Diposkan pada Adventure Book, Chapter, Drama, EXO-K, EXO-M, friendship, Kai, Romance, Se Hun

Day By Day [1/13]

day

Title                : Day By Day

Author            : DreamGirl (@ulfahanum1)

Main Cast      :

  • Jung Soojung a.k.a Krystal
  • Kim Jongin a.k.a Kai
  • Lu Han
  • Jung Sooyeon a.k.a Jessica

Support Cast :

  • Oh Sehun
  • Choi Jinri a.k.a Sulli

Rating          : PG-15

Genre           : Romance, Family, Friendship

Length          : Chaptered

Disclaimer     : Hello. Hehe, author balik lagi. Oh iya, FF ini sudah pernah author publish di RFF dan blog pribadi. Jadi maaf kalau misalnya untuk readers yang sudah pernah baca di RFF ataupun diblog author merasa kalau FF ini agak berbeda. Memang, FF ini isinya agar berubah sedikit karena author merasa FF ini masih banyak yang harus diperbaiki mulai dari EYD dan penghalusan kata-katanya. Sekian bacotan dari author. Jangan lupa untuk tinggalkan jejaknya.

Happy Reading

Author Pov

Sudah hampir jam makan malam Krystal belum menampakkan dirinya dari tadi pagi. Segurat rasa kecemasan melanda Nyonya Jung dan Jessica yang merupakan kakak dari Krystal. Sedangkan rasa geram  sudah melanda Tuan Jung yang bosan dengan tingkah anak terakhirnya ini. Dia bungkam seribu bahasa menahan amarahnya.

Tak berapa lama kemudian , sesosok gadis yang daritadi ditunggu pun datang dengan menggunakan skinny jeans dan sweater rajut sepanjang lutut . Dan tidak lupa rambut panjang yang selalu digeraikannya. Entah mengapa dia lebih suka menggeraikan rambutnya daripada mengikatnya.

Krystal berjalan dengan biasanya dan melewati kedua orang tuanya dan kakaknya yang menunggunya sejak tadi. Tetapi tiba tiba saja tangannya ditangan oleh Tuan Jung. Mata Tuan Jung menampakkan kemarahan yang sangat tidak biasa.

“Darimana saja kau Soojung? apa kau tidak tahu waktu? “ ucap Tuan Jung sembari menyuruh anak terakhirnya itu duduk.

Soojung merupakan nama asli dari Krystal, jadi tak jarang ada orang yang memanggilnya Soojung. Yang dimarahi hanya menatap datar Appanya dan langsung melepaskan genggaman Appanya yang cukup kuat itu.

“Waeyo?  Mencemaskanku huh? Aku sudah besar, tidak perlu mencemaskanku seperti anak kecil Appa..” jawab Krystal dengan datar dan langsung pergi meninggalkan Appa, Eomma dan Eonnienya.

“YA! Jung Soojung, kembali atau Appa akan….“ ujar Tuang Jung yang kemudian langsung dipotong oleh Krystal.

“Atau apa?  Mau mengusirku? Baiklah, apa perlu aku pergi sekarang juga? “ cetus Krystal yang  tidak kalah keras.

“Jebal Appa, jangan marah-marah lagi nanti sakit jantung Appa kambuh. Krys, mandilah dan segera kebawah untuk makan..” ujar Jessica yang sudah mulai jenuh dengan pertengkaran Appa dan Dongsaengnya yang tidak akan pernah berhenti  jika tidak ada yang melerainya.

“Tidak usah memperdulikanku..“ jawab Krystal sambil melirik Jessica dengan sinis.

“Ingatlah! Aku bukan Sica Eonni yang bisa Eomma dan Appa kekang! Aku juga ingin hidup bebas seperti  chinguku. Aku bukan Sica Eonni yang akan selalu pulang kuliah pada tepat waktunya. Aku bahkan juga mempunyai kegiatan yang lebih penting daripada berdiam diri dirumah seperti ini..” tukas Krystal yang langsung pergi menuju kamarnya.

