Baby, I’m Sorry (Chapter 5)

baby-imsorry1

Baby, I’m Sorry

Tittle : Baby, I’m Sorry (Chapter 4)

Author : Jellokey

Main Cast :

Kim Jong In (Kai of EXO)

Kang Jeo Rin(OC)

Support Cast :

Kim Taehyung (V of BTS)

Byun Baekhyun (Baek Hyun of EXO)

Oh Sehoon (Se Hun of EXO)

Lu Han (Lu Han of EXO)

Park Jimin (Jimin of BTS)

Park Chanyeol (Chan Yeol of EXO)

And others

Length : Chaptered

Genre : Romance

Rating : PG-17

Disclaimer : Cerita ini milik saya. Dilarang plagiat dan copy paste. Don’t bash!

Poster : G.Lin by http://cafeposterart.wordpress.com

Chapter 1 || Chapter 2 || Chapter 3 || Chapter 4

“Aku membencimu, Kim Jongin.” Senyum Kai memudar mendengar ucapan Jeo Rin. Ia menatap nanar punggung Jeo Rin yang sudah masuk kelas.
“Jeo Rin.” Kai menghampiri Jeo Rin ke bangkunya.
“Kenapa kau membenciku?” Tanya Kai polos tanpa mempedulikan keadaan sekitar dan yang paling penting tatapan marah Jeo Rin.
“Yeobo, kau tidak serius kan?” Kai mencoba menggenggam tangan Jeo Rin tapi langsung ditepis Jeo Rin.
“Kau tidak mungkin membenciku hanya karena namja sepertinya. Aku lebih tampan dari Kim Taehyung itu.” Perkataan Kai membuat Jeo Rin tersenyum sinis.
“Pergi. Sepertinya kau tidak mengerti.”
“Jeolin―”
Teng teng teng!
Bel panjang pertanda kelas dimulai membuat Kai berjalan menuju bangkunya dengan lesu.
“Benar kau tinggal bersama Jeo Rin?” Tanya Baekhyun begitu Kai duduk di bangkunya.
“Kau pernah mandi dengan Jeo Rin? Woah.. Daebak!” Suara Lu Han. Kai menatap Sehun seolah berkata, kau ingin bilang apa? Sehun menggeleng, maksudnya ia tidak percaya Kai tinggal dengan Jeo Rin.
“Ne. Dia tinggal di rumahku sampai rumahnya selesai direnovasi.” Jawab Kai tidak semangat. Mungkin dia akan cerita panjang lebar kalau moodnya sedang bagus.
“Kenapa kau tidak bilang padaku? Tahu begini aku lebih sering menginap di rumahmu.” ‘Itu alasan kenapa aku tidak memberitahumu. Kau pasti mengganggu waktuku dengan Jeo Rin, Baek.’ Batin Kai menyahut.
“Kau sudah tahu aku tinggal dengan Jeo Rin sekarang.” Ucap Kai malas.
“Bagaimana rasanya mandi dengan Jeo Rin? Apa tubuhnya―”
“Lu Han, Lee seonsaengnim.” Buru-buru Lu Han menghadap ke depan begitu mendengar ucapan Sehun. Detik berikutnya ia mencoba menjitak Sehun karena tidak ada Lee seonsaengnim di depan kelas. Ia kembali menghadap ke belakang.
“Apakah sexy?” Kai menatap Lu Han tajam.
“Ayolah, Kai. Kau sudah sering membicarakan wanita sexy padaku.” Sehun dan Baekhyun hanya bisa geleng-geleng kepala melihat Lu Han. Teman mereka itu sudah terlalu banyak terpengaruh oleh Kai.
“Tidak dengan Jeo Rin, Lu Han.” Kai menghela nafas. ‘Masih berpakaian pun Jeo Rin sudah sexy. Lekuk tubuhnya sangat sempurna. Apalagi.. Hentikan pikiran kotormu itu kalau kau masih mau belajar dengan tenang, Kai.’ Kai melihat Jeo Rin lalu menatap Lu Han yang menuntutnya.
