Posted in 123adinda, Action, Comedy, Drama, friendship, Kai, Romance

NAUGHTY BOY (Chapter 3)

Tittle : NAUGHTY BOY (Chapter 3)

aa

Author : Dindong L.Kim (@adinda_elements)

Main Cast :

–          KIM JONG IN

–          HAN SOO SUN (OC)

Support Cast :

–          BYUN BAEKHYUN

–          OH SEHOON

–          XI LUHAN

–          D.O KYUNGSOO

–          PARK CHANYEOL

–          SEO SANG AKH (OC)

–          LEE HYO AKH (OC)

–          Akan bertambah sesuai chapternya

Genre : Romance ,Friendships, Comedy, Angst

Ratting : PG 16

Length : Chaptered

Disclaimer :

THIS FF IS MADE BY DINDONG L.KIM 😀 all cast hanya saya pinjam untuk dijadikan pemeran di FF ini. PLAGIATOR ?? JUST GO AWAY ^_^ AND SILENT READERS ?? say bye to read my fic ^_^

^_^ ALUR IS PURE MINE J

Dindong Notes :

Supaya gk bingung dengan cerita ini..

Disarankan untuk kalian semua membaca side storynya…

Berikut Linknya :

^^ Naughty Boy SS 1 ^^

🙂 Naughty Boy SS 2 🙂

Happy Reading 🙂

Warning : Typo bertebaran (maklum saya juga manusia),, Cerita Gaje,, Alur juga kecepetan ^^

Preview Lat Chapter :

“tak buruk” ungkap kai pada saat mengambil gitarnya dan ketika ia hendak masuk ke dalam rumahnya tiba – tiba indera pendengarannya menangkap suara yang sangat ia kenali sedang memanggil namanya. Kaipun berbalik dan menghembuskan nafasnya kasar ketika dugaannya benar. Dia, dia disana dengan ransel yang bertengger di punggungnya. ‘kabur lagi ??’ pikir kai.

“Annyeong Kai” sapa orang itu dan kai hanya memutar bola matanya bosan.

“ada apa ??”

“aku ingin menginap di rumah mu”

Chapter 1 | Chapter 2

^^ Chapter 3 ^^

-Author POV-

“Kabur ??” Tanya kai ketika mendapati orang itu telah berada di depannya.

“eungghh” bukannya membalas pertanyaan kai, orang itu hanya menggaruk tengkuknya yang mungkin tak gatal.

“YA!!OH SEHOON, sejak kapan kau suka berbasa – basi, eoh ??” bentak kai dan namja yang bernama sehun itu hanya menyunggingkan senyum konyolnya.

“ayo masuk. Nanti akan kuceritakan” ajak sehun dan dengan seenaknya ia mendahului kai untuk masuk Ke rumah kai. Sungguh lancang bukan ?? untung saja sehun adalah sahabat kai, kalau tidak, pasti ajal sehun sudah menjemput beberapa bulan yang lalu.

Setibanya di dalam rumah kai, sehun melemparkan tasnya ke sembarang arah dan dengan cepat, iapun langsung merebahkan dirinya diatas sofa yang berada di depan tv kai. Kaipun juga ikut duduk di samping sehun.

“aku bertengkar. lagi” ucap sehun dengan intonasi lemah di bagian kata ‘lagi’. Kai mengernyitkan dahinya, pertanda kalau ia tak mengerti.

“Ya ??” Tanya kai masih dengan arah tatapan lurus kearah tv yang tidak menyala. Sehunpun menghembuskan nafasnya.

“Hyo Akh, Lee Hyo Akh” lanjut sehun dengan nada bicara yang sedih dan itupun sukses membuat kai menatap sehun dengan pandangan tak percaya.

“karna apa ??”

“Hye Jin noona hamil” mata kaipun terbelalak ketika mendengar tuturan sehun

“YA!! Apa kau yang melakukannya ?? aku tak menyangka kau sampai sejauh itu dengan noona-noona” ejek kai dan sehunpun sukses mendaratkan jitakannya di kepala kai.

