Potong Lu Han. Min Young menatap Lu Han lekat. Lu Han memang cute, sepertinya tidak masalah kalau memanggil Lu Han dengan oppa.
“Lu Han.. oppa.” Suara Min Young pelan.
“Bagus.” Lu Han mengacak rambut Min Young.
“Oppa!” Min Young menyingkirkan tangan Lu Han dari kepalanya.
“Rambutku berantakan!” Min Young mengerucutkan bibirnya kesal.
“Biar aku rapikan.” Lu Han mendekatkan duduknya dengan Min Young, merapikan rambut Min Young. Min Young menatap Lu Han yang serius merapikan rambutnya.
“Cute.” Ucap Min Young tanpa sadar.
“Kau bilang apa?” Lu Han menangkupkan tangannya di wajah Min Young. Lancang memang. Tapi Lu Han tidak mau Min Young menghindari tatapannya.
“Oppa..” Mata Min Young bergerak gelisah. Dia gugup. Bahkan dia tidak segugup ini saat dekat dengan Ray.
“Kau cantik.” Ucap Lu Han sambil tersenyum. Bisa ia lihat pipi Min Young yang merona. Lu Han tidak pernah melihat yeoja yang pernah dekat dengannya seperti itu. Kenapa? Karena mereka agresif semua.
“Oppa, aku pulang.” Ucap Min Young setelah ice cappucinonya habis.
“Boleh aku mengantarmu?” Lu Han mengikuti Min Young yang sudah berjalan. Min Young menggeleng.
“Aku berangkat dengan supirku tadi.” Lu Han kecewa. Tapi perjuangan tidak boleh berhenti sampai di sini.
“Aku minta nomor ponselmu.” Lu Han menyodorkan handphonenya pada Min Young.
“Aku pegang sebentar.” Ia mengambil paper bag di tangan Min Young agar yeoja itu bisa mengetik di handphonenya.
“Gomawo.” Lu Han mengambil handphonenya kembali. Ia mengantar Min Young sampai Min Young masuk ke dalam mobilnya.
“Oppa, terima kasih traktirannya.” Ucap Min Young setelah membuka kaca mobilnya.
“Lain kali aku akan mentraktirmu.” Min Young tersenyum.
“Hati -hati di jalan.” Lu Han melambaikan tangan sambil tersenyum khas orang jatuh cinta. Sehun. Ia teringat sepupu kesayangannya. Dia pasti sudah pulang. Lu Han kembali tersenyum. Hari ini benar-benar indah untuknya.

—————-

Hampir setiap hari Lu Han menghubungi Min Young. Mereka dekat sekarang. Perbedaan umur yang cukup jauh tidak membuat mereka canggung.
“Apa oppa masih lama?” Min Young menelepon Ray. Ray mengajaknya bertemu di taman kota dan Min Young sudah menunggu namja itu selama sepuluh menit.
“Sebentar lagi aku sampai. Tunggu sebentar, eo?” Ray menerima setangkai mawar putih dari penjual bunga. Ia menatap kagum bunga yang ia siapkan untuk Min Young. Hari ini, ia akan menyatakan perasaannya.
“Ne.” Min Young menyimpan handphone ke saku celananya. Bosan. Ia paling tidak suka menunggu.
“Min Young.” Suara yang sangat Min Young kenal. Ia mendapati Lu Han dengan sepedanya.
“Oppa.” Namja itu menempatkan sepedanya dekat bangku taman.
“Apa yang kau lakukan di sini?” Lu Han duduk di samping Min Young.
“Aku menunggu Ray oppa. Oppa?” Jawaban yang tidak Lu Han harapkan.
“Bersepeda. Aku selalu bersepeda sore di akhir pekan.” Hening sampai Lu Han buka suara.
“Min Young, kau mau dengar ceritaku?” Min Young mengangguk.
“Aku menyukai seorang yeoja yang umurnya jauh lebih muda dariku.” Min Young langsung menatap Lu Han. Namja itu seperti menerawang.
“Apa menurutmu dia akan menerima pernyataan perasaanku?” Lu Han menoleh. Ia menatap Min Young dalam.
“Aku tidak tahu. Tapi, aku rasa dia akan menerima oppa.” Sulit bagi Min Young mengatakan itu. Namja yang duduk di sampingnya adalah orang yang membuat rasa sukanya pada Ray luntur. Sekarang, Lu Han menyukai seorang yeoja dan menceritakan itu padanya. Semua yeoja yang berada di posisi Min Young pasti sedih.
“Young.”
“Ne?” Kalau Lu Han jeli, dia pasti mendengar suara Min Young yang bergetar. Tangannya mencengkeram erat ujung kemejanya.
“Aku menyukaimu.”
Deg!
“Aku sangat senang bisa bertemu denganmu lagi.” Lu Han meraih tangan Min Young dan menggenggamnya erat.
“Maukah kau jadi yeojachinguku?” Min Young mengangkat kepalanya. Ia menatap Lu Han yang menatapnya serius. Apa Min Young bisa mendengar detak jantung Lu Han yang cepat karena menunggu jawabannya?
“Aku juga menyukai oppa.” Ucap Min Young pelan.
“Aku pikir oppa menyukai yeoja lain.” Lu Han memeluk Min Young.
“Aku sangat menyukaimu.” Tak jauh dari bangku taman yang diduduki Min Young dan Lu Han, ada Ray yang melihat mereka. Es krim dan bunga yang ia pegang jatuh begitu saja saat melihat Lu Han mencium kening Min Young. Dan hal yang membuat Ray semakin sakit, Min Young pergi dengan Lu Han. Melupakan Ray yang meminta Min Young menunggunya di taman.