“Kami memang mandi bersama tapi tidak mandi seperti biasanya.” Kata Kai pelan membuat Lu Han mendekatkan diri pada Kai. Kai tidak mau murid sekelasnya mendengar forum bersama teman-temannya, apalagi kalau Jeo Rin yang mendengar. Bahaya.
“Apa maksudmu? Apa kalian―”
“Kami masih berbusana.” Ucap Kai cepat. Pikiran Lu Han terlalu liar.
“Huh?” Lu Han bingung. Bukan mandi namanya kalau masih berbusana.
“Jeo Rin masih memakai seragam sekolah dan aku hanya bertelanjang dada. Padahal sedikit lagi.” Kai membuang nafasnya kasar. Sehun menahan tawa melihat wajah frustasi Kai. Sedangkan Baekhyun, ia menutup mulut dengan tangan agar tawanya tidak pecah. Tapi..
“Buahahaha….” Semua murid melihat ke arah Baekhyun. Membuatnya langsung diam.
“Makanya, jadi orang jangan pervert.” Kai menatap Baekhyun. Tersinggung.
“Dia satu-satunya yeoja yang tidak bisa kujangkau. Padahal di teman masa kecilku.” Kai meletakkan kepalanya di meja.
“Dan dia baru saja membenciku.” Sehun, Baekhyun, dan Lu Han, ikut meletakkan kepala mereka di meja. Tertarik dengan si cerita penakluk hati wanita.
“Lee seonsaengnim.” Gertak Kai. Ia tidak mau diinterogasi oleh teman-temannya.
“Aku lupa bilang kalau guru-guru rapat selama dua jam.” Ucap Sehun sang ketua kelas. Membuat forum mereka berlanjut.
“Kenapa Jeo Rin membencimu?” Tanya Baekhyun. Ia masih berharap Jeo Rin bersama Taehyung, kembarannya. Jeo Rin terlalu baik untuk Kai. Semua orang pasti berpikiran sama dengan Baekhyun.
“Kim Taehyung. Dia pengacau dalam hubungan kami. Entah apa yang Jeo Rin lihat darinya.” Kai kesal.
“Kau tidak ada apa-apanya dibandingkan Taehyung.” Ucap Baekhyun santai.
“Kau tidak mendukungku, Byun Baekhyun?” Balas Kai dingin.
“Bukan begitu, Kai. Jangan salah paham.” Baekhyun serba salah. Tapi dia memang mau Jeo Rin tetap bersama Taehyung.
“Sudah, Kai. Tidak mungkin Jeo Rin membencimu karena Taehyung. Kau lebih tampan darinya.” Lu Han mencoba menenangkan Kai.
“Lalu kenapa dia membenciku?” Kai menggigit pulpennya kesal.
“Mungkin karena murid-murid tahu kalau kalian tinggal bersama.” Kata Sehun.
“Tidak ada yang salah dengan itu. Orangtuanya menitipkan Jeo Rin di rumahku. Lagipula dia yeojachinguku.” Sahut Kai.
“Mandi bersama. Orang-orang sudah berpikir negatif tentang kalian.” Sehun mengeluarkan pikirannya.
“Aku tidak masalah dengan itu.” Kai masih merasa dirinya benar.
“Tapi Jeo Rin bermasalah dengan itu.” Kai terdiam mendengar suara kompak teman-temannya.
“Dia sekretaris ketua kesiswaan, Kai. Salah satu murid khusus di sekolah ini. Orang pasti terus membicarakannya.” Tutur Sehun.
“Dewasalah dalam berhubungan.” Kai merenungi ucapan Baekhyun. Apa dia kurang dewasa?

