I WILL PROTECT YOU HUNNIE (Chapter 3)

Tittle : I WILL PROTECT YOU HUNNIE (Chapter 3)

yay

Author : Dindong L.Kim (@adinda_elements)

Main Cast :

–          OH SEHOON

–          JUNG HYUN KI (OC)

Support Cast :

–          BYUN BAEKHYUN

–          SEO SANG AKH (OC)

–          Akan bertambah sesuai chapternya

Genre : Romance ,Friendships, Comedy, Gaje (Pasti)

Ratting : PG 15

Length : Chaptered

Disclaimer :

THIS FF IS MADE BY DINDONG L.KIM 😀 all cast hanya saya pinjam untuk dijadikan pemeran di FF ini. PLAGIATOR ?? JUST GO AWAY ^_^ AND SILENT READERS ?? IT’S OK, BECAUSE OF YOU, MAYBE I CAN’T CONTINUE TO WRITE THIS FF ^_^ ALUR IS PURE MINE 🙂

Dindong Notes :

Annyeong Haseo,, Dindong here.. saya kembali dengan kelanjutan FF EXO saya *kibar bendera EXO* HUAA~~ gk terasa, ternyata ff ini sudah menginjak chapter 3 ^0^ *tebar bunga bareng baekki*

So,, happy reading ajha ya ^^

 

Warning : Typo bertebaran (maklum saya juga manusia),, Cerita Gaje,, Alur juga kecepetan ^^ dan juga alurnya ada unsur pemaksaan -_-

Preview Last Chapter =>

“CKLEKK (?)” Pintupun kubuka dan HAP. Aku mendapatkan sebuah pelukan hangat dari seorang namja, Ia membenamkan kepalaku di dadanya. Dan lagi, untuk kedua kalinya. Air mataku terjatuh tanpa sebab. Ku remas seragam kerja namja itu dengan sekuat tenaga, seakan sedang menyalurkan semua kemarahanku. Sementara namja itu hanya mengusap puncak kepalaku dengan lembut.

Setelah tangisku mereda, namja itu langsung memegang wajahku dengan kedua tangannya. Menatap kedua manik mataku dengan lekat.

“kau masih ingin menangis ??” tanyanya dan aku hanya menggeleng. Namja itu lagi – lagi mendekapku, membawa semua rasa sesak yang ada di hatiku.

“kenapa ? kenapa kau begitu jahat padaku ?? kenapa kau membuat otakku tidak bisa berpikir dengan jernih semenjak pagi tadi ?? kenapa kau bisa membuatku menangis ? kenapa ada rasa sesak dihatiku ketika melihatmu dengan yeoja lain? Kenapa ? kenapa ? kenapa ?” tanyaku bertubi – tubi sambil memukul mukul dadanya. Namja itu langsung menahan kedua pergelangan tanganku dan sesaat kemudian ia mulai angkat bicara.

“sebelum kujawab semua pertanyaanmu. Aku ingin menanyakan sebuah pertanyaan kepadamu” ujarnya dan aku langsung menatap heran ke arahnya, seakan bertanya ‘apa itu ?’

Di hirupnya oksigen sejenak sebelum melnjutkan kata – katanya. “siapa namja yang bersamamu sepulang sekolah tadi ??”

‘DEG’ jadi itu alasannya. Sekarang aku tau kenapa sehun berusaha menjauhiku, ternyata dia melihat baekhyun pada saat mengantarku pulang tadi. Tapi apa hubungannya, baekhyun hanya mengantarku pulang, Tidak lebih. Kutatap matanya yang coklat itu dengan tatapan seperti bertanya. Atau, apa mungkin kalau dia ….

“aku cemburu”

Chapter 1 | Chapter 2

^.^ Chapter 3 ^.^

-Jung Hyun Ki Pov-

Mataku terbelalak kaget mendengar pernyataannya. Jujur, baru kali ini sehun mengatakan kalau ia cemburu. Dengan cepat, kulepaskan pelukan hangat sehun tersebut. Kemudian, kutatap matanya yang sendu itu.

