He Is Mine [1/2]

req-he-is-mine

Title              :  He Is Mine

Author           : @ulfahanum1 (DreamGirl)

Main cast       :

  • Do Kyungsoo
  • Park Sunyoung a.ka. Luna
  • Bang Min Ah

Support cast   :

  • Lee Jieun
  • Byun Baekhyun
  • Kim Jongdae a.k.a Chen

Rating           : PG-15

Genre            : Hurt, Romance,  Friendship

Length           : Twoshot

COVER BY      : KEYUNGE

Disclaimer       : Pertama, ini adalah hasil imajinasi author sendiri dan fanfic ini bukanlah hasil plagiat. Maaf kalau misalnya ceritanya gaje dan typo(s) berserakan dimana-mana karena author hanyalah seorang manusia yang tidak luput dari yang namanya kesalahan. Fanfic yang awalnya oneshot sengaja dijadikan twoshot. Enjoy~

Happy Reading

Author Pov

Park Sunyoung atau yang biasa dipanggil oleh teman-temanya dengan sebutan Luna itu mengulum senyumnya setelah melihat tumpukan buku kesukaanya yang selalu ingin dibeli dan dibacanya terletak diatas mejanya. Rambut panjang yang bewarna hitam pekat itu dibiarkan tergerai indah tanpa ada penghambatnya sedikitpun. Sekejap, Luna menoleh kekanan dan ke kiri mencari siapa yang meletakkan buku itu sepagi hari ini.

“Luna? “ sebuah suara mengagetkan Luna yang masih diam termenung menatap apa yang ada didepannya.

“Ya? “ Luna menoleh kebelakang. Bibirnya membuat sebuah lengkungan indah, mata yang tidak terlalu besar dan tidak terlalu sipit itu juga ikut tersenyum.

“Selamat pagi Jieun.” Sapanya ramah kepada sosok yeoja bertubuh lebih kurus dan kecil darinya.

“Selamat pagi Luna, dan apa yang kau perhatikan? “ balas Jieun tak kalah ramah dan mengernyitkan dahi ketika melihat tumpukan buku diatas meja milik Luna.

“Lihatlah, ada seseorang yang meletakkan buku-buku yang selalu ingin kubeli diatas mejaku. “ ujar Luna dengan sebuah senyuman tetap menghiasi bibirnya.

“Mungkin dari Kyungsoo. “ sahut Jieun. Luna memutar bola matanya dan menatap Jieun tak percaya. Mana mungkin Kyungsoo mau datang pagi-pagi ke Dongguk University dan mengendap-endap masuk kekelas dimana Luna akan belajar seharian penuh. Luna hafal betul perangai namjanya, lagipula Kyungsoo bukan tipekal yang suka memberi sebuah kejutan.

“Tidak mungkin. “ sela Luna dan menyingkirkan tumpukan buku itu ketepi mejanya. Luna meletakkan tasnya diatas meja kemudian ia menarik sebuah kursi untuk didudukinya. Begitu juga dengan Jieun yang sudah duduk tepat disebelah Luna.

“Mungkin saja Luna, tidak ada yang tidak mungkin didunia ini.” Jieun masih bersikukuh dengan ucapannya yang membuat Luna mau tak mau mengiyakan ucapannya.

“Baiklah.” Lenguh Luna pelan.

Drrt..Drrt..Drrt

Sebuah getaran keras berhasil menarik perhatian Luna dari Jieun. Dengan cepat ia merogoh ponselnya yang ada disaku celana jeans yang ia kenakan. Sebuah pesan dari namjanya, Kyungsoo,

From   : Do Kyungsoo

Selamat pagi. Bagaimana dengan bukunya?

Jieun memandang Luna dengan penuh penasaran, seketika itu juga ia merebut ponsel Luna dan membaca pesan yang belum sempat Luna balas.

“Lihat! Buku ini memang benar dari Kyungsoo. Dugaanku benar bukan? “ celoteh Jieun dan tersenyum mengembang.