Kaipun melotot kepada sehun karena dengan seenaknya namja itu menjitak kepala kai. “apa ?? kau pikir aku akan takut dengan tatapanmu, eoh ??” berani sehun dan kai kembali pada sikap normalnya.

“tentu saja bukan aku yang melakukannya. Kau tau ?? cintaku masih tulus untuk Hyo Akh, tak mungkin aku berbuat ‘itu’ dengan yeoja lain” tutur sehun dan kai sangat mengerti dengan perasaan sedih sehun yang sekarang.

Apa kalian tau ceritanya ?? baiklah, akan saya ceritakan sedikit tentang masa lalu sehun dan Hyo Akh.

Dulu, hubungan sehun dan Hyo Akh berjalan seperti air mengalir. Damai dan tentram. Tak ada gangguan. Kalaupun ada, pasti mereka berdua bisa menyelesaikannya dengan kepala dingin. Hal paling romantis menurut keduanya adalah disaat mereka berdua sama – sama belajar bela diri, mulai dari taekwondo sampai sumopun pernah mereka pelajari. Sungguh aneh, bukan ?

Tapi sayang, kekacauan itu mulai datang ketika usia percintaan mereka menginjak tahun ke-5. Disaat itu, Ibu Hyo Akh beserta ayahnya mengalami kecelakaan dan malangnya, kedua orang itu meninggal di tempat. Dikarenakan kehilangan banyak darah dan juga pertolongan medis yang datang terlambat. Semenjak kehilangan kedua orang yang ia cintai, Hyo Akh berjanji akan selalu membuat eonninya bahagia, karena hanya dialah keluarganya yang tersisa.

Dan satu hal lagi yang membuat Hyo Akh terpukul, ternyata eonninya sendiri mengaku kalau ia sangat mencintai OH SEHOON, yang tidak lain dan tidak bukan adalah kekasih Hyo Akh. Dilemapun melanda Hyo Akh. Dua pilihan yang paling ia takutkan akhirnya datang. Namun tentu saja, ia kembali pada prinsip pertamanya yaitu membahagiakan eonninya, walaupun itu artinya sama dengan memberikan kebahagiaannya sendiri kepada eonninya.

Sungguh na’as bukan ? tapi mau apa lagi, hanya itu yang bisa Hyo Akh lakukan untuk membahagiakan eonninya. Mengubur cintanya dalam-dalam dan membiarkan cinta itu kedinginan sampai ada yang menjemputnya. Entah kapan cinta itu akan dijemput, yang jelas sampai sekarang cinta itu masih diperuntukan untuk satu orang, yaitu OH SEHOON.

Hari-haripun berlalu, Hyo Akh sekarang sudah benar-benar berada jauh dari sehun. Namun, cintanya masih saja belum hilang dan untuk menghilangkannya, Hyo Akh beralih menjadi anak brandalan. Memukul siapapun yang berani merusak penglihatannya dan tentu saja, ia memenangkan setiap perkelahian.

-Mau tau kisah selanjutnya tentang masa lalu sehun dan Hyo Akh ?? hehe, silahkan tunggu storynya di side story naughty boy yang ke tiga ya ^^-

Now, Back to sehun and kai ^^

Kaipun memukul pundak sehun pelan, berusaha menyalurkan ketegaran yang ada padanya kepada sehun. Sehunpun menatap sendu kearah kai.

“semuanya akan berakhir bahagia bila sampai waktunya” ucap kai beserta senyum penyemangatnya dan sehunpun mengangguk. Senyum manispun terlukis di wajah tampan sehun.

“kau memang bisa diandalkan kai” kaipun memukul dadanya pelan, pertanda kalau ia adalah seorang jagoan dan sehun hanya mencibir melihat tingkah konyol kai itu.

“ini sudah larut, kau tidur dimana ??” Tanya kai dan sehun tampak berpikir.

