The Seasons

Gambar

 

-Author: taexo

-Cast: -Im Yoon Mi(oc)

            -Oh Sehun(Sehun)

-Other Cast: Exo

-Genre: Sad Romance,Hurt,Romance,nyesek(maybe)

-Length: Oneshoot

-Rating: T

-Note: 안녕하세요🙂 Perkenalkan author baru, baru ngepost ff. Cerita ini udah lama ada di otak author tapi baru diketik sekarang. Maaf kalo misalnya kalian nangis tapi kalo gak nangis juga gak pa-pa sih. DON’T BE A PLAGIAT!!! THIS FF IS REAL MINE!!!!!!!!!!!!!.

Catatan: maaf kalo misalnya kalian bingung karena di ff ini gak ada tulisan AUTHOR POV atau yg lainnya. Sekali lagi MIAN qaqa.(alay dikit)

Recomended Song: Davichi-Just The Two Of Us

                                    Davichi-To Angel

                                                                                        ~~taexo presented~~

Pertemuan kita dimulai dengan musim gugur dan diakhiri dengan musim gugur.

Seoul, awal musim gugur tahun lalu

Kau ingat? Sudah satu tahun kita saling mengenal. Baru satu tahun tapi rasanya seperti sudah bertahun-tahun aku mengenalmu, ini semua karena suho oppa yang mengenalkanku padamu orang yang saat ini tengah terbaring berjauhan jarak dengan diriku. Tapi apa daya semua ini sudahlah terlanjur terjadi, tuhan berkehendak lain atas semua ini.

~~~~~~~~

Awal musim gugur yang indah bagi yoonmi ditambah dia mendapatkan teman baru bukan hanya satu melainkan 12 orang, bukan juga yeoja melainkan namja. Mungkin ini adalah musim gugur paling indah yang pernah yoonmi rasakan. Tapi tak terasa dengan berjalannya waktu merekapun menjadi semakin akrab dan tak terasa pula ternyata sudah ingin memasuki awal musim dingin

Seoul, awal musim dingin

Awal musim dingin pertama bagi hubungan kita, tapi ini juga awal musim dingin terakhir. Di musim ini kita semakin dekat. Aku masih ingat bagaimana pertama kali kau mengajakku untuk pergi berdua dan aku menerimanya.

~~~~~~~~

“Yoonmi-ya? Apakah akhir minggu ini kau ada urusan?” tanyaku hati-hati.

“Coba kuingat dulu….. Hhmmm….. Sepertinya tidak ada sehun-a aku free, kenapa?” jawabnya dengan raut wajah bingung.

“Apakah kau ma…. Hhmm… tidak jadi deh… eh..?” ‘aduh bagaimana ini?’

“Ya? Katakan saja!”

“Apakah kau mau pergi berdua denganku akhir minggu ini? Kutunggu dirumahmu jangan lupa siapkan sepedamu ya, karena kau akan ku ajak ke tempat yang indah dan agak jauh dari sini. Aku duluan permisi dan jangan lupa” aku mengatakan semua itu dengan intonasi yang cepat karena aku sangat gugup dan kulihat dari tadi ia hanya tersenyum.

“Baik” setelah aku agak jauh darinya ia menjawab, memang singkat tapi dapat membuatku tersenyum lebar.

Seoul, pagi hari di awal musim dingin. Sesuai yang ia katakan, aku sudah siap dengan sepedaku yang sudah ku pegang erat sejak tadi tapi ia juga belum datang. Apakah ia belum bangun? Atau dia lupa? Atau dia bercanda? Atau dia mau membiarkanku mati kedinginan disini? Didepan garasi rumahku? Hah ini tidak lucu. KRINGGG … KRINGGG Hah itu dia. Aku pun menghampirinya.

