Posted in Baek Hyun, Chapter, Comedy, Fantasy, leejieun93, Romance, SCHOOL LIFE, Suho

What should I do with this girl? [Chapter 1]

 

What

Title                 :  What should I do with this girl? [Chapter 1]

Author            :Park  Hana

Cast                  : Byun Baekhyun, Jung Eunji, Kim Joonmyun , Park Chorong,

Other cast      : Find by your self

Genre               :  Comedy romance, friendship, supranatural.

Length             : Chapter

Rating              : PG-15

Warning         : Typo dimana-dimana dan jangan copy paste tanpa seijin saya terlebih dulu.

Summary       : Ini Cerita tentang dua orang yang bersahabat baik sejak kecil, kadang mereka terlihat seperti musuh yang saling membenci. Tapi kadang mereka terlihat seperti sepasang kekasih yang saling menyukai. Dan cerita tentang seorang perempuan yang mempunyai kemampuan suprantural yang berubah menjadi sesaeng fans seorang lelaki, bahkan meminta lelaki itu menciumnya.

Chapter 1

Dret dret dret~

Suara deringan ponsel berhasil membangunkan seorang perempuan yang tengah tertidur lelap.

“Nde yoboseyo! Nuguseyo?” jawab perempuan itu masih setengah sadar.

“Ah kau sudah bangun rupanya! hei bukankah pelajaran pertama dikelasmu Park songseng-nim?”  ucap orang yang menelapon itu.

“Eo, wae?”

“Ah kalau begitu cepat-cepatlah pergi kesekolah karena jam ditanganku menunjukan pukul 06.45”

Kedua mata perempuan bernama lengkap Jung Eunji itu langsung membelalak sempurna. Lalu setelah itu dia segera mengalihkan penglihatannya kearah jam yang ada diatas meja.

Wajahnya berubah saat melihat ternyata saat ini jam menunjukan pukul 6.45.

“Sial aku akan digantung si botak kalau begini !!” ujar Eunji dengan paniknya sampai membuat sang penelepon tertawa keras.

“Ok selamat menikmati menu hari ini.ck ck ck ck”

Plip!!

Dengan tergesa-gesa Eunji segera menuju kamar mandi namun bukan untuk mandi, melainkan untuk menyikat gigi. Setelah selesai menyikat gigi dan membasuh wajahnya, Eunji segera menuju lemari nya dan mengambil seragam miliknya lalu setelah itu langsung dia pakai.

Tanpa menyisir rambutnya terlebih dahulu, Eunjipun segera menyabet tas serta sepatu miliknya.

Dengan berlari kini Eunji menuju pintu keluar rumahnya. Namun setelah pintu rumahnya dibuka Eunji malah menghentikan langkahnya.

Dahi Eunjipun mengkerut saat ini.

“Ada apa ini. Kenapa diluar sangat gelap? Apa ada gerhana?” gumannya kebingungan.

“Aigoo Eunji-ya kau tidur sambil berjalan lagi ya?”

Tiba-tiba kini dibelakang Eunji muncul seorang wanita paruh baya yang adalah ibunya sendiri.

Eunji menoleh saat mendengar suara Ummanya memanggil namanya. Dan sekali lagi dahinya mengkerut melihat penampilan ummanya yang masih menggunakan piyama.

Betapa terkejutnya umma Eunji saat melihat penampilan anaknya saat ini, rambut acak-acakan, rok terbalik, kacning baju yang jingjet juga kaos kai yang berbeda warna.

“Aigoo apa kau mimpi sekolah bagaimana bisa kau melakukan ini saat kau tidur?” ujar umma Eunji

“Chakkaman, umma jam berapa sekarang?” tanya Eunji tanpa memperdulikan pertanyaan ummanya.

‘Mwo? Sekarang baru jam 3 pagi. Jadi ayo kita masuk dan lanjutkan tidurmu” ujar umma Eunji.

Wajah Eunji kini terlihat blank, dan tanpa mengatakan apapun Eunji langsung masuk menuju dan menuju kamarnya.

‘Aegiya kalau kau mau tidur lagi, ganti bajumu dulu” ujar Umma Eunji, namun tak sedikitpun Eunji menoleh atau menjawab karena dia hanya terus berjalan menuju kamarnya.

