I lived with crazy Yeoja Part 10b [End]

 

liieeee

Title                 :  I lived with crazy Yeoja Part 10b [End]

Author           : Park  Hana

Cast                : Byun Baekhyun, Jung Eunji.

Other cast      : Find by your self

Genre             :  Comedy romance family

Length           : Chapter

Rating             : G

Warning         : Typo dimana-dimana!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

Summary       :  Perempuan itu membuat kepalaku pusing, semua kelakuannya abnormal.  Sungguh tak seperti perempuan, tapi itu yang membuat dia berbeda. Sipat tak tahu malunya, cara bicaranya yang seperti preman dan lagi tertawanya. Dialah yeoja gila yang tinggal dirumahku.

I love you

“Kau dari mana tadi?” tanya Nyonya Lee pada Eunji yang kini sudah duduk diatas tempat tidur Eunji. Mereka memang sudah pindah ke Korea atas permintaan Nyonya Lee.

Eunji yang sedang mengganti pakaiannya, tersenyum  kearah ibunya itu.

“Aku menemui seorang teman”

Nyonya Lee membalas Senyuman Eunji, lalu berdiri berniat hendak pergi  dari sana.

“Kalau begitu cepatlah tidur”

Eunji mengangguk, nyonya Lee pun mulai melangkahkan kakinya menuju pintu kamar Eunji, namun saat tangannya memegang knop pintu dan akan membuka pintu, Eunji tiba-tiba berlari kearanya.

Eunji lantas memeluk ibunya dari belakang yang membuat nyonya Lee merasa aneh dengan sikap anak gadisnya tersebut.

“Apa kau ada masalah?” tanya Nyonya Lee lembut.

“Aniya” ucap Eunji pelan lalu membenamkan wajahnya di bahu ibunya.

Meskipun Eunji menyangkal, tapi perasaan seorang ibu memang tak bisa di bohongi. Dia yakin kalau Eunji sedang ada masalah atau ada hal yang sedang dipikirkan oleh Eunji.

Tangan  nyonya Lee bergerak menuju kepala Eunji, lalu mengusapnya lembut.

“katakanlah, ada apa? perasaan seorang ibu tidak bisa di bohongi meskipun anaknya mencoba berbohong!”

“Aku hanya merasa dadaku sesak, seakan tak bisa bernapas. Apa yang harus aku lakukan kalau aku terus merasakan hal seperti ini?”

Nyonya Lee menghela napasnya seraya tersenyum mendengar jawaban anaknya yang seperti itu.

“Kenapa harus bertanya pada orang lain apa yang harus kau lakukan, bukankah kau sendiri yang tahu jawabannya? Eungh. .”

Eunji tak menjawab apapun mendengar jawaban ibunya itu karena memang dia sendiri tahu jawaban pertanyaannya itu, hanya saja dia selalu menyangkal semuanya dan membiarkan semuanya seakan semuanya akan baik-baik saja.

***

Alarm berbunyi sangat keras membuat Baekhyun yang tengah tertidur pulaspun terbangun dengan wajah kesal. Baekhyun mengerang karena kesal, sambil mengacak-ngacak rambutnya.

Dia menatap jam yang tengah menunjukan pukul 6.30. dan dia tahu bahwa ini saatnya dia bersiap pergi menuju kantor.

Tidak jauh dari rumah Baekhyun, sekarang Eunji tengah diam. Sebenarnya dia tak punya niat mengunjungi Baekhyun pagi itu, tapi dia hanya ingin melihat Baekhyun dengan penampilan seorang jaksa. Eunji memakai topi dan bahkan kacamata agar tidak dikenali Baekhyun.

Eunji terus menunggu disebuah gang kecil, dan berharap Baekhyun cepat melewati jalan itu.  dan tak beberapa lama kemudian seorang laki-laki yang menggunakan stelan tengah mendekat.