—————

Min Young terkejut mendapati Lu Han yang berdiri di depan gerbang sekolahnya. Setelah resmi pacaran, mereka tidak bertemu selama seminggu karena Lu Han harus mengurus perusahaannya yang ada di Jepang.
“Oppa!” Lu Han tersenyum pada Min Young yang berjalan ke arahnya. Tapi tidak bertahan lama karena Lu Han melihat Ray dan satu namja lain yang tidak Lu Han kenal (Maru) mengekor di belakang Min Young.
“Bogoshipo.” Lu Han memeluk Min Young. Ia sangat merindukan gadis kecilnya. Video call dan pesan tidak cukup untuk menghilangkan rindunya pada Min Young.
“Oppa, aku malu.” Min Young tidak tahu apa yang dipikirkan orang saat melihat mereka. Lu Han malah tidak peduli. Ia memeluk Min Young erat.
“Ayo pulang.” Lu Han menggenggam tangan Min Young.
“Oppa, Maru, aku pulang duluan.” Min Young tersenyum pada Ray dan Maru.
“Hyung, siapa ajjushi yang sok muda itu?” Jelas sekali Maru tidak suka dengan Lu Han.
“Min Young namjachingu.” Ucap Ray pelan.
“Mwo? Bukankah hyung―”
“Aku kalah cepat darinya. Entah bagaimana ajjushi itu bisa bersama Min Young di taman.” Hati Ray sakit setiap mengingat kejadian di taman.

