Because, The Painting

cats-crop1

Main Cast :
Xi Luhan
Han Seul Rin
Oh Sehun
Genre : Romance, school life, happy

Disclaimer : This Fan fiction is
original story of mine. The cast
belongs to themselves. So, Don’t
bash me !

Ini FF adalah sequelnya Love Coffee yang belum baca klik disini ya~

Love Coffee

 Otce, happy reading ne ?

Author pov.
“Mengagumkan, aku tak yakin ada hoobaeku yang pandai melukis seperti ini” Puji seorang namja yang berambut coklat, disampingnya berdiri namja tampan yang berwajah dingin dan juga lebih tinggi dari namja berambut coklat tadi. “Ne, Seul memang hebat dalam melukis” Jawab namja yang tinggi, “Seul ? Kau mengenalnya Sehun~ah ?” Tanya Luhan, namja yang memuji keindahan lukisan yang berada dihadapan mereka itu. Sehunpun mengangguk, “Kau ini, tidak mengenalkannya padaku” Ucap Luhan dengan nada agak kesal dibuat-buat.Saat ini, mereka sedang melihat hasil karya hoobae mereka di gedung sekolah.

“Oppa !” Teriak seorang yeoja yang berambut kepang dan berkacamata yang sedang berjalan kearah Sehun dan Luhan, “Yak ! Sehun oppa !” Teriak yeoja itu lagi, Sehun yang merasa terpanggilpun menoleh.

“Seul ? Ada apa ?” Tanya Sehun, bukannya menjawab tapi Seul malah menatap Luhan penuh tanya ‘Apa aku pernah bertemu namja baby face ini ?’ Batinnya, Sehunpun merasa risih dengan tatapan Seul ke Luhan.

“Yak ! Seul~ah !” Teriak Sehun, Seulpun membuyarkan lamunannya. “Eh, waeyo oppa~ya ?” Tanyanya yang masih terkaget, “Kau ini, ditanya malah balik nanya” Ucap Sehun kesal, Seulpun bingung “Oppa tadi tanya ya ? Perasaanku tadi oppa teriak” Jawab Seul dengan polosnya. Sehun mengepalkan tangannya, ingin sekali ia mencabik-cabik yeoja ini namun ia urungkan niatnya itu “Sabar, Sehun~ah. Ada Luhan hyung disini” Gumam Sehun.

“Seul, ini Luhan hyung dan hyung ini Seul, yeoja yang melukis lukisan ini” Kenal Sehun kepada 2 orang disampingnya ini.
“Aku Luhan, Xi Luhan. Kau bisa memanggilku Oppa” Kenal Luhan, Seul membelalakan matanya kaget “Kau dari China ?” Tanya Seul, Luhan mengangguk. “Oppa ? Kurasa kau lebih muda dariku” Ucap Seul blak-blakkan, ‘Pletakk’ 1 jitakan mendarat di kepala Seul. Seulpun mengusap-usapkan kepalanya “Appo~yo oppa~ya. Nappeun namja~ga Sehun oppa” Ucap Seul sambil meringis. Sehun mendengus, “Kau ini tidak sopan” Ucapnya pendek.

“Seul inmida, lengkapnya Han Seul Rin” Kali ini Seul yang memperkenalkan diri. Luhan menatap Seul, ia merasa familiar dengan yeoja ini.

Luhan pov.

Seul, yeoja yang baru berkenalan denganku ini mengingatkanku dengan Riri. Riri adalah yeoja yang kucintai 2 tahun yang lalu, aku menyukainya pada saat pertama dan terkahir bertemu. Ya, aku merasakan Love At First Sight di malam hari yang dingin itu.

Esok paginya, aku bertemu eommanya yang membawa gulungan kertas yang ternyata berlukiskan wajahku. Ia bilang bahwa kami adalah jodoh, tapi mengapa sekarang aku masih hidup dan Riri sudah meninggal ? Kukira aku akan mati setelah kejadian pemberian lukisan itu, tapi ternyata tidak. Lihat ? Hingga sekarang aku masih hidup.