“kau cemburu ?? karna seorang wanita sepertiku ??” ejekku seraya tertawa pelan. Sehun yang melihat tawaku, sama sekali tak merespond. Sungguh aneh, biasanya dia akan ikut tertawa kalau aku tertawa. Tapi sekarang ?? hanya sikap dingin yang ia perlihatkan kepadaku. Dan sungguh, itu membuatku merasa canggung dengan sehun.

“aku serius. Jawab pertanyaanku Jung Hyun Ki” ucapnya dengan aksen dingin. Akupun sempat membuka mulutku cukup lebar ketika mendengar ucapan sehun tersebut. Dan sekali lagi, untuk pertama kalinya aku melihat nada bicara sehun yang seserius ini.

Untuk meredakan rasa tegangku, akupun menghirup oksigen sejenak agar semua kecanggungan yang kurasakan terhadap sehun bisa pergi. Setelah merasa lebih lega, akupun kembali menatap manik mata sehun yang ternyata masih menantikan jawabanku.

Dengan senyum yang tulus, akupun menangkupkan kedua tanganku di sisi wajah sehun dan tindakanku tersebut sukses membuat sehun membelalakkan matanya kaget. Oh ayolah, tentu saja dia kaget. Skinship saja, hanya pernah kami lakukan beberapa kali, dan itupun hanya sebatas berpegangan tangan. Tidak lebih.

“satu hal yang harus kau ketahui tuan OH SEHOON” ucapku dan sehun masih tak bergeming. Mungkin dia bingung harus menjawab apa atau mungkin dia masih kaget dengan tindakanku ?? entahlah, kalau urusan itu biarkan saja sehun yang tahu.

“laki – laki yang mengantarkanku pulang sekolah tadi adalah namja chingu——” akupun memberikan jeda terhadap perkataanku dan you know what ?? sehun sudah mulai gelisah ketika mendengar kata “namja chingu” keluar dari mulutku. Secara sadar atau tidak, sekarang wajah sehun benar – benar seperti orang stress. Haha, ingin sekali rasanya aku tertawa ketika melihat wajah sehun yang sekarang.

“k……….” aku kembali memberi jeda terhadap ucapanku. well, tidak salah bukan kalau aku mempermainkan sehun ??

“dia adalah namja chingu sahabatku >.<” teriakku kegirangan seraya mencubit kedua pipi sehun. Setelah mengatakan itu, entah kenapa semua beban yang sempat melanda hatiku menjadi sirna seketika. Disela – sela kegiranganku, aku dapat melihat sehun yang sedang mengelus – elus kedua pipi chubbynya itu. Apa aku mencubitnya terlalu keras ?? Ah, kurasa tidak. Tapi ada satu ekspresi yang benar – benar membuatku lega. Yaitu, senyum manis sehun yang seharian ini hilang, kembali datang ^^

“GREEPP (?)” tiba – tiba tanganku ditarik oleh sehun dan tentu saja, aku belum memasang persiapan apapun sampai – sampai sekarang. aku sudah terjatuh ke dalam pelukan hangat sehun. Ughhh, pelukan ini akan ku dedikasikan sebagai pelukan terhangat yang pernah kuterima, setelah pelukan ibuku.

“kumohon. Jangan tinggalkan aku. Aku menyayangimu” ‘DEG’ jantungku langsung berdetak secara tak karuan ketika mendengar pernyataan sehun tadi. Tunggu, apakah ini benar – benar perasaan sehun kepadaku ??

Akupun berusaha keluar dari pelukan hangat sehun, namun ia tetap kukuh mengurungku di dalam pelukannya. Merasa tak bisa keluar, akupun hanya dapat menatap wajah sehun yang berjarak tak lebih dari 10 cm di atas kepalaku. Well, aku memang kalah tinggi dari sehun.