—————

“Oppa, kita mau ke mana?” Tanya Min Young begitu keluar dari lift.
“Apartemenku.” Lu Han memutuskan mengajak Min Young ke apartemennya karena yeoja itu tidak mau cepat sampai rumah. Mungkin karena Min Young merindukannya. Lu Han meraih tangan kanan Min Young. Menggunakan telunjuk Min Young untuk menekan password apartemennya.
“Ini bukan tanggal lahir oppa.” Kata Min Young setelah pintu terbuka.
“Ya. Itu tanggal lahir sepupuku.” Lu Han memakai tanggal lahir Sehun sebagai password apartemennya.
“Oppa sangat menyayanginya?” Lu Han mengangguk.
“Oppa lebih sayang dia atau aku?” Lama Lu Han berpikir, membuat Min Young cemas.
“Sepertinya aku lebih menyayangimu.” Min Young mengerucutkan bibirnya. Jawaban Lu Han tidak memuaskan.
“Aku sangat menyayangimu.” Lu Han merangkul Min Young masuk ke dalam apartemen.
“Oppa tinggal sendiri?” Ucap Min Young setelah menukar sepatu dengan sandal rumah. Lalu menuju sofa.
“Ne. Kau mau tinggal bersamaku?” Goda Lu Han. Ia duduk di samping Min Young.
“Apa boleh?” Lu Han terkekeh. Seru juga pacaran dengan yeoja yang jauh lebih muda darinya. Masih polos.
“Tentu saja boleh. Aku sangat senang kalau kau mau tinggal bersamaku.”
“Aku akan minta izin pada eomma.” Lu Han menganga. Ia menatap tidak percaya Min Young yang sedang membuka blazernya. Tidak menyangka Min Young menanggapinya serius.
“Tidak usah. Nyonya Shin tidak akan mengizinkan.”
“Kenapa?” Min Young menatap Lu Han penuh tanya.
“Nyonya Shin belum tahu kita pacaran kan?” Min Young menggeleng.
“Jangan beritahu eommamu dulu.” Ucap Lu Han.
“Kenapa?”
“Ikuti saja kata oppa, eum?” Min Young mengangguk.
“Aku ingin melihat-lihat ruangan di apartemen oppa.” Min Young beranjak dari duduknya.
“Silahkan. Mulai sekarang ini apartemenmu juga. Apartemen kita.” Lu Han merasa aneh setelah mengatakan itu. Dia tidak pernah mengatakannya pada yeoja mana pun. Baru Min Young. Yang Lu Han tahu, dia serius dengan Min Young. Lebih baik aku memasak untuk makan siang. Lu Han beranjak ke dapur.

———————

Tidak banyak ruangan di apartemen Lu Han yang luas. Kamarnya hanya satu. Min Young sudah melihat ruang kerja Lu Han, ruang yang ia kira tempat mencuci pakaian karena ada mesin cuci di sana. Sekarang Min Young berada di ruang makan. Ia terkejut mendapati Lu Han di dapur. Ruang makan dan dapur dipisahkan oleh dinding yang tingginya satu meter. Min Young menghampiri Lu Han.
“Oppa.”
“Kau sudah selesai?” Lu Han mengaduk sup yang sedang ia masak. Ia baru saja memasukkan sedikit garam ke dalamnya.
“Apartemen oppa bagus.” Lu Han tersenyum.
“Tentu saja karena pemiliknya namja tampan sepertiku.” Lu Han menoleh karena Min Young tidak menanggapinya. Mungkin Lu Han terlalu narsis makanya Min Young malas menanggapi.
“Kenapa, chagi?” Min Young menggelengkan kepalanya. Ia melamun.
“Oppa bisa masak?”
“Ya. Aku bisa diandalkan dalam urusan masak.” Min Young mendesah berat.
“Apa oppa menyukai yeoja yang bisa masak?”
“Ne. Tapi aku tidak terlalu memikirkan itu kalau masih pacaran. Yang penting, yeoja yang menjadi istriku harus pandai memasak.” Lu Han menoleh karena lagi-lagi yeojanya diam.
“Aku tidak bisa masak.” Ucap Min Young pelan. Wajahnya sedih.
“Hei, jangan terlalu serius.” Lu Han mengelus pipi Min Young.
“Tapi―”
“Aku menyayangimu.” Lu Han memeluk Min Young. Mengusap punggung Min Young pelan.
“Oppa, aku ingin bisa memasak. Aku ingin oppa bangga padaku.” Hati Lu Han bergetar. Ia tersentuh. Belum ada yeojachingunya yang ingin menjadi apa yang Lu Han mau. Lebih tepatnya tidak peduli. Mereka hanya memikirkan kesenangan bersama Lu Han.
“Aku akan mengajarimu.” Lu Han menangkupkan kedua tangan di wajah Min Young. Ia menatap Min Young dalam.
“Setiap hari Minggu kita akan belajar memasak.”
“Jeongmal?”
“Pengecualian kalau aku bekerja di luar negeri.” Min Young mengangguk.
“Oppa, gomawo.” Lu Han mengacak rambut Min Young lembut. Ia sangat suka melihat Min Young tersenyum. Apalagi karenanya.