“kalau begitu kau tidur diluar saja!! Aku tak ingin berbagi kamar dengan orang lain” tanpa mendengar balasan dari sehun, kaipun menetapkan peraturannya. Dengan cepat, kai melempar sebuah bantal beserta selimut yang sukses mendarat di wajah sehun.

“selamat malam dan mimpi indah sahabatku..” ejek kai dan sebelum sehun melemparinya dengan bantal, kaipun cepat – cepat menutup pintu kamarnya. Sehun mendengus sebal. Ia bangkit dari duduknya dan mengambil bantal yang telah ia lempar tadi.

Dengan beralaskan sebuah sofa, sehunpun dapat tertidur dengan nyenyak beberapa menit kemudian, ditemani dengan sebuah bantal dan selimut pemberian kai (-_-).

-Naughty Boy-

“dan ini dia, matematika” gumam Soo Sun seraya memasukkan buku-buku matematikanya ke dalam tas. Setelah merasa semua peralatan dan perlengkapan sekolahnya sudah siap, Soo Sunpun mengambil sepatunya yang ada di dapur dan tak lupa, ia melirik kearah jam dinding yang terpaku rapi diatas kulkas.

“07.15, tidak buruk” ucapnya dan kembali berjalan menuju pintu depan rumahnya.

“Klop” Soo Sun mengunci pintu rumahnya. Setelah itu, iapun memasang sepatunya di pinggir teras rumahnya. Selang beberapa saat setelah Soo Sun memakai tali sepatunya, tiba – tiba ia mendengar bunyi dentuman pintu. Soo Sunpun bangkit dari posisi duduknya, dan disaat itulah arah pandangannya bertemu dengan namja itu.

Soo Sun mengeluarkan senyum manis andalannya dan untung saja, namja itu juga membalasnya. “mau pergi bersama ?? kulihat seragam kita sama” ucap namja itu dan soo sunpun buru – buru menyamakan seragamnya dengan namja yang ada di hadapannya. Satu hal yang baru Soo Sun ketahui. Ternyata sekolahnya dan kai sama dan kalian bisa lihat itu dari seragam mereka yang sama. Merasa bodoh, Soo Sunpun menggaruk tengkuknya yang tak gatal.

Kai tertawa dalam hatinya, kenapa ia bisa bertemu dengan gadis sepolos ini ?? mungkin saja Tuhan sudah menyiapkan rencana yang manis untuknya. Kai menggelengkan kepalanya pelan dan iapun memulai langkahnya, begitupula dengan Soo Sun yang berusaha mensejajarkan langkahnya yang kecil dengan langkah kai.

Di sepanjang jalan menuju SM High School, Soo Sun selalu saja bercerita kepada kai tentang pengalaman pertamanya sewaktu di sekolah itu. Tapi tentu saja, ia tidak menceritakan tentang dua wanita aneh yang ia jumpai. ia takut, terlalu takut untuk menceritakan hal itu kepada kai.

“Jong in-a, kau kelas berapa ??” Tanya Soo Sun ketika ia sudah kehabisan cerita untuk di bagi dengan kai.

“aku kelas 4.” kaipun mempermainkan Soo Sun dan jujur saja, entah Soo Sun itu polos atau memang soo sun itu bodoh. Sampai – sampai ia menanggapi pernyataan kai tadi dengan serius.

“YA!! Jangan terlalu polos, bisa-bisa kau di tipu oleh orang lain. Mana ada yang namanya kelas 4 di sini. Tadi aku hanya bercanda” bentak kai dengan cukup halus dan soo sunpun menanggapinya dengan sebuah poutan.

“JONG IN” Pekik Soo sun membahana dan langsung memukul kai dengan kedua tangannya. Kai tak membalas, toh pukulan itu tidak terasa olehnya. Yang ada hanya suara kekehan yang keluar dari mulut kai.

