My Overprotective Boy chapter 1 [jealously boy and evil girl]

tittle : My Overprotective Boy [jealously boy and evil girl]
author : @ismimeey
Gendre : romance-comedy (maybe)
length : Chaptered
cast :
Park Minhyo
Kim Jongin
All Exo Memer
Yoo Hee Mi

*********************************
nah buat yang belum tau ini bisa dibilang kepanjangan dari drabble ku yang sebelumnya. buat yang belum baca aku saranin baca drabble ku dulu biar ngerti sama cerita yang ini

https://exofanfictionworld.wordpress.com/2013/12/02/my-overprotective-boy/

well, ini merupakan ff chaptered aku yang pertama. sebelumnya aku lebih banyak bikin ff series oneshoot. semoga readerdeul suka ^^ and have fun..

happy reading ^^

*************

He is my overprotective boy, but whatever he is, I love him


“Kai..sebenarnya kau memacari seorang gadis atau iblis,ha?!”

-0 My Overprotective Boy 0-

Hari senin. Hari yang paling menyebalkan menurut Minhyo, hari dimana ia kembali ke rutinitas yang harus ia jalani setelah menikmati saat-saat free day-nya.

Memang jika sudah libur maka akan sangat malas lagi untuk melakukan aktifitas seperti biasa.
Ditambah pelajaran di hari senin benar-benar tidak bersahabat dengannya, dimulai dengan si rumit matematika, kimia, b.korea, biologi, dan diakhiri dengan pelajaran yang bagi Minhyo sangat horror alias menyeramkan, yaitu fisika (jadwal pelajaran author waktu kelas 10 -,-).

Entah siapa yang membuat jadwal sialan seperti itu, Minhyo benar-benar akan mengutuknya. Hell! Ia tidak ingin botak diumurnya yang masih sangat belia ini.

Minhyo meletakkan kepalanya diatas meja yang sengaja ia tutupi oleh buku fisika yang ia letakkan dengan posisi berdiri, sengaja ia gunakan sebagai tameng agar tidak ketahuan tidur-tiduran dikelas. Minhyo tidak pernah mengerti dengan fisika dan segala rumusnya yang susah sekali ia ingat. Jadi ia menyerah saja dan memutuskan untuk mengeluarkan handphone-nya.

Hee Mi, teman sebangku sekaligus sahabat Minhyo hanya geleng-geleng kepala melihat kelakuan sahabatnya yang tidak pernah berubah, selalu saja mengabaikan pelajaran yang tidak ia sukai.

Jika sudah begini Hee Mi harus ekstra berjaga untuk mengawasi guru fisika yang sedang mengajar jika saja sewaktu-waktu ia melirik Park Minhyo yang tengah tidur-tiduran diatas mejanya sembari memainkan ponselnya.

‘oppa bogoshipoyo~ <3’

Send

Minhyo mengirim pesan itu kepada kekasihnya, Kim Jongin alias Kai. Member grup rookie yang tengah naik daun akhir-akhir ini. Jangan heran, Minhyo merupakan sepupu Park Chanyeol teman 1 grup Kai. Dan karena Park Chanyeol ini lah Minhyo bisa bertemu dengan Kai dan bisa menjalin hubungan dengan pria berkulit eksotis itu.

‘yak! Kapan kau akan pintar jika disaat belajar kau malah mengirimi ku pesan. Cepat sana perhatikan guru mu’

Minhyo jelas saja langsung cemberut begitu membca balasan pesan dari kekasihnya.

‘aku bosan dan tidak mengerti apa yang ia ajarkan. Lagipula apa salahnya jika aku mengirim pesan kepada kekasihku sendiri? >,<’

Send

‘jelas saja kau salah, mengirimi ku pesan disaat jam belajar mu. Fokuslah pada pelajaran mu sekarang dan berhenti mengirimi ku pesan-__-’

Minhyo membulatkan matanya, rasanya ia sangat ingin menguliti Kai saat ini juga. Benarbenar pria menyebalkan.

‘yasudah aku akan mengirim pesan kepada Sehun atau Baekhyun oppa saja, setidaknya mereka tidak akan marah-marah seperti mu.
ANYEONG!!!’

