I AM YOUR MAID (Chapter 9 B)

Tittle: I AM YOUR MAID (Chapter 9 B)

tex3

Author: Dindong L.Kim (@adinda_elements)

Main Cast :

–         XI LUHAN

–         SHIN NAOMI (OC)

Support Cast :

–         BYUN BAEKHYUN

–         KIM MINRAE (OC)

–         PARK CHANYEOL

–         SEO SANG AKH (OC)

–         OH SEHOON

–         CHOIJIN RI (SULLI)

–         Akan bertambah sesuai chapternya

Genre: Romance (Maybe),Friendships, Comedy (Maybe), Gaje (Pasti)

Ratting: PG 16

Length: Chaptered

Disclaimer:

THIS FF IS MADE BY DINDONGL.KIM😀 all cast hanya saya pinjam untuk dijadikan pemeran di FF ini.PLAGIATOR ?? JUST GO AWAY ^_^ AND SILENT READERS ?? IT’S OK, BECAUSE OF YOU,MAYBE I CAN’T CONTINUE TO WRITE THIS FF ^_^ ALUR IS PURE MINE🙂

Dindong Notes :

Sorry for typos ^_^

And Long Update ^_^

Warning : Typo bertebaran🙂

Preview Last Chapter :

“ini terlalu ambigu” lirih Naomi karena sama sekali tak mengerti apa tujuan Luhan mengatakan semua itu. Arah pandangan Naomipun beralih ke sepatunya, jujur saja. Naomi sudah tak bisa menatap kearah Luhan.

Lagi – lagi Luhan melakukan skinship dengan Naomi, ia menegakkan kepala Naomi supaya bisa menatapnya. “kau tak perlu mengerti. Yang kau harus tahu, mulai dari sekarang jangan memanggilku dengan sebutan tuan. Panggil aku Luhan atau sunbae. Arra ??” Naomi masih diam dan membuat Luhan menggeram. ‘kenapa yeoja di depannya begitu lama berfikir ??’

CHU~~

Luhan mengecup pipi Naomi sekilas dan setelah wajahnya telah menjauh dari wajah Naomi, seringaian itu kembali tampak. Naomi yang baru saja mengerti akan apa yang baru Luhan lakukan langsung memegang pipi kanannya yang baru saja di cium Luhan.

“kau hanya Maidku dan tak ada yang boleh mengambilmu dariku” Mata Naomi terbelalak kaget mendengar ucapan Luhan dan sekarang ia semakin tak mengerti dengan keadaan ini.

“aku semakin tak mengerti dengan ini semua” ungkap Naomi dalam hati seraya menatap kearah Luhan yang tengah menyeringai jahil kearahnya. Sungguh, baru kali ini Naomi melihat wajah Luhan yang seperti itu.

|Chapter 9 A|

^^ Chapter 9 B ^^

“YA!! YA!! SHIN NAOMI, BANGUNLAH!!” Luhan Berteriak. tiba – tiba penglihatan Naomi menjadi buram. Wajah Luhan yang hanya berjarak beberapa centi dari wajahnya lama – kelamaan berubah menjadi kelam. Dan disaat itulah, ia masih mendengar suara itu. Suara yang berusaha untuk membangunkannya.

Dengan perlahan, Naomi membuka matanya. Kemudian, barulah tampak olehnya sebuah sinar yang sangat menyilaukan matanya. ‘Arghh’ rintih Naomi seraya memegang kepalanya yang terasa sangat berat baginya. Masih dengan kepala yang terasa sedikit pusing, Naomi bangkit dari posisinya semula, yang entah sejak kapan ia tertidur di lantai. Berulang kali Naomi mengerjapkan matanya dan setelah beberapa menit, akhirnya penglihatan mulai jelas.

Dan  disaat itulah, ia dapat melihat Luhan yang sedang mengarahkan sinar sebuah senter yang menyilaukan matanya. “gwenchana ?” Tanya Luhan dan Naomi menjawabnya dengan sebuah anggukan ragu – ragu. Luhanpun menolong Naomi untuk berdiri. Walaupun sedikit oleng, Naomi masih bisa berdiri dengan kedua kakinya sendiri.