“Kupikir kau lupa dengan janji yang kau buat sendiri” “Aku tidak akan lupa jika aku berjanji dengan dirimu, ya sudah ayo berangkat” Perjalanan yang agak jauh, tapi mereka tempuh dengan tertawa di sepanjang jalan. Beriringan dengan tawa yang meledak-ledak, sesekali mereka berjauhan jika orang yang tidak mengetahui bahwa mereka sedang bercanda, mereka pasti dikira orang gila.

~~~~~~~~

Davichi-Just The Two Of Us play

30 menit untuk sampai ditujuan, dan sehunlah yang membimbing karena memang hanya dia yang tau letak tempatnya berada.

“Wahhhh, cantik sekali kupikir pemandangan yang seperti ini hanya ada di pedesaan yang jaraknya jauh sekali dari sini”

“Tidak juga, buktinya disini ada kan?” aku menjawabnya dengan senyum yang terus mengembaag “Yoonmi-ya, ada yang ingin kukatakan padamu”

“Katakan saja” jawabnya dengan pandangan menuju mentari yang sedang terbenam

“A..aku aku mencintaimu, maukah kau menjadi kekasihku?”

”🙂 ” lagi-lagi hanya senyum

“Aku serius yoonmi-ya”

“Aku juga serius dengan maksud senyumku tadi sehun-a”

“Maksudmu?”

“Kenapa kau begitu polos dan membuatku semakin mencintaimu”

“Kau menerimaku?”

“Iya”

Dibawah mentari yang semakin tenggelam, dibawah langit sore yang begitu indah dengan warna merah oranye aku tersenyum lebar mengetahui bahwa malaikat disisiku ini telah menjadi milikku. Aku berjanji padamu bahwa aku tidak akan pernah meninggalkanmu apa pun yang terjadi, aku tidak akan pernah menyakitimu, aku akan berusaha menjadi yang terbaik, paling baik dan sangat baik padamu. Aku akan terus berada di sisimu dimanapun berada.

~~~~~~~~

Hari teruslah berganti, semakin berganti setiap harinya begitu pula dengan hubungan yang dibina oleh sehun dan yoonmi yang juga terus berjalan setiap harinya. Walaupun hari berganti tapi disetiap hari yang berganti itu hanya mereka manfaatkan untuk pergi ketaman itu, taman tempat pertama kali hubungan kekasih ini mereka mulai. Dengan tidak ada kata bosan yang terpancar dari wajah mereka masing-masing, mereka terus menjalani rutinitas harian mereka ketaman itu dengan menaiki sepeda. Sesampainya disana mengobrol, melihat pemandangan lalu ketika mentari sudah tidak menampakkan raganya lagi mereka pulang. Bahkan ketika dimusim dingin yang suhunya sangat ekstrim seperti ini mereka tetap melakukan rutinitas harian itu. Bahkan ketika badai salju sedang menerpa kota seoul dan orang lain memilih untuk tetap dirumah mereka menghangatkan tubuh mereka tetapi tidak untuk sepasang kekasih ini. Bagi mereka berdua, jika mereka tetap berdampingan maka suhu seekstrim apapun hanya mereka anggap sebagai angin lalu, karena mereka sama-sama saling menjaga dalam situasi apapun.

Seoul, awal musim semi

Sudah dua musim yang mereka lalui semenjak mereka saling mengenal. Dan dimusim ini, musim yang membuat suhu mulai menghangat, musim yang paling indah karena disinilah mereka berada ditengah taman mereka, taman yang ketika musim gugur lalu berwarna merah oranye dan pemandangan daun berjatuhan dan berserakan dimana-mana, taman yang ketika musim dingin lalu hanyalah berwarna putih salju, sekarang sudah mulai berubah menjadi beragam warna. Mulai dari rumput yang menghijau, pohon yang mulai berkembang biak kembali menjadikan dedaunnya berwarna senada dengan rumput menjadikan bunganya berwarna -warni. Pemandangan yang begitu indah ditambah kedua senyum dari sepasang kekasih yang menambah suasana hangat yang menyelimuti menjadi semakin kental terasa. Divichi-Just The Two Of Us end

“Musim yang begitu indah ditambah ini adalah musim semi pertamaku dengan namjachinguku apalagi dia sekarang ada disisiku”

“Ini juga merupakan musim semi pertamaku dengan yeojachinguku. Orang yang paling ingin kujaga selain kedua orangtuaku, orang yang paling berarti selain kedua orangtuaku.”