“kau menyayangiku sebagai apa ?? kita berteman dan kurasa, akan seperti itu sampai ingatanmu benar – benar pulih” jujur saja, hati ini terasa sakit ketika aku mengatakan kalimat itu. Kalau boleh jujur, sebenarnya aku menginginkan sehun untuk menjadi pendamping hidupku. Tapi apa daya, ingatannya masih belum pulih. Jikalau ia memang menganggapku lebih dari sekedar teman untuk sekarang ini, kurasa itu wajar. Karena aku selalu menjadi orang pertama yang ia lihat sewaktu bangun tidur dan aku juga adalah orang terakhir yang akan ia lihat ketika ia akan tidur.

Tapi bagaimana kalau ingatannya pulih kembali ?? tidak menutup kemungkinan bukan, kalau ia akan menganggapku sebagai orang asing ?? dan hal itulah yang paling kutakutkan. Sungguh, aku tak ingin terlalu hanyut akan perasaanku terhadap sehun yang sekarang. Biarkanlah perasaan ini mengalir seperti air sungai kecil yang tenang. Lagi, kuhembuskan nafasku dengan sedikit kasar.

“apa kau tidak memiliki perasaan yang sama seperti apa yang kurasakan ??” tanyanya dan ingin sekali rasanya bagiku untuk mengatakan iya. Namun sayang. Keinginanku tersebut sangat bertolak belakang dengan perbuatanku.

“sahabat ? aku menyayangimu sebagai sahabat” ya, itulah yang keluar dari mulutku dan setelah mengatakan itu, aku merasakan kalau pelukan sehun menjadi agak renggang. Dan dengan demikian, akupun dapat keluar dari penjara kecil yang dibuat sehun.

“tidak lebih ??” tanyanya seraya menatap kedua bola mataku secara lekat. Akupun menggelengkan kepalaku pelan. Sungguh, berat rasanya bagiku untuk menggeleng. ‘aku mencintaimu sehun, sungguh.’ Batinku

“bisa kita kembali bekerja sekarang ?? kalau terlalu lama disini, kita akan kena pecat” saranku dan langsung pergi meninggalkan sehun yang masih diam pada posisinya.

Maafkan aku sehun, bukan maksudku untuk menyakitimu. Tapi inilah kita, kau hanya akan mengenalku sekarang. Mungkin, ketika ingatanmu kembali. Kau, aku akan kembali ke dunia masing – masing. Tak ada rasa suka maupun cinta. Yang ada hanyalah perasaan asing seperti orang yang tak saling kenal.

-Oh Sehoon POV-

“tidak lebih ??” tanyaku dan Hyun Ki menjawabnya dengan sebuah gelengan pelan. Melihat gelengan Hyun Ki, aku merasakan ada ribuan anak panah yang menancap tepat di jantungku. Apa ini yang dinamakan penolakan ?? tapi kenapa ?? kenapa Hyun Ki menolakku ?? bukankah tadi dia menangis karena aku dekat dengan salah satu pelanggan toko ??

-I Will Oh Sehoon ^^-

“Hunnie, kau tidak lapar ??” Tanya Hyun Ki dengan mulut yang dipenuhi oleh roti isi. Aku hanya menggeleng lemah, kemudian ia kembali larut dengan roti isinya.

“Hunnie ?” panggilnya dan akupun tersentak kaget mendengar panggilannya tersebut.

“Ya ??”

“kau masih memikirkan yang tadi, eum ??” tanyanya dan aku hanya menggeleng.

“sudahlah, yang tadi anggap saja tidak pernah terjadi” balasku lemah dan langsung pergi menuju kamar. Sungguh, pikiranku sedang tidak karuan sekarang.

-I Will Oh Sehoon ^^-

“Hyun Ki” panggilku seraya melihat kearah langit – langit kamar.

“ya ??”