Suasana menjadi hening ketika mendengar perkataan Krystal yang tadi. Menurut  mereka itu sangat keterlaluan  Walaupun itu ada benarnya juga . Tiba tiba Sica berdiri sambil berpamitan untuk kekamar karena merasa jenuh dengan situasi yang hening dan mencengkram itu. Sica merasakan sakit hati yang mendalam karena telah menjadi pembanding oleh Krystal.

Ketika  dikamar, Jessica menghempaskan badannya ke tempat tidur sembari mencari cari iphone diatas tempat tidur. Ketika telah mendapatkan iphonenya, ia langsung menggunakan earphone dan  menghidupkan lagu yang paling disukainya, Life-SHINee.

“Appo .. Hiks hiks” ujar Jessica lirih dan tak terasa matanya mulai memanas dan memaksanya untuk mengeluarkan cairan bening.

Setelah merasa cukup menenangkan dirinya, Jessica keluar kamarnya untuk menghampiri Appa dan Eommanya. Dia tidak enak hati karena harus berpamitan tadi tanpa alasan yang pasti. Tapi, dia juga ingin dekat lagi dengan adiknya. Pada akhirnya Jessia memberanikan diri pergi kekamar adiknya sekedar untuk mengecek apa adiknya baik baik saja atau tidak karena tidak baik jika menahan rasa sakit hati sendiri.

Author Pov End

Jessica Pov

Kuberanikan pergi kekamar Krystal walaupun hasilnya pasti akan nihil. Krystal pasti hanya akan memandangku sinis.

“Ya tuhan, kenapa harus begini? “ gumamku sembari berjalan menuju kamar Krystal.

CKLEK!

“Krys, gwenchana? ” Tanyaku hati hati dan dengan suara pelan.

“….” Tidak ada jawaban dari Krystal. Krystal masih berkutik dengan laptopnya.

Aku semakin mendekat ke Krystal hingga aku duduk ditempat tidurnya. Aku perhatikan Krystal yang sibuk mengotak atik laptopnya dan sesekali melihat sinis kepadaku. Bahkan terkadang dia berdecak kesal karena jenuh jika harus bersamaku. 15 menit lamanya kami bungkam seribu bahasa sampai akhirnya Krystal memulai pembicaraan walaupun dengan sedikit kasar.

“Apa yang kau lakukan disini? Apa kau tidak lihat aku sibuk dengan tugas tugas kuliah ku?!”  ucap Krystal yang membuatku nyaris ingin menangis didepannya.

“Mian Eonnie mengganggumu, Eonnie hanya ingin memastikan apa kau baik baik saja atau tidak.. Hanya itu..” Jawabku cemas.

“Kau Tanya aku baik baik saja atau tidak ? Itu pertanyaan KONYOL . Aku sedang TIDAK baik baik saja . Sudahkan ? “ jawab Krystal dengan nada yang tinggi .

“Waeyo ? Apa kau sakit ?” Tanyaku lagi sembari ingin memegang dahi Krystal  namun tanganku  didorong kasarnya ketika hampir memegang dahinya .

“CIh, jangan berusaha perhatian kepadaku! Sekarang KELUARLAH ! Aku muak!” kata Krystal yang membuatku tersentak dan lagi lagi sakit hati yang sangat mendalam .

“Ne~ Mianhae . Hiks hiks” dan tak terasa cairan bening  yang dari tadi aku tahan tahan keluar begitu saja .

Aku benar benar keluar kamarnya dan sesekali menghapus air mataku yang terus mengalir. Aku tidak menyangka Krystal akan menggertak ku dengan kasar seperti tadi . Ku langkahkan kakiku keruang tamu dimana Eomma dan Appa sedang duduk disana . Masih terlihat sorot mata Appa yang menahan amarahnya . Aku duduk disofa yang berada didepan Eomma dan Appa .

“Jess .” Eomma memulai pembicaraan dengan kaku .

“Ne , waeyo Eomma ?” Tanyaku sambil tersenyum kearah Eomma .

“Appa menyuruhmu untuk mengikuti adikmu lagi ? Otte ?” Tanya Eomma hati hati .