—————-

“Baby.” Kai menghalangi jalan Jeo Rin yang hendak keluar kelas. Ia bergerak ke kiri saat Jeo Rin bergerak ke kanan. Ia terus bergerak berlawanan dengan Jeo Rin. Membuat Jeo Rin kesal.
“Yeobo, mi―”
“Jangan panggil aku yeobo.” Potong Jeo Rin.
“Mianhae, baby.” Mohon Kai.
“Minggir.” Ucap Jeo Rin datar. Ia mengambil handphone di saku blazernya.
“Chagi, aku salah. Maafkan aku.” Kai menunggu respon Jeo Rin yang sedang berkutat dengan handphonenya. Seperti membaca pesan.
From: Taehyung
Jangan temui aku.
Pesan dari Taehyung membuat Jeo Rin kecewa dan sedih. Tak lama, ada pesan lagi dari Taehyung.
From: Taehyung
Aku butuh penjelasan darimu, tapi tidak sekarang. Mr. Jo mengetahui apa yang terjadi tadi pagi. Dan aku mengakui kalau kita punya hubungan. Aku yakin pembina sudah tahu lama tentang itu. Aku baru saja dari ruangan Mr. Jo, memohon agar larangan pacaran itu dihapus. Jangan mencoba menemuiku. Aku butuh waktu untuk menghilangkan kata-kata namja brengsek itu. Aku akan langsung menemuimu kalau hatiku sudah tenang.
Jeo Rin menyimpan handponenya kembali ke saku blazer. Ia hanya ingin menjelaskan pada Taehyung kalau yang dikatakan Kai tidak benar. Ia tidak mau Taehyung menganggapnya yeoja nakal. Hanya itu, tidak ada maksud lain, yang berhubungan dengan perasaan. Rasa sukanya pada Taehyung perlahan hilang karena namja yang berdiri di hadapannya.
“Yeobo, mian.” Kai memelas.
“Minggir.” Jeo Rin masih dingin.
“Jeolin~” Kai mengeluarkan panggilan khasnya yang manja. ‘Tidak. Kau tidak boleh luluh, Jeo Rin. Kai keterlaluan.’ Jeo Rin berjalan cepat melewati Kai. Jangan sampai namja itu mengikutinya.

—————–

Hari-hari Jeo Rin dipenuhi dengan permintaan maaf Kai. Tapi tidak Jeo Rin tanggapi. Ia ingin namja itu dewasa. Berpikir dua kali sebelum bertindak dan mengeluarkan kata-kata.
“Yeobo.” Kai berada di depan pintu kamar Jeo Rin. Menghalangi yeojanya masuk.
“Kau dari mana?”
“Bukan urusanmu.” Jawab Jeo Rin ketus. Ia harus pulang terlambat untuk menghindari Kai, atau ia pulang ke rumah lalu pergi ke rumah temannya.
“Minggir. Aku mau istirahat.”
“Yeobo..”
“Aku sudah bilang, jangan panggil aku yeobo! Minggir!!” Kai tidak menghalangi Jeo Rin lagi. Susah sekali mendapatkan maaf dari Jeo Rin. Kai membuka pintu kamar Jeo Rin sedikit, mengintip apa yang sedang Jeo Rin lakukan. Ia mendapati Jeo Rin keluar dari kamar mandi, sudah berpiyama. Kai masuk ke kamar Jeo Rin, begitu Jeo Rin menarik selimut menutupi dirinya. Dengan perlahan Kai masuk ke dalam selimut, merebahkan dirinya di samping Jeo Rin. Ia takut diusir. Kai bernafas lega karena Jeo Rin tidak menyadarinya. Apa yang harus ia lakukan sekarang? Jeo Rin sudah tidur. Dia pasti semakin marah pada Kai kalau tidurnya diganggu.
“Jeolin, mianhae. Jongin salah.” Dewasalah dalam berhubungan. Kai seperti mendengar suara Baekhyun. Kai berdeham, berharap suara manly-nya keluar.
“Rin-ah.” Kai melingkarkan tangannya di pinggang Jeo Rin. Ia menatap wajah Jeo Rin lekat.
“Mianhaeyo. Aku berkata kita tinggal bersama agar Taehyung tidak mengganggumu lagi. Kau marah karena itu kan? Aku tidak bermaksud untuk membuat image-mu jelek di sekolah. Aku hanya tidak mau kau dekat dengan namja lain.” ‘Seharusnya kau mengatakan itu pada Jeo Rin saat tidak tidur. Dia pasti tidak dengar.’ Kai membenarkan suara hatinya.
“Auuw!!” Pekik Kai karena tangannya dicubit.
“Yeo.. yeobo.” Suara Kai gugup. Jeo Rin sedang menatapnya tajam.
“Kenapa kau di sini? Keluar!” Jeo Rin mendudukkan dirinya.
“Maafkan aku. Aku berkata seperti itu supaya Taehyung tidak mendekatimu lagi. Jangan benci aku, Rin-ah.” Kai memeluk Jeo Rin, menempatkan dagunya di bahu Jeo Rin. Jeo Rin menghela nafas. Namja ini mulai bisa meruntuhkan pertahahanannya.
“Aku memaafkanmu asal kau tidak menceritakan hal yang terjadi di rumah ini di sekolah.”
“Ne. Aku dimaafkan?” Jeo Rin mengangguk.
“Gomawo.” Kai mencium pipi Jeo Rin.
“Aku mau tidur.” Kai melepas pelukannya.
“Aku tidur di sini, ya?”
“Tidak boleh. Kembali ke kamarmu.” Ucap Jeo Rin tegas.
“Jeolin~” Rengek Kai. Jeo Rin merebahkan dirinya, tidur membelakangi Kai.
“Keluar, atau aku marah lagi padamu.” Ancam Jeo Rin. Apa dia bisa menang dari Kai seperti saat mereka masih kecil? Belakangan ini ia lemah terhadap Kai.
“Kau jahat.” Kai turun dari tempat tidur. Jeo Rin tersenyum. Dia menang. Kim Jongin tidak berubah.

