My Overprotective Boy

Tittle : my overprotective boy
Gendre : fluff
Length : drabble
Author : @ismimeey
Cast :
-park minhyo
-kim jong in
-all exo member
-yoo hee mi

-Kim-Jong-In-kai-exo-k-34911490-245-350

He is my overprotective boy, but whatever he is, I love him.

*******************

“Bukan kah sudah kubilang, jika aku belum menjemputmu kau jangan pulang dulu. Tidak kah kau mengerti itu?” Kai berkata dengan nada tinggi pada kekasihnya yang hanya bisa menunduk dihadapannya. Pria itu merasa sangat kesal, mengetahui kekasihnya malah pulang dengan pria lain.

“tapi aku sudah menunggu mu selama 2 jam dan—“

“jangan jadikan itu alasan, kau tau? Aku sengaja mengerjakan pemotretan itu lebih cepat hanya untuk menjemputmu, tapi apa yang kau lakukan? Kau bahkan tidak menghargai usahaku sama sekali” Kai memotong ucapan Minhyo, kekasihnya. Dadanya naik turun, menandakan seberapa kesalnya ia saat ini.

“kau selalu saja begitu, tidak pernah mendengar ucapan ku dan hanya bisa membuatku kesal!” Kai kembali membentak Minhyo. Gadis itu tidak melakukan perlawanan apapun, ia hanya menundukan kepalanya.

“aku menunggumu selama lebih dari 2 jam, dan hari sudah hampir malam. Kau juga tidak membalas pesan ku, apa aku salah meminta bantuan Sehun untuk menjemputku? Lagipula Sehun itu sahabatmu sendiri, apa yang perlu kau khawatirkan?” kali ini Minhyo bersuara, masih dengan nada lembutnya.

“terserah!”

Kai segera pergi dari hadapan Minhyo, menuju ke kamarnya lantas membanting pintu kamarnya dengan keras. Tanpa terasa air mata gadis itu mengalir, dadanya terasa sesak dan nyeri. Bukannya ia tidak mau pulang bersama Kai, Minhyo bahkan sudah menunggu pria itu selama 2 jam lebih, kesibukan Kai yang smerupakan seorang member dari grup rookie yang tengah naik daun membuatnya sulit dihubungi. Untung saja ada Sehun, teman 1 grup Kai yang bisa ia hubungi, jika tidak, Minhyo tidak tau harus berapa lama lgi dia menunggu Kai dihalte yang sudah sangat sepi. sehun adalah sahabat baik Kai dan merupakan teman 1 grupnnya, semua orang juga tau itu. dan harus kah ia marah hanya karena hal ini?

Minhyo bangkit dari sofa, menghapus air matanya lantas melangkah menuju kamar Kai.

“Kai, aku minta maaf. Mungkin mereka benar, kita memang berbeda dan tidak seharusnya kita bersama” ucap Minhyo tepat didepan pintu kamar Kai, tidak perlu waktu lama pintu kamar itu kembali terbuka. Kai muncul dengan wajahnya yang memerah, oh! Sepertinya dia benar-benar marah sekarang.

“kau pikir apa yang kau katakan, hah?” bentak Kai –lagi—ia bahkan mencengkram bahu Minhyo, membuat gadis itu meringis diam-diam.

“aku memang gadis biasa, aku bukan seperti mantanmu yang bisa menyanyi dan berakting. Aku hanya seorang pelajar biasa, dan kau… kau adalah Kim Jong In. Siapa yang tidak mengenalmu? Dunia kita memang berbeda mung—“

“apa maksud mu berbiacara seperti itu? Kau meragukan ku?” Kai kembali memotong ucapan Minhyo

Minhyo Cuma diam, ia menghapus air matanya berkali-kali, tapi tetap saja. Air matanya serasa tidak mau berhenti mengalir.

“tatap aku! Jika aku sedang bicara tatap mataku!” teriaknya kesal, Kai melepaskan cengkramannya dengan kasar, membuat punggung Minhyo terbentur tembok.

“bukan aku tapi kau” lirih Minhyo. Ia mendongakkan kepalanya, menatap kedua mata hitam yang menatapnya tajam.