“apa yang terjadi ??” Tanya Naomi masih dengan tangan yang setia memegang kepalanya.

“kau. Kau tadi berlari ketika mendengar suara yang aneh, kemudian tanpa sengaja kau menabrak sebuah tiang dengan cukup keras dan itu sukses membuatmu pingsan. Dan sekarang lihat, Dahimu berdarah” jelas Luhan dengan wajah dinginnya dan Naomi hanya ber-Oh ria.

“kajja” ajak Luhan seraya menarik pergelangan tangan Naomi.

“eodi ??” Tanya Naomi karena merasa aneh dengan perlakuan Luhan terhadap dirinya. Ia takut, mimpi menakutkan seperti tadi akan datang. Luhan diam, ia tak menjawab pertanyaan Naomi dan terus saja berjalan entah kemana. Naomi pasrah.

I AM YOUR MAID

“Auww, pelan –pelan tuan” rintih Naomi ketika merasa kapas yang telah di tetesi dengan obat merah mengenai luka yang ada di dahinya. Dan tentu saja yang melakukan itu semua adalah Luhan.

“Diam” Naomi bungkam mendengar perintah Luhan, dan lagi ia kembali pasrah dengan apa yang dilakukan Luhan kepadanya.

Setelah menutupi luka Naomi dengan plester, Luhan langsung meletakkan kembali kotak P3K itu kedalam lemari kecil yang berada di sebelah tempat tidur yang sedang ia dan Naomi duduki. Luhanpun kembali mendudukkan dirinya diatas tempat tidur itu seraya menatap Naomi dengan tatapan yang sulit Naomi artikan.

“a—ada apa tuan ?? kenapa anda menatapku seperti itu ??” tanya Naomi dengan kegagapan yang melanda seketika. Luhan hanya menggeleng pelan.

“sulit bagiku untuk mengatakan ini. Tapi, maaf” Naomipun terkejut ketika mendengar tuturan Luhan tersebut. Sungguh, baru kali ini ia melihat seorang Xi Luhan meminta maaf. Naomipun sempat meneliti wajah Luhan dengan serius. Mungkin ada sesuatu yang masuk ke mulut Luhan, sampai – sampai namja itu mengatakan kata yang sakral tersebut.

“tidak ada yang perlu dimaafkan tuan. Itu hanya masalah kecil, bukan besar. Lagipula aku tau alasan tuan melakukan itu” balas Naomi seraya melihat menerawang kearah pintu UKS yang tertutup. Kerutan kecilpun  tampak di dahi Luhan.

“dasar sok tau” ujar Luhan seraya turun dari tempat tidur.

“tidak, aku memang tau. Bukan sok tau” bela Naomi. Luhan hanya menyunggingkan sedikit senyum kala itu.

“Naomi” panggil Luhan ketika Naomi sedang turun dari tempat tidur.

“ya ?”

“bisa kau hilangkan kata tuan untuk memanggilku ?? jujur saja, aku tidak senang dengan panggilan itu. Mungkin kau bisa memanggilku dengan sebutan namaku saja” ujar Luhan kembali dan Naomi hanya memandang Luhan dengan tatapan bertanya “kenapa ?”

“aku tak bisa tuan. Itu adalah perintah ibu tuan. Aku tidak bisa melanggarnya” Naomipun menundukkan kepalanya. Luhan yang melihat itu hanya menghembuskan nafasnya cukup kasar.

“panggilan itu membuatku merasa lebih tua 15 tahun dari umurku yang sekarang” mendengar tuturan Luhan tersebut, Naomi sempat tersedak dengan air liurnya sendiri. Sungguh, ingin sekali rasanya bagi Naomi untuk tertawa secara lepas ketika mendengar tuturan luhan tersebut.

“Luhan ?” panggil Naomi secara tiba – tiba dan Luhanpun menatap Naomi heran.

“aku bisa memanggil tuan dengan sebutan Luhan. Hanya saja, kalau di depan ibu tuan, aku tidak bisa melakukannya” senyum tipispun tergores di wajah tampan Luhan.

“dan satu lagi—-” Luhan menggantungkan kata – katanya dan itu sukses membuat Naomi menjadi penasaran setengah mati.

