Diposkan pada 123adinda, Baek Hyun, Chapter, Comedy, Drama, Fantasy, SCHOOL LIFE, Se Hun

2 Wishes, 30 Days (teaser)

Tittle : 2 Wishes, 30 Days (teaser)

texture 1

Author : Dindong L.Kim (@adinda_elements)

Main Cast :

–          Byun Baekhyun

–          Oh Sehoon

–          Seo Sang Akh (OC)

–          Lee Hyo Sun (OC)

Genre : romance, comedy, school life, fantasy, etc

Ratting : PG 16

Length : Chaptered

Disclaimer :

THIS FF IS MADE BY DINDONG L.KIM :D all cast hanya saya pinjam untuk dijadikan pemeran di FF ini. PLAGIATOR ?? JUST GO AWAY ^_^ AND SILENT READERS ?? say bye to read my fic ^_^

^_^ ALUR IS PURE MINE J

Dindong Notes :

happy reading ajha ya ^^

Warning : Typo bertebaran (maklum saya juga manusia),, Cerita Gaje,, Alur juga kecepetan ^^

-Author Pov-

“Kita putus” teriak gadis itu seraya melempar cincin yang bersarang di jari manisnya. Laki –laki yang berada dihadapannya, hanya menatap nanar kearah cincin yang terbuang itu selama beberapa saat, kemudian ia kembali memalingkan wajahnya kearah gadis yang sudah tersedu dengan tangisnya.

“benarkah ?? apa landasanmu mengatakan kalau kita putus ??” laki – laki itu bertanya seraya bersedekap dada layaknya seorang bos yang sedang berbicara dengan bawahannya. Gadis itupun menghapus air matanya kasar dan dengan cepat, ia menatap laki – laki yang ada dihadapannya dengan lekat.

“KAU !!!” Bentak gadis itu.

“KAU SELALU PERGI KE CLUB SETIAP MALAM DAN TIDAK JARANG PULA, AKU MELIHATMU BERAKHIR DENGAN MENYEWA SEBUAH KAMAR HOTEL DENGAN SEORANG WANITA BAYARAN YANG BERBEDA – BEDA SETIAP HARI. KAU PIKIR, GADIS MANA YANG TIDAK SAKIT HATI MELIHAT PERILAKU PACARNYA YANG SERING BERCUMBU DENGAN GADIS BAYARAN, HAH ??” Lanjut gadis itu seraya berteriak – teriak dengan cukup keras, membuat laki – laki itu merespondnya dengan cara mengusapkan jari kelingkingnya kedalam lubang telinganya.

“jadi apa ?? itu adalah Hobiku dan kau ingin apa ?? kita putus, eoh ??” Tanya laki – laki itu dengan volume suara yang lembut. Gadis itupun mengangguk.

“tunggu, aku tidak ingin kita putus” gadis itupun membelalakkan matanya kaget ketika melihat laki – laki itu memungut kembali cincin yang ia buang tadi. Laki- laki itupun mengeluarkan smirk khasnya ketika wajahnya sudah sama posisinya dengan gadis itu.

“ma—maksudmu ??” ucap gadis itu terbata.

“di dalam kamusku, tidak akan pernah tercantum kata diputuskan. Maka dari itu, aku yang akan memutuskanmu” balas laki – laki itu dengan smirknya yang menakutkan dan sungguh, smirk itu malah membuat bulu leher gadis berparas cantik itu meremang. Seperti baru melihat hantu saja. Oh jangan lupa, laki – laki itu mengucapkan kalimat intimidasi yang menakutkan itu dengan penuh penekanan.

“oh, untuk cincin ini” lanjutnya seraya melihat – lihat cincin yang ada di tangannya seperti meremehkan.

“sebaiknya kau buang saja sejauh mungkin” gelak laki – laki itu sembari melemparkan cincin itu sekuat mungkin dan sekarang, cincin itu telah terbang. Pergi menjauh dari kedua insan tersebut.

“jaga dirimu baik – baik, ya ?? kudengar dari temanku, di daerah ini banyak sekali badboy. Dan kau tau ? 85% gadis remaja sepertimu yang keluar tengah malam, akan berakhir dengan…. Ya, kau tau maksudku, bukan ??” lagi –lagi, rasa takutpun kembali menjalar di seluruh permukaan kulit gadis itu. Dengan angkuhnya, laki – laki itu pergi meninggalkan gadis cantik yang baru saja ia putuskan. Oh tak lupa, sebelum benar – benar pergi, ia juga sempat mengelus puncak rambut gadis itu.

“Kim Taeyeon berakhir” gumam laki – laki itu ketika sudah berada di dalam mobil ferari birunya. Selang beberapa detik kemudian, ia mengambil salah satu handphonenya yang ada di jok kursi sebelahnya.

Beberapa digit nomorpun ia tekan dan ketika semua nomor sudah rangkap, iapun menekan tombol ganggang telepon berwarna hijau. Akhirnya, orang yang ia telfonpun mengangkat, senyuman bak setanpun kembali tercetak di wajah tampannya.