“Eomma , Appa . Sudah berapa kali kalian menyuruhku untuk mengikuti Krystal ? Ini sudah yang keempat kali. Dan hasilnya pasti akan sama . Krystal tidak akan pernah kelayapan ketempat tempat seperti Club atau selainnya  . Ketika jam waktu kuliah habis , dia akan duduk ditaman sambil mengerjakan tugas kuliahnya . Atau jika dia punya waktu luang dia akan pergi ketaman belakang kampus yang ada danaunya dan duduk sendiri disana . Apa itu belum cukup membuktikan kalau dia tidak kelayapan seperti yang Appa pikirkan ?” ujarku terus terang karena sudah merasa bosan dengan perintah Appa yang itu itu saja .

“Tapi …” kata Appa yang langsung aku potong

“Tapi apa ? Jebal , percayalah kepadaku dan Krystal kali ini . Berikan kami kebebasan Appa . Kami ingin bebas juga Appa . Kami sudah dewasa . Kami bukan anak kecil lagi .”  pintaku karena merasa tertekan dengan appa .

“Shireo !” hanya itu jawaban Appa .

“Hah!” helaku yang langsung bediri dan menuju kamar lagi .

Apa yang harus kulakukan ? gumam ku dalam hati .

Aku terus berjalan hingga sekarang aku sudah berada didepan pintu kamar Krystal lagi . Sebenarnya aku ingin membicarakan pertikaian ini baik baik dengannya. Tapi ketika aku masuk kekamar Krystal, aku melihat Krystal yang  sudah tertidur pulas tanpa memakai selimutnya. Aku berjalan mendekat kearah Krystal dan menyelimutinya. Karena aku tahu dia sering kedinginan karena selalu lupa memakai selimutnya. Kubereskan buku buku yang berserakan di tempat tidur dan meletakkannya di meja belajar Krystal. Dan tidak lupa Laptop Krytal ku letakkan diatas meja.

“Kau pasti lelah Krys. Tidurlah dengan nyenyak. Aku mencintaimu. Selamat malam. Chu~” gumamku berbicara sendiri dan mengelus-ngelus rambut Krystal. Sebelum keluar, kusempatkan untuk mengecup dahi Krystal.

Jessica Pov End

Krystal Pov

“Sepertinya yang diluar itu Sica Eonni, aku harus pura pura tidur untuk menghindarinya. “ seruku dan menutup mataku, berpura-pura tidur.

Sica eonni menyelimutiku, dan membereskan buku buku ku yang berserakan dimana mana. Aku kaget ketika dia mengelus rambutku dan mengatakan bahwa dia mencitaiku walaupun setelah aku menggertaknya dengan kasar. Sebenarnya aku sangat menyayanginya. Namun sifat Appalah yang membuatku seperti ini. Membuatku dingin kepada semua orang. Bahkan kepada Eonniku sendiri.

Ketika dia sudah pergi dari kamarku, aku terjaga dari tidur pura pura ku dan memegang bekas ciumannya. Tak terasa mataku mulai memanas dan suatu hal yang tidak ku inginkan terjadi. Air mata ku turun  begitu saja. Kupeluk lututku, dan kubenamkan kepalaku. Aku sesegukan karena tangisku.

“Eonni, mianhae. Aku juga mencintaimu. Sangat eonnie, maafkan aku karena egois seperti ini.” Seruku masih sesegukan.

Krystal Pov End

Author Pov

Keesokan harinya ..

Seperti biasanya, Jessica sedang menikmati sarapan pagi hanya bersama kedua orangtuanya. Tidak ada Krystal disana. Karena Krystal akan selalu sarapan diluar atau dikampus. Kadang Jessica selalu menyuruh Krystal untuk sarapan bersama. Namun , hanya tatapan datar yang selalu dilontarkan ke Jessica sebagai jawaban. Jessica sebagai Kakak merasa cemas dengan sikap adiknya yang kurang teratur dalam makan. Bisa bisa Krystal sakit maag.

Tiba tiba Krystal datang sambil membawa tas laptopnya. Sekarang Krystal tampak berbeda dengan pakaian kaus biasa serta memakai hotpants. Eonninya hanya tersenyum manis melihat Krystal. Dan tidak seperti biasanya Krystal membalas senyuman eonninya itu. Entah apa yang ada dipikiran Krystal saat ini.

