Twin Sisters // Chapter 1

TWIN SISTER COVER

Title:
Twin Sisters

Author:
flosica52

Genre:
Romance, Comedy yang tertunda/?

Length:Chapter

Main Cast(s):

  • Wu Yi Fan
  • Jessica Jung (Double)

Other Cast:Find by yourself ya :)

Disclaimer:
IDE FRESH DARI OTAKYANG MERUPAKAN SATU BAGIAN DENGAN KEPALA SAYA._. DONT COPAS! COPAS DOSA! DOSA MASUK NERAKA! MASUK NERAKA eh-eh, apa ya?._. intinya jangan copas!

A/N:
Disini pemeran Jessica ada dua yah :) Lebih jelas baca aja deh ^^
Ini fanfict kambek/? aku :D Ini spesial aku buat untuk para KrisSica shippers sama ……………. mau tau aja deh :D aku juga sekarang kayaknya lagi ngeship pairing ini, tapi kan aku LuSica shipper sama BaekSica, bukan KrisSica._. ntahlah/?

Ada bahasa inggrisnya juga ya 🙂 Sama bahasa mandarin 🙂

READ FIRST!!
Teaser ||

What will you do,If you are two?

flosica52®
2013 Presents,

Twin Sisters [TEASER]

“Kalian akan pergi ke Korea.” Ujar Mr. Jung. “Dan sekolah di Korea. Tepatnya Seoul.”
“WHAT?!” Kedua anak kembarnya otomatis berteriak dengan pemberitahuan dadakan ini.

You will go to Korea and take your High School There!” Jelas Mrs. Jung yang memang aslinya berasal dari amerika. “Dan kalian akan berangkat lusa. Ini tiketnya. Itu artinya kalian masih ada kesempatan besok untuk masuk sekolah disini.”
“Kalian ikut bersama kami?” Tanya Sooyeon, yang memang lebih suka melakukan aktifitas di bawah perintah orangtua.
“Oh, no. Kami tidak akan ikut.” Kata Mr. Jung. “Tapi, kami sudah menyuruh seseorang dari perusahaan kita untuk membersihkan rumah lama kita, dan mengisi kulkas. Kami tau kalian tidak bisa memasak.”

“Yeah! Freedom!” Teriak Soohyeon senang karena kedua orangtua mereka tidak ikut.
“Rumah lama kita? Bukannya itu terletak di Dongdaemun?” Tanya Sooyeon.

That’s right!” Jawab Mrs. Jung. “Itu sebabnya kalian harus bangun jam 5 KST. Karena perjalanan naik bus dari Dongdaemun ke Seoul sekitar satu setengah jam dan sekolah kalian masuk jam 7 tepat.”

“Tapi kalian tidak akan naik bus, kalian naik mobil pribadi. Mobil yang bersopir. Sopirnya salah satu pekerja di perusahaan yang ada di Korea.”

Okay, Kajja! Let’s pack our stuff, eonnie!” Teriak Soohyeon.
Go ahead, aku besok saja..” Ujar Sooyeon tersenyum.

Meanwhile..

“KRIS!!!” Teriak Mr. Wu.
“Uhh! Míng bài le! (Sudah mengerti!)”

Tíng Ba Ba! (Dengarkan ayah!)” Teriak Mr. Wu lagi. “Segera kemasi barang-barangmu!”
“Aku melakukannya besok! Wo Làn Duó (Saya malas!)”
“Awas kalau tidak!” Geram Mr. Wu.
“Hmm!”

Sooyeon dan Soohyeon hari ini berangkat sekolah seperti biasa, hari terakhir mereka.

I still can’t believe it, Tiff!” Sooyeon menerangkan kepada sahabatnya, Tiffany, kalau dia akan berangkat ke Korea.
“Wow, really? When you come back, I was thinking..

“Apa yang kau pikirkan, Fany eonnie?” Tanya Soohyeon yang berteriak dari belakang Sooyeon.
“Ah! Kau mengagetkanku! You heard it?

Uh, yeah?” Jawab Soohyeon. “Jadi, apa?”
“Jika misalnya kalian datang kembali, belikan aku parfum dari Korea, please?” Ujar Tiffany.
Fine, I wouldn’t forgot it!” Jawab Sooyeon.

“So, Goodluck Sica! Goodluck Jessie!” Teriak Tiffany saat sekolah mereka selesai.
Thanks! Text me!” Teriak Sooyeon balik.
Soohyeon melihat kearah Sooyeon, “Eonnie..”
“Hm? Ige mwoya?” Tanya Sooyeon.

“Kau lihat namja itu? Ooh, he‘s cute! Teriak Soohyeon pada Sooyeon.
Sooyeon tersenyum lucu dan memutar bola matanya.