Eunji menajamkan matanya, seketika itu dia memundurkan langkahnya dan menempelkan tubuhnya di dinding agar tak terlihat oleh lelaki yang memakai stelan itu yang adalah Baekhyun.

Eunji menatap Baekhyun yang terus saja berjalan, dan jarak mereka kini semakin jauh. Eunji tersenyum bahagia karena akhirnya dia bisa melihat Baekhyun.

Eunji menundukan kepalanya, seraya menatap sepatunya.

“Pabo!” gumannya pada dirinya sendiri.

Eunji mengangkat kepalanya, dan kembali menatap kearah Baekhyun, namun sia-sia karena Sosok Baekhyun kini sudah tak terlihat.

***

Baekhyun POV

“Baekhyun-ah Baekhyun-ah!”

Aku terhentak saat melihat ahjuma pemilik restoran ayam tempat dulu aku bekerja datang seraya berteriak memanggil-manggil namaku.

Aku yang sedang duduk sambil membaca beberapa kasus akhirnya menyimpannya dulu.

“Ahjuma wae?” tanyaku.

“Baekhyun-ah tolong “ ujar ahjuma Park seraya menatapku dengan wajah khawatir dan ketakutan.

“Ahjuma wae?” tanyaku tak mengerti

“Baekhyun-ah gadis itu, tolong dia. dia dibawa kekantor polisi karena menolongku”

Aku menyipitkan mataku mendengar ahjuma Park mengatakan kata ‘gadis itu’. aku benar benar tak mengerti apa yang sedang ahjuma park katakan.

‘Ahjuma ada apa? gadis itu siapa?” tanyaku memperjelas

“Gadis itu, noonamu itu”

‘Noona” ucapku bingung sambil berpikir.

Aku menatap park ahjuma saat aku ingat kata noona, ah ini tidak mungkin apa mungkin noona yang ahjuma Park maksud itu Eunji, karena memang tetanggaku selalu menyangka bahwa Eunji adalah noonaku.

Karena aku ingin tahu gadis yang dimaksud Park ahjuma adalah Eunji atau bukan jadi aku putuskan untuk datang kekantor polisi diantar Park ahjuma.

“Pak Choi aku ingin pergi sebentar” pamitku pada salah satu rekanku.

***

Saat masuk kantor polisi aku melihat seroang gadis yang tengah duduk didepan meja salah seorang petugas polisi. Dan di tempat duduk pinggir aku melihat tiga orang anak muda yang kira-kira kalau aku perhatikan mereka seperti murid SMA, dan wajah mereka tampak babak belur.

Aku berjalan lebih mendekat kearah gadis itu, dan mencoba memanggilnya.

“Jung Eunji”

Gadis itu menoleh dan ternyata benar itu adalah Eunji, sekilas aku merasa sebuah kelegaan saat mengetahui bahwa itu adalah Eunji, namun seketika itu juga aku teriangat pada ketiga orang yang babak belur.

“Baekhyun-ah” Eunji menunjukan wajah sedih saat melihatku dan seperti hnedak menangis.

“Tuan polisi nona ini tidak bersalah, tapi ketiga brandal itu yang bersalah. Nona ini mencoba menyelamatakanku dari ketiga berandalan yang mencoba mengambil uangku” ujar Park ahjuma.

“Hei ahjuma, walaupun gadis ini tidak bersalah tetap saya dia melukai ketiga orang ini” tunjuk sang polisi kearah tiga orang lelaki yang tengah duduk dengan wajh menyedihkan itu.

Aku menghela napasku, mendengar semua hal ini, aku tak habis pikir bagaimana seorang wanita bisa melukai tiga orang lelaki sekaligus, Eunji benar-benanr menakutkan.

“Pak polisi, aku Jaksa Byun dan aku akan menjamin Gadis ini” ucapku.

“Apa hubungan anda dengan gadis ini pak jaksa? Sehingga anda mau menjaminnya? Dan kami yakin untuk membebaskannya?” tanya sang polisi.