“Eomma, Sica eonni aku pergi dulu. ” ujar Krystal seraya mengambil roti tawar.

Jessica dan Nyonya Jung yang kaget mendengar perkataan Krystal langsung tersedak. Mereka tidak menyangka Krystal akan berpamitan sebelum pergi kuliah. Padahal biasanya Krystal hanya akan memandang sinis keluarganya dan langsung pergi kuliah saja. Tapi kali ini dia tidak langsung pergi, melainkan berpamitan dengan Jessica dan Nyonya Jung.

“Eomma, apa eomma mendengar apa yang dikatakan Krystal tadi? Apa aku sedang bermimpi? ” Tanya Jessica pada Nyonya Jung.

“Ani sayang, kau tidak bermimpi. ” jawab Nyonya Jung dengan sebuah senyuman mengembang.

“Cih, kenapa dia tidak berpamitan denganku? “ tanya Tuan Jung dengan wajah masam.

“Molla, Eommma aku pergi dulu ne? Aku ingin menyusul Krystal. Annyeonggihaseyo. ” ujar Jessica yang langsung pergi.

Author Pov End

Krystal Pov

Aku masih heran dengan sikap ku tadi, bahkan menurutku itu akan menimbulkan permasalahan baru lagi.

“Ottokhe? Hah, mwoya igo? ” ucapku frustasi dan menghentak hentakan kakiku yang memakai sepatu converse berwana abu abu.

“YAAAA! Tunggu. ” teriak seseorang yang asal suaranya dari belakang.

Aku menoleh kebelekang dan kudapati sosok Sica Eonnie berlari mengejarku dengan wajah yang sudah kelelahan. Aku terkesiap kaget dan menghentikan langkahku.

“Kajja, kita … berangkat.. sama sama. Hosh hoss ..” ajaknya yang membuatku kaget.

“Kajja! ” serunya lagi dan menggandeng mulus tanganku. Bahkan ia melemparkan senyuman manis kepada setiap orang yang menatap kami.

Jarak antara rumah kami dengan kampus tidak terlalu jauh. Makanya aku dan Sica eonnie akan selalu jalan kaki pergi kampus. Aku mengambil jurusan seni sedangkan Sica eonnie jurusan design. Dia lebih suka mendesign daripada seni walaupun suaranya bagus. Ketika sampai dikampus, dia melepaskan gandengan tangannya dan langsung tersenyum kearah ku.

“Gomawo.” Ujarnya dan mengacak sedikit rambutku.

“Hmm..” hanya deheman yang mampu kuberikan, karena aku sekarang sedang berusaha untuk tidak menanggapinya.

“Sampai bertemu dirumah saeng. Aku mencintaimu. Chu~ ” dan lagi, dia melakukan hal yang sama ketika malam itu. Ketika malam yang membuatku berubah deminya dan juga Eomma .

Aku hanya bisa tersenyum tipis ketika dia pergi meninggalkanku. Disaat aku berjalan menuju danau belakang kampus, sesosok namja bertubuh tinggi dengan wajah tampan dan senyum yang indah berdiri dihadapanku dengan tatapan seperti mengharapkan sesuatu.

“Waeyo? Kau menghalangi jalanku. Minggir! ” ujarku menyuruhnya untuk memberiku wadah untuk lewat. Namun hanya senyuman indah saja yang dilontarkannya kepadaku.

“Apa kau kurang kerjaan? Minggirlah! ” ujarku lagi dengan nada yang sedikit keras dan eksperesi muka yang geram.

“Kau tidak mengenaliku? ” Tanya namja itu kepadaku dengan wajah heran.

“Cih, kau? ” tanyaku balik dan hanya respon anggukan yang diberikannya.

“Hemmm..” aku masih mencoba berfikir tentang namja dengan senyuman indah ini.

“Otte? ” tanyanya lagi dengan tidak sabaran.

“…….” Tidak ada jawaban yang kuberikan kepada namja itu karena aku masih berfikir

“Hei? ” Ujarnya dan menggerak gerakan tangannya didepan wajahku. Aku yang frustasi dan kebingungan dengan berfikir siapa namja ini hanya menatapnya sinis.