“Terimakasih”

“Sama-sama” Kecupan hangat sehun berikan pada yoonmi tepat dikeningnya. Mungkin jika saat ini ada seseorang dan orang itu mengabadikan momen ini ditambah dengan pemandangan yang ada sekarang ia pasti sangat bangga dengan hasil potretannya.

“Apakah kau sudah makan siang?”sehun berkata dengan sangat lembut “Belum” menggeleng dan tersenyum bersalah yang diberikan yoonmi membuat sehun tersenyum

“Kalau begitu makanlah, aku membawa bekal karena dapat kutebak kau pasti jarang sekali makan siang”

“Terimakasih sehun-a, rasanya terlalu sempurna mendapatkan namjachingu yang sangat baik dan bertanggung jawab sepertimu”

“Jangan melebih-lebihkan aku juga masih ada kekurangan”

“Tapi rasanya kekurangan yang ada pada dirimu lenyap begitu saja ditutupi dengan sikap kedewasaanmu”

“Terserah padamulah -.-“

Seoul, hari pertama musim panas

“Sehun-a hari ini kita pergi ke taman ya”

“Tentu, hari pertama musim panas harus kita isi dengan pergi ke taman seperti dimusim sebelumnya”

“Ayo berangkat sekarang”

“Ne, ayo berangkat. Jalan kaki saja ya sepedaku rantainya putus”

“Ne, gwenchana”

Sesuai dengan perkataan sehun tadi mereka berjalan, disepanjang jalan mereka terus saja bercanda. Sesampainya di taman pun mereka hanya memanjat pohon saat sampai dipuncaknya mereka duduk dan memandang pemandangan yang tersaji dalam hening. Hanya suara burung yang sedang terbang bebas yang mendominasi tempat ini di sore hari.

“Ayo kita pergi ke cinema, kebetulan ada film bagus yang baru tayang hari ini”

“Ne, ayo aku juga penasaran dengan film itu aku sudah melihat teasernya”

“Kita jalan sekarang?”