Send

Minhyo mengetik pesan itu dengan emosi, mungkin sampai layar handphone nya nyaris retak karena tekanan jarinya yang membabi buta.

‘Yak! Apa-apaan itu… jika kau benar-benar melakukannya kau akan tau akibatnya.’

‘bukankah kau yang menyuruhku untuk tidak meng-sms mu lagi? -,-‘’ ‘

Send

‘aish… baiklah..baiklah Minhyo ku sayang.. fokuslah pada pelajaran mu, kau tau? Wanita pintar itu mempunyai nilai plus untuk ku. Buatlah aku makin terpesona dengan mu karena otak mu juga, ya walaupun aku tahu otak mu itu pas-pasan tapi setidaknya dengan giat belajar dan focus IQ mu bisa sedikit bertambah. Nado bogoshipoyo .. saranghae {} ‘

Awalnya Minhyo tersenyum dan serasa ingin melayang namun melihat kata-kata Kai selanjutnya mata gadis itu menyipit, ia mendengus kesal. Kai memang pandai membuat mood-nya berubah-ubah, dan diakhir kalimatnya Kai mampu meredakan segala amarah Minhyo yang hampir meledak.

“nado saranghae’’Minhyo tersenyum lantas memeluk handphone ya dengan mata yang terpejam, ia membayangkan jika handphone nya itu adalah Kai, ah ia benar-benar merindukan pria itu.

-0 My overprotective boy 0-

Baekhyun dan Chanyeol sedari tadi terus memperhatikan tingkah aneh Kai, dongsaeng nya yang satu ini terus saja tersenyum tidak jelas sembari menatap ponselnya, mereka berdua saling tatap-tatapan dengan mata yang sama-sama memicing. Lalu seperti tahu isi kepala mereka masing-masing, baik Baekhyun maupun Chanyeol mengangguk dengan seringaian jahilnya. Ia mendekati Kai dengan erlahan tanpa menimbulkan suara apapun.

“waaaaa….” Chanyeol mengageti Kai lantas dengan gerakan cepat ia merampas ponsel hitam milik Kai.

“yak! Kembalikan ponsel ku hyung!!” sergah Kai dengan wajah kesalnya. Agak susah juga merebut ponselnya lagi karena tinggi Chanyeol yang berlebihan.

“omo! Jadi dari tadi kau senyum-senyum sendiri seperti orang yang tidak waras hanya karena si pendek Park Minhyo.. ckck” Chanyeol menunjukkan layar ponsel Kai pada Baekhyun lalu mereka berdua terkikik bersama.

“apa maksudmu menghina yeoja chingu ku!?” ujar Kai yang sudah kesal maksimal.

“kau tau kan aku Park Chanyeol si pria proporsional dan bertubuh tinggi bak model papan atas memiliki sepupu yang bahkan tingginya lebih pendek dari seorang Byun Baekhyun yang notabene adalah pria berusia 21 tahun yang tinggi badannya sama dengan tetangga ku yang berusia 15 tahun. Well, akusempat meragukan kalau Minhyo itu adalah sepupu ku. Kurasa diantara keluarga Park hanya dia yang mempunyai tubuh mini.”

dan sekarang Chanyeol mendapatkan ‘death-glare’ dari Baekhyun dan Kai, sekarang Baekhyun bersekongkol dengan Kai untuk menghabisi Chanyeol si mulut besar,

“apa?” Tanya Chanyeol pura-pura polos seolah dia tidak melakukan apapun.

“kyaaa…” Chanyeol berteriak kaget ketika Kai tiba-tiba saja menerjangnya dan otomatis membuatnya terjatuh dengan posisi terlentang dilantai, langsung saja Baekhyun beraksi setelahnya dengan mencekik leher Park Chanyeol disusul degan tawa jahat Kai yang puas melihat hyung nya gelagapan.

-0 My overprotective boy 0-

Minhyo sedari tadi terus menatap jam tangan pink yang melingkar
ditangannya. Ia lantas mengalihkan pandangannya pada lingkungan disekitarnya, matanya tak sengaja menangkap pemandangan seorang siswi yang berasal dari sekolahnya tengah tersenyum kepada pria yang sepertinya sudah menunggu gadis itu didepan gerbang sekolah.

Ia tersenyum melihat hal itu, namun kemudian senyumnya pudar.