“boleh aku tidur di kasurmu ?? kurasa kasurku agak basah” pintaku seraya mengalihkan pandanganku kearah Hyun Ki. Kulihat ia sedang berfikir, namun tak beberapa lama kemudian iapun menyetujui permintaanku. Dengan semangat, akupun berjalan menuju tempat tidur Hyun Ki.

“kau mau kemana ??” tanyaku ketika melihat Hyun Ki mengangkat selimut beserta bantalnya dari tempat tidurnya.

“kau bercanda ?? tidak mungkin kita tidur berdua di tempat tidur ini”  ucapnya dan rasa kecewaku kembali menghampiriku.

“lalu ??”

“aku akan tidur di bawah” jawabnya dengan santai seraya menjatuhkan dirinya diatas karpet yang terbentang antara tempat tidurku dan tempat tidurnya.

“Hyun Ki” panggil ku lagi dan Hyun Ki tidak menjawabku. Ia hanya melemparkan pandangan seperti bertanya ‘ada apa ?’ kepadaku.

“untuk kali ini saja. Boleh aku tidur di sampingmu ?? aku berjanji, tidak akan berbuat yang macam – macam padamu” tuturku dan Hyun Ki tampak kembali berfikir.

“tentu saja, aku percaya padamu” senyumku terkembang seketika pada saat mendengar pernyataann itu keluar dari mulut Hyun Ki dan tanpa ragu – ragu lagi, aku langsung saja mengambil tempat yang ada di sebelah Hyun Ki.

‘kuharap ini bisa membantu’ batinku dan langsung memejamkan mataku.

-Jung Hyun Ki POV-

“tentu saja, aku percaya padamu” jawabku dan sehunpun langsung tidur di sebelahku. Selang beberapa menit kemudian, mataku masih belum bisa diajak untuk tidur. Namun dilain pihak, aku dapat mendengar suara dengkuran kecil yang terlontar dari mulut sehun.

Merasa penasaran dengan wajah tidur sehun. Akupun membalikan badanku dan dengan begitu aku dapat melihat wajah tidur sehun yang damai. Senyum tipispun sempat ku kembangkan ketika melihat wajah sehun yang seperti itu dan entah dalam keadaan sadar atau tidak, tanganku secara reflek bergerak mengelus pipi mulus sehun.

Dan kalian tau apa respond yang sehun berikan ?? ia masih saja tertidur dengan lelapnya. Haha, untung saja…

‘kurasa ini waktu yang tepat’ batinku dan akupun langsung menjauhkan tanganku dari pipi sehun. Kemudian, kutatap wajah damai sehun dengan tatapan yang sendu. Kuharap, dengan pernyataan ini semua rasa yang berkecamuk di hatiku dapat menghilang.

“OH SEHOON. Aku juga mencintaimu, bahkan sangat mencintaimu. Kuharap suatu hari nanti, ketika ingatanmu telah pulih. Izinkan aku meminta satu permohonan kepada TUHAN. Dan kau tau apa permintaanku ?? kuharap, kau tidak melupakanku beserta perasaan manis itu. ” Tuturku lembut dan tanpa disangka – sangka, sebuah senyum tipis terkembang di wajah sehun. Apa dia mendengarnya ?? ah tidak mungkin.

Beberapa saat kemudian, rasa kantukpun mulai melandaku.

“HUAAA” akupun sempat menguap cukup lebar ketika merasa rasa kantukku sudah mencapai puncaknya. Matakupun sudah tertutup dengan sempurna. Dan entah ini masih di dunia nyata atau aku sudah masuk ke dalam dunia mimpi, aku merasa ada sebuah benda yang cukup basah dan tipis tertempel dengan sempurna di atas bibirku. Ah, masa bodoh. Mungkin ini bukanlah sebuah kenyataan. Pikirku dan beberapa saat kemudian, kesadaranku benar – benar telah lenyap.