Author pov.

“Seul~ah, apa makna dari lukisanmu ini ?” Tanya Luhan, Seul membuyarkan lamunannya, “Ah, ini…” Seul terdiam, ia kembali menatap lukisan tersebut.

index

“Air terjun itu deras namun menenangkan, semua orang banyak yang menyukai air terjun karena setiap orang dapat menenangkan diri saat berada disana, terdapat pelangi indah yang tak mungkin bisa berada disana. Jadi kesimpulannya, air terjun tersebut itu kesepian walaupun ia kesepian tapi ia senang melihat orang-orang yang bahagia saat berada disana, ia berharap ada sesuatu (pelangi) yang tak mungkin berada disana, ia mengkhayalkan bahwa ia memiliki teman untuk menemaninya” Jelas Seul kemudian melihat Luhan lagi.

Sehun merasa risih dengan tatapan Luhan ke Seul dan sebaliknya. Iapun membuka suara “Hyung, Seul. Mau ke kantin ? Aku yang traktir” Seul dan Luhanpun melihat Sehun aneh, “Tumben kau mau mentraktir oppa ? Ada setan lewat ya ?” Ejek Seul, ‘Pletakk’ 1 jitakan lagi mendarat di kepala Seul. Seul kembali mengusap kepalanya, “Aisshh, arraseo. Kau boleh mentraktir kami” Ucap Seul, ‘Dasar SehTan, Sehun Setan’ Batin Seul. Luhan tertawa melihat Double Se itu berkelahi, terlihat lucu.

-Di Kantin-

“Whoaa, ramai ya ?” Kagum Seul, “Yaiyalah, makanya. Jangan di perpus terus.” Ejek Sehun, Seul hanya mendengus.”Mau pesan apa ?” Tanya Sehun dengan gaya pelayannya, “Aku ? Eum, apa ya ? Tak ada yang biasanya dimasak oleh eomma dan ajjumha, Luhan oppa, aku ikut Luhan oppa saja” Jawab Seul, Luhan bingung “Kau tahu roti isi daging ?” Tanyanya, Seul mengangguk. “Baiklah, 2 Hamburger dan 2 jus jeruk” Jawab Luhan, Sehun mengangguk “Siap tuan” Jawabnya dengan gaya pelayannya.
Luhan menatap Seul bingung “Kau tidak tahu apapun tentang kantin ya ?” Seul menggeleng, “Kasihan” komentar Luhan. Suasanapun hening, dan tibalah Sehun dengan menu-menu yang dipesan oleh Luhan di kedua tangannya.

“Annyeong, makanan sudah siap. Manhi Mogho” Ucap Sehun sambil tersenyum, Luhan dan Seul tetap terdiam. Tak terasa makanan mereka telah habis, kemudian Seul dan Sehun pamit pada Luhan untuk masuk kelas.

“Seul~ah” Panggil Sehun, Seul menoleh “Waeyo ?” Tanyanya, “Eumm, aku… Aku…” Ucap Sehun terbata-bata, ia sangat gugup saat ini. “Waeyo Oppa~ya ? Jangan membuang-buang waktu” Ucap Seul agak kesal. “Aku me-“

‘KRIIING’

Bel masukpun berbunyi, “Kajja masuk oppa, sebelum Park Saem masuk” Ajak Seul sambil menarik tangan Sehun, tapi Sehun menahannya. “Waeyo ?” Tanya Seul heran, “Aku menyukaimu” Ucap Sehun lancar,Seul terdiam “Hahahaha, oppa bercandamu lucu” Ucap Seul tertawa garing. “Aku bersungguh-sungguh Seul~ah. Maukah kau menjadi yeojacinguku” Ucap Sehun meyakinkan. “Oppa, mianhae. Aku berjanji pada Riri eonni ka-” “Kalau kau akan menemui namja itu dan menggantikannya disamping namja itu kan ?” Potong Sehun cepat, “Kau bukan Seul yang dulu, kau dulu selalu ceria. Semenjak eonnimu pergi kau mulai berubah” Ucap Sehun lalu pergi, “Oppa, kau marah padaku ?” Gumam Seul lirih.