Terkadang ia suka iri dengan teman-temannya yang bebas menunjukkan perasaan mereka didepan umum, tapi sekali lagi Minhyo mencoba mengerti dengan keadaan kekasihnya yang merupakan seorang entertainer.

Menjadi seorang artis memang impian Kai sejak dulu, dan Minhyo tidak mungkin menghancurkan mimpi yang baru saja Kai raih dengan segala kerja kerasnya hanya karena keinginan konyolnya.

Minhyo tersadar dari lamunannya ketika suara klakson mobil mengaggetkan gadis itu. Sebuah senyuman langsung saja tercetak diwajah gadis itu, dengan ceria Minhyo menghampiri mobil yang sangat familiar baginya.

“oppa.. jeongmal bogoshipoyo~~~” seru Minyo dengan suara manjanya, langsung saja ia memeluk lengan pria yang sedang duduk dikursi kemudi.

“yak Hyo-ya lepaskan.. nanti ada yang lihat. Aish.. gadis ini”

Minhyo merenggut begitu mendengar ucapan Kai, ya Kai memang terkadang menjemput Minhyo jika ia mempunyai waktu luang.

“ish.. kau selalu saja seperti itu, dasar kkamjong menyebalkan.”

Minhyo langsung saja melepas tangannya dari lengan kai, Minhyo mengalihkan pandangannya ke kaca mobil Kai dengan bibirnya yang mengerucut. Kai yang melihat kekasihnya sedang merajuk hanya geleng-geleng kepala saja.

Tiba-tiba saja ponsel yang Minhyo letakkan di saku blazernya bergetar,gadis itu merogoh saku blazernya dan menemukan sebuah sms disana.

From : sehun

‘hai Minhyo-ya, apa kabar? Maaf ya aku jarang memberi kabar padamu. Akhir-akhir ini exo memang sedang sibuk, mainlah ke dorm selagi Kita semua sedang berkumpul sekarang. Aku tahu ini memalukan tapi.. jeongmal bogishipo..’

Minhyo langsung mengubah ekspresi wajahnya, bibirnya yang tadi mengerucut sekarang berubah menjadi sebuah lengkungan manis keatas.

Ia baru saja akan membalas pesan dari Sehun jika Kai tidak langsung merebut ponselnya itu.

“sini kan ponsel ku, oppa.” Ujar Minhyo agak kesal, ia kadang merasa bodoh kenapa bisa-bisanya ia mencintai pria yang egois dan semaunya sendiri seperti Kai.

“MWOOOOOO???”

Kai langsung membulatkan matanya begitu membaca kata-kata yang tertera dilayar ponsel Minhyo, ia langsung saja menatap Minhyo tajam. Tanpa banyak bicara Kai memberhentikan mobilnya dipinggir jalan lantas melepas baterai ponsel Minhyo dan menyerahkan ponsel tanpa baterai itu pada Minhyo dengan wajah dinginnya.

“oppa kenapa harus begitu? Itu kan hanya Sehun.” Rajuk Minhyo. Bisa gawat juga kalau Kai benar-benar marah.

“dan karena itu hanya ‘oh Sehun’ kau mengijinkannya mengirimi mu
kata-kata seperti itu?” ucap Kai masih dengan suara dinginnya.

“kata-kata seperti apa?” Tanya Minhyo tidak mengerti. Baginya isi pesan Sehun barusn wajar-wajar saja dan tidak mengandung kata-kata yang aneh.

“apa perlu aku ingatkan kata-katanya di akhir kaliamatnya itu?!” tekan Kai seraya melirik sebal Minhyo yang kelewat ‘lola’ kali ini.

Minhyo menghela napas, ia tau betul kekasihnya sedang cemburu.

“Mianhae… nanti jika aku bertemu dengan sehun oppa aku akan berbicara padanya.” Lirih Minhyo mengalah. Ia tidak ingin berdebat karena hal sepele seperti ini.

Kai tidak menjawab apa-apa, ia hanya kembali menjalankan mobilnya tanpa berkata apapun. Minhyo kembali menghela napas lega, ekspresi Kai sudah kembali seperti semula.

Ia tersenyum kearah Kai yang sedang focus menyetir, rasa kesalnya pada pria ini memang tidak bisa bertahan lama.

