What should I do with this girl? [Chapter 3]

What

Title                 :  What should I do with this girl? [Chapter 3]

Author             : Park  Hana

Cast                : Kim Joon myun , Park Chorong, Byun Baekhyun, Jung Eunji.

Other cast      : Find by your self

Genre             :  Comedy romance, friendship, supranatural.

Length           : Chapter

Rating            : PG-15

Warning         : Typo dimana-dimana dan jangan copy paste tanpa seijin saya terlebih dulu.

Summary       : Ini Cerita tentang dua orang yang bersahabat baik sejak kecil, kadang mereka terlihat seperti musuh yang saling membenci. Tapi kadang mereka terlihat seperti sepasang kekasih yang saling menyukai. Dan cerita tentang seorang perempuan yang mempunyai kemampuan suprantural yang berubah menjadi sesaeng fans seorang lelaki, bahkan meminta lelaki itu menciumnya.

Chapter 1                          Chapter 2

Chapter 3

Chorong terdiam duduk diatas ayunan yang biasa dia datangi, pandanganya mengarah pada sepatunya.

“Kenapa kau senang sekali di sini? Cepatlah pulang cuaca sangat dingin!”

Hantu halmoni tiba-tiba muncul dan duduk di ayunan sebelah Chorong.

“Halmoni, aku menemukannya” ucap Chorong pelan.

“Ne arasseo!” sahut hantu halmoni singkat.

Flashback

“Jadi apa alsanmu mengajakku bertemu? Apa ponselmu rusak?”

Chorong menggeleng.

“Lalu kenapa?”

“Aku. . aku hanya . . ingin bertemu dengan anda!”

Chorong menjawab sambil menatap wajah Joon myun tanpa bisa mengalihkan padangannya pada Joon myun, hal itu malah membuat Joon myun merasa risih karena ditatap seperti itu oleh Chorong.

“Ini benar-benar terjadi, orang ini..”

“Aku tak bisa membaca pikirannya!” Batin Chorong sambil terus menatap Joon myun.

Joon myun berdehem berusaha membuat Chorong sadar, dan hal itu memang membuat Chorong mendapatkan kesadarannya kembali.

“Chorong-ssi kalau tak ada yang ingin kau bicarakan aku akan pergi duluan karena aku ada sedikit urusan”

Terlihat kekecewaan di wajah Chorong saat Joon myun mengatakan dia hendak pergi. Bahkan saat Joon myun hendak pergi, Chorong dengan sigap menahan Joon myun dengan memegang lengan Joon myun.

“Kajima!” ujar Chorong sambil menatap Joon myun penuh harap.

Di hati Joon myun saat ini malah terbersit suatu rasa kasihan pada Chorong, yang entah dari mana datangnya dan entah apa alasannya dia bisa merasakannya.

Joon myun menatap kearah pergelangan tangannya yang saat ini tengah dipegang Chorong erat.

“Joon myun-ssi aku hanya ingin kau menciumku sekali saja, tolonglah aku!”

Perkataan Chorong barusan benar-benar membuat Joon myun terkejut, bahkan saat ini kedua matanya tengah membulat sempurna.

Joonyum lantas melepaskan pergelangan tangan Chorong yang memegang lengannya. Tanpa berkata apa-apa Joon myun langsung pergi dengan wajah yang terlihat sangat Shock.

Chorong mengejar Joon myun untuk mencoba memohon sekali lagi agar Joon myun mau menciumnya.

“Joon myun-ssi Chakkaman. . “ ujar Chorong yang tengah mengejar Joon myun.

Joon myun tak sedikitpun mendengarkan Chorong, dia hanya berpikir bahwa benar kata Minho bahwa Chorong adalah gadis aneh atau lebih tepatnya gadis gila, dan yang saat ini Joon myun inginkan adalah cepat pergi dari sana.

Chorong kini berhasil mengejar Joon myun dan menghalanginya saat dia akan masuk mobil.

“Aku mohon sekali ini saja tolong aku. kau hanya perlu menciumku” ujar Chorong dengan nada sedikit memohon.