——————

Hal yang paling menyenangkan untuk Kai adalah bisa terus bersama Jeo Rin. Tidak ada Taehyung berarti dunia hanya miliknya dan Jeo Rin. Jeo Rin juga tidak terlalu sibuk lagi dengan organisasinya sejak insiden kami tinggal serumah.
“Jangan melihatku terus. Kerjakan prmu.” Jeo Rin tahu kalau sedari tadi Kai memandanginya.
“Kenapa kau cantik sekali?” Kai menopang dagu dengan tangan kirinya, menatap Jeo Rin lekat.
“Jangan merayuku. Cepat kerjakan prmu. Aku hampir selesai.” Kai langsung mengambil pulpen dan kembali mengerjakan prnya.
“Yeobo, aku punya permintaan.” Ucap Kai tetap fokus mengerjakan pr bahasa Inggrisnya.
“Apa?”
“Aku mau morning kiss di bibir.” Kai menutup bukunya. Ia menatap Jeo Rin lagi.
“Kalau begitu tidak ada yang namanya morning kiss lagi.”
Chu~
Jeo Rin terkejut karena Kai mencium pipinya.
“Kau harus memberiku morning kiss setiap hari.” Ucap Kai manja.
“Ne. Kau sudah selesai?” Kai mengangguk. Jeo Rin menutup bukunya. Ternyata Kai lebih cepat darinya. Ia membereskan buku dan alat tulisnya.
“Chagi, aku boleh tidur di sini?” Kai langsung mendapat tatapan sengit dari Jeo Rin.
“Jebal.” Kai mengeluarkan puppy eyesnya.
“Jangan macam-macam.” Suara Jeo Rin mengancam.
“Ne.” Kai menuju tempat tidur dengan semangat.
“Baby, jangan tidur membelakangiku.” Kai mencium leher Jeo Rin.
“Ya!!” Jeo Rin mengusap lehernya. Ia berbalik, mendapati Kai dengan senyum polosnya.
“Menatap wajahmu sebelum tidur membuatku bahagia.” Kai menelungsupkan tangan kirinya di bawah kepala Jeo Rin, tangan kanannya melingkar di pinggang Jeo Rin.
“Jalja.” Kai mencium kening Jeo Rin. Ia pikir Jeo Rin akan langsung memejamkan matanya, ternyata tidak. Jeo Rin menatap Kai lekat. Tangannya mengelus pipi Kai.
“Kai.”
“Eum?” Kai menatap Jeo Rin lembut.
“Jaljayo.” Bukannya memejamkan mata, mereka saling menatap.
“Apa wajahku lucu?” Tanya Kai karena Jeo Rin terkekeh.
“Ani. Aku hanya ingin tertawa karena mengingat masa kecil kita.”
“Ya, dulu kita sangat lucu.” Kai tersenyum.
“Apa kau akan menangis kalau aku menendangmu dari tempat tidur seperti dulu?” Senyum Kai memudar. Di mana-mana, yeoja baik yang dewasa atau anak-anak pasti menangis kalau bertengkar. Tapi tidak dengan mereka. Saat masih kecil, hampir setiap hari Jeo Rin membuatnya menangis.
“Tidak. Aku akan ‘menerkammu’ kalau kau berani menendangku dari tempat tidur.” Ucap Kai serius.
“Kau membuatku takut, Kai.” Jeo Rin menatap Kai horor. Pura-pura takut.