“Annyeong Yoona-shi, apa kau punya acara akhir pekan ini ??” tanyanya dengan lembut seperti suara seorang malaikat.

“…………….”

“ah tidak, aku hanya ingin mengajakmu jalan. Apa kau bisa ??” balasnya lagi.

“………………”

‘Yes..’ gumamnya seraya mengayunkan kepalan tangan kanannya kebawah.

“kalau begitu jam 9 akan ku jemput, ya ?? Annyeong” ‘PIP’ laki – laki itu memutuskan sambungan telepon secara sepihak. Sebuah senyuman bak setan kembali ia munculkan.

“urusan pertama selesai dan sekarang, aku ingin bermain dulu dengan wanita sewaan murahan itu” ejeknya dan dengan cepat ia menginjak pedal gas mobilnya menuju sebuah club yang cukup terkenal, tempat dimana ia bisa melampiaskan nafsunya. Sungguh perilaku yang tak pantas untuk laki – laki yang berparas tampan sepertinya. Dan mungkin, hanya satu hal yang bisa mengubahnya, yaitu keajaiban.

-MY WISH COME TRUE ^^-

“gadis malang, andai aku seorang manusia pasti akan kupukul laki – laki itu, sampai ia tak dapat berdiri lagi” rutuk sesosok (?) makhluk kecil yang memiliki cahaya kerlap – kerlip di sekitarnya.

“Akh~ kenapa masih ada manusia yang sejahat itu ?? kupikir jenis manusia seperti itu sudah punah ribuan tahun yang lalu” lanjut sosok kecil itu seraya bersedekap dada.

“KYAAAA >.<” Teriak sosok kecil itu ketika mendapati tubuhnya goyah dari posisinya semula.

“sepertinya bubukku sudah menipis, aku harus kembali ke kerajaan sekarang” lanjutnya lagi dan tiba – tiba sebuah portal yang berukuran sama dengan tubuhnya muncul. Tanpa basa – basi lagi, sosok kecil itu terbang melewati portal tersebut.

Kilatan cahayapun muncul ketika ia melewati portal tersebut dan secara ajaib, portal itu menghilang entah kemana.

-MY WISH COME TRUE ^^-

“aku pembunuh, aku pembunuh, aku pembunuh….” Ucap laki –laki itu secara berulang – ulang seraya melihat kearah kiri dan kanannya seperti orang yang depresi.

“KRIEETT..” Pintu tempat laki – laki itu beradapun terbuka dan menampakkan sesosok wanita yang kira – kira memiliki umur 50_an. Wanita itupun berjalan mendekati laki – laki yang sedang duduk sembari memeluk kedua lututnya.

Ketika posisi wanita paruh baya itu sudah mencapai laki – laki yang duduk tersebut, iapun menyamakan posisinya dengan laki – laki itu.

“aku pembunuh, aku pembunuh…” laki – laki itu masih saja mengucapkan kata – kata itu secara berulang – ulang. Tanpa terasa, wanita paruh baya yang melihat perkataan laki – laki itu hanya bisa meneteskan air mata sedihnya. Diusapnyalah puncak kepala laki – laki itu dengan penuh kelembutan.

“tidak, kau bukan pembunuh anakku.itu memang takdir ayahmu. Ibu mohon, jangan hukum dirimu sendiri seperti ini” ucap wanita paruh baya itu dengan air mata yang sudah turun dari pelupuk matanya. Laki – laki itu masih tak bergeming, ia masih saja mengucapkan  ‘aku pembunuh’ secara berulang – ulang.

“kumohon, kembalilah seperti dulu. Aku merindukanmu” ucap wanita itu seraya memeluk tubuh anaknya yang kedinginan itu. Air mata yang menetes dari matanyapun lama – kelamaan menjadi besar. Sementara sang anak masih saja menatap kosong entah kemana dan kata ‘aku pembunuh’ selalu ia lontarkan tatkala ibunya sudah memeluknya. Satu hal yang bisa membuatnya sembuh, yaitu keajaiban.

-Our Dream ?-

“kucing manis, kau bisa makan sampai kenyang sekarang” ucap sesosok makhluk kecil yang memiliki kerlap – kerlip di sekelilingnya seraya mengelus puncak kepala seekor anak kucing yang sedang makan.

Setelah mengusap bulu kucing tersebut, iapun melihat kearah langit malam yang bertaburan dengan bintang – bintang yang indah. Senyum manispun ia lontarkan sebagai rasa senangnya. Tapi, senyuman itu tak bertahan lama karena ia mengingat sesuatu hal yang sangat penting.

“Aigo~ bisa – bisa aku tidak diberi jatah bubuk kalau tidak pulang tepat waktu” ucapnya seraya menepuk dahinya dengan cukup kuat dan beberapa saat setelah ia menggerutu, tiba – tiba portal yang sama besarnya dengan tubuhnya muncul. Iapun melihat kearah sekelilingnya.

“aman” gumamnya dan langsung terbang melewati portal tersebut. Dan untuk kedua kalinya, portal beserta makhluk kecil itu hilang entah kemana. Dan sekarang, yang ada di gang kecil itu hanya seekor kucing yang sedang makan dengan lahapnya.