“Gadis ini Noona Jaksa Byun” jawab Park ahjuma.

“Eo baiklah kalau begitu, tapi anda juga harus bertanggung jawab. Bawa ketiga orang itu berobat” ujar sang polisi.

“Dan satu lagi, Noona aku harap kau tak akan mengulangi hal ini lagi. kau seharusnya malu pada Dongsaengmu yang seorang jaksa” tambah sang pak polisi pada Enji yang membuat aku ingin tertawa.

Baekhyun POV End

Baekhyun dan Eunji saat ini sedang berada di restoran ayam milik Park ahjuma. Park ahjumalah yang mengajaka mereka karena ingin berterima kasih pada Eunji.

“Ini makalnlah yang banyak” ujar Park ahjuma pada Baekhyundan Eunji.

‘Nde gamsahamnida Ahjuma”

“Kalau begitu aku tinggal dulu, karena aku harus melayani pelanggan yang lain”

Baekhyun mengagguk seraya tersenyum pada Park hajuma sedangkan Eunji hanya terdiam dengan wajah sedih.

Baekhyun yang kini sudah memalingkan wajahnya pada Eunjipun mulai menyipitkan matanya.

‘Hei kau kenapa?” tanya Baekhyun

Eunji meenggerakan matanya untuk menatap Baekhyun, lalu setelah itu menghela napasnya berat.

“Hyak Byun Baekhyun aku malu” ucap Eunji dengan nada pelan.

“Wae?”

“Hyak bagaimana aku tidak malu, ini pertama kalinya aku dibawa kekantor polisi, kalau ornag tuaku tahu mereka pasti sedih”

Eunji kemudian menempelkan keningnya dimeja seraya merengek, yang membuat sebuah senyum tipis terukir dibibir Baekhyun.

Baekhyun membenarkan duduknya lalu mulai berbicara pada Eunji.

“Benar juga, bagaimana orang tuamu tak sedih kalau tahu anak gadisnya membuat tiga orang lelaki babak belur. Bahkan akupun tak habis pikir. Kau benar-benar kuat Miss Jung”

Mendengar ucapan Baekhyun, Eunjipun mengangkat wajahnya, lalu menatap Baekhyun dengan tatapan tajam seperti ingin menikam Baekhyun.

Eunji meniup Poninya, lalu mengambil ayam dan menggigit ayam tersebut dengan ekspresi marah.

Baekhyun yang melihatnya haanya bisa terkekeh, dia tak menyangka bahwa ternyata Eunji tak berubah sama sekali.

“Hyak kenapa kau tertawa hah?” tanya Eunji kesal

“Mwo? Aku ?.. “

“Aku tertawa Karena tak menyangka kau tak berubah sama sekali” tambah Baekhyun dan hal itu berhasil membuat Eunji terdiam karena malu.

Eunji menaruh ayamnya, lalu mengelap bibirnya.

“Aku harus pulang” ucap Eunji sambil berdiri dan hendak pergi.

Baekhyun yang menyadari Eunji akan pergi, dengan cepat menahan Eunji.

“Biar aku antar”

Eunji terlihat kebingungan saat Baekhyun menawarkan akan mengantarnya.

“Eo. . kau. baiklah” Jawab Eunji terbata.

***

Baekhyun mengantar Eunji pulang menggunkan bis, dan selama didalam bis tak ada satu katapun yang keluar dari mulut mereka. mereka seakan canggung satu sama lain.

Setelah sampai distasiun dekat rumah Eunji, mereka pun turun. Namun Eunji berjalan lebih dulu dan Baekhyun dibelakangnya.

Beberapa kali Eunji mencoba melirik kearah belakang, namun tak ada katapun yang keluar dari mulutnya.

Mereka kini sampai disalah satu rumah yang besar yang merupakan rumah keluarga Lee. Eunji mengehtikan langkahnya dan menoleh kebelakang.

“Kita sudah sampai, jadi sebaiknya kau pulang. Dan terima kasih sudah menolongku hari ini” ucap Eunji lalu membungkuk.