“aku akan berusaha bersikap lebih baik padamu” lanjut Luhan dan kemudian ia langsung pergi keluar UKS. Naomi yang mendengar itu hanya bisa tersenyum. Ya, setidaknya untuk ke depan nanti. Ia dan Luhan tidak secanggung dan seribet dulu.

­-I AM YOUR MAID

“arghhh” rintih Sang Akh ketika baekhyun sedang mengobati kaki kirinya yang terkilir akibat terjatuh dari pagar tadi. Baekhyun tak perduli dengan rintihan Sang Akh. Ia hanya mempunyai satu tujuan, yaitu menyembuhkan kaki Sang Akh.

“sudah” ucap baekhyun dingin seraya melepaskan pegangannya terhadap kaki Sang Akh. Kemudian, yeoja itu menarik kakinya menjauh dari baekhyun.

“gomawo, aku tidak menyangka kalau ka—-” ucapan Sang Akh terpotong dan matanya terbelalak kaget ketika mendapati baekhyun yang entah sejak kapan sudah mendaratkan bibirnya dengan sempurna diatas bibir Sang Akh. Dan yang lebih gilanya adalah, baekhyun sempat melumat bibir Sang Akh.

Entah sudah berapa lama ciuman itu berlangsung, dan jujur. Sang Akh mulai kehabisan oksigen. Dan dengan sekali dorongan, ciuman itu akhirnya lepas. Tampak raut kecewa dari wajah baekhyun. Berbeda dengan Sang Akh.  gadis itu, secepat mungkin ia menghirup oksigen yang ada di sekelilingnya dengan rakus.

“YA!!!” Bentak Sang Akh namun baekhyun hanya menatap lurus ke kaca depan mobilnya.

“inilah perasaanku” ujar baekhyun masih dengan pandangan lurus ke depan. Dan senyum bahagia langsung terlukis di wajah Sang Akh.

“aku merindukanmu MR. Byun” Girang Sang Akh seraya berhambur memeluk baekhyun. Senyum tipispun sempat baekhyun lontarkan ketika melihat Sang Akh yang memeluk dirinya. Menurut baekhyun, sifat kekanakannya itulah yang paling ia suka dari Sang Akh.

“jadi, kau sudah memaafkanku ??” Tanya Sang Akh masih dengan posisi memeluk. Ia menatap wajah baekhyun.

“aku——–”

-I AM YOUR MAID-

“Minrae, Kim Minrae. Kau dimana ??” teriak Naomi lagi seraya mengarahkan cahaya senternya ke dalam ruang – ruang yang ada di lorong tersebut. Begitu pula dengan Luhan.

Dan entah ini memang kesialan Naomi, atau memang gadis itu tidak berhati – hati. Ia tanpa sengaja tersandung oleh kakinya sendiri. Naomipun terjatuh dan itu sukses membuat lukanya yang entah sejak kapan ada di lututnya menjadi sakit. Luhan yang melihat itupun datang menghampiri Naomi. Ia langsung mengulurkan tangannya untuk menolong Naomi berdiri. Namun, gadis itu menolak. Ia yakin, ia bisa berdiri tanpa bantuan dari siapapun.

“AUWWW” Naomi kembali terjatuh ketika hendak berdiri. Namun tetap saja, keinginan untuk berdiri Naomi tidak tertaklukkan. Luhan yang melihat Naomi selalu saja terjatuh ketika hendak berdiri hanya menatap datar kearah Naomi.

“aku kuat, aku kuat” guam Naomi seraya berusaha berdiri. Namun yang terjadi, ia hanya kembali terjatuh. Luhanpun menghembuskan nafas jenuhnya dan tanpa disangka Naomi Luhan —–

“naiklah” ujar Luhan ketika sudah mensejajarkan posisinya dengan Naomi.

“ye ??” Naomi heran bercampur takjub ketika melihat Luhan menyuruhnya untuk naik kepunggungnya.

“cepatlah. bukankah kau ingin mencari temanmu ?? kalau kau terus jatuh seperti itu, sampai pagipun kau tak akan pernah bisa berdiri dengan baik” bentak Luhan dan Naomipun langsung memeluk leher Luhan. Setelah merasa posisi Naomi sudah pas, Luhanpun kembali berdiri.