Minho yang berada dalam mobil tak bisa menyaksikannya karena saat ini dia tengah teridur pulas.

Joon myun terlihat mulai kesal, karena bagaimana mungkin ada seorang gadis yang meminta dicium. Dan bagaimana mungkin juga dia mau menerima permintaan Chorong sedangkan mereka tak saling kenal.

“nona Park Chorong, dengarkan aku. apa kau pikir aku akan menerima permintaanmu? Kau masih anak sekolah dan sebaiknya belajar dengan baik, kau seharusnya memikirkan kedua orang tuamu sebelum mengatakan hal bodoh semacam barusan!.

“Apakah karena kita belum saling mengenal?” tanya Chorong.

Joon myun menghela napasnya frustasi.

“Pertama, kita tidak saling mengenal dan aku tidak mungkin menuruti kemauan gila mu, bahkan jika kita saling mengenal pun. Yang kedua, hal itu hanya dilakukan oleh orang yang saling menyukai dan kita juga tidak sedang dalam tahap itu. Kau orang lain untukku dan aku juga orang lain untukmu“.

“Kalau begitu ayo berkenalan dan menjadi dekat, dan juga ayo saling menyukai”

“Mwo?”

Joon myun lagi-lagi terkejut dengan ucapan Chorong yang menurutnya sangat tidak masuk akal itu. Yang bisa dia lakukan saat ini hanya terdiam dengan mulut menganga, sedangkan Chorong tengah tersenyum sambil menatap wajah Joon myun dengan mata yang berbinar.

Flashback End

“Aku menyukai matanya, dan ini pertama kalinya aku sangat suka pada mata seseorang. Selama ini jika aku menatap mata seseorang, yang ada aku akan menjadi gila dengan suara-suara dari hati mereka. tapi dia . . “

Bush~~

Hantu halmoni tiba-tiba menghilang dan membuat Chorong berdecak kesal, karena ceritanya tidak didengarkan oleh hantu halmoni.

“Halmoni menyebalkan, bagaimana bisa dia pergi saat aku berbicara?”

Chorong mengerang sambil menghentak-hentakkan kakinya. Setelah itu dia menengadahkan wajahnya menatap langit, Kini seulas senyumpun terukir di bibirnya.

“Ah bagaimana ini terjadi? aku selalu ingin tersenyum kalau ingat lelaki itu”

Chorong memegang kedua pipinya yang tiba-tiba saja terasa panas saat itu.

***

Di rumah Eunji saat ini, Eunji dan Baekhyun tengah menonton televise bersama dengan sekotak popcorn ditangan Eunji.

Baekhyun melirik pada Eunji, namun tak lama kemudian dia mengalihkan pandangannya kembali. Dan begitu seterusnya, sampai membuat Eunji yang menyadari hal tersebut akhirnya menatap Baekhyun dengan tatapan curiga.

“Hya Byun Baek, kenapa kau terus memperhatikanku? Apa aku terlihat begitu cantik malam ini?”

Baekhyun yang sedang mengunyah popcorn sontak saja menyemburkan popcorn yang dia makan karena terkejut dengan pertanyaan Eunji barusan.

“Aishhh kau itu jelek, dan lihat gayamu! Kau terus saja mengikat ponimu menggunakan karet, setidaknya gunakan jepitan cantik sekali-kali layaknya perempuan lain”.

Eunji mengehela napas panjang, kemudian mengalihkan pandangannya kembali kelayar televise sambil mengatakan bahwa dia tak punya jepitan rambut, jadi dia menggunkan karet.

Baekhyun menganggukan kepalanya mengamini apa yang Eunji katakan, karena memang selama ini Baekhyun tidak pernah melihat jepitan rambut ataupun semacamnya di kamar Eunji.

“Hei Eunji-ya  bukankah minggu ini saatnya kita pergi jalan-jalan?” ucap Baekhyun yang tiba-tiba ingat kalau ini adalah awal bulan.