“Kita jalan sekarang”

~~~~~~~~

“Astaga film tadi sungguh sangat bagus, tapi sayangnya sekarang ini aku lapar”

“Ya sudah ayo kita makan”

Tidak terasa waktu berjalan begitu cepat saat ini jam telah menunjukkan pukul 11 sedangkan perjalanan pulang apalagi dengan berjalan kaki bisa menghabiskan waktu 1 jam lebih. Sehun yang menyadari hari sudah terlalu larut pun mengajak yoonmi pulang. Suasana di seoul saat malam berbeda sekali dengan saat siang hari. Jika saat siang sangatlah ramai tapi jika malam sangatlah sepi. Sehunpun memilih jalan pintas.

“Yah, ponsel ku mana ya? Tadi ku simpan dimana?”

“Di tasmu tidak ada?”

“Coba ku cari dulu” aku pun berhenti tepat di pinggir trotoar(author gk tau bahasa bakunya trotoar apa)

“Aku jalan duluan ya”

“Ne” sehun pun menyebrangi jalan(lampu lalu lintaskan kalo malem cuman dinyalain warna kuning sehun nyebrang pas di zebra cross, perempatan cuman digang bukan jalan utama) dan memasang earphonenya. Aku yang memang sedang sibuk mengobrak-abrik tas ku mencoba mencari ponselku teringat sesuatu, ku raba saku celana ku hah ternyata ponsel ku ada disaku.

Nggg…Nggg…Nggg(anggep suara mobil kenceng banget)

Kukira awalnya ada balapan mobil liar yang jauh dan hanya terdengar suaranya saja. Aku pun menengok ke arah kananku, dan ternyata mobil yang sedang berlaju cepat sedang mengarah ke sehun. Karena kacanya yang transparan aku dapat melihat bahwa pengemudinya sedang mabuk berat.

“Sehun-aaaaaa awaaaaaaasss!!!!!!!”

Usaha yang dilakukan yoonmi sia-sia, sehun memakai earphone dan mendengarkan lagu dengan volume yang kencang. Yoonmi menjatuhkan tasnya dan langsung berlari. Jarak mobil sudah sangat dekat dan tinggal beberapa cm lagi. Yoonmi tidak sempat ikut berlari ketika ia sudah mendorong tubuh sehun menjauh dari tengah jalan. Sehun yang menyadari bahwa dirinya disentuh menoleh dan langsung melepas earphonenya dia kaget melihat yoonmi mendorong tubuhnya, sesaat sehun menengok ke arah kiri dan mendapati mobil yang sedang berlaju dengan cepat. Sehun meraih lengan yoonmi tapi terlambat tubuhnya sudah terlanjur terjatuh dan kepala belakangnya terbentur trotoar dengan keras yang langsung mengeluarkan banyak darah segar.

Sedangkan yoonmi, setelah yoonmi mendorong tubuh sehun, mobil tadi langsung menabrak tubuh yoonmi dan menyeretnya cukup jauh, tiba-tiba mobil itu berhenti dan tubuh yoonmi terhempas,melayang diudara lalu terjatuh dengan keras dengan kepala yang mendarat(?)lebih dahulu sontak membuat yoonmi langsung pingsan. 2 jam berlalu, yoonmi tersadar. Awalnya ia merasa kesakitan dan sulit berdiri,tetapi ia teringat dengan sehun yang tergeletak jauh dari tempatnya berada sekarang. Sontak yoonmi langsung bangkit dan mencoba berjalan, dengan kondisi tubuh yang sangat parah. Dengan keadaan sekitar yang kurang penerangan, yoonmi merogoh sakunya dan memilih kontak yang tertera dilayar ponselnya lalu mengklik tombol panggil.

“Bisa tolong kirim ambulance kejalan…… sekarang? terjadi kecelakaan. Terimakasih” suara bergetar sekaligus tubuh yoonmi yang melemas. ‘Itu sehun, ayo yoonmi usaha, sedikit lagi,kasian sehun sendiri’ yoonmi mencoba menyemangati dirinya sendiri. Sesampainya ditempat sehun tergeletak, yoonmi langsung merengkuh badan sehun,mengamati apa ada yang terluka, dan ternyata ada. Kepala bagian belakang sehun bocor(makanya pake no drop), darah segar banyak yang keluar. Yoonmi menangis, dan seketika pingsan kembali.

Satu minggu kemudian

Samar-samar aku mendengar suara yang berisik. Kucoba membuka mataku secara perlahan untuk memastikan suara siapa saja,begitu telah berhasil membuka mata dan pandanganku sudah jelas…