“kau yang meragukan ku selama ini, kau tidak pernah percaya padaku. Apa yang ku lakukan selalu salah dimatamu. Kali ini kumohon, pikirkan lah baik-baik, apa kau benar-benar menginginkan ku? Apa kau benar-benar menginginkan hubungan ini? Jika memang iya, kau pasti bisa menghargai hubungan kita ini, dan tidak terus-terusan curiga seperti ini padaku. Aku memang mencintaimu, sangat mencintaimu. Tapi aku juga lelah jika kau seperti ini terus. Jangan temui aku sebelum kau memikirkan ini baik-baik..”

Kali ini Kai yang terdiam mendengar semua ucapan Minhyo, pria itu membeku. Ucapan Minhyo tadi seolah memberinya pukulan keras. Tubuhnya seolah tidak bisa bergerak, ia hanya terdiam saat Minhyo meninggalkannya dengan air mata yang membasahi wajah gadis itu.

****************************************************

“Kalau dipikir-pikir kau memang terlalu mengekangnya, man. Dia juga perlu space untuk bergerak bebas, kau memang pacarnya, tapi bukan berarti kau berhak mengatur segala sesuatu tentang dia”

Kai berbaring diranjangnya yang terasa nyaman, tadi ia baru saja menceritakan hal buruk yang terjadi pada hubungannya dengan Minhyo kepada sahabatnya, Do kyungsoo. Entah mengapa kata-kata Kyungsoo yang satu itu terus saja terngiang diotaknya.
Dan tiba-tiba saja otaknya mengingat sepenggal memorinya bersama Minhyo.

flashback ->

Minhyo tengah berbaring disofa ruang tengah diapartemen Kai, gadis itu memainkan sebuah gadget dan sesekali tertawa atau kadang tersenyum-senyum sendiri.

“kenapa tertawa sendiri? Memangnya ada apa?” Tanya Kai, Ia baru saja selesai mandi. Pria yang mengenakan celana pendek selutut dengan t-shirt berwarna birunya itu duduk disamping Minhyo yang tengah berbaring.

Minhyo langsung menegakkan tubuhnya, menggeleng kecil, tapi matanya tetap tertuju pada gadget yang digenggamnya.

“aku hanya sedang melihat fanbase mu diblog” jelas Minhyo, ia menyimpan gadget yang tadi ia genggam, menatap kekasihnya yang oh! Kenapa pria itu terlihat sangat manly dan sexy dengan rambutnya yang setengah basah itu? Batin Minhyo yang sempat terpesona dengan pria disampingnya.

“fans-mu itu benar-benar lucu dan mengagumkan, kau tau? Mereka bahkan rela kelaparan diseolah hanya untuk membeli barang-barang yang berhubungan dengan mu” ucap Minhyo diakhiri kekehannya.

“itu belum seberapa, malah ada fans yang selalu mengikutiku kemanapun aku pergi, bahkan keluar negri sekalipun.” jawab Kai, Minhyo sontak saja melongo. Apa pesona seorang Kim Jongin sebesar itu?

“aku tidak mengerti apa yang membuat mereka mengidolakanmu” gumam Minhyo geleng-geleng kepala.

Kai memasang tampang sombongnya, “tentu saja karena aku ini tampan, sexy dan memliki suara yang menggoda. See.. aku memang sangat mempesona” jawab Kai sambil menepuk-nepuk dadanya.

Minhyo berlagak ingin muntah, tingkat kepercayaan diri Kai memang sudah abnormal.

Kai terkekeh lantas memeluk gadisnya itu dari samping, “hah.. kau benar-benar gadis yang paling beruntung karena telah berhasil memenangkan hatiku..”

Minhyo mengernyit, “heh.. ada juga kau yang beruntung mendapatkan seorang Park Minhyo, gadis yang paliiiing sabar sedunia menghadapi si childish KIM JONG IN..” Minhyo menjulurkan lidahnya kearah Kai yang sudah melepaskan pelukannya. Pria itu merenggut, wajahnya tampak begitu lucu.

“hei! Aku tidak begitu…”

Tiba-tiba saja suara handphone Minhyo berdering, gadis itu merogoh tasnya lantas mengambil benda pipih tersebut.