-Oh Sehoon POV-

“……………. Kuharap, kau tidak melupakanku beserta perasaan manis itu” mendengar tuturan Hyun Ki itu membuat perasaan senangku bertambah berpuluh – puluh kali lipat. Haha, tak sia – sia aku berpura – pura tertidur. Ternyata Hyun Ki benar – benar mengatakannya.

“HUAAAA~” telingaku kembali mendengar suara uapan. Oh, kurasa sebentar lagi Hyun Ki akan tertidur. Akupun juga berniat untuk segera tidur dikarenakan  apa yang kuinginkan sudah terkabul. Tapi tunggu, aku juga ingin melihat wajah tidur Hyun Ki.

Sedikit demi sedikit, kubuka mataku dan ketika mataku sudah terbuka dengan sempurna, sebuah pemandangan Indah yang jarang kudapatkan, dengan mudahnya terlihat oleh mataku sekarang ini. Wajah mulus dan tentram ini, kuharap akan selalu menghiasi setiap detik hidupku. Masa bodoh dengan masa laluku, aku sudah tak ingin mengingatnya. Lagipula ini sudah lebih dari satu bulan dan tak ada tanda – tanda tentang pencarian orang hilang. Kurasa semua keluargaku sudah melupakanku dan Hyun Ki adalah satu – satunya masa depanku.

“CHU” tunggu,apa yang baru saja kulakukan ?? mencium Hyun Ki ??

Maafkan aku Hyun Ki karena telah merebut ciuman pertamamu, sungguh aku tak bermaksud mengambilnya. Hanya saja tubuhku reflek melakukan itu..

-I Will JUNG HYUN KI ^^-

“Hyun Ki, kau sedang apa ??” tanyaku seraya duduk disamping Hyun Ki. Hyun Ki hanya melemparkan pandangan anehnya kepadaku. Hei, apa ada yang salah denganku ?? tidak biasanya ia menatapku dengan tatapan seperti itu.

“k—kau kenapa ??” jujur saja, aku sungguh gugup sekarang. Melihat wajah serius HYUN Ki membuat bulu leherku meremang. Seperti melihat hantu saja.

“kau bertanya kepadaku ?? seharusnya aku yang bertanya padamu. Kenapa kau begitu senang hari ini ??” Hyun ki masih menatapku dengan tatapan seriusnya. Aigo, bagaimana caraku menjawab pertanyaannya ?? tidak mungkin bukan, kalau aku mengatakan bahwasanya tadi malam aku mendengar semua tuturan Hyun Ki. ARRGGHH~ Bisa-bisa aku dimarahi dan yang paling buruk adalah…

Tidak mungkin aku mengatakan kalau aku baru saja mencuri ciuman pertamanya tadi malam.

“me—memangnya salah ka—kalau aku senang ??” kuharap dengan pertanyaan ini bisa membantuku. Kulihat Hyun Ki meraba dahiku. Senyum manisnyapun akhirnya tampak. Oh Tuhan, senyuman inilah yang kutunggu dari tadi.

“Haha, kau jangan tegang begitu. Aku senang melihat sehun yang seperti ini” ucapnya seraya mengacak – acak rambutku. Dan apa kalian tau ? perlakuannya itu sukses membuat jantungku berdegub dengan kencang. Kuharap perasaan ini tidak akan hilang. Oh Tuhan, kumohon.

­­-I Will Oh Sehoon ^^-

-Author Pov-

“aku tak menyangka kalau hari ini akan lebih sibuk dari biasanya” rutuk Hyun Ki seraya meregangkan otot – otot badannya yang terasa kaku. Sehun yang berada disampingnyapun juga mengiyakan rutukan Hyun Ki.

“kau benar. Biasanya aku hanya dua kali menukar barang. Dan tadi ?? kau tau ?? aku hampir 5 kali pergi kegudang untuk mengisi stock barang yang sudah habis. Sungguh luar biasa” tambah sehun.

“Argghhh, aku ingin mandi” ucap Hyun Kid an itu membuat sehun langsung menatap Hyun Ki dengan jahil.