“Eo nde” Baekhyun hanya mengangguk saja menanggapi ucapan Eunji.

Terdiam kembali dan suasana berubah canggung kembali, Eunji sebenarnya menunggu kata-kaa dari Baekhyun, namun tampaknya kata-kata tersebut tak akan diucapkan Baekhyun.

“Kenapa dia tak menanyakan kabarku atau apa? bahkan dia berjalan dibelakangku dari tadi dan tak mau mengejarku” batin Eunji.

“Apa yang harus aku katakan, apa aku harus menanyakan kabarnya? Tapi bukankah dia baik-baik saja. akan aneh kalau aku menanyakannya sekarang.” Batin Baekhyun.

“Kalau begitu aku akan masuk” ujar Eunji

Baekhyun mengangguk mengiyakan, namun saat Eunji berbalik dan hendak menekan bel rumahnya tiba-tiba Baekhyun bersuara.

“Ayo kita berkenalan” ucap Baekhyun

Eunji yang tidak jadi menekan bel pun menoleh dan menatap Baekhyun dengan dahi mengkerut.

“Apa maksudmu?” tanya Eunji.

“Selama ini aku hanya mengenalmu sebagai Jung Eunji, jadi mari kita berkenalan secara formal dengan jati dirimu yang sebenarnya.”

Baekhyun tersenyum tipis dan begitupun Eunji.

Eunji melangkahkan kakinya mendekati Baekhyun, lalu mengulurkan tangannya.

“Aku Lee Eunji, aku adik Howon oppa” ucap Eunji.

Baekhyun menggapai tangan Eunji lalu menggenggamnya.

“Aku jaksa Byun Baekhyun, senang berkenalan denganmu Lee Eunji”

Mereka pun kini tersenyum satu sama lain, sambil berjabat tangan.

***

Pesta pertunangan Jongin dan Soojung pun kini tengah berlangsung, seluruh tamu datang dengan wajah bahagia. begitupun Baekhyun.

Baekhyun yang barus memasuki ruang pesta langsung melambaikan tangannya pada Jongin dan Soojung.

Baekhyun menghampiri kedua pasangan yang tengah berbahagia itu.

“Aigoo akhirnya kalian jadi tunangan juga, aku kira akan batal” celetuk Baekhyun yang langsung mendapat death glare dari Jongin dan Soojung.

‘Hei Jaksa Byun mulutmu itu sungguh berduri pantas saja tak ada perempuan yang mau denganmu” ledek Soojung yang membuat mulut Baekhyun menganga.

“Hya mulutmu juga berduri Jung Soojung. Aishh kasian sekali Jongin yang mendapatkanmu” Baekhyun menggeleng-gelengkan kepalanya.

Mendengar perdebatan Baekhyun dan Soojung, Jongin pun langsung menghela napasnya.

“Hya kalian berdua kenapa tidak menikah saja, kalian cocok sama-sama berduri” celetuk Jongin.

Dan kini tatapan tak percaya telihat dari wajah Baekhyun dan Soojung.

“Wae?” Tanya Jongin dengan wajah datar.

Tak beberapa setelah itu Baekhyun, Soojung dan Jongin malah tersenyum. Dan kini mereka tersenyum pada satu sam lain. Tak lupa Soojung pun meninju pelan tangan Jongin.

Dari jauh kini Eunji yang baru saja datang melihat Jongin, Baekhyun dan Jongin yang tengah tertawa bersama. Dan diapun teringat saat dulu ketika mereka tertawa bersama seperti itu.

“Apa hal yang membuatmu terseyum bahagia seperti itu?” tanya seseorang disebelah Eunji.

Eunji menggelangkan kepalanya, lalu mengaleng tangan orang itu .

“Aku sangat bahagia karena bisa bertemu dengan teman-temanku lagi” bohong Eunji.

“Eo bukankah itu Baekhyun” ucap Senang orang dipinggir Eunji yang adalah Hoya.