“halo.. iya ada apa, Hee Mi?”…………… “benarkah? Wah siapa saja yang ikut?”………”tentu saja aku mau”…”baiklah, besok jam 7 pagi..” …………..

“ok bye…”

Kai mengernyit, “siapa?” tanyanya dengan nada tidak suka.

Minhyo menjawab dengan senyum manisnya, “Hee Mi, dia ingin mengajakku camping dengannya besok,beserta kakaknya juga.. wah pasti akan sangat menyenangkan..”

Kai menaikan sebelah alisnya melihat gadisnya yang bicara dengan penuh semangat

“tidak boleh!!” kata Kai memasang wajah tidak sukanya.

“jangan kau kira aku tidak tau kalau kakaknya Hee Mi itu laki-laki, dan kau sempat mengaguminya. Lagipula minggu depan aku kan sudah sibuk,kau harus bersama ku seminggu ini. Titik!” titah Kai panjang lebar, dia menatap Minhyo dengan tatapan mengintimidasi.

Minhyo hanya bisa menatap kekasihnya itu kecewa, “kan hanya sehari saja, lagipula aku sama sekali tidak menyukai kakaknya Hee Mi, aku hanya mengaguminya karena dia tampan dan cool, itu saja..”

Rahang Kai Nampak mengeras mendengar jawaban yang keluar dari mulut Minhyo, “kau bahkan memujinya, Minhyo…” geram Kai, kali ini tatapannya berubah tajam.

“bukannya begitu..”

“lalu seperti apa, hah?”
Minhyo terdiam, tidak menjawab apa-apa lagi.

“sekarang kau pilih Hee Mi atau aku?”

Kai memandangi Minhyo yang menunduk terdiam disampingnya, 3 menit berlalu dan gadis itu masih belum membuka mulutnya. Kai tersenyum penuh kemenangan, ia tau pada akhirnya Minhyo akan selalu tunduk dan menurutinya.

****************************************

Minhyo duduk disamping kemudi, disana ada Kai yang sedang menyetir mobilnya. Ia baru saja menjemput Minhyo, dan sekarang mereka sedang dalam perjalanan menuju rumah Minhyo.

Minhyo sedari tadi sibuk dengan ponselnya yang terus berbunyi, Kai mengernyit. Merasa diabaikan
“siapa?” Tanya Kai datar.

Minhyo tersenyum lantas menjawab, “teman sekelas ku.”

“siapa? Ada perlu apa dia denganmu? Apakah dia seorang pria?” Tanya
Kai lagi, lebih tepatnya mengintrogasi.

“sudahlah.. kau tidak perlu khawatir, ini hanya sebatas urusan sekolah..” jelas Minhyo. Ponselnya kembali berbunyi lantas kembali focus dengan benda pipih tersebut.

“sini kan ponselmu!!” titah Kai. Ada nada paksaan disana, Kai menyodorkan tangannya kearah Minhyo.

“ck, tapi….”

“tidak ada pembantahan!” sela Kai sebelum Minhyo menyelesaikan kalimatnya. Ia menatap Minhyo tajam, sementara itu Minhyo hanya bisa menghela napasnya.

“tapi ini berhubungan dengan sekolahku..”

“cepat berikan ponselmu!” titah Kai kembali menggunakan nada mengintimidasinya.

Minhyo menghela napas, bahkan dalam urusan sekolah pun Kai masih mencurigainya.

“mwo? Park Jin Hyun?”

Alis Kai otomatis naik sebelah melihat nama itu, nama seorang laki-laki.

“namja, eoh?” Kai langsung saja menghentikan mobilnya dipinggir jalan. Ia langsung menyerbu Minhyo dengan tatapan tajamnya. Sementara itu Minhyo enggan menatap Kai yang seolah menghakiminya.

“kau bertukar pesan dengan namja?” Tanya Kai dengan nada yang tidak suka.

Minhyo menghela napasnya, “sudah kubilang hanya urusan sekolah saja.” Ujar Minhyo lelah, sungguh terkadang sikap Kai yang seperti ini membuat Minhyo terkadang goyah dari kata bertahan.