Memang setiap awal bulan Baekhyun dan Eunji selalu pergi jalan-jalan berdua dan kegiatan itu sudah mereka lakukan sejak mereka kecil.

“Ah benar, lalu minggu ini kita akan pergi kemana?” tanya Eunji.

Baekhyun tampak berpikir saat ini dan Eunjipun saat ini sudah mengarahkan pandanganya kembali pada Baekhyun.

‘Bagaimana kalau kita berbelanja jaket dan topi bukankah ini sudah masuk musim dingin, lalu setelah itu kita ke bioskop. Eottae?” tanya Baekhyun yang langsung menatap Eunji seraya tersenyum.

Eunji berdehem, sambil mengalihkan pandangannya kearah lain lalu mengangguk.

“Baiklah, tapi kau yang beli tiket bioskopnya, kau harus menteraktirku. Ini hukuman karena kau membuat kepalaku memar”

Baekhyun langsung memeluk Eunji dari pinggir seraya menyenderkan kepalanya di bahu Eunji.

“Baiklah, tapi buatkan aku kotak dari kayu yang bagus” pinta Baekhyun.

Eunji mendelik karena dia memang sudah merasa kalau Baekhyun seperti itu berarti dia ada maunya.

“Lepaskan pelukanmu, ini membuatku tak konsentrasi menonton”

Eunji langsung menepis tangan Baekhyun, kemudian pergi dari sana meninggalkan Baekhyun yang langsung berdumel pelan saat Eunji pergi.

“Hya lihatlah noona mu seperti itu, tempramenya sangat buruk”

Baekhyun mencoba mengadukan Eunji pada Eunjo yang memang sedari tadi sedang memainkan notebooknya dengan tenang.

Eunjo mengehela napasnya, kemudian mengalihkan pandanganya pada Baekhyun.

“Hyung, berhentilah mengatakan hal bodoh karena kalian itu sama!”

Eunjo lantas bernajak dari duduknya, kemudian pergi meninggalkan Baekhyun. Dan alhasil Baekhyun kesal pada kedua kakak beradik itu.

Baekhyun melipat tangannya didada kemudian dia mengedikan kepalanya.

“Aigoo keluarga ini benar-benar membuat tekanan darahku naik” ujarnya.

***

“Apa kau baik-baik saja tinggal di apartemen? Bukankah sebaiknya kau pulang kerumah?”

Joon myun tersenyum pada wanita paruh baya yang saat ini tengah menghampirinya.

“Eo umma aku baik-baik saja. lagipula apartemenku dekat dengan kampus jadi aku bisa lebih banyak belajar”

Wanita paruh baya yang ternyata adalah ibu Joon myun itu lantas memeluk Joon myun dan menepuk bahunya lembut. dia seakan ingin memberikan sebuah perasaan hangat pada anaknya itu.

“Mianhae, umma selalu berpikir kau pasti tertekan”

“Aniyo umma, aku tidak apa-apa. asalkan umma dan abeoji bahagia itu sudah cukup. Menjadi seorang dokter itu tugas mulia umma, dan abeoji punya hati besar karena menyuruhku untuk menyebuhkan orang-orang”

Ibu Joon myun melepaskan pelukannya lalu  menatap anaknya dengan tatapan bangga.  Dia selalu merasa beruntung karena mendapat anak seperti Joon myun yang sangat patuh dan menyayangi mereka, meskipun kadang dia tahu bahwa Joon myun tak menyukai apa yang appanya suruh. Tapi itulah Joon myun karena dia tak mau mengecewakan appanya maka dia akan selalu berusaha membuat appanya bahagia.

“Joon myun-ah jika suatu hari kau merasa apa yang kami inginkan tidak sesuai  dengan hati nuranimu maka larilah atau berontaklah jika menurut hatimu kau benar dan kami salah”

Joon myun tersenyum kembali

“Aniya umma, aku tahu apapun yang kalian berikan untukku pasti itu yang terbaik dan kalian pasti ingin aku bahagia.”