“maaf kalau aku berat” ucap Naomi dan Luhan tak menanggapinya.

Usaha pencarian Minraepun kembali dilakukan. Naomi dan Luhan sama – sama berusaha semaksimal mungkin untuk mencari Minrae. Namun, usaha mereka masih belum menemukan hasil. Luhanpun sudah mulai kelelahan dengan beban yang ia bawa (re : Naomi) namun ya, yang namanya laki – laki pasti akan sok kuat jika berhadapan dengan wanita manapun. Tak terkecuali Luhan.

“Naomi” panggil Luhan dan Naomipun memberhentikan teriakannya yang cetar membahana itu.

“akhir – akhir ini aku sering sekali menonton film yang bergenre yadong” mata Naomipun terbelalak kaget ketika mendengar ucapan Luhan tersebut. Ya, dia tidak menyangka pria sedingin Luhan masih menyukai film seperti itu.

“lalu ??” Naomipun berusaha sesantai mungkin untuk menanggapi perkataan Luhan.

“aku ingin berhenti ” senyum kemenanganpun terkembang di wajah Naomi ketika mendengar ucapan Luhan tersebut.

“bukankah itu bagus ??” ya, luhan tau kalau kebiasaannya menonton film yadong bukanlah kebiasaan yang baik. Tapi, ada satu hal yang masih menjanggal di hatinya. Yaitu….

“tapi, telalu sulit bagiku untuk menghentikannya. Kau tau ?? naluriku sebagai laki – laki semakin terpacu ketika menonton film itu dan….” Ucapan Luhan terpotong. Naomi menjadi semakin penasaran.

“dan apa ??” Tanya Naomi dengan tangan yang masih setia melingkar di leher Luhan.

“dan aku ingin melakukannya di kehidupan nyataku” jujur Luhan dan Naomipun tersedak oleh air liurnya. Perasaan takut bercampur dengan cemaspun melanda Naomi.

“ja—-jadi ??” Tanya Naomi dengan penuh ketakutan.

“berhubung Tiffany sedang di luar negri. Apa kau ingin menggantikannya ??” Naomipun terbelalak kaget ketika mendengar Luhan. Dengan cepat, Naomipun melepaskan pegangannya terhadap leher Luhan sehingga menyebabkan dia hampir saja terjatuh dengan tidak hormatnya. Tapi sekali lagi, Luhan bisa membantu Naomi.

“maaf. Tapi, aku bukanlah wanita murahan seperti itu”

“aku tau kau akan berucap seperti itu. Makanya, aku sudah menyewa sebuah apartment yang akan ku pergunakan bersama seorang wanita bayaran” entah untuk ke berapa kalinya, tapi Naomi benar – benar berpikir kalau Luhan sudah terlewat batas.

“kau gila ??” dengan mudahnya Naomi mengatakan itu kepada Luhan. Kasar memang, tapi inilah yang bisa Naomi lakukan untuk menyadarkan Luhan dari tindakan gila yang ingin ia lakukan.

“ya, aku memang gila. Gila karena pikiran kotor yang selalu menghantuiku dan pikiran ini harus segera dihentikan. Dan kurasa, hanya itulah satu – satunya cara untuk menghentikannya” ok, ini adalah saat yang tepat bagi Naomi untuk bertindak sebagai Maid Luhan.

“YA!!! XI LUHAN!!! APA KAU TIDAK MEMIKIRKAN IBUMU, EOH ?? KAU ?? TEGA – TEGANYA KAU MELAKUKAN PERBUATAN HINA ITU ?? AKU TIDAK HABIS PIKIR DENGANMU” Bentak Naomi.

“Apa kau memiliki saran yang lebih bagus ?? jujur, sebenarnya aku hanya ingin terbebas dari pikiran – pikiran kotor itu” Tanya Luhan dan Naomi mulai berpikir.

“psikolog ??” saran Naomi dan Luhan menggeleng.

“sebenarnya aku memiliki satu alternative jalan keluar, tapi—” ucapan Luhan kembali terpotong karena rasa ketidak sabaran Naomi.

“apa itu ?? mungkin itu lebih baik” Luhanpun menghembuskan nafasnya dengan cukup kasar.