Hoya langsung menarik Eunji untuk menghampiri Baekhyun.

“Baekhyun-ah” panggil Hoya.

Baekhyun menoleh kearah Hoya yang memanggilnya dan menghampiri Hoya, dia tersenyum pada Hoya tanpa menatap Eunji yang berada dipinnggir Hoya. sedangkan Jongin dan Soojung tengah waswas melihat pemandangan itu.

“Soojung-ah ayo kita taruhan” bisik Jongin

“Apa?” balas Soojung

“Apa yang akan terjadi setelah ini? “

‘Ah tampaknya ini menyenangkan, apa hadiah untuk yang menang?”

“Kalau aku menang kau harus menciumku!”

“Lalu kalau aku yang menang?”

“Aku akan menciumu”

“MWO?” teriak Soojung keras dan membuat jongin terkekeh mengetahui reaksi Soojung.

‘Hyung, kau juga disini?” tanya Baekhyun.

“NE, ini pesta teman adikku” jawab Hoya.

‘Eo begitukah?”

“Eo kenalkan ini adiku Lee Eunji”

Baekhyun menatap Eunji dan begitupun Eunji tengah menatap Baekhyun juga.

“ Hai Baekhyun-ssi kita bertemu lagi” ucap Eunji

“Ne Eunji-ssi, senang bertemu lagi denganmu” balas Baekhyun

Hoya kini menatap Baekhyun maupun Eunji bergantian, dia merasa aneh karena tak menyangka bahwa Baekhyun dan Eunji sudah saling mengenal.

“Kalian sudah saling mengenal?”

“Dia ini Jaksa yang menjaminku di kantor polisi kemarin” ujar Eunji.

Hoya hanya menyipitkan matanya karena tetap tak mengerti. Namun kemudian Eunji pamit karena dia ingin menyapa Jongin dan Soojung.

“Bagaimana kalian bisa kenal? “ tanya hoya yang saat itu masih saja penasaran.

Baekhyun menatap Hoya sambil tersenyum lalu mengangkat bahunya. Dan setelah itu dia pergi menghampiri Soojung dan jongin kembali. Sedangkan Hoya masih saja bingung dan tak mengerti dengan semua ini.

“Apakah ada yang mereka sembunyikan dariku?” guman Hoya sambil mengedikkan keplanya.

“Tampaknya Hoya Hyung penasaran kenapa kita bisa kenal?” ucap Baekhyun pelan

“Emh” sahut Eunji

Eunji menghampiri Jongin dan Soojung lalu memberikan mereka selamat, sedangkan Baekhyun menatap mereka sambil tersenyum. Jujur hatinya tengah bahagia saat ini.

Soojung melambaikan tangannya pada Baekhyun untuk mengajak Baekhyun berfoto bersama. Baekhyun tersenyum, lalu menghampiri mereka.

Baekhyun berada disamping Soojung, sedangkan Eunji disamping Jongin. sebelum foto diambil mereka saling melirik satu sama lain kemudian tersenyum.

“OK siap ya. 1 2 3 senyum”  arahan sang fotografer.

“kenangan, itulah yang membawaku dulu kesini untuk mencarinya. Membohonginya saat aku tidak memberitahu bahwa aku sengaja mencarinya. Kenangan itupula yang sekarang membawaku kesini saat ini. disini aku menemukan sahabat dan juga cinta” batin Eunji.

“Aku tak pernah menyangka sebelumnya akan bertemu dengan orang-orang disebelahku ini.  mereka yang setahun ini mengisi hari-hariku dengan kebahagiaan dan juga kesedihan. Bukankah aku seperti menemukan sesuatu yang selama ini tak aku dapatkan” bati Baekhyun.

Setelah berfoto, Eunji pamit untuk menghampiri Hoya karena dia tak enak membairkan Hoya sendiri padahal mereka datang bersama.