“aku tidak suka kau bertukar pesan dengan namja apapun alasannya. Dan kau kembali melanggarnya” sela Kai. Dia bahkan mendengus kesal dan langsung melempar ponsel Minhyo ke jok belakang.

Minhyo bahkan sampai membulatkan matanya begitu melihat ponselnya dibanting begitu saja oleh Kai. Minhyo menatap Kai yang masih memasang tampang mengerikannya, gadis itu hanya bisa menghela napas, mencoba mengontrol emosinya karena pria yang satu ini.

“lalu kau ingin aku bagaimana ?” Tanya Minhyo masih dengan suara lembutnya.

“hapus nomor namja itu dan katakan padanya untuk tidak menghubungimu lagi.”

Minhyo menunduk, ia mengigiti bibirnya lantas merangkak kebelakang untuk mengambil handphonenya yang tadi di banting Kai ke jok belakang.

Kai tersenyum puas begitu Minhyo menunjukkan layar ponselnya yang berisi sebuah pesan.

‘mianhae jin, kurasa kau tidak perlu menghubungi ku lagi. Semua projek kita biar aku saja yang mengaturnya.’

Lagi dan lagi, air mata Minhyo kembali menetes. Ia menatap jendela mobil Kai sembari menghapus air matanya tersebut. jika saja ia tidak menyayangi pria ini, mungkin Minhyo sudah tidak sanggup lagi.

*******************

Sepulang sekolah Min Hyo memutuskan untuk langsung pulang ke rumahnya, selama di perjalanan Minhyo hanya melamun memandangi jalanan yang memang sehari hari Minhyo lewati.

Minhyo menghela nafas panjang,ia memandangi handphonenya yang memang sedari tadi dipegangnya, tidak ada satupun pesan atau panggilan masuk dari kekasihnya, sudah seminggu kai tidak menemuinya, tidak menghubunginya, atau bahkan sekedar mengirimi pesan yang berisi ucapan selamat tidur untuknya, Minhyo sungguh merindukan sosok pria hitam yang bernama kai, Minhyo merindukan perdebatan kecil yang mereka buat, Minhyo merindukan segala perhatian yang kai berikan padanya,Minhyo merindukan omelan-omelan yang kai ucapkan ketika kai merasa jealous, Minhyo juga merindukan wangi kai yang memang sangat ia sukai jika berada di dekapan kai. Dan tentu saja dibalik semua sifat arogan, kai juga memiliki sisi manis yang juga Minhyo rindukan.

Flashback->

14 januari, Minhyo termenung didepan dapurnya. Ia hanya bisa memandangi semua bahan-bahan dan peralatan untuk membuat kue. Hari ini adalah ulang tahun Kai, dan Minhyo ingin membuat sebuah kue ulang tahun eksklusif untuk Kai. Semua bahan sudah ada, peralatan juga, bahkan Minhyo sudah googling jauh-jauh hari demi mendapat resep kue terbaik.

Masalahnya ia tidak pernah membuat kue sekalipun, terakhir kali ia membuat sebuah pancake bersama Hee Mi dan berakhir dengan hangusnya pancake yang ia buat beserta alat penggorengannya, Minhyo bahkan nyaris membakar dapur Hee Mi pada saat itu.

Sekali lagi ia menghela napasnya, matanya melirik kearah jam yang melingkar dipergelangan tangannya. 2 jam lagi Kai datang kemari, artinya ia tidak punya banyak waktuu untuk melamun seperti ini.

Minhyo memakai apron pink dan bergegas membuat kue special. Apapun hasilnya yang penting Minhyo sudah berusaha semampunya.

*****

Bel apartemen Minhyo berbunyi, gadis itu melepas apronnya dengan hati-hati, ia bahkan baru saja selesai menghias kue yang baru saja ia buat.

Sosok Kai muncul begitu pintu apartemen Minhyo ia buka, Kai terbelalak melihat kondisi Minhyo saat ini. Wajah dan tubuhnya sipenuhi oleh noda seperti bekas adonan yang sudah mengering.

“astaga, Hyo-ya ada apa dengan mu?” Tanya Kai Shock.