***

Sudah sejak dari pagi, Joon myun merasa ada sesuatu yang aneh, karena dia merasa dari tadi ada seseorang yang mengikutinya.

Berkali-kali Joon myun mencoba menoleh kekanan dan kirinya, namun tak ada seorangpun yang mencurigakan sama sekali.

Dan kini dia berada di dalam kelasnya tengah memperhatikan Dosen yang sedang memberikan materi kuliah.

“Dia sangat mengagumkan, bolehkan aku mengatakan bahwa dia sangat tampan!”

Guman seorang gadis yang memakai topi serta masker. Gadis itu tak lain adalah Chorong.  Saat ini Chorong tengah berada di kampus Joon myun, dan saat ini dia sedang duduk dibawah  pohon sambil menunggu Joon myun menyelesaikan kelasnya.

Chorong menyender di pohon, udara benar-benar terasa dingin, namun tak sedikitpun dia menyerah.

Dia berpikir bahwa, dia harus benar-benar memenangkan hati Joon myun lalu menciumnya agar dia bisa terbebas dari semua mimpi buruk yang selalu mengikutinya selama ini.

Sedangkan disekolah saat ini Eunji tengah mondar-mandir didepan kelas Chorong. Dia melompat mencoba melihat kedalam kelas dari jendela. Namun dia benar-benar tak mendapati Chorong duduk disana.

“Hya Kau sedang apa melompat-lompat begitu?”

Eunji menoleh pada  Baekhyun yang baru saja datang bersama temannya.

“Hei Jung Eunji kau mencari Chorong?”

Tanya teman Baekhyun yang bernama Chanyeol. Eunjipun mengangguk tanpa mengatakan apapun.

“Dia hari ini bolos” ujar Baekhyun seraya meminum cola yang dia bawa.

Eunji menatap Baekhyun sambil menyipitkan matanya.

“Kenapa dia? apa sesuatu terjadi padanya? Apa itu karena hantu-hantu itu lagi atau karna . . “ guman Eunji pelan.

Kini  Eunji mengambil ponsel miliknya, dan segera menelepon Chorong. Jujur saja saat ini Eunji merasa sangat khawatir pada sahabatnya itu.

“Eonni kau dimana? Kenapa kau tak masuk sekolah?” Tanya Eunji ditelepon.

“…”

“MWO? Sedang apa kau disana? aigoo Eonnie-ya”

“…”

“Mweo? Lalu yang harus aku lakukan?”

“…”

“Eo Nde arraeseoyo! Kau kirimkan saja nama pria itu dan aku akan segera menemuimu setelah aku mendapat hasilnya”

Plip ~

Eunji segera menutup teleponnya, dan bergegas pergi tanpa mengatakan sesuatu atau berpamitan pada Baekhyun maupun Chanyeol yang sedari tadi ada disana. dan kini Chanyeol serta Baekhyun tengah menatap Punggung Eunji yang semakin menjauh dari mereka.

“Baekhyun-ah, kenapa aku merasa kalau Eunji sangat cantik barusan!” ujar Chanyeol polos.

Baekhyun mendelik pada Chanyeol, lalu tanpa aba-aba Baekhyun pun menginjak kaki Chanyeol dengan sekuat tenaga.

“Hya kenapa kau menginjak kakiku?” Protes chanyeol yang tak terima kakinya diinjak begitu saja.

“Berhentilah berpikir hal aneh, ayo masuk. Makhluk ganas itu sudah pergi”

Baekhyun mengatakannya dengan ekspresi datar, kemudian dia berjalan memasuki kelasnya. Sedangkan Chanyeol saat ini tengah menggerutu akibat perlakuan Baekhyun padanya.

***

Chorong mengikuti kemanapun Joon myun pergi, dia terus mengawasinya sampai-sampai dia membawa sebuah teropong kecil, agar bisa melihat Joon myun dari kejauhan. Chorong sengaja menjaga jarak antara dia dan Joon myun agar dia tidak ketahuan.