“MOLLA,  Aku tidak mengenalimu! “ jawabku sambil melewatinya. Dan syukurnya ia tidak menahanku seperti tadi.

“Hah? Bagaimana bisa dia melupakan ku secepat itu? Paboya. “ ucap sang namja sedikit kusut dan kesal.

Flashback

Seorang namja tengah memperhatikan gadis yang berjalan menggunakan earphone ditelingnya. Gadis itu hanya berjalan sambil menunduk dengan ekspresi datar. Ditangan gadis itu terdapat tas laptop yang selalu dibawa gadis itu kemana-mana. Gadis itu terus berjalan dibawah terangnya cahaya rembulan. Ketiga gadis itu akan menyebrangi jalan, gadis itu tidak melihat ada motor yang sedang ngebut-ngebutan ditengah jalan dan hampir menabraknya.

Namun, sesosok tangan menarik gadis itu ketepi jalan. Gadis itu hanya diam seribu bahasa ketika melihat sesosok namja tengah memeluknya.

“Agasshi, gwenchana? ” Tanya namja itu dengan nada khawatir sambil menggoyang goyangkan badan gadis itu.

“YA!! Apa yang kau lakukan haa? Aku ingin menyebrang, kenapa kau malah menarik ku kembali ke tepi jalan? Cih! “ rengut gadis itu sambil melepaskan earphone yang terpasang ditelinganya.

“YA! Kenapa kau malah memarahiku hah? Apa kau tidak melihat tadi ada motor yang akan menabrak mu? Sudah untung aku bantu  Berterimakasih lah sedikit. ” ujar namja itu tak kalah keras dari Krystal yang ternyata gadis yang ditolong namja itu .

“Jeongmal? Gomawo. ” sahut Krystal singkat dan memasang earphonenya kembali  kemudian langsung menyebrang meninggalkan sesosok namja yang hanya diam melihat tingkah Krystal.

“Aneh .” ucap namja tadi dan langsung pergi menggunakan motor spot yang diparkirnya tidak jauh dari tempat dia melihat Krystal dan menyelamatkan Krystal .

Flashback End

“Benar benar namja aneh. “ dengus Krystal sambil melirik sedikit kebelakang kearah namja yang menghalanginya tadi.

“Hei Krys. “ sapa seseorang dengan senyuman manis yang sukses membuat Krystal kaget.

“Omo! Sejak kapan kau disana Sulli? ” Tanya krystal yang kaget. Seseorang yang menyapa Krystal tadi  hanya tersenyum sambil merangkul dan menarik sahabatnya.

“Oddi? Kenapa kau seperti ini Sulli? Menarik-narik ku seenak jidatmu! ” umpat Krystal dengan nada kesal.

Sulli hanya menunjuk kearah namja yang tadi berdiri bersama namjachingu Sulli. Dan hal itu sukses membuat Krystal kaget lagi. Krystal langsung melepaskan rangkulan Sulli dan mencoba mencari alasan agar dia tidak bertemu dengan namja tadi.

“MWO? Shireo! ” tolak Krystal, Sulli menatap Krystal dengan curiga karena tidak seperti biasanya Krystal seperti ini.

“Waeyo? Kajja temani aku menemui Sehun dan chingunya. Jebal. “ mohon Sulli dengan Puppy eyesnya, namun tidak akan pernah berhasil untuk Krystal.

“Mian Sulli, aku ada kuliah pagi ini. Jadi aku tidak bisa menemanimu. Dan pulang kuliah nanti kau jangan menungguku, aku akan langsung pulang. Aku sedang tidak mood harus bertengkar dengan Appaku setiap aku pulang telat. “ jawab Krystal dengan sedikit nada sedih yang dibuat buat. Sebenarnya, Krystal tidak ada jadwal kuliah pagi, tapi itulah cara satu satunya yang bisa membuat sulli tidak mengajak krystal.

“Aaah. Aku mengerti. Kalau begitu, aku kesana dulu. ” Sulli melangkahkan kakinya kearah namjachingunya dan kemudian berbalik kearah Krystal dan melambaikan tangannya.