Setelah Eunji berada dikamarnya, Eunji langsung menjatuhkan badannya di kasur dan menarik selimutnya untuk menutupi badannya.

“Byun Baekhyun awas kau, mati kau. aku akan buat perhitungan denganmu nanti” ucap Eunji pelan namun penuh penekanan.

***

 

Di tempat lain kini seorang perempuan tengah berguling tak karuan di tempat tidurnya karena merasa terganggu dengan obrolan dua orang wanita yang sedang berada dikamarnya.

Dia mencoba menghiraukan  keadaan itu, namun tetap saja suara kedua wanita itu membuatnya tak bisa tidur.

Perempuan itu langsung duduk dan menatap dua wanita tua yang tengah asik mengobrol itu.

“Hya halmoni, bisakah kaian pelankan suara kalian. Aku tak bisa tidur karena kalian berisik.” Protes wanita bernama lengkap Park Chorong tersebut.

Kedua wanita tua itu langsung menatap kearah Chorong, bahkan slah satu dari wanita tua itu langsung terlihat bahagia.

“Kau bisa melihat dan mendengar kami?” tanya salah satu wanita tua yang tampak bahagia itu.

Chorong tampak shock saat ini, karena kebodohannya dia pasti akan mendapatkan masalah.

Salah satu wanita tua itu akan menghampiri Chorong, namun dengan cepat wanita tua yang satunya menghadang dan membuat wanita tua itu menatap kesal.

“kenapa kau menghalangi jalanku, dia bisa melihat kita. Apa kau sudah tahu?”

“Ya, jadi jangan berani mengganggu dia. karena dia cucuku”

“Aku tidak akan mengganggunya hanya saja aku. . “

“Jangan dekati dia, pergi sekarang” potong wanita tua yang tengah melindungi chorong.

“Kenapa kau begini sanbae?”

“Pergi!” usir wanita tua yang tengah melindungi Chorong dengan keras.

Dan tak beberapa lama kemudian wanita tua itupun hilang.

Wanita tua yang tadi melindungi Chorong segera berbalik yang membuat Chorong mengalihkan wajahnya karena tak berani menatap wanita tua itu. namun beberapa detik kemudian wanita tua itu menghilang dari hadapan chorong yang membuatnya bisa  bernapas lega.

Chorong kembali membaringkan badannya serta menarik selimutnya sampai menutupi kepalanya.

***

Eunji saat ini sedang berdiri didepan rumah Baekhyun, aura Eunji juga wajahnya terlihat begitu gelap dan menakutkan saat itu.

Saat pintu gerbang terbuka Eunji segera masuk kerumah Baekhyun. Dan menuju dapur untuk menemui Ny. Byun atau Umma dari Baekhyun.

Eunji langsung duduk di kursi meja makan begitu tiba didapur. Dia mengambil  lap dan mulai mengelapi peralatan makan milik keluarga Byun.

“Eunji-ya pagi sekali kau sudah bangun,  apa kau tidak bisa tidur?” tanya Nyonya Byun.

“Tadi subuh ada orang gila meneleponku dan membuat aku tidak bisa tidur” jawab Eunji lemas.

“Mwo.orang gila?” kaget Nyonya Byun yang langsung menoleh kearah Eunji.

“ Eommo-nim aku mau kekamar Byun Baek dulu.” pamit Eunji langsung menaruh lap dan peralatan makan.

“Eo, sana temui Byun Baek dan bangunkan dia kalau dia belum bangun”

“Nde Eommonim”

Eunji langsung pergi menuju kamar Baekhyun dan saat itu sebuah smirk terukir di bibir Eunji.

“Byun Baek nantikan saja pembalasan Jung Eunji” gumannya pelan.

Eunji kini sudah sampai di depan kamar Baekhyun dan langsung masuk begitu saja karena memang pintunya terbuka sedikit.

Eunji menuju tempat tidur Baekhyun dan naik keatas tempat tidur tanpa melepas sepatunya. Dan kini Eunji mulai berdiri diatas kasur lalu melompat-lompat.

Setelah sekitar 4 menit menunggu  akhirnya  Eunji bisa mendengar suara Baekhyun yang tengah bernyanyi mulai mendekati kamarnya. dengan cepat Eunji turun dari kasur dan segera bersembunyi di belakang pintu.