Saat ini Joon myun tengah berada disebuah restoran, dan Chorong tengah berada diluar restoran. Dia memperhatikan Joon myun dari jauh dengan wajah yang selalu tersenyum.

Joon myun sudah selesai makan di restoran tersebut, dan kini dia menuju tempat mobilnya tengah diparkirkan.

Tidak butuh waktu lama dari resetoran ke apartemen Joon myun. Joon myun memarkirkan mobilnya di tempat parkir apartemnnya, lalu dia pun langsung menuju apartemennya.

Setelah Joon myun berada agak jauh dari mobilnya, tiba-tiba saja pintu bagasi mobil Joon myun terbuka. Dan munculah sesosok gadis dengan rambut acak-acakkan dari sana.

Gadis itu tak lain adalah Chorong, yang diam-diam menyelinap kebagasi mobil Joon myun.

Chorong yang sudah keluar dari bagasi pun segera bergegas mengejar Joon myun, karena dia takut kehilangan jejak Joon myun.

***

Joon myun terus saja merasakan seperti dirinya tengah diawasi seseorang, kaena sedari tadi bulu kuduknya terus berdiri.

Dia menghentikan langkahnya, lalu memegangi lehernya.

“Kenapa aku merasa ada seseorang yang selalau mengikutiku?” gumannya pelan.

Berbeda dengan Joon myun yang tengah diliputi rasa khawatir karena merasa diikuti, saat ini Chorong malah tengah bersembunyi sebisa mungkin agar Joon myun tak menemukannya.

Setelah samapi di depan pintu apartemennya, Joon myun segera memasukan kode rumahnya kemudian masuk kedalam.

Melihat Joon myun yang sudah pergi, Chorongpun segera berjalan mendekati pintu apartemen Joon myun.

Chorong berdiri sambil menatap pintu itu dengan mata berbinar.

“Ah, aku harus tahu kode rumah ini kalau aku mau masuk” ujarnya sambil tersenyum.

Tiba-tiba saja

Bushh~

Chorong segera melirik kearah kirinya, dan saat ini disana ada sesosok pria paruh baya  yang memakai pakaian cleaning servis dengan wajah berlumuran darah yang mengotori baju pria tersebut.

Chorong merasa ketakutan, seluruh badannya mulai berkeringat bahkan jantungnya juga mulai berdecak kencang. Dia lantas mengalihkan pandangannya kearah berlawanan.

Namun dalam rasa ketakutannya itu, tiba-tiba saja dia mendapat sebuah ide.

“Ahjusshi, bisakah anda merubah wajah anda menjadi lebih manusiawi?” pinta  Chorong yang masih memandang kearah berlawanan.

Hantu ahjussi itu menganggukkan kepalanya dan seketika itu juga wajah menyeramkan hantu ahjussi tersebut berubah. Hantu ahjussi itu lalu tersenyum cerah kearah Chorong.

“Ahjussi apa anda tahu password kamar ini?” tanya Chorong

Walaupun hantu ahjussi itu sudah merubah wajahnya menjadi lebih baik, namun Chorong masih enggan menatap hantu ahjussi itu, karena masih saja ada rasa takut yang menyelimuti hatinya.

“Hei gadis berkepang, kau itu tidak sopan sekali berbicara tanpa menatap orang yang kau ajak bicara!”

Hantu ahjjusi lantas mengomeli Chorong yang masih tak mau menatap dirinya, dan hantu ahjussi merasa dia tetap saja orang tua meskipun dia sudah meninggal.

“Mianhae, tapi aku. . “

“Aku akan pergi saja.. “

Hantu Ahjussi hendak menghilang, namun Chorong yang panik langsung mengalihkan pandangannya dan menatap hantu ahjussi meskipun dengan jantung yang berdebar kencang.

Melihat Chorong yang sudah menatapnya, hantu ahjussi langsung tersenyum cerah. Dia kemudian mendekatkan wajahnya pada Chorong. Dan lagi-lagi keringat mengucur diseluruh tubuh Chorong.

