Triple & EXO part 5

Triple & EXO

Triple & EXO

Cast :

Normal
0

false
false
false

IN
X-NONE
X-NONE

Han Rara

Byun Baekhyun

Oh Nari

Lim Ri Chan

Oh Sehun

etc.

 Selama kurang lebih 2 bulan Author dalam masa hiatus, akhirnya Author keluar juga dengan FF tercinta :* ini. Kemarin sama hari ini udah post satu, moga readers suka ya ? Happy reading !

Part sebelumnya : Part 4 | ReYeol Flashback

“Nari noona ? Jadi yang kalian maksud adalah noonaku ?” Tanya Sehun, tapi Rere dan Seung Wo hanya terdiam. Kai membuka suara “Rahasiakan ini untuk Riri, ia pasti akan membencimu Sehun~ah jika ia tahu kalau kau adalah dongsaengnya” Sehun bingung, “Maksudmu ? Apa dia tak tau bahwa aku dongsaengnya Nari noona ?” Tanyanya dan akhirnya Kai, Rere dan Seung Wo mengangguk. Sehun mendesah ‘Baiklah, hanya sementara. Mungkin suatu saat ia akan tahu’ Batinnya. “Changkaman, Rara eodiseo ?” Tanya Rere heran, ia tak melihat sosok Rara sejak perginya Nari dari hadapan mereka. Sedangkan yang ditanyapun hanya mengangkat kedua bahunya dengan maksud “Tak tahu”.

Dilain tempat Rara mengejar Nari yang air matanya mulai menderas, Nari menghentikan larinya. “Mengapa kau mengikutiku ? Kau mau memarahiku ? Marahlah, aku takkan mengganggu kalian lagi” Rara mendesah, “Nari~ssi, dengarkan penjelasan kami dulu. Memangnya kau tahu kejadian waktu itu, memangnya kau tahu hah !” Tanya Rara sambil berteriak, Nari menggeleng lemah.”Baiklah aku ceritakan”

Flashback

“Eonni, aku ikut Seung Wo oppa ya nyari kayu bakar ?” Tanya Riri, “Kau yakin ? Kau mau masuh ke dalam hutan Ri~ah ?” Tanya Rere ragu, “Ne, berbahaya disana. Mending kau mencari air dengan kami” Usul Rara, Riri menggeleng. “Aku mau bersama Seung Wo oppa, asal ada oppa aku akan selamat” Ucap Riri bersemangat, RaRe tampak ragu. “Ayolah~” Pinta Riri dengan nada memelas. Seung Wo mendatangi mereka, “Ada apa ?” Tanyanya heran, “Ini nih, Riri mau ikut kamu buat nyari kayu bakar” Jawab Rara ketus, “Iya, gara-gara kamu sih” Lanjut Rere tak suka. “Eonni !” Teriak Riri tak terima, “Re~ya, Ra~ya aku akan menjaga Ri Chan~nie kok, tenang saja.” Ucap Seung Wo meyakinkan. “Nah, denger kan Eonn ?” Tanya Riri dengan nada bangga, “Huh, arra. Ikutlah, jangan sampai kau melukai Riri Seung Wo~ssi !” Ucap Rere dengan nada kasar, “Ne, aku akan menjaganya. KajjaRi Chan~nie ! Ra~ya, Re~ya , Annyeong” Pamit Seung Wo sambil menarik tangan Riri.

“Re~ya, mengapa kau mengijinkannya ?” Tanya Rara tak suka, “Biarlah, lagipula ini kan hari pertama mereka bersama semenjak 3 bulan yang lalu kan mereka tak ada komunikasi karena fokus ke ulangan kenaikan kelas *Author bingung, di korea ada ulangannya gak sih ?*” Jelas Rere, “Ah, tapi kan-“ “Biarkan saja Ra~ya, kasihan Riri. Dia tidak ada teman dirumah, kau tahu kan dia anak tunggal ?” Tanya Rere, Rara mengangguk. “Tapi kan ada Jong In ?” Tanya Rara, “Kau tahu kan kalau Jong In oppa sibuk dengan genknya” Rara mengangguk-angguk.