Baekhyunpun datang, dengan keadaan hanya memakai handuk dan badan yang masih basah dan sambil bersenandung ria.

Setelah Baekhyun masuk Eunji pun langsung melompat kepunggung Baekhyun, yang membuat Baekhyun terkejut akibat itu.

“Hya hya cepat turun!” pekik Baekhyun.

Eunji kini tertawa keras dan malah mencengkram leher Baekhyun menggunakan lengan kanannya, dan lengan kirinya dia gunakan untuk menjambak rambut Baekhyun.

“Mati kau Byun Baek, beraninya kau menipuku” ucap Eunji  kesal.

Baekhyun kini tengah berteriak kesakitan akibat perbuatan Eunji namun Eunji tak perduli karena dia benar-benar kesal.

“Hya hya Jung Eunji, lepaskan ini sakit. Dan setidaknya  biarkan aku pakai baju dulu, bagaimana kalau handukku jatuh?” teriak Baekhyun.

“Aku tidak perduli”

“Hya Jung Eunji, Neo Jinja. Aw aw aw” ringis Baekhyun.

Eunji tampak sangat bahagia dan tak perduli pada teriakan Baekhyun.

“Hya Eunji-ya ini benar-benar akan jatuh cepat turun” Pekik Baekhyun

“Eunji-ya Baekhyun-ah kalian bertengkar lagi hah?”

Teriak umma Baekhyun yang suaranya terdengar semakin dekat. Mendengar suara umma Baekhyun, Eunjipun segera turun dari punggung Baekhyun, namun saat Eunji turun tiba-tiba handuk yang melingkar di pinggang Baekhyun melorot dan tepat dengan datangnya umma Baekhyun.

“Eunji-ya Baek. . “

Umma Baekhyun terbelalak dan tak bisa melanjutkan kata-katanya saat melihat handuk Baekhyun melorot, begitu juga Eunji yang langsung mengalihkan pandangannya kearah lain. sedangkan Baekhyun  dengan cepat mengambil handuknya dan melingkarkannya lagi dipinggangnya.

“Hya cepat kalian pergi dari sini!!!” Teriak Baekhyun keras bercampur malu.

***

“Sanbae bagaimana?”

tanya Sulli salah satu murid paling cantik di Sma Seungri.Chorong menghela napas, lalu menyender dipunggung kursi.

“Kau bawa uangnya kan?” tanya chorong.

“Nde, Sanbae. Ini uangnya 10000 won”

Chorong dengan wajah datar langsung mengambil uang yang sulli serahkan.  Dan dengan segera dia masukan pada saku jas almamaternya.

Seulas senyuman kini terukir di bibir Chorong.

“Sulli-ya katakan apa maumu?” tanya chorong yang raut wajahnya kembali datar.

Sret!!

Tiba-tiba terlihat sekilas bayangan seorang gadis dengan wajah menyeramkan di belakang sulli, yang membuat Chorong sedikit terhentak.

Sulli yang menyadari perubahan ekspresi wajah Chorong, langsung bertanya apa chorong baik-baik saja.

“Ah ne aku baik-baik saja” ujar chorong dengan wajahnya yang sudah kembali datar seperti semula.

“Eo” sahut sulli singkat.

“Kenapa kau meminta bantuan orang aneh?”

Sulli kaget, karena bagaimana Chorong bisa tahu apa yang sedang dia pikirkan saat ini.

“Ah sanbae aku tak berpikir kau aneh, sungguh” ujar Sulli sambil tersenyum kikuk.

‘Ah sudahlah, cepat katakan apa yang kau mau supaya aku bisa melaksanakan tugasku” ujar Chorong.

‘Eo  sebenarnya itu bukan aku. melainkan oppaku, setelah kematian kekasihnya oppaku tdak pernah dapat pacar. Dan setiap kali dia hendak menyatakan cintanya perempuan itu selalu menghindar dari oopaku, orang bilang oppaku diikuti hantu. Jadi. . “

“Pulang sekolah, pertemukan aku dengan oppamu” Potong Chorong pada ucapan Sulli.

“Eo ba-ik-lah”  Sulli mengangguk

“Kalau begitu, aku mau kembali ke kelasku”

Chorong berdiri dari tempat duduknya, dan langsung pergi menuju kelasnya.