“Kau tidak percaya?” Jeo Rin menggeleng.
“Baiklah. Kita buktikan. Cepat tendang aku.” Jeo Rin tidak bergerak. Benar. Kai bisa saja ‘menerkamnya’. Kai lebih kuat darinya.
“Tidak jadi. Aku pasti tidak bisa menendangmu. Kau kuat sekarang.”
“Kalau begitu aku ‘menerkammu’.” Jeo Rin membulatkan matanya karena Kai mencium bibirnya.
“Eottae? Apa manis?” Jeo Rin hendak memarahi Kai tapi Kai sudah lebih dulu menciumnya. Kai melumat bibir bawah Jeo Rin lembut. ‘Kapan terakhir kali aku merasakan bibir Jeo Rin? Sudah lama aku tidak menciumnya. Terakhir saat di kamar mandi. Aku harus bisa mencium bibir Jeo Rin setiap hari.’ Batin Kai semangat. Kai melumat bibir atas dan bawah Jeo Rin bergantian. Jeo Rin tidak membalas. Ia menatap Kai yang begitu menikmati ciumannya. Tersadar, Jeo Rin mendorong Kai. Ia mendudukkan dirinya.
“Yeobo.” Kai memeluk Jeo Rin dari belakang. Berharap Jeo Rin tidak marah. Dalam kamus pacaran Kai, skinship sangat penting.
“Sudah berapa banyak yeoja yang kau cium?” Jeo Rin memang terkesan tidak peduli pada Kai, tapi sebenarnya ia peduli. Ia mencari tahu tentang Kai dari duo Park, Park Chanyeol dan Park Jimin. Satu kata yang tepat untuk Kai. Buruk.
“Aku tidak ingat.”
“Kembali ke kamarmu.” Kai tidak polos seperti dulu.
“Wae? Kau cemburu?” Kai senang, ia mencium pipi Jeo Rin. Kalau dengan membuat Jeo Rin cemburu Kai bisa bebas menciumnya, Kai akan melakukan itu.
“You are my first kiss. Lagipula aku mencium mereka tidak dengan perasaan.” Kai meyakinkan Jeo Rin.
“Oke. Aku mengerti.” Jeo Rin menghembuskan nafasnya kasar. Dia tidak bisa mendeskripsikan seperti apa perasaannya pada Kai.
“Kau manis kalau seperti ini.” Kai menggerakkan kepala Jeo Rin agar menoleh ke belakang.
“Saranghae.” Kai mencium bibir Jeo Rin lagi. Ia menahan tengkuk Jeo Rin agar tetap pada posisinya. Perlahan Jeo Rin memejamkan matanya. Ia membalas ciuman Kai, melumat bibir atas Kai lembut. Kini mereka sudah berhadapan, saling memiringkan kepala ke arah yang berlawanan, menikmati ciuman mereka. Jeo Rin mencengkeram kaos Kai, ia butuh pelampiasan. Ciuman Kai memabukkan. Jeo Rin mendorong Kai pelan saat Kai menggigit bibirnya. Hidung mereka masih bersentuhan.
“Mulai besok morning kissku di bibir.” Jeo Rin mendorong tubuh Kai, membuat Kai tertidur. Kenapa namja ini suka sekali membahas morning kiss?
“Tidak ada lagi yang namanya morning kiss.” Jeo Rin tidur membelakangi Kai.
“Yeobo~” Rengek Kai.