“aku marah padamu” sikap kekanakan soo sun akhirnya muncul dan itu benar – benar membuat kai gemas melihat yeoja itu. Ingin sekali rasanya kai untuk mencubit kedua pipi soo sun. namun sayang, ketika tangannya hendak mendarat di kedua pipi soo sun, yeoja itu sudah lebih dulu masuk ke dalam pekarangan SM High School.

Kai menghela nafasnya. “mungkin pulang nanti” gumam kai dan iapun juga ikut masuk ke dalam pekarangan SM High School.

-Naughty Boy-

“Apa kau melihat sehun ??” Tanya baekhyun ketika kai baru saja mendudukkan dirinya di samping baekhyun. Chanyeol yang sedang asik membaca komikpun juga ikut menatap kai (?)

“hari ini dia tidak masuk, ada masalah yang sedang ia pikirkan” jawab kai dengan sekenanya, mendengar itu chanyeol kembali larut dengan gambar – gambar yang ada di dalam komiknya. Begitupula dengan baekhyun yang hanya ber-Oh ria menanggapinya.

“Aku bosan” rutuk Luhan yang baru saja masuk ke dalam kelas kai dan dua orang lainnya. Lagi – lagi, chanyeol mengabaikan komiknya dan arah pandangannya langsung mengarah kepada Luhan.

“aku juga” timpal baekhyun seraya bersender pada kursinya.

“sudah tiga hari ini tidak ada hal yang menarik” D.O yang biasanya diampun juga ikut mendukung pernyataan Luhan.

“kai, apa kau punya sasaran ?? tanganku sudah gatal ingin merasakan darah” ucap chanyeol seraya menatap kai dengan penuh harapan, berharap supaya namja itu menjawab dengan jawaban yang ia nantikan.

Namun sayang, kai hanya menggelengkan kepalanya pelan. Chanyeol beserta 3 temannya yang lain langsung mendesah berat.

“ARRGGHHH!! Bisa – bisa aku gila kalau tidak memukuli orang dalam kurun waktu 1 minggu” frustasi baekhyun seraya mengacak rambutnya.

-Naughty Boys-

“Anak – anak, apa kalian sudah mengerjakan tugas kemarin ??” Tanya Kaeun Saem dan semua murid di kelas itu, serempak menyorakkan kata Iya. Senyum puaspun terukir di wajah Kaeun Saem.

“baiklah, kalau begitu kalian boleh mengumpulkannya sekarang” perintah kaeun Saem dan semua muridpun berbondong – bondong meletakkan tugasnya di meja Kaeun Saem. Karena letak kursi Soo Sun paling belakang, iapun menjadi orang terakhir yang mengumpulkan tugasnya.

Sewaktu Soo Sun hendak kembali ke tempat duduknya, Kaeun Saempun memanggil Soo Sun.

“Soo Sun-a, apa kau melihat Sang Akh ??” Tanya Kaeun Saem dan Soo Sun hanya menggelengkan kepalanya pelan.

“Aish, anak itu” geram Kaeun Saem. Merasa tidak diperlukan lagi, Soo Sun kembali ke tempat duduknya dan beberapa saat kemudian Kaeun Saem mulai menjelaskan tentang Trigonometri. Semua muridpun larut di dalam pembelajaran itu, termasuk Soo Sun.

-Naughty Boys-

“HYAAA >.<  pelajaran hari ini benar – benar menguras energikugumam Soo Sun seraya berjalan menuju gerbang SM High School.

“Jong In kemana ?? kukira dia akan menungguku, ternyata tidak” rutuk Soo Sun ketika mendapati hanya dirinyalah yang berada di gerbang.

“padahal yang tadi pagi itu, aku hanya bercanda” lanjutnya dan kembali melanjutkan langkah kakinya.

Tanpa Soo Sun sadari, ternyata dari jarak 5 meter Kai sedang mengawasinya. Melihat Soo Sun yang kembali melanjutkan langkah kakinya, kaipun juga ikut melakukan itu. Namun, namja itu masih menjaga jaraknya dengan Soo Sun. ia tak ingin rencananya yang tadi pagi hancur karena rasa ketidak sabarannya.