Minhyo hanya tersenyum manis dan menggeret Kai untuk masuk, “tunggu disini sebentar.” Titah Minhyo lantas gadis itu melengos pergi kedapur.

Tak lama Minhyo kembali menghampiri Kai yang tengah duduk manis diruang tamu.

“saengil chukha hamnida saengil chukha hamnida
saranghaneun nae jongin ..saengil chukha hamnida ”

Kai menatap Minhyo tidak percaya, ia terlalu terkejut dengan apa yang dilakukan gadisnya.

“tiup lilinnya.” Suruh Minhyo yang tengah menyodorkan kue buatannya kepada Kai.

Kai pun meniup lilin yang tertancap dikue mini tersebut. mata kai mengernyit begitu melihat hasil kue buatan kekasihnya. “ya..kue apa ini? Kenapa bentuknya aneh sekali?” Tanya Kai sembari memiringkan kepalanya ke kiri dan kanan, mencoba mencari tahu bentuk apa yang sebenarnya dibuat oleh kekasihnya.

“yak! Aku membuatnya dengan susah payah, aku kan bukan chef professional jadi beginilah hasilnya.” Minhyo mengerucutkan bibirnya begitu mendengar komentar Kai.

“apa ini?” Kai mengambil tangan Minhyo yang menggantung disisi tubuhnya. Jari-jari gadis itu penuh dengan perban dan memar kemerahan seperti luka bakar.

“aish..jangan ditekan! Perih,pabo..” ringis Minhyo dan kembali menarik tangannya.

“dan lagi.. ada apa dengan keningmu?” Kai menatap sekilas kening Minhyo yang Nampak memar. Sebenarnya gadis ini membuat kue atau menganiaya dirinya sendiri.

“sudahlah… tadi tangan ku tidak sengaja terkena oven panas beberapa kali, dan karena kecerobohan ku tadi aku menabrak pintu kulkas, ya seperti inilah jadinya..” jelas Minhyo, ia mengusap keningnya yang tanpa ia sadari memar.

“kau seperti ini hanya karena membuat kue ini untukku?” Tanya Kai tidak percaya.

Minhyo menunduk, ia mengangguk lemah. “ya, mianhae kalau hasilnya mengecewakan. Aku tau kuenya bantet dan bentuknya tidak jelas.
Rasanya pasti juga sudah tidak karuan.” Ujar Minhyo lirih.

kai merampas kue yang sedari tadi Minhyo pegang, ia melahap kue itu seperti orang kelaparan. Minhyo melongo melihat Kai melakukan itu.

“kai..kau tidak harus memakannya, sungguh.”

Kai menelan potongan kue terakhirnya, “sungguh aku tidak bisa mendeskipsikan seberapa buruk rasa kue mu.”

Kai tertawa, tapi sudut matanya mengeluarkan cairan bening. Ia menggeleng lantas mendekap Minhyo erat.

“kau tidak harus melakukan ini, dasar yeoja pabo! Lihat dirimu, kau bahkan sampai terluka seperti itu. Dasar pabo!” omel Kai disela air mata harunya. Park Minhyo memang selalu berhasil mempermainkan emosinya.

“kau hanya perlu ada disampingku, itu sudah cukup. Aku tidak memerlukan hadiah apapun karena memilikimu sudah kuanggap sebagai hadiah terindah ku.”

**********

Sedangkan di lain tempat Kai terbaring di tempat tidur memandangi langit-langit kamarnya, Kai mengambil gadgetnya yang di selipkan di bawah bantalnya dan memandangi wajah cantik Minhyo yang menjadi walpapernya. Kai mengusap walpapernya dengan ibu jarinya , seolah ia sedang mengusap wajah kekasihnya.

Seulas senyum tercipta di wajah Kai, “Bogoshipho Hyo-ya” ucap Kai lirih. Tanpa sadar setitik air mata mengalir dari pipi mulusnya,kai tersentak dan segera di hapus air matanya.