“Eunji-ya” panggil Baekhyun

Eunji menoleh, lalu menunjukan ekspresi seperti bertanya ada apa pada Baekhyun.Baekhyun terlihat seperti ingin mengatakan suatu hal, namun dia terlihat ragu.

Eunji terus menunggu Baekhyun berbicara, namun dia tak kunjung berbicara.

“Kalau tak ada yang ingin kau bicarakan, aku akan menemui Hoya oppa”

“Chakkamanyo” ujar Baekhyun

“Aku rasa ada suatu barang yang kau tinggalkan, jadi bisakah kau besok kita bertemu karena, aku rasa harus memberikan itu padamu”.

“Eo, baiklah. Kau hubungi saja aku” ucap Eunji lalu pergi.

Baekhyun yang senang langsung mengepalkan tangannya sambil berkata yes dengan senyum bahagia.

“Tampaknya kau sangat bahagia oppa”

Baekhyun melirik kearah sebelahnya, yang ternyata disana ada Soojung.

“Wae? Apa aku tak boleh bahagia?” tanya Baekhyun ketus.

“Tks. Apa kau berencana memulainya kembali dengan Eunji Eonni. Tapi tampaknya lelaki yangd atang dengannya sangat tampan dan tinggi” Soojung menekankan pada kata tinggi.

Baekhyun melirik pada soojung dengan tatapan tidak suka.

“Jung Soojung kau benar-benar berduri”

“Ya memang benar, setiap mawar yang cantik memang berduri> bukankah ajuga seperti mawar yang cantik!”

Sambil mengatakan hal itu, Soojung sedikit menyibakan rambutnya, yang membuat Baekhyun mual.

“Aigoo. . “ ujar Baekhyun sambil beranjak pergi.

***

Malam harinya, Eunji tak bisa tidur, dia terus memikirkan barang yang Baekhyun maskud yang tertinggal di rumahnya. Belum lagi Baekhyun yang mengiriminya pesan untuk bertemu.

Eunji bangun dan duduk lalu tidur kembali. Dan akhirnya dia berguling-guling di kasur.

‘Aishhh.. aku bisa gila. Apayang ingin dia berikan? Apa mungkin itu. . .”

Eunji tak melanjutkan kata-katanya, namun beberapa saat kemudian dia tersenyum malu dan menutupi wajahnya menggunakan selimut.

“Apa itu cincin itu?” lanjutnya

“Ah berarti dia masih menyukaiku, tapi dia juga masih terlihat menyukaiku. Ah eottokhae?”

Eunji kemudian menutupi sluruh badannya menggunkan selimut, dan berguling-guling kembali dikasurnya. Saking semangatnya dia berguling-guling dia pun terjatuh kelantai.

Bruk!!

“Aw..” ringisnya

Dia merasakan badannya sakit akibat terjatuh barusan, namun entah kenpa beberapa saat kemudian dia malah tersenyum. Seakan rasa sakitnya hilang seketika.

“Ah benar kata orang, cinta itu membuatorang jadi buta, tuli dan kebal akan sakit” Eunji tekekeh mendengar racauan sendiri.

“Ah aku rasa aku mulai gila” ucapnya lagi.

***

Eunji saat ini tengah bersiap-siap memilih-milih baju yang akan dia pakai. Dia mengeluarkan semua baju-bajunya.

Eunji mencoba mengambil T-shirt, rompi dan celna jeans lalu memakainya. Dia menatap diriya didepan cermin, lalu menggelengkan kepalanya.

“Hya Jung Eunji ini tidak cantik” ucapnya sendiri apda dirinya. Lalu dia memilih kembali baju, sebuah t-shirt longgar dengan rok. Dia mencobanya dan sekali lagi dia menggelengkan kepalanya.

Karena frustasi akhirnya dia melompat keatas kasurnya, dan merengaek.

“Bagaimana ini apa yang harus aku pakai?” ucapnya.