“Gadis berkepang, aku akan memberitahumu password kamar ini kalau kau juga mau mengabulkan permintaanku”

Chorong mengedip-ngedipkan matanya dan Inilah hal yang selalu dia takutkan kalau dia berurusan dengan hantu.

***

Kini Chorong dan hantu ahjussi sedang berada di sebuah ruangan yang adalah ruangan loker pekerja apartemen.

Hantu ahjussi lalu menuntun Chorong menuju kesebuah loker. Chorong tampak kebingungan, dan tak mengerti kenapa hantu ahjussi mengajaknya kesini.

Hantu ahjussi lantas menyenderkan badannya diloker lain, dia menatap Chorong yang masih saja terlihat kebingungan.

“Bukalah loker itu” pinta hantu ahjussi

Chorong segera membuka loker tersebut, dan saat ini terlihat beberapa barang yang berada didalam loker tersebut. namun Chorong tertarik pada sebuah foto yang menempel di pintu loker.

“Itu foto keluargaku” ujar hantu ahjussi.

Chorong mengambil foto tersebut, lalu menatapnya dan kini seulas senyum terukir dibibirnya. dia seakan teringat apda orang tuanya.

“Anak ahjussi sangat lucu, apa ini foto terbaru?”

Hantu ahjussi mengatakan bahwa itu foto yang diambil sekitar tiga tahun lalu, sebelum dia dan istrinya bercerai. Dan saat itu anaknya berusia 4 tahun.

“Aku memang appa yang buruk, aku menelantasrkan keluargaku hanya karena wanita lain, dan setelah aku meninggalkan istriku wanita sialan itu malah berselingkuh dengan kakek-kakek yang kaya”

Terlihat  rasa sedih, penyesalan dan kerinduan di mata hantu ahjussi. Chorong terlihat sedih juga mendengar cerita hantu ahjussi tentang masa lalunya.

“Jadi apa ahjussi bunuh diri?” tanya Chorong pensaran apa alsan hantu ahjussi meninggal.

Hantu ahjussi mengatakan bahwa dia meninggal bukan karena bunuh diri, tapi karena terjatuh saat dia membersihkan jendela apartemen. Dan alasan dia jatuh adalah karena dia marah saat melihat wanita yang membuat dia meninggalkan keluarganya malah tengah bermesraan dengan lelaki lain.

Chorong tiba-tiba menangis mendengar cerita hantu ahjussi, yang membuat hantu ahjussi menanyakan apa Chorong menangis karena merasa kasihan padanya.

“Aku merasa kasihan pada anak dan istri ahjussi, aku tak kasihan sama sekali padamu. Kau pantas mendapatkannya” jawab Chorong sambil menangis.

Hantu ahjussi mengerutkan dahinya mendengar perkataan Chorong.

“Kalau kau kasihan pada anak dan istriku. Aku mohon datanglah pada mereka dan berikan uang yang ada diamplop itu untuk  uri Jungmin”

Chorong mengambil amplop yang dimaksud hantu ahjussi, dan menggenggamnya erat. Dia mengatakan bahwa dia pasti akan memberikan uang itu pada Jungmin dan menyampaikan bahwa hantu ahjussi sangat menyesal.

Hantu ahjussi sangat senang lalu dia pun berterima kasih pada Chorong.

“Berterima kasihlah dengan password rumah itu” ujar Chorong yang langsung ingat alasan dia pergi keapartemen itu.

“Ah baiklah, besok sebaiknya kau datang lagi kesini. Dan aku akan memberitahumu”

Chorong protes, kenapa harus besok. Dan hantu ahjussi beralasan kalau sekarang dia takut Chorong tak mau membantunya.

“Ah ne arraseoyo” ujar Chorong.

“Pastikan saja ahjussi dapatkan passwordnya” tambahnya.

Chorong merasakan ponselnya bergetar, dia melihatnya dan ternyata Eunji mengiriminya pesan.

Chorong lasngung membaca pesan dari Eunji yang mengajak dia bertemu.