Sepanjang jalan Chorong terus menghela napas nya, dan terlihat sangat kesal. Diapun menghentikan langkahnya dan langsung menghentakan kakinya kasar di lantai.

“Aku bisa gila, benar-benar bisa gila!” Gumannya.

‘Kau memang gila Park chorong!”

Chorong melihat kearah kanannya dan kini terlihat Baekhyun dan juga Eunji disana. Karena menyebut Chorong gila, akhirnya Baekhyun terkena sikutan dari Eunji pada perutnya, yang membuatnya kembali meringis kesakitan.

“Hya Jung Eunji apa tak puas kau menyiksaku hah? kau ini benar-benar wanita gila” ucap Baekhyun.

“Haishhh apa kau ingin aku jambak lagi hah?” tanya Eunji sambil melotot pada Baekhyun.

‘Hya kalau begini terus aku akan melaporkanmu pada polisi” ancam Baekhyun.

Percekcokan Baekhyun dan Eunji kembali terjadi, namun Chorong hanya bisa menghela napsanya karena itu pemandangan yang sudah biasa baginya.

Tanpa berkata apapun, Chorong segera meninggalkan dua orang yang seperti kucing dan anjing itu menuju kelasnya.

Melihat chorong yang pergi, Eunjipun langsung meninggalkan Baekhyun dan menghampiri chorong.

“Eonni Chakkamanyo. Kenapa kau meninggalkanku dengan bocah tengil itu?”

Eunji kini mulai mengalengkan lengannya pada leher Chorong.

“Kau tahu, kalau aku terus mendengarkan pertengkaran kalian aku rasa aku harus segera menyiapkan pemakaman untukku” ucap Chorong masih dengan wajah datarnya.

Eunji tersenyum sembari mencolek dagu Chorong mendengar hal itu”

“aigoo Eonni-ya kau berlebihan sekali.hehe”

Sesampainya dikelas Chorong, Eunji yang akan duduk di baangku sebelah Chorong langsung berteriak saat seseorang menarik tas nya dari belakang.

Eunji menoleh dan orang itu adalah Baekhyun.

“Hei kau pergi, ini bukan kelasmu. Pacarmu si Botak sudah menunggu” ujar Baekhyun.

“Hya Byun Baek lepaskan. Awas kau. aku akan mengadukanmu pada Eommonim” ancam Eunji.

‘Aigoo Jung Eunji, aku juga akan mengadukanmu Pada Jung eommonim”

Baekhyun menjulurkan lidahnya pada Eunji, lalu menyeret Eunji menuju pintu kelas.

“Eonni, nanti kita bertemu dikantin saat istirahat Ok!!” teriak Eunji yang tengah di tarik paksa Baekhyun.

Diluar kelas akhirnya Baekhyun melepaskan tangannya dari tas Eunji.

“Ini sudah bel,pergilah ke kelasmu” ucap Baekhyun dengan nada berubah lembut.

“Baiklah, OK” ucap Eunji sambil tersenyum lebar serta melingkarkan ibu jari dan telunjukanya.

“Eo anak baik” ucap Baekhyun lagi dan kali ini sambil mengacak-ngacak poni Eunji.

“Ehem!!”

Sebuah deheman membuat Baekhyun menarik  tangannya dari kepala Eunji, begitu juga Eunji yang langsung melangkah mundur.

“Annyeong haseyo songsaeng-nim”

Sapa Baekhyun dan Eunji bersamaan sambil membungkuk pada Kim Songsaengnim.

“Sedang apa kalian disini? Dan Eunji haksaeng bukankah ini sudah bel, jadi sebaiknya segera ke kelasmu!”

“Ah Nde Songsaeng-nim”

Eunji membungkuk sekali lagi, kemudian pergi menuju kelasnya.

***

“Joonmyun-ah”

Panggil Seorang gadis pada lelaki bernama Joomyeon, yang membuat lelaki itu menoleh kearah gadis bernama lengkap Go hara itu.

“Eo Sanbae waeyo?” Tanya joonmyun.

“Apa kau akan pulang?”

Joonmyun mengangguk

“Wae?”

“Bolehkah aku ikut mobilmu? Mobilku tidak bisa jalan, tampaknya harus dibawa ke bengkel”

“Eo, baiklah. Ayo aku akan antarkan sanbae pulang”

“Jinja? . . ah gomawoyo Joonyunn-ah”

Joomyun tersenyum lembut, yang membuat Hara bahagia karena sebenarnya hara sangat menyukai hoobaenya itu.