Di sepanjang perjalanan menuju rumahnya, Soo Sun selalu saja menggerutu tak jelas. Entah itu tentang pelajaran hari ini, entah itu tentang kai atau apapun. Yang terpenting sedari tadi Soo Sun selalu saja menggerutu.

Setibanya Soo Sun di sebuah gang kecil yang berjarak beberapa blok dari rumahnya, iapun merasakan kalau ada hawa yang tak enak sedang menghampirinya. Sesekali soo sun melihat ke belakangnya, namun tak ada apapun. Di sepanjang gang itu hanya ada dirinya sendiri, tapi sebenarnya jauh di belakang Soo Sun. kai sedang bersembunyi di balik tempat sampah yang cukup besar.

Soo Sunpun mempercepat langkah kakinya dan ketika ia hendak keluar dari gang tersebut tanpa disangka ia dihadang oleh sekelompok anak brandalan yang tampaknya mereka sedang mabuk. Dan itu dapat ditandai dengan terciumnya aroma alkohol  yang menyeruak di sekitar brandalan tersebut. Rasa takutpun menghantui Soo Sun.

“permisi, aku—-a—ku harus pulang” ucap Soo Sun terbata, namun ketika ia hendak melewati salah seorang anak brandalan itu ia ditahan.

“gadis manis, apa kau punya uang ??” Tanya salah seorang anak brandalan dan Soo Sun tak dapat memberikan jawabannya. Ia hanya dapat memundurkan langkahnya, berharap bisa lari dari gerombolan brandalan itu.

“Eitss, kau mau kemana ??” sahut anak brandalan lainnya yang entah sejak kapan sudah berada di belakang Soo Sun. Soo Sunpun memeutar arah jalannya namun wanita itu merasa terpojok tatkala merasakan dinding salah satu bangunan sudah menyentuh punggungnya. Dengan susah payah, Soo Sun menelan air ludahnya. Dan sekarang, sudah ada 7 anak brandalan di hadapannya.

“a—aku” Soo Sunpun terbelalak kaget ketika mendapati salah seorang anak brandalan sudah berani memainkan rambutnya. Dengan kasar, Soo Sunpun melepaskan tangan brandalan itu.

Melihat kemarahan Soo Sun yang muncul, para anak brandalan itu mulai bersorak.

“bukankah kalau agresif kau tampak lebih cantik, hm ??” ujar anak brandalan yang lain seraya berjalan mendekati Soo Sun, begitu pula dengan 6 anak brandalan lainnya.

“YA!!” Pekik Soo Sun ketika merasakan tangannya sudah di pegang oleh dua orang anak brandalan. Seringaian bak setanpun sudah di munculkan salah seorang anak brandalan. Melihat seringaian itu, tingkat keberanian Soo Sunpun semakin menciut.

“maaf  nona, sepertinya hartamu yang paling berharga harus kau serahkan kepada kami” ucap anak brandalan yang berwajah lebih jelek diantara brandalan lainnya. Soo Sun kembali menelan air liurnya dengan susah payah. Ingin sekali rasanya ia memukul semua anak brandalan itu. Tapi apa daya, ia tidak bisa bela diri. Jangankan belajar bela diri, melihat orang bertengkar saja sudah membuatnya mati ketakutan.

Dan sekarang ?? haruskah ia pasrah ?? entahlah, yang jelas hanya keajaiban yang dapat menyelamatkannya beserta harga dirinya.

Tangan jahil anak brandalan itu sudah sampai ke punggung Soo Sun, membuat Soo Sun yang sedang meratapi nasibnya terkejut bukan kepalang. Air mata penyesalanpun sudah jatuh dari mata Soo Sun.

‘eomma, maafkan anakmu’ batin Soo Sun dan iapun langsung menutup matanya. Membiarkan para brandalan itu mendapatkan apa yang mereka inginkan, walaupun itu akan membuat hidupnya hancur.