“oppa~~~”

ia kembali ke Minhyo yang semula. Tangan mungilnya kembali mendekap lengan Kai yang sedang menyetir.

“Kai oppa~~” panggil Minhyo lagi dengan nada spoiled nya.

“wae?” Tanya Kai singkat, masih focus menyetir.

“diluar panas sekali ya oppa.” Ucap Minhyo yang membuat alis Kai mengernyit.

“katakan saja apa yang kau mau, tidak usah bertele-tele seperti itu.”

Minhyo tertawa kecil, “ice cream, otte?”

“tidak! Tenggorokan ku bisa sakit jika makan ice cream.”
Minhyo kembali mengerucutkan bibirnya begitu mendengar jawaban menyebalkan yang keluar dari mulut tajam Kai.

“oppa.. ayolah~~” rayu Minhyo, ia bahkan menggoyang-goyangkan lengan Kai seperti anak kecil yang sedang merengek kepada ibunya,

“no..no..no..” kai menggelengkan kepalanya, sebenarnya hanya untuk mengerjai Minhyo saja. Rasanya menyenangkan melihat gadis ini merengek dan bermanja-manja padanya, membuat dada Kai menghangat.

“oppa aku baru sadar jika lengan mu kekar sekali, whoaaa Wajah mu juga makin tampan. Omo! Kkamjong jjang!!” rayu Minhyo lagi dengan mata yang berkedip-kedip tidak natural seperti orang yang sedang kelilipan.

kali ini ia melontarkan pujian yang agak sedikit berlebihan dan beberapa tidak sesuai fakta, Kai bahkan tidak mempunyai otot lengan.

“yak! Hentikan.. kau membuatku ingin mengigitmu.”

Minhyo tertawa mendengar kata-kata Kai. Ia melepaskan rangkulannya dilengan Kai dan kembali duduk tegak ditempatnya. “jadi bagimana?”

“hmm… tapi aku tidak mau keluar dari mobil, kau harus membelinya sendiri.” Jawab Kai. Minhyo tersenyum senang dan mencondongkan tubuhnya kearah Kai dan langsung saja sebuah kecupan ringan mendarat dipipi Kai.

“kkamjong benar-benar jjang!” seru Minhyo gembira

-0 My Overprotective Boy 0-

“ini…”

Minhyo menyodorkan sebuah ice cream cokelat kepada Kai yang menunggunya didalam mobil.

“sengaja aku belikan rasa cokelat sesuai dengan warna kulitmu,” ujar Minhyo dengan wajah polos yang sangat dibuat-buat, membuat Kai memberikannya ‘death-glare’ nya.

“aku tidak hitam!”

Kai merampas ice cream yang Minhyo sodorkan dengan kesal. Minhyo tersenyum puas begitu melihat wajah Kai yang kesal, well ia sangat tahu jika Kai memang tidak pernah mau mengakui kulit hitamnya itu.

“dasar pendek,” Kai bergumam tajam, tapi tetap saja telinga Minhyo bisa mendengar suara gumaman Kai barusan. Ia yang tengah asyik menyantap ice cream vanilla nya langsung mengalihkan tatapannya ke Kai.

“apa?” Tanya Kai yang malah sekarang antian memasang tampang pura-pura polosnya.

Minhyo mendengus dan lebih memilih untuk tidak melanjutkan perdebatan ini, toh ia duluan yang memulainya. Ia kembali focus dengan ice cream vanilla yang nyaris meleleh ditangannya.

Minhyo benar-benar menyukai si dingin dan manis ice cream, rasanya jika memakan ice cream semuanya akan baik-baik saja, sekalipun Kai mengatainya pendek, ice cream mampu meredam emosinya.

“kai oppa..” panggil Minhyo lagi dengan nada manja yang sangat dibuat-buat, membuat Kai bergidig ngeri.

Kai menatap Minhyo heran, “hmmm..” Kai menjawabnya hanya dengan gumaman saja. Bibirnya masih menempel dipermukaan ice cream cokelat yang sedang ia nikmati.

“oppa buat ku saja,” pinta Minhyo yang kini malah memasang ‘pupy eyes’ nya

“apanya?” Tanya Kai tidak mengerti.