Dan beberapa saat kemudian dia teringat sesuatu. Eunji tersenyum saat itu juga. Dia kemudian beranjak dari tempat tidur . Eunji mengambil sebuah celana pendek selutut, t-shirt dan Kemeja. Dia memakainya dan tersenyum setelah memakinya .

“Inilah Eunji” Eunji terkekeh karena merasa puas pada pilihannya.

***

Di sebuah restoran kini Baekhyun tengah duduk menunggu Eunji. Beberapa kali Baekhyun melirik pada kursi di pinggirnya. Disana kini terdapat sebuah kotak yang berukuran sedang berwarna merah.

Eunji datang lalu Baekhyunpun melambaikan tangannya yang membuat Eunji tersenyum.

Eunji menghampiri Baekhyun dan duduk di depannya.

“Apa kau sudah lama menunggu?” tanya Eunji

Baekhyun pun menggeleng.

Dan kini Susana berubah menjadi canggung kembali, Baekhyun mengusap rambutnya sedangkan Eunji mengipas-ngipasi wajahnya menggunakan tangannya.

‘Eo ya kau ingin minum apa?” tanya Baekhyun

‘Eo. .” Eunji terdiam

Baekhyun menghela napasnya panjang, lalu setelah itu dia menyenderkan badannya pada punggung kursi.

Eunji mengalihkan pandangannya kearah kursi lain, yang dimana terdapat banyak pelanggan yang terlihat seperti pasangan disana.

“Eunji-ya” panggil Baekhyun yang membuat Eunji menoleh.

“Ini”

Baekhyun memberikan kotak yang sedari tadi ada disampingnya. Eunji menyipitkan matanya melihat kotak tersebut.

‘Apa ini?” tanya Eunji

“Bukankah itu milikmu?”

Eunji mengambil kotak tersebut dan membuka penutupnya. Sebuah senyum kini terukir dibibir Eunji saat melihat isi kotak tersebut.

“Mr. Byun” ucap Eunji saat mengeluarkan isi kotak tersebut yang ternyata adalah boneka babi Eunji.

Namun entah kenapa beberapa saat kemudian raut wajah Eunji berubah, sekarang ini terlihat raut wajah kekecewaan diwajah Eunji.

“Wae?” tanya Baekhyun yang menyadari perubahan raut wajah Eunji.

“Aniya, aku merindukan babi sialan ini. dasar babi menyebalkan. Kau tidak berubah”

Eunji menjepit hidung bonek babinya, seakan dia tengah melampiaskan kekecewaanya. Sedangkan Baekhyun hanya tersenyum tipis.

“Eo apa itu yang ada di ujung ekor nya?” ujar Baekhyun  menunjuk pada ekor boneka babi tersebut.

Eunji langsung melihat  ekor boneka babinya. Kedua matanya membelalak saat melihat ada sebuah cincin melingkar diekor boneka babi tersebut. perasaan Eunji sedang campur aduk saat ini antara senang dan bingung.

“Bukankah itu barang yang kau tinggalkan dirumahmu, dan bukankah itu milikmu!”  ucap Baekhyun sambil mengusap rambut depannya, seakan ingin menunjukan cincin yang dia pakai.

Eunji terdiam melihat cincin yang mereka Baekhyun pakai, ingin sekali Eunji menangis karena itu.

Baekhyun yang melihat Eunji sedari tadi terda, kemudian mengambil cincin yang melingkar di ekor boneka babi itu.

“Berikan tanganmu” ucap Baekhyun

Eunji masih terdiam sambil menatap Baekhyun dengan tatapan yang susah diartikan saat ini.

“Wae? Kenapa kau melakukan ini?” tanya Eunji.

Tanpa menjawab pertanyaan Eunji, Baekhyun  meraih tangan Eunji lalu mencoba memakaikan cincin itu di jari Eunji.

“Ah sudah, bukankah ini lebih baik. Cincin itu ingin bertemu pemiliknya”

Baekhyun tersenyum tipis, namun tidak dengan Eunji.