“Ya, seperti yang kau katakana tadi. Buku ini memang dari Kyungsoo. Tapi, tidak seperti biasanya dia seperti ini..” seru Luna dan membuka satu buah buku yang didepannya terterakan judul dari buku itu. I Have The Right To Destroy Myself karya dari Kim Young Ha, itulah nama judul buku yang dibelikan Kyungsoo.

“Dasar kutu buku! “ cemooh Jieun membuat Luna kembali menutup bukunya. Dengan cepat Luna menoleh kearah Jieun.

“Buku adalah sumber ilmu.” Jawab Luna seadanya.

“Aku tahu, “ ujar Jieun dan mulai mengeluarkan buku dari dalam tasnya, lebih tepatnya buku tulis untuk mencatat hal-hal penting.

Luna dan Jieun sama-sama sibuk dengan kegiatannya masing-masing. Tak ada yang mengeluarkan suara. Seperti inilah mereka setiap harinya, datang ke Dongguk University pagi-pagi dan menghabiskan waktu mereka dikelas menunggu pelajaran dimulai.

Park Sunyoung dan Lee Jieun, mahasiswi Dongguk University jurusan Seni. Mereka berdua berteman dekat sejak pertama kali menginjakkan kaki di Dongguk University.

“Kau masih bekerja paruh waktu? “ tanya Luna tanpa mengalihkan pandangannya dari buku yang dipegangnya.

“Apa? Oh. Ya.” Jawab Jieun dan melirik Luna.

“Masih di Mr. Boogie? “ tanya Luna lagi dan membalik halaman buku.

“Hm. Kenapa bertanya? “ tanya Jieun balik.

“Aku hanya ingin berencana menghabiskan waktuku disana hari ini. Entah kenapa aku malas untuk pulang ke Apartement setelah kuliah usai.” Jelas Luna panjang lebar dan menutup buku bacaanya.

“Bukankah biasanya kau paling malas menghabiskan waktu diluar? “ kali ini raut wajah Jieun berbeda dari sebelumnya. Ada kerutan tak mengerti diwajah Jieun.

“Itu dulu, tapi sekarang tidak lagi.” Luna mengangkat bahu dan tanpa disadarinya sekarang mereka sudah tidak berdua lagi didalam kelas. Sudah ada mahasiswa dan mahasisiw lainnya yang mengisi kelas itu.

“Apa ada masalah? “ racau Jieun masih penasaran.

“Tidak Jieun, berhentilah bertanya karena sebentar lagi pelajaran akan dimulai. “ elak Luna dan menunjuk-nunjuk teman sekelasnya menggunakan mulut.

“Oh, baiklah.” Desah Jieun dan berencana akan kembali berkutat dengan kegiatan awalnya. Tapi sayangnya, suara ricuh yang tidak disukainya terdengar menggema didepan pintu kelasnya.

“Ah, dia lagi..” erang Jieun dengan raut tak suka saat melihat sosok yang menghasilkan bunyi ricuh tadi.

“Minah? Kenapa dengannya? “ tanya Luna ketika mendengar suara erangan benci dari Jieun.

“Dia selalu menarik perhatian seluruh namja dan hal itu membuatku benci. Sangat benci..” ucap Jieun tegas dan memperjelas ucapannya diakhir kalimat.

“Dia gadis yang manis dan juga ramah kata Sunbae kita. Apa kau iri dengan keterkenalannya di University ini? “ Luna menyenggol pelan lengan Jieun.

“Itu adalah alasan pertamaku, tapi masih banyak lagi alasan kenapa aku membencinya. Ia itu bermuka dua. Jika didepan namja ia selalu bersikap polos, lugu dan imut. Coba saja didepan yeoja, ah.. aku tidak bisa menjelaskannya dengan kata-kata. Sebaiknya kau perhatikan saja sendiri.” Ujar Jieun panjang lebar dengan wajah yang masih kesal.

“Aku tidak punya waktu untuk memperhatikan kehidupan seseorang.” Sahut Luna santai.