“Yak,kenapa kalian mengerubutiku seperti itu. Mengagetkan saja!” mereka menatapku intens tepat diatas kepalaku.

“Maaf,apa ada yang kau rasakan saat ini?”tanya suho

“Tidak,aku baik-baik saja”

“Apa kau tidak pusing atau semacamnya?”tanya baekhyun penasaran

“Tidak”

“Kau serius baik-baik saja? Coba sebutkan nama kami satu-satu”perintah kai

“Ne,kau Kris,Baekhyun,Lay,Suho,Xiumin,Chen,Kai,D.O,Chanyeol,Tao,dan yang terakhir Luhan”

“Yey,ye ye ye yoonmi tidak apa-apa. Kau sehat”sambut bahagia tao

“Yoonmi dokter berkata kau boleh pulang dua hari setelah siuman karena kondisimu sudah sangat baik” jelas kris padaku. Akupun mengangguk.

“Kris..”

“Ya?”

“Bagaimana dengan keadaan sehun?” seketika semua diam

“Sehun baik-baik saja,namun ia belum juga sadar” jawab kris dengan nada yang sangat lembut

“Yang sabar ya yoonmi,sehun itu orangnya kuat kok”luhan menyemangatiku

“Ne,terimakasih”

2 minggu telah berlalu, yoonmi awalnya ragu ingin menjenguk sehun namun rasa rindunya mengalahkan keraguannya. Ya,sehun telah sadar sejak seminggu yang lalu ia diberitahu oleh anak-anak exo. Hari ini ia akan menjenguk kekasihnya dengan riasan rambut diurai,flat shoes,dan balutan dress yang diberikan sehun, yoonmi terlihat sangat manis. Sesampainya dirumah sakit, yoonmi langsung berlari menuju kamar rawat sehun yang berada dilantai dua. Ia mengetuk pintu kamar itu yang langsung dibukakan oleh d.o dan dipersilahkan masuk, semua memberi salam pada yoonmi kecuali sehun. Keningnya berkerut menandakan bahwa ia sedang bingung. Sehun memandangi yoonmi dari bawah sampai atas dengan intens,seperti ada yang salah.

“Hai sayang,apa kabarmu?”yoonmi mendekat menuju ranjang sehun

“Ehm…ehm…uhuk…uhuk….cieeee”begitulah suara dari namja-namja ini jika aku dan sehun sedang berdekatan

“Ehm aku baik, tapi sebelumnya boleh aku bertanya?” aku mengangguk

“Kau siapa?” seketika aku terdiam begitu pula dengan namja-namja ini yang sebelumnya mereka tertawa sekarang berubah menjadi diam disertai kebingungan.

“Kau bercanda ya sehun, masa kau tidak ingat yoonmi sih” elak chanyeol

“Hyung aku tidak mengenalinya sungguh”

“Sehun-a kami serius kau tidak ingat kekasihmu sendiri sedangkan kau ingat pada kami?” elak chen

“Aku sungguh-sungguh. Maafkan aku tapi aku benar-benar tidak mengenalimu”air mataku jatuh.

Aku tidak kuat dengan semua kenyataan pahit ini. Aku berlari kebawah menuju bagian informasi aku bertanya siapa dokter yang menangani sehun, begitu tau aku langsung berlari menuju ruangan dokter itu dan memasukinya. Aku menjelaskan semuanya,dan dokter berkata ternyata hasil pemeriksaan benar. Apa yang dikhawatirkan awalnya dikira hanya kesalahan karena sehun dapat mengingat anak exo tapi begitu melihatku sehun berkata bahwa ia tidak mengenalaiku,sehun amnesia. Dan ia hanya tidak mengingat orang terakhir yang dilihatnya dan orang itu adalah aku.

Hatiku teriris begitu mendengar ini semua walau dokter berkata sehun akan ingat padaku dengan cara melakukan ulang hal-hal yang telah dilakukan aku dengan sehun. Aku keluar dari ruangan dokter setelah berkata terimakasih. Airmataku semakin banyak keluar. Aku memutuskan untuk pulang dan menenangkan diri.

Seoul,awal musim gugur

Aku akan mengulang semua hal yang telah kita lalui agar kau dapat mengingat aku lagi,dengan cara apapun. Hari ini aku pergi kerumah anak exo untuk mengajak sehun pergi dengan mengendarai sepeda. Sesampainya disana aku meminta izin dengan suho dan kris mereka bilang tidak apa-apa terserah sehun mau atau tidak. Aku menemui sehun dan mengajaknya pergi dan ia menerima. Kumulai dari sehun menyatakan perasaannya padaku,tapi dibagian ini aku tidak menyatakan perasaanku pada sehun,lalu pulang. Esoknya ketaman lagi dan pulang. Hanya itu yang kami lakukan selama seminggu dan sehun menikmatinya perlahan-lahan ia mulai bercerita bahwa ia ingat sepertinya ia pernah melakukan semua hal ini tapi ia lupa dengan siapa.