“ya hyo-ya aku sungguh merindukan mu”

“kau Kim Jongin.. pria paling egois sedunia. Yang selalu semena-mena terhadapku, yang kadar cemburunya melebihi tingginya mount everest, dan sangat sangat menyebalkan. Jika dipikir-pikir keburukan mu itu jauh lebih banyak dari pada kebaikan mu, tapi sayangnya kau memang terlalu jahat! Dengan begitu mudahnya kau membuat ku menjadi sangat mencintaimu, -terlalu mencintaimu sampai-sampai aku tidak perduli lagi seberapa buruknya sifatmu. Yak! Kau harus bertanggung jawab dengan memberikan seluruh hatimu padaku!!!”

Tiba-tiba saja kata-kata itu terngiang ditelinga Kai, pria itu bahkan sampai memejamkan matanya. Ingatannya seolah kembali terputar jelas dalam benaknya, disana ada Minhyo yang mengucapkan kata-kata itu dengan wajah sebalnya.

Astaga! Bisakah gadis itu berhenti meracuni otaknya seperti ini? Kai menggeram, ia sudah tidak tahan lagi. Ia mengaku kalah dan salah atas sikapnya yang terlalu egois kepada Minhyo dan baru ia sadari ternyata ia sangat membutuhkan gadis itu demi kelangsungan hidupnya.

Ia membutuhkan gadis itu untuk menghilangkan segala rasa sesak yang membelenggu dadanya, ia membutuhkan gadis itu………

Kai bangkit dari tempat tidurnya dan langsung saja menyambar jaket tebal serta beanie hitamnya. Pria itu bahkan tidak menanggapi pertanyaan yang hyung-hyungnya lontarkan kepadanya ketika pria itu berjalan lurus-lurus keluar dari dorm.

Malam ini cuaca cukup dingin, dan Kai merasa sangat bodoh sampai-sampai ia lupa membawa kendaraan pribadi. Jarak antara dorm exo dan apartemen Minhyo cukup jauh. Kai berdecak, tidak ada jalan lain selain tetap melanjutkan langkahnya.

********

Sesampainya Kai di apartemen Minhyo dengan cepat Kai melesat masuk ke dalam lift, Kai menekan bel pintu apartemen Minhyo, dan tidak butuh waktu lama Minhyo muncul di hadapan Kai dengan wajah terkejutnya

“Kai…” ucap Minhyo terkejut, Kai langsung menarik tubuh Minhyo kedalam dekapanya, Minhyo hanya bisa membulatkan matanya, Minhyo sungguh tidak menduga bahwa Kai akan mendatangi apartemenya malam ini.

“ neomu neomu bogosiphoyo Minhyo ya..” lirih Kai tepat disamping telinga Minhyo, kai melepaskan pelukannya, kai memegang kedua pipi Minhyo dengan kedua telapak tangannya, kai sungguh menyukai pipi Minhyo yang bersemu merah akibat perkataanya.

“aku mohon maafkan aku, maaf jika sifatku terlalu egois, maaf jika aku terlalu mengekang mu, maaf jika aku terlalu curiga dengan mu, maaf jika selama ini aku tidak memberikan ruang sedikitpun untuk mu, aku seperti ini karena aku terlalu mencintai mu, aku tidak ingin namja lain memiliki mu , merebut mu dari dekapan ku, dan aku tidak ingin kau menyukai namja lain meskipun hanya sedikit, jeongmal saranghae Min hyo,” Kai menarik Minhyo lagi dan memeluk Minhyo untuk kedua kalinya. Min hyo membalas pelukan kai dan tersenyum mendengar perkataan kekasihnya itu.

“He is my overprotective boy, but whatever he is, I love him” ucap Minhyo dalam hati

.
.
.
.
.

nah nah ayo gimana ceritanya?ini ff fluff aku yang kedua u,u well rencananya sih aku mau buat ff chaptered dari ff ini, what do u think???? budayakan komen setelah membaca ya.. gomawo ^^

55 thoughts on “My Overprotective Boy

  1. wah Kai, jgn over gthu ah….
    kn ksian Min hyo nya…
    dy jg kn pya khdupnnya sndri…?
    cinta boleh cinta, tp jg brlbhn gtu ah, tar jd nya mlh sling mnyakiti…
    smangat thor…🙂

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s