“ice cream mu, aku mau lagi. Ayolah berikan padaku.” Pinta Minhyo, Kai hanya geleng-geleng kepala. Bibir sekecil itu ternyata bisa menghabiskan sebuah ice cream dengan sangat cepat.

“ck, kau ini rakus sekali” komentar Kai seraya memberikan ice cream yang sudah ia makan setengah.

“gomawo” ujar Minhyo dengan ekspresi cerianya, kai hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya menghadapi tingkah manja kekasihnya Park Min Hyo

Kai melanjutkan mengendarai mobilnya menuju dorm. Sesampainya di dorm, Minhyo Nampak sangat senang dan dia berjalan mendahului Kai untuk masuk kedalam dorm. Seperti biasa gadis itu membuat keributan dengan lengkingan suaranya yang tidak enak didengar, member yang ada diruang tengah dorm beberapa menyapanya dengan sebuah senyuman hangat, beberapa ada yang mengumpat karena merasa terganggu dengan lengkingan suara gadis itu. Tapi sepertinya mereka semua sudah terbiasa dengan kehadiran Minhyo yang seperti ini.

“omoooooo…Minhyo, kau kemari ? kenapa makin pendek saja?” sapa Chen yang langsung bangkit dari tempat duduknya lantas menghampiri gadis itu. Berdiri dihadapan Minhyo dan berlagak membandingkan tingginya dan tinggi Minhyo.

Chen memegangi dadanya yang baru saja mendapatkan sebuah pukulan dari Minhyo, “yak! Minhyo, kau ini kasar sekali.”

Chen meringis, berakting seolah-olah ia sangat kesakitan. Membuat Minhyo memutar kedua bola matanya.

“kau pikir kau setinggi apa,ha! Sudah sana urusi saja bebek-bebek mu..Minggir!”

Minhyo menjulurkan lidahnya kearah Chen, dan memberikan isyarat kepada pria itu untuk minggir dengan jari telunjuknya.

“yak! Kau tidak mau memeluk ku? Kita bahkan baru bertemu, dasar dongsaeng kurangajar..”

Chen bekacak pinggang, ia geleng-geleng kepala melihat kelakuan kekasih sahabatnya.

“tidak mau.. kau bau bebek!”

Chen hanya terkekeh mendengar jawaban asal Minhyo, ia berjalan mendekati Minhyo. Chen melebarkan tanganannya, gadis itu perlahan maju dan menyambut Chen dengan sebuah pelukan hangat.

“berhentilah mengurusi bebekmu, kau benar-benar bau bebek!” sela Minhyo ditengah pelukannya. Chen hanya memutar bola matanya malas, disaat seperti ini Park Minhyo masih saja bertingkah menyebalkan.

“ekheeeemmm..”

Sebuah suara menginterupsi kegiatan pelukan Chen-Minhyo. Minhyo pun melepaskan pelukannya dan menoleh, ternyata ada Kai disana dengan wajah sinisnya.

“well, sepertinya ada yang akan meledak..” , ledek Chen. Ia sangat memahami tingkah Kai yang terkadang kekanakan dan suka cemburu tidak jelas, ayolah Minhyo bahkan sudah ia anggap seperti adiknya sendiri dan pria itu masih saja seperti ini. Ck!

-0 My Overprotective Boy 0-

“yak Minhyo-ya kau membuat ku kaget” ujar Sehun yang menatapnya dengan ekspresi kaget begitu Minhyo duduk disampingnya dengan tiba-tiba , Min Hyo hanya membalas dengan cengiranya yang lebar.

“Mwoya? Pororo? Astaga oh Sehun sebenarnya berapa umur mu?” ledek Minhyo, membuat Sehun sebal. Gadis itu bahkan tidak menggunakan embel-embel ‘oppa’. Ya.. Minhyo memang suka memanggil Sehun sesuka hatinya.

“memangnya kenapa? Bukan kah kau juga masih suka menonton spongebob?” balas Sehun dengan smirk andalannya.

Minhyo memutar bola matanya, “bukan kah kau yang meracuni aku dengan film-film seperti itu?” Minhyo menulurkan lidahnya kearah
Sehun, gadis itu memang pantang mengalah jika sedang berdebat dengan pria disampingnya yag telah ia kenal lama, jauh sebelum Sehun menjadi terkenal seperti ini.