“hei, bagaimana kalau kita mandi bersama ??” jahil sehun dan itu membuat Hyun Ki menatap sehun dengan tatapan tak percayanya dan seketika itu juga Hyun Ki memukul – mukul badan sehun. Ya,walaupun pukulan kecil tapi karena badannya sudah kelelahan. Sehunpun beraduh ria.

“YA!! Darimana kau mendapatkan kata yadong itu ?? buang jauh – jauh pikiran kotormu itu” perintah Hyun Ki masih memukul – mukul badan sehun.

“YA, Hentikan Jung Hyun Ki!! Itu membuat tubuhku semakin sakit” bela sehun seraya menghindari semua pukulan Hyun Ki yang bertubi – tubi.

“biarkan saja aku terus seperti ini sebelum kau tarik semua ucapan–” bentakan Hyun Ki terhenti ketika mendapati badan sehun yang menabrak dua orang bertubuh kekar. Hyun Ki pun memberhentikan pukulannya terhadap sehun.

“maaf tuan” ucap keduanya seraya menundukkan kepala masing – masing.

Hyun Ki dan sehunpun kembali melanjutkan jalannya pulang ke rumah dengan kepala yang ditundukkan. Mereka seperti ketakutan karena baru saja menabrak dua orang yang bertubuh kekar.

“apa dia orangnya ??” tanpa sehun dan Hyun Ki dengar, ternyata kedua orang bertubuh kekar itu berbicara satu sama lainnya seraya menunjuk kearah sehun.

“kurasa begitu, sebaiknya kita bersihkan saja dia” jawab pria bertubuh kekar lainnya dan mereka berduapun berjalan dengan cepat agar dapat menyusul sehun dan Hyun Ki.

“YA!!” Pekik Hyun Ki ketika melihat salah seorang pria bertubuh kekar yang ia tabrak tadi muncul secara tiba – tiba dihadapannya.

“maaf, bukankah kami sudah meminta maaf kepada kalian ?? kami mohon, ijinkan kami pulang” sehun menengahi dan langsung menarik pergelangan tangan Hyun Ki. Senyum miringpun ditunjukkan oleh pria bertubuh kekar itu dan tanpa menunggu lama, iapun memegang bahu sehun membuat sehun memberhentikan langkahnya. Dan selanjutnya, ia membalikkan badan sehun agar dapat berpapasan dengannya.

“PLAKK” pria yang bertubuh kekar lainnya (sebut saja namanya A) menampar pipi kanan Hyun Ki dengan cukup keras, membuat Hyun Ki tersungkur mencium tanah. Sehun yang melihat itu langsung mengepalkan kedua tangannya. Sungguh, ia benar – benar telah habis akan kesabaran.

“BUGHH~” Sehun melancarkan satu pukulan dan itu tepat mengenai pipi  pria bertubuh kekar tersebut. Walaupun cahaya yang menerangi mereka hanya remang – remang, tetapi sehun dapat melihat ada bercak darah yang berada di sudut bibir pria kekar yang ia pukul tadi.

“oh ? jadi kau berani, eoh ??”

“aku tidak akan memulai jika kalian tidak memulainya”

“omong kosong dengan semua ucapanmu!!!”

Kedua pria kekar itu mengepung sehun dan keduanya sama – sama telah mengambil ancang – ancang untuk memukul sehun. Hyun Ki yang melihat sehun hendak dipukuli tidak bisa berbuat apa – apa. Bukannya ia tidak ingin menolong sehun, hanya saja ia terhempas ketanah dengan cukup keras sehingga untuk berteriak saja ia tak mampu. Hawa mencekampun sudah berada di sekeliling mereka, Hyun Kipun merasa bulu – bulu kecil yang ada di lehernya meremang.