“Tapi kau selalu memperhatikan kehidupan Kyungsoo, “ bantah Jieun dengan suara nyaring dan hampir terdengar diseluruh penjuru kelas.

“Kau! Perkecil suaramu, aku tidak ingin hubunganku dengannya terbongkar.” Umpat Luna dan memukul pelan pergelangangan tangan Jieun.

“Itu bukan keinginanmu Park Sunyoung, tapi keinginan Do Kyungsoo..” bisik Jieun membuat Luna bungkam seribu bahasa. Benar, itu bukan keinginannya melainkan keinginan Kyungsoo untuk menyembunyikan status hubungan mereka.

“Sudahlah..” seru Luna dengan suara lirih.

Author Pov

Luna Pov

Setelah pelajaran usai, aku keluar dari kelas dengan wajah ditundukkan dan juga memeluk beberapa buah buku yang dibelikan Kyungsoo untukku. Sesekali aku menghela nafas lega, akhirnya kuliah usai dan ini tandanya bagiku untuk pulang atau pergi ke tempat kerja Jieun.

Oh ya, Jieun sudah menghilang sejam yang lalu karena ia ada shift siang. Aku kembali menghela nafas dan kali ini bukan karena kelelahan melainkan aku menemui segerombolan namja aneh yang mengerubungi Minah, yeoja yang dibenci oleh Jieun tadi.

“Minah, apa kau sudah makan siang? “

“Minah, apa malam ini kau sibuk? “

“Minah, bisakah aku mendapatkan nomor ponselmu? “

Serangkaian pertanyaan terdengar begitu jelas ditelingaku. Hah, sepertinya apa yang dikatakan Jieun tadi benar tapi sebisa mungkin aku berusaha untuk tidak perduli. Ini hidupnya dan bukan hidupku. Semuanya hanya sibuk dengan Bang Minah, yeoja berpipi chubby, mata sipit dan senyuman memukau itu.

“Bisakah kalian memberiku jalan? Pengap, aku ingin pergi.” Terdengar samar-samar suara Minah yang meminta jalan. Aku membalikkan badan bermaksud untuk pergi dari sekitaran ini, aku terlalu malas melihat pemandangan yang semakin membuatku gila.

“Kyungsoo! Chagi-ya! “

Deg!

“Apa? Kyungsoo? Tunggu, dia memanggil Kyungsoo apa barusan? “ seketika itu langkahku terhenti. Aku menoleh kebelakang dan kudapati tangan Minah tergantung dilengan Kyungsoo. Kyungsoo yang mendapati perlakuan itu hanya diam dan mengernyit tidak mengerti. Tunggu, perasaan apa ini? Kenapa hati ini terasa sesak?

“Chagi, mereka selalu menggangguku..” rengek Minah manja kepada Kyungsoo. Aku masih diam seperti patung dari kejauhan melihat namjaku disentuh oleh Minah.

“Sakit..” lirihku dan memegang dadaku. Ini benar-benar sakit dan menyesakkan. Kyungsoo hanya diam seribu bahasa tidak mengerti dengan situasi yang terjadi pada dirinya sendiri.

Freze! Kyungsoo menoleh kearah dimana aku berdiri. Matanya tanpa sengaja balik menatapku. Aku mencoba tersenyum seperti biasanya, tapi apalah daya. Aku yakin bahwa senyuman yang baru saja kulemparkan adalah senyuman pahit dan kepedihan.

“…” Aku membalikkan badanku dan kembali berjalan. Berjalan tanpa arah dan berharap kaki ini membawaku pergi ketempat yang tenang dan bisa menghilangkan rasa sakit yang terus berkecamuk didada ini.

Luna Pov End

Kyungsoo Pov

Setelah pelajaran dikelas usai. Aku berjalan keluar kelas dengan sedikit tergesa-gesa diikuti oleh Baekhyun, teman sekelasku dan juga Chen.

“Kau akan kemana? Kenapa tampak tergesa-gesa seperti itu? “ tanya Chen dengan nada kewalahan.