Hari ini ingatannya harus sudah pulih,aku mengajaknya menonton film yang waktu itu telah kami tonton untungnya masih tayang,dan makan direstaurant yang waktu itu kami singgahi dan pulang pada jam yang sama. Pulang pukul sebelas dengan berjalan kaki, tapi ada satu hal yang masih menggangguku. Sehun dari awal hanya memanggilku dengan ‘eh’ atau ‘hei’ dan sama sekali tak ingat namaku, tapi aku merasa tidak apa-apa. Malam ini hawanya beda dingin dan sepi sekali seperti waktu kecelakaan itu dan…

Davichi-To Angel play

“Hei,tunggu aku ingin mengikat tali sepatuku” kata sehun dan ia berhenti tepat di pinggir trotoar

“Ikat saja,aku jalan duluan ya” aku pun menyebrang dengan memasang earphone dan mendengarkan lagu dengan volume yang agak kencang. Tempat ini…bukankah tempat ini tempat kecelakaanku dan sehun. Aku telah selesai mengikat tali sepatuku dan seketika berdiri ingin ikut menyebrang tetapi…

Nggg…Nggg…Nggg(masih ingat dengan suara apa ini)

Aku menoleh dan mendapati mobil berkecepatan tinggi sedang menuju ke arah yoonmi, eh apa? yoonmi? Seketika ingatan sehun kembali berputar,memutar ulang semua kenangannya dengan gadis yang ada ditengah jalan tersebut. Sehun mengingatnya. Ya,ingatan sehun telah kembali. Tapi bukan di kejadian ini seharusnya sehun mengingat yoonmi dan bukan dalam kondisi ini. Kondisi dimana kecelakaan yang menimpa sehun dan yoonmi beberapa waktu lalu hanya saja sekarang posisi mereka yang berubah.

“Yoonmi-yaaaaa!!!AAWAAAAASS!!!” samar yoonmi dapat mendengar suara sehun memanggilnya ia tau berarti sehun telah mengingatnya,ia berputar dan mendapati sehun telah berada dihadapannya sedang mendorong tubuhnya dan berkata aku telah mengingatmu dan seketika tubuh sehun menghilang.

Sehun berlari menuju yoonmi lalu mendorongnya dan berkata aku telah mengingatmu. Setelah yoonmi terdorong oleh sehun dan senyum yang awalnya mengembang berubah menjadi wajah yang datar,kepala yoonmi terbentur pinggir trotoar begitu yoonmi jatuh dan seketika meninggal.

Sedangkan sehun, tubuh sehun terseret mobil dan terhempas dengan keras di tengah jalan dengan luka disekujur tubuhnya dan dengan tenaga terakhir sehun berkata dengan sangat pelan dan yang pasti yoonmi tak dapat mendengarnya ‘Yoonmi-ya aku mencintaimu sampai kapanpun bahkan jika kita atau salah satu dari kita sudah tidak ada di bumi ini. Walaupun dengan kejadian ini aku dapat mengingatmu tetapi aku tetap mencintaimu. Musim-musim yang kita lalui bersama adalah musim yang paling indah yang pernah kurasakan kecuali musim panas. Sampai jumpa yoonmi-ya. 사랑해’. Hembusan nafas terakhir sehun keluarkan dan bersamaan dengan jiwanya yang pergi menuju surga begitu pula dengan yoonmi,setetes airmata terakhir yang dikeluarkannya bersamaan dengan hembusan nafas terakhirnya dengan jiwanya yang pergi menuju surga. Dan kedua roh itu bertemu dilangit bergandengan tangan,dan memasuki surga bersama-sama dengan cinta yang masih melekat diantara keduanya.

                                                                                                               TAMAT

Maaf kalo absurd, alurnya kecepetan, kayanya author bakal hiatus sampe setengah tahun dan baru comeback setelah UN, sekalian nunggu beli laptop author ngetik nih ff dari pc tablet jadi gak enak. Sekian dari saya TERIMA KASIH (감사함니다). Untuk kritik dan saran secara langsung lewat twitter aja di @YSPDwi. Bye sampai jumpa di ff selanjutnya.😀

20 thoughts on “The Seasons

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s