“apa kau mau melakukannya denganku ??” Naomipun mengangguk. Ya, sebenarnya dia masih ragu dengan jawabannya sendiri. Senyum khas Luhanpun kembali muncul di wajah tampannya.

“selama itu tidak sampai mengambil kehormatanku, kurasa aku bisa” dengan beraninya Naomi berucap.

“baguslah” senang Luhan.

“Luhan, sebenarnya apa idemu itu ??” Naomipun penasaran dengan ide luhan.

“kau harus——”

-I AM YOUR MAID-

“Hyung, kita bergabung dengan Naomi dan Luhan Hyung saja. Aku rasa yeoja chingu Hyung tidak disini” rengek sehun seraya mengikuti Chanyeol yang sibuk mencari Minrae.

“BRAKK” sebuah bunyi dentuman yang keras kembali membuat nyali sehun menjadi ciut. Chanyeolpun terbelalak kaget ketika sehun memeluknya. Dengan kesal, Chanyeolpun menjauhkan sehun dari tubuhnya.

“YA, Berhentilah bersikap kekanakan Sehunnie. Kau sudah besar sekarang. Lagipula, hantu beserta teman – temannya itu hanya mitos. Kau tidak perlu takut” nasehat Chanyeol kepada sehun. Namun tetap saja yang namanya sehun, akan selalu takut dengan yang namanya makhluk gaib. Ya, inilah efek samping karena terlalu sering menonton film Horror.

“WUSSHH” Angin malampun berhembus melewati tengkuk sehun dan lagi, sehun kembali memeluk Chanyeol dengan penuh akan rasa takut.

“Aigo, anak ini” geram chanyeol dan hendak memarahi sehun kembali. Namun, chanyeol mengurungkan niatnya untuk memarahi sehun karena ia merasa baru saja menginjak sesuatu yang basah. Chanyeolpun melihat ke bawah kakinya dan benar, ia sedang menginjak cairan. Sehunpun juga mengikuti arah pandangan chanyeol.

“Huaaa” pekik sehun dan segera menghindar dari cairan basah yang diinjaknya. Berbeda dengan chanyeol yang masih berpikir. Apa cairan itu sebenarnya ?? apakah itu air bersih atau ….. ok, chanyeol tak ingin berburuk sangka.

“Hyung Hyung Hyung. Benar kataku, bukan ?? disini hawanya sangat tidak enak sekali” rengek sehun namun chanyeol hanya menanggapinya dengan sebuah cengiran.

“lebih baik kita ikuti sumber cairan ini” gumam Chanyeol dan mulai berjalan mengikuti arah datangnya cairan tersebut.

Note : itu kenapa saya bilang cairan ?? karena, behubung tempat mereka itu gelap. Makanya chanyeol belum bisa memastikan kalau cairan itu adalah air. Berbeda dengan sehun. Pikirannya sudah melayang entah kemana sekarang –“

“cairan itu berasal dari pintu ini” ucap chanyeol yang berhenti tepat di depan sebuah toilet yang jarang sekali dipergunakan oleh mahasiswa Woollim University. Tangan chanyeolpun sudah gatal ingin membuka pintu tersebut. Namun, ketika tangannya hendak mencapai ganggang pintu, sehun menahan tangan chanyeol.

“Hyung, bagaimana kalau yang keluar adalah wanita berwajah seram ??” tebak sehun masih dengan tangan yang menahan tangan chanyeol untuk membuka pintu tersebut.

“tenanglah Hunnie. aku yakin tidak akan muncul yang seperti itu” terang chanyeol

“pokoknya kau jangan buka pintu itu. Kalau kau masih bersikeras untuk membuka pintu itu. Aku aku aku akan—” sehun tampak berpikir untuk melanjutkan kata – katanya. “aku akan terjun dari tebing” lanjut sehun. Sungguh tuturan yang konyol, pikir chanyeol.

“jangan berpikir yang tidak – tidak Hunnie. Sudahlah, singkirkan tanganmu dari tanganku” Chanyeolpun menyingkirkan tangan sehun dari tangannya. Setelah tangannya terlepas dari atas tangan Chanyeol, sehunpun langsungn berlari ke belakang chanyeol. Bermaksud untuk berlindung dari apapun yang akan keluar dari pintu yang ada di hadapannya dan chanyeol.