——————

“Baby.” Kai langsung menghampiri Jeo Rin begitu bel pulang sekolah berbunyi. Merangkul Jeo Rin yang baru bangkit dari duduknya. Pamer kemesraan, terutama di depan Sehun. Kai ingin menunjukkan pada Sehun kalau mereka lebih mesra daripada HunYoung couple. Tapi sayangnya Sehun tidak pernah peduli dengan apa yang Kai lakukan.
“Kita jalan, ne?” Kelas sudah mulai sepi.
“Tidak bisa, Kai. Hari ini kami rapat.” Pertama kali organisasi kesiswaan rapat sejak insiden tidak mengenakkan untuk Jeo Rin.
“Kau akan bertemu si jelek itu?” Jeo Rin menatap Kai bingung.
“Kim Taehyung.” Jeo Rin melepas rangkulan Kai. Ia menatap Kai sambil bersidekap.
“Kau mau aku jujur?” Kai mengangguk.
“Taehyung lebih tampan darimu.”
“Baby..” Rengekkan Kai membuat Jeo Rin tersenyum.
“Kim Jongin yang paling tampan. Aku rapat dulu. Tidak usah menungguku. Sepertinya rapat akan lama.” Kai menahan tangan Jeo Rin.
“Bisakah kau berhenti menjadi sekretaris kesiswaan?” Kai memohon.
“Aku akan berhenti kalau masa jabatanku sudah habis.”
“Aku tidak suka kau dekat-dekat dengan Kim Taehyung.” Kai menggenggam kedua tangan Jeo Rin. Ia memelas.
“Kami tidak ada hubungan apa-apa, Kai. Jangan khawatir.”
“Tapi—“
“Sudah ya. Sebentar lagi rapatnya dimulai.” Jeo Rin melepas genggaman tangan Kai.
“Jeo Rin..” Kai menahan tangan Jeo Rin lagi.
“Saranghae.” Jeo Rin mengecup bibir Kai kilat lalu berlari keluar kelas.
“Sarang.. hae?” Kai menyentuh bibirnya. Detik berikutnya ia tersenyum. Bahagia karena mendengar kata itu Jeo Rin.

——————–

Satu per satu anggota kesiswaan keluar dari ruang rapat, meninggalkan Taehyung dan Jeo Rin. Hanya berdua.
“Jeo Rin, aku mau dengar penjelasanmu.” Taehyung menahan Jeo Rin yang hendak keluar. Jeo Rin menatap Taehyung.
“Apa yang Kai katakan tidak benar. Kami tidak mandi bersama.” Kata Jeo Rin tegas, membuat Taehyung tersenyum.
“Sudah kuduga.” Taehyung memeluk Jeo Rin erat.
“Maafkan aku karena meragukanmu. Bogoshipo.” Taehyung mencium pelipis Jeo Rin.
“Hyu..Hyungie.” Panggil Jeo Rin ragu. Taehyung melepas pelukannya. Ia menatap Jeo Rin.
“Kau tidak merindukanku?” Tatapan lembut Taehyung, Jeo Rin belum siap kehilangan itu. Bagaimanapun dia pernah menyukai namja ini. Taehyung mengecup bibir Jeo Rin.
“Pasti kau juga merindukanku.” Melihat Jeo Rin yang menatapnya kosong, Taehyung menangkupkan tangannya di wajah Jeo Rin.
“Wae, chagi? Apa kau takut Mr. Jo memarahimu?” Jeo Rin menggeleng.
“Aku punya kabar baik. Mr. Jo sudah menghapus larangan pacaran itu. Maukah kau jadi yeojachinguku?” Jeo Rin langsung memikirkan Kai saat itu juga.
“Hyungie, aku tidak bisa.” Jeo Rin melepas tangan Taehyung dari wajahnya.
“Mianhae.” Jeo Rin berjalan cepat keluar ruangan. Meninggalkan Taehyung dengan seribu pertanyaan di kepalanya. Bukankah Jeo Rin menyukainya?
Jeo Rin mendapati Kai berjalan ke arahnya begitu keluar ruangan.
“Kai?” Jeo Rin sedikit panik melihat Kai.
“Aku langsung kemari setelah bermain basket. Aku pikir aku masih harus menunggu, ternyata tidak. Oh.. Hello, ketua!” Kai memiringkan kepalanya, melihat Taehyung yang tak jauh berada di belakang Jeo Rin.
“Sudah selesai kan? Kita pulang, yeobo.” Kai menggenggam tangan Jeo Rin, meninggalkan tempat itu. Jeo Rin menoleh ke belakang, melihat Taehyung yang masih mematung di tempatnya. Apa Jeo Rin baru saja menolaknya? Karena Kai? Tidak mungkin. Dipandang dari mana pun, Kai tidak memenuhi tipe ideal Jeo Rin. Oh, salah. Kai punya dua. Tampan dan pintar. Selebihnya, Kai buruk. Taehyung jauh lebih sempurna dari Kai. Taehyung yakin Jeo Rin tidak mau dekat-dekat dengan Kai kalau tahu Kai dekat dengan banyak perempuan.
“Kau hanya menyukaiku, Jeo Rin.”