“kau ingin main halus ??” Tanya brandalan itu namun Soo Sun sudah tak mampu untuk menjawabnya.

“baiklah kalau begitu aku akan——” perkataan brandalan itu terputus ketika —-

“YAA!!” Teriak seorang yeoja yang berada di penghujung gang kecil itu, semua matapun tertuju kearah yeoja itu. Semua anak brandalan yang ingin mempe*k*sa Soo Sunpun langsung bangkit dari posisi duduknya masing – masing. Soo Sun yang merasa kedua tangannya sudah bebas dari cengkraman  anak brandalanpun sudah mampu membuka matanya.

“Hah!! Dasar laki – laki jadian” cemeeh yeoja itu seraya berjalan mendekat kearah Soo  Sun dan anak brandalan itu.

“kau siapa ?? beraninya mengganggu acara kami” rutuk salah seorang anak brandalan itu.

“benarkah ?? kalian sedang mengadakan acara seperti apa ??” mendengar ada suara yeoja, Soo Sunpun menegakkan kepalanya dan pada saat itulah, ia dapat melihat wajah wanita yang sudah menolongnya dari bahaya.

“Seo Sang Akh” gumam Soo Sun pelan. Setelah bergumam, Soo Sunpun memberanikan dirinya untuk berdiri. “Kumohon, tolong Aku” pinta Soo Sun dengan air mata yang sudah membasahi wajahnya.

“kenapa kalian diam saja ?? pegang dia, yeoja ini akan kuselesaikan”

“YA!! LEPASKAN AKU” Tolak Soo Sun seraya berusaha melepaskan kedua tangannya dari cengkraman anak brandalan itu.

“baiklah, kita persingkat saja masalah ini” ucap Sang Akh dan iapun langsung membuang tasnya kepada salah seorang anak brandalan. Dan bodohnya lagi, anak brandalan itu malah terpancing oleh umpan yang Sang Akh berikan.

“BUGH” satu pukulan sukses Sang Akh berikan kepada anak brandalan yang memegang tasnya. Dengan cepat, Sang Akhpun mengambil tasnya dan ketika ia berbalik “BUGH” lagi – lagi yeoja itu memukul anak brandalan yang telah memegang tasnya.

Brandalan itupun menghapus sedikit darah yang ada di sudut bibirnya, dan tanpa ragu – ragu lagi ia menyuruh semua teman – temannya untuk menghabisi Sang Akh.

“7 lawan 1 ?? sepertinya menarik” ucap Sang Akh ketika mendapati dirinya sudah berada di tengah – tengah para brandalan itu. Soo Sun yang telah terlepas dari cengkramanpun hanya dapat pasrah ketika melihat para brandalan itu hendak memukul Sang Akh.

Note : daripada bingung manggil anak brandalan mulu, gimana kalau kita beri nama anak brandalannya dari huruf A – G ?? Biar lebih enak gitu bacanya, hehe ^^

Seringaian bak setanpun terukir di wajah Sang Akh dan tanpa di perintah oleh siapapun, Sang Akh telah meluncurkan tendangan mautnya dan asal kalian tau, tendangan itu berhasil mengenai wajah brandalan yang bernama C >.<

Brandalan C pun jatuh tersungkur mencium lantai dan tanpa menunggu lama, Sang Akhpun menyikut brandalan yang bernama D. dengan secepat kilat, Sang Akh berbalik dan memukul perut brandalan D.

“kau ingin main belakang, eoh ??” ucap Sang Akh seraya menangkap tangan brandalan E yang hendak memukulnya dari belakang. Dengan sekali sentakan, Sang Akh berhasil mematahkan tangan brandalan E. senyum kepuasanpun terkembang di wajahnya.

“Oh, ayolah” rutuk Sang Akh ketika mendapati 4 orang anak brandalan yang tersisa sudah mempersempit jarak diantara mereka. “kalian membuat waktuku terbuang” lanjut Sang Akh dan tanpa basa – basi lagi, ia membabi buta para anak brandalan itu.