***

Chorong tengah berjalan pulang menuju rumahnya, setelah sebelumnya dia bertemu dengan oppanya sulli.

“Oppanya sulli benar-benar tampan dan mungkin itu alsan dia tak mau melepasnya” guman Chorong pelan.

Tiba-tiba saja, dia merasakan kalau ponselnya bergetar. Dengan segera Chorong mengambilnya dan membaca pesan masuk yang ternyata berasal dari ummanya.

From : Umma

Chorong-ah umma sedang ada di tempat sauna, kau datanglah kesini. Jangan dulu pulang. Ok love you.

Chorong menghela napasnya, karena dia sudah tahu, kalau seperti ini pasti saat ini dirumahnya tengah ada para penagih hutang.

Dia lantas membalikkan arahnya, kemudian pergi.

***

Chorong ternyata tidak pergi ke sauna, namun dia pergi ke tempat bermain anak-anak. Dan tengah duduk diayunan.

“Chorong mengayun-ngayunkan badannya sambil bernyanyi.

“Hei bukankah kau harus ke sauna?”

Tiba-tiba wanita tua yang waktu itu muncul lagi, dan tengah duduk di ayunan  sebelah Corong.

“Eo halmoni kau mengagetkanku saja”

Wanita tua itu tertawa melihat ekspresi wajah Chorong saat ini.

“Bukankah kau sudah sering melihat makhluk seperti ku, tapi kenaap kau masih merasa takut?”

“Tetap saja kalian itu hantu, dan kadang wajah kalian menakutkan”

Chorong mulai menghentikan ayunannya, lalu menatap kearah langit yang sebentar lagi akan menajdi gelap.

“Hei kenapa kau tidak pulang?”

“Pulang? . .”

“Aku tidak pulang karena sekarang dirumah sedang ada penagih hutang, ah bukankah aku menyedihkan halmoni? Aku rasa menjadi hantu seperti kalian akan menjadi menyenangkan” tambah Chorong.

“Hya menjadi hantu itu tidak menyenangkan”

“Kau tahu, kalau kau menajdi hantu kau tidak bisa berbicara dengan orang yang kau sayangi, dan hanya bisa melihat mereka dari jauh”

“Ah Jinja?” tanya Chorong ragu, dan kembali mengayunkan ayunananya.

“Kau harusnya bersyukur masih hidup. Dan lagi hya. .”

Kini hantu halmoni tersebut tengah menatap Chorong sambil menunjuk Chorong.

“Kau ini masih muda, dan seorang wanita bagaimana bisa kau hanya terus berekspresi seperti itu hah? bagaimana kau dapat pacar kalau kau terus seperti itu, dan lagi gaya rambutmu itu membuatku bosan, rubah gaya rambut kepangmu itu”

Hantu halmoni itu terus mengoceh, yang membuat chorong menghentikan kegiatan berayunnya kemudian pergi dari sana meninggalkan hantu halmoni yang terus mengoceh, dan selama berbicara dengan hantu halmoni tak sekalipun corong menatap wajah halmoni, yak arena dia masih merasa takut.

Mengetahui Chorong tak mendengarkan nasehatnya, hantu halmoni itupun kesal dan mengutuk chorong kemudian setelah itu menghilang.

***

“Jung Eunji~~”

Teriak Baekhyun dari pintu rumah Eunji.

“Eunjo-ya mana noona mu?” tanya Baekhyun pada adik Eunji yang saat ini tengah duduk sambil membaca sebuah buku di ruang tengah rumahnya.

“Hyung tak bisakah kau menanyakan hal yang bahkan kau sendiri sudah tahu jawabannya apa?”

Ucap Eunjo dengan nada tenang dan tanpa menatap Baekhyun. sedangkan Baekhyun hanya mendesah, karena itu adalah jawaban yang selalu eunjo jawab jika Baekhyun menanyakan Eunji padanya.

“Eo Baekhyun-ah kau disini rupanya”

Kini umma Eunji datang dengan snack dan jus untuk Eunjo.

“Eo eommonim aku ingin juga” ujar Baekhyun dengan manja sambil mengaleng lengan ummanya Eunji.

