Wishes

Author: Zahra

Cast: Oh Sehun, Dia (liat nama nya di akhir cerita, ne)

Genre: Angst, Hurt, Friendship.

Type: Drabble.

Rate: G

 32203-Vintage-Tree-Flowers

Cry, Cry, Cry. Wish, Hope, and never make it happen, because all of it is impossible to happen.

 

Besok! 12 April. Ulang tahunku. Tak terasa tinggal menunggu beberapa jam lagi, aku bertambah umur, bertambah dewasa, dan kesempatan hidupku menjadi berkurang.

Aku selalu berharap, dia mengucapkan selamat ulang tahun tepat pukul 00.00 dengan embel-embel Saranghae, Oppa. Namun, sepertinya itu tidak akan terjadi. Kami hanya sebatas sahabat, ah ralat. Sebatas teman maksudku. Aku tidak ingin menganggap dia sebagai sahabat karna memang dia pun tak menganggapku sahabat lagi. Ketika dia mengetahui rasa ku, rasa di hatiku, dia menjauhi ku. Seperti awan yang berusaha menghindar dari petir. Aku memang bodoh, bodoh sekali. Bisa-bisanya aku mengutarakan rasa ini pada sahabatku sendiri yang jelas-jelas akan merusak persahabatan aku dan dia. Dulu, dia begitu baik padaku. Dulu, kita selalu mengejek satu sama lain. Dulu, kita selalu berdebat tanpa alasan—lalu, kita akan berbaikan lagi, hahaha.— Dulu, kita selalu pulang berdua, berangkat berdua, pergi ke kantin berdua sehingga tidak banyak dari segelintir teman kami mengira bahwa kami adalah sepasang kekasih. Aku sangat senang sebenarnya ketika teman-teman kami mengejek kami adalah sepasang kekasih. Tetapi tidak bagi dia, dia sebal, dia tak suka jika ada yang menyebut kami adalah sepasang kekasih, dia hanya menganggapku ‘sahabat sejak kecil’ tidak lebih. Aku tahu, aku sangat tahu bahwa dia sudah memiliki incaran namja lain, dia sunbae kami. Murid terpintar dikelas-nya dan menjabat sebagai ketua club basket. Tak heran jika dia begitu ingin menjadi yeojachingu-nya, dia memang patut diidolakan. Dia..namja yang mendekati kata sempurna, Xiu Luhan. Aku sangat sayang dan cinta padanya, sayang dan cinta melebihi cinta seorang sahabat. Aku selalu ingin memilikinya, memiliki cinta-nya,sayang-nya,kasih-nya, dan lain lain tentang dirinya. Dan sekali lagi aku berbicara pada diriku bahwa itu semua tidak mungkin~

Jam beker ku berdering tepat jam 00.00. Aku memang sengaja memasang alarm tepat jam 00.00 agar aku bisa berdoa tepat waktu. Aku selalu ingin dia menjadi orang terdekat ku, orang yang paling mengerti aku, orang yang paling suka membelikanku segelas bubble tea kesukaanku. Aku tak rakus, tak apa jika ia menjadi milik Luhan-sunbae, tapi aku ingin dia menjadi sahabatku lagi. Menjadi sahabatku. SAHABATKU.

Beep. Handphone ku berbunyi tanda ada sms. Segera ku buka isi pesan itu, pasti dari temanku yang ingin mengucapkan Saengil Chukkae Sehun-ah. Ah, Aku sudah hafal.

Ternyata, itu sms dari dia. Oh, senangnya aku! Dia mengucapkan Saengil Chukkae kepadaku tepat pukul 00.00!

Saengil Chukkae Sehun-ah. Maafkan sikapku akhir-akhir ini, aku memang seperti anak kecil. Bermusuhan dengan sahabatnya sendiri hanya karna cinta. Aku tau bahwa kau pasti ingin meminta maaf kepadaku kan? Sudah aku tebak! Maafkan aku juga karna sudah menghindrai-mu. Maafkan aku sekali lagi karna kita tidak bisa menjadi sepasang kekasih. Aku sudah resmi menjadi yeojachingu Luhan-sunbae, semoga kau bisa menemui yeoja yang lebih baik dariku, Sehun-ah. Aku ingin menemui-mu di taman belakang sekolah. Aku punya hadiah special untukmu. Kuharap kau mau menemui sahabat lamamu ini. Ah salah, aku ingin menjadi sahabat mu selamanya! Sekali lagi, Saengil Chukkae Sehun dan Jjeongmal Mianhae-yo.

 

Pesan yang cukup panjang. Pesan yang cukup membuatku shock. Pesan yang cukup membuatku senang karna dia ingin kembali menjadi sahabatku dan cukup membuatku hancur karna dia telah resmi menjadi yeojachingu Luhan-sunbae.

Tidak! Jangan menangis Sehun! Kau adalah namja! Namja tak boleh lemah! Batinku. Sakit. Sakit sekali. Sudah tak ada harapan lagi untukku, dia memang tak mencintaiku, dia hanya mencintaiku sebagai sahabat karibnya, tidak lebih dan tidak akan pernah lebih.

Cukup. Kini saatnya berkorban Sehun! Cinta tak harus memiliki kan? Cukup melihat orang yang kita cintai bahagia, maka kita akan ikut bahagia. Percayalah.

Aku menyayangi dia. Aku mencintai dia. Tulus dari lubuk hatiku. Cukup melihat engkau tersenyum..aku akan bahagia. Aku akan ikut tersenyum, yaksok! Jangan menangis karna-nya, jangan bersedih karna-nya. kau harus percaya bahwa aku akan selalu menjadi sahabat-mu yang paling mengerti kau. Semoga engkau bahagia dengan namjachingu-mu, Hye Ri. Semoga hubungan kalian akan bertahan lama.

 

Saranghaeyo, Park Hye Ri. SARANGHAEYO!

 

4 thoughts on “Wishes

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s