Pintupun perlahan terbuka dan ketika pintu tersebut telah terbuka dengan sempurna, mata chanyeol mulai menjelajah ke seluruh penjuru toilet tersebut. Sehun hanya bisa bernafas lega ketika mendapati tak ada apapun di dalam toilet tersebut.

“sudahlah Hyung. Mungkin yeojamu tidak ada di universitas ini. Mungkin saja ia sedang pergi dengan namjanya yang lain” dan perkataan sehun tersebut sukses membuatnya mendapati pukulan hangat dari chanyeol.

“sekali lagi kalau kau berbicara. akan ku sumpal mulutmu dengan ganggang pintu” bentak chanyeol seraya masuk ke dalam toilet tersebut.

Setelah masuk ke dalam toilet, Chanyeolpun membuka satu persatu pintu yang ada di dalam toilet tersebut. Sampai akhirnya pada pintu ke tiga, gerakan chanyeol terhenti karena pintu tersebut terkunci. Chanyeolpun berusaha membuka pintu tersebut namun hasilnya nihil. Firasat baikpun menghampiri Chanyeol.

“BRAKK” Chanyeol mendobrak pintu tersebut dan kemudian tampaklah seorang yeoja sedang duduk diatas kloset (?) wc seraya memeluk tubuhnya.

“Minrae” pekik chanyeol dan langsung memeluk yeoja tersebut. Minrae terkejut ketika merasakan tubuhnya di peluk oleh seseorang.

“Yeollie” lirih Minrae dan kemudian iapun tak sadarkan diri.

“pantas saja banjir, ternyata kran airnya tidak dimatikan” ucap sehun seraya mematikan kran air yang ada di sebelah Minrae.

“Hunnie, telfon Naomi atau Luhan. Katakana pada mereka kalau Minrae sudah di temukan” perintah Chanyeol dan sehunpun langsung sigap mengambil handphonenya yang ada di saku celananya.

-I AM YOUR MAID-

“Luhan, sebenarnya apa idemu itu ??” Naomipun penasaran dengan ide luhan.

“izinkan aku menciummu ketika naluri liar ku muncul. Aku berjanji, hanya akan menciummu tidak lebih” ujar Luhan dan Naomi kembali menimang – nimang jawabannya.

“hanya cium. Tidak lebih ??” Tanya Naomi

“aku berjanji” jawab Luhan dan dari tengkuknya, Luhan dapat merasakan anggukan Naomi. Senyum manispun terukir indah di wajah Luhan.

“DRRT DRRT” Naomi merasa handphonenya  berbunyi dan ia menyuruh Luhan untuk berhenti berjalan.

“Yeoboseyo ??” ucap Naomi ketika handphonenya sudah ia lengketkan ditelinganya.

“…………………..”

“benarkah ?? kalau begitu kami akan menyusul” Naomipun menyudahi panggilan tersebut. Setelah itu,ia kembali memasukkan handphonenya ke dalam saku celananya.

“siapa ??” Tanya Luhan masih dengan posisi menggendong Naomi.

“Sehun” balas Naomi singkat.

“kenapa ??”

“Minrae sudah ditemukan dan chanyeol akan mengantarnya pulang. Kurasa kita bisa pulang sekarang” lanjut Naomi.

“bagaimana dengan sehun ??”

“ia sedang menuju ke gerbang” balas Naomi lagi.

“baiklah, kita susul dia” ucap Luhan dan mulai menyusuri kembali jalan yang sudah ia lewati tadi.

“apa kau yakin membawaku ke gerbang dengan posisi begini ??”

“aku yakin. Lagipula ini hanya sebagian kecil balasan yang bisa kulakukan atas persetujuanmu” jawab Luhan dan jujur, Naomi tidak bisa mencerna kata – kata itu dengan baik sehingga ia hanya mengambil kesimpulan bahwa sikap dingin Luhan sudah mulai luntur.

Tapi dilain sisi, Naomi kembali teringat dengan permintaan Luhan. Berciuman dengan Luhan ?? ah~~ Naomi hanya berharap, semoga naluri Luhan hanya muncul sekali – sekali.