Krystal membalas lambaian tangan Sulli  dan langsung berlari ketempat dimana dia akan menghabiskan waktunya menunggu jadwal kuliah yang akan dimulai satu jam lagi. Krystal ke danau, tempat sepi yang akan membuang permasalahan-permasalahan yang dialami Krystal.

Krystal Pov End

Author Pov

“YA! Kim Jongin! ” ucap seseorang dari arah belakang sambil memukul pundak Jongin yang biasa dipanggil Kai.

“Ah, ne Sehun. Kau sudah lama? ” Tanya Jongin kepada Sehun.

“Baru saja, apa yang sedang kau perhatikan? ” Tanya Sehun balik yang membuat Jongin harus menjelaskan pada Sehun, sahabatnya itu.

“Aku tadi bertemu dengan gadis yang aku selamatkan tadi malam. Tapi sepertinya ia tidak mengenaliku. Padahal aku ingin mengajaknya berkenalan. Aahh, sial sekalii! ” jelas Jongin panjang lebar dan mengacak acak rambutnya Frustasi.

“Apa dia cantik? Apa kau menyukainya? “ Tanya Sehun yang penasaran dengan gadis yang diceritakan Jongin.

“Dia cantik, namun dia terlalu dingin kepada orang asing. Tadi aku sudah menghalanginya yang akan pergi ke danau belakang itu. Tapi dia hanya mendorong badanku dan langsung berlari. Aku benar benar bodoh Sehun karena tidak bisa menahannya. “ sesal Jongin  dengan nada kesal dan sedih.

Tiba tiba sesosok gadis, tepatnya Sulli yeojachingu Sehun datang dan menyapa Jongin dan Sehun yang sibuk menceritakan gadis yang diselamatkan Jongin tadi malam.

“Annyeong. ” Sulli berdiri disebelah Sehun dengan senyuman yang tidak pernah tinggal.

“aaah, Annyeong. Apa kau Sulli yeojachingunya Sehun? ” tanya Jongin dan membalas sapaan Sulli dengan senyuman yang tak kalah indah.

“Ne. Choi Sulli imnida. Bangeupsimnida Jongin Oppa. Sehun banyak menceritakan tentangmu kepadaku. ” Sulli memperkenalkan dirinya seraya berjabat tangan dengan Jongin.

“Jeongmal? Kau sangat cantik Sulli. ” rayu Jongin yang sukses mebuat pipi Sulli merona merah karena malu  Dan juga membuat pipi Sehun merah karena menahan amarahnya.

“YA! Kenapa kau tidak memanggilku Oppa juga Sulli? Aku juga ingin. Dan kau Jongin, kau jangan mencoba merayu yeojaku. Atau kau akan mati ditanganku. “ ujar Sehun yang kesal kepada Sulli dan mengancam Jongin.

“Aigo, baiklah. Aku akan memanggilmu Oppa chagiya. “ jawab Sulli dengan senyum indahnya.

“Cih, aku akan menjadi setan saja kalu berada diantara kalian ini. ” umpat Jongin yang kesal dengan pasangan yang sedang bemesraan didepannya.

“karena itu Jongin, carilah yeojachingu tapi mungkin wajah pas-pasan sepertimu sedikit susah untuk mendapatkannya. “ Cibir Sehun.

Jongin menatap Sehun dan melemparkan tatapan matinya, seketika itu Sehun merasa bahwa ia berada dalam masalah yang besar. Sulli yang melihatnya hanya bisa tersenyum geli.

***

Seoul , 17.00 PM

Krystal memasuki kawasan rumahnya yang indah dan megah itu. Dia berjalan sambil menghadap kebawah dan mendengarkan earphonenya. Ketika sampai didepan pintu rumah, dia membuka pintu itu dengan pelan sekali.

Krystal melanjutkan perjalanannya menuju kamarnya dengan lunglai. Ketika Krystal melewati Ruang keluarga, Krystal melihat Jessica sedang sibuk dengan kain kain dan benang benang yang berserakan dimana mana. Jessica sedang sibuk mendesign bajunya untuk tugas terakhirnya sebelum Lulus kuliah. Saking sibuknya, dia tidak menyadari bahwa adiknya sudah pulang dan sekarang sedang memperhatikan Jessica. Krystal berjalan pelan pelan mendekati kakaknya, dia bermaksud ingin mengagetkan Jessica.