Riri dan Seung Wo berjalan mengitari hutan, Riri tengah memeluk dahan-dahan kayu yang bisa dibakar (?) . “Oppa ?” Panggilnya, Seung Wo menoleh “ Waeyo ?” “Oppa mencintaiku ?” Seung Wo terdiam. “Mengapa oppa diam, apa jangan-jangan oppa tidak mencintaiku ?” Tanya Riri ragu, “Eumm,, Ri Chan~nie-“ “Seung Wo~ya !” Teriak seorang yeoja yang berlari menghampiri mereka. “Eh, Nari sunbae. Annyeong” Sapa Riri polos,ia tak tahu bahwa Nari dan Seung Wo telah berhubungan dibelakangnya. “Cih, sok polos !” Ucap Nari dengan nada mengejek, Riri yang merasa diejek pun hanya terdiam. Seung Wo melihat Riri kasihan, ingin sekali ia melidungi gadis itu namun karena ada Nari disana, nyalinya mulai ciut.

“Maumu apa sih ?” Tanya Seung Wo to the point, “Aku ? Tentu saja aku ingin memilikimu. Bukankah kita sudah pacaran ?” Jawab Nari yang sontak membuat dada Riri sesak. “Maksudmu…Kau berpacaran dengan Wo~ya ? Oppa, kau berselingkuh” Ucap Riri yang mulai terisak, “Oppa jahat ! Aku sudah setia bersama oppa selama 1 tahun mengapa oppa membalas perasaanku selama ini !” Ucap Riri sambil menangis, kali ini air matanya mulai mengalir. Seung Wo terdiam, “Wae ? Mengapa oppa diam ? Oppa benar-benar jahat kan ?” Tanyanya sambil berteriak. Lagi-lagi Seung Wo hanya diam.

“Seung Wo~ya, pilih aku atau Riri ?” Tanya Nari langsung, ia malas melihat yeoja lemah dihadapannya ini. “Seung Wo ?” Panggil Nari, Seung Wo sontak menghampiri Riri. Ia mengusap kedua mata gadis lemah dan cengeng ini. “Uljima, uljima Ri Chan~nie” Ucap Seung Wo sambil mengusap air maya Riri.

Nari yang kesal melihat kejadian itupun berteriak “Yak ! Seung Wo~ya, mulai sekarang kita tidak ada hubungan lagi !” Naripun pergi, “Nari~ah, kajima !” Teriak Seung Wo sambil menyusul Nari, Riri yang sedang dudukpun hendak mengejar Seung Wo namun ‘Srekk’ “Huaaaaa, Seung Wo~ya. Tolong aku, Seung Wo~ya” Teriak Riri karena kakinya terjerat akar-akar pohon disana. Namun Seung Wo tak menghiraukannya, “Seung Wo~ya !!” Teriaknya meronta-ronta karena kakinya makin terjerat akar tersebut. “Riri~ah !” Teriak Rara dan Rere yang melihat keadaan Riri, “Neo, gwenchana” Tanya Rara. Riri menangis, ia benar-benar kesakitan. RaRepun memotong akar-akar tersebut dan memapah Riri menuju perkenamahan.

“Riri, waeyo ?” Tanya Jong In kaget melihat kaki Riri yang bersimpah darah. “Oppa, lebih baik kita membawa Riri ke Rumah Sakit sekarang” Usul Rere, “Tapi jauh sekali Re~ya” Jawab Jong In. “Biar aku saja yang mengobatinya, appa dan eommaku kan seorang dokter.” Usul Miri, ReRa tampak bingung. “Sudahlah, tak apa” Jawab Jong In dan RaRepun membawa Riri ke tempat Miri.

Miri tampak mengompres kaki Riri, saat ini Riri pingsan entah sejak kapan. “Eum, Ra~ya Re~ya Oppa. Pergelangan kaki Riri hampir putus, untung saja ia tak menarik kakinya terus-menerus jadinya tak terlalu parah” Ucap Riri yang membuat lega hati ketiga orang itu –Jong In, Rara, Rere- . “Tapi, sepertinya Riri tidak boleh berolahraga. Itu akan membuat luka Riri semakin membesar, terutama olehraga yang meloncat-loncat seperti basket, lari juga dapat membuka lukanya namun tidak terlalu parah, lebih baik bersepeda itu tidak akan membuat lukanya terbuka” Lanjutnya, keetiga orang itu terdiam.