-Our Dream ?-

“kalian terlambat” ucap sesosok makhluk kecil yang berseragam seperti penjaga istana. Dua makhluk kecil yang kita ceritakan tadi hanya menatap nanar kearah penjaga itu.

“kumohon, bukakan pintunya. Kami berjanji, tidak akan mengulanginya lagi” ucap dua makhluk kecil yang kita ceritakan tadi.

“YA!! Sang-ie, Hyo-ie.. kalian sudah sering sekali terlambat pulang kekerajaan dan sekarang, aku tak bisa mentolerirnya lagi” tegas penjaga itu.

“kumohon, kali ini saja. Ratu pasti akan memaafkan keteledoran kami, kami mohon. Izinkan kami masuk..” ucap Sang-ie seraya mengusap – usapkan kedua teapak tangannya sebagai pertanda kalau ia sedang memohon dengan sangat.

“bagaimana dengan dewan peri ?? kurasa mereka tidak akan memaafkan kalian” balas penjaga itu dan kedua makhluk kecil yang disebuat sebagai peripun meneguk air liurnya dengan susah payah.

Dewan peri ?? ah, siapa yang bisa melawan para dewan yang terkenal sangat kejam dan menakutkan itu. Hanya ratu peri yang bisa mengubah keputusan para dewan peri. Sementara peri jelata seperti Sang-ie dan Hyo-ie hanya bisa menerima keputusan yang sudah dibuat.

“apa kalian peri Sang-ie dan Hyo-ie ??” Tanya peri penjaga lainnya yang baru saja tiba di gerbang kerajaan. Peri Sang-ie dan Hyo-ie pun mengangguk dengan pelan.

“ratu menyuruh kalian berdua untuk menghadap kepadanya sekarang. Kurasa ratu memiliki sebuah urusan penting dengan kalian” ucap penjaga itu seraya menarik paksa tangan peri Sang-ie dan Hyo-ie.

“YA!! Hyo-ie, kurasa kita berada dalam masalah yang besar” bisik peri sang-ie kepada peri hyo-ie. Sebuah anggukanpun peri Hyo-ie berikan sebagai tanda persetujuannya.

“matilah kita” takut peri Hyo-ie seraya menatap peri Sang-ie dengan penuh ketakutan.

-can I love you ?-

“terima kasih sudah mengantarkan mereka. Sekarang, kau bisa pergi sekarang” ucap ratu peri yang sedang duduk ditatahnya. Penjaga yang mengantarkan peri Sang-ie dan Hyo-ie tadi langsung pamit pergi. Dan sekarang, yang ada di ruangan yang luas itu hanyalah ratu peri, peri Sang-ie dan peri Hyo-ie. Dengan perasaan cemas bercampur takut, peri Hyo-iepun buka suara.

“a—ada apa ra—ratu memanggil kami ??” Tanya peri Hyo-ie dengan takut – takut dan ratu peri hanya menyunggingkan sedikit senyumnya.

Tiba – tiba, sikap over peri Sang-iepun muncul.

“ratu, kumohon jangan masukkan aku kedalam penjara peri yang terdalam. Aku mohon ratu, aku mohon. Aku berjanji, aku tidak akan terlambat pulang ke kerajaan lagi. Oh iya, ratu juga jangan mengambil persediaan serbukku. Karena serbuk adalah merupakan ¾ hidupku ratu. Aku mohon, ratu” pinta peri Sang-ie seraya mengusap kedua telapak tangannya. Sang ratu yang melihat tingkah konyol Sang-ie hanya bisa terkekeh pelan, sementara Hyo-ie langsung saja memukul dahinya dengan pelan.

“apa kalian yang sering keluar dari lingkaran area kerajaan ??” Tanya ratu serius dan keduanya langsung mengangguk. Ya, walaupun dengan ragu – ragu.

“kurasa memang kalian yang pantas untuk tugas ini” ucap ratu lagi seraya terbang dari tahtanya kearah Sang-ie dan Hyo-ie. Keduanya langsung terbelalak ketika ratu hendak mendekatinya, karena baru kali ini mereka melihat secara langsung seorang ratu yang turun dari tahtanya.

“tu—tugas apa ??” Tanya keduanya serempak.

“jadilah manusia” ucap ratu dan keduanya kembali terbelalak.

“apa ??”

-Stop in here ^^-

So what ??

Ffnya gajekan ??

See ya~~

-Click the picture for my other ff-

tex3

Iklan

Penulis:

A Girl who love her Mother and Father ^^ A Girl who claim Byun Baekhyun to be her Husband

Ditandai:

26 tanggapan untuk “2 Wishes, 30 Days (teaser)

  1. Whoaaaaa fantasy,
    q suka sgla ssuatu (ff mksdy’) yg brbau fantasy, mmbuat imajinasiku mnjadi2, (maksdnya???)

    baru bca prology’ z q udh suka bgt thor, gmn tar klnjty’ ya ?
    Penasaran, ,
    q tnggu ya thor lnjtny’,
    keep writing n Fighting thor !

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s