“Mianhae” lanjut Baekhyun.

“Mari mulai dari awal lagi, dan kali ini aku akan mengatakannya pada Hoya Hyung kalau aku menyukai adiknya. Aku tak perduli dia juga menyukaimu”

“Apa kau pikir aku masih menyukaimu?” tanya Eunji.

Raut wajah Baekhyun seketika itu berubah saat mendnegar ucapan Eunji.

“Hya bagaimana kau melakukan ini tanpa bertanya apa aku masih menyukaimu atau tidak. Bagaimana kalau aku sudah mempunyai pacar hah?”

Baekhyun tersenyum tipis menanggapi ucapan Eunji barusan.

“Siapa pacarmu? Akan aku datangi dia. dan akan aku tuntut dia. bukankah aku seorang jaksa!”

“Bukankah kau malam itu kau juga datang kerumahku, walaupun aku mabuk tapi aku masih bisa membedakan antara khayalan dan bukan. Bukankah itu cukup untuk membuktikan semuanya. Dan satu lagi, apa kau pikir aka nada lelaki yang menyukai  perempuan yang membuat tiga orang lelaki babak belur?”

Eunji tersenyum mendengar ucapan Baekhyun, lalu memalingkan wajahnya.

“Dasar babi sialan!” umpat Eunji.

“Hyak hyak coba lihat kau mengumpat didepan seorang jaksa. Hyak apa kau mau aku tuntut hah?”

“Nappeun!” umpat Eunii sekali lagi.

Dia kemudian berdiri dan menggebrak meja.

“HYA DASAR BACON SIALAN! SEENAKNYA SAJA KAU MELAKUKAN INI HAH. KAU HARUS BERTANGGUNG JAWAB!!”

Eunji berteriak sambil terisak lalu menangis, yang membuat semua pelanggan restoran menatap kearahnya sambil berbisik.

Baekhyun yang sepertinya pernah mengalami kejadian yang sama  hanya bisa menelan ludahnya.

“Hya Miss Jung berhenti berteriak!” Bisik Baekhyun sambil melotot kearah Eunji.

“Hei kau, apa yang kau perbuat pada perempuan ini hah? aishhh kau ini perempuan ini memintamu bertanggung jawab kau malah memolotinya?”

Tiba-tiba dua orang ahjuma menghampiri Baekhyun dan Eunji. Yang membuat Baekhyun was-was.

“Hya apa kau berencana untuk mencampakkan pacarmu hah setelah kau bosan padanya?”

Tiba-tiba ahjuma yang satu memukuli Baekhyun sedangkan yang satunya memeluk Eunji.

“Ahjuma apa yang kau lakukan hah? aku. . “

“Diam kau dasar lelaki hidung belang. Mukamu saja yang terlihat polos tapi kelakuanmu”

Ahjuma it uterus memukuli Baekhyun sedangkan Eunji tersenyum kecil dalam pelukan ahjuma yang satunya.

‘Aigoo Byun Baekhyun sudah lama aku tak melihat pemandangan menyenangkan seperti ini!” batin Eunji.

Sementara Eunji tengah senang karena berhasil mengerjai Baekhyun, Baekhyun malah tengah menderita karena dipukuli oleh sang ahjuma yang dia tidak kenal.

END

Uh akhirnya FF ini selesai juga, karena aku agak-agak sibuk akhir-akhir ini. hhe ^^V

Bagi yang jadi reader setia FF ini aku ucapin makasih banget *terharu*

Pokoknya makasih buat yang  baca dan sering coment dan buat yang udah mau baca walaupun gak comment^^

Bagi yang kurang puas sama endingnya, mian yah, karena ini udah buntu segini.hhe

Soal typo, karena aku manusia yang seing  sekali merasa malas jadi kadang aku gak edit lagi. hhe ^^V

Pokoknya jangan bosen-bosen y abaca FF aku yang lain^^

113 thoughts on “I lived with crazy Yeoja Part 10b [End]

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s