If I..

1

Title:
If I..

Author:
flosica52

Genre:
Romance, Sad.

Length:
Oneshoot

Cast:

  • Xi Lu Han
  • Park Hyun Joo (OC)
  • Others

A/N:
Gatau dapet darimana, enjoy aja😀 Only LUHAN POINT OF VIEW!

Disc.:Dont be a copycat!

If I..

Jika aku mendengarkanmu, semua akan baik-baik saja..
Jika aku mendengarkanmu, Ini semua tidak akan terjadi..
Jika aku, jika aku..

Ya, inilah aku.. Pria yang penuh dengan penyesalan.
Pria yang penuh dengan kekesalan,
Pria yang penuh dengan kesedihan..

Aku kehilangan, semuanya sekaligus! Tunanganku, Orangtuaku, Perusahaan appaku.. Semuanya!

Itu bermula dari suatu kecelakaan, dimana aku sangat bahagia, dan menyia-nyiakan semuanya.

Flashback.

“Luhan-ssi!” Samar suara terdengar dibelakangku.
Aku berbalik dan mendapati Chanyeol, teman baruku itu diperusahaan appaku.
“Nde? Waegeure?” Tanyaku dengan wajah dikerutkan. Aku sangat ingin untuk pulang sekarang.
“Maaf menyita waktumu, aku hanya ingin bilang kalau pemegang saham utama memberikan pinjaman bagi…” Perkataan Chanyeol terputus, “Ya, ya.. Katakan itu pada mejaku besok.” Kataku ketus lalu berbalik dan beranjak pergi.

Chagi-ya!”
Luhan berbalik saat mendengar suara cerah seorang yeoja.
“Oh, ternyata kau.. Park Hyun Joo..” Gumamku malas.

Hyun Joo datang berlari kearahku.
“Kau baru pulang? Mau pergi bersamaku?” Tanya Hyun Joo dengan senyum yang mengembang.
“Aku tidak punya waktu. Lain kali saja.” Tolakku.
“Benarkah? Aku sudah menanyakan asistenmu dan katanya kau tidak ada acara seharian ini..” Sambung Hyunjoo.
“Ah, baiklah..”

Hyun Joo. Seorang yeoja yang bertunangan denganku, sebenarnya Appaku yang menyarankanku untuk bertunangan dengan Hyun Joo, perusahaannya sudah hampir bangkrut dan untuk menyelamatkannya, aku harus mau bertungangan dengan Hyun Joo, pewaris utama Park Inc. Kedua orangtua Hyunjoo juga sudah menyetujuinya. Kami pun bertunganan. Kami sudah bertukar cincin. Cincin yang langsung kubuang saat acara pertunangan selesai. Hyunjoo adalah seorang yeoja yang sangat perhatian padaku, dialah cinta pertamaku. Mungkin kalian bertanya-tanya, jika dia cinta pertamaku mana mungkin aku membuang cincin pertunangan kami?

Sebenarnya, kami sudah pernah berpacaran saat masa SMP. Akulah yang mengejar-ngejar Hyunjoo. Akulah yang terpesona oleh Hyunjoo. Tapi, kami putus saat aku pergi ke Cina untuk menyelesaikan studiku disana. Tapi akhirnya? Aku kembali ke korea, dan sekarang langsung dijodohkan dengan tiba-tiba. Aku sudah tidak berharap akan bertemu lagi dengannya, tapi dia masih berharap dan mungkin itulah alasannya kami bertemu kembali.

“Kau mau pergi kemana?” Tanya Hyunjoo padaku yang kubalas dengan tatapan malasku, “Pulang..” Jawabku singkat.
“Aish.. Maksudnya ke toko mana?  Restoran?” Tanya Hyunjoo lagi.

“Hm, Toko buku saja..” Jawabku malas, “Aku ingin mencari beberapa majalah bisnis.”
Oppa-ya!” Gemasnya, “Kau dengan bisnismu itu..”