Sang Akh memukul, menendang, menyikut, memilin bahkan sampai – sampai Sang Akh bersalto ria supaya dapat mengalahkan para anak brandalan itu.

“kurasa mereka masih mempunyai komplotan yang lain. Lebih baik kita pergi sekarang.” Ajak Sang Akh dan tanpa persetujuan Soo Sun, Sang Akh menarik pergelangan tangan yeoja itu.

-Naughty Boys-

-Kim Jong In Point Of View-

“gadis manis, apa kau punya uang ??”

Mataku terbelalak seketika, karena mendapati beberapa anak brandalan datang menghalangi jalan Soo Sun. kulihat yeoja itu mulai ketakutan dan itu dapat terlihat dari tingkah Soo Sun yang berjalan mundur.

Oh ini sudah terlewat batas, aku tak mungkin membiarkan yeoja itu semakin tersudut. Aku harus menolongnya.

“DRRT DRRT” Sial, kenapa handphone biadab ini berbunyi ?? kulihat kearah Soo Sun dan beberapa anak brandalan itu, untung saja mereka belum memegang Soo Sun. Sebaiknya aku menjawab telfon ini terlebih dahulu.

“Yeoboseyo” sahutku bersamaan dengan tertempelnya benda persegi empat itu di telinga kiriku..

“…………..” jawab si penelepon dan ketika mendengar suaranya matakupun terbelalak kaget.

“I—IBU ?? a—ada apa ?? sudah 1 bulan lebih ibu tidak menelfon”

“…………………………………………………..”

“Ye ?? sejak kapan ?? apakah masih bisa diundur ??” pintaku dan ibu langsung saja menjawab tidak.

Haruskah aku meninggalkan Soo Sun yang sedang kesusahan ?? Ah~~, kurasa sehun dan lainnya bisa mengatasi mereka.

Setelah panggilan yang tadi terputus, dengan cepat akupun mengirim pesan singkat kepada Sehun dan lainnya.

To        :  Bubble Tea

YA!!! Apa kau ingin membasmi tikus ?? aku baru saja menemukan beberapa ekor di sekitar gang kecil yang berada tidak jauh dari rumahku. Beritahukan dengan yang lainnya. Ini akan menjadi buruan kita yang selanjutnya. Karena aku tidak bisa ikut berburu, kuharap kalian bisa membasmi semuanya dengan tuntas.

Setelah selesai mengetik pesan singkat untuk sehun, akupun langsung menekan tombol send. Sebelum kutinggalkan tempat ini, akupun menyempatkan diri untuk melihat Soo Sun sekilas.

“YA!!” Pekik Soo Sun dan kurasa ia bisa menjaga dirinya sendiri sampai sehun dan yang lainnya datang. Akupun langsung pergi ke tempat yang ibu katakan tadi, kuharap ini berita yang baik.

-Author Point of View-

“YA,OH SEHOON!! Apa kau yakin ??” Tanya baekhyun ketika ia hanya mendapati 7 orang anak brandalan yang terkulai lemas di sebuah gang kecil.

“apa kau bercanda ?? ini bukan tikus, melainkan kotoran” ejek Chanyeol.

“aku juga tak tau Chanyeol. Tadi kai hanya mengirimiku pesan singkat” bela sehun terhadap dirinya sendiri.

“ya sudahlah.. lebih baik kita ke JEJU saja sekarang, untuk perjalanan kali ini serahkan saja kepadaku” tawar Luhan dan itu sukses membuat senyum manis terkembang di wajah baekhyun, sehun, Chanyeol dan D.O.

“kau memang teman yang baik Luhan” ujar sehun seraya menepuk – nepuk punggung Luhan.

“kajja”

-Naughty Boys-

“silahkan. Maaf kalau rumahku berantakan” ujar Sang Akh ketika mempersilahkan Soo Sun untuk masuk ke dalam rumahnya. Dengan ragu, Soo Sunpun melangkahkan kakinya masuk ke dalam rumah Sang Akh.