—————–

“Apa yang kau lakukan?” Kai memeluk Jeo Rin dari belakang.
“Kau membuatku kaget.” Jeo Rin memukul tangan Kai yang melingkar di pinggangnya. Kai terkekeh.
“Rumahku akan selesai direnovasi.” Sedari tadi Jeo Rin memandangi rumahnya dari balkon rumah Kai.
“Kau tinggal di sini saja. Tidak baik tinggal terpisah dari suami.” Kai mencium pipi Jeo Rin.
“Siapa yang mau jadi istrimu?”
“Baby, apa kau tahu kalau kita dijodohkan?” Ini kenyataan yang membuat Kai bahagia, berjodoh dengan Jeo Rin.
“Tidak. Dan aku tidak mau dijodohkan denganmu.”
“Wae? Kau mencintaiku, yeobo. Kita sudah cocok.” Kai tidak terima dengan jawaban Jeo Rin. Jeo Rin berbalik dan menatap Kai serius.
“Maukah kau berubah untukku? Tidak bermain yeoja lagi, tidak ke club, dan patuhi peraturan sekolah. Jangan bertindak sesukamu.” Raut wajah Kai berubah.
“Kau mau membuatku seperti Taehyung?”
“Bukan seperti itu. Aku ingin kau menjadi lebih baik. Kalau kau mau menjadikan Taehyung sebagai panutanmu, aku mendukung.” Kai mengalihkan pandangannya dari Jeo Rin. Dia tidak suka dibandingkan, apalagi dengan Taehyung.
“Kai..” Suara Jeo Rin seperti memohon pada Kai.
“Geurae. Tapi kau harus menikah denganku setelah lulus sekolah.”
“Shirreo. Aku masih punya target yang harus kucapai.” Tolak Jeo Rin.
“Kau tetap bisa melakukan apa yang kau inginkan setelah kita menikah.” Bujuk Kai. Jeo Rin harus menikah dengannya.
“Aku tidak mau, Kim Jongin.” Kai menatap Jeo Rin sedikit kesal. ‘Baiklah. Hanya pada Jeolin aku mengalah.’
“Bagaimana kalau tunangan?” tawar Kai. Jeo Rin mengangguk.
“Gomawo.” Jeo Rin menahan wajah Kai yang hendak menciumnya.
“Baby, kisseu.” Apakah Kai harus merengek untuk mendapatkan ciuman dari Jeo Rin? Perjuangan Kai sangat besar kalau menyangkut Jeo Rin.
“Tidak aku mau tidur.” Jeo Rin masuk ke dalam rumah.
“Yeobo~”

TBC…

Ff ini masih ada kaitannya sama This is My True Feeling. Jadi jangan bingung kalau HunMin couple ada. Kai sama Jeo Rin lebih dulu jadian daripada Sehun dan Min Young. Oke, komennya ditunggu ^^

66 thoughts on “Baby, I’m Sorry (Chapter 5)

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s