“Eeonnie annyeong!!!! ” teriak Krystal yang sontak membuat Jessica kaget dan melukai tangannya sendiri dengan jarum yang ada ditangannya.

“Omo, Awwww .. “ ringis Jessica karena menahan sakit ditangannya.

“Eonnie, mian aku tidak sengaja. Sini berikan tanganmu. ” seru Krystal dan menarik tangan Jessica dan memasukkannya kedalam mulutnya. Krystal menghisap darah yang keluar tadi sampai darahnya tidak keluar. Krystal merasa bersalah karena telah melukai kakaknya sendiri.

“Pabo!”  umpat Krystal dalam hati.

Krystal juga memberikan obat merah ketangan Jessica agar lukanya semakin membaik. Setelah selesai mengobati tangan Jessica, Krystal duduk disebelah Jessica sambil membereskan kain kain yang berserakkan.

“Gomawo Krys.” Jessica tersenyum kearah Krystal dan langsung dibalas Krystal dengan senyuman yang tak kalau manisnya.

***

Keluarga Jung sudah berkumpul diruang makan termasuk Krystal. Tuan Jung merasa senang dengan perubahan Krystal yang berangsur sedikit demi sedikit. Jessica sembari tadi sibuk meletakkan makanan yang dimasak Nyonya Jung kepiring Krystal. Krystal hanya bisa menerima dengan pasrah, walaupun dia juga rindu dengan masakan Nyonya Jung yang enak dan menggiurkan.

Makan malam pun dimulai, semua hanya diam dan menikmati makannya sendiri sendiri sampai suara Nyonya Jung memecahkan keheningan yang cukup lama.

“Otte Soojung? Apa masakannya enak? ” tanya Nyonya Jung dengan antusias.

“Ne Eomma, ini sangat enak. ” jawab Krystal yang membuat Nyonya Jung senang bukan kepalang. Nyonya Jung benar benar rindu dengan suasana yang seperti terjadi saat ini. Suasana dimana dia bisa berada disatu meja makan bersama suami dan kedua anak gadisnya setelah beberapa bulan terakhir.

Ketika makan malam selesai, Krystal memutuskan untuk kembali kekamar karena tadi Sulli mengirimi pesan kepadanya .

Flashback

From  : Choi Sulli

Yaa! Jung Soojung, nanti aku akan menelfonmu karena ada sesuatu yang akan aku ceritakan.

Krystal membalas pesan dari sahabatnya itu sebelum dia pergi keruang makan dan meninggalkan ponsel berlayar sentuhnya dikamar.

 

To : Choi Sulli

Ne, nanti biar aku yang menelfonmu. Sekarang aku akan makan malan bersama keluargaku .

Flashback End

“Kau akan kemana Soojung? ” tanya Nyonya Jung yang memperhatikan Krystal akan pergi kekamar.

“Aku ingin kekamar, tadi temanku mengirimi pesan menyuruhku untuk menelfonnya. Jadi, mian aku harus kekamar dulu. ” jelas Krystal yang hanya dianggapi anggukan oleh Nyonya Jung.

***

“Dimana ponselku? bukankah tadi aku meletakkannya diatas meja? Aaah , ayolah. ” umpat Krystal yang frustasi karena lupa dimana meletakkan ponselnya.

“Chajata! ” ujar Krystal senang karena menemukan ponselnyanya yang berada dibawah bantal tidurnya.

Tanpa basa basi lagi, krystal mencari nama Sulli dikontak ponselnya dan langsung menekan tombol warna hijau yang mengartikan memanggil. Tidak beberapa lama kemudian, terdengar suara sahutan dari Sulli.

“Yeoboseyo..” ucap Sulli dengan nada lembut.

“Ini aku Soojung, waeyo? kau ingin menceritakan apa eoh? Ppalli! ” ujar Krystal yang tak sabaran dengan mendengar cerita Sulli. Krystal pergi keluar kamarnya tepatnya balkon kamarnya dan duduk diluar sambil menikmati semilir angin dan cahaya rembulan.