From : JijiEunji

Eonni, aku sudah dapatkan apa yang kau mau. Jadi ayo bertemu.

Chorong tersenyum cerah membaca pesan dari Eunji, kemudian dia segera akan pergi dari sana.

“Ahjussi besok aku akan datang lagi dan dapatkan passworanya”

Hantu ahjussi mengatakan bahwa selama dia hidup dia tidak pernah mengingkari janji yang dia buat, jadi jika Chorong sudah memberikan uang itu dan menyampaikan permintaan maafnya. Maka dia akan segera memberikan Chorong password rumah Joon myun.

***

Chorong segera menuju warung sup daging yang Eunji maksud. Chorong memanggil Eunji saat melihatnya yang tengah makan sup daging dengan lahap.

“Ah Eonni” sahut Eunji.

Chorong langsung duduk, lalu dia segera menanyakan informasi yang sudah Eunji cari hari ini.

“Aigoo, Eonni sabarlah sebentar aku sedang makan” ucap Eunji yang berusaha menjahili Chorong.

“Hya Jung Eunji jangan mempermainkanku, palliwa. Mana informasi yang aku pinta”

Eunji menaruh sendoknya, lalu menatap Chorong dengan wajah yang dibuat pura-pura kesal. Chorong tersenyum ketika Eunji mengambil ponselnya.

“Dengarkan baik-baik Park Chorong-ssi, tapi informasi ini tidak murah!” ujar Eunji

“Hya palliwa”

Eunji berdecak, dan kini dia  mulai membacakan informasi tentang Joon myun yang dia  dapat dari temannya yang seorang hacker.

“Namanya, Kim Joon myun. Umurnya sama sepertimu Eonni. Dia mahasiswa kedokteran universitas Seoul tingkat satu, dia anak bungsu dari dua bersaudara. . .”

Chorong terus mendengarkan semua yang Eunji katakan dengan baik, bahkan dengan sangat serius.

‘Ah selesai.” Ucap Eunji seraya menaruh ponselnya.

Chorong tersenyum seraya menghela napasnya, dan hal itu membuat Eunji cukup terkejut. Karena selama ini Chorong jarang tersenyum ataupun menunjukan ekspresi senang. Ekspresi Chorong selalu terlihat gelap dan misterius seperti apa yang selalu Baekhyun katakan padanya.

“Eonni, kau tersenyum. Ah aku rasa kau benar-benar jatuh cinta pada lelaki itu”

Mendengar perkataan Eunji, Chorong langsung merubah ekspresi wajahnya kembali  menjadi seperti biasanya. Dan hal itu malah membuat Eunji tertawa.

“Hya Jung Eunji jangan tertawa!” protes Chorong

Bukannya berhenti tertawa, saat ini Eunji malah semakin keras tertawa dan membuat Chorong semakin malu.

***

Baekhyun terus mondar-mandir dirumahnya, Karena dia teringat wajah Eunji saat menelepon Chorong.  Bahkan saat pulang sekolah, Eunji mengatakan bahwa dia tidak akan pulang bersama karena dia ada urusan.

Nyonya Byun yang saat ini sedang memainkan laptop serta handicam miliknya, segera mengalihkan perhatiannya pada anak laki-laki semata wayangnya itu.

“Chagiya, kenapa kau mondar-mandir seperti itu?”

Baekhyun menghiraukan pertanyaan Ummanya, dan tampak serius dengan pikiran-pikirannya. Dia terus memikirkan kemana Eunji pergi karena tak biasanya Eunji menolak Baekhyun yang ingin ikut dengannya.

“Kemana gadis jahat itu pergi kira-kira?Pria, pria mana yang dia dan Chorong maksud?” guman Baekhyun yang saat ini dikepalanya penuh dengan pertanyaan-pertanyaan.

Merasa ucapannya tak dihiraukan anaknya, umma Baekhyun lantas meremas sebuah kertas kemudian melemparkannya kearah Baekhyun. Alhasil kepala Baekhyun lah yang terkena lemparan kertas itu dan membuat dia tersadar. Baekhyun langsung mendelik pada  ummanya yang membuat pikirannya kacau.