“Aku ingin pulang secepat mungkin. Hari ini, aku harus pergi kesuatu tempat. “ jawabku seadanya.

“Kemana? Bolehkah aku pergi? “ timpal Baekhyun. Aku menghentikan langkah dan menatap kedua temanku dengan wajah sumringah.

“Tentu saja tidak boleh. Aku akan mampir kerumah Orang Tuaku. Masih ingin ikut? “seruku dan mengangkat bahu.

“Begitukah, kalau begitu sebaiknya kita pergi ketempat permainan kita saja..” ajak Baekhyun kepada Chen.

“Maksudmu? “ tanya Chen tak mengerti.

“Kerumah Chanyeol. Lagipula semalam dia menyuruhku untuk singgah kerumahnya.” Jawab Baekhyun.

“Kalian berdua pergilah. Aku akan pergi juga. Sampai jumpa.” Ujarku dan melenggang pergi begitu saja.

Aku terus berjalan dan tanpa kusadari aku melewati seorang gadis yang dikerumuni oleh sunbaeku di Dongguk University. Aku? Tentu saja tidak perduli karena ini bukan urusanku.

Grep! Langkahku terhenti saat kusadari seseorang menahan lenganku dan dia adalah Bang Minah. Yeoja yang terkenal dikalangan University ini.  Apa yang dilakukan yeoja tengil ini? Dan kenapa dia melakukan ini kepadaku? Oh tidak. Ini gila!

“Chagi, mereka selalu menggangguku..” rengek Minah manja kepadaku. Aku mengernyit bingung dan menatap Minah dengan heran. Ingin rasanya aku melepas tangan Minah dari tanganku, tapi aku mengurungkan niat saad mendengar bisikan Minah yang terdengar memohon.

“Bantu aku, sekali ini saja.” Bisik Minah pelan. Hah, aku tidak bisa menolak permohona gadis disebelahku ini lagipula semakin cepat aku menolongnya semakin cepat juga aku bisa pergi dari sini.

Deg! Tunggu, bukankah itu Park Sunyoung? Yeojaku? Benarkah? Aku tidak salah lihat bukan. Ia menatapku dan entah kenapa aku juga balik menatapnya. Ia tersenyum, tersenyum pahit dan sepertinya aku tersadar dengan apa yang tengah aku lakukan. Bodoh, ia pasti marah kepadaku.

Setelah menolong Bang Minah, aku dibawa Minah keparkiran mobil. Ia melepas gandengan tangannya dilenganku. Sejurus aku langsung berjalan meninggalkannya, bermaksud akan pergi.

“Tunggu, “ teriak Minah. Aku menoleh dan menatapnya dengan mata yang sedikit dibesarkan.

“Terimakasih karena sudah menolongku.” Ucapnya dengan nada malu.

“Apa? Aku tidak pernah menolongmu. Bukankah kau yang memaksaku dan tiba-tiba saja menggandengku? “ balasku dengan nada datar. Minah terkesiap dan membungkuk sopan.

“Maafkan aku. Tapi aku tetap saja harus berterima kasih kepadamu.” Ujar Minah. Ada rona merah dikedua belah pipi Minah dan aku tidak tahu kenapa dan menagapa rona merah itu muncul.

“Ya. “ jawabku singkat dan berlalu pergi.

Hati ini tiba-tiba saja resah, aku tidak tahu apa yang akan terjadi dengan esok dan seterusnya. Aku tidak tahu bagaimana dengan sikap Luna nantinya? Kenapa semua ini terasa begitu rumit? Andaikan saja tadi aku bisa menolaknya. Oh, dan kenapa aku harus menyembunyikan hubunganku dengan Luna? Seharusnya aku memberitahu semua orang mengenai hubunganku dengan Luna. Hal itu pasti membuat semua yeoja terutama Minah menjauhiku.

Kyungsoo Pov End

Author Pov

Luna berjalan dengan wajah ditundukkan. Pelukan terhadap bukunya semakin lama semakin erat, Luna juga tidak lupa menggigit ujung bibirnya. Ia ingin menangis tapi sayangnya tangisa itu tertahan begitu saja.