“Tadi aku bertemu dengan temannya Sehun. Dan kau harus tahu Soojung, dia sangat tampan. Senyumnya benar-benar manis. ” cerocos Sulli panjang lebar.

“Lantas? apa urusannya denganku?“ tanya Krystal balik yang tidak mengerti dengan pembicaraan sahabatnya.

“Dia juga lajang..” ujar Sulli lagi dan hanya tanggapan yang seolah tidak mengerti yang diberikan Krystal.

“Itu bukan urusanku. Apa kau menyuruhku menelfonmu hanya untuk ini? Cih, ini membuat pulsaku terkuras banyak Sulli. ” umpat Krystal pada Sulli.

“Haha, kalau begitu besok saja aku jelaskan padamu. Aku ingin menelfon Sehun. Terimakasih telah menyempatkan menelfonku. Good Night nae chingu. Biip. “ belum sempat Krystal membalas ucapan Sulli , panggilan itu telah ditutup oleh Sulli.

“Cih , Choi Sulli kau benar benar membuat ku geram.” lenguh Krystal sambil meletakkan hapenya diatas meja yang disediakan di balkon kamarnya.

10 menit berlalu, Krystal masih sibuk menikmati semilir angin dan cahaya rembulan yang menerangi malam itu. Krystal sesekali menutup matanya dan menghirup udara malam. Krystal bahkan tidak mengetahui bahwa ada sepasang mata yang sedang mengamatinya saat itu. Siapa lagi kalau buka Kim Jongin yang kebetulan tinggal dirumah yang ada didepan rumah Krystal. Semakin malam cuaca semakin dingin, sesekali Krystal menggesekkan kedua tangannya agar menjadi hangat.

Tiba tiba Jessica datang sambil membawa 2 buah cangkir yang berisi coklat panas. Jessica duduk dibangku kosong sambil memberikan 1 coklat panas kepada Krystal. Krystal menerimanya dengan lapang dada karena sudah lama tidak merasakan coklat panas buatan kakaknya.

“Ini saeng, minumlah. Kau pasti kedinginan .” Jessica memberikan coklat panas ke Krystal .

“Gomawo.” ujar Krystal dan mengambil coklat panas itu dan meneguknya.

Mereka bahkan terlihat tertawa bersama dan tersenyum menceritakan sesuatu hal yang tidak diketahui Jongin yang sedang memperhatikan mereka berdua.

Author Pov End

Jongin Pov

“Bagaimana bisa dia tertawa seperti itu? Bahkan didepanku dia seperti seseorang yang sendirian saja. “  ujarku yang kadang juga tersenyum melihat gadis itu walaupun aku tidak mengenalinya.

“Omo! Senyumnya.. Bukankah itu senyum yang indah? ” tanyaku yang masih sibuk memperhatikan gadis yang tinggal didepan rumahku.

“Dia sepertinya sangat akrab dengan eonninya. Mereka sangat mirip ..” ucapku lagi sambil meneguk cappucchino buatanku sendiri.

Gadis yang tengah kuperhatikan tiba tiba masuk kekamarnya dan menutup tirainya. Aku benar benar menyesal karena hanya mampu memperhatikannya dari jauh saja.

“Aku harus bisa berkenalan dengannya besok. Bukankah masih banyak waktu untuk berkenalan dengannya? Fighting Kim Jongin. Kau pasti bisa. ” geramku dengan nada sedih dan juga menutup tirai kamarku untuk tidur.

Jongin Pov End

-TBC-

Note : Mohon tinggalkan jejaknya ya. ^^v Nah, untuk Fanfic ini emang ada 13 part dan syukurnya udah selesai jadi akan diusahakan updatenya setiap dua hari sekali. Dipart ini belum ada Lu-ge nya jadi sabar dulu yaa. Yehet~~

Iklan

31 tanggapan untuk “Day By Day [1/13]

  1. Kyaaaa~! >< wahwahwah bang kai suka ama krystal eonni*omo bagaimana ini?ntar gue ditinggal ama bang kai*plak*abaikan_-
    lanjut terus thor ff'y ^^
    fighting ne!!

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s