“kau ingin minum apa ??” Tanya Sang Akh namun Soo Sun tak menjawab.

Sang Akh mendengus bosan. Kemudian, Ia meletakkan tasnya ke dalam sebuah ruangan yang Soo Sun yakini sebagai kamar Sang Akh.

“ini, hanya ada air putih di rumahku” Soo Sun mengangguk pelan, kemudian ia meminum air putih itu dengan lahap (?). setelah meminum air putih pemberian Sang Akh sampai habis, Soo Sunpun kembali meletakkan gelas kosong itu keatas meja yang ada di hadapannya.

“kau tinggal sendiri ??” akhirnya Soo Sun mengeluarkan suaranya juga, walaupun nada pertanyaannya masih mendominasi akan rasa takut.

“kau bisa lihat sendiri” jawab Sang Akh sekenanya seraya duduk berhadapan dengan Soo Sun. mendengar jawaban itu, Soo Sun hanya mengangguk – angguk mengerti.

“oh, siapa namamu ??” Tanya Sang Akh

“haha, astaga.. sampai – sampai aku lupa memperkenalkan diriku. Maaf, perkenalkan.. namaku Han Soo Sun. biar lebih akrab, kau bisa memanggilku Soo Sun” jawab Soo Sun seraya memperkenalkan dirinya.

“kita sekelas” lanjut Soo Sun dan Sang Akh tampak berpikir mendengar pernyataan Soo Sun.

“A~~  Kau anak baru yang duduk di sampingku, bukan ?? Argghh, kenapa ini serba kebetulan sekali ??” Soo Sunpun terkekeh kecil mendengar respond Sang Akh yang menurutnya lucu.

Selang beberapa menit.. Suasana canggungpun melanda mereka berdua, tak ada yang memulai pembicaraan. Mulai dari pihak Sang Akh maupun pihak Soo Sun, keduanya sama – sama terlarut dalam pemikiran masing – masing.

“SEO SANG AKH!!!!” dari arah pintu depan terdengar suara seseorang yang sangat khas di telinga Sang Akh. Senyum bahagiapun terkembang di wajah Sang Akh.

“Soo Sun-ssi, perkenalkan ini ————-”

-To Be Continued-

Oh Astaga –“

Sumpah, ini ff kok jadi hancur gini ya ??

Biarlah gk pa2, namanya juga orang yang mau Hiatus…

Hahahaha 😀

Jadi, tulisannya berubah jadi kaku gitu..

Mianhae yaa, kalau ff yang ini bikin kalian semua kecewa *Bow With Baekkie*

Tapi dindong janji koq, bakalan memperbaiki ff ini di chapter selanjutnya ^^

Eummm, oea..

Tadi dindong udah konsultasi dengan Goetary eonnie..

Dan you know what ??

Dengan di publishnya ini ff, berarti mulai dari sekarang dindong akan menjalani yang namanya Hiatus ^^

Gomawo untuk semua reader setia saya yang udah mau memberikan komentarnya di setiap ff saya ^^ saya harap, kalian tidak bosan dengan semua karya saya..

Mianhae kalau di chapter ini saya tidak menyebutkan nama2 orang yang sudah berkomentar di chapter sebelumnya.. satu kata yang ingin saya katakan kepada kalian..

GOMAWO ^^

Sedih memang kalau harus hiatus, but mari kita liat hari minggu ini..

Rencananya sih saya ingin publish I AM YOUR MAID Chapter 9 B..

Tapi, tunggu komentar di ff ini rampung dulu ^^

Kalau begitu, sampai bertemu lagi ^^

Annyeong ^^

Keep Comment YAW 😀

Iklan

Penulis:

A Girl who love her Mother and Father ^^ A Girl who claim Byun Baekhyun to be her Husband

52 thoughts on “NAUGHTY BOY (Chapter 3)

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s