Mr. Boogie Café

“Selamat datang.” Luna terlonjak kaget saat mendengar sapaan seorang pelayan yang berdiri didepan pintu Mr.Boogie Café.

“Ah, iya. “ jawab Luna dan tersenyum kikuk. Luna melongo sambil mencari tempat duduk yang kosong. Setelah mendapatkan tempat yang pas yakni dipaling ujung atau tepi ruangan Café, Luna duduk disana dan meletakkan tumpukan bukunya diatas meja.

“Kau datang? “ suara khas milik Jieun terdengar lembut digendang telinga Luna.

“Ya, aku menepati apa yang kuucapkan padamu.” Balas Luna dan tersenyum tipis.

“Ingin pesan apa? “ tanya Jieun. Dengan pakaian seragam Mr.Boogie Café ia masih tetap cantik dan manis dimata Luna dan juga siapapun.

“Ice Americano.” Jawab Luna singkat.

“Baiklah, tunggu sebentar. Aku akan mengambilkan pesananmu. “ Jieun melenggang pergi dan meninggalkan Luna yang mulai sibuk membuka buku bacaannya. Mata Luna memang terarah kepada buku yang ada didepannya, tapi siapa yang tahu bahwa pikiran Luna hanya tertuju kepada Kyungsoo saat ini?

“Ini.” Jieun meletakkan pesanan Luna diatas meja dan menyodorkannya kearah Luna. Jieun menarik bangku kosong tepat didepan Luna dan menatap Luna yang sepertinya tengah melamun.

“YA! “ ujar Jieun dan memandang Luna dengan bingung.

“Hm? Wae? “ tanya Luna yang sadar dari lamunannya.

“Kau kenapa? Kenapa melamun? “ tanya Jieun dan menunjuk pesanan Luna dengan tangannya.

“Terimakasih.” Luna meraih Ice Americano pesanannya dan mulai menyereputnya pelan. Rasa segar dan dingin menyapa tenggorokannya.

“Tidak pahit? “ tanya Jieun.

“Tidak..” geleng Luna pelan. Biasanya Ice Americano sangatlah pahit tapi entah kenapa seolah-olah Luna tidak bisa merasakah apapun kali ini.

“Aish, sudahlah. Aku harus kembali bekerja. Silahkan menikmati waktumu Luna.” Jieun bangkit dari duduknya dan berjalan begitu saja meninggalkan Luna.

Luna kembali masuk kedalam wahana lamunannya, pikirannya selalu tertuju kepada satu orang yang sepertinya sudah menorehkan seberkas luka dihatinya walaupun baru untuk pertama kalinya. Tapi sepertinya rasa pedih itu akan berlangsung lama dan mungkin akan berakhir dengan sesuatu yang menyedihkan.

***

Seoul, 20.00 KST

Setelah menghabiskan waktu di Mr.Boogie Café. Akhirnya Luna memutuskan pulang ke Apartementnya yang jaraknya tidak terlalu jauh dari tempat dimana Jieun bekerja. Hanya berjarak 5 gedung setelah Mr. Boogie Café.

Luna sudah sampai didepan pintu Apartementnya. Dengan lemah ia menekan gagang pintunya. Luna yang sepertinya tidak sadar bahwa kini ada seseorang yang menunggunya hanya terus sibuk membuka ikatan tali sepatunya.

“Kau sudah pulang? “ Luna mendongakkan kepalanya karena merasa kenal dengan suara yang menyambutnya pulang.

“Oh? Ya.” Luna terkesiap kaget saat melihat rupa Kyungsoo ada dirumahnya. Ya, memang Kyungsoo tidak asing lagi dengan Apartement ini. Kyungsoo mengetahui seluk beluk Apartement Luna bahkan password Apartement Lunapun ia tahu karena mereka sudah hampir menjalin hubungan 2 tahun.

“Kenapa lama sekali? Kau darimana saja? “ tanya Kyungsoo dengan raut wajah khawatir.