Sementara Soohyeon sibuk memperhatikan namja cute yang ia lihat, Sooyeon berbalik menghadap sekolah mereka, “America International High School..” Ujarnya, “Sure I will miss you.

Sesampainya dirumah, mereka berkemas untuk besoknya, dan pergi ke toko-toko untuk berjaga-jaga jika keperluan lainnya belum cukup.

“Bagaimana, eonnie?” Tanya Soohyeon saat keluar dari Fitting Room.
It looks good on you! Try the pink one..” Ujar Sooyeon.

Mereka sedang berada di Townsquare Mall dan di suatu tempat baju-baju. Orangtua mereka menyuruh untuk datang membeli barang-barang mereka untuk dibawa ke Korea. Tapi Soohyeon mencoba-coba berbagai baju yang menurutnya bagus. Jika tidak bisa memilih antara dua, biasanya ia akan memborong keduanya.

Eonnie! Aku tak tau pilih yang mana!” Rengek Soohyeon sambil mengangkat Hanger pertama yang tergantung Dress Pink selutut dan kedua, Dress Pastel Blue yang agak besar.
I will choose the Blue one.” Jawab Sooyeon sambil menunjuk Dress Pastel itu. Sooyeon memang suka baju-baju yang longgar karena menurutnya itu enak dipakai.

No.. Aku lebih suka yang pink ini. Aku tidak mau yang longgar. Tapi kubelikan itu untukmu! Let’s go to the cashier!

Hari itu mereka habiskan dengan berbelanja. Sangat-sangat-sangat dan sangat banyak tas plastik yang mereka bawa.
Bahkan wajah mereka nyaris tertutup.

“Tidak muat!” Teriak Sooyeon. “Kopernya tidak mau terkunci!”
Well, aku mau membawa dua koper.” Kata Soohyeon mengomentari.

“Count me in!

Pokoknya hari itu hari supersibuk. Mulai dari mereka harus mengambil paspor mereka, berbelanja tadi, dan mengemas barang belanjaan.

Goodbye America!” Teriak Soohyeon saat berada di pesawat. Sooyeon yang disebelahnya hanya ikut memandang luar jendela dengan tak rela.

Tak rela pindah sekolah, tak rela meninggalkan sekolah, tak rela meninggalkan  sahabat, dan tak rela meninggalkan orangtua.

Waktu yang sama,

Zái Jiãn China (Sampai Jumpa Cina)..” Kata Kris dengan berat. “Aku tak percaya, aku meninggalkan negara ini..”

“KRIS?!” Tanya seseorang. Kris berbalik dan melihat Luhan. Sahabatnya. Duduk disebelahnya.
“Luhan! Oh, aku tak percaya melihatmu disini! Sangat mengejutkanku!” Ujar Kris. “Kau juga akan berangkat ke Korea? Apakah kau akan sekolah disana?” Tanya Kris.

“Jadi, kau disekolahkan disana?” Tanya Luhan balik. Kris mengangguk. “Aku juga!” Teriak Luhan.
“Kau sudah tau nama sekolahmu?” Tanya Kris.
“Ya, Yongsan International School of Seoul..” Ujar Jawab Luhan.
(NB: Sekolah itu memang ada waktu author search internet, tapi ini hanya fiksi yaa!)

“Sama sepertiku! Oh, oh! Kau akan mengambil ekskul apa?” Tanya Kris. “Aku sudah tau..”
“Memangnya disana ada ekskul? Kau tau darimana?” Tanya Luhan lagi.
“Ayahku mempunyai formulirnya. Ini daftar ekskulnya..” Jawab Kris sambil menyodorkan Brosur sekolah pada Luhan
“Mungkin basket, atau Bola kaki. Atau mungkin kedua-duanya..” Jawb Luhan.
“Kalau begitu aku juga akan mengambil eksul basket dan bola kaki!” Kata Kris semangat. “Tapi kata ayahku, disana diperbolehkan maximal 4 Ekskul. Aku diperbolehkannya memilih dua ekskul, sedangkan dua lagi harus tentang cara berbisnis. Dan satu lagi,  Math. Oh my God! Pelajaran yang paling tak kusuka.”

“Benarkah? Kalau begitu aku mau mengambil empat ekskul! Tapi kita hanya akan sekelas di Bola Kaki dan Basket. Duanya lagi aku akan mengambil Dance dan Vocal.” Ujar Luhan.
“Tak apa..” Jawab Kris.

“Tapi kan kita belum tentu diterima?” Tanya Luhan.
“Kau benar.. Tapi baiklah.. Nanti kita lihat sampai disana.” Ujar Kris.

“Hey, kau mau satu apartemen denganku?”
“Benarkah? Tak apa?” Tanya Kris.
“Yang benar saja! Tentu tidak apa-apa!”