“Hya Umma, kenapa kau dan Eunji selalu saja menggangguku? Apa umma tak lihat aku sedang konsentrasi?” protes Baekhyun.

“Hya Byun Baek, umma sedari tadi bertanya kenapa kau mondar-mandir seperti setrikaan, tapi kau terus menghiraukan ummamu yang cantik ini? kau selalu saja terus menghiraukanku! Kalau kau bersikap seperti itu, malam ini kau tidak dapat makan!”

“Kalau begitu aku akan makan dirumah keluarga Jung”

Baekhyun lantas pergi meninggalkan ummanya yang terlihat kesal pada Baekhyun. namun setelah Baekhyun pergi ummanya malah tersenyum.

‘Aigoo, bukannya dia pergi dari tadi, dasar anak keras kepala. Terus berkutat dengan pikiran-pikirannya takkan menyelesaikan masalah”

Ucap Nyonya Byun yang mengoceh sendirian.

***

Baekhyun datang kerumah keluarga Jung yang tengah makan malam, Baekhyun menyipitkan matanya saat dia tak melihat sosok Eunji disana.

Baekhyun yang langsung duduk disalah satu kursi pun terlihat menatap keluarga jung satu persatu.

Nyonya Jung yang menyadari Baekhyun yang terlihat aneh langsung menatapnya.

“Apa ada yang aneh dengan kami?” tanya nyonya Jung.

Baekhyun menggelengkan kepalanya, lalu setelah itu dia langsung bertanya  enapa Eunji tidak ada.

Nyonya Jung mengatakan bahwa tadi Eunji menelepon, bahwa dia akan pulang telat karena ada hal yang harus dia urus. Dan sekali lagi Baekhyun menyipitkan matanya.

“Jadi dia belum pulang?” ujar Baekhyun.

Nyonya dan Tuan Jung langsung saling menatap melihat ekspresi Baekhyun yang berlebihan menurut mereka.

“Bukankah ini sabtu malam? Biasanya kan dia menghabiskan sabtu malam di ruangan pribadinya itu?” ucap Baekhyun lagi.

Tuan dan nyonya Jung membenarkan, karena tidak baisanya sabtu malam Eunji pulang telat, biasanya Eunji akan senang bila sabtu malam tiba karena dia bisa menghabiskan malam di dalam ruangannya membuat beberapa perkakas dan mencari ide baru.

“Mungkin saja dia sedang berkencan, bukankah  anak-anak seumuran noona akan pergi kencan sabtu malam?”

tiba-tiba saja Eunjo mulai angkat bicara yang langsung mendapat tatapan dari semua orang disana akibat perkataannya barusan.

“Siapa yang pergi kencan hah? dasar anak kecil sok tahu!”

Eunji yang baru saja datang langsung meneloyor kepala adiknya itu, yang membuat eunjo kesal atas perlakuan noonanya tersebut.

“Eo Eunji-ya kau sudah pulang, tepat sekali kau datang ayo makan” ajak Nyonya Jung.

Namun Eunji menolak, dengan alasan dia sudah kenyang karena baru saja makan sup dengan seorang teman. Eunji kemudian pamit untuk menuju kamarnya karena dia sangat lelah dan ingin mandi.

“Eunji-ya jangan lupa besok hari minggu” ucap Baekhyun mengingatkan.

Eunji melirik Baekhyun sekilas lalu berdehem, kemudian diapun melangkah pergi menuju kamarnya. dan kini rasa penasaran Baekhyun semakin bertambah, dia benar-benar penasaran dengan Eunji dan Chorong.

TBC

Akhirnya Part 3 bisa saya publish juga^^ dan makasih buat semua reader yang udah baca sama Comment *flyingkiss

Part 4 saya usahakan gakkan lama kok^^

 

124 thoughts on “What should I do with this girl? [Chapter 3]

  1. Ping-balik: What should I do with this girl? [Chapter 15] | EXO Fanfiction World

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s