“Hanya jalan-jalan. Tidak usah cemas.” Jawab Luna apa adanya. Kyungsoo mendesah pelan dan mengambil alih buku yang dipeluk Luna.

“Mandilah, aku akan menyiapkan makan malam. Kau pasti belum makan.” Suruh Kyungsoo yang terdengar begitu mencemaskan Luna.

“Aku tidak lapar jadi tidak usah memasak. Kau pulang saja.” Tutur Luna yang terdengar seperti mengusir.

“Tidak lapar? Kau bercanda Sunyoung? Ini sudah malam dan aku yakin bahwa sehari ini kau belum mengisi perutmu dengan makanan. Kau hanya mengganjalnya dengan minuman. Benarkan? “ cuap Kyungsoo dan mengikuti langkah Luna dari belakang.

“Aku tidak lapar Kyungsoo, pulanglah. Aku lelah dan hanya butuh istirahat. “ tukas Luna dan menatap Kyungsoo dengan wajah memelas.

“Tidak, kau harus makan. Aku akan menunggumu dan aku akan menjelaskan sesuatu kepadamu.” Kyungsoo mendorong pelan badan Luna menggunakan tangannya. Luna hanya bisa mendesah pelan dan masuk kedalam kamarnya, ia harus mandi seperti apa yang dikatakan oleh Kyungsoo kepadanya.

***

Kyungsoo sudah duduk manis dimeja makan milik Luna. Diatas meja makan sudah tertata makanan yang Kyungsoo masak. Ya, seperti inilah Kyungsoo yang sebenarnya. Ia terlalu perduli terhadap Luna bahkan kadang ia menyempatkan diri untuk ke Apartement Luna dan memasakkan Luna sesuatu karena Luna tidak pandai memasak.

CKLEK!

Suara pintu dibuka membuat Kyungsoo dengan segera mengalihkan pandangannya kearah Luna yang baru saja keluar dari kamarnya. Dengan menggunakan piyama bercorakkan roti dimana-mana, wajah polos tanpa make-up dan rambut yang diikat acak-acakkan Luna berjalan mendekati Kyungsoo.

“Duduklah, aku sudah memasakkan makanan untukmu.” Suruh Kyungsoo dan tersenyum simpul kearah Luna.

“Terimakasih.” Jawab Luna dan duduk tepat disebelah Kyungsoo karena memang beginilah susunannya. Hanya ada dua bangku dan satu meja bundar diruang makan Luna.

“…” Luna diam terpaku menatap masakan yang dimasak Kyungsoo. Sebenarnya nafsu makannya hilang lenyap begitu saja, tapi sepertinya Kyungsoo tidak akan membiarkan ia tidak makan malam ini. Sedari tadi Kyungsoo sibuk meletakkan berbagai makanan keatas piring Luna.

“Makanlah..” Kyungsoo mengelus pelan kepala Luna dan mulai sibuk memasukkan makanan kepiringnya. Luna mendesah pelan dan memasukkan sesendok makanan kedalam mulutnya.

“Jadi, apa yang ingin kau jelaskan kepadaku? “ tanya Luna hati-hati.

“…” Kyungsoo tak menjawab. Ia hanya sibuk memakan makanannya.

“Kyungsoo? “ seru Luna lagi.

“Mengenai tadi siang.” Ucap Kyungsoo membuat Luna mematung.

“Aku lelah, aku ingin tidur. Jalja, “ pamit Luna. Kyungsoo sontak kaget melihat Luna yang sudah berjalan menuju kamarnya.

BAM!

Dentuman yang menghasilkan suara cukup keras itu sukses mengagetkan Kyungsoo. Kyungsoo menghela nafas panjang, sepertinya ini waktu yang tidak tepat untuk menjelaskan hal itu kepada Luna, batin Kyungsoo.

Author Pov End

TBC

Note :

#GetWellSoonKyungsoo

1450904_583805231693460_1451748090_n

47 thoughts on “He Is Mine [1/2]

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s