Salah seorangpun telah memulai pertengkaran tersebut, ia melancarkan sebuah pukulan yang keras kearah pipi sehun dan jujur, pukulan itu benar – beanr tepat mengenai pipi sehun. Darah segarpun sehun ludahkan dari mulutnya. Sebelum memulai serangan, sehun melihat kearah Hyun Ki yang menatapnya dengan tatapan ‘jangan berkelahi’. Namun sehun menghiraukannya, ia sudah termakan api emosi sekarang.

Sehun membalas namun pukulannya hanya mengenai ujung perut salah satu pria bertubuh kekar tersebut. Sayang, sehun benar – benar lengah dan lagi, ia mendapatkan pukulan telak di perutnya. Darah segar lagi – lagi ia keluarkan dari mulutnya. Kedua pria bertubuh kekar itu merespond dengan tawaan kebahagiaan. Sementara Hyun Ki ?? ia semakin berusaha untuk berdiri agar dapat menolong sehun. Sungguh, ia tidak tega melihat sehun yang sudah memuntahkan darah sebanyak dua kali dari mulutnya.

Bagaimana dengan Sehun ?? Heol, dia masih tegap berdiri dan posisinya masih saja dalam keadaan menyerang.

“hanya itu ?? kukira kalian bisa berbuat lebih”

Sehun meremehkan dan itu membuat hasrat kedua pria bertubuh kekar untuk menghabisi sehun semakin bertambah.

“HENTIKAN OH SEHOON” Pekik Hyun Ki namun terlambat, perkelahian yang penuh akan darah itu kembali terjadi. Dan sekarang, nyawa sehun benar – benar akan tamat jika melihat posisinya yang sudah terkepung.

Pukulan dan seranganpun seringkali berlangsung. Namun, sialnya bagi sehun adalah setiap pukulannya tidak pernah tepat mengenai sasaran. Sementara untuk lawannya ?? sehun benar – benar sudah berada dalam keadaan yang mengkhawatirkan.

Rasa takutpun kembali Hyun Ki perlihatkan ketika melihat badan sehun yang sudah jatuh tersungkur. Hidungnya sudah berdarah, begitupula dengan mulutnya. Hyun Ki pun menangis dan langsung menghampiri raga sehun yang lelah tersebut.

“HENTIKAN!! KUMOHON” Pekik Hyun Ki lagi namun dua orang pria kekar di depannya hanya tersenyum.

“jangan harap” balasnya dan kembali melontarkan sebuah pukulan. Hyun Kipun menutup matanya, ia berharap semoga ada orang yang menolongnya dan juga sehun.

“siapa saja, kumohon tolong aku” gumam Hyun Kid an ketika pukulan pria bertubuh kekar itu hendak mengenai Hyun Ki. Sebuah suara pekikan yang ada di ujung gang, membuat pria bertubuh kekar itu menghentikan aksinya yang hendak memukul Hyun Ki.

“YA!! HENTIKANN…”

-To Be Continued-

Ok, saya mohon jangan demo >.<

Maaf atas keterlambatan chapter ini *Bow With Baekkie*

Sebenarnya tadi saya ragu ingin post IWPYH atau Naughty Boys disini, dan akhirnya terputuskan sudah kalau yang saya post hari ini adalah IWPYH 🙂

Maaf kalau chapter ini tidak memenuhi perkiraan kalian *Bow again with Baekkie*

Dan untuk naughty Boys, kalian bisa lihat disini => Adinda Fiction

Sudah ??

Annyeong ^^

Don’t forget to give your comment my friend ^^

Karena komentar kalian itu seperti udara pagi yang menyegarkan bagi saya agar dapat melanjutkan semua fiction saya ^^

Dan terakhir, Love You~~ ^^

50 thoughts on “I WILL PROTECT YOU HUNNIE (Chapter 3)

  1. keren thor ffnya… mian telat ngomen~
    ya.. siapa yg pukulin bias aku eoh-_-
    untung ada orng,tp penasaram siapa yg teriak itu ya? next thor~

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s