Aku juga sempat berpikir, kenapa dia begitu santai saat sedikit lagi dia akan menjadi pemilik Park Inc.? Bukannya dia juga harus belajar caranya berbisnis? Hidupnya sangat berfoya-foya dengan jalan-jalan! Itulah yang kupikirkan.

Ya! Kau juga dengan bisnismu! Kau akan menjadi pemilik Park Inc. tak lama lagi dan kau menghabiskan waktu untuk jalan-jalan?” Luhan mulai geram.
“Aku sudah belajar tiap subuh.” Jawab Hyunjoo masih dengan tatapan innocent-nya. “Aku selalu bangun pagi dan diajarkan cara berbisnis oleh Appa.

Betapa malunya aku! Ternyata dia sudah belajar caranya berbisnis. Astaga, mengapa semuanya begitu tersembunyi?

“Baiklah,” Ujar Luhan mengalah, “Aku mau ke toko buku.”
Aigo, Oppa!” Teriaknya pelan.

Dan semuanya terus berjalan begitu. Sampai satu hari..

“Hyunjoo?” Tanyaku heran.

Hyunjoo hanya melewatinya tanpa berkata apa-apa.
“Ada apa, Hyunjoo-ya?
“Ada apa? Ada apa, uh?!” Hyunjoo berbalik lalu membentak. “Semua ini karena kau! KAU!”
“Karenaku? Ada apa?” Firasat buruk mulai mendatangiku

Appa-ku melihatku berjalan berdua denganmu!” Tuturnya.
Aku mengerutkan kening, “Apa masalahnya?”

“M-A-S-A-L-A-H-N-Y-A, Tuan Xi, dia melihatku terus dibentak, dimarahi, dan… Argh! Banyak sekali perbuatan burukmu padaku! Aku berusaha menyimpannya, tapi ini sudah sampai puncak, AKU TAK TAHAN LAGI!” Teriaknya sebal. “Dan, appa-ku memutuskan untuk membatalkan pernikahan. Kita sudah bertunangan kan? Sekarang tidak lagi katanya.”
Aku mengerutkan kening lagi.
“Belum mengerti?! Tanya Appa-mu itu saja! Kau akan langsung didampratnya dirumah!” Ujarnya lalu berlalu pergi. Sebelum benar-benar pergi, dia berbalik lalu berkata, “AKU MENYESAL TELAH JATUH CINTA PADAMU!”

Itu yang membuatku segera berlari ke arah mobilku dan melesat cepat kerumah.

Tanpa banyak gerakan tak berguna lagi, aku segera keluar dari dalam mobil dan masuk dalam rumah saat sudah sampai dan mobil sudah terparkir rapi.

BRUKK!
Saat kubuka pintu rumah, ternyata appa dan eomma sudah menunggu kepulanganku. Saat aku masuk, appa langsung membanting pintu dengan keras.

“Apa yang kau pikirkan Xi Luhan?!” Teriak Appa kearahku.
“A-aku tidak tau..” Kataku sambil menghadap arah lantai.
“KAU TIDAK SADAR APA YANG KAULAKUKAN?!” Teriak appa lagi.
M-mianhaeyo, appa..” Ujar Luhan.

Kini, Eomma berdiri lalu memegang pundakku.
“Luhan-ah.. Apa alasanmu?” Tanya eomma lembut.
“A-aku.. aku tidak mencintainya, eomma..” Kataku pelan.

“TIDAK MENCINTAINYA?! TIDAK MENCINTAI ITUKAH ALASANMU?!” Bentak appa. Appa sangat ke.. aaahh!” Ucapan appa terputus. Dia terlihat memegang dada sebelah kirinya. Letak jantungnya.
Appa!” Aku berteriak. Eomma juga berteriak.

“Aku rasa, pasien sudah meninggal dunia.” Ucap Dokter dengan sedih.
“MENINGGAL?! ITU TAK MUNGKIN! KAU BERBOHONG KAN, DOK?!” Teriak eomma penuh kekhawatiran.
“Maaf, tapi tuan mengalami serangan jantung yang tiba-tiba. Saya permisi..” Kata Dokter itu lalu pergi.