‘Aigoo uri Baekhyun mau juga!, kkaja kita kedapur dan kau bawakan juga untuk gadis tengil itu”

Sementara Baekhyun dan umma Eunji tengah menuju dapur, Eunjo hanya bisa menggelang-gelengkan kepalanya.

“Aku rasa mereka tertukar” ujar Eunjo masih dengan tenangnya.

***

“Mwo? Eunji membuat handukmu melorot?” kaget umma Eunji yang saat ini sedang duduk berdua di meja makan dengan Baekhyun yang sedang memakan snack buatan ummanya Eunji.

‘Aigoo, Baekhyun-ah aku benar-benar minta maaf” sesal umma Eunji seraya memegang tangan Baekhyun.

“Ne eommo-nim gwanchana”

“Oh ya Baekhyun-ah bawakan ini untuk Eunji”

Ujar umma Eunji sambil menyimpan Semangkuk salad buah didepan Baekhyun.

‘Eo nde aku akan berikan, tapi biaskan aku menghabiskan punyaku dulu?”

Baiklah makan yang pelan, umma mau melihat Eunjo dulu”

Umma Eunjipun beranjak dari duduknya, dan sebelum pergi. Terlebih dulu dia menepuk bahu Baekhyun.

***

Baekhyun kini sedang menuju kesuatu tempat dibelakang rumah Eunji sambil membawa semanguk salad buah untuk Eunji.

Disana terdengar suara gergaji, yang membuat Bulu kuduk Baekhyun merinding.

“Hei Eunji-ya” panggil Baekhyun

Eunji menoleh dengan wajah ditutupi kacamata besar serta tangan memegang gergaji.

Baekhyun sedikit terhenyak melihat pemandangan itu, meskipun dia sering melihat Eunji membawa gergaji tapi tetap saja dia selalu was was.

Eunji adalah orang yang suka sekali membuat peralatan dan pernak pernik dari kayu, dan terkadang dia juga menjualnya. Dan dirumahnya dia punya tempat kerja pribadi untuk menjalankan hobbynya itu.

“Wae?” tanya Eunji

Baekhyun masuk ruangan itu dengan takut dan was was, dan sedikit tersenyum.

‘Aku bawakan buah untukmu” ucap Baekhyun.

“Oh, aku sedang sibuk dan tanganku kotor”

Jawab Eunji datar lalu melanjutkan menyalakan gergajinya dan sekali lagi Baekhyun harus terhentak karena takut pada gergaji Eunji.

“Aigoo, kau ini. ayolah makan dulu. aku akan menyuapimu!” tawar Baekhyun

“eo baiklah kalau itu maumu, gomawoyo Byun Baek” ujar Eunji yang tiba-tiba tersenyum sambil mengedipkan mata Pada Baekhyun.

Dan alhasil membuat Baekhyun ingin muntah melihat Sikap Eunji itu.

“Tapi, aku ingin kau singkirkan alat perangmu itu, aku benar-benar ngeri pada itu”

Baekhyun menunjuk gergaji Eunji menggunakan kedua matanya, namun bukannya menaruh gergajinya, Eunji malah mengarahkan gergaji itu pada Baekhyun yang membuat Baekhyun berteriak karena ketakutan.

“Hya taruh itu segera” pekik Baekhyun

Eunji tertawa begitu keras melihat Baekhyun. dan selalu itulah ekspresi Baekhyun jika melihat gergaji Eunji dan membuat Eunji selalu ingin menjahili sahabatnya itu.

“Ne arraseo. Aku akan menaruhnya oppa” ucap Eunji sambil menaruh gergajinya.

Kini Eunji dan Baekhyun tengah duduk, dengan Baekhyun yang sedang menyuapi Eunji.

“Eunji-ya kenapa kau suka sekali bergaul dengan chorong? Dia itu anak aneh bahkan tidak ada yang mau berteman dengannya. Dan dari kelas satu tak ada yang mau bergaul dengannya. Mereka mendekatinya hanya kalau mereka ingin minta bantuannya saja dan itu juga tidak gratiskan!”

“Apel” ujar Eunji sambil menunjuk kearah potongan apel.

Baekhyun lantas menusuk potongan apel, dan langsung menyuapi Eunji. Namun beberapa detik kemudian dia berteriak karena pertanyaan tak dijawab oleh Eunji.