(NB: Kalo ekskul author cuma nambah, mungkin yang sebenarnya ga ada..)

Eonnie, nama sekolah kita apa?” Tanya Soohyeon saat keluar dari pesawat.
“Tunggu dulu, kita harus cari sopir kita..” Ujar Sooyeon. “Bantu cari sopir kita! Dia tinggi-tinggi, rambut hitam, lalu…”
“Bilang dulu, nama sekolah kita apa..” Potong Soohyeon.

Fine! Yongsan International School of Seoul..” Jawab Sooyeon.
“International?! Uwaa, sekolah kita yang di Amerika International juga, kan? Pasti tak akan ada bedanya!”
“Hem, itu dia!” Tunjuk Jessica kearah sopir mereka.

“Soohyeon dan Sooyeon?” Tanya Sopir itu.
“Yup! Let’s drive!” Teriak Soohyeon. “Dimana mobilnya?”

“Disana..” Jawab Sopir itu, “Mari kuantar..”

“Disana ada macam-macam ekskul..” Kata Sooyeon. “Kau mau pilih yang mana?”
“Dance! Omoo, ada Song Writing? Aku mau! Vocal juga boleh.. Apa ini?! Bisnis? Eughh! Siapa yang mau pilih bisnis? Aa!” Soohyeon langsung mengambil brosur dari tangan Sooyeon dan melihat-lihat sambil berteriak-teriak. “kalau kau apa, eonnie?”

“Mungkin aku Vocal, Song writing, Math, dan English.” Jawab Sooyeon.
Eonnie! Kita dari Amerika! Kita tak perlu ekskul English.. Dance saja ya?” Tawa Soohyeon.
“Baiklah..”

“Disini tertulis maximal 4 ekskul, yang satunya apa eonnie? Selain English!Ujar Soohyeon.
“Entahlah, bagaimana kalau nanti mengisi formulir Ekskul, kau yang tuliskan ekskul apa yang menurutmu pas?”

“Oke, bagaimana kalau kita berdua masuk 4 kelas ekskul sama?” Tanya Soohyeon.
“Ya, tapi aku masih ingin Math..” Jawab Sooyeon.
“Baiklah.. 3 Kelas saja..”

Soohyeon mengembalikan brosur itu pada Sooyeon yang langsung melanjutkan membaca benda itu.
“Katanya, kita akan diseleksi. Jika kita memenuhi, kita bisa masuk. Tapi jika tidak, kita diharuskan memilih ekskul lain.” Ujar Sooyeon.
“Ah, eonnie! Kita pasti akan masuk..” Ujar Soohyeon.

“Yongsan International..” Ujar Sooyeon memandang kagum. Hari ini mereka belum bersekolah, mereka hanya mendaftar dahulu.

Sooyeon dan Soohyeon masuk bersamaan. Mereka melihat-lihat dan mencari kantor guru.
There!” Tunjuk Soohyeon.
Mereka berdua mengetuk pintu.
Come in!” Ujar seseorang dari dalam.

Saat Sooyeon dan Soohyeon masuk, mereka disambut hangat oleh kepala sekolah.
Aah, Welcome!” Ujar Kepala Sekolah. “Your Dad just called, and he say….”
Sorry to interrupt, but we can speak your language..” Ujar Sooyeon karena melihat kepala sekolah agak kesusahan mencari kata-kata yang tepat.

“Ah, ne..” Ujar Kepala Sekolah. “Jadi, dia baru menelepon dan katanya kalian akan disekolahkan disini, ya?”
Sooyeon dan Soohyeon mengangguk.
Eung, ini formulir untukmu, dan dongsaengmu..” Kata Kepala Sekolah lalu menyodorkan formulir.

BRUKK!
Pintu terbuka. Otomatis Sooyeon dan Soohyeon yang sedang menulis data di formulir itu menengok ke belakang.

Seorang namja masuk. Diikuti seorang lagi dari belakang.
“Kami mencari kepala sekolah?” Tanya Seseorang dari mereka, Kris.

Kepala sekolah melihat kearah Sooyeon dan Soohyeon, “Isi dulu. Kalau sudah selesai, ambil formulir ekskul dimeja itu, lalu silahkan dipilih.. Namja itu anak konglomerat, dari China.”
Sooyeon dan Soohyeon mengangguk pelan. Karena dua namja itu memunggungi Sooyeon dan Soohyeon, mereka tidak dapat melihat seperti apa rupa mereka.

Sooyeon dan Soohyeon tau, mengapa Kepala Sekolah meninggalkan mereka hanya karena mengurus kepindahan anak China itu. Korea sedang mengalami Krisis dan China adalah salah satu yang ekonomi sedang menjunjung tinggi. Antara dua negara ini mengadakan perjanjian.