Eomma terduduk lemas dilantai depan kamar mayat Appa.

Eomma,” Panggilku sambil berjongkok.
“Kau..” Ucap Eomma sambil tetap melihat arah lantai. “Luhan.. appa-mu meninggal..”
“Ya, aku tau eomma.. Maafkan aku..”

“Kau.. pulanglah.. Eomma masih ingin disini. Telepon asistenmu agar dia membawakan mobil kantor menjemputmu disini.. Aku yang akan memakai mobil kita untuk pulang..” Jelas Eomma. “Dan jangan membantah!”

Disitulah aku mulai merasakan kehilangan.. Satu persatu orang yang kukasihi pergi, meninggalkan aku..

Eomma! Eomma! Ini tak mungkin, Eomma!!” Teriakku sambil menggoyang-goyangkan tubuhnya. “Apa yang terjadi, dok?” Tanyaku.
“Pasien ini mengalami stres. Dan mengemudi dijalan raya. Sepertinya ia salah membelok dan bertabrakan dengan truk.. Kami akan segera mengatasinya..”

Sudah tau kan? Tanpa diceritakan lagi kalian pasti sudah tau.. Eomma meninggal keesokannya.
Semua orang yang kukasihi pergi. Begitupun Chanyeol, temanku itu.. Kurasa aku tidak harus menjelaskannya.
Aku harus menceritakan satu lagi, saat hari kemiskinanku tiba..

DORR! WUSSH! GUBRAAK!!
Terdengar suara tembakan asal jadi, teriakan dan raungan dari bawah kantor Luhan.
“KAMI MAU GAJI KAMI! DIMANA GAJI KAMI!”

Semua karyawan berdemo dibawah menagih gaji yang sudah duabulan tidak kuberi.
Aku menyesal sekali.. Mereka mulai membersihkan berkas-berkas mereka keesokan harinya, dan tak pernah kembali lagi.

Aku hanya tetap dikantorku.
Tok Tok Tok!
Suara pintu kantorku diketuk.
“Ya, masuk!” Ucapku.
Orang tadi masuk.
“Saya dari pihak Bank ingin menyita bangunan anda disebabkan karena anda tidak membayar pajak bulanan, biaya listrik,  dan biaya-biaya yang lainnya.” Jawab Petugas itu yang seharusnya dari bank. “Baik, anda saya beri waktu sampai besok jam seperti ini untuk mengeluarkan segala barang anda dari kantor ini. Sebab, jika anda meninggalkan barang anda disini, artinya barang itu milik bank. Terimakasih.” Tuturnya lalu pergi.

Flashback OFF-

Inilah aku, lelaki yang tak berperasaan.
Aku sering datang ke Park Inc. dan berharap melihat Hyunjoo disana.
Dan, yah.. Aku melihatnya.. Dia melihatku juga. Tapi dia diam. Mengacuhkanku. Sungguh berbeda dengan saat ia memperhatikanku.

Rumahku yang dulunya bertingkat dua dan besar, sekarang hanya lebih mirip sebuah gubuk tua tanpa alas.
Orangtuaku yang dulu dikenal dan berpangkat besar, sekarang hanya kenangan tua yang makin berlalu.
Dan, kekasihku, ani.. ex- tunganganku.. Dulu dia adalah orang yang mempunyai perhatian besar, sekarang hanya mengacuhkanku dan menganggapku seolah tidak ada.

Aku menyesal. Jika aku dapat membalikan waktu, aku takkan menyia-nyiakannya.

///END\\\

Bukannya kambek/? dengan Fanfict Message in a Bottle, malah ini😄 Tiba-tiba dapet sih idenya..
Pertama idenya buat happy ending, tapi tangan aku terus buat jadi sad ending! Jahatnya>,< Need commentnya untuk Fanfict pendek nan membosankan ini😀

20 thoughts on “If I..

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s