-I AM YOUR MAID-

“Apa kakimu masih sakit ??” tanya sehun seraya memapah Naomi menuju kamarnya. Sedangkan Luhan, sebenarnya ia juga ingin membantu Naomi, tapi tentu saja ia harus menjaga sikap dinginnya di depan sehun.

“terima kasih sehun-a” ucap Naomi yang sudah duduk diatas ranjangnya.

“kalau kau ingin kemana – mana, katakan saja padaku” Naomi mengangguk dan sehunpun keluar dari kamar Naomi.

“Have a nice dream” ujar sehun dan kemudian iapun keluar dari kamar Naomi.. tak lupa, ia juga menutup pintu kamar Naomi. Naomi tersenyum menanggapi sehun.

“HUAAA~~” Naomi menguap karena rasa kantuknya sudah mencapai puncak. Iapun menidurkan dirinya diatas ranjangnya dan ketika ia hendak menarik selimutnya. Pintu kamarnya kembali terbuka dan mau tidak mau, Naomi harus kembali mendudukkan dirinya.

“ada apa lagi sehuuunnn—” ujar Naomi ketika ia melihat yang datang bukanlah sehun melainkan Luhan. Rasa takutpun kembali datang menyelimuti Naomi. ‘apa ia akan memintanya sekarang ??’ batin Naomi.

“a—apa yang kau lakukan di kamarku ??” Tanya Naomi namun Luhan hanya diam. Luhanpun segera mendudukkan dirinya diatas ranjang Naomi.

“tutup matamu dan anggap ini sebagai awal dari semuanya” ucap Luhan dan Naomipun menurutinya.

Setelah melihat mata Naomi tertutup, Luhan mulai membenahi posisinya dan di detik kemudian, Luhan mulai melancarkan aksinya. Ia mendekatkan wajahnya ke wajah Naomi. Dekat, semakin dekat hingga hidung mereka berdua bersentuhan. Luhanpun memiringkan kepalanya agar bibirnya dapat mencapai bibir Naomi.

Naomipun dapat merasakan deruan nafas Luhan, begitupula dengan Luhan.

Jaraknya benar – benar semakin tipis dan akhirnya ————-

-To Be Contunued-

Okeh ^^

Sumveh, gk kepikiran bisa buat chapter segila ini -_-“

kemungkinan chapter selanjutnya di protect itu besar sekali.

Dan saya sudah muak memberikan password kepada sider -_-‘ sungguh, benci sekali dindong ama orang yang kayak gitu.

Awalnya sih dia minta password ff, trus saya kasih. Eh, dianya malah ngelonjak dengan gak memberikan komentar di ff yang di protect tersebut. Sungguh, pengen saya bejek2 itu orang >.<

Dan untuk chapter ini. Mian, kalau gak memuaskan. Tapi, kalian harus tetap memberikan komentar.

Targetnya sih saya ingin ff ini nembus 100 komentar *ngarep*

Semoga para reader saya bisa menjadikan harapan saya itu menjadi kenyataan…

Dan (lagi ??) ff I AM YOUR MAID ini, sudah bisa kalian lihat di wordpress pribadi saya dan juga di ‘Exo Fanfiction World’ ^^

oKAI, see you di chapter selanjutnya ^^

Don’t be A sider or Plagiator🙂

Mau liat yang chapter 10 A ??

=>  I AM YOUR MAID CHAPTER 10 A <=

152 thoughts on “I AM YOUR MAID (Chapter 9 B)

  1. AAAA,,,,, aku mathihhh kecilll,m,, Luhan jangannnnnnnn //apa hubungannya// dah deh aku nganu sama Sehun ajin xD,,,,
    Ya ampun,,, Baekhyun pasti masih galau buat nentuin perasaanya sendiri

    • Ya anpuuunn~

      Makasih udah koment~

      Dikirim dari Yahoo Mail pada Android

      Dari:”EXO Fanfiction World” Tanggal:Jum, 12 Jun 2015 pada 22:52 Judul:[EXO Fanfiction World] Comment: “I AM YOUR MAID (Chapter 9 B)”

      • maaf ya thor aku soalnya baca ff mu di Exo world ff hehehehe xD, tapi aku ngikutin semua ceritanya, aku komen juga dari chapter satu

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s