Sehun mengalihkan pandangannya kearah Minhyo yang sekarang sedang tersenyum miring, senyum kemenangan. Pria itu hanya menatapnya malas, “kau baru bertemu dengan ku sudah mengajak bertengkar, kau ini benar-benar..”

Minhyo mengangkat bahunya, tidak peduli dengan komentar yang dilontarkan Sehun.

“Sehun, kemana Baekhyun oppa? Aku tidak melihatnya?” Tanya Minhyo, kepalanya celingukan kekiri dan kanan, tapi sedari tadi memang sosok Baekhyun belum terlihat, Fyi Baekhyun merupakan bias Minhyo di exo. Yang ada disini hanya sehun yang menonton tv dengan Luhan yang sepertinya sudah memasuki dreamland, sedangkan Lay dan Tao sedang belajar bahasa Korea bersama Suho, xiumin dan Kris sedang bermain playstation. Dan member yang lainnya entah kemana.

“Kau ini kenapa berisik sekali sih?”

Minhyo menoleh kearah Chanyeol yang sepertinya baru saja bangun, ia menatap Minhyo jengah. Chanyeol berjalan kearah dapur untuk mengambil segelas air, well tidur nyenyaknya baru saja terganggu karena kehadiran sepupunya yang satu ini.

Minhyo menatap punggung Chanyeol sinis, “cih.. dasar sepupu menyebalkan!” gumam Minhyo, kemudan dengan tiba ia bangkit dari sofa tempatnya duduk lantas berlari mengejar Chanyeol.

“kyaaaaaaaa…”

Chanyeol berteriak kaget saat Minhyo menggelantungi punggungnya, gadis itu naik keatas punggung Chanyeol dan memegangi leher pria itu erat agar tidak terjatuh.

Tindakan tiba-tiba dari Minhyo jelas saja membuat Chanyeol terkejut bukan main. Ia memegangi tangan Minhyo yang melingkar dilehernya, mencoba melepaskan lilitan tangan Minhyo yang membuatnya kesulitan bernapas.

“apa begitu caranya menyapa sepupumu yang telah lama tidak kau jumpai, ha? Dasar park Chanyeol menyebalkan! Rasakan ini!”

Minhyo makin gencar mencekik park Chanyeol dengan lengannya. Pria itu tentu saja memberontak, berulang kali ia menggoyangkan tubuhnya ke kiri dan ke kanan agar gadis itu turun dari punggungnya.

Minhyo tertawa setan setelah itu ia turun dari punggung Chanyeol dan melepaskan pria itu, ia melihat wajah Chanyeol yang berubah menjadi merah, napas pria itu bahkan terengah-engah. Ia benar-benar sangat puas mengerjai pria yang tingginya keterlaluan ini.

“ada apa ini? Kenapa ribut sekali?”

Kai tiba-tiba saja datang dengan keadaan yang lebih fresh dan tentu saja makin tampan dan terlihat sexy dengan rambutnya yang setengah basah, pria itu sepertinya baru saja mandi.

Minhyo segera mendekati Kai dan langsung bergelayut dilengan pria itu.

“tidak apa-apa oppa, Chanyeol hanya terlalu gembira karena bertemu dengan ku. Iya kan?” Minhyo mengedipkan sebelah matanya kearah
Chanyeol yang sedang menahan diri untuk tidak mencincang gadis itu dan menjadikannya makanan anjing.

Gadis itu memang hanya bersikap manis hanya dengan orang-orang tertentu seperti Baekhyun yang memang biasnya, Luhan yang menurutnya paling imut di exo, Kris yang sangat ia segani, dan Kai yang merupakan namjachingunya sendiri. Bahkan ia bertingkah menyebalkandengan Chanyeol, yang notabene adalah sepupunya sendiri.

“Kai..sebenarnya kau memacari seorang gadis atau iblis,ha?!”

.
.
.
.
.
.
TBC…

naah.. gimana buat permulaan? well, aku harap tidak terlalu mengecewakan ya..

budayakan komentar sesudah membacaya ya ^^ your comments is like my spirit.. more comments more spirit to write🙂

gomawo🙂

82 thoughts on “My Overprotective Boy chapter 1 [jealously boy and evil girl]

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s