Sooyeon mengambil formulir ekskul sebanyak dua lembar lalu memberikannya pada Soohyeon.
“Taruh Math pertama..” Kata Sooyeon.
“Nde..”

SOOYEON
Soohyeon mengisi lembar Sooyeon lebih dahulu.
Yang dipilih;

  1. Math
  2. Song Writing
  3. Vocal
  4. Dance

SOOHYEON
Setelah itu dia mengisi punya sendiri.
Yang dipilih;

  1. Dance
  2. Song Writing
  3. Vocal
  4. Basketball

“Basket?” Tanya Sooyeon. “Memangnya basket yeoja ada?”
“Lihat saja nanti. Lalu pasti ada banyak namja dan pasti mereka, cute, handsome, and more!” Ujar Soohyeon.
“Baiklah..”

Ruangan yang sama,
“Ini formulir ekskulnya, silahkan diisi..” Kata kepala sekolah.

Kris dan Luhan segera mengisinya.
KRISS
Milik Kris, yang dipilihnya: Basket, Bola Kaki, Matematika, dan Bisnis.

LUHANN
Sedangkan milik Luhan: Bola kaki, Basket, Dance dan Vocal.

“Baiklah, kalian sudah bisa sekolah besok. Dan Ekskul kalian, akan ditest bersama dengan dua pindahan amerika. Untuk seragam bisa kalian lihat di Depot kami..” Ujar Kepala Sekolah. “Kalian sudah bisa sekolah besok. Dan ini jadwal pelajarannya, buku pelajaran sudah tersedia dan sudah dibayar. Ini ceknya.”
“Ne, Annyeong..” Ujar Luhan. Kris mengangguk.

Mereka keluar.
Kepala Sekolah berjalan kearah Sooyeon dan Soohyeon, “Selesai?”
Mereka memberi formulir mereka. “Baiklah, dan Soohyeon? Maaf, tidak ada Ekskul basket untuk yeoja. Tapi kau masih bisa menjadi Cheerleaders. Semua aktivitas Cheerleader selalu bersama-sama dengan kegiatan basket.” Kata Kepala Sekolah.

“Ah, baiklah..” Ujar Soohyeon.
“Untuk seragam, bisa kalian lihat di depot. Ekskul ditest sekaligus dengan dua pindahan Cina tadi. Buku pelajaran kalian sudah dibayar orangtua kalian. Ini ceknya tinggal berikan pada petugas. Kalian sudah bisa sekolah besok.” Jelas Kepala Sekolah. “Dan ini juga jadwal kalian.”

“Baiklah..”

Eonnie! Sebelum ke depot, kita keliling dulu mau?” Tanya Soohyeon.
“Baiklah..”

“Ya! Kris Wu! Aku akan ke toilet, kautunggu aku di lapangan sana!” Ujar Luhan.
“Terserah kau! Koái Diàn! (Cepat)”

“Rupanya ini lapangannya..” Ujar Sooyeon kagum.
“Ne! Lapangannya besar sekali eonnie!” Jawab Soohyeon.

Tiba-tiba, mereka berpapasan dengan seorang namja tinggi, tampan, dan cool.

Sooyeon yang pemalu otomatis merundukan kepalanya. Sedangkan Soohyeon? Mengajukan tangannya untuk bersalaman.

Annyeong! Jung SooHyeon imnida..” Ujar Soohyeon. “Panggil aku Jessie.”
“Ne, Wu Yi Fan imnida..” Kata namja itu. “Kau bisa memanggilku Kris.”
“Oke, senang bertemu denganmu! Bangapta!”
Nado..”

Mereka saling berkenalan.
Dalam hati, Sooyeon juga sangat ingin berkenalan dengan Pria yang bernama Kris itu.

Tiba-tiba, “Kris? Ini Sooyeon, nae eonnie..”

//To Be Continued\\

Gimana jalan ceritanya readersdeul? Ini baru peluncuran pertama..
FF aku yang satu belom selesai kan? Nah, nanti pengirimannya disilang, Jadi FF ini trus nanti yang lain, begitu seterusnya 😀
Ada saran? Atau apa?
Pokoknya comment yaa^^

14 thoughts on “Twin Sisters // Chapter 1

  1. Daebak, idenya kreatif bgt trus ceritanya bikin penasaran
    kalo menurutku ya thor, Sooyeon sama Kris lebih cocok, kalo aku liat dari chapter 1 ._.v

  2. I’m first?yeaayy

    Thor,dari chapter 1 aja udah keren loh…tp kyknya agak ribet ya 1 orang dijadiin 2 orang….tp idenya bener2 kreatif,pokoknta two tumbs up dehh 😉

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s