“Lalu aku harus berteman dengan siapa? Denganmu dan pasangan homomu si Park Chanyeol itu?” ucap Eunji dengan sedikit berteriak.

‘Melon”

Baekhyun menusuk melon, lalu menyuapi Eunji. Namun dengan wajah kesal.

“Hya kenapa kau mengatakan Chanyeol pasangan homoku? Aku dan dia normal menyukai perempuan!”

“Eo begitukah? Nde nde aku percaya pada mu Byun baek”

Eunji menepuk bahu Baekhyun pelan sambil mengangguk-anggukkan kepalanya. Lalu tersenyum lebar.

“Aku pintar menjaga rahasia” ujar Eunji sambil mengedipkan matanya kembali.

“Hya Jung Eunji geumanhae, aku bukan homo” pekik Baekhyun sabil mengacak-ngacak rambut Eunji dan membuat Eunji tertawa, begitupun Baekhyun.

“Apel lagi” ucap Eunji

Baekhyun pun berhenti mengacak-ngacak rambut Eunji, lalu menusuk kasar potongan apel, dan menyuapi Eunji kembali. Namun apel itu malah jatuh yang membuat mereka saling menatap lalu beberapa detik kemudian tertawa.

***

Chorong menutup pintu kamarnya, sedangkan diluar ummanya tengah berteriak agar Chorong mau mendengarkannya.

“Hya Park Chorong dengarkan umma, kalau kau menerima tawaran madam choi maka kita akan terbebas dari hutang dan appamu bisa kembali. Jadi terimalah tawaran madam Choi”

Umma Chorong terus mengetuk pintu kamar Chorong, namun Chorong tak sedikitpun menghiraukannya.

Kini dia berjalan menuju sebuah meja yang diatasnya terdaat sebuah foto dia appanya dan neneknya.

Chorong mengambil foto itu, kemudian menatapnya lekat.

“Halmoni, kenapa kau menyiksaku seperti ini?” ucap Chorong masih dengan wajah datarnya.

Bush!

Sebuah angin berhembus, dan kini hantu halmoni yang selalu mengikuti Chorongpun datang lagi.

“Ummamu pantang menyerah.” Ucap hantu halmoni.

Tak sedikitpun chorong menjawab, dan dia malah berjalan menuju kasurnya. Lalu tidur disana.

“Halmoni, kalau kekuatanku hilang. Apa mungkin aku bisa hidup tenang?” tanya chorong.
Hantu halmoni itu kini tengah melayang di atas Chorong, yang langsung membuat Chorong mengalihkan pandangannya kearah lain.

‘Emh memang itu bisa dihilangkan?”

“Nenekku bilang, jika aku bertemu dengan orang yang tak bisa aku baca pikirannya dan aku menciumnya maka kelebihanku akan hilang”

“Mwo? Apa kau percaya itu?” tanya Hantu halmoni itu.

“Aku tak percaya karena aku belum pernah bertemu dengan orang yang tidak bisa aku baca pikirannya. Ini sangat melelahkan saat kau bisa membaca pikiran orang. Rasanya kepalaku akan meledak saking berisiknya. Belum lagi para hantu yang selalu muncul, aku benar-benar akan jadi gila”

“Apa kau mencoba curhat padaku?” tanya hantu halmoni itu.

‘Ah benar, bagaimana bisa aku curhat pada hantu. Ah tampaknya aku benar-benar mulai gila” ujar chorong yang langsung memejamkan matanya.

Sedangkan saat ini hantu halmoni itu sudah menghilang.

TBC

 

Hai-hai gimana nih FF abal-abal aku ini, moga aja ada yang suka. Dan di FF ini ada dua cerita sebenarnya, jadi main castnya ya empat orang ini. dan di chapter 1 ini saya lebih tonjolin dulu cerita Baekhyun ma Eunji karena buat karakter Chorong sama Suho agak butuh perkenalan lebih. Jadi bagi para fansnya Suholang kaya harap bersabar^^

Dan saya harap sih ada yang mau baca FF abal-abal saya ini. TT_TT

Dan satu lagi, mian kalau ini gak terlalu comedy atau comedynya garing. TT__TT

 

Iklan

Penulis:

kpop jjang!!!!!

133 thoughts on “What should I do with this girl? [Chapter 1]

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s