—————-

“Jalja. Mimpikan aku.” Lu Han memutus sambungan teleponnya dengan Min Young. Ia menatap langit-langit kamarnya. Tadi, saat mengantar Min Young pulang, ia hampir saja mencium bibir Min Young.
“Haah..” Lu Han mendesah berat.
“Mungkin Min Young belum tahu cara berciuman.” ‘Oppa, aku masuk. Hati-hati di jalan.’ Ucapan itu yang membuat bibir Lu Han tidak jadi menempel di bibir Min Young. Min Young langsung keluar dari mobilnya setelah mengatakan itu. Sedikit lagi kau akan merasakan bibir tipis Min Young, Lu Han. Rasanya seperti apa ya? Pikiran Lu Han melayang entah ke mana. Yang jelas pikirannya kotor.
“Aku akan mengajarinya cara berciuman yang baik. Lu Han style.” Ucap Lu Han sebelum memejamkan matanya.

—————-

“Huwaa! Bacon!!” Suara bass seorang namja menggema di kamar Lu Han. Detik berikutnya, terdengar suara debaman keras. Lu Han terjatuh dari tempat tidurnya.
“Arrgh..” Lu Han meringis. Dia tidak tahu kenapa tubuhnya sakit padahal bibirnya merasakan sesuatu yang lembut. Ia baru mencium Min Young.
“Baekhyun! Lu Han hyung memperkosaku!!” Teriak Chanyeol histeris. Dia menarik selimut menutupi tubuh toplessnya. Ia memang sengaja karena merasa gerah.
“Lu Han hyung, kau hampir merenggut kesucianku!” Chanyeol melempari Lu Han dengan bantal. Lu Han mendapatkan penuh kesadarannya. Ia menatap bingung empat namja yang mengelilinginya dan Chanyeol yang ada di tempat tidurnya. Ia juga mendengar dengkuran khas Kai.
“Apa yang kalian lakukan di sini?” Empat namja itu menatap Lu Han tajam.
“Apa yang hyung lakukan pada soulmate-ku?” Suara Baekhyun, sepupunya yang akhir-akhir ini menggemari eyeliner.
“Hyung mimpi kotor.” Ucap Dio tajam.
“Merah.” Kata Suho setelah melihat punggung Chanyeol.
“Hyung, hikss…” Chanyeol terisak. Hanya yeoja yang dia cintai yang bisa merasakan dirinya. Dan semua hancur karena hyungnya yang menyerupai yeoja cantik.
“Hyung tidak normal.” Ujar Sehun shock.
“Ya! Aku masih normal!” Teriak Lu Han tidak terima.
“Oh Se-hoon, kau tahu berapa yeoja yang kukencani.” Sehun mencerna ucapan Lu Han. Yang mengajarinya memiliki yeojachingu banyak adalah Lu Han. Ralat, Sehun meniru Lu Han.
“Lu Han hyung normal, saudara-saudara.” Lu Han berdiri. Ia melihat jam dinding. 06.00 am.
“Kalian terlalu pagi datang kemari.” Lu Han menatap sepupunya satu per satu.
“Sejak semalam kami sudah di sini.” Ucap Baekhyun yang baru memakaikan baju piyama pada Chanyeol. Kenapa? Datanglah besok.” Lu Han menguap. Mimpi indahnya hancur.
“Kami merindukanmu, hyung.” Koor EXO-K kecuali Kai yang masih berada di alam mimpinya.
“Aku mau tidur lagi.” Lu Han merebahkan diri di tempat tidurnya.
“Oh, satu lagi. Aku mau kencan hari ini. Maaf, aku tidak bisa ikut dalam rencana yang sudah kalian susun.” EXO-K terperangah mendengar ucapan Lu Han. Sejak kapan namja imut itu lebih mementingkan yeoja daripada mereka?

TBC…

Ff ini side story salah satu ff chapter aku. Komen ya ^^

61 thoughts on “I Love You, My Little Girl (Chapter 2)

  1. Author, jjang!!
    Aku baru ngikutin fanfincnya Author. Aku suka bahasa yg digunakan. Alurnya juga ga kecepetan atau kelambatan

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s