Flashback off

Nari terdiam, ia tak tahu bahwa kejadian itu membuat Riri kesakitan. Andai saja ia tak mendekati Seung Wo dan berhubungan dengan pria itu mungkin Riri tak akan mendapat luka itu. Rasa bersalah menjalar ditubuh Nari, “Nari~ssi, kau harus minta maaf padanya. Bukankah kau yang membuat luka itu.” Pinta Rara, “Ani ! Aku takkan minta maaf padanya, jelas-jelas dia yang merebut Seung Wo dariku, aku sudah berpacaran dengan Seung Wo sebelum mereka berpacaran, jika kau tak percaya tanya saja dengannya !” Jawab Nari dengan nada berteriak, iapun melangkah pergi.

“Mwo ? Yak ! Oh Nari, setidaknya kau memberikan Sehun untuknya !” Teriak Rara dan Naripun berbalik sambil tersenyum, “Kurasa itu ide yang bagus” Ucapnya setuju.

Rara berjalan menuju kelasnya, ia berpapasan dengan Baekhyun. “Kau mengenal Riri sejak kapan ?” Tanya Baekhyun dan sontak membuat Rara berhenti berjalan, “Mengapa kau selalu menanyakannya ?” Tanya Rara tak suka, Baekhyun menghampirinya, “Tak bolehkah aku bertanya tentang orang yang kusuka Rara~ssi ?” Tanya Baekhyun dengan nada yang sedikit menjengkelkan, “Tak apa, asal kau jangan bertanya padaku” Jawab Rara sambil membalikkan tubuhnya “Memang kenapa kalau aku bertanya padamu, bukankah kau sahabatnya ?” “Aku memang sahabatnya tapi masih ada Rere” “Tapi dia kelas 1 sedangkan kau kelas 2, bahkan sekelas dengaku” Jawab Baekhyun santai, “Aku menyukaimu Baekhyun~ssi” Ucap Rara, “Aku tahu, lalu kenapa jika kau menyukaiku ?” Tanya Baekhyun santai, “Bukankah itu sama saja kalau kau menusukku daru belakang, kau tahu Baekhyun~ssi, hatinya sakit saat kau bertanya tentang Riri yang jelas-jelas tak menyukaimu. Apa kau pernah menyakan hal tentangku ? Tak pernah Baekhyun~ssi, aku lelah menyukaimu yang jelas-jelas tulus menyukaimu selama ini. Mian Baekhyun~ssi, aku janji tak akan menganggu hidupmu lagi” Ucap Rara, Baekhyun terdiam. “Gomawo untuk selama ini Baekhyun~ssi, annyeong” Pamit Rara, iapun pergi meninggalkan Baekhyun sendirian. Baekhyun memegang dadanya yang sakit, “Apakah aku menyukainya ?” Gumamnya.

-Di UKS-

Sehun menunggu Riri bagun, sedangkan yang lain sudah pergi meninggalkan mereka berdua di UKS. Sehunpun mulai mengantuk dan memejamkan matanya, tanpa disadari ternyata kalung mereka berubah warna jadi biru, Riri membuka matanya. “Sehun~ssi ?” Gumamnya, sontak Sehun bangun, “Eoh, Riri~ah sudah bangun ?” Tanyanya sambil menguap, Riri mengangguk. “Gumawo telah menungguku sampai bangun ne ?” Ucap Riri sambil tersenyum, ‘DEGG’ Jantung Sehun berdetak kencang, baru kali ini yeoja yang ia sukai itu tersenyum padanya. Sehun tersenyum dan membalasnya, “Ne, cheonma Riri~ah” ‘DEGG’ Riripun juga merasakan hal yang sama.

‘WHUSSS’

Angin bertiup didalam ruangan tersebut, “Kok ada angin sih di dalam ruangan ?” Gumam Riri heran, “Aku matikan ACnya ne ?” Tanya Sehun dan Riripun mengangguk. Sehunpun mematikan ACnya, iapun berbalik dan

“HUAAAA !!!”

.

.

.

Sehun berteriak melihat Moon Young yang berada di depannya, “Aku ingin memberitahukan sesuatu padamu” Ucapnya lalu mereka berdua menghilang.

Riri yang tampak bingung dengan kehilangannya Sehunpun mulai resah, tiba-tiba ‘WHUSSS’ Angin bertiup lagi dan terlihatlah sosok yeoja cantik bergaun putih tengah melayang-layang. “Seul Rin ? Kau mengagetkanku” Ucap Riri sambil mengelus-eluskan dadanya, “Ada yang harus kubicarakan padamu” Ucap Seul Rin, Riri mengernyitkan alisnya, “Eumm, sebenarnya….”

-TBC-

18 thoughts on “Triple & EXO part 5

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s