-Skip, saat pulang-

Seul buru-buru mengemasi alat melukisnya, iapun keluar dari kelas dan ‘Brukk’. Ia menabrak seseorang dan kacamatanya juga lepas, “Mian, aku tak sengaja” Ucap Seul sambil meraba-raba lantai untuk mencari kacamatanya.
Orang itu memakaikan kacamata Seul, dan penglihatan Seul kembali normal. “Luhan oppa?” Luhanpun tersenyum, “Mau pulang bareng ?” Tawarnya, Seulpun mengangguk.
“Kau tinggal dimana ?” Tanya Luhan membuka pembicaraan, “Aku ? Di gang kecil itu, aku tinggal bersama bibiku” Jawab Seul dan

‘CTAARRR CTARRR’ Suara petir menggelegar, “Oppa, kajja !” Seul menarik tangan Luhan untuk lekas sampai rumahnya.

-Di Rumah Seul-

“Ajjumha, aku pulang. Oppa tunggu disini ya ? Seul mau ganti baju dulu” Pesan Seul lalu ia pergi.

Luhan pov.
Dia Riri kan ? Saat tak memakai kacamata benar-benar mirip.

“Temannya Seul sudah makan ? Makan dulu” Panggil ajjumha dari dapur, “Ne, ajjumha. Mian merepotkan” Akupun beranjak menuju dapur.

“Seul itu kasihan, dia baru pindah ke Seoul saat masuk SMA kemarin. Dia-” Ucapan ajjumha itu terputus. Tunggu, dia eommanya Riri kan ? “Luhan~ssi ?” Gumamnya, aku mengangguk.

-Skip-

Ternyata, Seul adalah sepupu Riri. Pantas saja mereka sangat mirip tapi dari tadi kok Seul belum keluar juga ?

“Ajjumha, Seul lama sekali ?” Ajjumha tersenyum, “Dia itu kebiasaan, saat kehujanan langsung mandi. Jika tidak, pasti langsung flu” Jelas ajjumha, akupun menganggukkan kepalaku.

“Ajjumha ! Luhan Oppa !” Teriak Seul dari kamarnya, sekarang ia telah berada di dapur bersama kami. “Tadi aku melihat Riri eonni, dia bilang dia akan memberikanku hadiah istimewa” Cerita Seul, Ajjumha tersenyum.

“Aku permisi dulu ne ?” Akupun berdiri dan gulungan kertas yang kubawa setiap haripun terjatuh di kaki Seul, ia membukanya dan “Ini lukisan pertama Riri eonni kan ?” tanyanya, aku mengangguk. “Kau namja itu ? Aku sering melihat eonni melukismu, ia selalu bertanya padaku ‘Yang mana yang bagus ?’ dan aku menjawab ‘Lukisan pertama adalah yang terbaik’ . Ternyata kau namja itu” Jelas Seul, “Maksudmu ?” Aku tak mengerti, “Eonni sering melihatmu setelah mimpi bertemu denganmu” Jelasnya, akupun mengerti. “Tunggu, berarti kau hadiah istimewa itu ?” Tanya Seul ragu, akupun mengangguk. “Huaa, akhirnya aku tak perlu bersusah paya mencari namja ini Eonni” Seul jingkrak-jingkrak.

“Riri~ah, apa ini yang maksudkan takdir ? Aku memang tak bersamamu tapi aku bersama saudaramu yang membuat semangat hidupku kembali. Gomawo Riri~ah”

THE END

 

Aku sempet kepikiran buat FF tentang kisahnya HanSeulHun deh, lanjutan FF ini maksudnya. Setuju gak ? Kalo setuju comment di FF ini sampe 50 lebih ne ? Gumawo udah baca  ?

39 thoughts on “Because, The Painting

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s